sepatu ramah lingkungan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/sepatu-ramah-lingkungan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 08 Jan 2024 06:31:35 +0000 id hourly 1 Pengusaha India Ashay Bhave Ciptakan Sepatu dari Sampah Plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/pengusaha-india-ashay-bhave-ciptakan-sepatu-dari-sampah-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pengusaha-india-ashay-bhave-ciptakan-sepatu-dari-sampah-plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/pengusaha-india-ashay-bhave-ciptakan-sepatu-dari-sampah-plastik/#respond Mon, 08 Jan 2024 06:31:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=42738 Pengusaha muda asal India, Ashay Bhave menciptakan ribuan sepatu menggunakan material sampah plastik. Ia berhasil merintis perusahaannya, Thaely, dengan mendaur ulang berton-ton sampah plastik menjadi ribuan pasang sepatu dalam waktu […]]]>

Pengusaha muda asal India, Ashay Bhave menciptakan ribuan sepatu menggunakan material sampah plastik. Ia berhasil merintis perusahaannya, Thaely, dengan mendaur ulang berton-ton sampah plastik menjadi ribuan pasang sepatu dalam waktu kurang dari enam bulan. Sejak Juli 2021, sepatu kets ‘Thaely’ yang Bhave rintis telah membantu mengatasi masalah polusi plastik. Mereka menggunakan kembali bahan dari lebih dari 50.000 tas plastik dan 35.000 botol plastik bekas.

Nama merek ‘Thaely’ memiliki arti tas jinjing plastik dalam bahasa Hindi. Ide yang ia cetuskan adalah proyek desain yang Bhave kerjakan selama masa kuliahnya. Akhirnya, wirausahawan muda tersebut berhasil mewujudkan idenya menjadi model bisnis yang berkelanjutan.

BACA JUGA: Pengusaha Ifedolapo Runsewe Ubah Ban Bekas Jadi Paving Block

Material sepatu Thaely terbuat dari limbah plastik dan karet. Sepatu kets Thaely karya Ashay Bhave, bermula dari kemenangan di kompetisi pitch startup Eureka pada2019 di Amity University Dubai. Hal ini membantu Bhave mendapatkan dana untuk mengerjakan prototipe. Desain sneakernya juga terinspirasi dari fashion sepatu basket awal tahun 2000-an.

Ashay Bhave menciptakan ribuan sepatu menggunakan material sampah plastik. Foto: Smart Company

Ashay Bhave menciptakan ribuan sepatu menggunakan material sampah plastik. Foto: Smart Company

Ashay Bhave Ubah Kantong Plastik Menjadi Kain

Perusahaan rintisan Bhave memperoleh bahan mentah dari perusahaan pengelola limbah. Kantong plastik tersebut mereka ubah menjadi kain bernama ThaelyTex. Kain tersebut kemudian mereka potong menjadi pola sepatu. Botol plastik didaur ulang menjadi kain rPET (Polyethylene Terephthalate), kemudian mereka gunakan untuk pelapis, tali sepatu, kemasan, dan bagian lainnya.

Bahkan, solnya terbuat dari karet daur ulang dari sisa industri dan ban. Setiap sepasang sepatu Thaely telah membantu mendaur ulang 12 botol plastik dan 10 kantong plastik. Kotak sepatunya pun terbuat dari kertas daur ulang yang diwarnai dengan sisa ampas kopi dan berisi biji kemangi yang dapat ditanam.

BACA JUGA: Stump, Bangku Antik yang Terbuat dari 80% Plastik Daur Ulang

Meskipun sepatu Thaely adalah produk buatan India, perusahaan berencana untuk fokus pada pasar luar negeri. Misalnya, Dubai, Eropa, Amerika, dan Australia. Sebab, daya tarik produk sepatu di sana lebih besar.

Thaely Bebaskan Sampah Plastik dari Lingkungan

Tujuan utama penciptaan sepatu Thaely adalah membebaskan sampah plastik dari lingkungan. Hal ini juga membangun konsumen untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Smart Company melansir bahwa ide bisnis gagasan Bhave telah dirancang secara berkelanjutan. Semua proses produksi dalam perusahaan sepatu ini sudah dipikirkan mulai dari bahan mentah hingga tahap akhir penggunaan.

Oleh karena itu, produk sirkularitas seperti ini bisa memulihkan bumi dari kerusakan. Bhave pun memiliki motto dalam usaha sepatunya, yaitu “Jangan hanya melakukannya, lakukan dengan benar!”.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/pengusaha-india-ashay-bhave-ciptakan-sepatu-dari-sampah-plastik/feed/ 0
KOBI, Sepatu Unik dari Komponen Daur Ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/kobi-sepatu-unik-dari-komponen-daur-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kobi-sepatu-unik-dari-komponen-daur-ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/kobi-sepatu-unik-dari-komponen-daur-ulang/#respond Fri, 02 Dec 2022 03:00:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=38130 Produsen sepatu asal Italia, Crimagno menciptakan sepatu dengan desain unik yang dibuat langsung menggunakan tangan atau handmade bernama KOBI. Tidak hanya unik, Crimagno membuat produknya selaras dengan lingkungan melalui nilai-nilai […]]]>

Produsen sepatu asal Italia, Crimagno menciptakan sepatu dengan desain unik yang dibuat langsung menggunakan tangan atau handmade bernama KOBI. Tidak hanya unik, Crimagno membuat produknya selaras dengan lingkungan melalui nilai-nilai dan praktik berkelanjutan yang tinggi.

Menariknya, sebagian besar sepatu asal Italia ini terbuat dari bahan-bahan daur ulang. Bagian inti badan sepatu terbuat dari ekstrusi berbasis bio ampas jagung, apel serta kapas bersertifikat. Bagian dalam sepatu atau insole menggunakan rami, dan poliester daur ulang yang mereka tenun menggunakan tangan.

Berbeda dari sepatu pada umumnya, KOBI memiliki bagian bawah alas kaki atau outsole yang terpisah di bagian tengah. Efek ini memberikan pengalaman seperti berjalan tanpa alas kaki pada konsumen.

Pada outsole sepatu, Crimagno membuatnya dari karet alam dan bahan daur ulang sol pabrik. Tidak hanya itu, mereka mencampurkannya dengan kayu rami daur ulang untuk memberikan efek pola dan warna yang khas. Meski terbuat dari kayu, bantalan luarnya sangat ringan, tahan lama, dan ramah lingkungan karena tidak terbuat dari plastik. Lalu aksesoris sepatu yakni zip juga terbuat dari poliester daur ulang yang sudah mengantongi sertifikat lingkungan termasuk dari Greenpeace International.

“Berkat proses ini, kami dapat mengurangi jumlah material baru yang dibutuhkan dan menghemat energi selama proses produksi,” papar Crimagno dalam situs resminya.

Meski terbuat dari bahan daur ulang, Crimagno sangat memperhatikan kualitas dan menjunjung durabilitas yang tinggi. “Kami fokus untuk membuat produk berkualitas tinggi yang bertahan dalam waktu yang lama. Fokus yang sama juga berlaku untuk lingkungan kita,” katanya.

Sepatu KOBI. Foto: Kickstarter

Perkuat Komitmen Ramah Lingkungan

Dengan beberapa desain sepatu yang inovatif dan menarik, komitmen hijau lainnya juga terlihat dari pengemasan sepatu KOBI. Alih-alih menggunakan kotak kardus sepatu, Crimagno menggunakan tas flanel bersertifikat Global Recycle Standard (GRS) yang 100 % dapat didaur ulang. Tas flanel ini juga bisa konsumen gunakan kembali untuk berbagai hal, seperti tas belanja dan berbagai kebutuhan lainnya.

Tahun ini, Crimagno tengah mengembangkan program untuk menawarkan jasa daur ulang sepatu KOBI yang sudah tidak layak pakai bagi konsumen. Nantinya, apabila konsumen menggunakan jasa ini mereka akan mendapatkan potongan jika ingin membeli sepasang sepatu baru KOBI.

“Kami akan mengurus pembongkaran dan daur ulang komponen individual yang benar. Misalnya, sol akan kita gunakan untuk membangun arena pacuan kuda atletik,” ucapnya.

Tidak berhenti pada program tersebut, setiap satu pasang sepatu KOBI yang terjual, Crimagno akan menanam satu pohon baru di Italia. 

“Kami percaya bahwa kami dapat membuat planet ini lebih hijau, dan kami akan melakukan bagian kami untuk mewujudkannya,” jelasnya.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Situs Resmi Crimagno

Kickstarter

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kobi-sepatu-unik-dari-komponen-daur-ulang/feed/ 0
Cloudprime, Sepatu Olahraga dari Emisi Karbon https://www.greeners.co/ide-inovasi/cloudprime-sepatu-olahraga-dari-emisi-karbon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cloudprime-sepatu-olahraga-dari-emisi-karbon https://www.greeners.co/ide-inovasi/cloudprime-sepatu-olahraga-dari-emisi-karbon/#respond Tue, 18 Oct 2022 03:00:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=37690 Emisi karbon merupakan fenomena melepasnya karbon ke lapisan atmosfer bumi. Penyebabnya antara lain, meningkatnya bahan bakar fosil, pembusukan, polusi kendaraan, pembakaran hutan, hingga pembakaran sampah. Emisi karbon dapat menyebabkan kerugian […]]]>

Emisi karbon merupakan fenomena melepasnya karbon ke lapisan atmosfer bumi. Penyebabnya antara lain, meningkatnya bahan bakar fosil, pembusukan, polusi kendaraan, pembakaran hutan, hingga pembakaran sampah. Emisi karbon dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi manusia, seperti perubahan iklim, pemanasan global, banjir, kelaparan, dan bisa menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dunia. Terobosan yang satu ini sangat menarik, menghadirkan sepatu olahraga dari emisi.

Merek sepatu olahraga asal Swiss bernama On, menciptakan inovasi untuk mengurangi terlepasnya emisi karbon ke atmosfer. Ia membuat sepatu olahraga dengan sol tengah dari emisi karbon bernama Cloudprime.

On merupakan perusahaan pertama di industri alas kaki dunia yang mengeksplorasi emisi karbon sebagai bahan baku utama pembuatan midsole sepatu. Pada 15 September lalu, On baru saja mengumumkan koleksi hijaunya pada profile media Instagram resmi mereka.

Co-Founder dan Executive Co-Chairman On, Caspar Coppetti menjelaskan, perubahan ini merupakan perjalanan penting untuk beralih dari sumber daya berbasis minyak bumi, dengan menciptakan bahan busa baru yakni CleanCloud dari emisi karbon sebagai bahan baku. CleanCloud merupakan bantalan midsole sepatu dari Cloudprime yang memiliki fungsi melindungi kaki dari benturan dan memberikan daya pantul.

“Memegang sepatu pertama yang terbuat dari emisi karbon di tangan saya adalah pencapaian besar. Tidak hanya untuk On, tetapi juga untuk seluruh industri olahraga,” paparnya pada situs resmi On.

Foto: Material District

Sepatu Olahraga Hasil Kolaborasi Teknologi 

Coppetti juga menjelaskan, bahwa inovasi terbarukan ini sudah ia kerjakan selama lima tahun ke belakang. Mulai dari konsep hingga pencarian untuk mitra kerja sama yang cocok. Busa CleanCloud sendiri merupakan hasil kerja sama brand On dengan LanzaTech, Borealis, dan Technip Energies.

Untuk membuat sepatu ini, mula-mula teknologi dari LanzaTech akan menangkap karbon monoksida dari beberapa sumber industri. Setelah ditangkap, emisi ini akan memasuki proses fermentasi, hal ini meliputi bakteri yang dipilih secara khusus dan terjadi secara alami.

Setelah itu, gas kaya karbon berfermentasi secara alami ini akan berubah menjadi etanol. Etanol kemudian didehidrasi untuk membuat etilen oleh Technip Energies. Kemudian memasuki proses polimerisasi oleh Borealis menjadi EVA (Ethylene Vinyl Acetate) dalam bentuk pelet plastik kecil padat. Hasil akhir inilah yang akan On gunakan untuk membuat busa midsole sepatu olahraga.

Selain beberapa perusahaan tersebut, On juga berkolaborasi dengan Novoloop start-up untuk membuat outsole dari CleanCloud. Menggunakan teknologi daur ulang kimia pertama di dunia dari limbah plastik pasca konsumen.

Ia juga berkolaborasi dengan Fairbrics start-up Prancis untuk membuat tekstil yang terbuat dari emisi karbon. Hal ini menjelaskan bahwa semua bahan dari sepatu olahraga CleanCloud, merupakan bahan berkelanjutan yang dapat mengurangi emisi karbon.

“Kami percaya bahwa On dapat menjadi agen perubahan positif dengan mengaktifkan dan mempercepat peningkatan teknologi berkelanjutan,” kata Coppetti.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Website Resmi On

Material District

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/cloudprime-sepatu-olahraga-dari-emisi-karbon/feed/ 0
Nat-2 ‘Sulap’ Bubble Wrap Jadi Sepatu Unik https://www.greeners.co/ide-inovasi/nat-2-sulap-bubble-wrap-jadi-sepatu-unik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nat-2-sulap-bubble-wrap-jadi-sepatu-unik https://www.greeners.co/ide-inovasi/nat-2-sulap-bubble-wrap-jadi-sepatu-unik/#respond Tue, 04 Oct 2022 04:00:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=37534 Setelah menciptakan sepatu dari beberapa bahan daur ulang seperti ampas kopi bekas, jamur, jagung, hingga kacang-kacangan. Merek sepatu asal Jerman Nat-2 kali ini mengembangkan sepatu kets dari bungkus gelembung atau […]]]>

Setelah menciptakan sepatu dari beberapa bahan daur ulang seperti ampas kopi bekas, jamur, jagung, hingga kacang-kacangan. Merek sepatu asal Jerman Nat-2 kali ini mengembangkan sepatu kets dari bungkus gelembung atau bubble wrap daur ulang. Sepatu kets bubble wrap ini merupakan bagian koleksi Reduce, Reuse, Recycle dari Nat-2 yang memiliki visi untuk mengatasi masalah sampah plastik.

Untuk mendapatkan dan membuat bahan utama pembuatan sepatu, Nat-2 bekerja sama dengan Rameant sebuah startup penghasil tekstil dari plastik daur ulang. Rameant memanfaatkan plastik yang sudah berada di tempat pembuangan sampah dan lautan, salah satunya bubble wrap. Mereka menyulap bubble wrap menjadi kulit 100 % vegan dengan beberapa variasi warna, corak, dan tekstur yang unik.

“Dengan menciptakan produk dan hal inovatif seperti itu, kami juga mencapai estetika dan sentuhan baru yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam mode, alas kaki, dan aksesori.” Jelas Nat-2 melansir dari website Inhabitat.

Sepatu kets bubble wrap memiliki corak dari bubble wrap asli sehingga membuat badan sepatu tahan terhadap air. Lapisannya terbuat dari benang bioceramic dari serat keramik dan benang perak asli. Kedua bahan tersebut memberikan efek anti-bakteri dan pengatur suhu sehingga menghasilkan tampilan bersih dan nyaman. Selain itu, sepatu ini juga memiliki outsole daur ulang dan insole gabus daur ulang yang dapat dilepas pasang.

Miliki Kemasan Berkelanjutan

Sepatu kets karya Nat-2 dapat digunakan baik pada perempuan dan laki-laki karena memiliki desain yang unisex. Mereka juga mempertimbangkan desain yang universal agar dapat konsumen gunakan dalam berbagai acara, sehingga mempunyai masa pakai yang lama.

Pada proses produksi, Nat-2 juga menghindari proses produksi massal dan lebih memilih produksi rumahan di Italia. Selain bahan dasar sepatu, mereka juga membuat kemasan berdampak rendah bagi lingkungan. Seperti kotak sepatu dan brosur dari kertas daur ulang. Bahkan mereka memperhatikan tag dalam sepatu yang terbuat dari kayu hutan yang memiliki sertifikasi hutan lestari.

“Kami menggunakan banyak bahan dan teknik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Tidak hanya aspek ekologi tetapi juga kami anggap sebagai ‘desain yang baik’,” paparnya.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Inhabitat

Live Kindly

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/nat-2-sulap-bubble-wrap-jadi-sepatu-unik/feed/ 0
NoTime “Sulap” Bola Tenis Bekas Menjadi Sepatu Modis https://www.greeners.co/gaya-hidup/notime-sulap-bola-tenis-bekas-menjadi-sepatu-modis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=notime-sulap-bola-tenis-bekas-menjadi-sepatu-modis https://www.greeners.co/gaya-hidup/notime-sulap-bola-tenis-bekas-menjadi-sepatu-modis/#respond Sat, 18 Jun 2022 03:00:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=36481 Perusahaan startup asal Spanyol bernama NoTime berhasil menciptakan produk fesyen menarik dengan memanfaatkan bahan yang tidak biasa. Baru-baru ini, mereka telah menghadirkan koleksi sepatu kets yang hampir seluruh bagiannya terbuat […]]]>

Perusahaan startup asal Spanyol bernama NoTime berhasil menciptakan produk fesyen menarik dengan memanfaatkan bahan yang tidak biasa. Baru-baru ini, mereka telah menghadirkan koleksi sepatu kets yang hampir seluruh bagiannya terbuat dari bola tenis bekas. Perlu Sobat Greeners ketahui, limbah bola tenis merupakan salah satu jenis limbah yang sulit untuk terurai kembali.

“Perlu waktu sekitar 2.500 tahun agar bola tenis dapat terurai sepenuhnya dengan tanah, sedangkan tiap tahunnya terdapat sebanyak 300 juta bola tenis yang terbuang begitu saja. Jika terus dibiarkan, bola-bola tersebut dapat mencemari lingkungan sekitar,” tulis NoTime dalam Kickstarter.

“Bola tenis bekas terbuat dari material yang kuat dan bagus, maka dari itu kami memutuskan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang inovatif. Sepatu adalah salah satunya,” tambah mereka.

NoTime sendiri memanfaatkan bola tenis usang untuk membuat bagian sol dalam pada sepatu. Selain menggunakan bola tenis, mereka juga menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan lainnya seperti kapas organik, rami dan juga botol bekas untuk membuat bagian-bagian lain pada sepatu. Kombinasi dari bahan-bahan tersebut menjadikan sepatu tersebut berbobot ringan, halus dan nyaman untuk digunakan setiap saat. Selain itu, NoTime juga tidak menggunakan pewarna sintetis untuk mewarnai koleksi sepatu mereka.

Selain menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan, NoTime juga menggunakan energi bersih untuk membuat koleksi sepatu mereka. Mereka menggunakan sedikit air dan hanya memanfaatkan energi matahari. Selain itu, seluruh produk yang mereka ciptakan juga dibuat secara handmade atau manual buatan tangan.

“Proses pembuatan sepatu dari bola tenis bekas dibantu oleh para perajin lokal asal Elche, Spanyol. Setiap perajin yang terlibat menerima upah yang adil, memiliki lingkungan kerja yang nyaman dan memiliki jam kerja yang baik,” papar NoTime.

Sepatu dari Bola Tenis Bekas: Sederhana Namun Tetap Modis

Meskipun terbuat dari bola tenis bekas dan botol bekas, sepatu kets kreasi NoTime tetaplah terlihat modis dan menarik. NoTime sendiri membagi koleksi sepatunya ke dalam empat tema, yakni Mountain, Natural, Wood dan Beige.

Seluruh koleksi sepatu yang NoTime hadirkan bersifat uniseks dan memiliki penampilan yang sederhana namun tetap elegan. Mereka mewarnai koleksi sepatunya dengan pilihan warna-warna bernuansa earth tone seperti cokelat, krem, abu-abu dan juga khaki. Setiap pasang sepatu dilengkapi dengan tali dengan warna yang senada.

Sebagai informasi, NoTime juga mengemasi sepatu kreasi mereka dengan kemasan yang juga ramah lingkungan. Mereka menggunakan kemasan dari karton bekas yang dapat kita daur ulang kembali untuk mengemas sepatu dari bola tenis bekas. NoTime menjamin bahwa tidak ada sedikit pun plastik yang mereka gunakan untuk membuat atau mengemas produk-produk mereka.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Kickstarter

Eco Trend Hunter

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/notime-sulap-bola-tenis-bekas-menjadi-sepatu-modis/feed/ 0
Cole Haan Hadirkan Koleksi Sepatu dari Bunga Dandelion https://www.greeners.co/gaya-hidup/cole-haan-hadirkan-koleksi-sepatu-dari-bunga-dandelion/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cole-haan-hadirkan-koleksi-sepatu-dari-bunga-dandelion https://www.greeners.co/gaya-hidup/cole-haan-hadirkan-koleksi-sepatu-dari-bunga-dandelion/#respond Sun, 05 Jun 2022 03:00:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=36348 Bunga randa tapak atau bunga dandelion sering kali ditemukan secara liar dan dianggap sebagai tanaman gulma. Meskipun sering dianggap tidak bernilai oleh banyak orang, tahukah kamu jika bunga ini sebenarnya […]]]>

Bunga randa tapak atau bunga dandelion sering kali ditemukan secara liar dan dianggap sebagai tanaman gulma. Meskipun sering dianggap tidak bernilai oleh banyak orang, tahukah kamu jika bunga ini sebenarnya memiliki potensi yang besar? Ya, bunga liar ini dapat menghasilkan getah menyerupai karet yang berguna untuk banyak hal, termasuk untuk keperluan fesyen. Tidak seperti pohon karet, bunga ini lebih mudah untuk dibudidayakan karena tidak membutuhkan penggunaan air dan lahan dalam jumlah besar.

Rumah fesyen asal Amerika Serikat, Cole Haan, merupakan salah satu pihak yang memanfaatkan getah bunga dandelion untuk membuat produk-produk mereka. Pada awal tahun 2022, mereka menghadirkan koleksi sepatu yang hampir seluruh bagiannya terbuat dari dandelion. Adapun koleksi tersebut tergabung dalam seri Generation Zerogrand II.

“Bunga dandelion merupakan sumber daya yang dapat diperbarui dengan mudah dan kami ingin memanfaatkannya semaksimal mungkin,” kata Scott Patt, Chief Creative Officer di Cole Haan, dalam Well and Good. “Kami ingin mengubah gulma tidak bernilai ini menjadi suatu produk yang hebat dan berkelanjutan.”

Cole Haan sendiri memanfaatkan getah dandelion untuk membuat sol pada koleksi sepatu terbaru mereka. Mereka mengolah kembali getah dari bunga tersebut menjadi busa Flowerfoam yang ringan, elastis, namun kokoh dan berdaya tahan tinggi. Selain itu, sol yang terbuat dari Flowerfoam juga bertekstur lembut dan nyaman di kaki.

Selain menggunakan getah dari bunga dandelion, Cole Haan juga memanfaatkan bahan-bahan daur ulang untuk membuat koleksi sepatu terbaru mereka. Mereka menggunakan serat microsuede vegan, kain daur ulang dan juga botol plastik bekas untuk membuat sepatu Generation Zerogrand II.

Sepatu dari Bunga Dandelion: Kasual dan Modis

Meskipun terbuat dari bunga dandelion dan bahan-bahan daur ulang, koleksi sepatu Generation Zerogrand II tetaplah memiliki penampilan yang modis. Koleksi sepatu Generation Zerogrand II memiliki penampilan kasual yang simpel, cocok untuk kita gunakan sehari-hari. Cole Haan sendiri menghadirkan sepatu tersebut untuk pria dan wanita.

Cole Haan sendiri memilih untuk mewarnai koleksi sepatu terbaru mereka dengan warna-warna netral, seperti hitam, putih dan abu-abu. Mereka juga mewarnai beberapa koleksi sepatu dari bunga dandelion dengan warna-warna yang manis, seperti merah muda dan biru muda.

Selain menghadirkan koleksi sepatu dari bahan berkelanjutan dan eco-friendly seperti bunga dandelion, Cole Haan juga melengkapi koleksi terbaru mereka dengan kemasan yang ramah lingkungan. Mereka mengemas produk terbaru mereka dengan kemasan yang 75 persennya terbuat dari karton daur ulang pascakonsumen. Cole Haan juga tidak menggunakan plastik sama sekali dalam produk-produk mereka, termasuk dalam kemasan yang mereka gunakan.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Well and Good

Situs Resmi Cole Haan

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/cole-haan-hadirkan-koleksi-sepatu-dari-bunga-dandelion/feed/ 0
Blueview Hadirkan Sepatu Biodegradable Pertama di Dunia https://www.greeners.co/gaya-hidup/blueview-hadirkan-sepatu-biodegradable-pertama-di-dunia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=blueview-hadirkan-sepatu-biodegradable-pertama-di-dunia https://www.greeners.co/gaya-hidup/blueview-hadirkan-sepatu-biodegradable-pertama-di-dunia/#respond Fri, 01 Apr 2022 03:00:59 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=35741 Dunia fesyen berkelanjutan kini terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Baru-baru ini, perusahaan sepatu ramah lingkungan asal Amerika Serikat, Blueview, telah menghadirkan sepatu kets biodegradable pertama di dunia. Mereka menghadirkan sepatu […]]]>

Dunia fesyen berkelanjutan kini terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Baru-baru ini, perusahaan sepatu ramah lingkungan asal Amerika Serikat, Blueview, telah menghadirkan sepatu kets biodegradable pertama di dunia. Mereka menghadirkan sepatu yang seluruh bagiannya terbuat dari bahan-bahan nabati dan nol plastik.

“Sebagian besar sepatu yang ada saat ini terbuat dari bahan-bahan berbasis minyak bumi dan sulit untuk terurai kembali. Kami akhirnya menemukan material yang dapat memecahkan masalah itu,” tulis Blueview dalam situs resmi mereka. “Setiap komponen sepatu nabati kami dapat terurai di bawah kondisi pengomposan aerobik. Itu berarti, sepatu akan benar-benar terurai saat terkena udara, kelembapan dan mikroorganisme.”

Blueview sendiri menggunakan bahan-bahan nabati seperti benang rami, kapas organik dan juga eukaliptus sebagai bahan utama dari sepatu biodegradable mereka. Selain itu, mereka juga menggunakan busa nabati khusus bernama Soleic untuk bagian sol dalam dan sol luar sepatu. Soleic merupakan busa poliuretan nabati pertama yang dapat terurai secara hayati dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Kami telah melakukan uji biodegradasi pada sepatu kami di berbagai lingkungan dengan menggunakan mikroorganisme terisolasi. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa sepatu kami menghasilkan biomassa dan beberapa komponen molekuler turunan bio setelah sepenuhnya terurai. Setelah terurai, tidak ada mikroplastik yang dihasilkan dari sepatu kami,” papar Blueview.

Meskipun terbuat dari bahan-bahan nabati, Blueview memastikan bahwa sepatu kets ciptaan mereka tetap memiliki durabilitas yang tinggi. Setiap pasang sepatu dapat kita gunakan di berbagai medan dan dapat kita pakai untuk melakukan berbagai aktivitas. Sepatu ini hanya akan terurai jika telah sepenuhnya terkubur di dalam tanah yang lembap dan kaya akan mikroorganisme.

Sepatu Biodegradable Blueview: Nyaman dan Modis

Selain tahan lama dan berkelanjutan, sepatu biodegradable Blueview juga nyaman untuk digunakan sepanjang hari. Bagian badan sepatu terbuat dari bahan-bahan nabati yang lembut, fleksibel dan tidak membuat kaki terasa pengap. Bagian dalam sepatu juga terdiri dari sol lembut berkontur anatomis yang empuk, ringan dan dapat membuat penggunanya selalu merasa nyaman. Sepatu ini tetap nyaman digunakan ketika kita tidak menggunakan kaus kaki sekalipun.

Sepatu kets biodegradable Blueview juga memiliki desain yang klasik, sederhana, namun tetap modis. Mereka menghadirkan sepatu dengan gaya timeless yang tidak akan ketinggalan jaman, sehingga sepatu ini dapat kita gunakan kapan saja hingga waktu yang tidak terbatas. Sepatu unisex ini berkesan kasual sehingga cocok untuk kita gunakan dalam berkegiatan sehari-hari.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Situs Resmi Blueview

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/blueview-hadirkan-sepatu-biodegradable-pertama-di-dunia/feed/ 0
Razer Hadirkan Sepatu dengan Misi Penyelamatan Hutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/razer-hadirkan-sepatu-dengan-misi-penyelamatan-hutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=razer-hadirkan-sepatu-dengan-misi-penyelamatan-hutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/razer-hadirkan-sepatu-dengan-misi-penyelamatan-hutan/#respond Mon, 14 Mar 2022 04:00:13 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=35567 Perusahaan produk gaming ternama asal Amerika Serikat, Razer, kini mulai mencoba untuk merambah dunia fesyen berkelanjutan. Mereka baru saja berkolaborasi dengan produsen sepatu bernama Cariuma untuk menghadirkan koleksi sneakers ramah […]]]>

Perusahaan produk gaming ternama asal Amerika Serikat, Razer, kini mulai mencoba untuk merambah dunia fesyen berkelanjutan. Mereka baru saja berkolaborasi dengan produsen sepatu bernama Cariuma untuk menghadirkan koleksi sneakers ramah lingkungan dalam seri OCA.

Bukan tanpa alasan bagi Razer untuk menggandeng Cariuma dalam proses pengembangan produk sepatu mereka. Cariuma sendiri merupakan produsen sepatu ramah lingkungan yang selalu mengutamakan prinsip keberlanjutan. Mereka hanya menggunakan produk-produk daur ulang dan organik dalam setiap proses pembuatan sepatu dan kemasannya. Seluruh produk dibuat dengan jejak karbon yang minim dan juga dibuat oleh para pengrajin lokal.

Bersama dengan Cariuma, Razer menghadirkan sepatu sneakers OCA yang sepenuhnya terbuat dari kapas organik dan sol daur ulang. Selain itu, mereka juga membuat sol dalam berbahan dasar minyak mamona organik yang 100 % vegan. Cariuma memastikan bahwa seluruh bahan yang mereka gunakan bersifat bebas pestisida dan bebas pupuk kimiawi yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan.

Selain terbuat dari bahan-bahan organik dan ramah lingkungan, sepatu OCA juga berbekal misi mulia bagi alam. Sebagian pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan sepasang sepatu OCA akan Razer dan Cariuma gunakan untuk misi penyelamatan hutan. Mereka akan menanam 10 pohon di kawasan hutan hujan Brasil untuk setiap pasang sepatu OCA yang terjual.

“Bersama Razer, kami ingin memulihkan kembali keanekaragaman hayati di kawasan hutan hujan Brasil. Sejauh ini, kami telah menanam 120 spesies pohon di kawasan tersebut,” tulis Cariuma dalam situs resmi mereka.

Sepatu Sneakers Razer X Cariuma:  Simpel dan Timeless

Meskipun terbuat dari bahan-bahan organik dan daur ulang, sepatu sneakers OCA tetaplah berpenampilan menarik. Razer dan Cariuma menghadirkan sepatu OCA dengan desain yang simpel, klasik dan juga timeless. Model dari sepatu ini tidak akan termakan oleh jaman dan akan terus terlihat modis dari waktu ke waktu. Sepatu ini bersifat unisex dan cocok untuk kita gunakan dalam berkegiatan sehari-hari.

Razer dan Cariuma menghadirkan sepatu OCA dalam satu varian warna saja, yakni hitam. Setiap sepatu memiliki aksen berwarna hijau yang menarik pada bagian sol dalam dan sol luar. Selain itu, di tiap sisi sepatu OCA juga terdapat mascot Razer, Sneki Snek, yang terlihat lucu dan unik.

Bagaimana, apakah Sobat Greeners tertarik untuk mencoba sepatu yang satu ini?

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Situs Resmi Cariuma

Inhabitat

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/razer-hadirkan-sepatu-dengan-misi-penyelamatan-hutan/feed/ 0
Allbirds dan Adidas Rilis Sepatu Lari Rendah Karbon https://www.greeners.co/gaya-hidup/allbirds-dan-adidas-rilis-sepatu-lari-rendah-karbon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=allbirds-dan-adidas-rilis-sepatu-lari-rendah-karbon https://www.greeners.co/gaya-hidup/allbirds-dan-adidas-rilis-sepatu-lari-rendah-karbon/#respond Mon, 10 Jan 2022 03:27:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=34920 Perusahaan pakaian olahraga terkemuka asal Selandia Baru-Amerika, Allbirds, telah berkolaborasi dengan Adidas untuk meluncurkan sepatu berkelanjutan. Mereka merilis sepatu lari bernama Futurecraft Footprint yang ramah lingkungan dan juga rendah jejak […]]]>

Perusahaan pakaian olahraga terkemuka asal Selandia Baru-Amerika, Allbirds, telah berkolaborasi dengan Adidas untuk meluncurkan sepatu berkelanjutan. Mereka merilis sepatu lari bernama Futurecraft Footprint yang ramah lingkungan dan juga rendah jejak karbon.

Melansir dari Livekindly, setiap pasang sepatu Futurecraft Footprint memiliki jejak karbon di bawah 3 kilogram. Diperlukan waktu selama 12 bulan bagi Allbirds dan Adidas untuk bisa menciptakan sepatu dengan jejak karbon yang rendah. Ini merupakan prestasi bagi kedua brand tersebut, karena menurut studi yang dilakukan oleh Institut Teknologi Massachusetts (MIT), rata-rata sepasang sepatu lari umumnya menghasilkan 13 kilogram emisi karbon dioksida.

“Sepatu kami memang belum sepenuhnya bebas karbon, namun ini baru permulaan. Ke depannya, kami yakin bahwa kami bisa menjadi lebih baik lagi untuk planet bumi,” tulis Allbirds dalam situs resmi mereka. “Berkolaborasi dengan Adidas dapat mempercepat tujuan keberlanjutan kami secara menyeluruh.”

Sepatu lari Futurecraft Footprint memiliki jejak karbon yang rendah karena terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan. Untuk membuat sepasang sepatu lari, Allbirds dan Adidas menggunakan 77 % poliester daur ulang dan 23 % bubur kayu. Mereka juga membuat midsole dan outsole pada sepatu tersebut dengan menggunakan tebu serta karet daur ulang.

Ringan, Nyaman dan Modis

Tak hanya mengutamakan prinsip keberlanjutan, Allbirds dan Adidas juga mementingkan aspek kenyamanan dalam menciptakan sepatu Futurecraft Footprint. Karena hampir sepenuhnya terbuat dari bahan-bahan daur ulang, sepatu lari tersebut memiliki bobot yang ringan dan nyaman untuk digunakan. Setiap sepatu juga memiliki sol dalam yang empuk.

Sama seperti produk Allbirds dan Adidas pada umumnya, sepatu lari Futurecraft Footprint juga memiliki desain yang modis. Setiap pasang sepatu memiliki penampilan minimalis yang modern sehingga sepatu ini cocok untuk dikenakan oleh siapapun. Sepatu unisex yang satu ini hanya terdiri dari satu pilihan warna, yakni warna putih.

Sebagai informasi, sepatu Futurecraft Footprint pertama kali Allbirds dan Adidas luncurkan pada 15 Desember lalu. Saat ini, sepatu tersebut masih tersedia dalam jumlah yang sangat terbatas di beberapa toko-toko Allbirds dan Adidas yang tersebar di beberapa negara.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Livekindly

Situs Resmi Allbirds

Situs Resmi Adidas

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/allbirds-dan-adidas-rilis-sepatu-lari-rendah-karbon/feed/ 0
NODE, Sepatu Modis Berbahan Baku Limbah Tani https://www.greeners.co/ide-inovasi/node-sepatu-modis-berbahan-baku-limbah-tani/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=node-sepatu-modis-berbahan-baku-limbah-tani https://www.greeners.co/ide-inovasi/node-sepatu-modis-berbahan-baku-limbah-tani/#respond Fri, 26 Nov 2021 04:39:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=34521 Jakarta (Greeners) – Brand asal Indonesia, NoDeforestation atau NODE mengeluarkan produk sepatu ramah lingkungan. Seri sepatu slip on yang diberi nama NODE-Hari Merdeka ini terbuat dari 100 % bahan alami […]]]>

Jakarta (Greeners) – Brand asal Indonesia, NoDeforestation atau NODE mengeluarkan produk sepatu ramah lingkungan. Seri sepatu slip on yang diberi nama NODE-Hari Merdeka ini terbuat dari 100 % bahan alami dan dapat terdekomposisi setelah masa pakai tiga tahun.

Founder NODE David Chrisnaldi mengatakan, brand sepatunya ini tak hanya 100 % terbuat dari bahan alami, namun juga tidak mengandung solvent berbahaya. NODE juga memiliki sertifikat bebas logam berat, mikroplastik dan bahan kimia berbahaya.

“Komponen kami sudah 100 % berasal dari tanaman. Kami juga satu-satunya jenama alas kaki Indonesia yang membuat beberapa komponennya sendiri dan dapat membuktikan secara ilmiah klaim ramah lingkungan kami,” kata David kepada Greeners, di Jakarta, baru-baru ini.

Ia menambahkan, bagian upper sepatu NODE terbuat dari bahan kenaf dan rami diperkuat dengan goni. Untuk insolenya berasal dari latex foam. Sementara untuk outsolenya berasal dari sekam padi.

Meski begitu, David mengungkapkan pasokan bahan baku yang belum seragam antara kualitas dan kuantitasnya menjadi salah satu kesulitan yang mereka hadapi ketika memproduksi sepatu ramah lingkungan ini.

“Pada pembuatan komponen elastomer bio perlu pendekatan racikan dan proses baru. Pengujian biodegradasi yang ada pun masih diperuntukan untuk polimer atau elastomer sederhana. ISO-14855 hanya dapat digunakan untuk kemasan bioplastik dan bukan elastomer dengan tuntutan performa fisik yang berat,” paparnya.

Komitmen Node Menjaga Alam

David menjelaskan, upaya pertumbuhan ekonomi selalu berbanding lurus dengan eksploitasi hutan yang membawa dampak kerusakan permanen. Oleh sebab itu melalui sepatu ini, pihaknya berupaya mengingatkan bahwa keragaman flora dan fauna dalam bumi harus terus lestari.

“Seri NODE-Hari Merdeka ini kami buat bertepatan dengan santernya perbincangan seputar event COP-26. Kami melihat upaya pertumbuhan ekonomi selalu berbanding lurus dengan eksploitasi hutan yang membawa dampak kerusakan permanen,” ungkap David.

Brand sepatu lokal ini juga berkomitmen dalam menjaga kelestarian alam. David juga bertekad bahwa menjadi modis namun tetap ramah lingkungan dapat publik lakukan bersamaan lewat sepatu NODE ini.

“Mungkin sepatu kami bisa menjadi salah satu solusi penebangan hutan yang masif saat ini. Karena kami berupaya menggunakan bahan baku dari limbah tani, tanaman lahan marjinal dan over produce komoditi. NODE berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam. NODE percaya bahwa kita bisa menjadi modis dan ramah lingkungan pada saat bersamaan,” imbuh David.

David menambahkan, untuk target pasar seri Hari Merdeka ini, NODE menyasar komunitas pecinta lingkungan hidup dan komunitas seniman. Dari segi harga, NODE yakin dapat menekan harga sepatu apabila harga komponen dan produksi menjadi lebih murah. Bahkan jika penjualan meningkat hingga fase skala industri besar sudah tercapai.

NODE ingin kehadiran sepatu ramah lingkungan ini, mengajak generasi muda ikut menjaga alam. Foto: NODE

Pencapaian Tujuan untuk Kelestarian Bumi

Masih sedikitnya pelaku industri yang peduli terhadap lingkungan membuat NODE berkeinginan untuk menyadarkan mereka agar mau bersama-sama menciptakan solusi untuk kelestarian bumi.

“Yang ingin kami capai adalah kesadaran semua pelaku industri untuk bersama-sama menciptakan solusi nyata bagi kelestarian bumi dan isinya,” tutur David.

Selain itu NODE juga ingin mengajak generasi muda menyadari kalau pemenuhan kebutuhan sandang bisa tercapai tanpa harus menebang hutan. 

Di seri sepatu slip on ini, NODE pun menampilkan fauna langka dilindungi di Indonesia yang terancam keberadaannya. Fauna tersebut yakni, bekantan, badak bercula satu, gajah sumatra dan rangkong gading. 

“Proyek kampanye ini juga bertujuan mengingatkan ke semua orang yang melihat visual dalam sepatu tersebut bisa memulai langkah dalam menjaga kelestarian alam dan hutan,” ucapnya.

Koleksi slip on ini akan NODE jual terbatas. Publik bisa memesannya secara preorder di official store Shopee maupun website www.noderorganic.com dengan harga Rp 899.000.

Ke depannya, NODE juga akan terus berinovasi dengan mengeluarkan produk-produk lain yang tentunya ramah lingkungan. Dalam waktu dekat ini, NODE telah berencana mengeluarkan produk sandal. Keistimewaan dari sandal ini yaitu berbahan non polutan.

“Ke depan kami sedang menyiapkan seri sandal biodegradable dengan harga terjangkau. Sandal ini akan di desain dengan grip yang sempurna di lantai basah. Bahan yang kami gunakan juga akan non polutan ketika terbiodegradasi,” tandas David.

Penulis : Fitri Annisa

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/node-sepatu-modis-berbahan-baku-limbah-tani/feed/ 0
Reclypse, Sepatu Kets dari Limbah Jaring Ikan https://www.greeners.co/gaya-hidup/reclypse-sepatu-kets-dari-limbah-jaring-ikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=reclypse-sepatu-kets-dari-limbah-jaring-ikan https://www.greeners.co/gaya-hidup/reclypse-sepatu-kets-dari-limbah-jaring-ikan/#respond Mon, 23 Aug 2021 04:05:17 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=33594 Limbah jaring ikan mungkin tidak terdengar seperti bahan yang ideal untuk membuat sepatu. Namun melalui tangan dingin desainer Stella McCartney, bahan tersebut dapat bertransformasi menjadi sepatu kets yang menarik. Ya, […]]]>

Limbah jaring ikan mungkin tidak terdengar seperti bahan yang ideal untuk membuat sepatu. Namun melalui tangan dingin desainer Stella McCartney, bahan tersebut dapat bertransformasi menjadi sepatu kets yang menarik. Ya, baru-baru ini Stella telah meluncurkan produk sepatu kets terbarunya, Reclypse, yang terbuat dari limbah jaring ikan.

“Saya terinspirasi untuk membuat sepatu Reclypse dari limbah jaring ikan karena saya tidak mau menciptakan sampah baru dalam industri fesyen. Jumlah sampah yang dihasilkan oleh industri fesyen benar-benar fantastis, dan ini sangat mengejutkan,” ujar Stella dalam Livekindly.

Selain terbuat dari limbah jaring ikan, Reclypse juga terbuat dari bahan-bahan daur ulang lainnya seperti poliester daur ulang dan nilon bekas bernama Econyl. Stella juga menggunakan bahan lain seperti kulit vegan untuk membuat sepatunya tersebut. Ia memastikan bahwa sepatu kets terbarunya benar-benar ramah lingkungan dan juga vegan.

Meskipun sepatu Reclypse terbuat dari bahan-bahan yang tidak biasa, bukan berarti bahwa sepatu ini tidak memiliki penampilan yang menarik. Stella menghadirkan sepatu terbarunya dalam berbagai pilihan warna cerah yang cantik, seperti kuning, biru, dan juga krem. Sepatu tersebut juga dilengkapi dengan tractor sole yang unik dan menambah kesan atletis.

Reclypse Bukanlah yang Pertama

Stella McCartney bukanlah pemain baru dalam dunia fesyen berkelanjutan, dan Reclypse bukanlah produk berkelanjutan pertama yang ia ciptakan. Sebelumnya, Stella telah menghadirkan koleksi tas, sendal, hingga pakaian renang yang juga terbuat dari nilon bekas Econyl. Ia juga merupakan salah satu desainer yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya penggunaan produk fesyen berkelanjutan.

Selain itu, Stella McCartney juga bukan satu-satunya merek yang menggunakan limbah untuk membuat sepatu kets ramah lingkungan dan vegan. Beberapa merek ternama lainnya seperti Nike, Nat-2, dan Kat Von D juga telah menghadirkan koleksi sepatu yang terbuat dari limbah plastik dan limbah makanan. Meskipun demikian, produk dari Stella McCartney memiliki keunikan tersendiri yang dapat menarik perhatian para konsumen.

Sebagai informasi, sepatu Reclypse sendiri tergabung dalam koleksi Stella McCartney’s Winter 2021. Sepati ini akan dirilis pada  tanggal 25 Agustus mendatang. Apakah Sobat Greeners tertarik untuk mencobanya?

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Livekindly

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/reclypse-sepatu-kets-dari-limbah-jaring-ikan/feed/ 0
Node: Manfaatkan Limbah Pertanian sebagai Bahan Alas Kaki Berkelanjutan https://www.greeners.co/ide-inovasi/node/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=node https://www.greeners.co/ide-inovasi/node/#respond Sat, 23 Jan 2021 08:00:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=31167 Keadaan bumi yang kian memburuk mengharuskan bisnis menciptakan variasi produk yang tak hanya berguna untuk manusia, tetapi juga ramah lingkungan. Berdasarkan pemikiran inilah, NODE hadir sebagai perusahaan desain produk yang fokus pada pembuatan produk ramah lingkungan.]]>

Memanfaatkan sekam padi menjadi bio-silika, Node menjadi pion di bidang mode berkelanjutan di Tanah Air. Mereka fokus berinovasi dengan alas kaki yang terbuat dari limbah industri pertanian atau agricultural waste.

Produk bisnis makin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Kini bisnis juga harus memikirkan, bagaimana menciptakan variasi produk yang tak hanya berguna untuk manusia tetapi juga mulai memperhatikan apakah produk ramah lingkungan atau tidak.

Sebab, kita tak bisa memungkiri akan keadaan bumi saat ini yang kian memburuk. Berdasarkan dasar pemikiran inilah, Node hadir sebagai perusahaan desain produk yang berfokus pada pembuatan produk ramah lingkungan.

Node adalah brand yang berasal dari Indonesia. Merek ini mengkhususkan diri dalam memproduksi sepatu ramah lingkungan. Bahan sepatunya hampir 95% bahan alami.

Mereka menggunakan kapas bambu untuk bagian atas sepatu dan sutra pada bagian label. Kemudian, tali sepatunya berbahan katun warna putih. Bagian navy dan kuning dari kenaf juga sekam padi (yang dibuat menjadi bio-silika sebagai salah satu pengisi sol sepatu). Selain itu juga menggunakan karet alam serta resin pinus untuk sol sepatu.

Node alias No Deforestation

Merek ini terbentuk sebagai implementasi hasil penelitian gabungan antara Balai Besar Pascapanen Kementerian Pertanian dengan PT. Triangkasa Lestari Utama.

Mereka memanfaatkan sekam padi menjadi bio-silika dan fungsinya sebagai filler penguat pada karet. Node membuat outsole karet yang bersifat dapat terurai secara alami di alam dan juga menahan Anda supaya tidak tergelincir. Produk sepatu dan sandalnya juga oil resistance. Selain menyelamatkan lingkungan, produk Node juga bisa menyelamatkan Anda dari tegangan listrik.

Prototipe pertamanya dalam bentuk sandal yang diluncurkan pada awal 2019. Setelah itu, Oktober 2020 mereka launching bio-sneakers dengan komposit sol karet yang sudah disempurnakan.

“Kami melihat ada potensi bisnis masa depan, agricultural waste management system yang produk keluarannya komponen fashion. Tujuan jangka panjang kami adalah commonwealth dan pelestarian alam,” tutur pendiri Node, David Chrisnaldi kepada Greeners.

alas kaki node

Node memanfaatkan sekam padi menjadi bio-silika dan fungsinya sebagai filler penguat pada karet. Foto: Node.

Alasan Menjalani Bisnis Ramah Lingkungan

Mengusung konsep berkelanjutan, Node memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian alam. Setelah penggunaan sepatu tiga tahun, sol sepatu ini berangsur-angsur dapat terdekomposisi  menjadi pupuk.

“Pada akhirnya semua produk akan go green dan sustainable. Alangkah baiknya jika dimulai dari agricultural waste,” ucap David.

Mereka menciptakan bumi yang berkelanjutan dengan menggunakan bahan yang memaksimalkan penggunaan lahan, seperti penggunaan produk sampingan pertanian dan produksi komoditas yang berlebihan. Node sendiri berarti No Deforestasion.

Tak hanya mengurangi deforestasi, tetapi produk yang mereka ciptakan terurai menjadi pupuk. Mereka merekayasa bahan-bahan tersebut lebih lanjut sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus membusuk.

Produk Node biodegradable dan tidak menyebarkan racun saat membusuk. Ini karena sandal Node tidak mengandung 5 polutan yaitu timbal (Pb), timah (Sn), kadmium (Cd), arsen (As), dan Chromium VI. Terbukti aman untuk air dan tanah.

David mengatakan, mereka bisa mendekomposisi outsole, kain dan latex insole menjadi media tanaman.

“Meskipun ada beberapa orang bilang sertifikat decomposed powder kami menyerupai pupuk. Ujung tali sepatu dan bagian yang melekat pada benang dan eyestay akan kami buat non reinforce filler untuk produk-produk statis seperti conblock, composite board, dan lain-lain. Fasilitas ini rencana yang kami kejar untuk tercapai maksimal 2 tahun ke depan,” tambahnya.

Mereka juga menjual konsep produk (prototipe) dan menggunakan dana tersebut untuk penelitian berkelanjutan dalam bahan ramah lingkungan.

node sepatu berkelanjutan

David Chrisnaldi, pendiri Node, mengatakan mereka bisa mendekomposisi outsole, kain dan latex insole menjadi media tanaman. Foto: Node.

Baca juga: Sepatu Hiking dari Sampah Lautan

Macam produk Node

Pabriknya yang ada di Cicurug, Sukabumi memproduksi produk-produk berupa sepatu dan sandal dengan kisaran harga Rp420,000.00 – Rp799,000.00.

“Kami juga menjual bio-silica outsole untuk start up sneakers Linax di Selandia Baru. On going project kami adalah Eco-friendly Safety Shoes. Sedang proses komunikasi dengan beberapa perusahaan kelapa sawit dan otomotif,” tambah David.

Produk ini juga berupaya sesegera mungkin punya komponen bio material yang komplit dari limbah pertanian.

“Kita dikejar waktu untuk segera menghentikan kerusakan alam. Situasi kritis,” ujar David.

Menjadi modis dan ramah lingkungan, kenapa tidak?

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

Sumber:

Website NODE

Instagram NODE

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/node/feed/ 0