Gaya Hidup - Greeners.Co https://www.greeners.co/gaya-hidup/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 26 Mar 2026 07:45:33 +0000 id hourly 1 Tren Minuman Manis Meningkat, Ahli IPB Ingatkan Batas Asupan Gula Harian https://www.greeners.co/gaya-hidup/tren-minuman-manis-meningkat-ahli-ipb-ingatkan-batas-asupan-gula-harian/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tren-minuman-manis-meningkat-ahli-ipb-ingatkan-batas-asupan-gula-harian https://www.greeners.co/gaya-hidup/tren-minuman-manis-meningkat-ahli-ipb-ingatkan-batas-asupan-gula-harian/#respond Thu, 26 Mar 2026 07:45:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=48259 Tren konsumsi minuman manis di Indonesia terus meningkat. Hal itu seiring maraknya berbagai jenis minuman yang beredar di masyarakat. Kondisi ini berpotensi membuat masyarakat melampaui batas asupan gula harian. Padahal, […]]]>

Tren konsumsi minuman manis di Indonesia terus meningkat. Hal itu seiring maraknya berbagai jenis minuman yang beredar di masyarakat. Kondisi ini berpotensi membuat masyarakat melampaui batas asupan gula harian. Padahal, kelebihan konsumsi gula dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti obesitas dan diabetes.

Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Zuraidah Nasution, mengungkapkan bahwa batas asupan gula per hari adalah sekitar 10 persen dari kebutuhan energi harian. Dengan rata-rata kebutuhan energi 2.000 kilokalori, jumlah tersebut setara dengan 50 gram gula atau sekitar empat sendok makan.

“Berbagai studi menunjukkan konsumsi SSB di Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir. Bahkan, Indonesia pernah tercatat sebagai salah satu negara dengan konsumsi minuman berpemanis tertinggi di kawasan Asia,” kata Zuraidah melansir Berita IPB, Kamis (26/3).

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan rata-rata konsumsi gula dari minuman berpemanis saja dapat mencapai sekitar 50 persen dari batas harian.

“Bayangkan, 50 persen itu hanya dari minuman saja. Belum dari makanan atau produk olahan lainnya yang juga mengandung gula tambahan,” tambahnya.

Zuraidah menilai kondisi ini kian parah oleh mudahnya akses terhadap minuman manis, mulai dari minuman kemasan hingga minuman siap saji seperti teh manis, boba, dan kopi kekinian. Produk-produk tersebut juga kerap tidak mencantumkan informasi kandungan gula secara jelas.

Pentingnya Peran Orang Tua

Sementara itu, kebiasaan mengonsumsi minuman manis sering kali terbentuk sejak usia anak dan dapat terbawa hingga dewasa. Karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam membentuk pola konsumsi yang lebih sehat.

Ia menyarankan agar orang tua tidak membiasakan menyimpan minuman berpemanis di rumah. Selain itu, anak juga perlu diajak untuk membaca label informasi nilai gizi pada kemasan.

“Secara sederhana, kita bisa mengurangi kemungkinan anak menjadi ketergantungan pada minuman berpemanis. Misalnya dengan tidak menyetok minuman manis di rumah atau mengajak anak memilih minuman dengan kandungan gula yang lebih rendah,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan agar tidak harus sepenuhnya menghindari minuman manis, tetapi perlu mengatur konsumsi gula secara bijak.

“Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi kita yang mengatur. Batasi jumlahnya, perhatikan total gula yang dikonsumsi dalam sehari, dan imbangi dengan pola hidup sehat seperti konsumsi sayur dan buah, aktivitas fisik, serta istirahat yang cukup,” tutupnya.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tren-minuman-manis-meningkat-ahli-ipb-ingatkan-batas-asupan-gula-harian/feed/ 0
Tren Kukusan Makin Populer, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari? https://www.greeners.co/gaya-hidup/tren-kukusan-makin-populer-amankah-dikonsumsi-setiap-hari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tren-kukusan-makin-populer-amankah-dikonsumsi-setiap-hari https://www.greeners.co/gaya-hidup/tren-kukusan-makin-populer-amankah-dikonsumsi-setiap-hari/#respond Mon, 19 Jan 2026 06:17:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=48010 Kukusan kini kian digemari di tengah banyaknya makanan olahan industri. Tren positif ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi real food. Namun, apakah makanan kukus aman kita konsumsi setiap hari? […]]]>

Kukusan kini kian digemari di tengah banyaknya makanan olahan industri. Tren positif ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi real food. Namun, apakah makanan kukus aman kita konsumsi setiap hari?

Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi IPB University, Ai Imas Faidoh Fatimah, mengatakan bahwa makanan kukus aman, bahkan dianjurkan dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari pola makan harian. Namun demikian, prinsip variasi dan keseimbangan zat gizi tetap perlu diperhatikan.

“Makanan kukusan sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein hewani agar tidak hanya memberikan rasa kenyang dan mengikuti tren, tetapi juga mendukung pemeliharaan kesehatan tubuh secara optimal,” ucap Ai melansir Berita IPB, Kamis (15/1).

Menurut Ai, berbagai jenis pangan dalam bentuk kukusan memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh. Contohnya, jagung, pisang, ubi jalar, singkong, dan labu merupakan sumber karbohidrat kompleks, serat pangan, serta berbagai vitamin yang berperan dalam mendukung pemenuhan gizi harian.

Pengolahan Dikukus Lebih Sehat

Sementara itu, Ai mengungkapkan bahwa metode pengolahan dengan cara dikukus atau direbus cenderung lebih sehat dibandingkan menggoreng. “Pengukusan meminimalkan penggunaan minyak sehingga pangan menjadi lebih rendah lemak jenuh dan kalori,” ucapnya.

Suhu pengukusan yang relatif lebih rendah juga membantu mempertahankan kandungan nutrisi, terutama vitamin dan mineral. Sebab, bahan pangan tidak kontak langsung dengan air, kehilangan vitamin dan mineral menjadi lebih kecil.

Ai menjelaskan, sejumlah bahan pangan sangat diuntungkan jika diolah dengan teknik kukus. Umbi-umbian seperti ubi jalar, singkong, talas, dan kentang berfungsi sebagai sumber karbohidrat, sementara sayuran hijau dan berwarna cerah seperti brokoli, wortel, dan labu kuning kaya vitamin serta antioksidan.

Kacang-kacangan, seperti kacang tanah dan edamame, menjadi sumber protein nabati dan mineral, sedangkan jagung manis mengandung karbohidrat, vitamin, dan mineral. Telur juga termasuk bahan pangan yang cocok dikukus sebagai sumber protein hewani.

Sebagian besar bahan tersebut merupakan pangan lokal Indonesia. Selain mendukung pemenuhan gizi, pengolahannya dengan cara dikukus juga berkontribusi pada penguatan konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tren-kukusan-makin-populer-amankah-dikonsumsi-setiap-hari/feed/ 0
Lima Barang di Rumah yang Wajib Diganti untuk Hindari Mikroplastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/lima-barang-di-rumah-yang-wajib-diganti-untuk-hindari-mikroplastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lima-barang-di-rumah-yang-wajib-diganti-untuk-hindari-mikroplastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/lima-barang-di-rumah-yang-wajib-diganti-untuk-hindari-mikroplastik/#respond Fri, 09 Jan 2026 10:05:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=47975 Memasuki tahun baru 2026, banyak orang mulai menuliskan resolusi hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Mulai dari pola makan, gaya hidup, hingga mengurangi sampah. Namun, pernahkah terpikir untuk mengganti barang […]]]>

Memasuki tahun baru 2026, banyak orang mulai menuliskan resolusi hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Mulai dari pola makan, gaya hidup, hingga mengurangi sampah. Namun, pernahkah terpikir untuk mengganti barang di rumah demi menghindari mikroplastik sebagai bagian dari resolusi tahun ini?

Sobat Greeners, ini momen yang tepat untuk mulai lebih sadar pada barang-barang yang kita gunakan sehari-hari. Tanpa kita sadari, peralatan rumah tangga berbahan plastik justru menjadi sumber mikroplastik yang perlahan mencemari lingkungan, bahkan tubuh kita sendiri.

Berbagai riset menunjukkan bahwa mikroplastik kini ditemukan hampir di mana-mana. Mulai dari air minum, air hujan, udara, hingga telah mengontaminasi tubuh manusia. Paparan ini datang dari kebiasaan kecil yang terus berulang setiap hari. Oleh karena itu, tahun 2026 bisa menjadi langkah baru untuk mulai mengganti barang-barang berisiko dengan pilihan yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Berikut lima barang di rumah berbahan plastik yang patut kamu tinggalkan!

1. Wadah Makanan Plastik

Melansir earth.org, wadah makanan plastik, terutama yang sudah tua atau tergores, berpotensi melepaskan zat berbahaya seperti BPA, ftalat, PFAS, hingga mikroplastik ke dalam makanan. Risiko ini meningkat ketika wadah terkena panas, misalnya saat digunakan di microwave, atau saat menyimpan makanan berlemak dan asam.

Plastik hitam, kemasan makanan cepat saji, hingga wadah bertanda “aman untuk microwave” kerap mengandung lapisan kimia tambahan yang dampak jangka panjangnya bagi kesehatan masih menjadi tanda tanya. Untuk mengurangi risiko paparan, kamu bisa menggunakan  wadah berbahan kaca, baja tahan karat, atau silikon kelas platinum yang lebih stabil dan tahan panas untuk wadah makanan.

2. Talenan Plastik

Talenan plastik masih menjadi pilihan banyak orang karena ringan dan praktis. Namun, tahukah kamu? Setiap goresan pisau di permukaannya dapat melepaskan partikel mikroplastik yang berisiko ikut masuk ke bahan makanan.

Tanpa kita sadari, aktivitas memasak sehari-hari pun bisa menjadi jalur paparan mikroplastik. Sebagai alternatifnya, kamu dapat menggunakan talenan berbahan kayu atau bambu dapat membantu mengurangi potensi kontaminasi sekaligus lebih ramah lingkungan.

3. Spons Cuci Piring

Kini kebanyakan orang masih menggunakan spons cuci piring yang beredar di pasaran, tetapi tahukah kamu? Spons tersebut berbahan plastik yang berpotensi melepaskan serat mikroplastik setiap kali digunakan. Partikel ini kemudian mengalir ke saluran air dan sering kali lolos dari sistem pengolahan limbah, lalu berakhir di sungai dan laut.

Dengan demikian, kini sudah saatnya kamu mengganti spons cuci piring untuk mencuci peralatan makan sehari-hari. Kamu bisa mengganti spons berbahan plastik tersebut dengan penggunaan loofah alami, spons selulosa biodegradable, atau sikat dari serat kelapa.

4. Sikat Gigi Plastik

Sebagian besar sikat gigi terbuat dari bulu nilon dan gagang polipropilen yang hampir tidak bisa terurai secara alami. Karena ukurannya kecil dan bahannya campuran, sikat gigi juga sulit didaur ulang dan hampir selalu berakhir di tempat pembuangan akhir atau lautan.

Untuk mengurangi dampaknya, kamu bisa mulai beralih ke sikat gigi bambu atau menggunakan sikat gigi elektrik dengan kepala yang dapat diganti sehingga limbah plastik yang dihasilkan lebih sedikit.

5. Peralatan Masak Plastik

Spatula dan sendok plastik rentan rusak saat bersentuhan dengan suhu tinggi, terutama ketika mengaduk makanan berminyak atau menumis. Kerusakan ini melepaskan mikroplastik serta zat aditif kimia ke dalam makanan, yang diketahui atau diduga dapat mengganggu sistem hormon.

Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa peralatan masak plastik menyumbang ribuan mikroplastik ke dalam makanan manusia setiap tahunnya. Untuk aktivitas memasak sehari-hari, peralatan berbahan kayu, bambu, atau baja tahan karat bisa menjadi pilihan kamu untuk mencegah paparan tersebut.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/lima-barang-di-rumah-yang-wajib-diganti-untuk-hindari-mikroplastik/feed/ 0
Kasus Flu Melonjak, Perubahan Iklim dan Lingkungan Jadi Penyebab Utama https://www.greeners.co/gaya-hidup/kasus-flu-melonjak-perubahan-iklim-dan-lingkungan-jadi-penyebab-utama/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kasus-flu-melonjak-perubahan-iklim-dan-lingkungan-jadi-penyebab-utama https://www.greeners.co/gaya-hidup/kasus-flu-melonjak-perubahan-iklim-dan-lingkungan-jadi-penyebab-utama/#respond Sat, 08 Nov 2025 04:41:49 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=47629 Kasus flu dalam beberapa minggu terakhir ini meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Pakar kesehatan pernapasan IPB University, Desdiani mengingatkan pentingnya vaksinasi influenza. Kesadaran lingkungan dalam menghadapi lonjakan kasus flu ini […]]]>

Kasus flu dalam beberapa minggu terakhir ini meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Pakar kesehatan pernapasan IPB University, Desdiani mengingatkan pentingnya vaksinasi influenza. Kesadaran lingkungan dalam menghadapi lonjakan kasus flu ini juga penting.

Menurutnya, lonjakan kasus ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kesehatan individu, namun juga oleh dinamika lingkungan dan perubahan iklim. Suhu udara rata-rata di Indonesia pada September 2025 mencapai 26,91°C. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata klimatologis 26,56°C.

“Anomali suhu ini merupakan yang tertinggi ketujuh sejak 1981 dan berpotensi meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap infeksi saluran pernapasan,” ujar Desdiani mengutip Berita IPB, Jumat (11/7).

Selain itu, fluktuasi suhu diurnal (perbedaan suhu antara siang dan malam hari) belakangan ini juga cenderung semakin besar. Bahkan, variabilitas suhu per jam kini mencapai 4–5°C.

“Misalnya, saat ini jam 12 siang suhu bisa mencapai 37°C, lalu satu jam kemudian turun menjadi sekitar 32,5°C. Begitu seterusnya. Jadi, tiap jam suhu udara bisa berubah-ubah,” jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat sistem pertahanan saluran pernapasan menurun, sehingga virus influenza menjadi lebih mudah masuk dan menginfeksi tubuh.

“Perbedaan suhu yang ekstrem antara siang dan malam hari dapat menurunkan imunitas lokal saluran napas. Saat tubuh belum sempat beradaptasi dengan perubahan suhu yang cepat, risiko terinfeksi virus influenza meningkat,” paparnya.

Faktor Urbanisasi dan Polusi Udara

Sementara itu, faktor dari urbanisasi dan polusi udara juga memperkuat penyebaran penyakit. Peningkatan jumlah bangunan dan berkurangnya ruang hijau telah menyebabkan suhu mikro di daerah padat penduduk menjadi lebih tinggi.

“Perubahan iklim dan penurunan kualitas udara bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga masalah kesehatan publik. Karena itu, mitigasi lingkungan harus menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit menular,” ujarnya.

Pada waktu bersamaan, polutan seperti aerosol turut menurunkan kualitas udara dan memperlemah daya tahan tubuh. Kondisi ini mempercepat penyebaran virus influenza tipe A dan B yang menjadi penyebab utama wabah musiman.

“Perubahan suhu dan kelembapan dapat memengaruhi stabilitas virus di udara. Udara kering atau dingin menurunkan efektivitas sistem pertahanan mukosa saluran napas, sehingga seseorang lebih mudah tertular,” tambahnya.

Selain faktor lingkungan, Desdiani mengatakan bahwa vaksinasi influenza tahunan juga menjadi langkah penting untuk mencegah kasus berat dan komplikasi. Vaksinasi ini terbukti efektif menurunkan risiko rawat inap, pneumonia, dan kematian. Terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit kronis atau imun lemah.

Meski efektivitas vaksin dapat menurun pada usia lanjut, ia menekankan bahwa manfaatnya tetap signifikan dalam mengurangi tingkat keparahan penyakit. Menurutnya, vaksin bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membantu membangun kekebalan komunitas, sehingga dapat menekan potensi wabah luas.

Desdiani juga menegaskan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini termasuk etika batuk, penggunaan masker saat sakit, serta menjaga kebersihan udara dan lingkungan.

Ia mengigatkan agar vaksinasi influenza dan kesadaran lingkungan harus berjalan secara beriringan. Terutama di tengah kondisi iklim yang semakin ekstrem, dua hal ini menjadi kunci utama untuk menjaga daya tahan masyarakat dan mencegah wabah besar.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kasus-flu-melonjak-perubahan-iklim-dan-lingkungan-jadi-penyebab-utama/feed/ 0
Kenali Jenis Gula dan Cara Aman Konsumsinya untuk Cegah Diabetes https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-jenis-gula-dan-cara-aman-konsumsinya-untuk-cegah-diabetes/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenali-jenis-gula-dan-cara-aman-konsumsinya-untuk-cegah-diabetes https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-jenis-gula-dan-cara-aman-konsumsinya-untuk-cegah-diabetes/#respond Thu, 21 Aug 2025 10:38:53 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=47183 Tanpa kita sadari, konsumsi gula yang berlebihan menjadi salah satu pemicu utama obesitas dan diabetes. Padahal, setiap jenis gula memiliki karakteristik yang berbeda, lho, Sobat Greeners! Dosen Departemen Ilmu dan […]]]>

Tanpa kita sadari, konsumsi gula yang berlebihan menjadi salah satu pemicu utama obesitas dan diabetes. Padahal, setiap jenis gula memiliki karakteristik yang berbeda, lho, Sobat Greeners!

Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University, Puspo Edi Giriwono, menjelaskan bahwa gula memiliki struktur yang berbeda berdasarkan tingkat kompleksitasnya. Jenis yang paling sederhana adalah monosakarida, contohnya glukosa dan fruktosa. Monosakarida merupakan unit gula dasar yang paling sederhana.

Menurut Puspo, glukosa dan fruktosa memiliki sumber dan karakteristik penyerapan yang berbeda di dalam tubuh. Glukosa, misalnya, bisa kita temukan dalam makanan pokok seperti nasi dan kentang. Sementara, fruktosa umumnya terdapat pada buah-buahan dan sayuran.

BACA JUGA: Gula, Si Manis yang Tak Selamanya Baik

Berita IPB melansir bahwa tubuh lebih cepat menyerap glukosa sehingga bisa dengan cepat meningkatkan kadar gula darah. Sementara itu, fruktosa meskipun memiliki rasa yang lebih manis, justru memiliki indeks glikemik yang lebih rendah karena tubuh menyerapnya dengan lebih lambat. Ia juga menambahkan bahwa tubuh dapat menghasilkan glukosa dari cadangan lemak saat diperlukan.

Puspo menjelaskan, ketika dua unit monosakarida bergabung, akan terbentuk disakarida. Contoh yang paling terkenal adalah sukrosa atau gula pasir yang merupakan gabungan dari satu unit glukosa dan satu unit fruktosa. Jika rantai gulanya lebih panjang, maka akan membentuk oligosakarida hingga polisakarida, seperti yang terdapat pada pati.

Tips Baik Konsumsi Gula

Dalam hal konsumsi harian, Puspo menekankan bahwa kebutuhan gula setiap orang bisa berbeda, tergantung pada jumlah energi yang tubuh butuhkan. Namun, ia menyarankan bahwa konsumsi gula pasir sebaiknya tidak lebih dari dua sampai tiga sendok teh per hari.

Agar konsumsi gula tetap aman, Puspo memberikan beberapa saran. Pertama, sebaiknya kita mengurangi penggunaan gula pasir atau sukrosa tambahan dalam makanan dan minuman. Selain itu, penting untuk meningkatkan aktivitas fisik guna membakar kalori agar tidak menumpuk dalam tubuh.

BACA JUGA: 5 Kegunaan Gula Pasir yang Jarang Kita Ketahui

Ia juga menganjurkan agar kita lebih memilih sumber gula alami yang kompleks, seperti dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Menurutnya, konsumsi buah sangat baik. Selain memberikan rasa manis alami, buah juga kaya vitamin dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan.

Puspo juga mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebihan tidak baik untuk kesehatan tubuh dan dapat meningkatkan risiko obesitas serta penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mulai mengurangi asupan gula dan lebih bijak dalam memilih sumber makanan manis agar tubuh tetap sehat dan bugar.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-jenis-gula-dan-cara-aman-konsumsinya-untuk-cegah-diabetes/feed/ 0
Makan Singkong Rebus Bareng Kopi Bisa Berbahaya? Ini Kata Ahli Gizi IPB https://www.greeners.co/gaya-hidup/makan-singkong-rebus-bareng-kopi-bisa-berbahaya-ini-kata-ahli-gizi-ipb/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=makan-singkong-rebus-bareng-kopi-bisa-berbahaya-ini-kata-ahli-gizi-ipb https://www.greeners.co/gaya-hidup/makan-singkong-rebus-bareng-kopi-bisa-berbahaya-ini-kata-ahli-gizi-ipb/#respond Thu, 24 Jul 2025 08:50:39 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=47035 Bagi banyak orang Indonesia, singkong rebus sering kali menjadi camilan favorit yang disandingkan dengan secangkir kopi hangat. Kombinasi ini memang terasa nikmat dan menghangatkan suasana. Namun, ada hal penting yang […]]]>

Bagi banyak orang Indonesia, singkong rebus sering kali menjadi camilan favorit yang disandingkan dengan secangkir kopi hangat. Kombinasi ini memang terasa nikmat dan menghangatkan suasana. Namun, ada hal penting yang perlu kamu ketahui terkait dampaknya terhadap kesehatan.

Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University, Reisi Nurdiani, memberikan penjelasan ilmiah seputar konsumsi singkong rebus bersama kopi. Menurutnya, kombinasi ini tergolong aman bagi sebagian besar orang sehat, selama konsumsinya masih jumlah yang wajar.

BACA JUGA: Studi: Asap Minyak Goreng Picu Risiko Kanker Paru Wanita

“Tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan kombinasi singkong dan kopi dapat menyebabkan reaksi toksik,” ujar Reisi melansir Berita IPB, Kamis (24/7).

Meski demikian, ada dua hal penting yang perlu kita perhatikan, yaitu potensi gangguan penyerapan zat besi dan pengaruhnya terhadap sistem pencernaan.

Singkong rebus merupakan sumber karbohidrat kompleks yang memberikan energi secara bertahap. Selain itu, singkong juga mengandung serat dan beberapa mineral penting.

Di sisi lain, kopi mengandung kafein yang bersifat stimulan ringan, membantu meningkatkan kewaspadaan, serta kaya akan polifenol. Misalnya, asam klorogenat yang berfungsi sebagai antioksidan.

Namun, Reisi menekankan bahwa pengolahan singkong harus benar. Sebab, singkong mengandung senyawa linamarin (glikosida sianogenik), yang dapat berubah menjadi sianida jika memasaknya tidak dengan tepat.

“Jika mengolahnya dengan benar, senyawa antigizi tersebut dapat hilang dan singkong menjadi aman untuk kita konsumsi,” tambahnya.

Dari sisi kandungan gizi, 100 gram singkong rebus mengandung sekitar 153 kalori, 36,4 gram karbohidrat, 1,3 gram serat, serta sedikit vitamin C dan vitamin B. Sementara, kopi hitam tanpa gula dan susu hampir tidak mengandung kalori, namun kaya akan kafein dan polifenol.

Meski begitu, Reisi mengingatkan bahwa kandungan kafein dan polifenol dalam kopi bisa menghambat penyerapan zat besi non-heme (zat besi yang berasal dari tumbuhan). Terutama jika mengonsumsinya bersamaan dengan makanan sumber zat besi.

Kombinasi Kopi dan Singkong Rebus Bikin Kembung?

Selain itu, singkong yang tinggi pati dan serat, bila dikombinasikan dengan kopi yang bersifat merangsang saluran cerna, dapat menyebabkan rasa penuh atau kembung. Terutama pada orang dengan sensitivitas lambung.

“Jadi, bagi orang sehat, kombinasi ini aman jika dikonsumsi sesekali dalam jumlah sedang,” tambahnya.

Namun, Reisi tidak menyarankan hal tersebut bagi individu yang sedang mengandalkan asupan zat besi non-heme atau yang memiliki gangguan pada lambung.

Terkait pengaruh kafein terhadap metabolisme, Reisi menjelaskan bahwa kafein dapat meningkatkan pelepasan hormon epinefrin (adrenalin). Hal ini dapat menurunkan sensitivitas insulin sementara. Hal ini dapat menyebabkan kadar gula darah naik sedikit lebih tinggi atau turun lebih lambat.

Meski begitu, ia menilai efek ini relatif ringan bagi orang sehat yang tidak memiliki sensitivitas terhadap kafein. “Jika mengonsumsinya dalam jumlah wajar, misalnya 1–2 cangkir kopi per hari tanpa gula berlebih, efeknya pada metabolisme cenderung tidak signifikan,” ucapnya.

Untuk diet yang lebih seimbang, konsumsi singkong rebus dan kopi sebaiknya juga disertai dengan sumber protein atau sayuran. Ia juga mengingatkan agar menghindari gula berlebihan dalam kopi, ketika sedang mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat seperti singkong.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/makan-singkong-rebus-bareng-kopi-bisa-berbahaya-ini-kata-ahli-gizi-ipb/feed/ 0
Resepsi Pernikahan Putra Dedi Mulyadi Terapkan Pemilahan Sampah https://www.greeners.co/gaya-hidup/resepsi-pernikahan-putra-dedi-mulyadi-terapkan-pemilahan-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=resepsi-pernikahan-putra-dedi-mulyadi-terapkan-pemilahan-sampah https://www.greeners.co/gaya-hidup/resepsi-pernikahan-putra-dedi-mulyadi-terapkan-pemilahan-sampah/#respond Sun, 20 Jul 2025 05:00:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=47009 Pernikahan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat, dengan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina berlangsung pada Rabu, 16 Juli 2025 di Garut, Jawa Barat. Momen sakral tersebut membawa prinsip kepedulian […]]]>

Pernikahan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat, dengan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina berlangsung pada Rabu, 16 Juli 2025 di Garut, Jawa Barat. Momen sakral tersebut membawa prinsip kepedulian terhadap lingkungan dengan menerapkan aksi pemilahan sampah usai acara.

Melalui unggahan di akun Instagram Putri, terlihat bahwa sampah-sampah sisa resepsi terpilah menjadi dua kategori, yaitu organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan mereka serahkan kepada pengolah dan pembudidaya maggot. Sementara itu, sampah anorganik akan melalui proses daur ulang. Adapun sampah rongsokan mereka serahkan kepada pengepul.

“Bukan cuma janji sehidup semati, tapi juga janji untuk lebih peduli. Di hari bahagia kami, sampah pun dipilah dengan cinta. Merayakan cinta tanpa lupa jaga semesta,” tulis Putri dalam keterangan unggahannya.

Pemilahan sampah juga berlangsung di berbagai titik acara. Sampah makanan dipisahkan dari plastik kemasan dan sisa air dari botol minuman juga ditangani secara terpisah. Bahkan, sampah residu pun ditimbang untuk dicatat.

Inisiatif ini menjadi bukti bahwa pesta pernikahan berskala besar tetap bisa terlaksana dengan prinsip ramah lingkungan ya, Sobat Greeners. Tak hanya itu, langkah ini secara langsung turut mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Tak Hanya Pemilahan Sampah, Beri Bibit sebagai Mahar

Penerapan prinsip ramah lingkungan dalam pernikahan Maula dan Putri tak hanya tercermin dari pemilahan sampah setelah acara, tetapi juga dari bentuk mahar yang Maula berikan kepada sang mempelai perempuan. Dalam prosesi akad, Maula menghadiahkan sederet mahar yang mendukung keberlanjutan.

Ia memberikan 90 gram logam mulia, 9 ekor sapi, 9 ekor domba garut, 9 ekor ayam pelung cianjur, 9 tambunan bibit ikan gurame, 99 jenis bibit buah kayu lokal, serta 9 jenis bibit padi lokal. Mahar tersebut menjadi simbol komitmen terhadap kelestarian lingkungan sekaligus dukungan pada pertanian dan pangan lokal.

Sebagai pasangan publik, Maula dan Putri juga menghadirkan tokoh nasional sebagai saksi nikah mereka. Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menteri Agama Nasaruddin Umar menjadi saksi dalam pernikahan tersebut.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati Garut, Putri memastikan bahwa hari bahagia ini turut membawa manfaat bagi masyarakat. Banyak elemen dalam pernikahan mereka yang mengangkat kearifan lokal Garut, mulai dari dekorasi bambu yang berasal dari selawi, hingga suvenir pernikahan berupa kerajinan tangan warga, seperti produk kulit dan anyaman bambu.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/resepsi-pernikahan-putra-dedi-mulyadi-terapkan-pemilahan-sampah/feed/ 0
Studi: Asap Minyak Goreng Picu Risiko Kanker Paru Wanita https://www.greeners.co/gaya-hidup/studi-asap-minyak-goreng-picu-risiko-kanker-paru-wanita/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=studi-asap-minyak-goreng-picu-risiko-kanker-paru-wanita https://www.greeners.co/gaya-hidup/studi-asap-minyak-goreng-picu-risiko-kanker-paru-wanita/#respond Sat, 12 Jul 2025 03:00:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46967 Paparan asap minyak goreng, terutama saat proses menumis tanpa alat penghisap asap (ekstraktor), secara signifikan dapat meningkatkan risiko kanker paru pada wanita, baik yang merokok maupun tidak. Hal ini terungkap […]]]>

Paparan asap minyak goreng, terutama saat proses menumis tanpa alat penghisap asap (ekstraktor), secara signifikan dapat meningkatkan risiko kanker paru pada wanita, baik yang merokok maupun tidak.

Hal ini terungkap dari meta-analisis terhadap 23 studi ilmiah (2 studi kohort retrospektif dan 21 studi kasus-kontrol) oleh pakar kesehatan pernapasan dari IPB University, Desdiani.

“Sebuah meta-analisis terbaru dari 23 studi menemukan bahwa asap minyak goreng dikaitkan dengan risiko kanker paru di kalangan wanita, tanpa memandang status merokok,” ujar Desdiani, dikutip dari Berita IPB.

Studi tersebut juga menelaah berbagai jenis minyak goreng. Hasilnya menunjukkan peningkatan risiko kanker paru pada pengguna minyak lobak dibandingkan minyak biji rami, serta minyak lemak babi dibandingkan minyak sayur.

Studi epidemiologis di beberapa negara Asia, seperti Tiongkok, Taiwan, dan Singapura, menunjukkan risiko dari paparan asap minyak goreng. Risiko kanker paru meningkat, terutama tanpa ventilasi atau alat penghisap asap saat memasak.

Desdiani menjelaskan mekanisme kerusakan sel akibat asap tersebut. Salah satu senyawa mutagenik utama dalam asap minyak goreng, yaitu trans trans-2,4-decadienal (tt-2,4-DDE). Senyawa ini terbukti mengurangi tingkat kelangsungan hidup sel eritroleukemia manusia. Bahkan, menyebabkan kerusakan oksidatif yang signifikan pada DNA kromosom.

BACA JUGA: Jangan Buang Minyak Jelantah Sembarangan!

Selain itu, senyawa hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang terbentuk saat minyak dipanaskan pada suhu tinggi juga menjadi faktor karsinogenik utama. Risiko ini sangat relevan di Asia, di mana banyak perempuan masih memasak tanpa perlindungan memadai terhadap asap.

“Hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang berasal dari minyak goreng yang dipanaskan pada suhu tinggi bisa menjadi faktor penyebab Lung Cancer in Never Smokers (LCINS). Khususnya di kalangan perempuan Asia,” lanjut Desdiani.

Mitigasi Paparan Asap

Sebagai langkah pencegahan, ia menekankan pentingnya mitigasi terhadap paparan asap. “Penggunaan ekstraktor asap saat memasak merupakan langkah kritis,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menganjurkan penggunaan metode memasak alternatif selain menumis. Hal ini untuk mengurangi paparan senyawa karsinogenik dari minyak yang dipanaskan.

Kemudian, untuk mengurangi risiko kanker paru yang tidak disadari banyak orang, Desdiani mengingatkan pentingnya edukasi dan perubahan kebiasaan memasak. Khususnya, di lingkungan rumah tangga.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/studi-asap-minyak-goreng-picu-risiko-kanker-paru-wanita/feed/ 0
Rayakan Plastic Free July dengan 4 Gaya Hidup Zero Waste Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/rayakan-plastic-free-july-dengan-4-gaya-hidup-zero-waste-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rayakan-plastic-free-july-dengan-4-gaya-hidup-zero-waste-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/rayakan-plastic-free-july-dengan-4-gaya-hidup-zero-waste-ini/#respond Thu, 10 Jul 2025 10:03:21 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46960 Plastic Free July atau Juli Bebas Plastik adalah gerakan global yang bertujuan mendorong masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Gerakan ini dimulai oleh Rebecca Prince-Ruiz di Australia pada 2011, dan […]]]>

Plastic Free July atau Juli Bebas Plastik adalah gerakan global yang bertujuan mendorong masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Gerakan ini dimulai oleh Rebecca Prince-Ruiz di Australia pada 2011, dan kini telah meluas ke lebih dari 190 negara dengan partisipasi lebih dari 120 juta orang pada tahun 2022.

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) melansir bahwa plastik menjadi masalah serius bagi lingkungan. Setiap tahunnya, lebih dari 8 juta ton sampah plastik mencemari laut dan ekosistem di sekitarnya. Plastik juga mencemari sungai, tanah, hingga udara dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Sekitar 50% dari 380 juta ton plastik yang diproduksi tiap tahun adalah plastik sekali pakai yang langsung terbuang setelah sekali pakai.

Oleh karena itu, Plastic Free July tidak hanya mendorong individu, tetapi juga industri, untuk segera mengurangi ketergantungan pada plastik kemasan. Lebih dari sekadar tantangan bulanan, ini adalah ajakan untuk hidup lebih ramah lingkungan sepanjang waktu.

Berikut lima hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi plastik sekali pakai.

1. Kemas Baju Pakai Tas Guna Ulang

Saat ini, kita sering menggunakan plastik untuk mengemas pakaian dari jasa laundry. Namun, sudah saatnya kita mengubah kebiasaan tersebut dengan menghindari plastik sekali pakai saat mengambil baju dari jasa laundry. Bawalah tas kain atau pouch guna ulang untuk mengemas dan membawa pakaian. Selain mengurangi sampah plastik, cara ini juga membantu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

2. Gunakan Pembalut Guna Ulang 

Sobat Greeners, tahu gak sih? Beralih dari pembalut sekali pakai ke pembalut kain atau menstrual cup adalah langkah ramah lingkungan yang bisa kita lakukan lho. Selain mengurangi limbah plastik, langkah ini juga bikin kita lebih hemat!

3. Bawa Snack Pouch untuk Jajan

Saat membeli camilan atau jajanan, mungkin sebagian dari kita masih menggunakan plastik sekali pakai. Nah, untuk mengurangi plastik sekali pakai, sekarang ada alternatifnya lho yaitu dengan bawa snack pouch atau wadah kecil sendiri. Dengan cara ini, kamu bisa menghindari penggunaan plastik pembungkus sekali pakai yang biasanya langsung dibuang. Selain hemat plastik, kamu juga bisa menjaga kebersihan makanan yang kamu bawa.

4. Beralih Menggunakan Kapas Guna Ulang 

Mengganti kapas sekali pakai dengan kapas kain yang bisa kamu cuci ulang adalah cara sederhana, namun efektif untuk mengurangi sampah plastik dari bungkus kapas. Kapas guna ulang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih ekonomis dalam jangka panjang. Cukup cuci bersih setelah digunakan, lalu pakai kembali, sehingga mengurangi kebutuhan kapas sekali pakai yang cepat menumpuk di tempat pembuangan sampah.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/rayakan-plastic-free-july-dengan-4-gaya-hidup-zero-waste-ini/feed/ 0
Bahaya Kertas Bekas untuk Bungkus Ikan, Ini Penjelasan Ahli Pangan IPB https://www.greeners.co/gaya-hidup/bahaya-kertas-bekas-untuk-bungkus-ikan-ini-penjelasan-ahli-pangan-ipb/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bahaya-kertas-bekas-untuk-bungkus-ikan-ini-penjelasan-ahli-pangan-ipb https://www.greeners.co/gaya-hidup/bahaya-kertas-bekas-untuk-bungkus-ikan-ini-penjelasan-ahli-pangan-ipb/#respond Sun, 29 Jun 2025 06:22:14 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46879 Penggunaan kertas bekas sebagai pembungkus ikan pindang berbahaya bagi kesehatan konsumen. Guru Besar Ilmu Pangan IPB University, Eko Hari Purnomo, menyebut praktik ini sebagai contoh penanganan dan pengemasan pangan yang […]]]>

Penggunaan kertas bekas sebagai pembungkus ikan pindang berbahaya bagi kesehatan konsumen. Guru Besar Ilmu Pangan IPB University, Eko Hari Purnomo, menyebut praktik ini sebagai contoh penanganan dan pengemasan pangan yang kurang baik dan perlu segera masyarakat tinggalkan.

Kertas bekas, terutama yang berasal dari bahan cetak seperti koran atau majalah, berpotensi mengandung cemaran mikrobiologis dan kimiawi. Zat-zat ini bisa berpindah ke dalam ikan, terutama tinta cetak dan pelarut organik yang digunakan dalam proses pencetakan.

BACA JUGA: IPB Luncurkan Tiga Inovasi Teknologi untuk Perkuat Ketahanan Pangan

“Kertas ini bisa membawa cemaran mikrobiologis maupun kimiawi yang mempercepat kerusakan pangan dan mengganggu kesehatan konsumen,” ujar Eko dikutip dari Berita IPB, Jumat (27/6).

Eko menjelaskan bahwa kertas tersebut dapat mengandung mikroba berbahaya serta bahan kimia seperti tinta dan pelarut organik dalam proses pembuatannya. Komponen kimia tersebut berisiko bermigrasi ke dalam ikan pindang.

“Migrasi tinta pada kertas tersebut sering terlihat jelas dari cetakan tulisan yang menempel pada ikan,” tambah Eko.

Kontaminasi Tinta Kertas Bekas Bahaya

Menurut Eko, dampak dari kontaminasi tersebut bisa bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Kontaminasi mikrobiologis dapat menyebabkan gangguan kesehatan langsung setelah konsumsi. Sementara, migrasi zat kimia berisiko menimbulkan penyakit kronis seperti kanker dalam jangka panjang.

Untuk mengatasi hal ini, ia menekankan pentingnya edukasi kepada produsen dan konsumen agar menghindari penggunaan kertas bekas sebagai kemasan pangan.

“Konsumen bisa mulai menolak membeli ikan pindang yang terbungkus kertas bekas agar produsen beralih ke kemasan yang lebih aman,” katanya.

Sebagai alternatif, Eko merekomendasikan penggunaan daun pisang atau jenis daun lain yang tersedia di sentra produksi ikan pindang. Selain lebih aman, bahan alami tersebut juga ramah lingkungan dan dapat memberikan cita rasa khas pada ikan.

Jadi, bagaimana menurut kamu, Sobat Greeners? Masih mau membeli ikan pindang berbungkus kertas bekas? Kini, sudah saatnya kita lebih sadar bahwa meskipun terlihat sepele, penggunaan kertas tersebut sebagai pembungkus ternyata menyimpan dampak yang berbahaya bagi kesehatan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/bahaya-kertas-bekas-untuk-bungkus-ikan-ini-penjelasan-ahli-pangan-ipb/feed/ 0
Yuk, Kenali 3 Produk Kecantikan Lokal yang Ramah Lingkungan! https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-kenali-3-produk-kecantikan-lokal-yang-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=yuk-kenali-3-produk-kecantikan-lokal-yang-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-kenali-3-produk-kecantikan-lokal-yang-ramah-lingkungan/#respond Sat, 28 Jun 2025 05:00:06 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46878 Bumi yang semakin mengalami krisis lingkungan, telah mendorong banyak perusahaan untuk berinovasi menciptakan produk yang ramah terhadap alam. Industri produk kecantikan lokal pun tak ketinggalan dalam gerakan ini. Mereka berlomba-lomba […]]]>

Bumi yang semakin mengalami krisis lingkungan, telah mendorong banyak perusahaan untuk berinovasi menciptakan produk yang ramah terhadap alam. Industri produk kecantikan lokal pun tak ketinggalan dalam gerakan ini. Mereka berlomba-lomba menghadirkan produk-produk yang tidak hanya membuat kita tampil cantik, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan bumi.

Kini, sebagian perusahaan bahkan menciptakan ekonomi restoratif. Tidak hanya mendukung kesejahteraan komunitas lokal dan masyarakat adat di sekitar hutan, tetapi juga berkontribusi pada pemulihan hutan dan ekosistemnya.

BACA JUGA: Produk Ramah Lingkungan, 15 Merek Ini Usung Mode Berkelanjutan!

Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, pilihan produk yang lebih ramah lingkungan pun semakin beragam. Kamu kini bisa tampil glowing dan keren tanpa merusak alam, sekaligus membantu meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Berikut beberapa produk kecantikan lokal yang patut kamu coba.

1. Sabun Citronella Sigi

Citronella atau sereh wangi sedang naik daun sebagai bahan alami yang multifungsi. Selain sebagai minyak atsiri untuk aromaterapi, tanaman ini juga menjadi bahan dasar produk anti-nyamuk serta perawatan kulit dan rambut. Masyarakat Desa Pulu di Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, memanfaatkan sereh wangi untuk membuat sabun citronella yang mereka pasarkan dengan merek Tumbavani.

Penanaman sereh wangi ini merupakan bagian dari program restorasi lahan pasca-banjir bandang yang bertujuan memperkuat ekonomi lokal. Ketua Gampiri Interaksi Lestari, Nedya Sinintha Maulaning menjelaskan bahwa sereh wangi mereka pilih karena masa panennya yang singkat, hanya setiap empat bulan, sehingga bahan bakunya berkelanjutan.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pulu memproduksi sabun tersebut dengan melibatkan kaum muda dan ibu rumah tangga setempat, yang mendapatkan pelatihan dari Mercy Corps Indonesia. Dengan begitu, produk ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberdayakan komunitas lokal.

2. Arcia, Produk Kecantikan dari Alam Kalimantan Barat  

Arcia adalah merek kecantikan yang menggunakan bahan alami khas Kalimantan Barat, seperti tengkawang (Shorea spp.), minyak kemiri, minyak kelapa murni, dan lidah buaya. Tengkawang, yang diolah menjadi mentega, menjadi bahan dasar produk mereka.

Pendiri Arcia, Yenni Angreni, mengatakan bahwa bahan-bahan alami tersebut mudah ditemukan dan diolah secara tradisional oleh masyarakat lokal. Arcia juga menghindari penggunaan bahan kimia sintetis dalam produknya.

Keunggulan Arcia tidak hanya dari bahan alami, tetapi juga kemasan yang bisa masyarakat daur ulang melalui bank sampah. Produk sabun dan sampo batangan yang praktis dan tidak mudah tumpah membantu menghemat anggaran serta air. Sementara, kondisioner yang tidak perlu dibilas memberikan kemudahan ekstra bagi konsumen.

3. Essential oil Aroma Bali

Foresta, sebuah merek minyak atsiri berbasis bahan alami dari hutan Indonesia, tampil dengan kemasan premium yang elegan, meski produk ini asli lokal. Minyak atsiri Foresta hadir dalam bentuk minyak murni untuk aroma terapi dan produk kecantikan turunan.

Business Director Conservana, perusahaan produsen Foresta, Eka Maulana Nugraha Putra menjelaskan bahwa bahan baku berasal dari tanaman yang dibudidayakan melalui rustic agroforestry system. Sistem ini memungkinkan tanaman atsiri seperti sereh wangi, nilam, dan palmarosa ditanam sebagai tanaman sela di hutan yang dikelola masyarakat.

BACA JUGA: TAN’S Label, Fesyen Pengusung Keberlanjutan Lingkungan dan Sosial

Model agroforestry ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga berperan penting dalam menjaga ekosistem. Tanaman atsiri berfungsi sebagai pengikat tanah, mengurangi risiko longsor di lereng perbukitan, serta meningkatkan keanekaragaman hayati hutan.

Dengan pilihan produk-produk seperti ini, kamu bisa ikut berkontribusi menjaga bumi sambil tetap tampil cantik dan percaya diri. Mendukung produk lokal ramah lingkungan berarti juga mendukung kesejahteraan komunitas dan keberlanjutan alam sekitar kita.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-kenali-3-produk-kecantikan-lokal-yang-ramah-lingkungan/feed/ 0
Bellroy Luncurkan Koper Roda Empat Ramah Lingkungan dari Plastik Daur Ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/bellroy-luncurkan-koper-roda-empat-ramah-lingkungan-dari-plastik-daur-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bellroy-luncurkan-koper-roda-empat-ramah-lingkungan-dari-plastik-daur-ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/bellroy-luncurkan-koper-roda-empat-ramah-lingkungan-dari-plastik-daur-ulang/#respond Tue, 13 May 2025 07:52:56 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46589 Merek aksesoris asal Australia, Bellroy, merambah dunia travel gear dengan merilis koper ramah lingkungan roda empat pertamanya. Terkenal dengan desain yang fungsional dan stylish, Bellroy kembali menghadirkan produk yang unik, […]]]>

Merek aksesoris asal Australia, Bellroy, merambah dunia travel gear dengan merilis koper ramah lingkungan roda empat pertamanya. Terkenal dengan desain yang fungsional dan stylish, Bellroy kembali menghadirkan produk yang unik, berkelanjutan, dan berbeda dari koper pada umumnya.

Satu hal yang membuat koper Transit Carry On ini istimewa adalah bahan dasarnya. Bagian luar koper terbuat dari polikarbonat matte yang kuat dan tahan lama, namun tetap ringan. Lebih hebatnya lagi, 80 persen dari bahan tersebut berasal dari plastik daur ulang pascakonsumsi. Artinya, para pelancong bisa bepergian dengan lebih nyaman, sekaligus mengurangi jejak lingkungan.

BACA JUGA: Rocketbook, Sticky Note Reusable yang Membantu Kurangi Limbah Kertas

Tak hanya tampil kokoh, koper ini juga didesain agar mudah dirawat dan diperbaiki. Bellroy menyediakan panduan langkah demi langkah untuk mengganti bagian-bagian penting seperti roda, pegangan, atau ritsleting. Semua ini bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 10 menit.

Bagi para pelancong yang peduli lingkungan namun tetap ingin tampil stylish, koper beroda empat dari Bellroy ini bisa jadi pilihan yang cocok. Dengan desain yang minimalis, bahan ramah lingkungan, dan fitur yang memudahkan, koper ini siap menemani perjalanan, baik di jalan raya, bandara, maupun di kereta dengan lebih mudah dan berkelanjutan.

Kompartemen Praktis

Selain fleksibel, koper ini juga memiliki kompartemen tambahan yang praktis. Di bagian depan, terdapat kantong untuk menyimpan barang-barang penting seperti paspor, boarding pass, atau charger. Semua ini bisa pengguna ambil tanpa perlu membuka seluruh koper terlebih dahulu. Ini akan memudahkan para pengguna ketika proses untuk penerbangan di bandara atau mengecek barang jadi jauh lebih praktis.

Di bagian dalam, Bellroy juga memperhatikan detail kecil. Setiap ritsleting terasa halus saat digunakan, dan bahan lapisan dalamnya memberikan kesan premium yang senada dengan desain luarnya. Semua elemen koper ini menunjukkan bahwa Bellroy tidak hanya fokus pada estetika, tapi juga memberikan kenyamanan pada penggunanya.

Dengan kapasitas yang cukup untuk perjalanan dua sampai lima hari dan desain yang memenuhi standar kabin maskapai, koper ini cocok untuk pelancong aktif, pekerja mobile, hingga mereka yang suka traveling secara tiba-tiba di akhir pekan.

Bellroy telah membuktikan bahwa desain yang baik tidak harus mengorbankan fungsi dan koper bisa menjadi lebih dari sekadar wadah barang, tetapi bisa mendorong keberlanjutan di bumi.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/bellroy-luncurkan-koper-roda-empat-ramah-lingkungan-dari-plastik-daur-ulang/feed/ 0
Yuk, Intip Pernikahan Ramah Lingkungan ala Luna Maya dan Maxime Bouttier https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-intip-pernikahan-ramah-lingkungan-ala-luna-maya-dan-maxime-bouttier/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=yuk-intip-pernikahan-ramah-lingkungan-ala-luna-maya-dan-maxime-bouttier https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-intip-pernikahan-ramah-lingkungan-ala-luna-maya-dan-maxime-bouttier/#respond Mon, 12 May 2025 06:34:06 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46578 Selebritas Indonesia Luna Maya dan Maxime Bouttier resmi menikah pada Jumat, 7 Mei, di Gianyar, Bali. Pernikahan keduanya tidak hanya memukau dari sisi penampilan, tetapi juga mengusung konsep ramah lingkungan […]]]>

Selebritas Indonesia Luna Maya dan Maxime Bouttier resmi menikah pada Jumat, 7 Mei, di Gianyar, Bali. Pernikahan keduanya tidak hanya memukau dari sisi penampilan, tetapi juga mengusung konsep ramah lingkungan yang menyatukan keindahan budaya dan estetika.

Konsep pernikahan merupakan rancangan Bimo Singgih yang berkolaborasi dengan vendor Stupa Caspea dan Make A Scene Bali. Mereka menghadirkan tema yang memadukan unsur budaya Jawa dan estetika Prancis dengan pendekatan ramah lingkungan.

Salah satu elemen paling mencuri perhatian adalah pelaminan yang menyerupai bentuk cunduk mentul, aksesoris kepala tradisional khas Yogyakarta. Seluruh elemen dekoratif seperti kursi, meja, hingga instalasi lainnya juga terbuat dari anyaman daun kelapa—bahan alami yang mudah terurai dan tentunya ramah lingkungan.

Berikut beberapa pendekatan ramah lingkungan dalam pernikahan Luna dan Maxim.

1. Lokasi Outdoor Menyatu dengan Alam

Kalau melihat potret pernikahan Luna Maya dan Maxim Bouttier, jelas terlihat bahwa acara mereka berlangsung di area outdoor yang asri, ya, Sobat Greeners. Lokasinya yang berada di Bali semakin memperkuat kesan alami dengan latar pohon-pohon rimbun yang mengelilingi venue. Suasananya pun terasa hangat, intim, dan tentunya sangat menyatu dengan alam.

Menikah di ruang terbuka seperti ini bukan hanya estetis, tapi juga lebih ramah lingkungan. Tanpa kebutuhan akan pendingin udara atau pencahayaan buatan yang berlebihan, penggunaan energi bisa berkurang secara signifikan. Artinya, emisi karbon pun ikut berkurang.

2. Dekorasi Pernikahan Ramah Lingkungan

Dekorasi yang terbuat dari anyaman daun kelapa ini juga menjadi salah satu elemen paling menarik dari pernikahan Luna dan Maxim. Selain tampil estetik dengan sentuhan tradisional, penggunaan bahan organik seperti ini jelas lebih ramah lingkungan daripada material sintetis.

Dekorasi dari daun kelapa ini bisa terurai dengan cepat dan mudah dikomposkan. Artinya, tidak akan menambah beban sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). Ini menjadi sebuah langkah cerdas dan berkelanjutan yang patut kita apresiasi, ya, Sobat Greeners!

3. Suvenir Ramah Lingkungan

Lewat unggahan di media sosial Melaney Ricardo, kita bisa mengintip isi suvenir pernikahan Luna dan Maxim yang tak kalah menarik. Tasnya saja sudah mencuri perhatian, karena terbuat dari anyaman daun kelapa yang tidak hanya cantik, tapi juga ramah lingkungan.

Isi di dalamnya pun tak kalah menarik. Ada tumbler yang mendukung gaya hidup minim sampah, serta barang-barang fungsional lainnya seperti parfum dan handuk, yang bisa digunakan berulang kali. Semua ini tentu penuh dengan pertimbangan keberlanjutan dan menghindari produk sekali pakai.

Pernikahan Luna dan Maxim jadi bukti bahwa momen sakral bisa tetap megah tanpa harus berdampak buruk bagi lingkungan. Mulai dari pemilihan lokasi, dekorasi, hingga suvenir, semua dirancang dengan kesadaran akan pentingnya menjaga bumi.

Jadi, gimana Sobat Greeners? Tertarik mengusung konsep pernikahan ramah lingkungan juga?

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-intip-pernikahan-ramah-lingkungan-ala-luna-maya-dan-maxime-bouttier/feed/ 0
Apakah Kucing Bisa Menangis? Ini Penjelasan Pakar dari IPB University https://www.greeners.co/gaya-hidup/apakah-kucing-bisa-menangis-ini-penjelasan-pakar-dari-ipb-university/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=apakah-kucing-bisa-menangis-ini-penjelasan-pakar-dari-ipb-university https://www.greeners.co/gaya-hidup/apakah-kucing-bisa-menangis-ini-penjelasan-pakar-dari-ipb-university/#respond Mon, 05 May 2025 05:54:48 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46514 Banyak pemilik hewan peliharaan sering bertanya-tanya, apakah kucing bisa menangis seperti manusia? Menurut dosen dari Program Studi Paramedik Veteriner, Sekolah Vokasi IPB University, Tetty Barunawati Siagian, jawabannya adalah tidak. Ia […]]]>

Banyak pemilik hewan peliharaan sering bertanya-tanya, apakah kucing bisa menangis seperti manusia? Menurut dosen dari Program Studi Paramedik Veteriner, Sekolah Vokasi IPB University, Tetty Barunawati Siagian, jawabannya adalah tidak.

Ia menjelaskan meskipun kucing memiliki saluran air mata dan bisa mengeluarkan air mata secara fisik, mereka tidak menangis akibat emosi seperti yang manusia lakukan. “Kucing tidak menangis seperti yang kita bayangkan. Jika kita melihat air mata mengalir di wajah kucing, itu biasanya karena iritasi atau masalah medis, bukan karena alasan emosional,” kata Tetty dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai gantinya, kucing mengekspresikan perasaan atau kebutuhan mereka melalui vokalisasi, seperti mengeong atau mengerang. Suara-suara ini kucing gunakan untuk berkomunikasi, baik untuk menyampaikan rasa sakit, kelaparan, atau stres, meskipun tidak ada air mata yang mengiringinya.

Tetty menjelaskan, kucing juga memiliki cara-cara nonverbal untuk menunjukkan perasaan mereka, seperti mengibaskan ekor ketika merasa terganggu, atau bersembunyi saat merasa cemas atau stres.

“Kucing yang sedang sedih mungkin akan bersembunyi, makan lebih sedikit, tidur lebih banyak, dan meringkuk. Mereka sangat pandai menyembunyikan emosinya,” tambahnya.

Suara Vokalisasi Kucing Tanda Lapar

Beberapa alasan umum mengapa kucing mengeluarkan suara vokalisasi antara lain karena rasa lapar, haus, cemas, atau butuh akan perhatian. Perubahan dalam lingkungan mereka, seperti kedatangan orang baru, juga dapat memicu stres dan membuat mereka lebih vokal.

Untuk mengetahui tanda-tandanya, Tetty memberikan beberapa petunjuk, seperti suara mengeong panjang yang menandakan keinginan atau rasa sakit, postur tubuh yang tegang, atau tingkah laku gelisah yang menunjukkan kecemasan.

“Jika kucing terus-menerus mengeluarkan suara atau menunjukkan tanda-tanda kesakitan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter hewan,” kata Tetty.

Tetty menjelaskan, apabila mendapati kucing menangis, penting untuk memeriksa kebutuhan dasarnya terlebih dahulu, seperti makanan dan air. Apabila kucing tampak sakit atau terluka, segera bawa ke dokter hewan. Dalam beberapa kasus, kucing hanya membutuhkan perhatian atau kasih sayang lebih dari pemiliknya.

Dengan memahami cara kucing berkomunikasi, pemilik hewan peliharaan dapat lebih peka terhadap kebutuhan emosional dan fisik kucing mereka.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/apakah-kucing-bisa-menangis-ini-penjelasan-pakar-dari-ipb-university/feed/ 0
Hari Bumi: Yuk, Kenalan dengan 5 Masjid yang Sudah Pakai Panel Surya! https://www.greeners.co/gaya-hidup/hari-bumi-yuk-kenalan-dengan-5-masjid-yang-sudah-pakai-panel-surya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hari-bumi-yuk-kenalan-dengan-5-masjid-yang-sudah-pakai-panel-surya https://www.greeners.co/gaya-hidup/hari-bumi-yuk-kenalan-dengan-5-masjid-yang-sudah-pakai-panel-surya/#respond Tue, 22 Apr 2025 10:18:43 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46417 Hari Bumi 2025 yang mengusung tema “Kekuatan Kita, Planet Kita” menjadi pengingat bahwa setiap orang, termasuk komunitas keagamaan, berperan besar dalam mendorong penggunaan energi bersih. Salah satu contohnya, kini semakin […]]]>

Hari Bumi 2025 yang mengusung tema “Kekuatan Kita, Planet Kita” menjadi pengingat bahwa setiap orang, termasuk komunitas keagamaan, berperan besar dalam mendorong penggunaan energi bersih. Salah satu contohnya, kini semakin banyak masjid di Indonesia yang mulai memanfaatkan panel surya sebagai sumber listrik ramah lingkungan.

Saat ini, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi ruang gerakan sosial dan lingkungan. Di Indonesia, makin banyak masjid yang mulai menyuarakan isu-isu lingkungan serta mengambil langkah nyata, dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap. Energi dari sinar matahari ini dapat memenuhi kebutuhan listrik harian masjid.

Sobat Greeners, bukan hanya satu atau dua masjid di Indonesia yang sudah memakai PLTS atap, lho. Jumlahnya sudah cukup banyak dan terus bertambah. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bahwa masjid bisa menjadi motor penggerak dalam transisi menuju energi terbarukan.

Menariknya, penggunaan PLTS atap ini tidak hanya terbatas di masjid-masjid besar di kota-kota besar saja. Banyak juga masjid di kota kecil, bahkan di daerah pedesaan yang sudah mengadopsi teknologi ini. Hal ini membuktikan bahwa semangat menjaga Bumi bisa bisa kita mulai dari mana saja, mulai dari kota hingga pelosok negeri.

Berikut ini lima masjid di Indonesia yang telah menggunakan PLTS atap untuk memenuhi kebutuhan energi listriknya.

1. Panel Surya di Masjid Istiqlal

Siapa yang tak kenal dengan Masjid Istiqlal? Masjid besar yang terletak di Kota Jakarta Pusat ini ternyata menggunakan panel surya sejak tahun 2016. Kini, sudah ada 504 unit modul surya yang terpasang di atap Masjid Istiqlal dengan kapasitas masing-masing 325 watt peak (wp).

Pasokan energi dari panel surya ini telah memenuhi 16 persen dari kebutuhan masjid. Bukan sekadar memasang panel surya, masjid yang berkapasitas 200 ribu jemaah ini juga sudah melakukan gerakan lingkungan lainnya seperti pengelolaan sampah, renovasi beberapa bangunan dengan konsep ramah lingkungan, hingga membuat sistem daur ulang air.

2. Masjid Jogokariyan

Masjid Jogokariyan di Kota Yogyakarta terkenal sebagai salah satu masjid dengan komunitas yang sangat kompak. Bahkan, saat Ramadan masjid ini begitu populer dengan acara Kampung Ramadan yang selalu ramai setiap tahunnya, lengkap dengan deretan penjual takjil dan ribuan takjil gratis setiap hari selama bulan suci.

Namun, tahukah Sobat Greeners? Selain aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, Masjid Jogokariyan juga telah berkontribusi dalam menjaga lingkungan dengan menggunakan energi bersih. Sejak tahun 2021, masjid ini mulai menggunakan panel surya sebagai sumber sebagian energi listriknya.

Panel surya tersebut memiliki kapasitas total 4,19 kilowatt peak (kWp) dan merupakan hasil donasi dari sejumlah donatur asal Jakarta. Saat ini, terdapat sembilan unit panel surya yang terpasang di masjid tersebut, masing-masing berkapasitas 450 hingga 470 wp.

3. Panel Surya di Masjid Al Muharram

Geliat masjid-masjid yang beralih ke energi bersih semakin terlihat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya adalah Masjid Al Muharram yang terletak di Kampung Brajan, Kabupaten Bantul. Masjid ini aktif dalam gerakan lingkungan, terutama melalui program Sedekah Sampah yang telah berjalan cukup lama.

Sejak tahun 2023, Masjid Al Muharram mulai melangkah lebih jauh dengan mengadopsi panel surya sebagai sumber energi listriknya. Langkah ini terwujud melalui program Sedekah Energi yang digagas oleh Mosaic, dan berhasil menghimpun donasi dari lebih dari 5.000 orang. Berkat dukungan tersebut, kini terpasang delapan unit panel surya berukuran 2 x 1 meter, dengan total kapasitas sekitar 4.300 wp.

4. Masjid KH Ahmad Dahlan

Bukan hanya di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah saja, di Jawa Timur masjid yang menggunakan panel surya juga mulai tumbuh. Salah satunya adalah Masjid KH Ahmad Dahlan yang sudah menggunakan panel surya sejak tahun 2021.

Masjid ini telah memasang empat panel surya berukuran 8 x 10 meter, masing-masing menghasilkan daya sekitar 600 wp. Selain itu, terdapat empat panel tambahan yang dipasang pada tahun 2023 dengan kapasitas 2.200 wp, sehingga total kapasitas PLTS yang terpasang saat ini mencapai 2.800 wp atau 2,8 kWh. 

Saat ini, kebutuhan energi masjid berkisar 6 kWh dari PLN, dengan rata-rata konsumsi harian mencapai 15 kWh. Untuk mengoperasikan seluruh peralatan masjid, total kebutuhan energi dalam sehari mencapai sekitar 30 kWh. Dengan menggunakan panel surya ini, tagihan listrik PLN di Masjid KH Ahmad Dahlan pun berkurang 30 persen setiap bulannya.

5. Masjid Supangat

Di Jawa Timur ada masjid yang juga ikut bersinar dengan panel surya. Masjid tersebut adalah Masjid Supangat di Tuban yang menjadi masjid pertama menggunakan tenaga listrik surya lewat instalasi solar panel.

Instalasi ini merupakan pemberian Askara Nusantara pada tahun 2024 sebagai bentuk dukungan untuk menyuarakan energi terbarukan di rumah-rumah ibadah dan supaya masjid bisa lebih hemat listrik. Sehingga, para pengurus masjid mengalihkan kelebihan dari biaya itu untuk membantu warga, salah satunya membuka bimbel gratis khusus anak-anak di desa setempat.

Itu dia lima masjid di Indonesia yang telah menggunakan panel surya untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi listriknya. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga bisa menjadi pelopor dalam gerakan transisi energi, dari energi fosil menuju energi terbarukan.

Semoga di momen Hari Bumi ini, semakin banyak masjid dan bangunan lainnya yang terinspirasi untuk mengikuti jejak serupa. Karena masa depan Bumi yang lebih cerah dan berkelanjutan berawal dari langkah-langkah kecil yang kita ambil hari ini.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/hari-bumi-yuk-kenalan-dengan-5-masjid-yang-sudah-pakai-panel-surya/feed/ 0
Semangat Kerja Menurun? Ini 5 Cara Kembali Produktif Menurut Psikolog https://www.greeners.co/gaya-hidup/semangat-kerja-menurun-ini-5-cara-kembali-produktif-menurut-psikolog/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=semangat-kerja-menurun-ini-5-cara-kembali-produktif-menurut-psikolog https://www.greeners.co/gaya-hidup/semangat-kerja-menurun-ini-5-cara-kembali-produktif-menurut-psikolog/#respond Wed, 16 Apr 2025 09:09:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46377 Sobat Greeners, apakah semangat kerja kamu menurun setelah libur Lebaran? Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak orang mengalami kesulitan kembali ke rutinitas seperti bekerja, sekolah, atau kuliah setelah menikmati momen kebersamaan […]]]>

Sobat Greeners, apakah semangat kerja kamu menurun setelah libur Lebaran? Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak orang mengalami kesulitan kembali ke rutinitas seperti bekerja, sekolah, atau kuliah setelah menikmati momen kebersamaan selama liburan. Hal ini wajar, tapi penting untuk segera bangkit dan menemukan cara produktif agar semangat kerja dan fokus bisa kembali.

Psikolog sekaligus dosen di Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Nur Islamiah atau yang akrab disapa Mia, menjelaskan bahwa dalam dunia psikologi, kondisi ini dikenal sebagai post-holiday blues. Ini adalah keadaan emosional yang muncul setelah liburan berakhir. Beberapa tandanya adalah perasaan sedih, hampa, atau kehilangan semangat.

“Jika gejala terasa semakin berat, kondisi ini dapat berkembang menjadi post-holiday depression. Tanda-tandanya meliputi hilangnya motivasi dan minat pada rutinitas yang biasa ditekuni, kesulitan untuk konsentrasi, kecemasan, gangguan tidur, bahkan rasa putus asa,” ungkap Mia dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA: Tips Jaga Kesehatan Mental dari Berita Negatif Menurut Psikolog

Berita IPB melansir bahwa masa transisi dari libur panjang menuju rutinitas tidak selalu mudah. Perubahan dari suasana santai menjadi hari-hari yang penuh tuntutan bisa terasa cukup berat secara emosional.

Mia menyarankan, jika merasakan satu atau beberapa gejala post-holiday blues, penting untuk menyadarinya dan segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Yuk, simak lima cara membangun kembali produktivitas dan semangat kerja setelah Lebaran!

1. Mulai secara Bertahap

Awali harimu dengan mengerjakan tugas-tugas yang paling ringan, lalu tingkatkan secara bertahap sambil menjaga konsistensi. “Setelah libur panjang, jangan langsung memaksa diri bekerja dengan target ambisius yang biasanya justru berakhir dengan kekecewaan,” ujarnya.

2. Bangun Rutinitas Kecil

Salah satu rahasia sukses yang terbukti ampuh membuat produktivitas balik lagi setelah liburan adalah membangun rutinitas kecil yang konsisten. Contohnya, mulai dengan bangun lebih pagi, bikin daftar tugas berdasarkan skala prioritas, dan terapkan teknik fokus seperti metode Pomodoro—kerja selama 25 menit, lalu istirahat 5 menit.

3. Rekoneksi dengan Lingkungan

Salah satu langkah sederhana saat kembali bekerja adalah membangun kembali koneksi dengan ruang kerja secara fisik. Misalnya, merapikan meja atau menambahkan elemen estetis seperti tanaman hias atau aromaterapi. Hal itu secara psikologis dapat memberikan dorongan positif.

“Manfaatkan momen halal bihalal dengan berbincang ringan, dengan rekan kerja atau teman kuliah untuk menghidupkan kembali rasa kebersamaan dan kenyamanan di lingkungan kerja,” jelasnya.

Mia juga mengingatkan agar tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Hadirlah dengan tulus dengan mendengarkan, berbagi cerita secukupnya, dan memberi dukungan satu sama lain.

4. Manfaatkan Energi Positif Liburan

Liburan merupakan momen alami untuk mengisi ulang energi secara fisik maupun psikologis. Menurut Mia, energi positif ini sebaiknya tidak sekadar menjadi kenangan, melainkan jadi sumber semangat baru dalam menghadapi rutinitas.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan refleksi sederhana, seperti menuliskan tiga hal paling menyenangkan selama liburan dan menghayati pengalaman tersebut. Aktivitas ini dapat memperkuat emosi positif, meningkatkan rasa syukur, serta membantu menanamkan pola pikir yang lebih optimis saat kembali bekerja.

BACA JUGA: Menjaga Kesehatan Mental: Kenali 4 Cara yang Efektif

“Refleksi seperti ini juga membantu otak menyimpan memori positif sebagai sumber motivasi jangka panjang,” tuturnya.

Langkah lainnya adalah membawa kebiasaan baik dari liburan ke rutinitas. Misalnya, saat liburan kita lebih sering makan bersama keluarga, mengobrol tanpa tergesa, atau menikmati waktu tanpa banyak distraksi digital.

5. Konsultasi dengan Profesional

Masa pascalibur bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan pemahaman psikologis yang tepat dan penerapan langkah-langkah sederhana, rasa berat dan malas bisa kita ubah menjadi awal baru yang lebih semangat dan produktif.

Namun, Mia mengingatkan, apabila rasa tidak nyaman berkepanjangan dan mulai mengganggu keseharian, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan profesional.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/semangat-kerja-menurun-ini-5-cara-kembali-produktif-menurut-psikolog/feed/ 0
Tips Jaga Kesehatan Mental dari Berita Negatif Menurut Psikolog https://www.greeners.co/gaya-hidup/tips-jaga-kesehatan-mental-dari-berita-negatif-menurut-psikolog/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tips-jaga-kesehatan-mental-dari-berita-negatif-menurut-psikolog https://www.greeners.co/gaya-hidup/tips-jaga-kesehatan-mental-dari-berita-negatif-menurut-psikolog/#respond Thu, 10 Apr 2025 06:56:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46335 Saat ini, informasi yang beredar di media sosial terus berkembang dengan sangat cepat. Hal itu dapat mempengaruhi kesehatan mental. Di Indonesia, berbagai berita negatif dan kontroversial semakin sering muncul, mulai […]]]>

Saat ini, informasi yang beredar di media sosial terus berkembang dengan sangat cepat. Hal itu dapat mempengaruhi kesehatan mental. Di Indonesia, berbagai berita negatif dan kontroversial semakin sering muncul, mulai dari kebijakan pemerintah, kasus pembunuhan, krisis ekonomi, hingga kerusakan lingkungan. Situasi ini tidak hanya menimbulkan keresahan sosial, tetapi juga berdampak signifikan pada kondisi psikologis individu.

Psikolog Klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Pamela Andari Priyudha, menekankan bahwa paparan terus-menerus terhadap berita-berita buruk dapat memicu ketegangan psikologis yang bersifat kronis dan kolektif.

BACA JUGA: Menjaga Kesehatan Mental: Kenali 4 Cara yang Efektif

“Ketika seseorang merasa tidak berdaya, mereka bisa mengalami learned helplessness, yaitu kondisi merasa tidak mampu mengubah situasi meskipun sebenarnya ada peluang. Ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan apatisme, frustrasi, dan depresi secara kolektif,” ujar Pamela pada Rabu (9/4), seperti dilansir Berita UGM.

Pamela juga menyampaikan bahwa ada kelompok-kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak negatif dari paparan berita buruk. Di antaranya adalah orang tua dan lansia, remaja dan anak muda yang terlalu sering mengakses media sosial, serta individu dengan tingkat literasi digital rendah dan akses terbatas terhadap informasi yang kredibel.

Ia menekankan bahwa kemampuan seseorang dalam meregulasi atau mengelola emosi memegang peran penting. Khususnya, dalam menentukan sejauh mana paparan berita negatif dapat memengaruhi kesehatan mental mereka.

Berikut tiga tips menjaga kesehatan mental dari paparan berita negatif menurut Pamela!

1. Batasi Konsumsi Informasi

Salah satu strategi untuk menjaga kesehatan mental di tengah paparan berita negatif yaitu membatasi konsumsi informasi yang bersifat memicu kecemasan. Terutama, ketika seseorang sedang dalam kondisi psikologis yang kurang stabil.

Selain itu, kamu juga perlu membangun kebiasaan mencari informasi pembanding dari berbagai sumber yang kredibel. Hal itu berguna untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih objektif dan seimbang.

Pamela menyarankan agar masyarakat tidak langsung bereaksi terhadap informasi yang belum terverifikasi. “Penting untuk mengedepankan logika dan bersikap objektif. Selalu cari tahu dari berbagai sumber, jangan hanya mengandalkan satu sudut pandang,” ucapnya.

2. Hindari Topik Mengganggu

Tips kedua yaitu menghindari topik-topik yang bisa mengganggu emosional kamu. Contohnya konflik politik atau isu sosial yang memancing reaksi emosional secara berlebihan.

Di sisi lain, Pamela menyarankan agar seseorang mengonsumsi konten-konten yang bersifat positif dan inspiratif. Hal itu penting untuk membantu menjaga suasana hati tetap stabil dan mendorong pola pikir yang lebih optimis dalam sehari-hari.

Salah satu hal yang terpenting pada teknik psikologis yang bisa kamu terapkan untuk tetap optimis yakni dengan mengontrol diri. Fokus terhadap hal-hal yang bisa kamu kendalikan.

3. Berikan Dukungan

Tips berikutnya, berikan dukungan emosional kepada orang terdekat yang sedang mengalami kecemasan. Kamu bisa hadir di sampingnya dan menjadi sosok pendengar yang baik. Dengarkanlah keluhan, kecemasan, dan keresahannya tanpa menghakimi. Berempatilah kepada orang terdekatmu yang kondisi emosionalnya sedang tidak baik-baik saja.

Namun, sebelum kita terjun membantu orang lain, penting pula untuk mengenali dan memahami kondisi psikologis kita sendiri. Kesadaran ini penting untuk mencegah kelelahan emosional (emotional burnout) pada pihak yang memberi bantuan.

BACA JUGA: 7 Kegiatan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Mental

Selain itu, Pamela juga menyoroti pentingnya peran lembaga pendidikan dalam membentuk ketahanan psikologis generasi muda. Khususnya, melalui upaya peningkatan literasi digital dan literasi kesehatan mental.

Peran komunitas juga tak kalah penting dalam mendukung terciptanya ekosistem informasi yang sehat dan konstruktif. Komunitas memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta dalam membangun ruang publik yang bebas dari misinformasi, ujaran kebencian, dan konten yang bersifat provokatif.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tips-jaga-kesehatan-mental-dari-berita-negatif-menurut-psikolog/feed/ 0
Yuk, Isi Libur Lebaran dengan 5 Kegiatan Ramah Lingkungan Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/tak-mudik-yuk-isi-libur-lebaran-dengan-5-kegiatan-ramah-lingkungan-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tak-mudik-yuk-isi-libur-lebaran-dengan-5-kegiatan-ramah-lingkungan-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/tak-mudik-yuk-isi-libur-lebaran-dengan-5-kegiatan-ramah-lingkungan-ini/#respond Mon, 31 Mar 2025 03:00:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46263 Libur Lebaran Idulfitri adalah momen yang membahagiakan bagi umat Muslim. Biasanya, pada saat ini banyak orang yang mudik ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun, bagi kamu yang […]]]>

Libur Lebaran Idulfitri adalah momen yang membahagiakan bagi umat Muslim. Biasanya, pada saat ini banyak orang yang mudik ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun, bagi kamu yang tidak mudik, jangan khawatir. Ada banyak cara untuk mengisi liburan dengan kegiatan yang menyenangkan dan tetap peduli terhadap lingkungan.

Jika kamu bingung untuk mengisi waktu selama libur Lebaran, banyak pilihan aktivitas ramah lingkungan yang bisa dilakukan, lho, Sobat Greeners. Misalnya, menanam bibit tanaman di halaman rumah, piknik ke taman, keliling kota dengan transportasi umum, dan masih banyak lagi.

Dengan mengisi libur Lebaran dengan kegiatan ramah lingkungan, tidak hanya hati jadi bahagia, tetapi kamu juga ikut berkontribusi besar dalam menjaga bumi. Yuk, simak lima kegiatan ramah lingkungan yang bisa kamu coba untuk membuat libur Lebaran lebih bermakna!

1. Piknik Minim Sampah Bersama Keluarga

Mengisi libur Lebaran yang bermakna bisa dilakukan dengan piknik bersama keluarga di taman terdekat rumahmu. Agar piknik ini lebih ramah lingkungan, kamu bisa menerapkan konsep piknik minim sampah.

Caranya, persiapkan bekal makanan menggunakan wadah guna ulang untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, bawa alat makan guna ulang, gunakan botol tumbler untuk minuman, dan jangan lupa membawa tikar untuk duduk bersama.

Bayangkan, kamu duduk bersama keluarga, menikmati makanan yang dibawa dari rumah, sambil berjalan-jalan di taman tanpa menghasilkan polusi atau limbah. Piknik sederhana di bawah pohon rindang pada cuaca cerah ini akan membuat liburanmu semakin hangat dan menyenangkan bersama keluarga.

2. Berkebun dan Bermain di Alam

Jika kamu merasa bosan dengan kebiasaan liburan seperti pergi ke mal atau kafe, coba deh mengisi libur Lebaran dengan berkegiatan di alam bebas. Ini bisa menjadi kegiatan seru, terutama untuk keluarga.

Kamu bisa mengajak keluarga untuk berkebun di halaman rumah, berjalan-jalan di taman, atau melakukan kegiatan outdoor seperti bersepeda, hiking, atau camping. Selain memberikan pengalaman baru, berkegiatan di alam juga mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan.

Tak hanya itu, kamu juga bisa menanam bibit tanaman di halaman rumah. Ini bisa menjadi misi yang baik untuk membuat rumahmu lebih hijau. Di momen Lebaran ini, kegiatan seperti ini akan semakin bermakna jika kamu mengajak keluarga untuk bersama-sama membuat bumi lebih hijau.

3. Membuat Kreasi dari Sampah

Kamu suka kegiatan yang mengasah kreativitas? Nah, ini saatnya kamu mengisi libur Lebaran dengan membuat karya seni dari sampah di sekitarmu. Cobalah untuk mengumpulkan sampah plastik atau bahan-bahan bekas lainnya, lalu olah menjadi barang-barang bermanfaat.

Meskipun sampah sering kali dianggap sebagai barang yang tak bernilai, ternyata sampah bisa menjadi barang berguna. Misalnya, kamu bisa membuat pot tanaman dari botol plastik bekas atau kerajinan tangan lainnya di rumah. Selain mengasah kreativitas, kegiatan ini juga membantu mengurangi sampah dan memberi nilai lebih pada barang-barang yang seharusnya dibuang.

4. Belajar Mengompos

Di hari-hari biasa, sering kali kamu sulit menemukan waktu untuk belajar mengompos. Nah, libur Lebaran ini adalah momen yang tepat untuk mulai belajar mengompos.

Mengompos adalah proses penguraian sampah organik menjadi pupuk yang berguna untuk tanaman.Kamu bisa mulai mengompos dengan sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, daun kering, atau kulit buah.

Dengan melakukan kegiatan ini, kamu tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan dan menciptakan dampak yang lebih berkelanjutan. Bahkan, apabila kamu rutin melakukan kegiatan ini, sampah sisa makananmu tidak akan terbuang begitu saja.

5. Tur dengan Transportasi Umum

Bagi kamu yang tidak mudik, cobalah untuk melakukan tur di kotamu dengan menggunakan transportasi umum seperti bus atau kereta. Kamu bisa berkeliling ke tempat wisata, situs bersejarah, atau tempat seni yang menarik.

Menggunakan transportasi umum tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga memberikan pengalaman menyenangkan selama perjalanan.

Lebih seru lagi jika kamu mengajak keluarga untuk ikut menggunakan transportasi umum selama liburan. Ini bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mengeksplorasi kota dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tak-mudik-yuk-isi-libur-lebaran-dengan-5-kegiatan-ramah-lingkungan-ini/feed/ 0
Kenali Green Coffee, Biji Kopi Mentah yang Sehat Bisa Bantu Jaga Stamina https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-green-coffee-biji-kopi-mentah-yang-sehat-bisa-bantu-jaga-stamina/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenali-green-coffee-biji-kopi-mentah-yang-sehat-bisa-bantu-jaga-stamina https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-green-coffee-biji-kopi-mentah-yang-sehat-bisa-bantu-jaga-stamina/#respond Fri, 21 Mar 2025 06:26:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46197 Green coffee atau kopi hijau merupakan biji kopi mentah yang tidak melalui proses pemanggangan. Kopi yang satu ini kerap digunakan sebagai suplemen dan kandungan dalam minuman energi. Green coffee cocok […]]]>

Green coffee atau kopi hijau merupakan biji kopi mentah yang tidak melalui proses pemanggangan. Kopi yang satu ini kerap digunakan sebagai suplemen dan kandungan dalam minuman energi. Green coffee cocok bagi kamu yang sedang melakukan perjalanan ke kampung halaman menjelang Lebaran agar energi tetap terjaga secara seimbang.

Karena tidak melalui proses pemanggangan, green coffee tetap kaya akan asam klorogenat. Senyawa antioksidan tersebut berperan dalam menjaga metabolisme dan kesehatan tubuh. Tidak hanya mengandalkan kafein untuk memberikan dorongan energi instan, kopi ini juga menawarkan manfaat energi lebih stabil tanpa risiko jantung berdebar atau gangguan tidur sesudahnya.

Dokter umum sekaligus influencer kesehatan, Dion Haryadi, menekankan bahwa green coffee bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menjaga stamina selama perjalanan.

“Green coffee kaya antioksidan dan asam klorogenat yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Selain memberi energi tambahan, green coffee juga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap optimal, serta menurunkan risiko jantung berdebar dan gangguan tidur,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa manfaat jenis kopi ini juga telah teruji melalui sejumlah penelitian. Sebuah studi tahun 2020 menunjukkan bahwa konsumsi rutin green coffee dapat membantu memperbaiki indikator kesehatan, seperti menurunkan kadar kolesterol total dan LDL dalam darah secara signifikan.

Studi lain mengungkapkan bahwa konsumsi kopi hijau sebanyak 400 miligram (mg) selama empat minggu dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Dengan manfaat ini, kopi jenis ini bisa menjadi solusi bagi pemudik yang ingin menjaga kesehatan jantung sekaligus tetap bertenaga sepanjang perjalanan.

Menjaga Fokus dan Stamina

Selain itu, banyak orang juga merasakan manfaat kopi hijau sebagai sumber energi yang lebih sehat. Bobby Andreas Ida, seorang model sekaligus fitness influencer salah satunya yang merasakan manfaat ini. Ia mengakui bahwa jenis kopi ini membantunya menjaga fokus dan stamina tanpa efek samping.

“Dalam keseharian yang sibuk, menjaga energi tanpa mengorbankan kesehatan adalah prioritas saya. Sejak mengonsumsi minuman energi berbasis green coffee, saya merasakan energi yang lebih stabil dan bertahan lebih lama,” ujar Bobby.

Bagi generasi muda yang aktif, manfaat antioksidan dalam kopi hijau juga semakin relevan, karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Radikal bebas dari stres, polusi udara, dan gaya hidup yang serba cepat dapat merusak sel-sel tubuh. Kopi ini dapat membantu mengatasi masalah ini dengan meningkatkan perlindungan terhadap stres oksidatif.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-green-coffee-biji-kopi-mentah-yang-sehat-bisa-bantu-jaga-stamina/feed/ 0
Ingin Pola Tidur Teratur saat Ramadan? Yuk Lakukan 3 Tips Ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/ingin-pola-tidur-teratur-saat-ramadan-yuk-lakukan-3-tips-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ingin-pola-tidur-teratur-saat-ramadan-yuk-lakukan-3-tips-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/ingin-pola-tidur-teratur-saat-ramadan-yuk-lakukan-3-tips-ini/#respond Thu, 20 Mar 2025 06:45:47 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46189 Selama bulan Ramadan, sering kali terjadi perubahan pada metabolisme, pola makan, hingga pola tidur. Perubahan ini perlu diperhatikan dengan baik, terutama pada pola tidur. Apabila pola tidur menjadi berantakan, hal […]]]>

Selama bulan Ramadan, sering kali terjadi perubahan pada metabolisme, pola makan, hingga pola tidur. Perubahan ini perlu diperhatikan dengan baik, terutama pada pola tidur. Apabila pola tidur menjadi berantakan, hal tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Dosen pengajar di Fakultas Kedokteran IPB University, Citra Ariani, menyampaikan bahwa perubahan pola tidur selama Ramadan dapat memengaruhi kesehatan, seperti meningkatkan risiko obesitas, gangguan mood, dan menurunnya imunitas tubuh.

Selain itu, perubahan pola tidur ini juga dapat memengaruhi performa sehari-hari, seperti berkurangnya konsentrasi dan energi dalam menjalankan tugas-tugas harian. Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang sehat selama Ramadan sangat penting agar tubuh tetap bugar dan produktif.

Berikut beberapa tips mengatur pola tidur selama Ramadan:

1. Jam Tidur Teratur

Tips pertama dari Citra yaitu mengatur agar tidur malam di waktu yang sama dan menghindari makanan yang terlalu berat saat berbuka. Ia juga menekankan penerapan sleep hygiene dengan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman.

“Caranya adalah dengan mengatur suhu lebih sejuk, mematikan lampu, tidak menggunakan gadget 30 menit sebelum tidur,” jelasnya.

Selain itu, Halodoc menyarankan supaya tubuh kamu bisa mendapatkan durasi tidur yang cukup, kamu bisa mencoba untuk memajukan waktu tidur. Misalnya, jika biasanya kamu tidur sekitar pukul 11 atau 12 malam, selama bulan puasa, coba selesaikan semua aktivitas sebelum jam 10 malam agar tubuh tetap mendapatkan cukup waktu untuk tidur.

Sobat Greeners, manfaatkan juga waktu setelah berbuka dan melaksanakan ibadah tarawih untuk bersiap-siap tidur. Kamu bisa mandi dan membersihkan kamar agar lebih nyaman. Agar tidurmu tidak terganggu, pastikan untuk menjauhkan semua perangkat elektronik yang bisa membuat kamu terdistraksi.

2. Bergerak Aktif

Selain itu, Citra juga memberikan beberapa cara untuk menghindari kelelahan dan mengoptimalkan energi selama Ramadan. Ia berpesan, meskipun sedang berpuasa, penting untuk tetap bergerak aktif secara proporsional. Selain itu, penting juga untuk menjaga pola makan yang seimbang dan memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air putih.

Citra juga menekankan pentingnya mempertahankan pola tidur yang baik setelah Ramadan berakhir. Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga konsistensi waktu tidur malam, melanjutkan praktik sleep hygiene, mengurangi konsumsi minuman berkafein sebelum tidur, serta menghindari kebiasaan merokok.

3. Luangkan Waktu Tidur Siang

Selama bulan puasa, waktu makan siang biasanya lebih luang, dan itu bisa dimanfaatkan untuk tidur siang sejenak. Tidur siang selama 20-30 menit cukup efektif untuk mengembalikan energi dan meningkatkan produktivitas.

Selain itu, tidur siang juga berperan dalam mengatur hormon stres yang sering timbul akibat kurang tidur di malam hari. Dengan tidur siang, kamu bisa menutupi kekurangan tidur yang tidak tercukupi pada malam hari.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/ingin-pola-tidur-teratur-saat-ramadan-yuk-lakukan-3-tips-ini/feed/ 0