sustainable fashion - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/sustainable-fashion/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 24 May 2024 06:20:23 +0000 id hourly 1 Artis di Met Gala 2024 Tampil dengan Busana Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/artis-di-met-gala-2024-tampil-dengan-busana-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=artis-di-met-gala-2024-tampil-dengan-busana-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/artis-di-met-gala-2024-tampil-dengan-busana-ramah-lingkungan/#respond Sat, 25 May 2024 05:12:41 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=43864 Para artis ternama tampil memukau di ajang tahunan Met Gala 2024. Mereka menampilkan berbagai busana dengan menerapkan konsep ramah lingkungan atau sustainable fashion. The Wellness Feed melansir bahwa tahun ini Met Gala 2024 […]]]>

Para artis ternama tampil memukau di ajang tahunan Met Gala 2024. Mereka menampilkan berbagai busana dengan menerapkan konsep ramah lingkungan atau sustainable fashion.

The Wellness Feed melansir bahwa tahun ini Met Gala 2024 mengangkat tema “The Garden of Time,” yang terinspirasi oleh J.G. Cerpen Ballard dan sejalan dengan pameran Met “Sleeping Beauties: Reawakening Fashion”. Tema tersebut telah menampilkan berbagai busana yang bernuansa tumbuhan. Hal itu memicu para selebritas yang memikirkan bagaimana cara menerapkan fesyen ramah lingkungan pada penampilannya.

BACA JUGA: Yuk Berikan Kesempatan Kedua pada Pakaian Usang

Mulai dari pakaian bekas dan vintage, bahan daur ulang, hingga berlian hasil laboratorium. Para selebritas ini menunjukkan kepada dunia bagaimana keberlanjutan dan gaya dapat hidup bisa selaras. Berikut deretan artis yang tampil memukan di ajang Met Gala 2024!

1. Zendaya Pakai Gaun Lawas Era Tahun 90-an

Aktris Amerika Zendaya tampil dengan gaun hitam dan hiasan kepala bermotif bunga besar yang sangat memukau. Busana yang ia pakai merupakan tampilan vintage dari koleksi haute-couture Grantchy tahun 1996 karya John Galliano. Busana ini menjadi pengingat bahwa penggunaan kembali busana lama juga merupakan hal yang glamor.

2. Kendall Jenner Tampil Memukau dengan Busana Lawas

Tak hanya Zendaya, tetapi Kendall Jenner juga memakai busana yang serupa dengan konsep busana lawas atau vintage. Model asal Amerika ini memakai gaun hitam berkilau dengan ramping. Busana yang cantik tersebut merupakan koleksi busana Alexander McQueen tahun 1999 dari koleksi busana Givechy.

Kendall Jenner tampil dengan tampilan gaya vintage di era-90an. Penampilan dengan bernuansa gaun hitam sangat berkilau dan ramping. Busana tersebut merupakan koleksi busana Alexander McQueen tahun 1999 dari koleksi busana Givechy.

Artis di Met Gala 2024 tampil dengan busana ramah lingkungan. Foto: Getty Images

Artis di Met Gala 2024 tampil dengan busana ramah lingkungan. Foto: Getty Images

3. Charli XCX Tampil dengan Busana Daur Ulang

Penyanyi Charli XCX menggunakan busana daur ulang untuk penampilannya di Met Gala 2024. Gaun putih Marni yang Charli pakai terbuat dari kaos daur ulang di era 1950-an-1970-an. Meskipun terbuat dari bahan daur ulang, tetapi tampilan busana ramah lingkungan ini terlihat cantik dan elegan.

BACA JUGA: Royal Ascot Ajak Tamu untuk Gunakan Pakaian Lama

4. Tiga Selebritas Pakai Fesyen Ramah Lingkungan Koleksi Stella McCartney

Stella McCartney adalah perancang busana ramah lingkungan yang terkenal. Tahun ini, ia tidak hanya mendandani dirinya dengan tampilan ramah lingkungan. Selebritas Cara Delevinge, FKA Twigs, dan Ed Sheeran juga ia dandani dengan busana ramah lingkungan.

Bahan yang digunakan dalam pakaian selebritas, termasuk berlian VRAI, Stella kembangkan secara berkelanjutan di laboratorium. Bahan viscose yang dan benang alpaka yang Stella produksi juga memiliki material ramah lingkungan dan bersumber secara bertanggung jawab.

5. Janelle Monae Tunjukkan Busana dari Botol Plastik Daur Ulang

Penyanyi Janelle Monae tahun ini dengan tampil di Met Gala dalam balutan gaun Vera Wang yang terbuat dari botol plastik daur ulang. Gaun itu berbentuk melingkar dan bermotif bunga. Dengan demikian, gaun couture ini secara langsung memberikan pesan bahwa melestarikan lingkungan bisa dilakukan lewat mode.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/artis-di-met-gala-2024-tampil-dengan-busana-ramah-lingkungan/feed/ 0
Gaya Hidup Ramah Lingkungan Ala Emma Watson https://www.greeners.co/gaya-hidup/gaya-hidup-ramah-lingkungan-ala-emma-watson/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gaya-hidup-ramah-lingkungan-ala-emma-watson https://www.greeners.co/gaya-hidup/gaya-hidup-ramah-lingkungan-ala-emma-watson/#respond Sun, 29 Jan 2023 04:00:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=38770 Bagi Sobat Greeners penikmat film Harry Potter pasti sudah tidak asing dengan salah satu pemeran utamanya yakni Emma Charlotte Duerre Watson. Mengawali karir sejak berusia sembilan tahun, kini Emma banyak […]]]>

Bagi Sobat Greeners penikmat film Harry Potter pasti sudah tidak asing dengan salah satu pemeran utamanya yakni Emma Charlotte Duerre Watson. Mengawali karir sejak berusia sembilan tahun, kini Emma banyak membintangi berbagai judul layar lebar dan sukses menjadi aktris ternama dunia.

Tidak hanya meniti karir yang cemerlang, Emma ternyata cukup aktif dalam bidang sosial dan lingkungan Sobat Greeners. Ia terkenal sebagai duta PBB, aktivis perempuan, praktisi gaya hidup ramah lingkungan hingga fesyen berkelanjutan. Perempuan kelahiran Inggris ini seringkali terlihat menggunakan pakaian daur ulang pada acara-acara besar yang ia hadiri.

Menurut Emma, untuk memulai gaya hidup lebih sehat dan ramah lingkungan, Sobat Greeners bisa memulainya dengan membuat sebuah rutinitas sederhana. Emma sendiri juga memiliki rutinitas-rutinitas sederhana yang membuatnya tetap konsisten dalam gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Yuk kita simak!

1. Jadikan Perawatan Diri Sebagai Prioritas

Sebagai public figure, Emma tentu memiliki jadwal yang sibuk dan padat. Maka dari itu, ketika memiliki waktu luang ia akan melakukan perawatan tubuh atau self pampering. Seperti membersihkan diri (creambath, lulur atau relaksasi), berolahraga, hingga melakukan meditasi.

2. Mencari Tahu Hal Baru

Memiliki minat yang sama dengan karakter Hermione Granger di Harry Potter, Emma Watson ternyata memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan gemar membaca buku. Sobat Greeners pasti dapat melihat kebiasaan ini dalam media sosial pribadi Emma, ia kerap membagikan kegiatannya sedang membaca buku di Instagram.

3. Kenali Apa yang Kamu Gunakan

Sebagai salah satu aktivis dalam mode berkelanjutan, Emma sering mengingatkan pentingnya menggunakan kain dan bahan yang bersumber secara lokal dan organik dalam pakaian.

Pada beberapa waktu, Emma juga sering menggunakan pakaian lamanya ataupun pakaian daur ulang. Salah satunya pada penampilannya ketika sedang mempromosikan film Beauty and the Beast.

“Ini bukan hanya tentang apa yang kamu beli, tapi tentang kegunaan dan berapa kali kamu akan memakai pakaian tersebut? Pertanyaan itu yang akan membuat sesuatu menjadi etis dan berkelanjutan,” papar Emma.

4. Menggunakan Produk Alami

Untuk mencapai hidup lebih sehat dan ramah lingkungan, Emma juga berusaha untuk selalu menggunakan produk alami dalam rutinitasnya. Salah satunya produk perawatan kulit dan make up.

“Sebagian besar barang yang saya beli, saya usahakan sebisa mungkin untuk bebas bahan kimia. Tetapi ada beberapa hal yang belum bisa kamu temukan, seperti maskara alami yang tahan air. Saat ini saya masih berusaha untuk menggantinya dengan produk mengandung bahan alami,” jelasnya.

Penulis: Zahra Shafira

Editor : Ari Rikin

Sumber:

Well and Good

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/gaya-hidup-ramah-lingkungan-ala-emma-watson/feed/ 0
Perkuat Kolaborasi Wujudkan Fesyen Berkelanjutan di Indonesia https://www.greeners.co/aksi/perkuat-kolaborasi-wujudkan-fesyen-berkelanjutan-di-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perkuat-kolaborasi-wujudkan-fesyen-berkelanjutan-di-indonesia https://www.greeners.co/aksi/perkuat-kolaborasi-wujudkan-fesyen-berkelanjutan-di-indonesia/#respond Thu, 01 Dec 2022 04:20:36 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=38139 Jakarta (Greeners) – Lembaga nirlaba tekstil berkelanjutan, Rantai Tekstil Lestari (RTL) terus mendorong penguatan kolaborasi untuk mewujudkan transformasi industri tekstil dan fesyen berkelanjutan di Indonesia. Pada saat ini, Industri Tekstil […]]]>

Jakarta (Greeners) – Lembaga nirlaba tekstil berkelanjutan, Rantai Tekstil Lestari (RTL) terus mendorong penguatan kolaborasi untuk mewujudkan transformasi industri tekstil dan fesyen berkelanjutan di Indonesia.

Pada saat ini, Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) menjadi salah satu sektor industri prioritas Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, industri tekstil dan pakaian meningkat sebesar 13,74 % menjadi Rp 35,17 triliun pada kuartal II/2022. Sebelumnya Rp 30,92 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data tersebut, industri tekstil berperan penting dalam terciptanya industri hijau yang ramah lingkungan dan sirkular.

Ketua Umum Rantai Tekstil Lestari Basrie Kamba mengatakan, industri fesyen global senilai US$ 1,3 triliun per tahun sedang memasuki era pembangunan yang berkelanjutan dan sirkular. Indonesia, dengan nilai ekspor sebesar US$ 13 miliar tahun lalu, masih merupakan produsen tekstil penting dan inti dalam rantai pasokan dunia.

“Reformasi rantai industri sirkular dan praktik ekonomi sirkular di industri TPT global, tentunya akan memberikan tantangan sekaligus peluang bagi para pemain Indonesia,” kata Basrie pada acara “Indonesia Sustainable Conference 2022” yang RTL gelar di Jakarta, baru-baru ini.

Peta Jalan Industri Tekstil

Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid, mengharuskan pelaku industri tekstil dan fesyen untuk menerapkan prinsip keberlanjutan pada seluruh mata rantai operasional. Hal ini sejalan dengan KADIN Net Zero Hub, yakni ekosistem yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan dalam energy transition untuk mengurangi emisi.

Untuk mewujudkan ekosistem fesyen berkelanjutan, Rantai Tekstil Lestari melaksanakan kolaborasi dengan beberapa pihak, salah satunya Bappenas.

Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, sudah saatnya industri fesyen memiliki peraturan untuk mengatur seluruh proses kegiatan.

Ia menegaskan, Bappenas berkomitmen untuk ikut mewujudkan terbentuknya masterplan tekstil Indonesia. Dimana di dalamnya ada peta jalan transformasi industri tekstil dan fesyen yang berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi, nantinya kita dapat menyusun peta jalan yang sejalan dengan prinsip SDGs. Yaitu dengan pendekatan perencanaan pembangunan yang tematis, holistik, integratif dan spasial,” paparnya.

RTL mewadahi para pemangku kepentingan di bidang tekstil dan fashion untuk mendengarkan dan bertukar pendapat mencari jalan keluar pada isu sosial, ekonomi, lingkungan, dan teknologi di bidang fashion di tanah air. Foto: RTL

Geliat Fesyen Berkelanjutan di Indonesia

Saat ini, komitmen fesyen berkelanjutan juga mulai menggeliat dalam industri fesyen di Indonesia. Menurut General Secretary Indonesia Textile Association Michelle Tjokrosaputro, beberapa pabrik pakaian di tanah air sudah mengalami kemajuan teknologi. Mereka menggunakan teknologi yang dapat menghemat air, listrik dan juga energi.

Namun ia juga mengatakan, di sisi lain juga terdapat beberapa produsen yang belum mampu untuk menyeimbangkan peraturan dan memperbarui teknologi. Dalam hal ini infrastruktur juga menjadi hambatan bagi para produsen lokal.

Dengan kata lain, komitmen fesyen berkelanjutan sudah mulai meningkat, namun para produsen masih terhambat untuk mengakses teknologi dan infrastruktur secara merata.

“Indonesia memiliki banyak artisan atau pengrajin. Mereka membutuhkan rangkulan dan dukungan teknologi. Juga infrastruktur untuk memastikan transisi menuju sustainable fashion berjalan dengan baik,” katanya.

Sedangkan bagi sisi konsumen, topik fesyen berkelanjutan masih hilang timbul dari permukaan. Tidak hanya sebagai trend fesyen, fesyen berkelanjutan seharusnya menjadi gaya hidup yang bisa masyarakat adopsi. Untuk mencapai hal tersebut, maka masyarakat membutuhkan perluasan informasi dan edukasi yang mudah untuk diakses.

“Terkadang masyarakat tidak tahu harus mulai dari mana untuk mengakses informasi ini. Maka dari itu, saya pikir tidak hanya tentang kolaborasi, melainkan juga harus melibatkan edukasi,” ujar Michelle.

Sejalan dengan hal itu, Board of Supervisor Rantai Tekstil Lestari Anya Sapphira mengatakan, edukasi tersebut bisa konsumen dapatkan dari hal-hal kecil di sekitar. Seperti petunjuk pemakaian dan perawatan pada label pakaian, hingga material yang digunakan. Walaupun hal kecil, namun bisa membuat kita untuk menjadi konsumen yang lebih berkesadaran.

“Ketika kita membicarakan sustainable fashion, itu tidak hanya tentang proses produksi. Itu juga adalah perilaku, tentang pola konsumsi dari setiap konsumen. Pola ini penting untuk menentukan komitmen sustainable fashion di Indonesia,” jelasnya.

Penulis: Zahra Shafira

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/perkuat-kolaborasi-wujudkan-fesyen-berkelanjutan-di-indonesia/feed/ 0
Pinatex, Alternatif Produk Tekstil Kulit Berbahan Dasar Tanaman https://www.greeners.co/gaya-hidup/pinatex-alternatif-produk-tekstil-kulit-berbahan-dasar-tanaman/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pinatex-alternatif-produk-tekstil-kulit-berbahan-dasar-tanaman https://www.greeners.co/gaya-hidup/pinatex-alternatif-produk-tekstil-kulit-berbahan-dasar-tanaman/#respond Tue, 05 Jul 2022 04:00:19 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=36626 Manusia dan lingkungan merupakan dua hal yang akan selalu hidup berdampingan. Apapun produk dan aktivitas yang manusia lakukan akan memberi dampak ke lingkungan. Seperti produk fesyen yang kita tahu banyak […]]]>

Manusia dan lingkungan merupakan dua hal yang akan selalu hidup berdampingan. Apapun produk dan aktivitas yang manusia lakukan akan memberi dampak ke lingkungan. Seperti produk fesyen yang kita tahu banyak menghasilkan efek negatif terhadap lingkungan.

Ketika kita membicarakan “tren fesyen” produk berbahan kulit merupakan salah satu hal yang banyak mencuri perhatian. Tanpa kita sadari, produk berbahan kulit bisa “mematikan” lingkungan.

Biasanya produk tekstil kulit berbahan dasar kulit hewan tertentu atau kulit buatan berasal dari material plastik berbasis minyak bumi. Seperti polyurethane (PU) atau polyvinyl chloride (PVC). Keduanya amat buruk dalam proses produksi. Mereka dapat melepas zat toksin serta dapat mencemari tanah dan air tanah saat tidak lagi terpakai. Tidak hanya itu, masa pakai kulit buatan juga akan lebih singkat sehingga akan cepat menjadi limbah dan sulit terurai.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, seorang ahli produk kulit, Dr. Carmen Hijosa mengembangkan Pinatex. Pinatex merupakan alternatif produk kulit berbahan dasar tanaman yakni limbah serat daun nanas. Sebagai bahan dasar, Pinatex memanfaatkan limbah daun nanas pada perkebunan nanas di Filipina. Selain alami, material kulit tanaman juga tidak memerlukan sumber daya tambahan karena seluruhnya memanfaatkan bagian tanaman yang biasanya terbuang begitu saja.

Tidak Hanya Lingkungan, Pinatex Bantu Sejahterakan Petani Nanas

Perjalanan Pinatex bermula pada tahun 1990-an ketika Carmen menemukan produksi kulit sangat membawa dampak buruk pada lingkungan. Sejak itu ia terdorong untuk meneliti pengganti alternatif kulit yang berkelanjutan. Dalam menjalankan bisnisnya, Carmen memiliki visi untuk menghubungkan manusia, lingkungan dan ekonomi untuk menciptakan industri baru yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Karena selain dapat terurai secara hayati, Pinatex juga membantu petani nanas mendapatkan sumber pendapatan tambahan.

Proses pembuatan Pinatex atau daun nanas menjadi tekstil kulit juga menggunakan lebih sedikit sumber daya alam serta tidak menggunakan bahan kimia. Setelah musim panen nanas, daun tanaman yang tersisa akan dikumpulkan menggunakan wadah. Lalu serat panjangnya akan diekstraksi menggunakan mesin semi otomatis. Selanjutnya serat akan dicuci dan dikeringkan secara alami dengan sinar matahari.

Setelah kering serat daun nanas akan dicampur dengan asam polilaktat (PLA) berbasis jagung untuk membuat Pinafelt. Pinafelt merupakan jaring non-anyaman yang merupakan bahan dasar dari seluruh koleksi Pinatex. Sebagai sentuhan akhir, Pinafelt menggunakan pigmen bersertifikat Global Organic Textile Standard (GOTS) untuk bahan pewarnaan.

Meski terbuat dari bahan alami, Pinatex memiliki kekuatan, daya tahan, serta ketahanan air yang sama dengan produk tekstil kulit asli. Pinatex cocok dengan seluruh produk mode, seperti pakaian, alas kaki, furniture dan aksesoris. Saat ini Pinatex telah digunakan oleh lebih dari 1.000 merek di dunia termasuk Hugo Boss, H&M dan Hotel Bankside.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Situs Resmi Pinatex

Yanko Design

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/pinatex-alternatif-produk-tekstil-kulit-berbahan-dasar-tanaman/feed/ 0
Inilah Prediksi Tren Fesyen Berkelanjutan di Tahun 2022 https://www.greeners.co/gaya-hidup/inilah-prediksi-tren-fesyen-berkelanjutan-di-tahun-2022/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=inilah-prediksi-tren-fesyen-berkelanjutan-di-tahun-2022 https://www.greeners.co/gaya-hidup/inilah-prediksi-tren-fesyen-berkelanjutan-di-tahun-2022/#respond Fri, 31 Dec 2021 04:38:21 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=34821 Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas fesyen berkelanjutan atau sustainable fashion nampaknya terus mengalami peningkatan. Hal tersebut terbukti dengan semakin banyaknya rumah mode yang berlomba-lomba dalam menawarkan produk fesyen beretika. Selain […]]]>

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas fesyen berkelanjutan atau sustainable fashion nampaknya terus mengalami peningkatan. Hal tersebut terbukti dengan semakin banyaknya rumah mode yang berlomba-lomba dalam menawarkan produk fesyen beretika. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memegang prinsip quality over quantity dalam memilih produk fesyen juga semakin meningkat.

Tren fesyen berkelanjutan akan terus mengalami perkembangan dan perubahan di setiap tahunnya. Melansir dari The Ethos, inilah beberapa prediksi tren fesyen berkelanjutan yang akan muncul di tahun 2022.

1. Tren Fesyen Berkelanjutan 2022: Ucapkan Selamat Tinggal pada Kulit dan Bulu Hewan

Pada tahun 2022, penggunaan material hewani dalam dunia fesyen akan semakin berkurang karena tidak sejalan dengan prinsip fesyen berkelanjutan. Beberapa rumah mode ternama seperti Valentino dan Prada bahkan telah menghentikan penggunaan kulit dan bulu hewan dalam produk fesyen mereka. Sebagai gantinya, kini para pelaku industri fesyen mulai beralih terhadap penggunaan tekstil berbasis bio.

2. Penggunaan Kulit Alternatif Berbasis Tumbuhan Semakin Meningkat

Penggunaan kulit alternatif berbasis tumbuhan kemungkinan besar akan terus mengalami peningkatan di tahun 2022. Selain lebih ramah lingkungan, kulit alternatif tersebut juga dibuat secara beretika karena tidak menyakiti hewan. Pelaku industri fesyen berkelanjutan kini mulai beralih terhadap penggunaan kulit alternatif berbahan dasar kaktus, nanas, apel, hingga miselium.

3. Penggunaan Produk Fast Fashion Semakin Tertinggal

Para ahli mode memprediksi bahwa penggunaan produk fesyen berkelanjutan yang awet dan bersifat evergreen akan semakin populer di tahun 2022. Itu berarti, penggunaan produk fesyen cepat atau fast fashion akan semakin tertinggal. Produk fesyen cepat memang memiliki harga yang murah, namun produk tersebut juga berkualitas rendah dan kebanyakan diproduksi secara tidak etis.

4. Munculnya “Paspor” untuk Setiap Profuk Fesyen Berkelanjutan

Kemunculan “paspor” untuk setiap produk fesyen berkelanjutan akan menjadi tren di tahun 2022. Pada masa mendatang, setiap produk fesyen akan memiliki “paspor” berupa kode QR yang memuat beragam informasi mengenai produk tersebut. Dengan adanya “paspor” tersebut, para konsumen dapat mengetahui asal usul pakainnya secara lebih detail dan dapat lebih menghargai kerja keras para pembuat pakaian.

5. Semakin Mengutamakan Keberagaman

Setiap manusia memiliki tubuh dan kebutuhan yang berbeda-beda. Namun sayang, perbedaan tersebut terkadang dapat menimbulkan kesulitan ketika kita harus memilih pakaian. Tapi jangan khawatir, para ahli mode meyakini bahwa tren fesyen berkelanjutan di tahun 2022 akan semakin mengutamakan keberagaman.

Pada tahun 2022, akan tersedia banyak pakaian dalam beragam jenis dan ukuran. Selain itu, pakaian adaptif untuk mereka yang berkebutuhan khusus juga akan semakin mudah ditemukan. Pakaian pada masa mendatang dapat membuat pemakainya merasa lebih menjadi diri sendiri dan semakin mencintai tubuh mereka.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

The Ethos

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/inilah-prediksi-tren-fesyen-berkelanjutan-di-tahun-2022/feed/ 0
I AM ECCU, Terapkan Konsep Mode Berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/i-am-eccu-terapkan-konsep-mode-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=i-am-eccu-terapkan-konsep-mode-berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/i-am-eccu-terapkan-konsep-mode-berkelanjutan/#respond Tue, 10 Aug 2021 08:34:21 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=33523 Jakarta (Greeners) – Trend mode pakaian sangat bervariasi dan sangat cepat berganti. Saat ini, pakaian tidak hanya menjadi pelindung tubuh saja, ia terlihat lebih banyak sebagai representasi diri dan mode. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Trend mode pakaian sangat bervariasi dan sangat cepat berganti. Saat ini, pakaian tidak hanya menjadi pelindung tubuh saja, ia terlihat lebih banyak sebagai representasi diri dan mode. Hal itu tidak sepenuhnya salah, namun ada baiknya kita tidak melupakan esensi dan fungsi utama dari pakaian itu sendiri.

Clarissa Octavia, meyakini tren berpakaian saat ini tidak sebanding dengan dampak yang akan alam terima. Karena masih banyak pihak yang menggunakan bahan yang tidak ramah lingkungan untuk produk-produk mereka. Melihat ancaman tersebut, Clarissa menciptakan merek I AM ECCU pada tahun 2018.

Perempuan lulusan Desain Interior yang suka menjahit ini mengatakan, tujuannya menciptakan brand tersebut untuk memberikan opsi bagi konsumen sebelum berbelanja pakaian. Ia berharap bisa memberikan pengetahuan bagi masyarakat bahwa dengan opsi yang tepat, manusia dapat meminimalisir dampak yang akan terjadi pada alam.

“Aku tuh pengen bantu perempuan-perempuan tuh untuk bisa mengetahui lebih banyak kayak oh ternyata ada yang lebih baik dari yang lain,” ucap Clarissa kepada Greeners, pada Kamis (05/08/2021).

Mengenal I AM ECCU Lebih Jauh

I AM ECCU merupakan brand pakaian yang berasal dari Kota Kembang, Bandung. Clarissa menjelaskan kata ECCU merupakan singkatan dari Eco Friendly Conscious. Dengan kata lain arti dari I AM ECCU merupakan I am Eco Friendly Conscious atau saya secara sadar telah ramah lingkungan.

Alasannya sederhana, selain ingin mengenalkan bahwa produknya ramah dengan lingkungan. Clarissa ingin nama tersebut menjadi mantra dan sebagai reminder kepada konsumen.

“Karena aku pengen ngebranding juga kan, lalu tujuannya sih pengen kalau orang pakai itu (I AM ECCU) mereka jadi ngerasa oh aku tuh bagian dari community ini gitu loh kayak oh eco friendly conscious aku tuh sadar sama lingkungan gitu,” jelas Clarissa.

Sejak awal berdiri hingga saat ini, I AM ECCU memiliki beberapa produk khusus wanita. Pada produk atasannya terdapat baju, tanktop, dan dress. Selain itu terdapat celana kulot dan beberapa aksesoris, seperti tote bag, handbag, scrunchy, masker dan pouch. Clarissa menyebut hanya memproduksi paling banyak 3 lusin untuk satu model pakaian.

Produk aksesoris I AM ECCU, tote bag, scrunchy, dan pouch. Foto: @i.am.eccu

Dari Bahan Hingga Packaging yang Ramah Lingkungan

Pada proses produksinya, bahan utama yang I AM ECCU gunakan adalah kain linen. Linen merupakan bahan yang ramah lingkungan, lebih awet dan tentunya sangat nyaman dikenakan oleh penggunanya.

“Aku mencoba untuk memberikan value gitu lewat konten-konten, karena kan si linen itu durability nya bagus kan. Jadi dia akan tahan lama gitu kalau dibandingkan dengan baju yang lain, 5 tahun masih oke, nah artinya ini kan baguslah kalau buat investasi,” katanya.

Clarissa juga menambahkan, sebisa mungkin ia tidak membuang kain yang tersisa dari proses produksinya agar meminimalisir sampah yang dihasilkan. Kain sisa tersebut ia produksi kembali menjadi produk yang lebih kecil seperti scrunchy atau pouch.

Selain menggunakan kain linen, I AM ECCU juga berusaha untuk menjaga lingkungan dari segi pengemasan produk. Clarissa mengatakan, ia hanya menggunakan box dari kardus dan memakai plastik berbahan singkong yang dapat terurai dengan cepat.

Produk dan label I AM ECCU. Foto: @i.am.eccu

I AM ECCU dan Perkembangan Fesyen Berkelanjutan di Indonesia

Melihat perkembangan fesyen berkelanjutan di Indonesia pada saat ini, Clarissa menilai tidak sedikit masyarakat yang sudah paham dan beralih kepada produk-produk berkelanjutan.

“Mereka suka kasih testimoni dan banyaknya mereka senang. Beberapa kayaknya mereka memilih I am eccu karena memang produknya sustainable,” tuturnya.

Namun, ia juga menekankan perlu adanya gerakan yang lebih jauh dari produsen maupun konsumen itu sendiri. Ia juga berharap masyarakat sudah harus memilih pakaian yang tidak hanya nyaman untuk manusia tetapi juga aman untuk alam.

“Memilih brand sustainable tuh emang kewajiban bukan pilihan lagi karena kedepannya harus lebih banyak dan lebih baik,” ujarnya.

Penulis : Zahra Shafira

 

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/i-am-eccu-terapkan-konsep-mode-berkelanjutan/feed/ 0
5 Selebritas Ini Getol Kampanyekan Fesyen Berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-selebritas-ini-getol-kampanyekan-fesyen-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-selebritas-ini-getol-kampanyekan-fesyen-berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-selebritas-ini-getol-kampanyekan-fesyen-berkelanjutan/#respond Sun, 30 May 2021 02:00:43 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=32852 Selebritas merupakan tokoh yang gerak-geriknya sering dijadikan panutan oleh banyak orang. Apa pun yang mereka lakukan dan katakan dapat dengan mudah menginspirasi dan memengaruhi orang-orang di seluruh dunia. Mereka memiliki […]]]>

Selebritas merupakan tokoh yang gerak-geriknya sering dijadikan panutan oleh banyak orang. Apa pun yang mereka lakukan dan katakan dapat dengan mudah menginspirasi dan memengaruhi orang-orang di seluruh dunia. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi panutan yang baik bagi masyarakat luas.

Sadar bahwa segala gerak-gerik mereka dapat memengaruhi banyak orang, beberapa selebritas memanfaatkan ketenaran mereka untuk mengampanyekan beberapa isu penting yang ada di dunia, termasuk isu lingkungan. Saat ini terdapat begitu banyak pesohor dunia yang getol mengajak para penggemarnya untuk semakin terbuka terhadap isu-isu lingkungan. Selain itu, banyak di antara mereka yang aktif mengampanyekan penggunaan produk fesyen berkelanjutan.

Ya, saat ini terdapat begitu banyak selebritas yang menyatakan bahwa mereka merupakan pendukung dari aksi eco-fashion dan fesyen berkelanjutan. Mereka juga rajin mengajak para penggemarnya untuk turut berpartisipasi dalam mendukung fesyen berkelanjutan. Berikut adalah lima selebritas yang aktif dalam mengampanyekan penggunaan produk fesyen berkelanjutan.

1. Emma Watson, Selebritas Sekaligus Aktivis bagi Fesyen Berkelanjutan

“Saya membuat pilihan untuk selalu menggunakan busana berkelanjutan di karpet merah. Industri fesyen merupakan polutan air tawar terbesar kedua di planet ini, dan saya sadar bahwa hal tersebut memiliki dampak yang sangat besar bagi lingkungan dan manusia,” ujar Emma Watson seperti dikutip dari Medium.

Emma Watson sudah sejak lama kita kenal sebagai selebritas yang begitu aktif mengampanyekan sustainable fashion. Ia berkomitmen untuk selalu tampil dengan menggunakan pakaian yang beretika dan berkelanjutan. Untuk mengampanyekan fesyen berkelanjutan dalam skala yang lebih luas, Emma meluncurkan situs bernama “Feel Good Style” yang berisikan informasi mengenai eco-fashion dan sustainable fashion.

2. Pharrell Williams, Selebritas Inovatif Pendiri Bionic Yarn

Penyanyi Pharrell Williams, selain tersohor sebagai penyanyi, juga terkenal karena kerja kerasnya untuk membuat perubahan positif dalam dunia fesyen. Selebritas yang satu ini aktif mengampanyekan fesyen berkelanjutan dengan cara mendirikan Bionic Yarn, sebuah perusahaan fesyen berkelanjutan yang membuat benang dari botol plastik daur ulang. Selain itu, Pharrell juga aktif terlibat dalam pembuatan produk fesyen yang terbuat dari sampah lautan dunia. Melalui fesyen, Pharrell memiliki misi untuk menyelamatkan dunia dari kepungan sampah plastik.

3. Olivia Wilde, Dobrak Stigma Buruk Fesyen Berkelanjutan

Selebritas Hollywood ternama Olivia Wilde merupakan pendukung besar dari gerakan mode berkelanjutan. Ia berhasil mendobrak stigma buruk masyarakat terhadap fesyen berkelanjutan yang lazim dianggap sebagai produk fesyen usang dan tidak berpenampilan menarik.  Untuk membuktikan bahwa profuk fesyen berkelanjutan tidaklah seburuk yang banyak orang-orang kira, Olivia bekerja sama dengan salah satu perusahaan fesyen ternama.  Bersama perusahaan fesyen tersebut, Olivia mengeluarkan koleksi pakaian berkelanjutan yang modis dan menarik.

4. Livia Firth, Pejuang Eco-Fashion yang Tegas

Produser film asal Italia, Livia Firth, merupakan figur publik yang kerap dinobatkan sebagai “Ratu Karpet Hijau”. Ia merupakan salah satu pejuang eco-fashion yang tegas dan “galak” dalam mengajak figur publik lainnya untuk peduli terhadap fesyen berkelanjutan. Livia begitu peduli terhadap fesyen berkelanjutan, maka ia pun menciptakan gerakan “Green Carpet Challenge” pada tahun 2009. Gerakan tersebut mengajak para selebritas untuk menggunakan produk fesyen ramah lingkungan dan berkelanjutan ketika menghadiri acara karpet merah.

5. Will.i.am, Peduli Terhadap Sampah Plastik

Penyanyi dan penulis lagu terkenal Will.i.am selalu berperan aktif dalam mempromosikan pentingnya kegiatan daur ulang sampah plastik. Pada tahun 2012, Will.i.am pernah bekerja sama dengan salah satu perusahaan minuman ternama untuk menciptakan lini pakaian berkelanjutan bernama Ekocycle. Bersama Ekocycle, Will.i.am menciptakan pakaian, koper, dan produk fesyen lainnya yang terbuat dari aluminium tua dan sampah plastik.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Medium

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-selebritas-ini-getol-kampanyekan-fesyen-berkelanjutan/feed/ 0
An Exotic Journey to Nusantara, Mengangkat Kembali Koleksi Fesyen 80-an https://www.greeners.co/gaya-hidup/an-exotic-journey-to-nusantara-mengangkat-kembali-koleksi-fesyen-80-an/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=an-exotic-journey-to-nusantara-mengangkat-kembali-koleksi-fesyen-80-an https://www.greeners.co/gaya-hidup/an-exotic-journey-to-nusantara-mengangkat-kembali-koleksi-fesyen-80-an/#respond Sun, 04 Apr 2021 05:52:55 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=32257 Samuel Wattimena mengangkat konsep berkelanjutan pada peragaan busana An Exotic Journey to Nusantara dengan restyling koleksi fesyennya dari tahun 1985.]]>

Sabtu, 27 Maret 2021 lalu, Kedutaan Republik Indonesia (KBRI) di Korea Selatan baru saja mengadakan peragaan busana virtual bertajuk “An Exotic Journey to Nusantara”. Pertunjukan ini dimeriahkan oleh kehadiran H.E. Madam Megawati Sukarnoputri (Presiden Kelima Indonesia), dan bertujuan untuk mempromosikan fesyen Indonesia sebagai sektor potensial ekonomi kreatif. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati tahun 2021 sebagai Tahun Ekonomi Kreatif Internasional untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Desainer Fesyennya, Samuel Wattimena, mengangkat isu back to nature agar banyak orang semakin peduli dengan lingkungan. Selain itu Ia juga mengusung konsep utama sustainable. “Pakaian-pakaian yang pernah saya buat sejak tahun 1985, dan kemudian kita styling ulang sehingga dia masih sangat layak untuk digunakan di tahun 2021,” katanya pada Greeners (31/03/2021). Koleksi retro ini menunjukkan bahwa pakaian yang pernah Ia desain dan produksi 35 tahun yang lalu sampai saat ini masih layak pakai.

An Exotic Journey to Nusantara

Foto: Youtube KBRI Seoul

Ciri Khas Lokal yang Tak Lekang oleh Waktu

Melekatnya identitas Samuel Wattimena sebagai Warga Negara Indonesia, Ia tunjukkan lewat ciri khas lokal yang ada pada koleksi fesyen yang dirancangnya. “Sarung Nusantara ini adalah local wisdom dari bangsa kita, bahwa sarung yang kita miliki dari puluhan tahun lalu pun masih sangat layak kita pakai dengan karakter yang tidak lekang oleh waktu dan zaman,” ujar Samuel.

Menggunakan Pewarnaan Alami

Koleksi An Exotic Journey to Nusantara banyak menggunakan wastra dengan pewarnaan alami. Samuel mengatakan, hal ini merupakan usahanya dalam mencoba mengatasi kerusakan dari industri fashion.

An Exotic Journey to Nusantara Memadukan Wastra dari Berbagai Daerah

Sebagian besar atau keseluruhan bahan yang ia pakai adalah wastra dari berbagai daerah di Nusantara, yang digabungkan pada satu penampilan. “Ini untuk menunjukkan akan gaya eklektik yang saya tampilkan, dan juga untuk menunjukkan bahwa kekuatan wastra Nusantara dari berbagai daerah itu sedemikian berkarakter; sehingga walaupun digabungkan, wastra dari setiap daerah masih bisa tetap mengkomunikasikan keberadaannya,” jabarnya.

An Exotic Journey to Nusantara

Foto: Youtube KBRI Seoul

Koleksi An Exotic Journey to Nusantara Berkolaborasi dengan The Palace

Dalam peragaan busana An Exotic Journey to Nusantara, Samuel juga bekerja sama dengan The Palace. Ia membuat desain perhiasan dengan konsep Nusantara. Ia menyatakan, sebenarnya Ia tidak mengerti proporsi dalam membuat kalung atau cincin. Tetapi Ia tahu bahwa Ia bisa berkomunikasi mengenai kebudayaan nusantara melalui perhiasan. “Nah untungnya temen-temen di The Palace itu juga open minded ya. Jadi kita bisa sama-sama mengelola ini. Mereka dengan pengetahuannya, Saya dari segi estetika,” tutur Samuel.

Penghargaan selama 4 Dekade dalam Industri Fesyen

Sebagai orang yang sudah 4 dekade menggeluti bidang mode, Samuel telah menyabet berbagai penghargaan. Mulai dari lomba perancang model oleh majalah Femina dan Gadis, kostum terbaik di World Pop Song Festival, Upakarti yang merupakan penghargaan dari negara untuk pengabdiannya dalam pembinaan wastra Nusantara, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Subo Family: Ziarah Fesyen Berkelanjutan ke Prancis bersama Badjatex

An Exotic Journey to Nusantara

Foto: Youtube KBRI Seoul

Cinta akan Budaya Nusantara

Walaupun sudah lama berkecimpung di dunia fesyen, ia tetap memegang erat gaya desainnya akan karakteristik Ibu Pertiwi. “Kenapa saya mengambil tema Nusantara? Karena kalau kamu semakin mengetahui kekayaan Nusantara, maka pertanyaan berikutnya; Kenapa tidak Nusantara? Because you have everything di Nusantara,” ucapnya bangga.

Ia mengajak artisan maupun kreator-kreator bangsa untuk percaya diri dalam menonjolkan ciri khas lokal dan tampil berkarakter dalam lingkup internasional. “Kita sekarang sudah berhubungan dengan dunia global. Kita bisa mengekspor produk dan menarik mata dunia untuk melihat ke-lokal-an kita sehingga istilah saya ‘lokal is the new global’,” pungkas Samuel.

Sumber:

Kanal Youtube KBRI Seoul

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/an-exotic-journey-to-nusantara-mengangkat-kembali-koleksi-fesyen-80-an/feed/ 0
Lepas Wear, Memahami Konsep ‘Letting Go’ Lewat Pakaian https://www.greeners.co/gaya-hidup/lepas-wear/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lepas-wear https://www.greeners.co/gaya-hidup/lepas-wear/#respond Fri, 26 Mar 2021 05:55:46 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=32155 Maya Hikmatin menciptakan merek Lepas Wear sebagai medium untuk orang-orang agar dapat belajar tentang makna letting go. Dia menggunakan pakaian sebagai instrumen agar orang-orang dapat memaknai pakaian lebih dari sekadar pelindung tubuh.]]>

Maya Hikmatin menciptakan merek Lepas Wear sebagai medium untuk orang-orang agar dapat belajar tentang makna letting go. Dia menggunakan pakaian sebagai instrumen agar masyarakat dapat memaknai pakaian lebih dari sekadar pelindung tubuh. Simak lebih dalam berikut ini!

Di era serba cepat ini, kita cenderung untuk bergantung pada gawai kita. Ada perasaan takut akan ketinggalan informasi, hingga membuat sebagian besar orang tidak bisa lepas dari media sosial. Perasaan Fear of Missing Out (FOMO) atau takut tertinggal ini pun merambah ke industri fast fashion.

Merek-merek pakaian begitu cepat berganti model, membuat orang-orang menjadi tergoda untuk terus belanja pakaian agar tidak mengenakan busana yang ketinggalan zaman. Keterikatan ini padahal berdampak luar biasa buruk bagi lingkungan, yang nantinya juga menjadi imbas bagi manusia.

Maya Hikmatin, menciptakan merek Lepas Wear dengan tujuan menyediakan medium untuk orang-orang agar dapat belajar tentang makna letting go atau melepaskan.

lepas wear

Maya Hikmatin, menciptakan merek Lepas Wear dengan tujuan menyediakan medium untuk orang-orang agar dapat belajar tentang makna letting go atau melepaskan. Foto: Lepas Wear.

Ia menggunakan pakaian sebagai instrumen agar orang-orang dapat memaknai sandang lebih dalam. Tidak hanya sekadar melindungi tubuh manusia, tetapi bahan pakaian juga harus aman untuk manusianya itu sendiri.

“Jadi bagaimana supaya Lepas ini bisa menjadi doa agar semua orang bisa lebih mudah melepaskan segala ke-melekat-an di dalam dirinya. Lepas ini sebenarnya bukan fashion brand. Tetapi dalam perjalanannya, kami menggunakan pakaian sebagai kendaraannya,” tutur Maya dalam webinar ‘Are You Being Greenwashed?’ yang Project Planet selenggarakan Minggu, (14/03/2021).

Merek yang berdiri di Bandung tahun 2019 ini lahir karena perjalanan Maya yang mempelajari self-healing. Ia meyakini bahwa perbuatan baik terhadap alam semesta dan sesama manusia harus bermula dari diri sendiri terlebih dulu. Ini memengaruhi produksi Lepas Wear yang memilih bahan yang lebih natural, aman, dan nyaman bagi tubuh.

Macam-macam Produk Lepas Wear

Produk-produk yang Lepas Wear jual terdiri dari pakaian, notebook, postcard, pouch – yang produksinya menggunakan kain-kain sisa produksi pakaian, tas-tas kain, dan juga kolaborasi makanan sehat berbasis tumbuhan.

“Kita punya impian dari setiap barang yang nanti Lepas produksi itu bisa delivery setiap nilai-nilai kebaikan atau persepsi yang lebih baik dalam memaknai kehidupan. Kami menyebutnya dengan berkarya dalam berkesadaran,” ujar Maya.

lepas wear

Produk-produk yang Lepas Wear jual terdiri dari pakaian, notebook, postcard, pouch – yang produksinya menggunakan kain-kain sisa produksi pakaian, tas-tas kain, dan juga kolaborasi makanan sehat berbasis tumbuhan. Foto: Lepas Wear.

Program Berkelanjutan Lepas Wear

Lepas Wear memiliki program berkelanjutan yaitu pemberdayaan jasa penjahit rumahan sebagai partner untuk membuat produk-produk mereka. Tak hanya itu, kemasannya juga bebas plastik.

“Kami menggunakan tas kain supaya bisa lebih long term dipakainya, lebih bisa bermanfaat nantinya oleh teman-teman yang sudah membeli barang kami,” kata Maya.

Merek ini juga mendukung brand yang ingin melakukan upcycling dari kain sisa produksi mereka. Sokongan ini mereka berikan dengan mengumpulkan sisa kain perca, dan membantu memilah sesuai jenis bahan dan warna kainnya, supaya mempermudah proses upcycling.

Mereka memiliki prinsip untuk mengeluarkan maksimal 3 koleksi dalam 1 tahun, dengan jumlah per musimnya maksimal 200 pakaian. Mereka ingin benar-benar melakoni slow living dan slow fashion dengan menekan phase dalam produksi produknya.

Fashion membuat kita impulsif dan konsumtif; dengan segala perubahan modenya, kami belajar untuk mengurangi itu. Kami tahu rasa bosan menggunakan pakaian itu kan sangat-sangat banyak godaannya. Jadi ini adalah tanggung jawab Lepas sebagai sebuah brand, untuk menawarkan sesuatu yang jadi langkah nyata; untuk mengajak konsumennya untuk tidak konsumtif,” jelas Maya.

lepas wear

Mereka memiliki prinsip untuk mengeluarkan maksimal 3 koleksi dalam 1 tahun, dengan jumlah per musimnya maksimal 200 pakaian. Foto: Lepas Wear.

Kriteria Sustainable Fashion

Dalam webinar tersebut, Maya menjelaskan apa-apa saja yang biasa menjadi unsur fesyen berkelanjutan. Ada 3 poin yang ia jabarkan, yaitu eco-fashion, slow fashion, dan ethical fashion. Kalau eco fashion, brand memikirkan bagaimana bahan yang mereka pakai berdampak bagi lingkungan.

Slow fashion, menekan phase, lebih mindful dalam berbelanja dan kebutuhan berpakaian. Lalu ethical fashion, yang mengutamakan atau sadar dalam keadilan membayar pegawainya, memperhatikan kesehatan pekerjanya. Jadi merek memikirkan mereka yang terlibat di dalamnya itu benar-benar sejahtera.

“Ketika sebuah brand memiliki ketiga aspek ini, maka biasanya dia disebut sustainable fashion,” ucap Maya.

lepas wear

Saat ini, ada beberapa merek yang sekadar mengklaim bahwa perusahaannya adalah conscious atau sustainable brand. Foto: Lepas Wear.

Baca juga: Pable, Beri Kesempatan Kedua bagi Kehidupan Pakaian

Greenwashing dalam Industri Fesyen

Namun saat ini, ada beberapa merek yang sekadar mengklaim bahwa perusahaannya adalah conscious atau sustainable brand. Inilah yang disebut dengan greenwashing, di mana jenama mengaku-ngaku bahwa produknya ramah lingkungan tetapi tidak menyertakan bukti yang bertanggung jawab.

“Secara klaimnya dia bilang bahwa dia adalah brand yang berkelanjutan, tetapi masih melakukan mass production atau fast fashion. Bahannya diklaim natural namun secara kualitas dan ketahanan buruk, atau yang nantinya malah memperbanyak sampah karena tidak tahan dipakai. Lalu gembar-gembor jargon misalkan membeli produk kami artinya kalian cinta dunia atau kalian peduli pada climate change tetapi tanpa diikuti walk the talk oleh brand sendiri,” kata Maya.

Maya menambahkan, melabeli diri sendiri atau brand dengan ‘keberlanjutan’ adalah tanggung jawab yang luar biasa.

“Lepas sendiri menghindari sekali untuk melabelkan kami adalah sustainable brand atau conscious brand. Tetapi pada perjalanannya, kami dianggap seperti itu. Biarkan orang atau konsumen melihat tindakan nyata kita dalam berlaku karya dan berlaku bisnis sehingga nanti mereka yang akan merangkum atau mengasumsikan persepsi mereka sendiri siapa kalian, siapa brand kalian,” ungkap Maya.

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Instagram Lepas Wear

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/lepas-wear/feed/ 0
12 Alasan Memilih Fesyen Berkelanjutan untuk Gaya Hidup Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/alasan-memilih-fesyen-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alasan-memilih-fesyen-berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/alasan-memilih-fesyen-berkelanjutan/#respond Wed, 20 Jan 2021 10:00:58 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=10181 Jika Anda mengaku sebagai seorang yang ramah lingkungan, salah satu aspek yang perlu Anda perhatikan adalah memilih fesyen berkelanjutan.]]>

Greeners merangkum dua belas alasan mengapa Anda harus memilih fesyen berkelanjutan.

Belum banyak desainer dan label yang mengambil jalur eco-fashion atau fesyen yang ramah lingkungan. Industri mode mulai dari make up, pakaian, hingga sepatu terus mengembangkan variasinya dan menawarkan berbagai macam pilihan untuk kita.

Dari semua barang-barang tersebut, hanya sedikit yang mendukung konsep berkelanjutan (sustainable) karena masih menggunakan bahan kimia berbahaya dalam pengolahannya hingga mengesampingkan kesejahteraan pekerja garmen.

Jika kita lebih peka, ada alasan yang patut kita perhitungkan untuk memilih fesyen yang mendukung konsep berkelanjutan. Berikut ini dua belas alasan yang menjelaskan pentingnya sustainable fashion.

12 Alasan Memilih Fesyen Berkelanjutan

1. Menjadikan bumi lebih baik

Industri fesyen meninggalkan jejak karbon yang besar bagi lingkungan, mulai dari pestisida untuk pemeliharaan bunga kapas, limbah kimia untuk mewarnai pakaian, hingga menumpuk pakaian bekas di tempat pembuangan sampah.

Memilih untuk menggunakan serat organik atau kain yang mendukung keberlanjutan, turut membantu untuk mengurangi jejak karbon, emisi gas rumah kaca, dan penggunaan bahan kimia berbahaya. Langkah ini jelas menjadikan bumi lebih baik.

2. Memberikan keadilan bagi pekerja industri fesyen

Membeli pakaian yang sudah mendapatkan sertifikat Fair Trade dari lembaga terpercaya merupakan salah satu langkah mendukung keberlangsungan. Kita mendapat kepastian bahwa produksi pakaian tersebut dalam lingkungan kerja yang aman, bebas penindasan, dan pekerjanya mendapat upah yang adil. Hal ini penting karena kerap kali terjadi ketidakadilan bagi para pekerja industri fashion. Sertifikasi Fair Trade menyatakan bahwa pekerja dan lingkungan kerja memiliki arti atau bahkan lebih dari sekadar inti perusahaan.

3. Melestarikan keberadaan hewan

Cobalah untuk berpikir dua kali sebelum membeli barang-barang yang terbuat dari bulu atau kulit hewan. Bulu dan kulit hewan dapat kita temukan dalam berbagai produk fesyen, namun pernahkah kita berpikir bahwa hewan harus mati agar dapat diambil kulitnya? Pastikan untuk membeli barang-barang yang bebas dari kekejaman terhadap hewan.

4. Bertahan lama

Fesyen yang berkelanjutan (sustainable fashion) mendukung penggunaan bahan-bahan organik yang minim atau bebas bahan kimia, tapi juga model yang timeless, dan barang yang tahan lama. Mengurangi limbah dan konsumerisme akan berarti banyak bagi bumi dalam hal penghematan energi dan sumber daya.

5. Menaikkan nilai lokal

Cobalah untuk mencari busana di butik yang mendukung label lokal dan menggunakan tenaga kerja, penjahit, atau pengrajin lokal. Kalau ada, busana tersebut dapat menjadi salah satu pilihanmu. Alasannya, selain busana tersebut akan berbeda dari busana buatan massal, Anda juga turut berpartisipasi mengurangi jejak karbon yang timbul karena distribusi barang tersebut.

6. Lebih mudah dan hemat dalam merawat busana

Setelah membeli busana yang mendukung konsep sustainable, langkah selanjutnya adalah merawatnya. Anda dapat merawat busana ini dengan mencucinya menggunakan air dingin serta deterjen biodegradable. Lalu, keringkan dengan memanfaatkan sinar matahari. Dengan demikian, Anda dapat menghemat waktu, uang dan sumber daya alam.

7. Memancing daya kreativitas

Memiliki busana yang sustainable dapat Anda lakukan dengan membuatnya sendiri. Anda dapat membeli pakaian bekas dan mengubahnya atau membuat model vintage. Manfaatkan mesin jahit yang menganggur di rumah dan mulailah berkreasi untuk membuat rancangan yang Anda inginkan.

fesyen berkelanjutan

Memilih fesyen berkelanjutan juga memancing kreativitas. Foto: Shutterstock.

8. Memproduksi lebih sedikit limbah tekstil

Slow fashion adalah solusi untuk tidak membeli lebih banyak pakaian daripada yang kita butuhkan. Merek fesyen berkelanjutan jarang mengikuti tren, dan mereka tidak memaksakan koleksi baru setiap minggu untuk mengelabui Anda agar membeli lebih banyak. Dengan membeli lebih sedikit namun dengan kualitas lebih baik, kita bisa mengurangi limbah pakaian dengan signifikan.

9. Menggunakan lebih sedikit bahan sintetis

Bahan sintetis, seperti poliester, nilon, dan spandeks membutuhkan minyak. Sementara, produksi minyak adalah salah satu penghasil gas rumah kaca terbesar. Jadi, pilihlah bahan alami nabati.

10. Menggunakan lebih sedikit air

Fashion adalah industri yang sangat boros air. Kapas misalnya, membutuhkan banyak air untuk tumbuh. Alhasil, fesyen berkelanjutan mencoba mengurangi penggunaan kapas. Beralih ke kapas organik adalah solusi yang bagus karena menggunakan 71% lebih sedikit air daripada kapas konvensional. Tetapi merek yang berkelanjutan sering memilih bahan alami lain seperti linen dan rami yang menggunakan lebih sedikit air.

Menggunakan kulit nabati sebagai pengganti kulit tradisional adalah cara lain untuk mengurangi jejak air fashion. Pinatex, misalnya, yang merupakan kulit nabati yang terbuat dari daun nanas tidak membutuhkan air untuk tumbuh karena ini hanyalah produk sampingan dari pertanian nanas yang sudah ada.

11. Penghematan energi

Bahan sintetis, selain menghasilkan lebih banyak gas rumah kaca, juga menggunakan lebih banyak energi. Polyester daur ulang, misalnya, menggunakan setengah energi daripada polyester baru. Tetapi bahan berkelanjutan seperti rami, linen, bambu bahkan lebih hemat energi. Itulah mengapa mode berkelanjutan mendukung kain ini lebih dari polyester dan kain sintetis lainnya.

12. Mencegah dan mengurangi polusi air

Proses pewarnaan tekstil dan penyamakan kulit mencakup beberapa bahan kimia keras yang menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi para pekerja. Di negara berkembang, bahan kimia dan limbah beracun lainnya biasanya dibuang begitu saja ke sungai. Aliran air beracun ini pun juga terkontaminasi dengan limbah plastik.

Bagian yang paling menyedihkan adalah seringkali sungai-sungai ini menjadi satu-satunya sumber air untuk desa-desa dan satwa liar, karena sistem air yang kurang berkembang. Akibatnya, warga menjadi sakit atau terpaksa meninggalkan rumahnya.

Sebaliknya, merek yang etis dan berkelanjutan tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Membuang sesuatu di alam, terutama yang beracun, tidak ada di dunia mode berkelanjutan. Mereka menggunakan metode pewarnaan alternatif yang tidak beracun dan juga lebih hemat air dan energi.

Dengan membeli mode berkelanjutan, kita semua dapat membalikkan keadaan, dan menciptakan industri mode yang sehat untuk keseluruhan ekosistem. Mari melangkah ke merek fesyen yang sustainable!

Penulis: Agnes Marpaung, Gloria Safira

Sumber:

Treehugger

Pretty Planeteer

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/alasan-memilih-fesyen-berkelanjutan/feed/ 0
Pakaian dari Serat Rami untuk Tren Mode Berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/pakaian-serat-hemp/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pakaian-serat-hemp https://www.greeners.co/gaya-hidup/pakaian-serat-hemp/#respond Wed, 30 Dec 2020 10:00:20 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9821 Pernahkah Sobat Greeners mendengar kata “Hemp”? Hemp atau rami merupakan salah satu jenis dari tanaman Cannabis yang mulai dikembangkan dalam industri fesyen.]]>

Pernahkah Sobat Greeners mendengar kata “Hemp”? Hemp atau rami merupakan salah satu jenis dari tanaman Cannabis yang mulai dikembangkan dalam industri fesyen. Simak artikel Greeners tentang pakaian dari serat rami berikut.

Industri fesyen mendapatkan reputasi buruk dalam tanggung jawabnya akan lingkungan. Faktanya, industri ini adalah pencemar terbesar kedua di dunia, setelah industri bahan bakar fosil.

Kerusakan lingkungan pun meningkat seiring pertumbuhan industri mode. Konsumen, terutama generasi muda, menuntut produk yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Tanaman rami alias hemp akhirnya menjadi salah satu alternatif, untuk menjadi bahan mode yang berkelanjutan.

Apa itu tanaman rami?

Rami adalah varietas tanaman Cannabis sativa. Sebagai tanaman, ia memiliki implikasi industri yang luar biasa.

Rami bisa berguna untuk pembuatan tekstil, minyak, makanan, bahan konstruksi, dan banyak lagi. Ia bisa tumbuh tinggi. Batangnya berserat dan memiliki kadar THC atau zat aditif yang tidak terlalu signifikan (kurang dari 0,3%).

Ia merupakan tanaman yang sangat berkelanjutan yang tidak membutuhkan banyak perawatan seperti air, pupuk kimia, insektisida atau pestisida. Rami tumbuh seperti gulma. Ia tumbuh cepat dan secara alami mengusir serangga.

Tidak seperti kapas yang menguras tanah, tanaman rami menyuburkan tanah. 

Rami juga diklaim mampu menghilangkan polutan dari tanah (seperti kadmium) dalam proses fitoremediasi. Ini merupakan proses dekontaminasi tanah dengan menggunakan tanaman untuk menyerap logam berat atau polutan lain.

Keluaran dari produk kain rami

Sebagian besar industri rami berfokus pada pakaian jadi. Awalnya, rami masih populer di kalangan penyuka tanaman ganja. 

Namun, selama bertahun-tahun orang-orang dari seluruh dunia mulai menghargai manfaat seratnya sebagai kain daripada hubungannya dengan ganja yang biasanya memiliki konotasi negatif.

Hasil olahan kain rami ternyata efisien dan tahan lama. Sehingga Anda dapat menemukan pakaian rami seperti dalam model gaun, celana, jaket, rok, pakaian anak-anak, taplak meja, kain pelapis, perlengkapan tempat tidur seperti seprai dan selimut.

Manfaat Pakaian dari Serat Rami untuk Tren Mode Berkelanjutan

1. Membantu lingkungan dengan mengurangi karbon

Setiap industri harus memikirkan jejak karbon dan dampak pemanasan global atas keseluruhan proses, baik saat produksi, ataupun saat pemakaiannya. 

Mode cepat atau fast fashion saat ini telah menciptakan budaya produksi dan pembuangan pakaian yang cepat yang tidak baik bagi bumi.

Pakaian dari tanaman rami membantu masalah ini karena, sebagai tanaman, ia menyerap karbondioksida dari atmosfer. Banyak tanaman konvensional lainnya termasuk kapas yang merusak bumi. 

Rami dapat membantu memerangi tantangan iklim semacam ini.

2. Pakaian dari serat rami menggunakan lebih sedikit air

Tanaman seperti kapas yang biasa digunakan untuk bahan pakaian membutuhkan banyak air dan irigasi yang berat. Hal ini membebani sumber daya air. Rami adalah jenis tanaman yang bisa tumbuh subur tanpa membutuhkan irigasi yang berat.

Kebutuhan konsumsi airnya jauh lebih sedikit daripada tanaman lain. Itulah mengapa beralih ke pakaian rami cara terbaik untuk menghemat air.

Penggunaan bahan kimia yang minimal dapat menghindari erosi tanah yang terjadi karena penebangan. Ini secara tidak sengaja membantu danau dan sungai terhindar dari polusi.

3. Menunjang kesehatan tanah

Anda bisa menanam rami di hampir semua jenis tanah. Ia tidak merampas nutrisi dari tanah. Justru tanaman ini membantu memulihkan beberapa nutrisi penting yang sebelumnya mungkin telah hilang. 

Rami memiliki sifat tahan terhadap hama. Ia juga tidak membutuhkan pupuk karena pengguguran daunnya memupuk tanah secara alami. Rami juga dapat terurai secara hayati.

4. Pakaian dari serat rami lebih tahan lama

Rami sebagai kain memiliki ketahanan yang sangat baik. Ia juga nyaman untuk kulit karena memiliki sirkulasi udara yang baik. Kainnya juga menyerap keringat dan juga mudah untuk Anda warnai. Ia pun sulit memudar. 

Pakaian rami tidak mudah rusak, bahannya terus mempertahankan bentuk. Kainnya tidak mudah luntur bahkan setelah beberapa kali pencucian.

5. Rami memiliki sifat antimikroba

Selain tahan lama, kain rami juga dapat melawan mikroba. Jika tubuh Anda memancarkan bau yang tidak sedap, pakaian dari rami mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau.

Kain rami secara alami bersifat antibakteri yang juga melawan jamur dan lumut, sehingga cocok menjadi pakaian karena bersentuhan dengan bagian tubuh yang lebih lembap seperti kaki, ketiak, kemaluan, dan area mana pun yang mudah berkeringat.

Tidak seperti banyak kain antibakteri yang sintetis dengan campuran bahan kimia, rami benar-benar alami dan organik. Sangat cocok untuk Anda yang memiliki kulit sensitif.

Bahannya mengemas sifat antimikroba yang sangat baik, membuatnya bertahan lebih lama daripada serat tekstil lainnya seperti kapas, poliester, dan lain-lain. Pakaian rami tidak terdistorsi bahkan setelah beberapa kali Anda cuci dan gunakan.

pakaian dari rami

Tidak seperti banyak serat lainnya, rami organik dapat Anda petik dan proses tanpa bahan kimia beracun. Foto: Shutterstock.

6. Semakin Anda cuci, semakin lembut

Pakaian rami sangat nyaman Anda pakai. Hal yang membuatnya semakin menarik adalah setelah pencucian, Anda akan merasakan kain menjadi lebih lembut (tetapi tidak semakin lemah).

7.  Pakaian dari serat rami tahan terhadap sinar UV

Sinar matahari bisa merusak kulit. Namun, Jumlah untaian benang pada pakaian rami yang tinggi berarti tenunannya rapat. Inilah yang menyebabkan sinar matahari tidak mampu menembus materialnya. 

Oleh karena itu, kain rami melindungi Anda dari efek berbahaya sinar UV. Anda bisa menangkal sengatan matahari dan terhindar dari kerusakan kulit dan kanker kulit.

Daya tahan yang tinggi, perlindungan UV, dan kualitas tahan api menjadikannya kain yang ideal untuk Anda kenakan saat pergi ke luar.

Berjalan kaki di jalan setapak, mendaki, mengendarai sepeda, ataupun kegiatan luar ruang lainnya, merupakan momen yang cocok untuk menggunakan pakaian rami Anda. Tidak perlu lagi khawatir tentang keausan kain, atau terus-menerus menjahit pakaian favorit Anda. 

8. Pakaian dari serat rami termasuk mode lambat (slow fashion)

Setelah panen, tanaman rami akan melalui proses retting atau pemisahan serat dari komponen-komponen yang mengikatnya dalam suatu sel tanaman.

Proses ini membutuhkan waktu hingga lima minggu agar serat dapat melunak dan mudah untuk diekstraksi dari tanaman. Ini menghasilkan kain rami yang tahan lama, sehingga ramah lingkungan karena slow fashion.

9. Nol sampah

Rami adalah bahan tanaman tanpa limbah berkat proses pertanian multi guna yang super efisien. Selama rotasi tanaman, batang rami digunakan sebagai serat, dan daun serta umbinya dapat Anda tanam kembali ke dalam tanah sebagai pupuk alami.

Proses bebas limbah ini meningkatkan kesuburan tanah untuk membantu pertumbuhan tanaman rami berikutnya.

10. Menanam rami menjaga standar etis bagi pekerja

Tidak seperti banyak serat lainnya, rami organik dapat Anda petik dan proses tanpa bahan kimia beracun. Ini membuat rami sepenuhnya aman bagi pekerja di sepanjang rantai pasokan. 

Sebagian besar tekstil rami saat ini berasal dari China. Negara tersebut memimpin dunia dalam produksi rami, mengendalikan lebih dari sepertiga industri rami dunia.

Selain etis bagi pekerja, penanaman rami 100 persen alami dan bebas kejahatan atau cruelty-free sehingga tidak membahayakan manusia atau hewan. Ini membuat rami lebih baik bagi lingkungan.

Setiap makhluk hidup di planet ini dapat menghindari bahan kimia beracun yang biasanya digunakan dalam proses produksi pakaian.

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Retail Insider

Wama Underwear

Sustain Your Style

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/pakaian-serat-hemp/feed/ 0
Kaus Berkelanjutan Tanpa Campuran Plastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/kaus-berkelanjutan-tanpa-campuran-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kaus-berkelanjutan-tanpa-campuran-plastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/kaus-berkelanjutan-tanpa-campuran-plastik/#respond Thu, 18 Jun 2020 03:00:23 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=27574 Rapanui tidak menggunakan plastik di seluruh produknya karena menggunakan mesin rajut yang dirancang ulang untuk memproses kapas daur ulang.]]>

Industri pakaian kerap memproduksi barang dalam volume besar untuk menekan biaya. Selain limbah produksinya berdampak buruk bagi lingkungan, ratusan ribu ton pakaian yang tidak terjual berakhir di tempat pembuangan sampah.

Saat ini industri tekstil disebut sebagai pencemar terbesar kedua di dunia dan dinilai tidak akan mampu memperbaikinya. Umumnya setiap tahun industri garmen mampu memproduksi 100 miliar item. Sejak proses pembuatan hingga saat digunakan oleh pembeli, produk mode membawa dampak lingkungan.

Baca juga: Koleksi Sepatu Bloom yang Terbuat dari Alga

Sebuah industri fashion Rapanui merancang platform yang dapat memproduksi produk berkelanjutan. Teemill merupakan bisnis mode berbasis teknologi yang mengubah limbah di setiap rantai pasokan material, menerapkan teknologi untuk meminimalkan kelebihan stok, dan memaksimalkan daur ulang material.

Di pabrik Rapanui yang berada di Inggris, teknologi memungkinkan pencetakan produk kaos yang dibutuhkan oleh setiap pelanggan dengan menghindari kebutuhan untuk stok pra-cetak. Pelanggan melakukan pemesanan online, menentukan warna, ukuran, dan desain. Kaus kemudian dicetak beberapa detik setelah produk dipesan dan dikirim ke pelanggan. Dengan cara ini, pakaian hanya diproduksi ketika dibutuhkan.

Rapanui

Mesin pencetak kaus yang digunakan perusahaan Rapanui. Foto: www.rapanuiclothing.com

Rapanui mengklaim seluruh produknya tidak menggunakan plastik karena menggunakan mesin rajut yang dirancang untuk memproses kapas daur ulang. Hasilnya kaus sedikit lebih berat tanpa campuran plastik. Bahan alami tersebut memungkinkan untuk didaur ulang sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan.

Co-founder Rapanui Mart Drake Knight mengatakan, dalam mengatasi hal tersebut diperlukan pemikiran kreatif, misalnya, menemukan cara untuk  mengendalikan aliran limbah dan menggunakan kembali bahan  atau mendaur ulang.

Setiap produk yang dibuat oleh Rapanui dirancang agar dapat dikirim kembali saat pelanggan tidak lagi memakainya. Meskipun tinta cetakan yang digunakan sedikit lebih mahal daripada tinta normal, komposisi ini memungkinkan untuk menghilangkan tulisan menjadi lebih mudah.

Baca juga: Kaus Disney dari Limbah Botol Plastik

Dengan memindai kode QR dalam label, pelanggan dapat melakukan pemindaian label secara gratis. Label juga digunakan untuk mengirim pakaian kembali ke Rapanui. Setiap pengembalian, pelanggan akan mendapatkan kredit untuk pembelian berikutnya. Tidak ada batasan berapa kali sebuah produk fashion dapat didaur  ulang yang penting nialai bahan dan kualitas kaus tetap terjaga.

Dengan memberi penghargaan kepada orang-orang, menurut Mart hal tersebut dapat mengubah cara orang berpikir tentang pakaian daripada membuangnya. “Pelanggan kami juga merupakan pemasok, semua orang diberi penghargaan karena menjaga bahan tetap sustainable, ” ujarnya.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kaus-berkelanjutan-tanpa-campuran-plastik/feed/ 0
Ralph Lauren Siap Menjadi Label Fesyen Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/ralph-lauren-siap-menjadi-label-fesyen-yang-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ralph-lauren-siap-menjadi-label-fesyen-yang-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/ralph-lauren-siap-menjadi-label-fesyen-yang-ramah-lingkungan/#respond Fri, 28 Jun 2019 01:00:07 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=23635 Salah satu label fesyen ternama di dunia, Ralph Lauren, baru-baru ini telah menyatakan misi bahwa mereka siap menjadi label fesyen yang lebih ramah lingkungan. Mereka juga berjanji akan memegang prinsip […]]]>

Salah satu label fesyen ternama di dunia, Ralph Lauren, baru-baru ini telah menyatakan misi bahwa mereka siap menjadi label fesyen yang lebih ramah lingkungan. Mereka juga berjanji akan memegang prinsip mode berkelanjutan dan tidak menganut prinsip fast fashion.

“Untuk menjadi label fesyen yang ramah lingkungan, kami berusaha untuk menciptakan produk yang bersifat timeless dan tidak mudah rusak. Kami ingin produk Ralph Lauren bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama tanpa harus terkesan ketinggalan jaman, sehingga produk kami dapat digunakan oleh banyak generasi,” ujar CEO Ralph Lauren, Patrice Louvet, pada Euronews.

Langkah Ralph Lauren untuk berubah menjadi label fesyen yang lebih beretika bertolak dari fakta bahwa industri fesyen telah menimbulkan banyak permasalahan bagi lingkungan.

Pesatnya perkembangan industri fesyen berbanding lurus dengan pesatnya jumlah sampah dan kerusakan alam lainnya yang telah dihasilkan.

Foto : ralphlauren.com

Ralph Lauren tidak ingin hal seperti itu terus berlanjut. Maka dari itu, pada bulan Juni 2019 mereka telah membuat suatu kebijakan baru yang dirangkum dalam Ralph Lauren’s 2019 Global Citizenship & Sustainability Report.

Dalam laporan tersebut, mereka menyatakan bahwa mereka akan sepenuhnya menggunakan bahan baku berupa kapas, poliester, dan viscose yang diproduksi secara beretika dan berkelanjutan.

Selain itu, pada tahun 2020 mereka pun betekad untuk lebih transparan lagi terhadap publik mengenai bahan kimia apa saja yang mereka gunakan pada produk mereka. Mereka juga berjanji untuk menghentikan penggunaan bahan kimia yang berbahaya pada tahun 2025.

Jika hal tersebut masih dirasa kurang, mereka juga siap untuk mendaur ulang sebanyak 170 juta botol plastik untuk digunakan sebagai bahan bagi produk mereka.

Selain berusaha untuk menjadi lebih ramah terhadap lingkungan, Ralph Lauren juga berusaha untuk menjadi lebih ramah terhadap para pekerjanya. Mereka berjanji untuk mempekerjakan para karyawannya secara beretika dan menjamin para pekerjanya untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

Mereka juga akan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan gender dan anti diskriminasi.

Penulis: ARF

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/ralph-lauren-siap-menjadi-label-fesyen-yang-ramah-lingkungan/feed/ 0
Sporty dan Eco-friendly Dalam Balutan Under-Rapt https://www.greeners.co/gaya-hidup/sporty-dan-eco-friendly-dalam-balutan-under-rapt/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sporty-dan-eco-friendly-dalam-balutan-under-rapt https://www.greeners.co/gaya-hidup/sporty-dan-eco-friendly-dalam-balutan-under-rapt/#respond Tue, 18 Dec 2018 07:47:11 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=22036 “Saya membuat produk mode ini untuk memotivasi seluruh wanita di dunia agar ikut berpartisipasi dalam menjalankan pola hidup sehat,” kata Yasmin Sobeih, perancang dan pendiri lini mode Under-Rapt.]]>

Tren fashion yang memadukan gaya kasual sporty namun tetap chic dikenal dengan istilah athleisure. Athleisure menggabungkan athletic dan leisure, biasanya busana olahraga, seperti jaket olahraga, celana yoga, celana ketat (legging), celana lari dan sepatu kets dipadukan dengan busana yang lebih resmi namun tampilan keseluruhan tetap gaya.

Salah satu merek busana yang mengusung konsep athleisure adalah Under-Rapt. Tidak hanya digunakan sebagai pakaian olahraga atau atletik, koleksi busana Under-Rapt cocok dipakai dalam kegiatan sehari-hari, baik itu di kantor, kampus, sekolah, dan acara santai.

Produk yang memiliki slogan The world’s first Sustainable & Eco-friendly Modest Athleisure brand ini dirancang oleh desainer kelahiran campuran Inggris-Mesir bernama Yasmin Sobeih. Terciptanya produk mode ini berawal dari kegemaran Yasmin berolahraga dan mengembangkan gaya hidup sehat. 

“Saya membuat produk mode ini untuk memotivasi seluruh wanita di dunia agar ikut berpartisipasi dalam menjalankan pola hidup sehat,” kata Yasmin seperti dikutip dari situs Under-Rapt. Ia juga mengatakan bahwa awalnya produk ini dirancang untuk wanita muslim berhijab (modest fashion) dengan sentuhan mode gaya barat.

under rapt

Under Rapt memakai material kain ramah lingkungan yaitu TENCEL dan MODAL. Foto: under-rapt.com

Keunggulan yang ditawarkan dari produk ini adalah menggunakan material kain yang ramah lingkungan yaitu TENCEL dan MODAL. Kedua material tersebut sudah mendapatkan European Award for the Environment sebagai material yang terbuat dari bahan organik dan memiliki nilai ekologis. Materialnya sendiri berasal dari ekstrak bahan baku kayu dan kapas yang di daur ulang.

Under-Rapt mengklaim bahwa material yang mereka gunakan ramah terhadap kulit dan higienis. “Material kain yang kami pakai terbukti lebih lembut dari kapas, lebih dingin dari linen, lebih halus dari sutera sehingga ramah terhadap kulit. Material tersebut juga mampu menyerap keringat dan bahannya tidak panas,” tulis Under-Rapt dalam situs yang sama.

Yasmin sendiri mengungkapkan bahwa merek pakaian olahraga yang terkenal saat ini hanya menjual dari segi kecanggihan teknologi dan desain. “Sedikit dari produsen tersebut yang  mengusung tema berkelanjutan dan memakai bahan ramah lingkungan (organik) di setiap produknya. Hal ini yang menjadi keunggulan tersendiri dari produk yang kami tawarkan,” ujarnya.

Under-Rapt memamerkan koleksi pakaian dasar dengan tudung dari bahan organik (Organic Hooded Baselayer) dan jaket hujan dari bahan organik (Organic Raincoat) pada pameran Contemporary Muslim Fashions yang berlangsung pada 22 September 2018 – 6 Januari 2019 di Museum De Young, San Fransisco, Amerika Serikat. Mereka turut menggaet model muslim ternama Halima Aden, wanita berhijab pertama berdarah Somalia-Amerika yang mengikuti kontes kecantikan Miss Minnesota USA.

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/sporty-dan-eco-friendly-dalam-balutan-under-rapt/feed/ 0
Mai-Lei Pecorari, Sentuhan ‘Artsy’ Pada Baju Lama https://www.greeners.co/gaya-hidup/mai-lei-pecorari-sentuhan-artsy-pada-baju-lama/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mai-lei-pecorari-sentuhan-artsy-pada-baju-lama https://www.greeners.co/gaya-hidup/mai-lei-pecorari-sentuhan-artsy-pada-baju-lama/#respond Wed, 23 Dec 2015 09:20:47 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=12348 Mengubah barang lama menjadi sesuatu yang dapat digunakan kembali sekaligus bernilai seni, membutuhkan lebih dari sekadar kreatifitas. Mai-Lei Pecorari menjadi salah satu desainer yang memiliki kemampuan ini. ]]>

Mengubah barang lama menjadi sesuatu yang dapat digunakan kembali sekaligus bernilai seni, membutuhkan lebih dari sekadar kreatifitas. Mai-Lei Pecorari, stylist yang kini mengubah imej menjadi desainer ini nampaknya tidak hanya kreatifitas, melainkan juga bakat. Lewat tangan wanita keturunan Jepang ini, terciptalah koleksi-koleksi “artsy” (bernilai seni) yang terangkum pada brand Kin-tsugi Goods.

Kin-tsugi Goods terinspirasi dari seni Jepang kuno yang muncul sekitar akhir abad ke 15. Saat itu, seniman istana memperbaiki keramik menjadi lebih bernilai dari sebelumnya. Inspirasi ini membuat Pecorari mengubah baju-baju lama menjadi pakaian yang dapat digunakan kembali. Ia pun ingin mengolaborasikan keterlibatan dengan dunia ramah lingkungan dan seni yang indah.

Foto: Kin-tsugi Goods/www.ecouterre.com

Foto: Kin-tsugi Goods/www.ecouterre.com

“Saya ingin menggabungkan antara desain estetik yang saya buat dengan keinginan saya untuk melawan cepatnya pergerakan industri fesyen,” ujar Pecorari, seperti yang dilansir dari Ecouterre.

Pecorari melihat bahwa banyak pakaian yang terbuang. Ia terobsesi untuk mencari pakaian bekas yang berkualitas bagus dan klasik di toko pakaian loak, kemudian memperbaharuinya menjadi barang fashionable-but-artsy ala Kin-tsugi.

“Saya ingin mempunyai surga ideal menurut saya, dimana konsumen hanya akan mendapatkan produk yang well-made,” tambah Pecorari.

Foto: Kin-tsugi Goods/www.ecouterre.com

Foto: Kin-tsugi Goods/www.ecouterre.com

Kecintaannya terhadap kualitas barang-barang lama pun membuat Pecorari ingin konsumen dapat menggunakan koleksinya yang kekinian, namun berkualitas dan tahan lama selayaknya barang-barang lama yang masih bertahan bahkan hingga lebih dari 10 tahun tersebut. Semua yang dilakukannya dengan koleksi ini hanyalah dengan melakukan 100 persen mengolah baju-baju lama tersebut.

Secara desain, Pecorari memberikan aksen khas berupa corak cipratan cat pada permukaan koleksi pakaian pakaiannya. Corak tersebut menambah nilai seni pada desain-desain pakaiannya yang chic dan kasual. Pemilihan potongan yang berlayer juga dijadikan andalan oleh Percorari yang menambah kesan artsy pada setiap detail rancangannya.

Penulis: DR/G16

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mai-lei-pecorari-sentuhan-artsy-pada-baju-lama/feed/ 0
Bikini Handmade Ramah Lingkungan Koleksi Priscilla Lynch https://www.greeners.co/gaya-hidup/bikini-handmade-ramah-lingkungan-koleksi-priscilla-lynch/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bikini-handmade-ramah-lingkungan-koleksi-priscilla-lynch https://www.greeners.co/gaya-hidup/bikini-handmade-ramah-lingkungan-koleksi-priscilla-lynch/#respond Thu, 12 Nov 2015 10:18:28 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11874 Suatu yang baru kembali hadir ke industri fesyen baju renang. Kali ini giliran desainer Priscilla Lynch Hugo yang meluncurkan koleksi bikini bertajuk ‘Into the Water‘ pada Oktober 2015 lalu. Untuk […]]]>

Suatu yang baru kembali hadir ke industri fesyen baju renang. Kali ini giliran desainer Priscilla Lynch Hugo yang meluncurkan koleksi bikini bertajuk ‘Into the Water‘ pada Oktober 2015 lalu. Untuk koleksinya kali ini, Lynch menciptakan enam bikini yang terbuat dari material ramah lingkungan.

Lynch menggunakan kain berbahan dasar botol air plastik daur ulang untuk pembuatan bikini yang dibuat handmade ini. Bikini ini menjadi eksklusif karena koleksi ini dibuat dengan jumlah terbatas dan ditawarkan melalui website resminya. Desain yang ditampilkan pun terlihat elegan dan terinspirasi dari para wanita yang modern, klasik dan berseni.

“Saya suka cara saya menggambarkan bagaimana para perempuan itu hidup dan saya tahu saya menginginkannya dengan cara demikian,” ujar Lynch seperti dilansir situs Observer.com.

Bikin dalam koleksi "Into the Water" ini diluncurkan dalam 6 item. Foto: Priscilla Lynch/observer.com

Bikin dalam koleksi “Into the Water” ini diluncurkan dalam 6 item. Foto: Priscilla Lynch/observer.com

Lynch menciptakan enam macam bikini untuk koleksinya ini. Keenamnya adalah La Maja, Olympia, Sheba, The Picnic, Madam X dan Leda. Keenamnya memiliki desain yang berbeda dan unik. La Maja didesain menjadi bikini silhouette dan dilengkapi dengan removable cup yang dapat digunakan sesuai keinginan dan kebutuhan. Olympia pun tak kalah menarik. Bagian atas bikini dibuat lebih tertutup dengan aksen menyilang di bagian depan.

Untuk The Picnic dan Sheba dibuat dengan motif renda yang cantik dengan tali mengikat bagian atas bikini, sedangkan untuk Anda yang tidak percaya diri dengan bentuk pundak, bisa mencoba Madam X yang dapat menyamarkan kekurangan pada pundak Anda lewat desain atasan bikini yang memiliki tali lebar dan lurus. Last but not least, Leda yang mampu membuat Anda tampil lebih seksi dengan maksimal lewat aksen tali melintang dibagian depan.

Bikini handmade ramah lingkungan karya Priscilla Lynch Hugo. Foto: Priscilla Lynch/observer.com

Bikini handmade ramah lingkungan karya Priscilla Lynch Hugo. Foto: Priscilla Lynch/observer.com

Keenam bikini tersebut dibanderol dengan harga 200 hingga 300 dollar Amerika atau setara dengan kisaran 2,7 jutaan per bikini. Harga yang cukup mahal namun sepadan dengan desain elegan dan upayanya untuk mengurangi sampah plastik.

Penulis: DR/G16

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/bikini-handmade-ramah-lingkungan-koleksi-priscilla-lynch/feed/ 0
7 Cara Membuat Koleksi Pakaian Lebih Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/7-cara-membuat-koleksi-pakaian-lebih-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=7-cara-membuat-koleksi-pakaian-lebih-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/7-cara-membuat-koleksi-pakaian-lebih-ramah-lingkungan/#respond Tue, 03 Nov 2015 08:38:17 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11757 Industri fesyen bergerak dengan cepat, selalu ada yang baru dari industri ini. Namun, belum banyak yang memahami bahwa industri fesyen juga memberikan dampak bagi lingkungan. Penggunaan pestisida, bahan kimia, hingga […]]]>

Industri fesyen bergerak dengan cepat, selalu ada yang baru dari industri ini. Namun, belum banyak yang memahami bahwa industri fesyen juga memberikan dampak bagi lingkungan. Penggunaan pestisida, bahan kimia, hingga transportasi dalam proses distribusi, semuanya memengaruhi lingkungan. Belum lagi perilaku boros dan lekas bosan konsumen fesyen turut menambah jumlah sampah.

Meski demikian, ada banyak cara untuk menjadi konsumen fesyen yang peduli lingkungan. Semuanya bisa dimulai dengan langkah sederhana. Apa saja langkahnya?

Ilustrasi: Ist.

Ilustrasi: Ist.

1. Ketahui seluk beluk isi lemari
Langkah ini merupakan hal mendasar untuk mengubah pola pikir Anda sebagai seorang konsumen. Mulailah mengedukasi diri Anda sendiri dengan melihat apa yang ada dalam isi lemari pakaian Anda dan mencari tahu seluk beluk dari setiap pakaian yang dimiliki.

Cari tahu dan bedakan mana pakaian yang terbuat dari bahan organik, daur ulang maupun produk yang bebas bahan kimia. Dengan cara ini, Anda tidak hanya tahu tentang apa yang akan dibeli, tapi juga di mana dan kepada siapa Anda akan membeli barang.

2. Cintai apa yang sudah dimiliki
Anda memiliki setumpuk pakaian di lemari namun baru sekali atau bahkan tidak pernah Anda pakai? Untuk membuat koleksi pakaian Anda lebih ramah lingkungan, cobalah berkreasi pada koleksi pakaian Anda. Teknik memadupadankan pakaian dapat membuat penampilan Anda berbeda tanpa harus membeli pakaian baru.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/7-cara-membuat-koleksi-pakaian-lebih-ramah-lingkungan/feed/ 0
Marks & Spencer Luncurkan Tote Bag dari Katun Bekas https://www.greeners.co/gaya-hidup/marks-spencer-luncurkan-tote-bag-dari-katun-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=marks-spencer-luncurkan-tote-bag-dari-katun-bekas https://www.greeners.co/gaya-hidup/marks-spencer-luncurkan-tote-bag-dari-katun-bekas/#respond Thu, 29 Oct 2015 07:47:51 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11698 Baru saja selesai dengan kolaborasinya bersama Livia Firth dan Eco-Age beberapa waktu lalu, Marks & Spencer kembali melanjutkan program sustainable retail challenges-nya. Kali ini, M&S menggandeng organisasi PBB yang memperjuangkan […]]]>

Baru saja selesai dengan kolaborasinya bersama Livia Firth dan Eco-Age beberapa waktu lalu, Marks & Spencer kembali melanjutkan program sustainable retail challenges-nya. Kali ini, M&S menggandeng organisasi PBB yang memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan anak, Unicef dan perancang busana ternama Barbara Hulanicki meluncurkan koleksi eco tote bag untuk menggalang dana untuk Unicef United Kingdom.

Untuk pertama kalinya, M&S menggunakan bahan katun yang diproses ulang untuk membuat tas yang dibuat terbatas ini. Bahan katun yang digunakan untuk pembuatan tas ini sebelumnya merupakan taplak meja linen yang digunakan di hotel dan restoran.

Peluncuran tas ini juga merupakan salah satu bagian dari progam Plan A, yakni program eco & etnical yang dicanangkan oleh M&S sejak 2007 lalu yang bertujuan untuk membantu M&S menjaga segala aktifitas produksinya dari pembuangan sampah yang berlebih. Tas ini dibuat sebagai salah satu bentuk keikutsertaan M&S dalam industri fesyen berkelanjutan dan dukungan dalam kampanye untuk melindungi anak dari bahaya. Tote bag ini juga diciptakan sebagai solusi bagi penggunaan tas plastik.

“Tas ini didesain stylish, terjangkau dan menawarkan alternatif lain dari penggunaan tas plastik,” ujar Kate Goldman selaku Director of Partnership and Philanthropy Unicef UK seperti yang dilansir dari situs resmi Unicef UK.

Peluncuran eco tote bag dari M&S ditujukan untuk membantu memperjuangkan keselamatan anak-anak. Foto: www.marksandspencer.com

Peluncuran eco tote bag dari M&S ditujukan untuk membantu memperjuangkan keselamatan anak-anak. Foto: www.marksandspencer.com

Pada bagian depan tas, Barbara Hulanicki menggambar dua kepala anak-anak dan di sampingnya terdapat simbol hati berwarna biru. Ia mengungkapkan bahwa dengan desain tersebut, ia ingin merefleksikan bahwa setiap orang yang membeli tote bag tersebut turut membantu Unicef UK menjaga keselamatan anak-anak.

Tas ini dijual hanya dengan harga 4 Euro atau setara dengan 60 ribu rupiah. Setiap 1 Euro dari penjualan akan disumbangkan langsung kepada Unicef untuk membantu menolong anak-anak yang berada dalam bahaya. “Unicef UK akan dengan bangga menggunakan dana yang didapatkan lewat penjualan setiap tas tersebut untuk membantu upaya perlindungan lebih banyak anak-anak dari bahaya yang menghantui mereka di luar sana,” tambah Kate.

Unicef merupakan organisasi tingkat dunia yang fokus pada anak-anak dan membantu memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan anak.

Penulis: DR/G16

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/marks-spencer-luncurkan-tote-bag-dari-katun-bekas/feed/ 0
United Airlines Ubah Banner Bekas Jadi Travel Bag https://www.greeners.co/gaya-hidup/united-airlines-ubah-banner-bekas-jadi-travel-bag/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=united-airlines-ubah-banner-bekas-jadi-travel-bag https://www.greeners.co/gaya-hidup/united-airlines-ubah-banner-bekas-jadi-travel-bag/#respond Wed, 21 Oct 2015 07:48:50 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11595 Banner bisa menjadi salah satu alat publikasi yang bermanfaat bagi sebuah perusahaan. Namun, bila diakumulasi, banner-banner yang sudah tidak terpakai dapat menjadi sampah yang cukup besar. Hal itulah yang membuat […]]]>

Banner bisa menjadi salah satu alat publikasi yang bermanfaat bagi sebuah perusahaan. Namun, bila diakumulasi, banner-banner yang sudah tidak terpakai dapat menjadi sampah yang cukup besar. Hal itulah yang membuat United Airlines, sebuah perusahaan penerbangan ternama yang juga memanfaatkan banner untuk publikasi, merasa bertanggung jawab atas bentuk pembuangan tersebut.

Dengan menggandeng Re:New dan Columbia College Chicago Department of Fashion Studies, United Airlines mengubah banner-banner bekas publikasi mereka menjadi sebuah travel bag yang unik dan cantik. Mereka mengumpulkan 20 banner raksasa milik United Airlines dari Chicago O’Hare Airport dan mengubah banner tersebut hanya menjadi 100 sustainable travel bag yang siap digunakan.

Maskapai penerbangan United Airlines menggunakan kembali banner bekas mereka menjadi travel bag unik. Foto: www.prnewswire.com

Maskapai penerbangan United Airlines menggunakan kembali banner bekas mereka menjadi travel bag unik. Foto: www.prnewswire.com

“United berkomitmen untuk beroperasi secara berkelanjutan dan bertanggungjawab dan itu berarti kami harus menemukan cara kreatif untuk menurunkan pengaruh penerbangan kami pada lingkungan,” ungkap Angela Foster-Rice selaku Managing Director of Environmental Affairs and Sustainability United Airline, pada release yang dikeluarkan oleh PRNewsWire.com.

Travel bag yang diciptakan sengaja didesain agar cocok ditempatkan di bawah bangku pesawat, wearable dan tahan lama. Seluruh tas tersebut dijahit khusus dengan menggunakan tangan dan setiap tas memiliki corak yang berbeda satu sama lain. Banner-banner tersebut disulap menjadi beberapa jenis tas, seperti travel duffel bag, backpack dan over shoulder bag tempat menaruh paspor, uang dan lain-lain.

Maskapai penerbangan United Airlines menggunakan kembali banner bekas mereka menjadi travel bag unik. Foto: www.prnewswire.com

Maskapai penerbangan United Airlines menggunakan kembali banner bekas mereka menjadi travel bag unik. Foto: www.prnewswire.com

“Sebagai bagian dari komitmen kami, kami senang bisa memberikan banner-banner tersebut kehidupan kedua, dan terutama untuk para pelanggan dapat menikmati bagian dari keindahan langit yang mereka bawa pulang,” lanjut Angela.

Travel bag tersebut dibandrol dengan harga US$150 atau sekitar dua juta rupiah. Travel bag ini telah resmi dijual pada Jumat (16/10) lalu di situs United Shop dan hingga berita ini dinaikan, untuk duffel bag telah ludes terjual hingga tinggal menyisakan beberapa unit backpack.

Penulis: DR/G16

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/united-airlines-ubah-banner-bekas-jadi-travel-bag/feed/ 0
Clothing Line Ini Buat Produk dari Sampah Botol Plastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/clothing-line-ini-buat-produk-dari-sampah-botol-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=clothing-line-ini-buat-produk-dari-sampah-botol-plastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/clothing-line-ini-buat-produk-dari-sampah-botol-plastik/#respond Thu, 15 Oct 2015 05:49:55 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11505 Sampah plastik botol merupakan salah satu gangguan lingkungan terbesar, terutama bagi laut. Di pantai contohnya, sampah botol plastik merupakan sampah terbanyak, salah satunya di pantai Fair Harbor, Long Island, New […]]]>

Sampah plastik botol merupakan salah satu gangguan lingkungan terbesar, terutama bagi laut. Di pantai contohnya, sampah botol plastik merupakan sampah terbanyak, salah satunya di pantai Fair Harbor, Long Island, New York. Bahkan di Amerika, sampah botol plastik dapat mencapai angka 50 milyar botol plastik dalam setahun. Jumlah yang cukup mencengangkan dan menjadi alasan yang kuat bagi para anak muda ini untuk membuat sebuah bisnis yang juga dapat menanggulangi masalah besar tersebut.

Fair Harbor Clothing Line merupakan proyek yang dicetuskan oleh Jake Danehy, Caroline dan Sam Jacobson. Proyek ini terbentuk atas keprihatinan mereka terhadap keberlangsungan pantai tercinta mereka, Fair Harbor. Pantai yang menghiasi kenangan masa kecil mereka tersebut, kini telah berubah dan sudah tidak sebersih, serta sedamai dulu.

Salah satu masalah terbesarnya apalagi kalau bukan sampah botol plastik. Anak-anak muda tersebut akhirnya terinspirasi menciptakan beberapa produk seperti kaos, topi, bahkan board short dari sampah-sampah botol plastik yang menggunung setiap harinya.

Fair Harbor Clothing Line membuat board short dari 11 botol plastik dengan serat polyester daur ulang. Foto: www.fairharborclothing.com

Fair Harbor Clothing Line membuat board short dari 11 botol plastik dengan serat polyester daur ulang. Foto: www.fairharborclothing.com

Board short ini terbuat dari botol minum plastik yang didaur ulang dan dikolaborasi dengan bahan katun dan serat polyester daur ulang. Jake dan teman-teman beranggapan bahwa dalam menciptakan sebuah eco fashion, tidak hanya dibutuhkan material-material yang di daur ulang untuk mengurangi dampak lingkungan. Karena itu, mereka mendonasikan 5 persen dari keuntungan penjualan mereka kepada Surfrider Foundation untuk membantu membersihkan sampah dari pantai dan laut.

Dibutuhkan 11 botol minum plastik untuk menciptakan sepasang board short pria. Awalnya botol-botol tersebut dikumpulkan dan diklasifikasikan sesuai dengan ketebalan plastik. Lalu, botol-botol tersebut diproses menjadi partikel filament kecil, sebelum akhirnya dipanaskan dan dianyam pada serat polyester daur ulang.

“Kami membuat celana tersebut dengan cermat dan penuh pemikiran untuk mengatasi masalah sampah plastik dari lingkungan dan juga membuatnya menjadi cukup tahan lama untuk segala kondisi dan tantangan alam,” ujar mereka, seperti yang dilansir dari situs resmi Fair Harbor Clothing Line.

Desain yang dibuat pun tidak terlalu rumit mengingat material dan proses pembuatan yang berbeda dengan celana lainnya, namun celana ini tetap dibuat dengan nyaman, tidak panas, tahan lama dan membuat penggunanya bebas bergerak.

Mereka pun akan meluncurkan koleksi busana terbaru, seperti T-Shirt dengan bermacam pilihan gaya, sweater, dan board short bercorak. Board short yang ditawarkan dibandrol dengan harga US$ 65 atau setara dengan hampir satu juta rupiah, serta topi dan T-Shirt seharga US$ 20 atau kisaran 300 ribu rupiah.

Penulis: DR/G16

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/clothing-line-ini-buat-produk-dari-sampah-botol-plastik/feed/ 0