Carpet Matter Project, Sulap Limbah Karpet Jadi Furnitur Unik

Reading time: 2 menit
Limbah karpet memiliki kehidupan baru menjadi furnitur rumah tangga. Foto: Yankodesign.com

Seorang pembuat dan perancang furniture asal Italia, Riccardo Cenedella memberikan kehidupan baru limbah karpet yang sudah tidak terpakai menjadi produk rumah tangga sehari-hari. Projek berkelanjutan ini Cenedella sebut dengan Carpet Matter Project.

Hal tersebut ia lakukan karena menumpuknya karpet yang sudah tidak terpakai di lingkungan tempat tinggalnya. Sebagai perlengkapan rumah tangga, karpet juga cenderung mudah rusak dan cepat kotor. Alih-alih mencucinya, sebagian orang lebih memilih untuk membuang karpet begitu saja.

Melansir dari situs resmi Riccardo Cenedella sendiri, Inggris menghasilkan sekitar 400.000 ton limbah karpet setiap tahunnya. Dari angka tersebut, hanya sedikit limbah yang dapat didaur ulang, sisanya ke insinerator atau ditimbun ke tempat pembuangan sampah.

Meski secara historis bahan dasar karpet menggunakan wol, tetapi dalam beberapa tahun terakhir serat alami tersebut telah berganti dengan serat berbasis minyak bumi. Seperti Nylon dan Polypropylene yang keduanya berbahan termoplastik. Sehingga sampah karpet yang terbuang begitu saja juga sama bahayanya dengan sampah plastik sekali pakai.

Sebagai orang yang memiliki minat terhadap lingkungan, Cenedella mengetahui tantangan pengelolaan sampah. Karena itu ia butuh perencanaan yang tepat terkait pengelolaan permadani atau karpet yang sudah tidak terpakai. Setelah melakukan riset, Cenedella berhasil mengembangkan teknik untuk membentuk produk baru dari karpet bekas.

“Melalui eksperimen langsung dan penelitian material terhadap bahan sintetis. Saya telah mengembangkan teknik untuk membuat desain baru dan menghindari karpet yang hanya berakhir di tempat pembuangan sampah,” jelas Cenedella pada situs resminya.

Transformasi Limbah Karpet Mulai dari Bangku, Meja, Hingga Lampu

Dengan mendaur ulang karpet, Cenedella membuat beberapa furnitur rumah tangga, seperti bangku, meja dan lampu. Ia mengumpulkan limbah karpet dari beberapa toko-toko lokal atau sepanjang jalan di London. Semua produk dari Carpet Matter Project memiliki desain unik yang bertemakan industrial.

Produk pertama dari Carpet Matter Project adalah Carpet Matter Lamp yang terbuat dari karpet bekas dan LED Neon Flex. Ada juga The Carpet Matter Stool yang merupakan sebuah balok yang dapat konsumen gunakan sebagai tempat duduk. Dari karpet bekas tersebut, Cenedella juga membuat the Carpet Matter Table Series yakni sekumpulan meja dengan berbagai bentuk dan ukuran yang hanya menggunakan bahan sisa karpet.

Dengan karyanya, Cenedella bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan membantu mencapai masa depan yang lebih berkelanjutan.

“Tujuan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan menunjukkan bagaimana bahan yang terbuang dapat kita ubah menjadi sesuatu yang berharga dan dapat digunakan kembali,” harapnya.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Situs Resmi Riccardo Cenedella

Yanko Design

Top