lingkungan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/lingkungan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 18 Mar 2023 23:34:06 +0000 id hourly 1 Bumi Macakal, Ruang Tanti dan Irman Jalani Sustainable Living https://www.greeners.co/gaya-hidup/bumi-macakal-ruang-tanti-dan-irman-jalani-sustainable-living/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bumi-macakal-ruang-tanti-dan-irman-jalani-sustainable-living https://www.greeners.co/gaya-hidup/bumi-macakal-ruang-tanti-dan-irman-jalani-sustainable-living/#respond Sun, 19 Mar 2023 04:00:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=39355 Banyak orang lebih memilih hidup yang serba praktis dan instan karena tuntutan zaman. Namun, beberapa orang lebih menarik diri dari ritme yang cepat, tapi tetap produktif dan sustainable living atau […]]]>

Banyak orang lebih memilih hidup yang serba praktis dan instan karena tuntutan zaman. Namun, beberapa orang lebih menarik diri dari ritme yang cepat, tapi tetap produktif dan sustainable living atau ramah lingkungan. Salah satunya dilakukan oleh pasangan pemilik Bumi Macakal, Tanti dan Irman Yudiana.

Awalnya, pasangan ini menyukai kehidupan praktis. Keduanya merupakan karyawan tapi setelah anak kedua mereka lahir akhirnya Tanti memutuskan untuk membuat usaha newsletter untuk sektor transportasi.

Berawal usahanya ini, ia justru kerap terpapar dengan berbagai permasalahan kompleks terkait isu lingkungan, mulai dari polusi hingga sampah.

“Kekhawatiran dan kesadaran ini mulai tumbuh hingga merembet ke isu lain seperti soal makanan sehat tak mengandung bahan kimia, pengelolaan energi, air sekompleks itu,” katanya saat Greeners temui di kediamannya baru-baru ini.

Demikian pula dengan suaminya, Irman. Pria ini memberanikan diri untuk memutuskan pensiun dini di salah satu perusahaan swasta di bidang migas. Ia menyebut, aspek lingkungan menjadi hal paling diperhatikan dalam pekerjaannya.

“Kebiasaan di kantor seperti memilah sampah, mengelola air ini akhirnya menjadi kultur karyawannya sendiri dan akhirnya menyadarkan saya bahwa kita bisa berkontribusi lebih besar terhadap lingkungan,” ucap lelaki berkacamata ini.

Irman juga menyebut, tantangan terbesar permasalahan lingkungan terletak pada kesadaran lingkungan. Oleh karena itu, dengan adanya Bumi Macakal, ia berharap dapat mendekatkan rumah ramah lingkungan yang ideal pada masyarakat.

“Ada saat di mana kita ingin lebih berkontribusi buat masyarakat umum. Dalam hal ini masalah lingkungan tantangannya terbesarnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat,” tutur Irman.

Awal Mula Bumi Macakal

Dari semua alasan itu, pasangan ini kemudian mewujudkan rumah impian Bumi Macakal pada tahun 2018. Bumi Macakal mereka desain khusus menjadi naungan rumah ramah lingkungan secara kompleks. Mulai dari pangan, air, listrik, energi hingga pengelolaan sampahnya.

Rumah di atas tanah seluas 660 m2 ini terlihat sangat sejuk kaya akan berbagai jenis tanaman. Menariknya, tanaman-tanaman ini tak hanya untuk hiasan, tapi juga bermanfaat.

“Mulai yang bermanfaat sebagai pembersih udara seperti lidah mertua. Lalu ada tanaman bunga pukul 4 yang juga sebenarnya bisa kita makan, hingga tanaman obat yang bisa kita manfaatkan seperti kunyit hingga sereh,” papar Tanti.

Menariknya, untuk meminimalisir penggunaan airnya, tanaman-tanaman ini disiram dengan memanfaatkan air kolam yang ada di sekitarnya. Itu artinya tak ada air yang terbuang. “Ya meski baunya sedikit lebih amis. Tapi tidak apa-apa,” ujar perempuan berhijab ini.

Adapun air kolam ini berasal dari sistem irigasi tetes dengan memanfaatkan penampungan air hujan dalam toren air.

Toren air ini mereka manfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan mandi, mencuci, hingga mereka minum. Tanti menyebut, air hujan yang mengalir disaring menggunakan filter sehingga dijamin kebersihannya.

“Air hujan yang tidak boleh diminum itu 15 menit pertama, itu kita atur sedemikian rupa melalui pipa-pipa,” kata dia.

Pasutri ini terapkan gaya hidup ramah lingkungan di segala aspek. Foto: Greeners/Ramadani Wahyu

Pengelolaan Sampah di Bumi Macakal

Tak hanya itu, pasutri ini pun bijak mengelola sampahnya. Bumi Macakal mengelola sampah sachet menjadi bantalan hingga ecobrick agar sampah-sampah sachetnya tak mencemari TPA. Khusus sampah anorganiknya mereka berikan pada pemulung atau bank sampah terdekat.

Untuk sampah organiknya, yakni berupa sisa makan mereka jadikan makanan ayam hingga maggot di belakang rumah. “Kita bahkan kerap kekurangan sampah organik di rumah,” kata Tanti diselingi tawa.

Kemandirian Energi untuk Sustainable Living

Untuk energi listrik, Bumi Macakal memanfaatkan instalasi panel surya. “Sebenarnya ini belum semua mencukupi kebutuhan kita. Tapi yang penting kita berusaha memanfaatkan energi terbarukan,” kata Irman.

Bumi Macakal turut menggunakan energi dari sinar matahari sebagai solar oven-nya. Saat keadaan kemarau, solar oven mampu memanggang sale pisang dalam waktu satu hingga dua hari.

Tak hanya sebagai rumah mereka berdua, Bumi Macakal juga kerap kali mengadakan workshop hingga house tour untuk masyarakat dan anak-anak sekolah. “Ini menjadi salah satu target kami agar selalu bermanfaat bagi masyarakat secara luas,” tandas Irman.

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/bumi-macakal-ruang-tanti-dan-irman-jalani-sustainable-living/feed/ 0
Robot Cacing Tanah Berpotensi Eksplorasi Tanah di Masa Depan https://www.greeners.co/ide-inovasi/robot-cacing-tanah-berpotensi-eksplorasi-tanah-di-masa-depan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=robot-cacing-tanah-berpotensi-eksplorasi-tanah-di-masa-depan https://www.greeners.co/ide-inovasi/robot-cacing-tanah-berpotensi-eksplorasi-tanah-di-masa-depan/#respond Sun, 05 Mar 2023 04:00:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=39196 Alam memiliki banyak contoh hewan bertubuh lentur seperti ular, cacing tanah dan siput yang memiliki kemampuan menjelajahi lingkungan berbeda seperti akar tanaman. Terinspirasi dari alam tersebut, para peneliti di Istituto […]]]>

Alam memiliki banyak contoh hewan bertubuh lentur seperti ular, cacing tanah dan siput yang memiliki kemampuan menjelajahi lingkungan berbeda seperti akar tanaman. Terinspirasi dari alam tersebut, para peneliti di Istituto Italiano di Tecnologia atau Institut Teknologi italia (IIT) di Genoa menciptakan robot cacing tanah bioinspired.

Teknologi yang sudah terbit dalam Research Policy ini dikembangkan oleh lab robotika BioInspired Soft di bawah koordinasi Barbara Mazzolai.

Peneliti IIT telah mempelajari morfologi cacing tanah. Kemudian mereka telah menemukan cara untuk meniru gerakan otot, ruang coelomic bervolume konstan, dan fungsi rambut seperti bulu (setae) cacing untuk menciptakan solusi baru berupa robot lunak.

Tim mengembangkan aktuator lunak peristaltik (PSA) yang mampu menirukan gerakan otot antagonis cacing tanah.

Awalnya, tubuh cacing tanah robot terbuat dari lima modul PSA secara seri lalu terhubung dengan interlink. Prototipe yang ada saat ini memiliki panjang 45 sentimeter dan berat 605 gram.

Setiap aktuator memiliki kulit elastomer yang membungkus sejumlah cairan sehingga meniru volume konstan cairan coelomic internal pada cacing tanah.

Kemampuan Robot Cacing Tanah

Dari penelitian ini, segmen cacing tanah memiliki longitudinal lebih pendek dan lingkarannya lebih lebar. Selain itu otot longitudinalnya bergaya radial.

Studi ini tidak hanya mengusulkan metode baru untuk mengembangkan robot lunak seperti cacing tanah peristaltik. Akan tetapi, juga memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang penggerak dari perspektif bioinspired di lingkungan yang berbeda.

Tak hanya itu, teknologi ini berpotensi lebih luas lagi, termasuk eksplorasi bawah tanah, penggalian, operasi pencarian dan penyelamatan di lingkungan bawah tanah serta eksplorasi planet lain.

Robot lunak penggali bioinspired ini merupakan kemajuan yang signifikan di bidang robotika lunak untuk masa depan.

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber: Techxplore

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/robot-cacing-tanah-berpotensi-eksplorasi-tanah-di-masa-depan/feed/ 0
Vipp, Tempat Sampah Lawas Berkonsep Daur Ulang https://www.greeners.co/ide-inovasi/vipp-tempat-sampah-lawas-berkonsep-daur-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=vipp-tempat-sampah-lawas-berkonsep-daur-ulang https://www.greeners.co/ide-inovasi/vipp-tempat-sampah-lawas-berkonsep-daur-ulang/#respond Tue, 17 Jan 2023 04:00:43 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=38641 Sobat Greeners pastinya kerap melihat tempat sampah di sekitar kita. Mulai dari di rumah, kantor, fasilitas umum seperti di stasiun hingga taman. Sudah seharusnya kita membuang sampah pada tempatnya sehingga […]]]>

Sobat Greeners pastinya kerap melihat tempat sampah di sekitar kita. Mulai dari di rumah, kantor, fasilitas umum seperti di stasiun hingga taman. Sudah seharusnya kita membuang sampah pada tempatnya sehingga tak mencemari lingkungan sekitar. Namun, apa jadinya bila tempat yang selama ini menampung sampah ini terbuat dari sampah dan bahan daur ulang? 

Sekilas tempat sampah ini boleh terbilang berdesain tradisional layaknya model tempat sampah pada umumnya. Tapi, 75 % bahannya berasal dari bahan daur ulang. Tak ayal jika tempat sampah ini diklaim sebagai tempat sampah di masa depan.

Adalah Holger Nielsen si pembuat tempat sampah pedal Vipp15 di Denmark pada tahun 1939. Tempat sampah Vipp merupakan desain terbaru buatan sekelompok insinyur dengan memuat perubahan dramatis berupa bahan. Mereka memanfaatkan kembali limbah produksi perusahaan untuk membuat desain ramping ini.

Limbah produksi ini diolah kembali menjadi signature fiber. Bahan ini untuk membentuk badan kaleng tempat sampah. Sisa-sisa plastik dan serbuk gergaji dihaluskan bersama untuk membuat bahan baru.

Adapun sisa kayu bersumber dari pembuatan meja Vipp, sedangkan limbah plastik berasal dari pembungkus dalam produksi sofa perusahaan.

Meskipun bentuknya konvensional, tempat sampah ini berbahan ramah lingkungan. Foto: Inhabitat

Daur Ulang dan Tak Ubah Desain

Desain ulang ini bukanlah dengan merombak untuk mengubah dari desain aslinya. Tapi hanya cara baru mengganti kaleng yang sebelumnya terbuat dari baja. Bahan baja seberat 3,7 kilogram beralih menjadi daur ulang plastik dan serbuk gergaji. Ini bertujuan mencegah lepasnya emisi berbahaya ke atmosfer.

Selain itu, serat untuk membuat kaleng memiliki warna keabu-abuan alami dengan permukaan berbintik-bintik yang terlihat menarik dan tampilan modern. Tidak ada pewarnaan atau hiasan tambahan. Terakhir, pemberian lapisan pelindung berfungsi untuk mempertahankan tampilan yang unik.

“Sangat penting bagi kami bahwa lebih hijau tidak berarti suram. Untuk mendorong inovasi menuju penggunaan bahan limbah yang lebih hati-hati, versi daur ulang dari tempat sampah harus tetap setia pada estetika aslinya, ”kata Manajer Proyek Vipp, Mikkel Bech Nielsen.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber : InHabitat

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/vipp-tempat-sampah-lawas-berkonsep-daur-ulang/feed/ 0
Penduduk Dunia Bertambah Ancam Krisis Pangan dan Lingkungan https://www.greeners.co/berita/penduduk-dunia-bertambah-ancam-krisis-pangan-dan-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=penduduk-dunia-bertambah-ancam-krisis-pangan-dan-lingkungan https://www.greeners.co/berita/penduduk-dunia-bertambah-ancam-krisis-pangan-dan-lingkungan/#respond Sat, 03 Dec 2022 05:57:38 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=38164 Jakarta (Greeners) – Populasi manusia di dunia semakin bertambah. Pada peringatan Hari Populasi Dunia 15 November 2022 PBB memproyeksikan jumlah penduduk dunia mencapai delapan miliar. Angka tersebut naik satu miliar […]]]>

Jakarta (Greeners) – Populasi manusia di dunia semakin bertambah. Pada peringatan Hari Populasi Dunia 15 November 2022 PBB memproyeksikan jumlah penduduk dunia mencapai delapan miliar. Angka tersebut naik satu miliar dibanding pada tahun 2011 sebanyak 7 miliar.

Sementara Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Jumlah penduduk di tanah air terus mengalami peningkatan sepanjang lebih dari satu dekade terakhir.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia mencapai 275,77 juta jiwa pada 2022. Jumlah tersebut naik sebanyak 1,13 % dari tahun lalu yakni 272,68 juta jiwa.

Kenaikan jumlah populasi penduduk dunia turut mendorong ancaman krisis berbagai bidang, termasuk pangan dan energi. Menteri Keuangan Sri Mulyani memperingatkan Indonesia perlu mewaspadai tiga krisis tahun 2023 nanti, yakni krisis pangan, energi, dan keuangan.

“Indonesia juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko tersebut,” katanya baru-baru ini.

Peneliti senior Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada Sukamdi mengatakan, kenaikan jumlah populasi penduduk tak sekadar mengancam pangan dan energi, tapi juga keberlanjutan lingkungan.

Petani

Krisis pangan bisa terjadi jika lahan terancam alih fungsi. Foto: Shutterstock

Ancaman Krisis Pangan karena Bertambahnya Penduduk Dunia

Membludaknya jumlah penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan jumlah pangan. Ia mengasumsikan, sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi beras maka jika jumlah penduduk berjumlah sekitar 275 juta dan rata-rata mengkonsumsi lima kilogram beras per bulan maka butuh lebih dari 1,35 juta ton beras per bulan.

“Pertanyaannya apakah kebutuhan beras tersebut cukup dengan produksi beras saat ini? Terlebih dalam kondisi ketika lahan pertanian semakin berkurang karena alih fungsi untuk perumahan dan industri,” katanya kepada Greeners, Sabtu (3/12).

Permasalahan tak berhenti di situ. Jika kebutuhan pangan berkurang maka masyarakat akan menggunakan berbagai cara, termasuk mengeksploitasi alam dengan memanfaatkan teknologi yang tak ramah lingkungan.

“Sekarang pun sudah banyak terjadi. Di berbagai belahan bumi sudah cukup terbukti bagaimana eksploitasi alam berlebihan memicu krisis alam dan menyebabkan degradasi lingkungan,” ungkapnya.

Sukamdi mengingatkan pentingnya potensi keberagaman pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pangan, terutama impor dari negara lain. Selain itu, ia mendorong peningkatan produksi pertanian melalui pemanfaatan teknologi dengan program ekstensifikasi lahan pertanian.

“Jika adopsi teknologi pertanian dan penambahan lahan pertanian berjalan maka dapat meningkatkan nilai tambah sektor pertanian dan menunjang kehidupan penduduk yang sebanyak ini,” ujar dia.

Lingkungan tercemar ancam kehidupan manusia. Foto: Shutterstock

Degradasi Lingkungan Hingga Perubahan Iklim

Senada dengannya, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero Saharjo menilai, meledaknya populasi penduduk turut memicu degradasi lingkungan dan perubahan iklim. Misalnya, hutan yang merupakan bagian dari ekosistem lingkungan dan tak terlepas jadi sasaran alih fungsi berbagai kepentingan, seperti industri ekstraktif.

“Padahal manusia, tumbuhan, dan hewan membutuhkan hutan untuk memenuhi kebutuhannya. Hutan sebagai tempat berlindung satwa, manusia memanfaatkan hutan untuk memenuhi kebutuhannya, dan menjadi penjaga fungsi ekosistem yang berisi keanekaragaman hayati,” paparnya.

Laju deforestasi di Indonesia disebabkan konversi hutan menjadi kelapa sawit, tanaman industri, pembakaran lahan gambut, hingga industri tambang. Bambang menyebut, deforestasi bahkan berdampak pada kepunahan keanekaragaman hayati, hingga meningkatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor serta memicu pemanasan global.

“Sebagaimana perubahan iklim telah menjadi isu global. Bila tak ada kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan maka peningkatan jumlah penduduk dapat memperparah perubahan iklim. Tak heran jika banyak bencana yang saat ini terjadi,” imbuhnya.

Permasalahan tak sampai di situ. Populasi penduduk yang tinggi memicu meningkatnya sampah plastik di perairan Indonesia. Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar menyatakan, perubahan pola konsumsi yang banyak menggunakan kemasan plastik berpotensi besar terbuang ke lingkungan.

“Karena kalau memang sampah plastik masuk ke lingkungan perairan maka akan menjadi persoalan selamanya karena tak bisa diurai,” kata dia baru-baru ini.

Berdasarkan data KLHK, total sampah nasional pada 2021 mencapai 68,5 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 17 %, atau sekitar 11,6 juta ton, disumbang oleh sampah plastik. Angka tersebut naik dibanding tahun 2010 lalu yang sekitar 11 %.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/penduduk-dunia-bertambah-ancam-krisis-pangan-dan-lingkungan/feed/ 0
Manga Bertema Lingkungan: Yuk, Tangkap Pesan Ekologi dari 8 Komik Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/manga-bertema-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=manga-bertema-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/manga-bertema-lingkungan/#respond Sat, 16 Jan 2021 10:00:48 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=30987 Polusi industri dari ekspansi perusahaan yang tidak terkendali sampai peraturan lingkungan memunculkan banyaknya manga bertema lingkungan.]]>

Jika Anda pecinta manga, Greeners merangkum delapan pilihan manga bertema lingkungan yang bisa menjadi teman Anda untuk belajar tentang ekologi.

Jepang memiliki beragam budaya populer yang banyak peminatnya di kalangan masyarakat Indonesia. Mulai dari film, musik, anime, fesyen, hingga manga, memiliki komunitasnya masing-masing di Nusantara. Acara seperti Indonesia Comic Con menjadi salah satu momen berkumpulnya para pecinta budaya populer Jepang.

Manga, yang merupakan salah satu budaya populer Jepang, mencapai 10 miliar pencarian setiap bulannya di Google (per tahun 2018). Tema dari produk manga pun bervariasi. Mulai dari cinta, fantasi, robot, bahkan lingkungan.

Kecintaan ini berawal dari era pasca Perang Dunia II, ketika Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Tetapi, ekspansi yang tidak terkendali menyebabkan beberapa konsekuensi serius yaitu penyakit dari polusi industri, akibat ulah manusia. Namun, tidak adanya batasan membuat perusahaan memprioritaskan keuntungan daripada keamanan.

Akhirnya, peraturan lingkungan sah pada tahun 1970-an. Sehingga, pada 1990-an, Jepang mengalami tingkat polusi yang lebih rendah dan daerah yang terkena dampak mulai pulih. Dari kisah ini, banyak tema ekologi yang menjadi alur cerita manga. Berikut adalah manga-manga bertema lingkungan yang tak kalah menarik dari tema-tema beken lainnya.

8 Manga Bertema Lingkungan

1. Black Jack oleh Osamu Tezuka

Manga ini bercerita tentang dr. Black Jack, karakter fiksi dengan petualangannya dalam bidang medis. Manga karya pencipta Astro Boy ini mengisahkan dr. Black Jack yang menggunakan uang hasil praktiknya untuk beramal atau membayar operasi lain

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa judul ini masuk dalam daftar manga bertema lingkungan? Apa hubungan seorang ahli bedah yang brilian dan pemberontak dengan lingkungan hidup?

Ternyata, manga Black Jack masuk dalam daftar manga tema lingkungan karena kisahnya yang membeli pulau untuk menyelamatkan lingkungan dari pengembangan komersial.

Si tokoh utama pun menuntut pasiennya yang lebih kaya untuk melindungi lingkungan sebagai imbalan atas jasanya.

Untuk menempatkan manga ini lebih jauh ke dalam konteks, seri manga Black Jack mulai pada tahun 1970-an, di mana pada waktu itu masyarakat Jepang mulai menyadari dampak buruk kapitalisme terhadap lingkungan.

manga tema lingkungan black jack

2. Nausicaa Of The Valley Of The Wind oleh Hayao Miyazaki

Kebanyakan orang mungkin tidak asing dengan Miyazaki melalui penyutradaraannya dengan Studio Ghibli. Faktanya, jika Anda penggemar film Ghibli, Anda mungkin menemukan banyak tema ekologi seperti konsumsi sumber daya alam yang berlebihan di Princess Mononoke.

Nausicaa of the Valley of the Wind dianggap oleh banyak orang sebagai magnum opus Miyazaki dan contoh manga nomor 1 dengan tema lingkungan.

Manga ini menggambarkan masa depan pasca-apokaliptik di mana bumi sangat tercemar, dan orang-orang memperjuangkan sedikit sumber daya yang tersisa untuk bertahan hidup.

manga tema lingkungan nausicaa

3. Parasyte, Manga Bertema Lingkungan oleh Hitoshi Iwaaki

Alien menyerang bumi dan mereka melakukannya dengan mengambil alih otak manusia. Shinichi, tokoh protagonis dalam manga ini, menghindari parasit dengan bangun selama serangan.

Namun, parasit tersebut menyerang dan mengambil alih tangan kanannya. Apa hubungannya ini dengan lingkungan? Ras alien menganggap manusia sebagai penyakit yang merusak bumi. Jika mereka menyingkirkan manusia, bumi akan pulih.

Dalem banget, ya, Sobat!

manga tema lingkungan parasyte

4. Mushishi oleh Yuki Urushibara

Manga ini mengisahkan tentan Ginko, seorang lelaki yang  berusaha melindungi umat manusia dari Mushi. ‘Mushi’ adalah makhluk gaib. Lebih jauh, Mushi merupakan makhluk hidup tertua, lebih tua dari manusia, hewan, dan tumbuhan.

Kebanyakan manusia tidak dapat merasakan kehadiran mereka, meskipun beberapa orang terpilih dapat berinteraksi dengan mereka. Manusia akan bertemu Mushi ketika mereka semakin jauh ke alam liar.

Terkadang Mushi menyebabkan fenomena yang tidak bisa dijelaskan oleh manusia biasa. Mushi juga beberapa kali menyebabkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter biasa.

manga tema lingkungan mushishi

5. Children Of The Sea, Manga Bertema Lingkungan oleh Daisuke Igarashi

Manga ini membahas mengenai peran yang dimainkan lautan dalam siklus kehidupan. Daisuke mengisahkannya lewat seorang gadis yang bertemu dengan dua anak laki-laki yang mengaku dibesarkan oleh duyung.

Manga ini mendapatkan banyak penghargaan dan telah diangkat menjadi film pada 2019.

manga bertema lingkungan

hildren Of The Sea, Manga Bertema Lingkungan oleh Daisuke Igarashi. Foto: Amazon.

6. Wolf Children: Ame and Yuki oleh Mamoru Hosoda dan Yu

Mamoru Hosoda menyutradarai film yang menjadi dasar pembuatan manga ini. Premisnya sederhana. Seorang wanita muda bernama Hana jatuh cinta dengan pria yang setengah serigala. Kemudian mereka memulai sebuah keluarga.

Sayangnya, pria tersebut meninggal dan meninggalkan Hana sebagai janda dengan dua anak yang juga setengah serigala. Dalam upayanya untuk memberi mereka kehidupan terbaik — yang berarti tidak membuat mereka memilih antara sifat manusia dan serigala — Hana pindah ke desa terpencil.

Dalam manga ini, terdapat kesamaan keluarga hana dengan hewan yang di ambang kepunahan dan habitat yang menghilang.

manga tema lingkungan wolf children

7. Weathering With You oleh Makoto Shinkai dan Wataru Kubota

Nama Shinkai melejit dalam skala internasional karena film Your Name. Weathering With You adalah karyanya setelah film tersebut, dan ini adalah manga bertema lingkungan dari adaptasi film.

Siswa sekolah menengah Hodoka kabur dari rumahnya ke Tokyo. Di sana ia bertemu Hina, seorang gadis dengan kemampuan memanipulasi cuaca.

Namun, Hina mulai kehilangan bagian-bagian tubuhnya semakin sering dia menggunakan kekuatannya. Tetapi jika dia mencoba untuk melawan pengorbanan terakhir tubuhnya, hujan akan turun tanpa akhir. Ini menyinggung tentang perubahan iklim, yang meningkatkan curah hujan di seluruh dunia, bahkan ketika musim panas.

manga bertema lingkungan

Weathering With You oleh Makoto Shinkai dan Wataru Kubota. Foto: Amazon.

Baca juga: Kartun Lingkungan

8. Manga Bertema Lingkungan: 7 Seeds oleh Yumi Tamura

Manga ini tampaknya paling dicari karena walaupun tidak berlisensi, animenya ada di Netflix. Alurnya berfokus pada proyek pemerintah yang bertujuan melestarikan umat manusia setelah meteorit menghantam bumi.

Para orang dewasa yang masih muda terpilih untuk menjadi bagian dari proyek ini. Namun, bumi telah berubah menjadi sesuatu yang tidak mereka kenal. Musim berbeda. Hewan telah berevolusi. Bumi telah menjadi musuh bagi kehidupan manusia. Sementara itu, mereka harus belajar untuk bertahan hidup di dunia baru.

manga tema ligkungan 7 seeds

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

Sumber:

Book Riot

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/manga-bertema-lingkungan/feed/ 0
Ma’ruf Amin Imbau Pengusaha untuk Jaga Lingkungan https://www.greeners.co/berita/maruf-amin-imbau-pengusaha-untuk-jaga-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=maruf-amin-imbau-pengusaha-untuk-jaga-lingkungan https://www.greeners.co/berita/maruf-amin-imbau-pengusaha-untuk-jaga-lingkungan/#respond Tue, 15 Dec 2020 03:00:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=30509 Perusahaan harus menyeimbangkan proses bisnis dengan pelestarian alam dan lingkungan. Industri harus mengikuti rambu-rambu dan standar yang ditetapkan. Harus ada tekanan kepada industri agar meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pasar.]]>

Pengusaha harus menyeimbangkan proses bisnis dengan pelestarian alam dan lingkungan. Industri seyogyanya mengikuti rambu-rambu dan standar yang telah pemerintah tetapkan. Selain itu, mesti ada tekanan kepada industri agar meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pasar.

Jakarta (Greeners) – Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin, mengatakan pemerintah berupaya menjaga kesinambungan ekosistem alam dengan mendorong industri agar ramah lingkungan. Menurutnya, penyelesaian masalah lingkungan tidak cukup hanya dengan pendekatan pengawasan terhadap peraturan saja. Tanpa upaya pengendalian, kerusakan lingkungan dan pencemaran akibat operasi industri akan terus meluas.

“Saya ingatkan bagi pelaku industri, segala sumber daya yaitu air, tanah yang Anda gunakan untuk kepentingan korporasi adalah titipan Tuhan. Harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai fokus kepentingan saat ini saja, tapi lupa dampaknya pada masa mendatang,” ujar Wapres dalam sambutannya pada Anugerah Proper 2020, Senin, (14/12/2020).

Menteri Siti Harap Perusahaan Integrasikan Analisis Risiko Bencana

Pada kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, berharap perusahaan dapat mengintegrasikan analisis risiko terhadap bencana, kerentanan sosial, dan lingkungan. Menurutnya, hal tersebut penting dalam penyusunan strategi keberlanjutan bisnis setiap perusahaan. Perusahaan, lanjut dia, harus meningkatkan pelibatan instansi pemerintah, lembaga swadaya masyakat, perguruan tinggi, dan lembaga internasional dalam rangka upaya bersama untuk menangani bencana.

Dia menjelaskan pemerintah terus mendorong perusahaan untuk meningkatkan program pemberdayaan masyarakat. Dia meminta perusahaan dapat mengembangkan daerah binaan baru. Program ini, lanjutnya, guna mencegah dampak kerusakan lingkungan serta mempercepat upaya pemulihan masyarakat terdampak.

“Program tersebut dapat bersifat jangka panjang seperti pembangunan sarana prasarana fisik, pelayanan publik, membangkitkan sosial, budaya, dan semangat masyarakat,” jelasnya.

Ketaatan Perusahaan Terhadap Regulasi Meningkat

Menteri Siti menyebut ketaatan perusahaan terhadap perusahaan terhadap Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengalami peningkatan. Pada 2020, ketaatan perusahaan mencapai angka 88 persen. Angka ini lebih baik dari 2019, yaitu sebesar 85 persen.

Dia menjelaskan pemerintah telah mengevaluasi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper). Menteri Siti kemudian menyebutkan rincian skor dari 2038 perusahaan, yakni:

  • 2 perusahaan mendapat nilai hitam,
  • 223 perusahaan mendapat nilai merah,
  • 1629 perusahaan mendapat nilai biru,
  • 125 perusahaan bernilai hijau, dan
  • 32 perusahaan mendapat nilai emas.

“Proper mencatat konsistensi kepemimpinan perusahaan dalam mengimplementasikan tata kelola lingkungan di perusahaan dan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Ma’ruf Amin Imbau Pengusaha untuk Jaga Lingkungan

Pemerintah mengevaluasi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper). Foto: Shutterstock.

Baca juga: Survei: Komitmen Ramah Lingkungan UMKM di Era Pandemi Covid-19

Proper: Petakan Kinerja Pimpinan Perusahaan, Atasi Masalah Lingkungan

Lebih jauh, Menteri Siti, menyampaikan Proper menilai pimpinan perusahaan dalam mengatasi masalah lingkungan. Berdasarkan penilaian tersebut, pimpinan perusahan tampak sudah mampu mentransformasi pengetahuan dan memberi perspektif baru terhadap lingkungan. Selain itu, lanjutnya, pimpinan perusahaan juga banyak berkolaborasi untuk menangani masalah lingkungan.

Dia berharap capaian tersebut perlu menyebar kepada perusahaan lain. Menurutnya, masing-masing pimpinan perusahaan harus berbagi praktik baik penerapan tata kelola lingkungan.  Pemetaan kepemimpinan dari Proper, lanjutnya, perlu berlanjut dengan pemberian penghargaan Green Leadership kepada pimpinan perusahaan yang memenuhi kriteria.

“Green leader dunia usaha bisa menjadi duta dunia usaha Indonesia dalam forum internasional. Saya memohon kepada Dewan Pengawas Proper beserta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membangun Green Leadership Coorporate dunia usaha,” pungkasnya.

Penulis: Muhamad Ma’rup

]]>
https://www.greeners.co/berita/maruf-amin-imbau-pengusaha-untuk-jaga-lingkungan/feed/ 0
Endgame 2050: Krisis Dunia Beberapa Dekade Ke Depan https://www.greeners.co/gaya-hidup/endgame-2050-krisis-dunia-beberapa-dekade-ke-depan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=endgame-2050-krisis-dunia-beberapa-dekade-ke-depan https://www.greeners.co/gaya-hidup/endgame-2050-krisis-dunia-beberapa-dekade-ke-depan/#respond Wed, 23 Sep 2020 02:18:41 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=28818 Film dokumenter Endgame 2050 ini menceritakan enam permasalahan utama yang akan terjadi pada manusia bila sektor bisnis tetap dilakukan seperti saat ini.]]>

Judul: Endgame 2050

Genre: Dokumenter

Durasi: 1 jam 32 menit

Sumber: Kanal Youtube Resmi Endgame 2050

Endgame 2050 merupakan dokumenter karya Sofia Pineda Ochoa, seorang psikiatris dan co-founder Meat Your Future. Mulanya film ini menceritakan prediksi masalah yang akan terjadi pada manusia bila sektor bisnis tetap dilakukan seperti saat ini.

Dimulai dengan menampilkan proyeksi kehidupan masyarakat di 30 puluh tahun mendatang, Endgame 2050 ini mengangkat enam permasalahan utama. Pertama adalah terjadinya kepunahan massal akibat rusaknya habitat hewan dan tumbuhan yang hidup di Bumi. Topik masalah lain yang dibahas adalah semakin tingginya kadar pH laut akibat pertambahan CO2 sehingga menyebabkan laut menjadi semakin asam.

Di masa mendatang, kemungkinan besar lautan lebih banyak terisi oleh sampah plastik dibandingkan ikan. Plastik merupakan bahan yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun, seringkali digunakan dalam sekali pakai dan berakhir menjadi sampah yang mencemari lingkungan. Pada akhirnya sampah laut lain, seperti jaring penangkap ikan yang dibuang sembarangan membahayakan dan menjebak biota laut di dalamnya.

Kura-kura terjebak sampah

Salah satu cuplikan film Endgame 2050 yang memperlihatkan seekor penyu terjebak di jaring penangkap ikan. Foto: Kanal Youtube Resmi Endgame 2050.

Isu lain yang disinggung dalam film ini adalah tingginya populasi manusia. Populasi yang semakin tinggi menyebabkan permintaan akan lahan dan makanan juga semakin meningkat. Hal ini membuat Bumi membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk menghidupi manusia. Padahal, ukuran planet ini juga tidak bertambah besar.

Pandora yang terakhir dibuka ialah masalah krisis iklim mengenai terlepasnya gas metana dari es di lautan dan semakin lama semakin berkurang. Gas metana sendiri merupakan gas terkuat yang mampu mengikat panas matahari untuk tetap berada di Bumi.

Moby, tokoh utama dalam dokumenter sekaligus seorang musisi dan aktivis lingkungan juga berbagi kisahnya. Ia bercerita mengenai akibat permasalahan lingkungan yang terjadi di Bumi. Misalnya mengenai anomali spesies primata yang tidak berbulu. “Ini mengerikan hingga pada skala yang bahkan tidak bisa kita bayangkan,” ujar Moby dalam dokumenter ini.

Selain Moby, Sofia juga turut menjadi pembawa arus film ini. Ia mengungkapkan dan menjelaskan permasalahan lingkungan yang terjadi secara lebih umum dan diperkuat dengan pendapat ahli dari beragam bidang.

Dokumenter berdurasi satu setengah jam ini membawa penonton masuk ke dalam rangkaian permasalahan lingkungan yang pelik, tetapi dapat dimengerti. Beragam persoalan lingkungan diangkat dalam satu kemasan. Selain itu film ini membuka wawasan penonton terkait masalah lingkungan dan seberapa parah hal itu terjadi.

Informasi yang diberikan dalam film ini cukup jelas dan akurat. Analisisnya juga diperkuat dengan pendapat berbagai narasumber kredibel di bidang isu lingkungan. Masalah-masalah lingkungan yang diungkapkan secara keras membuat penonton merasa tertampar dengan bahaya yang seringkali terabaikan.

Namun, penamparan keras masalah lingkungan ini tidak diimbangi dengan solusi yang memadai. Akan lebih baik bila dokumenter ini menjelaskan juga opsi penyelesaian masalah untuk menghadapi persoalan yang ada secara lebih konkret. Khususnya dalam menanggulangi permasalahan plastik dan gas metana yang terlepas ke Bumi.

Film ini juga sedikit menyinggung tentang bagaimana pola makan sehari-hari dapat berpengaruh positif bagi lingkungan. Gaya hidup vegan dinilai berperan untuk memerangi krisis iklim dan masalah lingkungan lainnya sekaligus membuat masyarakat berkaca diri terhadap kebiasaan yang diakukan selama ini.

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/endgame-2050-krisis-dunia-beberapa-dekade-ke-depan/feed/ 0
Melanie Subono Disebut Bunuh Diri Karier Demi Menyuarakan Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/melanie-subono-disebut-bunuh-diri-karier-demi-menyuarakan-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=melanie-subono-disebut-bunuh-diri-karier-demi-menyuarakan-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/melanie-subono-disebut-bunuh-diri-karier-demi-menyuarakan-lingkungan/#respond Sat, 20 Jun 2020 03:00:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=27596 Sebelum terjun ke lapangan, Melanie berusaha mempraktikkan apa yang sudah dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari di rumah.]]>

Melanie Subono, aktivis lingkungan kelahiran Jerman 43 tahun lalu ini mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan hak makhluk hidup. Melalui seminar daring “Sisihkan Waktu untuk Membangun Kembali Keterputusan Hubungan Kita dengan Alam”, ia menceritakan bahwa sejak kecil telah diajarkan oleh orang tuanya untuk menghargai hak sesama makhluk hidup. Hingga saat ini Melanie menerapkan prinsip tersebut untuk mengadvokasi lingkungan dan alam Indonesia.

Meskipun terlahir di Jerman, ia bersyukur berstatus sebagai orang Indonesia. Sebab negara ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa berlimpah. “Kita punya segalanya yang tidak dimiliki oleh negara barat,” ujarnya.

Baca juga: Kaka Slank: Lindungi Wisata Indonesia dari Tambang

Menurutnya alam Indonesia beserta isinya merupakan anugerah yang diberikan secara gratis oleh pencipta. Namun, ia menyayangkan perilaku manusia yang merusak alam demi kepentingan pribadi. “Seharusnya menjaga bukan merusak,” ucapnya dalam sesi webinar, Senin, 15 Juni 2020.

Ia menambahkan Bumi dan keberadaan makhluk hidup seperti binatang maupun tumbuhan dapat berkembang selama jutaan tahun tanpa manusia, tetapi sebaliknya tanpa Bumi dan seisinya manusia tidak bisa hidup. “Pada kenyataannya manusia adalah spesies yang lemah,” kata dia.

Melanie Subono

Foto: Instagram Melanie Subono

Sebagai aktivis, ia juga banyak terjun ke lapangan untuk menyuarakan isu lingkungan kepada masyarakat. Namun, sebelum melakukannya ia berusaha untuk menerapkannya ke dalam kehidupan pribadinya terlebih dahulu. Salah satu contohnya adalah berkebun dan isu-isu yang menyangkut sampah atau polusi udara. “Gue berusaha bertanggung jawab apa yang gue kampanyein minimal 90 persen sudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di rumah,” ucapnya

Cucu dari almarhum BJ Habibie ini berfokus untuk memperjuangkan kelangsungan hidup binatang. Menurutnya habitat para satwa liar telah banyak rusak karena ulah manusia. Akibatnya sumber rantai makanan yang telah tercipta secara alami di alam musnah. “Hewan tidak meminta sesuatu sama manusia, tetapi manusia mengambil semua haknya hewan,” ucapnya.

Baca juga: Mikha Tambayong: Penting untuk Menjaga Kesehatan Mental Selama Wabah

Ia menceritakan banyak yang menyebutnya dirinya membunuh karier pribadi di dunia musik demi menyuarakan lingkungan. “Bahkan gua memutuskan kontrak tur ke beberapa kota karena itu (perusahaan) di belakang pembakaran hutan di Sumatera,” ujarnya.

Melanie enggan berkomentar panjang lebar mengenai apa yang harus dilakukan oleh generasi masa depan. Ia hanya menekankan agar masyarakat memikirkan Indonesia mau seperti apa di masa mendatang, sebab, harapan saja tidak cukup. Menurutnya hal yang paling sederhana yang dapat dilakukan individu untuk dapat berkontribusi adalah dengan memulai dari rumah sendiri “Urus rumah sendiri, bayangkan Indonesia mau jadi apa, desa, dan kampung mau seperti apa,” ucapnya.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/melanie-subono-disebut-bunuh-diri-karier-demi-menyuarakan-lingkungan/feed/ 0
Katon Bagaskara: Tradisi Menghargai Lingkungan Tercermin dalam Kebudayaan Indonesia https://www.greeners.co/gaya-hidup/katon-bagaskara-tradisi-menghargai-lingkungan-tercermin-dalam-kebudayaan-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=katon-bagaskara-tradisi-menghargai-lingkungan-tercermin-dalam-kebudayaan-indonesia https://www.greeners.co/gaya-hidup/katon-bagaskara-tradisi-menghargai-lingkungan-tercermin-dalam-kebudayaan-indonesia/#respond Wed, 29 Apr 2020 23:06:19 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=27012 Tradisi menghargai lingkungan hidup telah tercermin dalam berbagai kebudayaan di Indonesia seperti menyepi yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali.]]>

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terjadi di berbagai negara. Di Indonesia, wabah ini telah menjangkit di hampir semua provinsi selama tiga bulan terakhir. Menyikapi hal tersebut, musisi sekaligus vokalis grup musik Kla Project, Katon Bagaskara menuturkan agar masyarakat senantiasi bersolidaritas dan berpikir positif.

“Apa pun yang bisa dilakukan untuk memutus mata rantai Covid, itu langkah yang paling baik,” ucap Katon, saat dihubungi Greeners, Selasa, 21 April 2020.

Wabah ini berdampak terhadap hampir segala sektor tak terkecuali industri hiburan. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar juga tidak memungkinkan orang untuk berkerumun apalagi menyelenggarakan acara yang berpotensi membuat keramaian. “Kalau pun membuat online show melalui platform atau social media belum tentu masyarakat mau membeli tiket,” ucapnya.

Pentolan grup musik Kla Project ini juga menuturkan bahwa pandemi Covid-19 terjadi akibat ulah manusia. Menurutnya manusia telah mengeksploitasi sumber daya alam melalui pertambangan, perusakan ekosistem untuk kepentingan teknologi, industri, investasi, dan modernitas. “Seakan-akan kita menjadi tuhannya alam semesta.”

Negara adidaya yang dapat menguasai teknologi maupun sains, kata dia, juga tak luput terkena Virus Corona. Ia mengatakan hal ini juga sebagai peringatan bahwa manusia bukan tuhan alam semesta. “Harus menghargai Tuhan yang lebih dari manusia,” ucap Katon.

Katon Bagaskara

Foto: Katon Bagaskara

Ia mencontohkan, tradisi menghargai lingkungan hidup telah tercermin dalam berbagai kebudayaan di Indonesia. Misalnya pada tradisi lokal seperti menyepi yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali. Tradisi lokal tersebut, kata dia, menjadi momen menghargai alam karena manusia diharuskan berhenti sejenak dari segala kehidupan modern. Menyepi juga menjadi upaya mengatur ulang hubungan antara manusia dengan lingkungan. “Alam terasa banget diperlakukan istimewa,” ujarnya

Menurut Katon, lingkungan hidup juga harus diperlakukan selayaknya menghargai sesama manusia. “Dihargai bukan dikuasai.” Pandemi ini juga diharapkan menjadi kesempatan untuk berintrospkeksi diri. “Mudah-mudahan banyak yang terbuka dan mendapatkan pencerahan,” ucapnya.

Selain itu, untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19, Katon menyarankan agar pemerintah turut melibatkan tokoh agama agar lebih efektif untuk melakukan pendekatan ke masyarakat. Peran Ketua Rukun Tetangga juga harus aktif memberikan imbauan kepada warga.

“Merekalah orang yang bisa menyampaikan imbauan pemerintah dengan pendekatan yang cocok ke masyarakat,” ujar Katon.

Penulis: Ridho Pambdi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/katon-bagaskara-tradisi-menghargai-lingkungan-tercermin-dalam-kebudayaan-indonesia/feed/ 0
Nova Ruth Sebarkan Isu Lingkungan Lewat Lagu https://www.greeners.co/gaya-hidup/nova-ruth-sebarkan-isu-lingkungan-lewat-lagu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nova-ruth-sebarkan-isu-lingkungan-lewat-lagu https://www.greeners.co/gaya-hidup/nova-ruth-sebarkan-isu-lingkungan-lewat-lagu/#respond Thu, 28 Nov 2019 03:09:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=24807 Nova Ruth musisi asal Malang lantang menyuarakan isu lingkungan melalui lagu 'Otak Asat'. Karya pertamanya itu menyinggung masalah lingkungan.]]>

Nova Ruth Setyaningtyas, musisi asal Malang, Jawa Timur lantang menyuarakan isu lingkungan melalui lagu. Ia mengkritisi tingkah laku dan ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan lewat liriknya. Musisi yang memiliki solo album ‘Napak Tilas’ ini mengawali karier musik hip hop bersama sahabatnya di tahun 2000. Empat tahun setelahnya ia memutuskan bersolo karier dengan aliran yang sama. Suami Nova yang tergabung dalam grup Filastine juga turut menyebarkan isu lingkungan melalu seni musik.

“Karya pertama aku memang menyinggung langsung masalah lingkungan, salah satunya lagu ‘Otak Asap’. Lagu itu mengkritisi ketidakpedulian manusia mengenai masalah emisi karbon yang terus meningkat sehingga menimbulkan perubahan iklim,” ucap Nova, di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Ketertarikan Nova pada masalah lingkungan bermula karena bumi sudah tidak diperhatikan lagi oleh manusia. Menurutnya pembangunan terus dilakukan tanpa ada upaya menghijaukan kembali lingkungan. “Melalui lagu semoga saja dapat menyadarkan masyarakat bahwa lingkungan kita sudah semakin parah,” ucapnya.

Baca juga: Budi Cilok, Bawa Keresahan Lingkungan Lewat Musik 

Masalah sampah dan pemanasan global, kata dia, dapat selesai jika masyarakat dan pemerintah bekerja sama. Nova menuturkan meski sampah merupakan permasalahan yang paling besar, penanganannya paling mudah karena dapat dimulai dari pengurangan. Kebijakan mengurangi penggunaan plastik semestinya dapat menjadi solusi penumpukan volume sampah.

Nova Ruth musisi asal Malang, Jawa Timur.

Nova Ruth menyuarakan isu lingkungan lewat lagu. Foto: www.greeners.co/Ridho Pambudi

“Di Denmark, misalnya, produk organik bebas pajak, sehingga jatuhnya lebih murah daripada non organik,” ujar Nova.

Baca juga: Robi Navicula Garap Film Dokumenter “Pulau Plastik”

Kini musisi hip hop tersebut sedang membuat sebuah proyek bernama kapal ‘Arka Kinari’. Ia menemukan kapal layar tradisional itu di sebuah pelabuhan di Belanda dan menjadikannya tempat tinggal sekaligus transportasi. Di atas kapal tersebut, Nova membuat pertunjukan seni dan berencana merilis proyeknya pada Juli 2020 di Indonesia.

Nova mengatakan kearifan lokal merupakan kunci keseimbangan alam untuk mengatasi percepatan kerusakan bumi. Kebutuhan teknologi dan informasi yang tidak penting justru menutup kebutuhan sandang, pangan, dan papan yang sudah tercukupi. Sehingga inti dari kehidupan sekarang melebihi kebutuhan dan akhirnya menjadi masalah.

“Ketika manusia menyadari kebutuhannya tidak sebanyak itu, maka sudah cukup merepresentasikan cinta lingkungan karena sudah beres dengan konsep sandang, pangan, papan,” ujar Nova.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/nova-ruth-sebarkan-isu-lingkungan-lewat-lagu/feed/ 0
Kantong Bioplastik dari Bali yang Dapat Diminum https://www.greeners.co/ide-inovasi/kantong-bioplastik-bali-dapat-diminum/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kantong-bioplastik-bali-dapat-diminum https://www.greeners.co/ide-inovasi/kantong-bioplastik-bali-dapat-diminum/#respond Wed, 01 Feb 2017 07:04:29 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=15796 Sebuah perusahaan yang berasal dari Bali menjanjikan kantong bioplastik yang ketika dilarutkan dalam air bisa diminum oleh makhluk hidup.]]>

Sampah plastik adalah penyakit untuk planet bumi. Bukan hanya lama terurai tanah, sampah plastik menghalangi jalur air. Ada pula limbah plastik yang dimakan binatang karena mereka mengira plastik tersebut makanan. Sebuah merk baru dari Indonesia menawarkan solusi yang radikal terhadap permasalahan tersebut, sebuah produk bioplastik yang terbuat dari singkong. Kantong ini bisa larut dalam air panas, menghasilkan karbondioksida dan air tanpa menghasilkan residu yang beracun.

Banyak sekali produk yang dipasarkan sebagai produk “ramah lingkungan” namun nyatanya tidak memberikan keuntungan kepada lingkungan. Kantong plastik yang bisa didaur ulang mungkin terdengar menarik, namun produk ini sering menghasilkan residu beracun yang membuatnya berbahaya untuk kehidupan laut dan tanaman. Bahkan produk ini sering tidak terdaur ulang seperti klaim awalnya, yang pada akhirnya menghasilkan kematian bagi ribuan makhluk laut.

Sebuah perusahaan sosial bernama Avani yang berasal dari Bali menjanjikan kantong buatan mereka sebagai berikut: bisa terurai secara biologis, dapat dikompos, dapat di daur ulang, dan ketika dilarutkan dalam air bisa diminum oleh makhluk hidup.

bioplastik

Foto: Avani via Inhabitat.com

Kantong tersebut bisa larut secara instan dalam air hanya dengan menggunakan air panas. Di air dingin, kantong plastik ini akan menjadi lunak dan kemudian berubah menjadi karbondioksida, air dan biomassa dalam hitungan beberapa bulan secara alami. Bahkan plastik ini akan terdaur ulang saat dibuang di tempat pembuangan akhir dengan bantuan makro dan mikro organisme.

Avani juga membuat beberapa tipe pembungkus yang ramah lingkungan seperti cangkir kopi dan bungkus makanan siap saji. Mereka menggunakan sumber daya alam yang terbarukan dan menyatakan bahwa semua proses produksi mereka merupakan proses yang berkelanjutan.

Kantong plastik buatan mereka harganya lebih murah dibandingkan plastik yang ada di pasaran sekarang. Perusahaan tersebut menyumbangkan sebagian keuntungan mereka untuk mendanai proyek-proyek non-profit yang bertujuan menyelamatkan lingkungan di sekitar mereka.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/kantong-bioplastik-bali-dapat-diminum/feed/ 0
Pesan Berantai Fenomena Equinox Tidak Benar https://www.greeners.co/berita/pesan-berantai-fenomena-equinox-tidak-benar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pesan-berantai-fenomena-equinox-tidak-benar https://www.greeners.co/berita/pesan-berantai-fenomena-equinox-tidak-benar/#respond Sun, 20 Mar 2016 06:30:28 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=13230 Jakarta (Greeners) – Beberapa hari lalu, netizen dihebohkan dengan pesan berantai berisi tentang kabar hadirnya fenomena Equinox yang menyebabkan suhu ekstrim berfluktuasi hingga 40 derajat Celsius yang akan melanda wilayah […]]]>

Jakarta (Greeners) – Beberapa hari lalu, netizen dihebohkan dengan pesan berantai berisi tentang kabar hadirnya fenomena Equinox yang menyebabkan suhu ekstrim berfluktuasi hingga 40 derajat Celsius yang akan melanda wilayah Indonesia pada 21 Maret 2016 mendatang.

Menanggapi isu tersebut, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melalui pernyataan resminya mengimbau masyakarat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox. Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya, fenomena Equinox merupakan kejadian biasa yang terjadi setiap tahun dan bukanlah fenomena yang perlu dikhawatirkan.

“Fenomena Equinox tidak perlu ditakuti karena setiap tahun itu terjadi dan sebenarnya juga itu peristiwa yang biasa saja,” ungkapnya kepada Greeners, Jakarta, Sabtu (19/03).

Sesekali, lanjutnya, memang udara terasa panas ketika Equinox terjadi. Namun, suhu panas itu muncul tidak berbarengan dengan lintasan matahari ketika tepat di atas khatulistiwa dan udara panas pun tak semata karena intensitas cahaya matahari.

“Bahkan berita di Strait times itu bilang semua baik-baik saja kok. National Environment Singapore juga sudah membantahnya, tetapi pesan berantai itu saja yang terlalu berlebihan,” tambah Eka.

Sebagai informasi, sebelumnya, kabar tentang akan hadirnya fenomena Equinox di Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam lima hari mendatang menjadi viral melalui pesan berantai di banyak aplikasi berbagi pesan. Dalam pesan berantai tersebut disarankan agar masyarakat tetap tinggal di dalam rumah, khususnya mulai pukul 12.00-15.00 setiap hari dikarenakan suhu udara akan berfluktuasi hingga 40 derajat Celcius.

Kabar peringatan datangnya cuaca panas itu sendiri berasal dari pengumuman oleh Badan Lingkungan Hidup Singapura (NEA). Namun, tak lama setelah pesan berantai tersebut menyebar, NEA pun mengklarifikasi bahwa berita itu tidak benar yang akhirnya ditindaklanjuti olh klarifikasi dari BMKG Indonesia.

“NEA mengatakan menurut laporan Badan Layanan Meteorologi Singapura (MSS), memang dua minggu akhir Maret ini suhu dipekirakan lebih kering dan panas. Namun, tidak mencapi 40 derajat celcius,” tutupnya.

Penulis Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pesan-berantai-fenomena-equinox-tidak-benar/feed/ 0
Rapat Kerja KLHK Bahas Isu Strategis Terkait Lingkungan https://www.greeners.co/berita/rapat-kerja-klhk-bahas-isu-strategis-terkait-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rapat-kerja-klhk-bahas-isu-strategis-terkait-lingkungan https://www.greeners.co/berita/rapat-kerja-klhk-bahas-isu-strategis-terkait-lingkungan/#respond Fri, 29 Jan 2016 07:12:23 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12677 Sekretaris Jendral KLHK Bambang Hendroyono, menyatakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, KLHK akan meningkatkan kinerja kerja dengan menguatkan isu-isu kebijakan alokasi sumber daya hutan dan lingkungan.]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan Rapat Kerja (Raker) untuk membahas isu-isu strategis dan prioritas yang harus segera dilakukan. Rapat yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 28 dan 29 Januari 2016 ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar yang dihadiri oleh pejabat Eselon I, II dan III.

Sekretaris Jendral KLHK Bambang Hendroyono, menyatakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, KLHK akan meningkatkan kinerja kerja dengan menguatkan isu-isu kebijakan alokasi sumber daya hutan dan lingkungan. Hal ini dilakukan agar fungsi-fungsi hutan bisa mendukung rencana pembangunan pemerintah dengan tetap memperhatikan aspek-aspek lingkungan yang berkelanjutan.

“Selain itu tentu juga harus bisa memberikan keseimbangan produksi hutan kita,” jelasnya, Jakarta, Jumat (29/01).

Dalam rapat kerja ini, KLHK juga membahas tentang evaluasi kinerja terhadap perizinan yang berada di dalam kawasan hutan baik itu hutan lindung, hutan konversi dan lainnya. Dengan berpijak pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, pada tahun 2016 ini, KLHK juga berencana akan melakukan terobosan dengan mengganti beberapa regulasi.

Terkait dengan pengendalian perubahan iklim, setelah hasil konferensi perubahan iklim di Paris menghasilkan kesepakatan yang disebut dengan Paris Agreement (Kesepakatan Paris), Bambang menyatakan KLHK akan sangat fokus bagaimana melakukan pengendalian pencegahan kebakaran hutan dan lahan karena kebakaran tersebut telah menyumbang banyak sekali emisi karbon bagi dunia.

“Topik lain dalam raker kita juga membahas konservasi tentang bagimana konservasi ke depan bisa memfasilitasi kehidupan masyarakat yang ada dan tetap mendukung pembangunan berskala nasional,” tambahnya.

Dengan kebijakan Menteri LHK ke depan, lanjutnya, fungsi hutan lindung dan konservasi akan diperkuat dengan pola pikir dan kesiapan mental para pejabat KLHK. KLHK, katanya, tidak lagi melakukan pemberian izin tanpa memperhatikan kajian lingkungan hidup strategis, izin lingkungan dan juga tata ruang.

“KLHK sekali lagi berkomitmen akan meningkatkan kinerjanya dalam rangka menjalankan Nawacita presiden,” ujar Bambang.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/rapat-kerja-klhk-bahas-isu-strategis-terkait-lingkungan/feed/ 0
Delapan Penjaga Kadar Kolesterol Ketika Idul Adha https://www.greeners.co/gaya-hidup/delapan-penjaga-kadar-kolesterol-ketika-idul-adha/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=delapan-penjaga-kadar-kolesterol-ketika-idul-adha https://www.greeners.co/gaya-hidup/delapan-penjaga-kadar-kolesterol-ketika-idul-adha/#respond Thu, 24 Sep 2015 06:14:30 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11221 Bagi umat islam, Hari Raya Idul Adha adalah sebuah ritual berbagi kepada sesama. Memberikan daging hasil pengorbanan kepada kaum yang membutuhkan. Hari raya kurban juga kerap menjadi ajang silahturrahmi keluarga […]]]>

Bagi umat islam, Hari Raya Idul Adha adalah sebuah ritual berbagi kepada sesama. Memberikan daging hasil pengorbanan kepada kaum yang membutuhkan. Hari raya kurban juga kerap menjadi ajang silahturrahmi keluarga yang diiringi dengan berbagai macam makanan yang mengandung daging sapi ataupun kambing.

Namun kita harus waspada, mengonsumsi daging terlalu banyak bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh kita. Oleh karenanya diperlukan asupan penyeimbang agar kadar kolesterol dalam tubuh tidak meningkat pesat.

Setidaknya ada delapan makanan penjaga kolesterol yang sangat mudah kita peroleh:

1.    Kedelai
Makanan dan minuman berbahan dasar kacang kedelai mengandung Isoflavon yang berfungsi sebagai zat yang dapat menekan Low Density Lipoproptein (LDL) atau disebut biasa kolesterol jahat, agar tidak berkembang.

Mengkonsumsi 25 gram protein kedelai (10 ons tahu atau 2 gelas susu kedelai) dapat menurunkan LDL sebesar 5-6 %. Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyarankan untuk sedikitnya mengkonsumsi 25 gram protein kedelai per hari untuk menurunkan kolesterol. Namun, perlu diingat bahwa pengolahan makanan yang berbahan kedelai sebaiknya menghindari minyak jelantah atau campuran santan.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/delapan-penjaga-kadar-kolesterol-ketika-idul-adha/feed/ 0
7 Lagu Keren Bertema Lingkungan Hidup https://www.greeners.co/gaya-hidup/7-lagu-keren-bertema-lingkungan-hidup/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=7-lagu-keren-bertema-lingkungan-hidup https://www.greeners.co/gaya-hidup/7-lagu-keren-bertema-lingkungan-hidup/#respond Sat, 20 Jun 2015 11:06:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9866 Musik menjadi sarana komunikasi untuk menyampaikan rasa cinta dan kepedulian antar sesama manusia dan dunia.]]>

Music gives a soul to the universe, wings to the mind, flight to the imagination and life to everything.” – Plato.

Banyak yang bilang, manusia tidak bisa hidup tanpa musik. Musik menjadi satu sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan rasa cinta dan kepedulian antar sesama manusia dan dunia.

Kepedulian terhadap lingkungan pun menjadi inspirasi dalam penciptaan sebuah lagu. Bukan hanya musisi dalam negeri, tapi secara global, musisi-musisi internasional juga sudah menciptakan lagu-lagu lingkungan yang dipadukan dengan melodi indah agar dapat merasuki semua pendengarnya untuk tidak hanya sekedar mendengar namun bertindak.

Nah, apa saja sih pilihan lagu bertemakan lingkungan yang masuk dalam plasylist Greeners? Yuk, disimak:

Gambar: Ist.

Gambar: Ist.

1. Jamaica Café – “Hijaukan Bumiku”
“Mari teman-teman hijaukan bumi kita demi masa depan, anak cucu kita/ Mari teman-teman hijaukan bumi kita demi masa depan, bumi aman hidup pun nyaman..”

Lagu bertemakan lingkungan ini masuk dalam album “Twenty One” yang diciptakan oleh Jamaica Café. Ajakan untuk menyintai bumi jelas tertuang dalam liriknya yang sederhana namun dibawakan dalam akapela yang penuh semangat.

Gambar: Ist.

Gambar: Ist.

2. Naif – “Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia”
“Manusia berkembang menurut perkembangan jaman yang ada/ Tengoklah kiri dan kanan sudah banyak gedung yang tinggi menjulang/ Pohon-pohon yang dulu hijau kini telah berubah menjadi batu/ Kurasa manusia kini tak pernah peduli lagi dengan alamnya..”

Lagu ini masuk dalam album ketiga Naif yang berjudul “Titik Cerah” yang rilis tahun 2002. Dengan mengusung genre Pop, lagu ini terasa asyik untuk didengar dengan kata-kata yang menggambarkan realita keadaan bumi kita.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/7-lagu-keren-bertema-lingkungan-hidup/feed/ 0
Sobat Bumi, Ajak Pemuda Jadi Sahabat Bagi Bumi https://www.greeners.co/sosok-komunitas/sobat-bumi-ajak-pemuda-jadi-sahabat-bagi-bumi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sobat-bumi-ajak-pemuda-jadi-sahabat-bagi-bumi https://www.greeners.co/sosok-komunitas/sobat-bumi-ajak-pemuda-jadi-sahabat-bagi-bumi/#respond Sun, 17 May 2015 04:30:11 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=9051 Jakarta (Greeners) – Menjaga bumi tercinta bisa dilakukan oleh siapa saja dan melalui cara apa saja. Seperti yang dilakukan oleh kaum muda yang tergabung di dalam sebuah organisasi lingkungan bernama […]]]>

Jakarta (Greeners) – Menjaga bumi tercinta bisa dilakukan oleh siapa saja dan melalui cara apa saja. Seperti yang dilakukan oleh kaum muda yang tergabung di dalam sebuah organisasi lingkungan bernama Sobat Bumi. Organisasi yang mewadahi banyak anak muda ini memiliki kesadaran dan kecintaan yang lebih terhadap bumi serta ingin menjadi bagian dari pemecahan solusi dari masalah lingkungan yang terjadi di sekitar masyarakat.

Fahrur Rozi, salah satu anggota Sobat Bumi yang ditemui oleh Greeners pada satu kesempatan menuturkan, dengan mengusung visi misi menyebarkan virus kepada masyarakat untuk bisa menjadi sahabat bagi bumi, Sobat Bumi ingin mengajak masyarakat untuk memperlakukan bumi sebagaimana kita memperlakukan sahabat.

“Kami ingin mengajak pemuda-pemudi Indonesia untuk menjadi solusi masalah lingkungan hidup dengan melakukan tindakan yang inovatif, sinergis dan berkelanjutan demi terciptanya Indonesia yang semakin hijau,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Sobat Bumi. Foto: dok. Sobat Bumi Indonesia

Sobat Bumi. Foto: dok. Sobat Bumi Indonesia

Sobat Bumi atau sering disingkat Sobi ini sendiri sudah tersebar di lebih dari 20 kota di seluruh Indonesia dengan masing-masing region yang beranggotakan para mahasiswa dari berbagai universitas.

“Sobi juga punya empat program kerja besar yang pelaksaannya dibagi kepada beberapa kelompok region, seperti desa sobi, sobat bumi goes to school, sobat bumi hijaukan negeri dan jaicopreneur,” katanya.

Informasi lebih lanjut tentang komunitas ini dapat dilihat di facebook dengan akun Sobat Bumi Indonesia.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/sobat-bumi-ajak-pemuda-jadi-sahabat-bagi-bumi/feed/ 0
21 Srikandi Siap Bersepeda 700 Km Bawa Pesan Lingkungan https://www.greeners.co/berita/21-srikandi-siap-bersepeda-700-km-bawa-pesan-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=21-srikandi-siap-bersepeda-700-km-bawa-pesan-lingkungan https://www.greeners.co/berita/21-srikandi-siap-bersepeda-700-km-bawa-pesan-lingkungan/#respond Sun, 10 May 2015 11:30:28 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8940 Jakarta (Greeners) – Srikandi Inspirasi Bagi Negeri kembali mengadakan kegiatan touring bersepeda untuk ke lima kalinya dan tahun ini akan melalui rute Bima (NTB) hingga Denpasar, Bali. Seperti sebelumnya, touring […]]]>

Jakarta (Greeners) – Srikandi Inspirasi Bagi Negeri kembali mengadakan kegiatan touring bersepeda untuk ke lima kalinya dan tahun ini akan melalui rute Bima (NTB) hingga Denpasar, Bali. Seperti sebelumnya, touring bersepeda tahunan yang digagas oleh komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia ini kembali membawa 21 pesepeda perempuan tangguh yang terpilih melalui proses seleksi yang cukup ketat.

Ketua Pelaksana Srikandi, Tense Manalu kepada Greeners mengungkapkan, kegiatan yang delapan puluh persen dilaksanakan oleh para perempuan ini akan mulai start pada tanggal lima Juni 2015, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Oleh karena itu, beberapa pesan yang akan disampaikan dalam kampanye kali ini juga akan banyak membawa pesan-pesan lingkungan.

“Misalnya nanti itu, bersama Yayasan BALIFOKUS, kita akan ada bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis di Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat karena banyak dari warga sana yang terpapar limbah merkuri akibat pertambangan emas masyarakat,” jelasnya di Jakarta, Minggu (10/05).

Selain itu, lanjutnya lagi, Srikandi tahun ini juga tetap akan menggalakkan ketertarikan masyarakat agar menggunakan sepeda sebagai transportasi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus meneladani jasa kepahlawanan perempuan Indonesia.

Kegiatan touring bersepeda yang dilakukan oleh para perempuan tangguh ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPAA). Heru Kasidi, Deputi Pengarusutamaan Gender (PUG) Bidang Sospolkum KPPA, saat dihubungi melalui telepon mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh para perempuan ini menunjukkan kalau perempuan juga bisa melakukan sesuatu yang berat seperti laki-laki.

“Ini kampanye yang menarik ya. Selain memang karena kami sudah mendukung selama empat tahun belakangan, ini juga satu bentuk kegiatan yang seperti memperlihatkan pada kita semua kalau perempuan juga bisa,” tukasnya.

Sebagai informasi, touring bersepeda Srikandi kali ini memiliki jarak tempuh sekitar 700 Kilometer dari Bima, NTB hingga Denpasar, Bali. Setelah melalui proses seleksi yang diadakan di 15 Kota di Indonesia dan 108 peserta terdaftar, panitia seleksi pun akhirnya menetapkan, 21 Srikandi terpilih dengan latar profesi mulai dari Ibu Rumah Tangga, Karyawan, dan Profesional muda dengan rata-rata usia dari 20 hingga 50 tahun.

Salah satu peserta terpilih dari Jawa Barat Nisa Fadilatul Rohmah yang akrab dipanggil Caca mengaku sangat senang dan bersyukur bisa terpilih dan lulus dalam seleksi Srikandi tahun ini. Caca berhasil menyisihkan 11 pendaftar lain dari Jawa Barat yang mendaftar tahun ini. “Alhamdulillah seneng, sekarang tinggal persiapan kondisi fisik agar fit sampai hari pelaksanaan nanti” terangnya ketika dihubungi Greeners via telepon.

Ke 21 Srikandi terpilih tersebut berasal dari Aceh satu orang, Batam satu orang, Bangka Belitung satu orang, Lampung satu orang, Jawa Barat dua orang, Jawa Tengah satu orang, Jabodetabek tiga orang, Nusa Tenggara Barat lima orang, Bali dua orang, Sulawesi Barat satu orang dan Sulawesi Selatan satu orang.

Berikut adalah daftar nama nama perempuan tangguh yang terpilih menjadi peserta Srikandi Inspirasi Bagi Negeri 2015 :

Sumber : Panitia Srikandi Inspirasi Bagi Negeri 2015

Sumber : Panitia Srikandi Inspirasi Bagi Negeri 2015

Penulis : Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/21-srikandi-siap-bersepeda-700-km-bawa-pesan-lingkungan/feed/ 0
Tahun 2019 Indonesia Bebas Dari Pemukiman Kumuh https://www.greeners.co/berita/tahun-2019-indonesia-bebas-dari-pemukiman-kumuh/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tahun-2019-indonesia-bebas-dari-pemukiman-kumuh https://www.greeners.co/berita/tahun-2019-indonesia-bebas-dari-pemukiman-kumuh/#respond Fri, 01 May 2015 02:00:09 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8779 Jakarta (Greeners) – Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengidentifikasi data kawasan permukiman kumuh yang ada di seluruh Indonesia mencapai 38.431 hektar yang tersebar di 2.883 […]]]>

Jakarta (Greeners) – Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengidentifikasi data kawasan permukiman kumuh yang ada di seluruh Indonesia mencapai 38.431 hektar yang tersebar di 2.883 kawasan di 515 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Dari 515 kabupaten/ kota tersebut, sebanyak 300-an kabupaten/ kota atau sekitar 80% dari 515 kabupaten/kota itu telah menetapkan kawasan permukiman kumuh di wilayahnya dengan surat keputusan wali kota/ bupati sebagai syarat mendapatkan program pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Imam S. Ernawi, kepada Greeners mengungkapkan bahwa pemerintah telah menargetkan hingga tahun 2019 mendatang kawasan kumuh tersebut harus mencapai nol persen sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

“Menurut data terbaru, kalau dipersentasekan secara nasional kawasan kumuh itu ada 10% ya. Namun ternyata setelah dievaluasi, dari 10% itu tidak semuanya benar-benar masuk dalam kategori kumuh karena ternyata ada kabupaten/kota yang juga memasukkan data pedesaan yang sebenarnya bukan kategori kumuh,” jelas Imam, Jakarta, Kamis (30/01).

Untuk penanganan kawasan kumuh tersebut, Imam menuturkan ada dua cara penanganan.

Foto : Greeners.co/Danny Kosasih

Foto : Greeners.co/Danny Kosasih

Pertama, untuk kawasan kumuh di atas tanah legal (slum area) akan dilihat apakah termasuk kumuh ringan, sedang atau berat. Penanganan terhadap kawasan kumuh sedang sampai berat, akan dilakukan peremajaan kawasan (urban renewal), yaitu dengan perbaikan atau peningkatan kualitas lingkungannya, dan tidak perlu dibangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

“Nah sedangkan untuk penanganan kawasan kumuh di atas tanah illegal (squatter) seperti di bantaran sungai atau pinggiran rel akan dilakukan dengan cara pemindahan ke rusunawa,” terang Imam.

Lebih jauh, Imam juga menuturkan bahwa ada sembilan kota yang akan menjadi kota percontohan program penanganan pemukiman kumuh, yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Palembang, Kota Semarang, Kota Banjarmasin, Kota Yogyakarta, Kota Malang, Kota Makasar dan Kota Surabaya, serta Pekalongan.

Diharapkan sembilan kota percontohan diatas dapat menjadi tolak ukur bagi kota lainnya dalam rangka menghilangkan kawasan kumuh di Indonesia.

Penulis : Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/tahun-2019-indonesia-bebas-dari-pemukiman-kumuh/feed/ 0
Perluas Informasi Tentang Inggris, British Council Resmikan “myClass Centre” https://www.greeners.co/aksi/perluas-informasi-tentang-inggris-british-council-resmikan-myclass-centre/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perluas-informasi-tentang-inggris-british-council-resmikan-myclass-centre https://www.greeners.co/aksi/perluas-informasi-tentang-inggris-british-council-resmikan-myclass-centre/#respond Wed, 29 Apr 2015 07:39:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8761 Jakarta (Greeners) – Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Moazzam Malik bersama dengan Ketua Dewan Pembina British Council, Sir Vernon Ellis serta Direktur British Council Indonesia, Sally […]]]>

Jakarta (Greeners) – Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Moazzam Malik bersama dengan Ketua Dewan Pembina British Council, Sir Vernon Ellis serta Direktur British Council Indonesia, Sally Goggin meresmikan berdirinya “myClass Centre”, pusat pembelajaran bahasa Inggris dan informasi seputar Inggris. Sebelumnya, “MyClass Centre” yang bernaung di bawah Yayasan Dewan Inggris Indonesia tersebut sudah berdiri di Medan dan Surabaya.

Dalam kunjungannya yang pertama kali ke Indonesia, Sir Vernon mengatakan hubungan erat antara Indonesia dan Inggris terus berkembang dan kemitraan di antara keduanya semakin meningkat dalam berbagai sektor, terutama di bidang riset dan pendidikan tinggi, kesenian dan ekonomi kreatif, serta pengembangan komunitas dan bahasa Inggris.

Senada dengan Sir Vernon, Moazzam Malik mengatakan bahwa Indonesia dapat turut mempengaruhi masa depan perekonomian dunia, selain Tiongkok. “Untuk bersaing dengan negara lain, Indonesia juga harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan bahasa internasional , dalam hal ini bahasa Inggris,” katanya kepada wartawan di lokasi peresmian “myClass Centre”, Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Selasa, (28/4).

(kiri ke kanan) Direktur British Council Indonesia, Sally Goggin; Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Moazzam Malik; Ketua Dewan Pembina British Council, Sir Vernon Ellis; serta Ketua Yayasan Dewan Inggris Indonesia, Imelda Usnadibrata. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

(kiri ke kanan) Direktur British Council Indonesia, Sally Goggin; Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Moazzam Malik; Ketua Dewan Pembina British Council, Sir Vernon Ellis; serta Ketua Yayasan Dewan Inggris Indonesia, Imelda Usnadibrata. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

British Council yang sudah berkiprah selama 67 tahun di Indonesia ingin membantu Indonesia dalam mengejar topik-topik terkini serta persaingan global. Salah satu topik yang dapat didiskusikan dengan mengikuti “myClass Centre” adalah isu terkait lingkungan hidup.

“Inggris merupakan negara yang peduli dengan green effort, oleh sebab itu ada hal-hal terkait dengan lingkungan hidup yang kami masukan dalam ‘myClass’. Hal ini untuk berbagi pengalaman bagaimana kesadaran tentang lingkungan di Inggris dapat diaplikasikan di Indonesia,” ujar Imelda Usnadibrata selaku Ketua Yayasan Dewan Inggris Indonesia (British Council Foundation Indonesia).

Menurut Imelda, bahasa bisa membawa perubahan bagi pola pikir seseorang terkait dengan kepeduliannya terhadap lingkungan. Isu-isu lingkungan ini banyak dibahas dalam berbagai literatur berbahasa Inggris. Seseorang dapat memahami apa yang dibaca jika ia mengerti arti dari bahasa yang digunakan.

Enviromental awareness merupakan salah satu yang kami pelajari, yaitu bagaimana pentingnya kita peduli tentang lingkungan karena apa yang kita lakukan di bumi ini akan berdampak pada kita di masa depan,” sambung Imelda.

Seperti diketahui, British Council merupakan organisasi internasional asal Inggris Raya yang bergerak dalam hubungan kebudayaan dan kesempatan pendidikan. Maret lalu, British Council menciptakan rekor dengan mendatangkan 69 universitas asal Inggris ke Indonesia untuk mengikuti pameran pendidikan tinggi.

Penulis: Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/perluas-informasi-tentang-inggris-british-council-resmikan-myclass-centre/feed/ 0
Menteri Agraria Tolak Reklamasi Laut di Indonesia https://www.greeners.co/berita/menteri-agraria-tolak-reklamasi-laut-di-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menteri-agraria-tolak-reklamasi-laut-di-indonesia https://www.greeners.co/berita/menteri-agraria-tolak-reklamasi-laut-di-indonesia/#comments Wed, 29 Apr 2015 05:45:04 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8758 Jakarta (Greeners) – Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan mendukung penuh rencana Presiden Joko Widodo yang tidak merestui rencana reklamasi laut yang diajukan oleh banyak pengusaha di Indonesia […]]]>

Jakarta (Greeners) – Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan mendukung penuh rencana Presiden Joko Widodo yang tidak merestui rencana reklamasi laut yang diajukan oleh banyak pengusaha di Indonesia sebagai bentuk program pemerintah, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Melalui keterangan tertulis yang diterima oleh Greeners, Ferry mengatakan bahwa banyaknya pengusaha yang meminta izin rekomendasi reklamasi laut di Indonesia adalah pemikiran yang keliru dari masyarakat negara kelautan. Karena, menurutnya, kegiatan reklamasi laut justru akan mempersempit dan merusak tata ruang laut di Indonesia.

“Kita harus mengembalikan kejayaan negara maritim. Kami menentang habis bila ada pengusaha yang mau reklamasi laut,” ujar Ferry, Jakarta, Selasa (28/04) lalu, saat menjadi pembicara dalam Workshop Nasional di Gedung Mina Bahari III KKP.

Lebih lanjut ia juga mengemukakan bahwa tidak perlu melakukan reklamasi jika hanya berujung pada kerugian dan kehancuran biota laut di Indonesia. Selain itu, ia juga mengingatkan agar reklamasi tidak hanya dilihat dari aspek komersil tapi juga dampak sosial yang muncul bagi wilayah dan masyarakat di wilayah yang terkena reklamasi tersebut.

Ferry juga menambahkan, seharusnya biaya reklamasi laut dibuat sangat mahal karena hal tersebut jelas merusak lingkungan. Ia juga sempat menyindir soal murahnya biaya reklamasi laut daripada pembangunan di darat. Oleh karena itu ia pun mengusulkan agar aturan reklamasi laut diperketat.

“Secara geopolitik kita kan negara kepulauan, makanya reklamasi laut itu memang harus dibuat sulit,” tegasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/menteri-agraria-tolak-reklamasi-laut-di-indonesia/feed/ 10