Labuan Bajo - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/labuan-bajo/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 14 May 2023 00:21:00 +0000 id hourly 1 TMC Sukses Amankan Cuaca saat KTT ASEAN ke-24 https://www.greeners.co/aksi/tmc-sukses-amankan-cuaca-saat-ktt-asean-ke-24/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tmc-sukses-amankan-cuaca-saat-ktt-asean-ke-24 https://www.greeners.co/aksi/tmc-sukses-amankan-cuaca-saat-ktt-asean-ke-24/#respond Sun, 14 May 2023 04:00:41 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=40054 Jakarta (Greeners) – KTT ASEAN ke-24 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, sejak 9 Mei lalu telah usai 12 Mei 2023. Untuk menyukseskannya, teknologi modifikasi cuaca (TMC) dilibatkan. Tujuannya untuk […]]]>

Jakarta (Greeners) – KTT ASEAN ke-24 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, sejak 9 Mei lalu telah usai 12 Mei 2023. Untuk menyukseskannya, teknologi modifikasi cuaca (TMC) dilibatkan. Tujuannya untuk memastikan cuaca kondusif selama perhelatan yang dihadiri sejumlah kepala negara ASEAN.

Upaya ini juga bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2023 yang diprediksi lebih kering dampak dari El Nino. Lewat TMC ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana berupaya memitigasi bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

TMC ini berlangsung berkat kerja sama dengan PT Smart Cakrawala Aviation selaku perusahaan swasta, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Untuk di Labuan Bajo, operasi TMC ini untuk mencegah terjadinya hujan saat perhelatan KTT ASEAN ke-24 berlangsung.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, modifikasi cuaca ini perlu dilakukan guna memperlancar berjalannya acara KTT terutama saat dinner outdoor para pemimpin negara.

Semai Garam dan Redistribusi Hujan

Selama melakukan misi penerbangan TMC Divisi TMC Smart Aviation menggunakan satu pesawat PK-SNS menyemai awan menggunakan bubuk powder berukuran mikro.

Penyemaian tersebut mereka lakukan di punggung awan-awan yang berpotensi hujan di atas Labuan Bajo sebelum awan Cumulus Congestus tumbuh dan diperkirakan masuk ke wilayah acara KTT berlangsung.

Selanjutnya, penyemaian awan menggunakan jumping process method agar awan cepat menjadi hujan dan jatuh di daerah yang aman.

Flight scientist Divisi TMC Smart Aviation, Hilmi Rafiq dan Beatrix dalam keterangannya mengungkapkan, selama misi TMC banyak muncul awan Cumulus Congestus di sekitar Pulau Flores.

Awan-awan tersebut merupakan awan berpotensi hujan di atas Labuan Bajo. Namun setelah penyemaian pada awan-awan tersebut langsung menjadi hujan sebelum mencapai lokasi venue KTT ASEAN.

Kondisi awan saat penyemaian garam. Foto: Tim TMC

KTT ASEAN ke-24 Bebas Hujan

Dalam misi ini, Smart Aviation melakukan 10 sorti penerbangan dan menaburkan hampir 10 ton NaCl atau garam. Penerbangan mereka lakukan pagi hari hingga menjelang matahari terbenam.

Penyemaian berakhir pada 12 Mei 2023. Tim TMC sukses mencegah dan mampu meredistribusi hujan. Singkatnya, KTT ASEAN ke-24 bebas dari hujan.

Hingga saat ini, Smart Aviation sudah memiliki 8 armada pesawat untuk TMC dan telah mengantongi kelaikan udara dari Kementerian Perhubungan.

Kesuksesan operasi TMC ini menjadi bukti upaya modifikasi cuaca ini mampu menanggulangi bencana yang disebabkan iklim dan cuaca di Indonesia.

Penulis/Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/tmc-sukses-amankan-cuaca-saat-ktt-asean-ke-24/feed/ 0
Instalasi Panen Air Hujan Atasi Kesulitan Air Bersih di Lokasi Wisata https://www.greeners.co/aksi/instalasi-panen-air-hujan-atasi-kesulitan-air-bersih-di-lokasi-wisata/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=instalasi-panen-air-hujan-atasi-kesulitan-air-bersih-di-lokasi-wisata https://www.greeners.co/aksi/instalasi-panen-air-hujan-atasi-kesulitan-air-bersih-di-lokasi-wisata/#respond Sun, 25 Sep 2022 04:00:40 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=37441 Jakarta (Greeners) – Tim pengabdian masyarakat (pengmas) Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) memasang instalasi pemanen air hujan (rainwater harvesting) untuk memasok air bersih di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa […]]]>

Jakarta (Greeners) – Tim pengabdian masyarakat (pengmas) Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) memasang instalasi pemanen air hujan (rainwater harvesting) untuk memasok air bersih di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kondisi lingkungan alam yang gersang, kering, dan sering mengalami krisis air, menggugah tim pengmas untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat setempat. Hal ini harapannya dapat mengatasi kesulitan air bersih di kawasan wisata.

Pemasangan instalasi pemanen air hujan ini ada di dua lokasi, yaitu Dusun Kampung Lenteng dan Kampung Lobo Usu, Desa Golobilas. Bantuan ini pun sejalan dengan tujuan ke-6 Sustainable Development Goals (SDGs). Yaitu dengan memastikan akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi masyarakat.

Kepala Dusun Kampung Lenteng dan Soknar Desa Golomori, Abdul Rajak, dan Imam Masjid Zihadul Qaromah Kampung Lobo Usu Desa Golobilas, Jafar, merespon positif bantuan tersebut. Mereka berpendapat, instalasi pemanen air hujan itu sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Sebelumnya, pada tahun 2021, beberapa dosen SIL UI berkesempatan mengunjungi Labuan Bajo. Kunjungan ini untuk merencanakan kerja sama dengan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Sejumlah Tempat Kesulitan Air Bersih

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina menyebut, pemasangan instalasi di Lenteng dan Soknar Desa Golomori tepat. Sebab lokasi tersebut masih lahan otorita BPOLBF dan dekat dengan kawasan ekonomi khusus.

“Desa Warloka, Golobilas, dan di Pulau Papa Garang, Pulau Rinca juga susah air, karena mereka membeli air dari Labuan Bajo kota,” kata Shana.

Sekretaris BAPPEDA Manggarai Barat, Jhon Valbis mengatakan, Kampung Lobo Usu Desa Golobilas, sebenarnya memiliki kuantitas airnya banyak, tapi kualitasnya buruk.

Setelah adanya instalasi pemanen air hujan di lokasi tersebut, akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Alhasil, akan membawa efek positif untuk mempromosikan potensi wisata daerahnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat UI di Labuan Bajo. Foto: UI

Optimalkan Air Hujan

Ketua Tim Pengmas SIL UI Hayati Sari Hasibuan berharap kerja sama ini dapat Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat maupun BPOLBF lanjutkan dengan bermitra bersama UI sebagai tim teknis.
Ia menambahkan, sistem pemanen air hujan tersebut berasal dari air hujan (alam) yang akan selalu tersedia dalam sebuah siklus.

Dosen SIL UI Ahyahudin Sodri menjelaskan, melalui sistem pemanen air hujan, harapannya ada perubahan pola pikir terkait fungsi alat yang dapat berfungsi saat musim hujan.

“Mulailah dengan berpikir bagaimana untuk mengoptimalkan air hujan yang ada saat musim hujan. Sehingga tidak terjadi kelebihan air yang tidak terpakai saat musim hujan,” imbuhnya.

Foto: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/instalasi-panen-air-hujan-atasi-kesulitan-air-bersih-di-lokasi-wisata/feed/ 0
Ministry of Environment and Forestry Launches Labuan Bajo Recycling Center https://www.greeners.co/english/ministry-of-environment-and-forestry-launches-labuan-bajo-recycling-center/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ministry-of-environment-and-forestry-launches-labuan-bajo-recycling-center https://www.greeners.co/english/ministry-of-environment-and-forestry-launches-labuan-bajo-recycling-center/#respond Wed, 26 Dec 2018 10:32:36 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=22136 Ministry of Environment and Forestry inaugurates Labuan Bajo Recycling Center in West Manggarai district of East Nusa Tenggara. The center is expected to reduce waste in the landfills.]]>

Jakarta (Greeners) – Ministry of Environment and Forestry inaugurates Labuan Bajo Recycling Center in West Manggarai district of East Nusa Tenggara. The center is expected to reduce waste in the landfills.

Novrizal Tahar, director of waste management at the ministry, said that the government is giving special attention on waste issues in Labuan Bajo for its status as one of Strategic National Tourism. Hence, the recycling center development.

“Labuan Bajo is known as touristic site favored by tourists so its waste management must be good. [The government] hopes that this recycling center can be important and significant solution for waste management in Labuan Bajo, said Tahar to Greeners, on Friday (21/12/2018).

READ ALSO: KLHK to Set Up A Regulation on People’s Movement on Waste Management 

The center is expected to recycle up to five tons of waste per day from estimated 12-13 tons waste produced in the area.

Furthermore, he said that it took a year preparation to develop the recycling center, from upstream to downstream, including education, socialization, and institutional building. It is aiming to change people’s attitude for the environment.

The Labuan Bajo Recycling Center will be run by regional administration cooperating with communities and local people. Its management will be monitored and evaluated every three months by the ministry under a working group. So, the center can work efficiently.

In addition, the ministry also granted a vessel ‘Jaga Bahari’ as waste facilities in coastal areas, thematic trash bins as the efforts for education and socialization to local people.

“We trusted [the management] to regional administration. We also provide education to Surabaya to be familiarized with policy or steps taken by Surabaya which can also be applied in Labuan Bajo,” he said encouraging local communities, such as Trash Hero Indonesia and Female Care for the Environment Community to work together for waste management in Labuan Bajo.

READ ALSO: Waste Issue Marks This Year’s International Mountain Day 

Meanwhile, Maria Geong, deputy bupati of West Manggarai, said the facilities should be properly used and served as accurate and valid data support, not just another ceremony.

“Regional government needs to be responsible for the recycling center and these facilities. For instance, the vessel should allow [the government] to collect waste systematically and provide daily data so we know when the volume increases and decreases, when and where,” said Geong.

Furthermore, she said that the facilities are not beneficial only for local people, but also could serve as information and data on waste, by learning the pattern and fluctuation in waste management.

“So, me as decision maker can make the proper decisions in terms of regulations, facilities, and socialization,” she said.

The ministry also held clean up action in Labuan Bajo Pink Harbor with Trash Hero community, Female Care for the Environment and Labuan Bajo Muhammadiyah School.

Reports by Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/english/ministry-of-environment-and-forestry-launches-labuan-bajo-recycling-center/feed/ 0
Labuan Bajo Kini Memiliki Pusat Daur Ulang Sampah https://www.greeners.co/berita/labuan-bajo-kini-memiliki-pusat-daur-ulang-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=labuan-bajo-kini-memiliki-pusat-daur-ulang-sampah https://www.greeners.co/berita/labuan-bajo-kini-memiliki-pusat-daur-ulang-sampah/#respond Fri, 21 Dec 2018 12:49:40 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=22116 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Ditjen PSLB3 meresmikan Pusat Daur Ulang Sampah Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3) meresmikan Pusat Daur Ulang Sampah Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Dengan adanya pusat daur ulang ini diharapkan sampah yang dibuang ke Tempat Pemroses Akhir (TPA) berkurang.

Direktur Pengelolaan Sampah Direktorat PSLB3, Novrizal Tahar mengatakan bahwa sebagai wilayah yang masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas, KLHK memberikan perhatian terhadap permasalahan sampah di Labuan Bajo. Oleh sebab itu, pusat daur ulang sampah ini dibangun.

“Labuan Bajo ini diketahui sebagai wilayah pariwisata yang diminati oleh para wisatawan jadi pengelolaan sampahnya harus bagus. Mudah-mudahan pusat daur ulang sampah ini bisa menjadi solusi penting yang signifikan untuk pengelolaan sampah yang ada di Labuan Bajo,” ujar Novrizal saat dihubungi oleh Greeners, Jumat (21/12/2018).

BACA JUGA: KLHK Siapkan Permen Gerakan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah 

Pusat daur ulang ini diharapkan dapat mendaur ulang sampah hingga 5 ton setiap hari. Adapun menurut Novrizal, kawasan Labuan Bajo menghasilkan 12 hingga 13 ton sampah setiap harinya.

Lebih lanjut Novrizal menjelaskan bahwa persiapan untuk membangun pusat daur ulang sampah ini sudah dilakukan dalam setahun, dari hulu hingga hilir dengan program seperti edukasi, sosialisasi, dan membangun sistem kelembagaan. Hal ini bertujuan mengubah perilaku masyarakat setempat agar bisa menjaga kebersihan dengan baik.

Pusat Daur Ulang Sampah Labuan Bajo akan dikelola oleh Pemerintah Daerah (Pemda) bersama dengan komunitas dan masyarakat. Pengelolaannya akan dimonitor dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali oleh KLHK dengan membentuk Pokja. Hal ini bertujuan agar bantuan yang diberikan digunakan dengan baik dan bekerja secara maksimal.

pusat daur ulang sampah

Direktur Pengelolaan Sampah Direktorat PSLB3, Novrizal Tahar dan Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong meresmikan Pusat Daur Ulang Sampah Labuan Bajo di Manggarai Barat, NTT, Jumat (21/12/2018). Foto: greeners.co/Syaiful Rochman

Dalam acara peresmian tersebut, KLHK juga memberikan bantuan kapal “Jaga Bahari” sebagai sarana dan prasarana pengelolaan sampah di sekitar pantai. Selain itu KLHK juga memberikan tempat sampah tematik sebagai upaya untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai masalah sampah kepada masyarakat Labuan Bajo.

“Kami serahkan (pengelolaannya) ke Pemda. Sumber daya manusianya juga sudah kami berikan edukasi ke Kota Surabaya untuk kenal dengan policy (kebijakan, Red.) atau cara-cara yang dibuat oleh Kota Surabaya dalam hal lingkungan bisa diterapkan di Labuan Bajo,” kata Novrizal.

Novrizal juga mengharapkan dukungan komunitas lokal, seperti Trash Hero Indonesia dan Komunitas Perempuan Peduli Lingkungan, untuk bersama-sama mengelola sampah di kawasan Labuan Bajo.

BACA JUGA: KLHK Dorong Pemerintah Daerah Membuat Jakstrada Pengelolaan Sampah 

Senada dengan Novrizal, Wakil Bupati Manggarai Bara t, Maria Geong berharap jika bantuan yang diberikan tidak hanya sekadar seremonial melainkan betul-betul digunakan dengan baik dan menjadi pendukung data yang akurat dan valid.

“Pemda harus bertanggungjawab dengan baik untuk Pusat Daur Ulang Sampah dan bantuan sarana prasarana ini. Seperti adanya kapal ini, seharusnya pengumpulan sampah bisa lebih sistematis dan bisa didata setiap hari sampah yang diangkut supaya kita mengetahui kapan volume sampah meningkat dan menurun, kapan saja dan di mana saja,” ujar Maria.

Lebih dari itu, Maria berharap jika bantuan ini tidak hanya bermanfaat untuk masyarakat saja, namun juga bisa digunakan sebagai data informasi terkait persampahan. Informasi ini dapat diperoleh dengan mempelajari pola dan fluktuasi masyarakat dalam membuang sampah. “Supaya saya sebagai pembuat keputusan bisa mengeluarkan keputusan yang benar dalam bentuk peraturan, fasilitas, dan sosialisasi,” pungkas Maria.

Sebagai informasi, di hari yang sama Direktorat PSLB3 melakukan Aksi Bersih Sampah yang dilaksanakan di Pelabuhan Pink Labuan Bajo, bersama komunitas Trash Hero, Perempuan Peduli Lingkungan, Sekolah Muhammadiyah Labuan Bajo.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/labuan-bajo-kini-memiliki-pusat-daur-ulang-sampah/feed/ 0