Wool Aid, Plester Bebas Plastik Pertama di Dunia

Reading time: 2 menit
Plester ini tidak mengandung plastik seperti plester lainnya. Foto: Wool Aid

Plastik memiliki banyak sekali keunggulan, seperti tidak berkarat, kuat namun tetap ringan, praktis dan memiliki biaya produksi yang rendah. Sehingga plastik jamak produsen gunakan untuk produk mereka.

Berkat beberapa keunggulannya, banyak produk sehari-hari yang kita pakai menggunakan plastik, salah satunya plester luka. Plester biasanya menggunakan plastik atau karet lateks agar memiliki kemampuan rekat.

Namun karena sifatnya yang sulit terurai, penggunaan plastik harus kita hindari dari berbagai produk sehari-hari yang kita gunakan. Sobat Greeners harus tahu, plastik menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar saat ini!

Melihat hal ini, Lucas mendirikan Wool Aid yakni plester ramah lingkungan pertama di dunia. Wool Aid seluruhnya terbuat dari wol merino yakni dari domba merino.

“Setiap tahun miliaran perban perekat sekali pakai kita gunakan dan berakhir di ekosistem kita. Walau kita buang dengan benar, plester plastik membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai,” jelas Lucas pada situs resmi Wool Aid.

Sebagai produk alternatif, brand asal Selandia Baru ini tentu memiliki banyak keunggulan. Karena mengandung 100 % wol merino dan bebas dari plastik. Selain itu, plester ini dapat terurai dalam waktu lebih singkat dari plester biasanya, hanya empat hingga lima bulan.

Inovasi ini membantu mengurangi timbulan sampah plastik. Foto: Wool Aid

Wool Aid Efektif Sembuhkan Luka Tanpa Menyakiti Bumi

Selain pada lingkungan, plester ini juga berorientasi pada kenyamanan pengguna. Plester ini memiliki bahan yang lebih lembut dan fleksibel. Berkat bahan dasarnya, ia juga mampu menyerap uap air dalam jumlah yang besar agar kulit dan luka masih bisa bernafas ketika ditutup dengan plester. Sehingga, luka juga akan lebih cepat kering dan sembuh

“Plastik tidak kondusif untuk menyembuhkan luka karena memiliki sedikit kemampuan bagi kulit untuk bernapas,” paparnya.

Menariknya, Wool Aid juga dapat beradaptasi dengan suhu tubuh, ketika dingin plester ini akan menghangat. Dan sebaliknya, jika suhu tubuh kita panas maka plester ini akan melepaskan panas sehingga memberikan sensasi dingin. 

Sebelum dijual pada platform belanja online di Selandia Baru, Lucas telah melakukan uji coba produknya pada atlet dan anak-anak. Uji coba termasuk pemakaian pada atlet di Alaska, mereka memakai plester pada suhu dingin dan juga di air. Hasilnya, plester masih berhasil menjaga luka dengan baik dan dapat sepenuhnya terurai di tanah.

Plaster ramah lingkungan ini terdiri dari lima warna yaitu pink, hitam, abu-abu, biru, dan biru dongker. Lucas juga menciptakan Wool Aid dengan dua ukuran, yakni ukuran kecil dan besar.

“WoolAid menyembuhkan kamu, tanpa menyakiti dunia. Kami secara alami lebih baik untuk kamu, dan untuk masa depan kita,” kata Lucas.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Situs Resmi Wool Aid

Material District

Top

You cannot copy content of this page