pakaian daur ulang - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/pakaian-daur-ulang/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 20 Feb 2024 05:51:14 +0000 id hourly 1 Puma Gandeng Pengrajin Ethiopia Buat Koleksi Daur Ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/puma-gandeng-pengrajin-ethiopia-buat-koleksi-daur-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=puma-gandeng-pengrajin-ethiopia-buat-koleksi-daur-ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/puma-gandeng-pengrajin-ethiopia-buat-koleksi-daur-ulang/#respond Tue, 20 Feb 2024 05:51:14 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=43106 Merek pakaian olahraga ternama, Puma, meluncurkan produk daur ulang buatan pengrajin lokal di negara Ethiopia. Perusahaan tersebut juga menggandeng LemLem, usaha fesyen lokal asal Afrika. Misi ini Puma bangun untuk […]]]>

Merek pakaian olahraga ternama, Puma, meluncurkan produk daur ulang buatan pengrajin lokal di negara Ethiopia. Perusahaan tersebut juga menggandeng LemLem, usaha fesyen lokal asal Afrika. Misi ini Puma bangun untuk menginspirasi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dan melestarikan budaya lokal seperti tenun.

Setiap pakaian olahraga terbuat dari minimal 30% bahan daur ulang dengan tangan pengrajin lokal di Ethiopia. Hal ini merupakan bukti komitmen perusahaan tersebut untuk mengambil inisiatif berkelanjutan yang lebih kuat, sekaligus mempromosikan visi LemLem dalam praktik pakaian yang etis.

BACA JUGA: Nowatch, Jam Tangan Unik Pelacak Kesehatan Mental dan Fisik

The Wellness Feed melansir bahwa inisiatif seperti Puma sudah banyak merek lain lakukan. Misalnya, Adidas yang meluncurkan sepatu olahraga dari plastik hasil pembersihan laut. Tahun lalu, Crocs juga berkolaborasi dengan DOW Inc untuk meluncurkan koleksi sepatu berbasis bio.

Oleh karena itu, tidak heran kalau saat ini sudah banyak merek yang menerapkan konsep keberlanjutan melalui berbagai inovasi. Sebab, kini pencemaran lingkungan semakin mendesak, produsen fesyen pun mulai ikut bertindak.

Puma menggandeng pengrajin Ethiopia buat koleksi daur ulang. Foto: The Wellness Feed

Puma menggandeng pengrajin Ethiopia buat koleksi daur ulang. Foto: The Wellness Feed

Puma Memberdayakan Masyarakat Lokal

Puma tidak terlepas dari reputasi baiknya. Merek olahraga global ini memiliki produk berkualitas dan unggul. Apalagi, saat ini Puma berkolaborasi dengan LemLem yang mengangkat seni tradisional penenun Ethiopia.

Kolaborasi ini memberikan sebuah wajah baru dalam fesyen olahraga. Puma juga mendorong standar produksi yang lebih baik dengan memberdayakan masyarakat lokal.

BACA JUGA: Freitag “Sulap” Airbag dan Terpal Jadi Tas Kekinian

Pendiri LemLem, Liya Kebede mengatakan bahwa koleksi ini diperuntukkan bagi wanita yang menginginkan sesuatu berbeda dan bisa keluar dari zona nyaman. Sebab, produk buatan Puma dan LemLem telah memberikan nuansa warna dan bentuk yang penuh keunikan.

“Ini adalah koleksi untuk wanita yang ingin menonjolkan feminitasnya dan percaya bahwa pakaian olahraga tidak harus membosankan,” ujar Liya.

Konsumen Bisa Dapat Pakaian Olahraga Corak Baru

Sementara itu, dari kolaborasi telah memberikan koleksi yang menampilkan karya seni orisinal dan bermanfaat bagi komunitas pembuat pakaian inovatif. Sehingga, konsumen bisa mendapatkan merek pakaian olahraga global dengan corak yang baru.

LemLem melansir bahwa visi antara Puma dan LemLem mengenai keberlanjutan telah mendukung langkah masa depan lebih baik. Puma dan LemLem merasa bangga bisa mengemban tanggung jawab untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Koleksi yang Puma luncurkan pun tengah mencerminkan komitmen mereka terhadap praktik dengan menggunakan bahan daur ulang.

Sejauh ini, LemLem juga sudah dikenal sebagai perusahaan yang memberikan praktik secara etis dan berdedikasi untuk memberdayakan pengrajin lokal di Afrika. Para penenun di Ethiopia pun berhasil menciptakan banyak karya menggunakan teknik tradisional.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/puma-gandeng-pengrajin-ethiopia-buat-koleksi-daur-ulang/feed/ 0
4 Merek Fesyen di Los Angeles Buat Produk Daur Ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-merek-fesyen-di-los-angeles-buat-produk-daur-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=4-merek-fesyen-di-los-angeles-buat-produk-daur-ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-merek-fesyen-di-los-angeles-buat-produk-daur-ulang/#respond Tue, 19 Sep 2023 07:16:01 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=41640 Sobat Greeners, tahukah kamu? Sebagian besar merek fesyen kini sudah mulai membuat produk daur ulang agar lebih berkelanjutan. Sebab, masih banyak tekstil yang dibuang ke tempat sampah setiap tahunnya hingga […]]]>

Sobat Greeners, tahukah kamu? Sebagian besar merek fesyen kini sudah mulai membuat produk daur ulang agar lebih berkelanjutan. Sebab, masih banyak tekstil yang dibuang ke tempat sampah setiap tahunnya hingga berakhir merusak lingkungan.

Dalam aktivitas industri fesyen, mereka juga berperan penting dalam memikirkan dampak lingkungan yang semakin meningkat terhadap manusia, planet, dan hewan. Oleh karena itu, beberapa produsen di seluruh dunia, seperti merek fesyen yang berbasis di Los Angeles, mulai mengambil langkah untuk memproduksi produk daur ulang yang lebih ramah lingkungan.

BACA JUGA: Freitag “Sulap” Airbag dan Terpal Jadi Tas Kekinian

Sebagian besar merek fesyen ini telah memanfaatkan limbah kain dalam produksinya. Kain daur ulang tersebut dijadikan berbagai bentuk fesyen.

Selain itu, beberapa merek telah menerapkan sistem pengembalian atau penukaran sebagai peluang untuk mengembalikan pakaian lama ke lini produksi. Hal ini tentu bisa menghindarkan pakaian mereka terbuang sia-sia. Lalu, merek apa saja yang sudah memproduksi pakaian daur ulang di Los Angeles? Simak selengkapnya berikut ini!

1. Girlfriend Collective

Girlfriend Collective telah memproduksi Girlfriend Collective Black Uma One Shoulder Bra yang terbuat dari 79 % botol plastik daur ulang (rPET) yang dapat didaur ulang.

Produk Girlfriend Collective mencakup bra, legging, dan pakaian lainnya. Pakaian tersebut terbuat dari campuran botol plastik, jaring, kain daur ulang, dan spandeks. Girlfriend Collective memiliki dua ciri khas, di antaranya legging Compressive High Rise dan Paloma Bra yang terbuat dari campuran poliester serta spandeks daur ulang.

Produk daur ulang. Foto: The Wellness Feed

Produk daur ulang. Foto: The Wellness Feed

2. For Days

Merek fesyen ini telah meluncurkan produk berbahan 100 % katun organik bersertifikat GOTs, yakni For Days Never A Waste Relaxed Tee. For Days membuat perlengkapan dasar seperti kaus, hoodies, dan topi yang dapat Sobat Greeners gunakan untuk membangun isi lemari pakaian lebih ramah lingkungan.

Selain itu, For Days juga akan mengubah pakaian lama dari para konsumen menjadi tekstil melalui proses daur ulang tanpa air. Mereka lantas memasukkan kembali produk tersebut ke jalur produksi. Kemudian, hasil dari daur ulang tersebut akan menjadi kaus.

BACA JUGA: Carpet Matter Project, Sulap Limbah Karpet Jadi Furnitur Unik

3. Gracemade

Sobat Greeners, merek yang satu ini telah menggunakan praktik yang berkelanjutan dengan mengambil bahan baku dan serat alami secara lokal, lho.

Salah satu yang Gracemade produksi yaitu Gracemade The Esther Dress yang terbuat dari bahan rayon sisa bekas hasil produksi. Mereka juga telah memproduksi pakaian dalam jumlah kecil di pabrik-pabrik di Los Angeles.

Produk daur ulang. Foto: The Wellness Feed

Produk daur ulang. Foto: The Wellness Feed

4. Love Faustin

Love Faustin, merek fesyen yang memproduksi pakaian ala-ala vintage ini telah menganggap bahwa slow fashion adalah segalanya.

Melansir Love Faustin, mereka percaya cara paling ramah lingkungan dalam memproduksi pakaian baru adalah memperpanjang siklus hidup kain dan pakaian yang sudah ada.

Love Faustin telah membuat pakaian daur ulang dalam jumlah kecil dan terbatas dengan tekstil. Hasilnya pun akan menjadi pakaian-pakaian vintage yang cocok anak muda gunakan. Tidak sekadar itu, mereka juga telah mengubah tekstil ini menjadi pakaian santai yang terlihat elegan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-merek-fesyen-di-los-angeles-buat-produk-daur-ulang/feed/ 0
Nike Kurangi Jejak Karbon Lewat Koleksi Pakaian Terbarunya https://www.greeners.co/gaya-hidup/nike-kurangi-jejak-karbon-lewat-koleksi-pakaian-terbarunya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nike-kurangi-jejak-karbon-lewat-koleksi-pakaian-terbarunya https://www.greeners.co/gaya-hidup/nike-kurangi-jejak-karbon-lewat-koleksi-pakaian-terbarunya/#respond Tue, 08 Nov 2022 03:49:11 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=37900 Salah satu perusahaan sepatu, pakaian dan alat-alat olahraga kenamaan dunia asal Amerika Serikat, Nike mengeluarkan koleksi “Nike Forward” pada 15 September lalu. Koleksi Nike Forward merupakan strategi keberlanjutan terbaru dari […]]]>

Salah satu perusahaan sepatu, pakaian dan alat-alat olahraga kenamaan dunia asal Amerika Serikat, Nike mengeluarkan koleksi “Nike Forward” pada 15 September lalu. Koleksi Nike Forward merupakan strategi keberlanjutan terbaru dari Nike yang menitikberatkan pada proses untuk pembuatan busana dengan kualitas tinggi sekaligus mengurangi dampak buruk pada lingkungan.

Nike Forward merupakan hasil dari koleksi pengembangan selama lima tahun, yang bertujuan untuk menyederhanakan produksi kain. Alih-alih melakukan proses konvensional biasanya, mereka mengubah proses produksi menjadi lebih tradisional. Mulai dari pemintalan benang, merajut, memotong hingga menjahit.

Sesuai dengan komitmennya, Nike Forward dibuat dengan beragam lapisan, termasuk menggunakan limbah industri dan pascakonsumen. Selain itu, keunikan produk ini yakni dibuat tanpa ritsleting, atau trim tambahan untuk memudahkan daur ulang pakaian.

Vice President Global Apparel Product Merchandising, Nike, Inc Aaron Heiser, percaya bahwa strategi keberlanjutan ini berpotensi untuk memberikan pemahaman baru tentang material dan apparel yang positif.

“Ini adalah inovasi pakaian Nike terbesar sejak Dri-Fit 30 tahun lalu. Serta memiliki potensi besar untuk mengubah industri seperti yang dilakukan Air dan Flyknit untuk alas kaki Nike,” katanya.

Meskipun bermaterial tipis, tapi memberikan kehanyatan dan kenyamanan konsumennya. Foto: Inhabitat

Nike Forward Kurangi Jejak Karbon Sebanyak 75 %

Lebih dari sekadar komitmen, Nike Forward secara signifikan mengurangi dampak lingkungan. ia mampu mengurangi 75 % jejak karbon selama proses produksi. “Nike Forward akan terasa berbeda. Kita menggunakan bahan yang baru dan secara drastis mengurangi jejak karbonnya,” ucap VP Innovation Apparel Design, NIKE, Inc, Carmen Zolman.

Koleksi ini berupa hoodie elegan berwarna abu-abu polos klasik. Menghindari penggunaan hiasan dan pewarna berlebih untuk meminimalkan dampak yang akan lingkungan terima. Proses pembuatannya memakai beberapa lapisan material tipis pilihan untuk memberikan keseimbangan antara kelembutan dan kehangatan, sekaligus kualitas bagi konsumen.

Model hoodie memiliki saku bergaya “raw cut pocket” juga menampilkan penampilan klasik yang elegan. Model ini juga mampu menghemat penggunaan material dan energi dalam pembuatannya. Lalu, hoodie ini terbuat dari 70 % bahan daur ulang, yang berkontribusi pada tujuan sirkular dari perusahaan.

Menjadi salah satu merek ternama dunia, Nike seringkali mengeluarkan inovasi dan komitmen terhadap tanggung jawab perusahaan. Komitmen ini merupakan satu jembatan langkah untuk komitmen berkelanjutan yang akan datang pada kesempatan berikutnya.

“Nike Forward merupakan langkah baru dalam rangkaian panjang untuk terus meningkatkan standar kinerja dan dedikasi untuk berbuat lebih baik untuk bumi ini,” paparnya.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Inhabitat

Retail Touch Points

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/nike-kurangi-jejak-karbon-lewat-koleksi-pakaian-terbarunya/feed/ 0
Hadiri Penghargaan, Billie Eilish Gunakan Pakaian Daur Ulang Lagi https://www.greeners.co/gaya-hidup/hadiri-penghargaan-billie-eilish-gunakan-pakaian-daur-ulang-lagi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hadiri-penghargaan-billie-eilish-gunakan-pakaian-daur-ulang-lagi https://www.greeners.co/gaya-hidup/hadiri-penghargaan-billie-eilish-gunakan-pakaian-daur-ulang-lagi/#respond Fri, 21 Oct 2022 03:00:45 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=37711 Billie Eilish beberapa kali menunjukkan kepedulian dan kekhawatirannya pada lingkungan dan perubahan iklim. Kini Billie pun kembali menunjukkan komitmennya tersebut lewat pakaian yang ia kenakan pada malam penghargaan Environmental Media […]]]>

Billie Eilish beberapa kali menunjukkan kepedulian dan kekhawatirannya pada lingkungan dan perubahan iklim. Kini Billie pun kembali menunjukkan komitmennya tersebut lewat pakaian yang ia kenakan pada malam penghargaan Environmental Media Association Awards (EMAs).

Sejalan dengan tema keberlanjutan pada malam penghargaan, Billie mengenakan kembali satu set pakaian dari Brand Gucci. Pakaian ini juga pernah ia gunakan sebelumnya, tepatnya di Billboard Awards tahun 2020 silam.

Pada acara EMAs, Billie mengenakan celana dan atasan brokat hijau bunga-bunga dengan detail dasi tanpa menggunakan masker dan topi senada seperti acara Billboard 2 tahun lalu. Untuk memberikan kesan segar dan baru, Billie hanya menambahkan beberapa aksesoris kalung emas pada keseluruhan outfit nya.

Pada kesempatan tersebut, pelantun Bad Guy ini berhasil membuktikan bahwa tampil mewah dan menawan tidak harus selalu menggunakan pakaian baru. Mendaur ulang pakaian atau menggunakan koleksi lama juga bisa kamu lakukan untuk membuat tampilan lebih menawan.

Tidak hanya pada satu kesempatan, sebelumnya Billie Eilish juga menggunakan pakaian daur ulang ketika menghadiri Met Gala tahun ini. Ia menggunakan gaun daur ulang rancangan Alessandro Michele, desainer sekaligus direktur kreatif Gucci.

Meski terlihat mudah untuk menggunakan kembali pakaian yang sama pada acara tertentu, namun hal ini jarang bisa kita temukan pada kalangan public figure Sobat Greeners! Padahal harapannya mereka bisa terus memberikan tampilan baru yang menarik pada penampilannya terlebih pada acara-acara besar.

Billie Eilish Gelar Tur Dunia Sambil Suarakan Perubahan Iklim

Environmental Media Association Awards (EMAs) pada awal Oktober lalu resmi digelar di Los Angeles, Amerika Serikat. Penghargaan ini memberikan apresiasi pada setiap orang yang telah membuat dampak dalam memerangi perubahan iklim atau memiliki langkah positif untuk mempertahankan planet bumi.

Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Billie Eilish dan ibunya yakni Maggie Baird. Ibu dan anak ini mendapatkan penghargaan kehormatan “role models for sustainable behaviors”. Berkat inisiatifnya melakukan konferensi bernama “Overheated” selama pelaksanaan tur dunia Happier Than Ever pada pertengahan tahun lalu. Perubahan iklim menjadi topik utama pada konferensi ini, acara lain yakni pemutaran film dokumenter, hingga aksi saling menukar pakaian.

Overheated berlangsung enam hari pada bulan Juni lalu. Konferensi ini menyatukan aktivis iklim, musisi, dan desainer dalam pembahasan praktik hijau di industri musik, pola makan nabati, juga mode berkelanjutan.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Vogue UK

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/hadiri-penghargaan-billie-eilish-gunakan-pakaian-daur-ulang-lagi/feed/ 0
Peneliti Sulap Plastik PET dari Sungai Menjadi Pakaian https://www.greeners.co/ide-inovasi/peneliti-sulap-plastik-pet-dari-sungai-menjadi-pakaian/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peneliti-sulap-plastik-pet-dari-sungai-menjadi-pakaian https://www.greeners.co/ide-inovasi/peneliti-sulap-plastik-pet-dari-sungai-menjadi-pakaian/#respond Thu, 06 Oct 2022 03:30:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=37551 Terbayangkah pakaian terbuat dari plastik yang ada di sungai? Bukti ini bisa menjawab pertanyaan itu. Saat ini para peneliti di Dutch Saxion University of Applied Sciences mengembangkan pakaian pertama berbahan […]]]>

Terbayangkah pakaian terbuat dari plastik yang ada di sungai? Bukti ini bisa menjawab pertanyaan itu. Saat ini para peneliti di Dutch Saxion University of Applied Sciences mengembangkan pakaian pertama berbahan plastik PET dari sungai lokal.

Tujuannya untuk membuat produksi pakaian lebih berkelanjutan dengan menggunakan plastik yang sulit terdaur ulang.

Mereka mengawali pembuatan pakaian berbahan plastik ini dengan mencari botol PolyEthylene Terephthalate (PET) dari sungai dekat kota Zwolle di Belanda. Hingga berujung di tahap garmen. 

Untuk tujuan ini, Saxion bekerja sama dengan Clear Rivers, yang concern membersihkan sungai. Mereka kemudian memilah plastik PET dan selanjutnya mereka parut, bersihkan dan keringkan.

Dengan memanfaatkan smelt spinning, bahan tersebut mereka ubah menjadi benang. Secara molekuler bahan ini sama dengan apa yang kita kenal sebagai poliester karenanya cocok untuk pakaian.

Setelah proses pemintalan, benang mereka tenun menjadi kain di pabrik tenun di Enschede, Belanda, A.C. ter Kuile.

Plastik PET Sulit Terdaur Ulang

Dalam proyek tersebut, para peneliti memanfaatkan plastik PET untuk bahan benang dan kancing pakaian. Terdiri dari 25 % benang PET yang bersumber dari sungai IJssel dekat Zwolle. Lalu 75 % sisanya saat ini adalah kapas. Kendati demikian, proporsinya dapat dengan mudah mereka ubah menjadi 50/50.

Saxion bermitra dengan perusahaan lokal untuk mengoptimalkan sistem pemisahan, pembersihan hingga penggunaan kembali plastik untuk mendaur ulang plastik yang sulit terdaur ulang tersebut.

Mikroplastik di Alam

Membuat pakaian dari plastik berdinding tipis, seperti PET adalah salah satu bagian dari proyek yang lebih besar dalam Post-use Plastic Foil Solutions.

Terkait hal itu, Saxion bermitra dengan perusahaan lokal mengoptimalkan sistem untuk memisahkan, membersihkan, dan menggunakan kembali plastik berdinding tipis dan mendaur ulangnya.

Kendati demikian, pakaian berbahan plastik PET itu akan melepaskan serat mikro yang terbuat dari plastik yaitu mikroplastik, ke lingkungan saat proses pencucian.

Mikroplastik telah ditemukan di palung terdalam di lautan, pada hewan, dan bahkan di darah dan paru-paru manusia. Walaupun begitu, pakaian berbahan kapas juga bisa jadi menyebabkan masalah lingkungan dan sosial.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber: materialdistrick.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/peneliti-sulap-plastik-pet-dari-sungai-menjadi-pakaian/feed/ 0
Petit Pli: Pakaian yang Membesar Seiring Pertumbuhan Anak https://www.greeners.co/gaya-hidup/petit-pli/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=petit-pli https://www.greeners.co/gaya-hidup/petit-pli/#respond Wed, 27 Jan 2021 10:00:53 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=31268 Tidak hanya limbah plastik, sampah tekstil juga mencemari lautan dengan menyumbang bobot terberat. Problem ini tentu perlu kita sorot dan pecahkan, dengan inovasi pakaian seperti Petit Pli, karya Ryan Mario Yasin.]]>

Petit Pli, perusahaan asal Inggris ini terinspirasi dari origami menciptakan baju yang bisa bertumbuh bersama tubuh putra-putri Anda.

Obrolan Taman Belakang bersama Swietenia Puspa Lestari dari Divers Clean Action, menyadarkan kita akan masalah darurat mengenai sampah. Tidak hanya limbah plastik yang menjadi persoalan bagi lautan Indonesia. Tetapi, sampah tekstil atau pakaian juga mencemari lautan dengan menyumbang bobot terberat. Problem ini tentu perlu kita sorot dan pecahkan, dengan inovasi pakaian seperti Petit Pli, karya Ryan Mario Yasin.

Awal Mula Terciptanya Petit Pli

Sebagai paman baru di tahun 2016, Ryan melihat betapa cepatnya pertumbuhan keponakannya yang bernama Viggo. Ia memikirkan begitu banyak pemborosan pakaian seiring kilatnya perkembangan anak-anak. Pengalaman tersebut menyulut motivasinya yang merupakan seorang insinyur penerbangan. Ia menyadari harus ada solusi baru sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Solusi yang Ryan kembangkan dari proyek tesisnya, menjadi perusahaan dengan peneliti, sosiolog perancang dan insinyur yang berkomitmen untuk tujuan yang sama. Mereka ingin menginspirasi perilaku konsumsi yang lebih baik di masa depan melalui desain inovatif. Dalam waktu 2 tahun, terciptalah Petit Pli, sebuah merek global yang terkenal dengan pendekatan desain keberlanjutan. Mereka berbasis di London, dan berdiri pada 2017.

Bertumbuh Sampai Tujuh Ukuran Berbeda

Terinspirasi oleh teknik kedirgantaraan, pakaian anak-anak yang mereka rancang dapat “bertumbuh” hingga tujuh ukuran. Sehingga secara signifikan mengurangi limbah dan emisi CO2 pada titik produksi, distribusi, dan setelah pembelian. Desain yang bekerja menyesuaikan ukuran tubuh anak yang mengenakan pakaian ini cocok untuk tingkat pertumbuhan yang tinggi pada anak-anak.

petit pli

Terinspirasi oleh teknik kedirgantaraan, pakaian anak-anak yang mereka rancang dapat “bertumbuh” hingga tujuh ukuran. Foto: Petit Pli.

Material Pakaian Petit Pli

Setelan Petit Pli terbuat dari kain daur ulang dan memiliki konstruksi serat tunggal, yang memungkinkan pakaian yang mereka produksi dapat dengan mudah didaur ulang di akhir penggunaannya. Selain itu, rangkaian produk Petit Pli juga terbuat dari botol daur ulang. Sejak 2017, mereka telah mendaur-ulang sekitar 12.841 botol PET dengan pembuatan pakaian inovatif mereka. Garmen yang mengandung 100% poliester daur ulang ini dirancang untuk slow fashion, tahan hujan dan angin. Bahan yang mereka gunakan ringan, kuat, dan memiliki sirkulasi udara yang baik karena anak-anak adalah “atlet yang ekstrim”.

Selain memakai material daur ulang, mereka juga bermitra dengan produsen di Portugal yang memperoleh 30% energinya dari panel surya.

Struktur pakaiannya memiliki memori yang selalu menyetel ulang otomatis saat pemakaiannya dan dapat dengan mudah Anda setel ulang dengan tarikan horizontal.

Lipatan yang membuatnya dapat bertransformasi menjadi tujuh ukuran yang berbeda tidak mudah tanggal. Proses lipatan yang mereka rancang membuat lipatannya keras. Selain itu, garmen ini dirancang agar bisa dicuci dengan mesin. Mereka pun memberikan instruksi untuk pembersihan pakaian ini, misalkan dengan menggunakan deterjen teknis (seperti Nikwax Techwash).

Kemudian tidak menggunakan pelembut kain karena dapat menghilangkan daya tahan air. Untuk mengeringkannya, cukup letakkan di atas rak pengering. Jangan mengeringkannya dengan mesin dan jangan menyetrikanya. Saat menyimpan, baringkan rata di atas tumpukan.

petit pli

Lipatan yang membuatnya dapat bertransformasi menjadi tujuh ukuran yang berbeda tidak mudah tanggal. Foto: Petit Pli.

Baca juga: Belajar dari Kota Prato, Pusat Daur Ulang Pakaian di Italia

Berbagai Penghargaan Dari Dunia Desain, Teknik, dan Mode

Dengan gabungan inovasi dan ekonomi sirkular yang mereka gagas, Petit Pli mendapatkan pengakuan dari badan pemberi penghargaan bergengsi di bidang yang mencakup desain, teknik, dan mode. Penghargaan-penghargaannya adalah UK James Dyson Award, Red Dot Design Award, H&M Global Change Award dan Dezeen Award untuk Best Wearable Design.

Tak hanya pakaian anak-anak, Petit Pli juga sedang mengembangkan desainnya dan mulai merancang pakaian untuk orang dewasa dengan konsep dasar yang sama dengan apa yang telah mereka buat.

Melalui pendekatannya terhadap keberlanjutan, Petit Pli berharap bisa menanamkan nilai mode lambat atau slow fashion pada anak-anak yang bertumbuh bersama perusahaan teknologi pakaian tersebut. Mereka berharap dapat menginspirasi anak-anak untuk menghargai umur panjang dan inovasi dalam produk paling intim dalam hidup kita, yaitu pakaian.

Penulis: Agnes Marpaung.

Sumber:

Website Petit Pli

Obrolan Taman Belakang

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/petit-pli/feed/ 0
Belajar dari Kota Prato, Pusat Daur Ulang Pakaian di Italia https://www.greeners.co/gaya-hidup/prato/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=prato https://www.greeners.co/gaya-hidup/prato/#respond Wed, 06 Jan 2021 10:00:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=30840 Bumi kita tak sanggup lagi menampung jumlah limbah pakaian yang sangat besar per tahunnya. Tetapi di Prato, Italia, pakaian bekas dapat bertransormasi menjadi pakaian baru.]]>

Mari belajar menghargai pakaian dari penduduk di kota Prato, Italia.

Menjadi salah satu industri paling berpolusi di dunia, mode membutuhkan perubahan yang signifikan.

Kebanyakan dari baju yang kita pakai tidak melewati proses daur ulang. 99% baju bekas akan berakhir di tempat pembuangan atau pembakaran.

Bumi kita tak sanggup lagi menampung jumlah produksi pakaian yang sangat besar per tahunnya. Tetapi di Prato, Italia, pakaian bekas dapat bertransformasi menjadi pakaian baru.

Rumah Industri Tekstil di Italia

Kota ini merupakan bagian dari Tuskana yang telah membangun reputasinya dalam mendaur ulang pakaian bekas menjadi pakaian rajut dan wol.

Distrik kecil ini menjadi rumah bagi industri tekstil Italia sejak abad ke-12. Sebanyak 12 juta pakaian mereka produksi setiap tahunnya.

Di Prato, ada sekitar tujuh ribu bisnis tekstil kecil yang masing-masing mengkhususkan diri dalam satu bagian dari proses manufaktur tekstil. Baik itu pemintalan, penghanian, penenunan, pewarnaan, penyelesaian, pencetakan, atau desain.

Hanya satu persen dari hampir 100 juta ton produksi tekstil di seluruh dunia setiap tahun yang melewati proses daur ulang. Hebatnya, pada 2018, Prato memproses 15% pakaian daur ulang dari seluruh dunia (sekitar 143.000 ton).

Proses Daur Ulang di Prato

Pakaian bekas dari berbagai negara di seluruh dunia yang tiba di Prato, akan melewati proses kompres menjadi bal. Kemudian, mereka melakukan proses penyortiran dengan cermat berdasarkan warna dan juga material.

Maka dari itu, proses pewarnaan tidak mereka perlukan karena sudah terseleksi berdasarkan warnanya. Sehingga, ini juga menyelamatkan lingkungan dari dampak negatif pewarnaan.

Setelah itu, pakaian yang sudah mereka pilah, masuk dalam mesin karbonisasi. Mesin ini mengeliminasi kotoran dari kain wol. Lalu, pakaian-pakaian ini masuk ke dalam mesin cuci besar.

Pakaiannya akan tersobek-sobek, dicuci, dan dikeringkan. Dengan keahlian dan teknologi untuk mendaur ulang wol dan kasmir, terciptalah serat wol yang mereka sebut sebagai ‘wol mekanis’. Mereka menyimpannya sampai merek-merek mode membeli serat-serat tersebut dan membuatnya menjadi pakaian.

perempuan italia memilih baju

Warga Italia shopping memilih baju bekas berkualitas. Foto: Shutterstock.

Stigma Pada Pakaian Daur Ulang

Produsen di Prato telah mendaur ulang dan menggunakan kembali wol sejak pertengahan abad ke-19. Wol daur ulang bukan berarti penurunan kualitas, tetapi juga membuat produksi lebih murah.

Pakaian yang mereka daur ulang mencapai sekitar 25 ton per hari. Beberapa orang menganggap bahwa mereka menggunakan sampah untuk membuat pakaian. Tetapi, banyak merek yang membeli produk mereka justru karena hal tersebut.

Merek fesyen besar ini mencari model produksi yang lebih berkelanjutan ke daerah Tuskana, sebagai pusat pemrosesan tekstil pasca-konsumen dunia. Zara, H&M, Banana Republic dan Armani adalah beberapa bisnis yang menggunakan kain daur ulang dari Prato dalam koleksinya.

Merek-merek pakaian tahu bahwa dengan menggunakan ulang sumber daya yang telah terpakai, berarti mereka menyelamatkan bumi.

Inovasi Ramah Lingkungan

Tak hanya berkontribusi karena peduli lingkungan, setiap enam bulan, perusahaan Prato mengembangkan 2.000 benang baru, 60.000 desain tekstil baru, dan ratusan koleksi kain baru.

Mendaur ulang wol adalah hal yang baik untuk lingkungan. Emisi karbon lebih berbahaya ketika memproduksi pakaian dari material baru.

Mereka juga memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan hewan. Dengan cara ini, mereka menurunkan tingkatan stres pada hewan untuk mendapatkan wol.

Baca juga: Salire Studio: Statement Wear dari Daur Ulang Sampah Tekstil

Tradisi Mendaur Ulang di Prato

Metode ini sudah mereka turunkan dari generasi ke generasi. Tradisi daur ulang pakaian di Prato seharusnya menjadi contoh di berbagai negara, terkhusus untuk industri mode. Sebab, basisnya adalah kolaborasi lokal.

Walaupun kelihatannya berskala kecil, mereka mampu menunjukkan bahwa proses daur ulang yang orang lain pandang rumit, dapat mereka lakukan. Bagaimana jika proses ini dilakukan dalam skala nasional ataupun global? Pasti semua industri akan mendapatkan untung.

Padahal, orang-orang di kota ini terpaksa untuk mendaur ulang pakaian, karena mereka tidak mampu untuk membeli baru.

Di masa perang, harga wol baru melambung tinggi, sehingga pengusaha Prato menemukan cara untuk mendaur ulang wol dari pakaian bekas. Namun, saat ini, metode yang telah menjadi keterampilan yang mereka asah selama ratusan tahun, dapat menawarkan cara yang mutakhir untuk dunia mode yang lebih berkelanjutan.

Partisipasi Prato dalam menyelamatkan lingkungan sangat cocok untuk kita nobatkan sebagai pusat daur ulang dan ekonomi sirkular. Setuju?

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

Sumber:

BBC

Life and Soul Magazine

Design Scene

The Florentine

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/prato/feed/ 0
Kolaborasi Bottle Source, Lahirkan Pakaian dari Sampah Botol Plastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/kolaborasi-lahirkan-pakaian-dari-botol-plastik-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kolaborasi-lahirkan-pakaian-dari-botol-plastik-bekas https://www.greeners.co/gaya-hidup/kolaborasi-lahirkan-pakaian-dari-botol-plastik-bekas/#respond Thu, 22 Aug 2019 12:38:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=23993 Merek pakaian The North Face mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pecinta kegiatan outdoor. Berkolaborasi dengan National Geographic, perusahaan pakaian asal Amerika Serikat ini meluncurkan pakaian khusus yang terbuat […]]]>

Merek pakaian The North Face mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pecinta kegiatan outdoor. Berkolaborasi dengan National Geographic, perusahaan pakaian asal Amerika Serikat ini meluncurkan pakaian khusus yang terbuat dari botol bekas yang termasuk dalam koleksi ‘Bottle Source’.

Dilansir dari Treehugger, koleksi pakaian Bottle Source dibuat dari potongan-potongan botol plastik yang beratnya mencapai 384.000 pon yang ditarik dari aliran limbah kawasan wisata alam yang terkenal di seluruh Amerika Serikat, termasuk Yosemite, Great Smoky Mountains, dan Taman Nasional Grand Teton.

Adapun latar belakang lahirnya koleksi Bottle Source dari kolaborasi ini merupakan upaya untuk menyadarkan orang-orang akan masalah polusi plastik yang semakin meningkat.

Menariknya, dalam koleksi ini terdapat tulisan ‘Waste Is Over’ dan logo kedua merek pada semua item pakaian. Tulisan ini dimaksudkan untuk menyuarakan komitmen misi ramah lingkungan antara The North Face dan National Geographic yang dibuktikan dengan mendaur ulang dan menggunakan kembali plastik dengan cara alternatif baru.

Kolaborasi The North Face dan National Geographic Lahirkan Pakaian dari Sampah Botol Plastik2

Kolaborasi The North Face dan National Geographic Lahirkan Pakaian terbuat dari Sampah Botol Plastik. Foto : thenorthface.com

Bagi kedua perusahaan, menghentikan produksi plastik sama sekali tentu saja akan menjadi solusi yang ideal, tetapi memperpanjang umurnya dalam bentuk pakaian daur ulang, secara bersamaan dapat mengurangi permintaan untuk kain berbasis minyak bumi dan itu setidaknya merupakan pilihan terbaik kedua.

Menurut situs The North Face, perusahaanya “merasa bangga karena dapat bekerja sama dengan National Geographic untuk memperkenalkan koleksi pakaian ‘Bottle Source’ edisi terbatas yang dibuat dari plastik sekali pakai yang bersumber dari aliran limbah ruang publik paling terkenal di Amerika.”

Selain dari mendaur ulang limbah plastik menjadi pakaian, The North Face juga akan menyumbangkan $1 USD ke National Park Foundation untuk setiap koleksi pakaian ‘Bottle Source’ yang dibuatnya sebagai bagian dari kontribusi yang mendukung proyek dan program keberlanjutan.

Bagi para pecinta kegiatan outdoor yang tertarik dengan koleksi ‘Bottle Source’, pakaian ini sudah tersedia dan dapat dibeli secara online di situs web The North Face. Untuk setiap item pakaiannya dijual mulai dari $35 USD hingga $60 USD.

Penulis: Diki Suherlan

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kolaborasi-lahirkan-pakaian-dari-botol-plastik-bekas/feed/ 0