Salire Studio: Statement Wear dari Daur Ulang Sampah Tekstil

Reading time: 3 menit
Salire Studio: Mode Daur Ulang Sampah Tekstil
Salire Studio: Mode Daur Ulang Sampah Tekstil. Foto: Instagram Salire Studio.

Sebagai manusia, pasti kita lebih suka hal yang serba cepat. Performa gawai yang cepat, makanan cepat saji, atau produk fesyen yang membutuhkan waktu produksi yang singkat dengan harga terjangkau. Namun, lingkungan lagi-lagi menjadi korban untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang inginnya serba cepat.

Limbah Pakaian

Industri mode adalah salah satu contoh industri yang harus memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih instan. Perkembangan tren di dunia yang terus menerus berubah karena modernisasi membuat jumlah produksinya semakin besar. Mereka kemudian memasarkan produknya kepada konsumen sehingga pembeli menggunakan produk mode tersebut. Tetapi, banyak dari produk mode yang akhirnya terbuang dan berakhir jadi limbah tak terurai yang dapat menjadi racun bagi lingkungan. Setiap kali tren mode berganti maka setiap toko dan konsumen akan mengganti koleksi mereka sehingga makin banyak pakaian yang menjadi limbah.

Industri pakaian merupakan industri kedua yang paling merusak lingkungan. Penyebab sepuluh persen dari kerusakan bumi adalah pewarnaan pakaian serta pengolahaannya. Industri mode mengeluarkan limbah kimia yang mengandung racun, serta menggunakan air dan energi yang banyak, sehingga industri mode memberikan konstribusi besar dalam pemanasan global. Masyarakat dan lingkungan telah terkena dampak oleh pancaran karbon sehingga menyebabkan pergantian cuaca yang ekstrim.

Salire Studio: Berdiri Pada Masa Pandemi Covid-19

Inilah alasan Salire Studio terbentuk. Industri fesyen, apalagi fast fashion, menghasilkan limbah yang sangat banyak dan berbahaya. Syifa Sekar Amira, pemilik bisnis Salire Studio sekaligus mahasiswi bidang tekstil dan fesyen terinspirasi dari pengalamannya sebagai mahasiswi di Institut Teknologi Bandung.

“Setelah menyelesaikan suatu tugas, limbah tekstil yang dihasilkan cukup banyak. Belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan fast fashion yang memproduksi massal semua barang-barangnya. Saya ingin membuat clothing line dimana saya tahu tiap sampah tekstil di daur ulang dengan benar, dan pastinya tanpa packaging plastik.”

Saat ini, mulai banyak juga perusahaan atau wirausaha yang mengusung fesyen berkelanjutan. Syifa sebagai mahasiswa tekstil dan fesyen ingin membuat brand fesyen yang sustainable sejak 2019, namun dia merasa produknya perlu identitas dan ciri khas agar menarik. Maka dari itu, dia membuat Salire dengan model yang unik dan penuh warna.

“Kebanyakan sustainable fashion brand, mengusung konsep basic atau daily wear. Saya baru kesampaian mendirikan Salire Studio sekitar bulan Mei-Juni saat awal pandemi.”

Selain ramah lingkungan, Salire Studio juga memberikan desain orisinal. Semua desain Salire merupakan statement wear. Pakaiannya membuat orang lain tertarik karena modelnya yang mencolok. Saat ini, produk Salire terdiri dari atasan, bawahan, outerwear, reusable tote bag, dan juga scrunchie yang terbuat dari sampah kain.

“Produk-produk tersebut merupakan produk yang biasanya dicari di situs fast fashion, jadi kami membuat alternatif yang lebih kreatif dan juga sustainable,” ujar Syifa.

Koleksi pertamanya bernama Positano, yang terinspirasi dari keindahan kota Positano di Italia. Paduan warnanya bermacam-macam, seperti kuning, biru, hijau, merah, dan ungu; yang biasanya kita lihat pada pop art. Walaupun menggunakan kombinasi unsur seni yang rumit, tetapi Salire berhasil mengemasnya menjadi sebuah kreasi mode yang apik.

Salire Studio: Mode Daur Ulang Sampah Tekstil

Mengusung ‘statement wear’, pendiri Salire memilih motif dan corak yang unik sebagai ciri khas dalam produksi fesyen berkelanjutan mereka. Foto: Instagram Salire Studio.

Baca juga: Kenali Bahan Kimia Berbahaya Dalam Pakaian

Dari Pakaian, Tas, sampai Ikat Rambut Kekinian

Positano terdiri dari berbagai jenis pakaian. Ada salerno two toned bow blazer yang merupakan blazer wanita 2 warna dengan bow belt, yang terbuat dari linen dan katun terpilih. Ada juga naples cropped blouse, fiorentino two-toned satin tank top dan nocella two-toned satin tank top yang terbuat dari satin daur ulang dan dapat Anda kenakan dengan 2 cara, dengan strap yang bisa Anda sesuaikan dengan tubuh Anda. Selain itu ada juga capri satin ruched tank top dan lemon ruched tank top yang stretchable dan strapnya juga bisa Anda sesuaikan. Tidak ketinggalan sorrento mermaid skirt, rok bergaya mermaid dengan ruffle pada bagian bawahnya dan detail kerut di bagian depan.

Selain atasan dan bawahan, ada juga amalfi mini tote bag dan maria mini tote bag dengan bahan kanvas yang bisa Anda pakai untuk membawa barang-barang Anda. Ada juga fluffy scrunchies yang cantik dengan warna-warna salem, dan terbuat dari 100% sampah kain. Jika Anda senang menggunakan scarf, ada juga pilihan maria printed scarf yang menggunakan bahan voal premium.

Harga produk-produk Salire berkisar antara Rp 39.000,- sampai dengan Rp 319.000,-. Anda bisa membeli produk ini lewat instagram dan beberapa toko daring.

Penulis: Agnes Marpaung.

Sumber:

Artikel Ilmiah

 

Top
You cannot copy content of this page