tips ramah lingkungan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/tips-ramah-lingkungan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 02 Jan 2025 05:23:39 +0000 id hourly 1 Mau Mulai Kurangi Sampah di 2025? Coba Pakai 5 Barang Guna Ulang Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/mau-mulai-kurangi-sampah-di-2025-coba-pakai-5-barang-guna-ulang-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mau-mulai-kurangi-sampah-di-2025-coba-pakai-5-barang-guna-ulang-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/mau-mulai-kurangi-sampah-di-2025-coba-pakai-5-barang-guna-ulang-ini/#respond Thu, 02 Jan 2025 06:00:27 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45599 Awal tahun 2025 ini adalah momen yang tepat untuk mulai menjalani kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi sampah plastik, yaitu dengan mengganti barang-barang sekali pakai menjadi barang […]]]>

Awal tahun 2025 ini adalah momen yang tepat untuk mulai menjalani kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi sampah plastik, yaitu dengan mengganti barang-barang sekali pakai menjadi barang guna ulang (reusable).

Seringkali kita tidak menyadari bahwa barang-barang yang terlihat praktis ini justru bisa berakhir menjadi sampah dan merusak bumi. Maka dari itu, menerapkan kebiasaan minim sampah tidak hanya akan mengurangi sampah, tetapi juga berdampak positif terhadap kelestarian lingkungan.

BACA JUGA: Awali Tahun 2025 Lebih Dekat dengan Alam dengan 5 Cara Ini!

Menurut laporan What a Waste 2.0 dari World Bank, dunia menghasilkan 2,01 miliar ton sampah padat perkotaan setiap tahunnya. Parahnya, sekitar 33% sampah ini tidak terkelola dengan baik, yang akhirnya merusak lingkungan.

Sekarang adalah saat yang tepat untuk beralih ke barang yang ramah lingkungan atau bisa kita gunakan berulang kali dalam jangka waktu yang panjang. Berikut beberapa barang yang bisa kamu ganti supaya gaya hidupmu jadi lebih ramah lingkungan!

1. Pembalut Plastik -> Pembalut Kain

Bagi seorang wanita, pembalut adalah salah satu barang wajib saat datang bulan. Namun, banyak wanita yang masih menggunakan pembalut plastik sekali pakai. Kini, saatnya beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti menstrual cup atau pembalut kain.

One Tree Planted melansir, dengan menggunakan pembalut kain atau menstrual cup, kita bisa mengurangi hingga 10.000 tampon (produk menstruasi) yang biasanya berakhir di tempat pembuangan sampah. Ini tentu menjadi langkah besar untuk mengurangi sampah plastik dan polusi hasil produk menstruasi sekali pakai.

BACA JUGA: Ingin Makan Sehat dan Berkelanjutan? Yuk, Terapkan Panduan SELARAS

Memang, mengubah kebiasaan dari pembalut plastik sekali pakai ke pembalut kain atau menstrual cup bisa terasa sulit di awal. Namun, jika kamu memulainya pelan-pelan, kamu akan terbiasa dan merasa lebih nyaman. Langkah ini sangat baik untuk mengurangi sampah pembalut yang bisa mencemari lingkungan.

Meskipun pembalut sekali pakai terasa praktis, pembalut kain dan menstrual cup juga mudah digunakan, lho! Pembalut kain dapat dicuci dan digunakan kembali, sedangkan menstrual cup cukup dibersihkan dengan mudah setelah digunakan. Selain itu, keduanya lebih ramah lingkungan dan lebih ekonomis dalam jangka panjang.

2. Korek Kuping Sekali Pakai -> Korek Kuping Elektrik

Korek kuping atau cotton bud adalah salah satu barang yang sering kita pakai untuk membersihkan telinga. Namun, masih banyak dari kita yang menggunakan korek kuping sekali pakai. Nah, kini sudah ada korek kuping elektrik, besi, dan portabel yang bisa kamu gunakan berulang kali!

Dengan mengganti korek kuping sekali pakai dengan korek kuping guna ulang ini, kita bisa membantu mengurangi sampah di 2025 ini. Jadi, kenapa tidak mulai mencoba barang ini untuk langkah kecil menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan? Yuk, mulai sekarang!

3. Tisu Dapur -> Kain Lap

Food Hero melansir bahwa serbet sekali pakai dan tisu dapur menghasilkan sekitar 254 juta ton sampah di seluruh dunia setiap tahunnya. Untuk mengurangi dampak sampah ini, kamu bisa mulai mengganti tisu dapur dan serbet makan dengan handuk atau kain lap yang dapat digunakan berkali-kali.

Handuk ini lebih ramah lingkungan dan memiliki banyak manfaat, seperti cepat kering, lembut di kulit, lebih menyerap, dan tahan lama. Jadi, mulai sekarang, yuk, beralih ke handuk serat mikro yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain mengurangi sampah, kebiasaan ini juga lebih hemat dan praktis!

4. Plastik Clip -> Wadah Guna Ulang

Meskipun sebagian besar plastik klip atau ziploc sekali pakai dapat didaur ulang, banyak di antaranya yang justru tidak dapat didaur ulang karena plastiknya tersangkut di mesin daur ulang dan merusak peralatan. Akibatnya, plastik itu akan berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Maka dari itu, untuk mengurangi dampak negatif ini, kamu sebaiknya mengganti plastik klip sekali pakai dengan menggunakan wadah guna ulang seperti wadah makan yang terbuat dari kaca atau kotak makan plastik. Selain itu, saat ini juga sudah ada wadah ziploc silikon yang dapat digunakan berulang kali untuk menyimpan makananmu.

Dengan beralih ke alternatif ini, kamu tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga membantu menjaga kelestarian lingkungan. Yuk, mulai gunakan wadah yang lebih ramah lingkungan sekarang!

5. Penyaring Kopi Kertas -> Penyaring Kopi Guna Ulang

Sobat Greeners, apakah kamu suka menyeduh kopi di rumah? Mungkin di antara kalian masih menggunakan filter kopi berbahan kertas untuk menyaring bubuk kopi. Nah, kini saatnya kamu mengganti filter kopi tersebut dengan filter kopi yang terbuat dari bahan yang kokoh dan bisa kamu gunakan kembali.

Dengan mengganti filter kopi kertas dengan yang bisa kamu pakai berulang kali, kamu sudah berkontribusi mengurangi sampah di planet Bumi ini. Selain itu, filter kopi yang terbuat dari bahan stainless steel atau kain juga lebih tahan lama, lebih efisien, dan tentunya ramah lingkungan.

Jadi, sudahkah kamu sadar bahwa membuat kopi juga bisa kamu lakukan secara ramah lingkungan? Yuk, mulai dari sekarang kita harus mengurangi sampah di 2025 dan seterusnya!

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mau-mulai-kurangi-sampah-di-2025-coba-pakai-5-barang-guna-ulang-ini/feed/ 0
Lakukan 5 Tips Ini untuk Rayakan Lebaran Minim Sampah https://www.greeners.co/gaya-hidup/lakukan-5-tips-ini-untuk-rayakan-lebaran-minim-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lakukan-5-tips-ini-untuk-rayakan-lebaran-minim-sampah https://www.greeners.co/gaya-hidup/lakukan-5-tips-ini-untuk-rayakan-lebaran-minim-sampah/#respond Wed, 10 Apr 2024 05:00:38 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=43505 Idulfitri merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Dalam perayaan Idulfitri kali ini kita juga perlu menerapkan Lebaran minim sampah. Caranya, kurangi penggunaan sampah agar tidak mencemari lingkungan. Melansir Aliansi Zero […]]]>

Idulfitri merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Dalam perayaan Idulfitri kali ini kita juga perlu menerapkan Lebaran minim sampah. Caranya, kurangi penggunaan sampah agar tidak mencemari lingkungan.

Melansir Aliansi Zero Waste Indonesia, sebagian besar masyarakat merayakan Idulfitri penuh dengan bahagia dan meriah. Seringkali merayakan hari suci ini juga identik dengan perilaku konsumen yang bisa memberikan banyak tekanan pada lingkungan.

Oleh karena itu, kamu perlu mulai hidup ramah lingkungan saat Idulfitri. Berikut beberapa tips merayakan Lebaran dengan minim sampah!

1. Ganti piring plastik dengan piring kaca

Menurut Zero Waste Indonesia, agar tidak menghasilkan banyak sampah saat Idulfitri, ganti piring plastik sekali pakai dengan piring kaca atau pelepah. Terutama pada saat makan bersama keluarga besar atau menjamu tamu, sebaiknya kamu menyediakan piring guna ulang atau berbahan ramah lingkungan.

BACA JUGA: Pemudik Capai 193 Juta, Saatnya Terapkan Mudik Minim Sampah!

Terkadang, sebagian orang ingin menggunakan piring plastik untuk menyajikan makanannya dengan cara yang praktis. Sayangnya, kebiasaan ini kurang baik karena berujung pada penumpukan sampah saat Lebaran. Oleh karena itu, penting untuk menghindari penggunaan piring plastik sekali pakai agar tidak menjadi tumpukan sampah yang berakhir ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

2. Hindari penggunaan sedotan plastik

Tidak hanya wadah makanan dan minuman kemsan plastik sekali pakai yang harus kita hindari. Kamu juga perlu menghindari penggunaan sedotan plastik sekali pakai. Sebab, sampah tersebut sulit untuk didaur ulang.

Maka dari itu, ketika kita berkunjung ke rumah kerabat maupun saudara, sebaiknya tidak perlu mengambil sedotan plastik. Selain itu, kita juga tidak perlu menyediakan sedotan plastik sekali pakai di rumah.

3. Bawa peralatan guna ulang

Saat Lebaran, masyarakat memiliki tradisi yang unik saat mengunjungi rumah sanak saudara. Misalnya, membungkus makanan ketika kita hendak pulang. Dalam hal ini, keluarga pun saling memberi ‘oleh-oleh’ baik itu makanan atau yang lainnya. Jadi, Sobat Greeners perlu menyiapkan tas, wadah, dan tumbler guna ulang, ya!

4. Makan secukupnya

Sajian makanan Lebaran memang sangat menggiurkan. Namun, kamu perlu makan dengan secukupnya dan tidak berlebihan agar tidak menyisakan makanan. Apabila kamu menghabiskan makananmu tanpa ada sisa, hal itu bisa meminimalisasi penumpukan sampah.

Yuk, habiskan makananmu dan cobalah untuk mengambil makanan secukupnya!

5. Mengganti camilan

Camilan pabrikan seperti keripik kentang, keripik singkong, roti kering, kue manis aneka rasa kerap terhidang saat Lebaran. Camilan ini diproduksi di pabrik dengan menggunakan kemasan plastik atau kertas. Nah, semakin sering kamu mengonsumsi jajanan kemasan tersebut, semakin besar pula kemungkinan kamu menghasilkan sampah.

Jadi, mulai dari sekarang konsumsi camilan buatan sendiri, yuk, supaya bisa mengurangi sampah kemasan dan kesehatan pun dapat terjaga.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/lakukan-5-tips-ini-untuk-rayakan-lebaran-minim-sampah/feed/ 0
Mulailah Pengomposan dengan Cara Mudah Berikut Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/mulailah-pengomposan-dengan-cara-mudah-berikut-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mulailah-pengomposan-dengan-cara-mudah-berikut-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/mulailah-pengomposan-dengan-cara-mudah-berikut-ini/#respond Thu, 23 Feb 2023 04:00:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=39079 Composting atau pengomposan merupakan salah satu cara yang paling mudah kamu lakukan untuk mengurangi timbulan sampah di rumah. Alih-alih kamu buang begitu saja, ternyata sampah rumah tangga seperti sisa makanan […]]]>

Composting atau pengomposan merupakan salah satu cara yang paling mudah kamu lakukan untuk mengurangi timbulan sampah di rumah. Alih-alih kamu buang begitu saja, ternyata sampah rumah tangga seperti sisa makanan hingga sampah dedaunan bisa kamu manfaatkan menjadi pupuk kompos organik, lho!

Selain mengurangi beban sampah ke TPA dan lingkungan, kompos juga memiliki beberapa manfaat penting lainnya bagi tanaman dan kehidupan sehari-hari. Apa saja sih? Yuk kita bahas!

Manfaat Kompos

Pembuatan kompos memiliki banyak sekali manfaat bagi tanaman dan juga tanah. Seperti dapat meningkatkan struktur dan menambah kemampuan tanah dalam menyimpan air dan menyerap pupuk dengan lebih baik. Juga membantu tanah dalam mempertahankan kelembapan dan nutrisi.

Selain itu dapat menarik organisme bermanfaat ke dalam tanah, mengurangi potensi erosi, juga menyerap karbon di dalam tanah. Penggunaan pupuk kompos juga dapat membuat tanah menjadi lebih subur dan membantu pertumbuhan tanaman dengan lebih baik.

Kompos juga bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari kita, seperti menambah penghasilan masyarakat dari hasil penjualan kompos. Serta mempertahankan kualitas lingkungan di sekitar tempat tinggal.

Bahan yang Cocok Dijadikan Sebagai Kompos

Setelah banyaknya manfaat yang bisa kamu dapatkan, lalu apa saja sih sampah rumah tangga yang bisa kita jadikan sebagai kompos? Berikut penjelasannya!

1. Sisa Makanan dan Sayuran

Sisa makanan merupakan sampah yang paling banyak dihasilkan dari setiap rumah. Selain plastik, sampah makanan atau food waste juga menjadi fokus utama pemerintah untuk segera ditangani. Maka dari itu, agar tidak menambah timbulan sampah ke TPA, kamu bisa mengolahnya menjadi kompos yang bermanfaat.

2. Sampah Tanaman (daun, rumput, atau bunga)

Pada dasarnya, sampah dari tanaman akan mengalami pelapukan dan akan terurai secara hayati. Namun untuk mempersingkatnya, maka kamu bisa menggunakan sisa sampah tersebut melalui proses pengomposan.

3. Sampah Ampas Kopi

Dari banyaknya manfaat dari ampas kopi, Sobat Greeners bisa menggunakannya sebagai salah satu pembuatan kompos.

4. Serpihan Kayu

Serpihan kayu atau serbuk gergaji yang sudah tidak terpakai dapat kamu gunakan menjadi pupuk kompos. Serbuk kayu memiliki kemampuan menyerap unsur hara yang tinggi sehingga akar dari tanaman hias bisa tumbuh dengan lebih baik.

5. Kertas, Karton dan Koran Robek

Selain bahan organik, beberapa bahan lainnya seperti kertas atau koran bisa Sobat Greeners gunakan sebagai kompos. Namun kamu harus menghindari kertas dengan tinta berwarna karena mengandung logam berat atau bahan beracun lainnya.

Langkah Mudah Memulai Pengomposan

  • Jika kamu menggunakan bahan organik, maka kumpulkan bahan seperti sisa buah atau sayuran dalam wadah tertutup. Lalu pisahkan bahan lainnya seperti daun, ranting, atau bunga ke wadah berbeda.
  • Pilih tempat pengomposan yang mudah Sobat Greeners akses dan memiliki sistem drainase yang baik. Jangan lupa wadah harus kamu lengkapi dengan penutup agar pupuk tidak terkontaminasi.
  • Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah terisi dengan sampah organik. Lalu siram permukaan tanah menggunakan air secukupnya.
  • Pastikan bahan terisi dengan merata dan siram dengan air yang telah bercampur cairan pupuk EM4.
  • Masukkan tanah ke dalam wadah, tutup wadah dengan rapat dan biarkan hingga sekitar tiga minggu. Lalu kompos siap untuk kamu gunakan.

Penulis: Zahra Shafira

Editor : Ari Rikin

Sumber:

United States Environmental Protection Agency

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mulailah-pengomposan-dengan-cara-mudah-berikut-ini/feed/ 0
5 Cara Agar Rutinitas Minum Kopi Lebih Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-agar-rutinitas-minum-kopi-lebih-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-cara-agar-rutinitas-minum-kopi-lebih-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-agar-rutinitas-minum-kopi-lebih-ramah-lingkungan/#respond Mon, 13 Feb 2023 04:55:13 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=38966 Minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan saat ini, kopi menjadi jamuan khusus dan wajib untuk anak muda konsumsi ketika mereka sedang berkumpul bersama. […]]]>

Minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan saat ini, kopi menjadi jamuan khusus dan wajib untuk anak muda konsumsi ketika mereka sedang berkumpul bersama.

Dengan kepopulerannya, konsumsi kopi diperkirakan akan terus meningkat secara global. Bahkan beberapa sumber menyebutkan, tingkat produksi kopi akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2050 mendatang.

Karena itu, penting bagi kita untuk mengubah rutinitas minum kopi agar lebih ramah lingkungan dan tentunya minim sampah. Berikut tips mudah yang bisa Sobat Greeners terapkan!

1. Membeli Biji Kopi Lokal

Indonesia memiliki berbagai macam pilihan kopi lokal yang bisa Sobat Greeners nikmati. Selain mendukung bisnis lokal, membeli dan menikmati biji kopi lokal juga bisa membuatmu berkontribusi mengurangi emisi dari jasa pengiriman global lho! Tidak hanya itu, Sobat Greeners juga bisa memastikan dan memilih mana saja penjual biji kopi yang berasal dari perkebunan berkelanjutan.

2. Seduh Kopi dengan Metode Manual Brew

Bagi Sobat Greeners pecinta kopi pasti sudah familiar dengan salah satu teknik membuat kopi yang sedang naik daun ini. Sesuai dengan namanya, teknik manual brew merupakan cara menyajikan kopi dengan manual atau tanpa menggunakan mesin espresso dan yang lainnya. Beberapa teknik dalam metode ini antara lain pour over, french press, syphon, aeropress, dan tubruk.

Selain dapat mengontrol cita rasa kopi yang kita inginkan, teknik manual brew juga lebih ramah lingkungan dari metode seduh lainnya karena tidak menggunakan mesin dan listrik. 

3. Pilih Filter Reusable

Filter atau penyaring pada kopi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Filter memiliki peranan penting yang dapat memengaruhi rasa kopi dan menonjolkan aroma kopi yang lebih kompleks. Bahkan sebuah studi menyebutkan, metode penyeduhan kopi dengan filter atau penyaring membuat kopi jauh lebih ramah untuk jantung.

Namun filter kopi yang banyak masyarakat gunakan saat ini adalah filter dari kertas, hanya bisa digunakan untuk satu kali pemakaian saja. Sebagai langkah untuk mengurangi timbulan sampah, Sobat Greeners bisa menggantinya dengan filter kopi reusable atau yang bisa kamu gunakan dalam jangka panjang.

4. Gunakan Tumbler atau Wadah Reusable Lainnya

Jika Sobat Greeners merupakan salah satu “coffee person” atau seseorang yang bisa menikmati kopi dengan meminumnya setiap hari. Maka tumbler merupakan barang yang wajib kamu bawa kemana pun kamu pergi. Perilaku ini tentunya juga merupakan tindakan untuk mengurangi timbulan sampah. Coba bayangkan, berapa banyak sampah wadah kopi yang terbuang begitu saja setiap harinya jika kamu tidak menggunakan wadah tumbler atau reusable lainnya?

5. Manfaatkan Ampas Kopi

Tips terakhir ini mungkin sudah banyak Sobat Greeners ketahui. Tidak hanya cita rasanya yang kaya dan nikmat, ampas kopi juga bisa kamu manfaatkan dalam berbagai hal. Seperti masker wajah, scrub badan, kompos, dan beberapa manfaat lainnya.

Nah Sobat Greeners, dengan menerapkan beberapa tips di atas, maka kamu sudah berhasil membuat rutinitas minum kopi lebih ramah lingkungan dan mengurangi timbulan sampah. Selamat mencoba ya!

Penulis: Zahra Shafira

Editor : Ari Rikin

Sumber:

Baked Brewed Beautiful

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-agar-rutinitas-minum-kopi-lebih-ramah-lingkungan/feed/ 0
Yuk, Belajar Lebih Ramah Lingkungan dari 5 Buku Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-belajar-lebih-ramah-lingkungan-dari-5-buku-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=yuk-belajar-lebih-ramah-lingkungan-dari-5-buku-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-belajar-lebih-ramah-lingkungan-dari-5-buku-ini/#respond Wed, 27 Jul 2022 05:13:43 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=36855 Belakangan ini pola hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan mulai banyak masyarakat Indonesia adopsi. Agar mendukung dan mensukseskan pola hidup tersebut, Sobat Greeners bisa mencari tahu dengan membaca buku, lho! Selain […]]]>

Belakangan ini pola hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan mulai banyak masyarakat Indonesia adopsi. Agar mendukung dan mensukseskan pola hidup tersebut, Sobat Greeners bisa mencari tahu dengan membaca buku, lho! Selain dapat menambah wawasan, membaca buku tentang lingkungan juga dapat membuat kita lebih sadar dan mengerti mengapa kita harus menyelaraskan hidup dengan lingkungan.

Sejauh ini apakah kamu sudah mempunyai buku favorit bertemakan lingkungan? Jika belum, berikut Greeners akan mengulas beberapa buku yang tidak hanya membahas tentang komitmen gaya hidup ramah lingkungan. Namun juga membahas suatu masalah serta apa saja hal yang dapat kita ubah dan perjuangkan.

1. Source My Garment: An Insider’s Guide to Responsible Offshore Manufacturing

Buku pertama merupakan karya dari Adila Cokar, seseorang yang memiliki bisnis pakaian sejak tahun 2014. Pada usahanya, ia menciptakan produk berkelanjutan dan bertanggung jawab, baik pada lingkungan juga sosial. Pada bukunya, Cokar membagikan cara bagi para desainer untuk membangun bisnis yang sukses dan berkelanjutan di industri mode.

Ia mengajak para pengusaha dan pemula untuk mengikuti serangkaian praktik yang telah ia coba pada setiap aspek produksi. Menurut Cokar, membangun usaha secara berkelanjutan dan menjaga keuntungan yang setara antara manusia dan lingkungan adalah cara yang tepat untuk membuat suatu bisnis sejahtera.

2. Zero Waste Home: The Ultimate Guide to Simplifying Your Life by Reducing Your Waste

Terkenal sebagai pelopor hidup tanpa limbah, Bea Johnson menuangkan semua cara dan tips yang ia lakukan pada sebuah buku. Zero Waste Home merupakan buku kumpulan panduan menuju pola hidup ramah lingkungan, meningkatkan kesehatan, juga tips untuk menghemat uang dan waktu. Johnson memecah transformasinya menjadi gaya hidup berkelanjutan dengan 5R: Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot.

Pada buku ini Johnson membagikan nasihat, cara, rahasia dan wawasan berdasarkan perjalanannya menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Johnson berusaha untuk membuat tips mudah bahkan dapat diterapkan oleh orang-orang yang memiliki kesibukan yang tinggi.

Dengan berbagai panduan dan saran, Johnson ingin menanamkan pada pembaca bahwa penerapan pola hidup ramah lingkungan mudah untuk dilakukan. Juga, walaupun hanya perubahan kecil namun hal itu dapat membuat dampak yang besar pada kehidupan dan lingkungan.

3. Braiding Sweetgrass

Bagi kamu pecinta tanaman, Braiding Sweetgrass cocok untuk jadi rekomendasi bacaan buku kamu selanjutnya. Buku ini ditulis oleh Robin Wall Kimmerer yang merupakan seorang ahli botani. Sebagai warga negara Potawatomi, Kimmerer menganut gagasan bahwa tumbuhan dan hewan merupakan guru tertua di bumi. Lewat Braiding Sweetgrass, ia memperkenalkan pada pembaca pelajaran apa saja yang tumbuhan dan hewan ajarkan kepada kita. Serta dapat lebih bersyukur dengan hal-hal yang sudah kita dapatkan dari apa saja yang telah bumi berikan.

4. Overdressed: The Shockingly High Cost of Cheap Fashion

Dalam buku debutnya, seorang jurnalis Elizabeth Cline mengungkapkan pendapatnya pada fast fesyen yang ia lihat sebagai musuh yang dapat merusak lingkungan. Cline menyoroti kebiasaan masyarakat dalam membeli pakaian murah yang diproduksi dengan buruk dalam jumlah banyak. Trend fesyen yang sangat cepat berganti dengan harga murah menimbulkan banyak dampak negatif. Seperti merugikan pekerja hingga menggunakan bahan yang berbahaya bagi lingkungan.

Pada bukunya, Cline mengajak agar konsumen dapat memutus siklus tersebut dengan mendukung desainer yang mengusung mode berkelanjutan. Serta menciptakan gerakan untuk mengoptimalkan masa pakai dari setiap pakaian yang telah kita miliki.

5. How Veganism Can Save Us: Survive the Modern World

Buku karya Emma Hakansson ini menunjukkan dengan mengubah salah satu kebiasaan yang kita lakukan dapat mengubah dunia. Mengutip salah satu kata pada buku “the future of humanity and indeed all life on Earth depends on us”.

Pada buku ini Emma membahas mengenai dampak peternakan terhadap lingkungan, saluran air, serta kesejahteraan dan kesehatan. Tidak hanya itu, proses pembuatan makanan pun juga menggunakan energi yang tidak sedikit, sehingga berkontribusi dalam angka emisi karbon.

Karena itu, dalam bukunya Emma menawarkan sebuah solusi dengan mengonsumsi sumber makanan nabati. Selain menyelamatkan lingkungan, diet vegan juga dapat meningkatkan kesehatan dan menyelamatkan hewan dari sistem eksploitasi yang buruk.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Sustainably Chic

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-belajar-lebih-ramah-lingkungan-dari-5-buku-ini/feed/ 0
Kembali ke Sekolah dengan Tips Ramah Lingkungan Ini, Yuk! https://www.greeners.co/gaya-hidup/kembali-ke-sekolah-dengan-tips-ramah-lingkungan-ini-yuk/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kembali-ke-sekolah-dengan-tips-ramah-lingkungan-ini-yuk https://www.greeners.co/gaya-hidup/kembali-ke-sekolah-dengan-tips-ramah-lingkungan-ini-yuk/#respond Tue, 19 Jul 2022 03:05:23 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=36761 Kembali ke sekolah setelah libur panjang selalu menjadi hal yang menyenangkan! Berkumpul dengan teman atau berkenalan dengan teman baru juga menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Namun sebelum itu, ada beberapa hal […]]]>

Kembali ke sekolah setelah libur panjang selalu menjadi hal yang menyenangkan! Berkumpul dengan teman atau berkenalan dengan teman baru juga menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Namun sebelum itu, ada beberapa hal peralatan sekolah yang harus kamu persiapkan, seperti tas, sepatu, alat tulis, buku dan seragam.

Mempersiapkan peralatan sekolah harus sangat diperhatikan agar perilaku boros bisa kamu hindari. Pastikan kamu membeli barang dari yang terpenting hingga barang yang sudah harus kamu ganti. Dengan begitu, Sobat Greeners sudah menerapkan sikap ramah lingkungan dengan meminimalisir timbulan sampah.

Jika saat ini Sobat Greeners masih menjadi siswa atau memiliki anak yang masih sekolah, maka kamu wajib mengetahui tips ramah lingkungan dan berkelanjutan lainnya ketika kembali ke sekolah berikut ini!

1. Gunakan kembali perlengkapan sekolah

Tips ini merupakan langkah paling sederhana yang dapat Sobat Greeners lakukan. Sebelum berbelanja untuk keperluan sekolah, kamu dapat memeriksa terlebih dahulu apa yang masih dapat digunakan kembali dan masih tersisa. Selain menghemat pengeluaran, menggunakan kembali apa yang sudah kamu punya juga dapat memastikan persediaan lama tidak akan sia-sia.

Dalam hal ini Sobat Greeners juga dapat menggunakan kreatifitas masing-masing untuk dapat menggunakan barang-barang lama. Seperti seragam, tas, sepatu, buku tulis dan perlengkapan belajar lainnya dalam tampilan yang lebih menarik.

2. Beli opsi yang lebih berkelanjutan

Untuk perlengkapan sekolah, mungkin saat ini masih sulit untuk menemukan produk yang 100 % ramah lingkungan. Tapi Sobat Greeners dapat memilih produk yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan melakukan riset terlebih dahulu. Misalnya, Sobat Greeners dapat menghindari produk dari plastik dan menggantinya dengan produk yang terbuat dari bahan yang lebih alami seperti kayu atau plastik daur ulang.

3. Kualitas sangat penting!

Poin ini merupakan tips yang paling penting namun sering dilupakan. Agar dapat menerapkan tips nomor satu Sobat Greeners harus memperhatikan kualitas produk terlebih dahulu. Produk dengan kualitas buruk, maka akan cepat rusak dan tidak bisa digunakan kembali. Sobat Greeners harus memilih produk dengan kualitas yang baik agar mendapatkan masa pakai yang cukup lama.

4. Jangan membeli perlengkapan secara berlebihan

Memiliki stok buku tulis, atau alat tulis memang penting, namun hal itu akan sia-sia jika membelinya secara berlebihan. Pastikan barang yang telah kamu beli akan terpakai dan tidak terbuang-buang begitu saja.

5. Membawa bekal makanan dan minuman dari rumah

Sobat Greeners dapat membiasakan diri membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Hal ini dapat memberikan berbagai keuntungan, lho! Kamu dapat menghemat uang jajan juga dapat mengurangi sampah kemasan atau plastik sekali pakai. Jangan lupa untuk membawa makanan yang bergizi seperti buah dan sayur agar lebih sehat ya!

6. Bersepeda ke Sekolah

Seperti yang sudah Sobat Greeners tahu, saat ini sekolah di Indonesia sudah menerapkan sistem zonasi sebagai syarat pendaftaran. Maka dari itu mayoritas siswa memiliki jarak yang dekat antara sekolah dan rumah. Hal ini bisa Sobat Greeners manfaatkan untuk pergi ke sekolah menggunakan sepeda. Selain dapat mengurangi emisi, kamu dapat menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar. Jangan lupa ajak temanmu untuk bersepeda ke sekolah juga ya!

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Sustainably Chic

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kembali-ke-sekolah-dengan-tips-ramah-lingkungan-ini-yuk/feed/ 0
Siapkan Bekal Makanan dengan 5 Cara Eco-Friendly Ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/siapkan-bekal-makanan-dengan-5-cara-eco-friendly-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=siapkan-bekal-makanan-dengan-5-cara-eco-friendly-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/siapkan-bekal-makanan-dengan-5-cara-eco-friendly-ini/#respond Fri, 17 Jun 2022 04:06:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=36476 Banyak orang memilih untuk membawa bekal makanan sendiri ketika akan bepergian ke luar rumah. Selain lebih menyehatkan, membawa bekal makan sendiri juga dapat menghemat pengeluaran harian. Namun jika tidak kita […]]]>

Banyak orang memilih untuk membawa bekal makanan sendiri ketika akan bepergian ke luar rumah. Selain lebih menyehatkan, membawa bekal makan sendiri juga dapat menghemat pengeluaran harian. Namun jika tidak kita siapkan dengan benar, bekal yang kita bawa rupanya dapat menyebabkan permasalahan lingkungan, lho!

Tidak sedikit dari kita sering menyiapkan bekal makanan secara terburu-buru dan asal-asalan tanpa memikirkan sampah dan limbah makanan yang akan dihasilkan setelahnya. Akibatnya, timbulan sampah baru pun tidak dapat dihindari lagi. Padahal jika disiapkan dengan cara yang tepat, membawa bekal makan sendiri justru dapat mengurangi produksi sampah baru.

Lantas, adakah cara “hijau” yang bisa kita lakukan ketika menyiapkan bekal makanan? Jawabannya, tentu saja ada! Agar bekal makanmu tidak menghasilkan sampah baru, yuk coba lima cara eco-friendly berikut ini.

1. Gunakan Kotak Makan Berkualitas Baik untuk Membawa Bekal Makanan

Salah satu hal terpenting yang harus kita siapkan sebelum membuat bekal makan sendiri yakni kotak makan. Pastikan untuk selalu menggunakan kotak makan berkualitas baik dan tidak mudah rusak. Selain itu, pastikan juga kotak makan yang digunakan bebas dari bahan kimia berbahaya seperti BPA.

Melansir dari situs Greenerlyfe, terdapat beberapa jenis kotak makanan ramah lingkungan yang dapat kita gunakan untuk membawa bekal makanan. Kotak makan terbaik yang dapat kita gunakan yakni kotak makan stainless steel, kotak makan bambu yang biodegradable, kotak makan silikon dan kotak makan berbahan kaca.

2. Bawa Bekal Makanan dalam Jumlah yang Cukup

Membawa bekal makanan dalam jumlah berlebih dapat memicu perilaku membuang-buang makanan. Selain mubazir, perilaku membuang-buang makanan juga dapat merusak lingkungan jika kita lakukan terus menerus. Makanan yang terbuang akan membusuk dan menghasilkan gas metana berbahaya yang dapat merusak lapisan ozon.

Untuk terhindar dari perilaku membuang-buang makanan, pastikan untuk membawa bekal makanan dalam jumlah secukupnya saja. Pastikan juga untuk selalu membawa makanan yang kaya akan nutrisi.

3. Gunakan Peralatan Makan yang Bisa Dipakai Ulang

Menggunakan peralatan makan yang bisa kita pakai ulang dapat mengurangi timbulan sampah baru. Sama seperti kotak makan, gunakan peralatan makan berkualitas baik yang tidak mudah rusak. Hindari penggunaan peralatan makan berbahan plastik sekali pakai dan pilihlah alat makan yang terbuat dari material berkualitas tinggi seperti stainless steel.

4. Bawa Botol Air Minum Sendiri

Membawa bekal makanan rasanya kurang afdol jika tidak dibarengi dengan membawa botol air minum sendiri. Membawa botol air minum sendiri, selain lebih hemat, juga lebih ramah lingkungan karena tidak akan menghasilkan sampah plastik baru. Pastikan untuk membawa air minum sendiri dalam jumlah yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

5. Kurangi Konsumsi Makanan Olahan dan Makanan dalam Kemasan Plastik

Membawa bekal makanan berupa makanan olahan memanglah praktis, namun makanan tersebut minim akan kandungan nutrisi. Di balik rasa lezatnya, makanan olahan mengandung zat aditif dalam jumlah yang tinggi seperti pengawet, pewarna dan penguat rasa. Maka dari itu, upayakan untuk selalu membawa makanan segar yang kaya nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, serta biji-bijian.

Tidak hanya itu, upayakan juga untuk tidak membawa bekal makanan berupa makanan siap saji berkemasan plastik sekali pakai. Meskipun praktis, plastik yang tersisa dapat menyebabkan permasalahan lingkungan baru dan lambat laun dapat merusak bumi.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Earth Easy

Food Print

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/siapkan-bekal-makanan-dengan-5-cara-eco-friendly-ini/feed/ 0
Tetap Ramah Lingkungan Saat Rayakan Idul Fitri https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-ramah-lingkungan-saat-rayakan-idul-fitri/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tetap-ramah-lingkungan-saat-rayakan-idul-fitri https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-ramah-lingkungan-saat-rayakan-idul-fitri/#respond Fri, 29 Apr 2022 04:08:21 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=36018 Waktu terus berjalan dan tidak terasa Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran sebentar lagi akan tiba. Setiap tahunnya, momen ini begitu dinantikan oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia, tak […]]]>

Waktu terus berjalan dan tidak terasa Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran sebentar lagi akan tiba. Setiap tahunnya, momen ini begitu dinantikan oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia. Momen Lebaran biasanya dirayakan dengan melakukan berbagai kegiatan menyenangkan, seperti makan bersama serta berkumpul dengan keluarga dan kerabat terdekat.

Meskipun terkesan penuh dengan sukacita, perayaan Lebaran rupanya berpotensi untuk menimbulkan permasalahan lingkungan jika tidak dilakukan dengan bijak. Tidak sedikit orang berperilaku tadzir (berbuat sia-sia) dan israf (berbuat berlebih-lebihan atau boros) demi merayakan hari Lebaran yang meriah. Hal ini tentu saja dapat memicu terjadinya penumpukan sampah baru dan juga mencoreng makna kesucian dari Idul Fitri sendiri.

Merayakan Idul Fitri yang meriah namun tetap khidmat sebenarnya bisa kita lakukan dengan cara yang lebih “hijau” lho. Inilah beberapa tips ramah lingkungan untuk merayakan hari Lebaran yang bisa dicoba oleh Sobat Greeners dan keluarga.

1. Membeli atau Memasak Makanan dalam Jumlah yang Cukup saat Idul Fitri

Salah satu tradisi yang lazim dilakukan saat merayakan Lebaran yakni makan bersama keluarga. Namun sayang, tradisi ini terkadang menuntun kita kepada perilaku boros dan berlebihan. Tidak sedikit dari kita gemar membeli atau memasak makanan dalam jumlah berlebihan untuk menyambut hadirnya Lebaran.

Akibatnya, tak jarang makanan pun tersisa dalam jumlah yang banyak dan terbuang begitu saja di tempat sampah. Untuk menghindari perilaku mubazir dan membuang-buang makanan saat Idul Fitri, sebaiknya Sobat Greeners menyediakan makanan dalam jumlah yang cukup saja.

2. Sajikan Hidangan Idul Fitri dengan Tidak Menggunakan Alat Makan Sekali Pakai

Menyajikan hidangan Lebaran dengan menggunakan alat makan sekali pakai memanglah mudah dan praktis. Padahal, penggunaan alat makan sekali pakai seperti sendok, piring dan garpu plastik dapat menimbulkan tumpukan sampah dalam jumlah yang tinggi lho! Maka dari itu, sebaiknya gunakan saja peralatan makan yang ada di rumah.

3. Tidak Menyediakan Air Minum dalam Kemasan Plastik

Untuk menyuguhi tamu yang hadir saat Idul Fitri, Sobat Greeners sebaiknya tidak menyediakan air minum dalam kemasan plastik sekali pakai. Hal tersebut dapat memicu penumpukan sampah plastik baru ke lingkungan sekitar.

4. Tidak Menyisakan Makanan

Perilaku menyia-nyiakan dan menyisakan makanan seringkali terjadi saat merayakan Idul Fitri. Meskipun terlihat sepele, sikap ini sebenarnya dapat menimbulkan penumpukan limbah makanan yang begitu membahayakan lingkungan. Maka dari itu, makanlah makanan dalam jumlah yang sewajarnya saja agar terhindar dari perilaku buruk ini.

5. Menggunakan Kembali Pakaian yang Ada

Merayakan Idul Fitri identik dengan tradisi membeli dan menggunakan pakaian baru. Padahal, tradisi ini dapat memicu terjadinya penumpukan limbah pakaian dan menyumbang polusi terhadap lingkungan. Tidak sedikit dari baju-baju baru tersebut hanya dipakai sekali saja dan terabaikan setelah Lebaran usai. Maka dari itu, sebaiknya gunakan kembali saja pakaian yang ada.

Apakah Sobat Greeners memiliki tips “hijau” lainnya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri? Jika iya, tuliskan di kolom komentar ya!

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

EcoMENA

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-ramah-lingkungan-saat-rayakan-idul-fitri/feed/ 0
Berbelanja Lebih “Hijau” dengan 8 Cara Ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/berbelanja-lebih-hijau-dengan-8-cara-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=berbelanja-lebih-hijau-dengan-8-cara-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/berbelanja-lebih-hijau-dengan-8-cara-ini/#respond Thu, 07 Apr 2022 04:32:05 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=35808 Menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, termasuk ketika sedang berbelanja kebutuhan harian. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar kegiatan berbelanja kita […]]]>

Menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, termasuk ketika sedang berbelanja kebutuhan harian. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar kegiatan berbelanja kita menjadi lebih “hijau”, mulai dari membawa tas belanja sendiri hingga membeli kebutuhan di toko curah atau bulk store.

Menjadi pribadi yang ramah lingkungan ketika berbelanja tidaklah sulit untuk kita lakukan. Berikut ini merupakan delapan cara ­eco-friendly yang dapat Sobat Greeners coba ketika membeli kebutuhan sehari-hari.

1. Berbelanja di Toko Terdekat

Berbelanja di toko atau warung terdekat, selain dapat menghemat pengeluaran transportasi, juga dapat menyelamatkan bumi dari emisi gas rumah kaca. Selain itu, membeli produk dari pedagang setempat juga dapat membantu roda perekonomian lokal untuk terus berputar. Produk yang dijual oleh pedagang setempat juga umumnya lebih segar dan harganya lebih murah.

2. Bawa Tas Belanja Sendiri

Salah satu cara “hijau” termudah yang dapat kita lakukan ketika berbelanja yakni dengan membawa tas belanja sendiri. Dengan membawa tas sendiri, kita dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang timbul karena menumpuknya sampah plastik.

3. Membeli Barang dalam Ukuran Besar

Membeli barang dalam kemasan ecer dapat meningkatkan produksi sampah plastik. Maka dari itu, cobalah untuk membeli barang dalam ukuran besar ketika berbelanja apabila memungkinkan. Membeli barang dengan ukuran yang lebih besar, selain dapat menghemat biaya, juga dapat mengurangi produksi sampah plastik.

4. Kurangi Pembelian Produk Makanan Olahan

Ketika berbelanja makanan, cobalah untuk mengurangi pembelian produk makanan olahan. Makanan olahan, selain minim nutrisi dan dapat membahayakan kesehatan karena mengandung banyak zat aditif, juga menawarkan dampak buruk bagi lingkungan. Kebanyakan makanan olahan diproses secara tidak berkelanjutan dan menghasilkan emisi dalam jumlah yang masif. Maka dari itu, upayakan untuk membeli makanan segar dan utuh.

5. Buat Daftar Belanja

Membuat daftar belanja dapat mencegah kita dari perilaku boros dan berlebihan. Dengan membuat daftar belanja, barang yang kita beli akan terpakai secara maksimal tanpa harus terbuang sia-sia. Selain itu, membuat daftar barang yang harus kita beli juga dapat menghindari kita dari perilaku impulsive buying.

6. Kurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor

Ketika hendak pergi berbelanja, ada baiknya untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor. Penggunaan kendaraan bermotor berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim. Jika Sobat Greeners ingin pergi ke toko terdekat, upayakan untuk pergi dengan cara berjalan kaki atau bersepeda. Langkah kecil ini, jika dilakukan secara terus-menerus, dapat menyelamatkan bumi dari ganasnya perubahan iklim, lho!

7. Pilih Produk Minim Kemasan Plastik

Sampah plastik tidak bisa benar-benar terurai dengan tanah, tetapi terurai menjadi mikroplastik yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Maka dari itu, upayakan untuk memilih produk minim kemasan plastik ketika Sobat Greeners sedang membeli kebutuhan sehari-hari. Pilihlah produk dengan kemasan daur ulang atau tidak menggunakan kemasan sama sekali.

8. Jika Memungkinkan, Beli Kebutuhan Harianmu di Bulk Store

Bulk store atau toko curah memungkinkan para pelanggannya untuk berbelanja dengan wadah yang mereka bawa sendiri dari rumah. Membeli kebutuhan harian di toko curah dapat menjauhkan kita dari penggunaan plastik sekali pakai.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Ecowatch

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/berbelanja-lebih-hijau-dengan-8-cara-ini/feed/ 0
Manfaat Ampas Kopi: 15 Cara Maksimalkan Sisa Minuman Favorit Anda! https://www.greeners.co/gaya-hidup/manfaat-ampas-kopi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=manfaat-ampas-kopi https://www.greeners.co/gaya-hidup/manfaat-ampas-kopi/#respond Wed, 31 Mar 2021 12:00:30 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=16825 Umumnya, setelah kopi selesai diseduh, ampas kopi akan langsung berakhir di tempat sampah karena dianggap sudah tidak bermanfaat. Ternyata anggapan ini keliru, lho.]]>

Anda senang menyeduh kopi sendiri di rumah? Jangan buang ampasnya ke tempat sampah, ya! Ada banyak hal yang bisa Anda coba untuk memanfaatkan ampas kopi. Berikut lima belas di antaranya!

Lebih dari sekadar minuman, kopi saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Orang-orang mencari kopi tidak hanya karena merasa kantuk; melainkan juga untuk menjadi teman nongkrong. Itulah sebabnya, diperkirakan pada tahun 2021, konsumsi kopi mencapai angka 370.000 ton.

Seiring dengan meningkatnya konsumsi kopi, ampas kopi pun menggunung. Ini selaras dengan fakta bahwa Indonesia merupakan negara kedua penghasil sampah makanan terbanyak di dunia, yaitu sekitar 300kg tiap individu. Tetapi, ampas kopi ternyata tidak harus berakhir di tempat sampah. Anda bisa memanfaatkannya untuk berbagai keperluan. 

15 Cara Manfaatkan Ampas Kopi

1. Pupuk Taman

Sebagian besar tanah tidak mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman yang optimal. Selain itu, saat tanaman tumbuh, mereka menyerap nutrisi dari tanah, yang pada akhirnya membuatnya terkuras.

Oleh karena itu, sebagian besar taman perlu pupuk untuk memastikan bahwa tanaman mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.

Ampas kopi mengandung beberapa mineral penting untuk pertumbuhan tanaman – nitrogen, kalsium, kalium, besi, fosfor, magnesium dan kromium. Mereka juga dapat membantu menyerap logam berat yang dapat mencemari tanah. Terlebih lagi, ampas kopi membantu mengundang cacing, yang bagus untuk kebun Anda.

Untuk menggunakan ampas kopi sebagai pupuk, cukup taburkan ke tanah di sekitar tanaman Anda.

2. Manfaat Ampas Kopi sebagai Kompos

Jika Anda tidak membutuhkan pupuk dalam waktu dekat, Anda dapat membuat kompos ampas kopi untuk Anda gunakan nanti.

Pengomposan adalah proses alami yang mengubah barang-barang organik seperti sisa makanan dan dedaunan yang gugur menjadi material yang kaya yang disebut dengan kompos atau humus. Menambahkan kompos ke halaman atau taman Anda dapat membantu tanah menahan lebih banyak nutrisi dan air, sehingga meningkatkan kesehatan tanaman Anda.

Satu studi menemukan bahwa kompos yang dibuat dengan ampas kopi dan limbah dapur lebih kaya nutrisi daripada kompos yang terbuat dengan limbah saja.

Studi lain membandingkan empat kumpulan kompos yang mengandung 0, 10, 20 dan 40% ampas kopi. Kompos yang berisi 40% ampas kopi menghasilkan emisi gas rumah kaca paling sedikit dan kompos dengan kualitas terbaik.

3. Mengusir Serangga dan Hama

Senyawa tertentu yang ada dalam kopi, seperti kafein dan diterpen, bisa sangat beracun bagi serangga. Maka dari itu, Anda dapat menggunakan ampas kopi untuk mengusir serangga. Ampas kopi efektif dalam mencegah nyamuk, lalat buah dan kumbang, dan dapat membantu mengusir hama lain juga.

Untuk menggunakan ampas kopi sebagai pembasmi serangga dan hama, cukup taruh mangkuk berisi ampas kopi atau taburkan di area sekitar luar ruangan.

Anda juga dapat menjauhkan hama dari kebun Anda dengan menyebarkan ampas kopi di sekitar tanaman Anda. Ampas kopi membantu menciptakan penghalang yang siput tidak suka.

4. Manfaat Ampas Kopi untuk Singkirkan Kutu dari Hewan Peliharaan Anda

Kutu adalah masalah umum pada hewan peliharaan, dan mengobatinya bisa mahal dan memakan waktu.

Ada beberapa produk pembasmi kutu yang beredar di pasaran, tetapi banyak yang mengandung bahan kimia keras dan dapat menimbulkan efek samping yang tentunya tidak Anda inginkan.

Untungnya, kutu tidak menyukai kopi, dan Anda mungkin ingin mempertimbangkan ampas kopi sebagai pengobatan alami.

Cukup gosokkan ampas tersebut ke seluruh bulu hewan peliharaan Anda setelah keramas. Kemudian bilas dan biarkan mengering. Perlu Anda perhatikan, ampas kopi hanya boleh digunakan secara eksternal. Ampas kopi bisa menjadi racun jika anjing mengonsumsinya.

manfaat ampas kopi

Tekstur ampas kopi yang kasar membuatnya ideal untuk menggosok peralatan dapur yang sulit dibersihkan. Foto: Shutterstock.

5. Menetralkan Bau

Ampas kopi mengandung nitrogen, yang membantu menghilangkan gas belerang berbau busuk dari udara saat menyatu dengan karbon. Dengan kata lain, ampas kopi dapat membantu menyerap dan menghilangkan bau.

Anda dapat meletakkan semangkuk ampas kopi di lemari es atau freezer untuk menetralkan bau dari makanan yang beraroma menyengat.

Anda juga bisa mengisi kaus kaki atau stoking lama dengan ampas kopi dan mengikatnya untuk membuat penyegar udara portabel.

Tempatkan ini di sepatu Anda, tas olahraga, laci kamar tidur, di bawah kursi mobil Anda atau di mana pun yang mungkin perlu penghilang bau.

Anda bahkan dapat menyimpan ampas kopi di wastafel dan menggunakannya untuk menggosok tangan Anda setelah memotong bawang putih atau bawang bombay. Ampasnya akan membantu menghilangkan bau dari tangan Anda.

6. Scrub Pembersih Alami

Ampas kopi bersifat abrasif dan dapat membantu menghilangkan kotoran pada permukaan yang sulit dibersihkan. Sifat antibakteri dan antivirus di dalamnya dapat menghilangkan noda membandel.

Jika Anda ingin menghindari pembersihan dengan bahan kimia, ampas kopi mungkin patut Anda coba. Gunakan untuk membuat wastafel, peralatan masak atau pemanggang Anda seperti baru.

Berhati-hatilah untuk tidak menggunakannya pada bahan berpori apa pun, karena dapat menyebabkan noda cokelat.

7. Manfaat Ampas Kopi untuk Menggosok Panci dan Wajan Anda

Tekstur ampas kopi yang kasar membuatnya ideal untuk menggosok peralatan dapur yang sulit dibersihkan.

Anda dapat menggunakannya untuk mengikis bekas makanan yang menempel dari panci dan wajan. Taburkan ampas kopi langsung ke dalam panci dan wajan, lalu gosok seperti biasa. Pastikan untuk membilasnya hingga bersih.

8. Eksfoliasi Kulit Anda

Partikel kasar dalam ampas kopi bekerja untuk membantu menghilangkan kotoran dan sel-sel mati dari kulit.

Campurkan ampas kopi dengan sedikit air atau minyak kelapa dan gosok dengan tangan langsung ke wajah dan tubuh Anda.

Ampas kopi juga bisa Anda campurkan dengan sedikit madu dan berguna sebagai scrub bibir. Selain itu, kafein dalam ampas kopi memiliki sifat antioksidan kuat yang dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Ia juga dapat meningkatkan aliran darah, yang menyehatkan kulit secara keseluruhan.

9. Manfaat Ampas Kopi untuk Samarkan Selulit

Selulit adalah kondisi yang membuat kulit tampak membentuk lengkungan dan menggembung. 80–90% wanita dewasa mengalami kondisi kulit ini. Selulit terjadi ketika timbunan lemak mendorong melalui jaringan ikat di bawah kulit Anda dan biasanya terlihat di bokong dan paha.

Ketika kafein seperti yang ada di ampas kopi dioleskan secara topikal, ini dapat membantu memecah lemak dan meningkatkan aliran darah ke area tersebut, sehingga mengurangi munculnya selulit.

Campurkan ampas kopi dengan air atau minyak kelapa dan gosok selama 10 menit dua kali seminggu di area yang terkena selulit.

10. Gunakan sebagai Pewarna Alami

Jika Anda pernah menumpahkan kopi di baju putih, Anda tahu itu bisa meninggalkan noda.

Dengan membasahi ampas kopi, Anda dapat membuat pewarna yang murah dan alami. Ia dapat berguna untuk mewarnai kapas, rayon, plastik, linen dan kertas.

Ini adalah cara mudah untuk memberikan tampilan vintage pada kain dan kertas atau menyamarkan noda yang ada pada pakaian dan handuk Anda. Ampas kopi bahkan bisa berguna untuk mewarnai telur Paskah atau memperdalam warna rambut gelap.

Pewarna makanan dan rambut dapat mengandung ratusan bahan kimia, banyak di antaranya dapat menyebabkan kanker. Ampas kopi bekas merupakan alternatif non-toksik yang bagus untuk pewarna tradisional.

Jika Anda telah mewarnai sepotong kain atau benang yang akan Anda gunakan untuk menjahit atau merajut, pastikan untuk mencucinya dengan air dingin, memakai deterjen yang sangat lembut sebelum digunakan.

menyeduh kopi

Dengan membasahi ampas kopi, Anda dapat membuat pewarna yang murah dan alami. IIlustrasi: Pixabay.

11. Manfaat Ampas Kopi untuk Lembutkan Daging

Daging mengandung serat otot dan protein yang dapat memberikan konsistensi yang kuat. Melembutkan daging membantu Anda untuk memecahnya, menghasilkan tekstur yang lebih lembut.

Garam, enzim, dan asam adalah tiga jenis pelunak daging alami. Kopi mengandung asam dan enzim alami, membuatnya sangat efektif untuk melunakkan daging. Sifat asam kopi juga dapat membantu meningkatkan rasa daging.

Cukup tambahkan ampas kopi ke resep baluran daging Anda. Oleskan ke daging dua jam sebelum dimasak. Ampasnya akan matang di atas daging dan membentuk kerak yang gelap dan renyah.

Cara lainnya, Anda dapat mengubah ampas kopi untuk membuat kopi, membiarkannya dingin, dan menggunakannya untuk merendam daging di lemari es hingga 24 jam sebelum Anda masak.

12. Merangsang Pertumbuhan Rambut dan Eksfoliasi

Sampo dan produk penataan rambut sering kali meninggalkan residu yang dapat membuat rambut Anda kusam dan berat.

Eksfoliasi kulit kepala dengan ampas kopi dapat membantu menghilangkan penumpukan dan sel kulit mati.

Terlebih lagi, beberapa penelitian tabung reaksi telah menemukan bahwa kafein, seperti pada ampas kopi, merangsang pertumbuhan rambut manusia.

Penelitian lainnya pada manusia dan hewan telah menemukan bahwa mengoleskan kafein pada kulit meningkatkan aliran darah dan mempercepat pertumbuhan rambut.

Sebelum Anda keramas, ambil segenggam ampas kopi dan pijatkan ke kulit kepala dan rambut Anda selama beberapa menit. Kemudian cuci dan bilas seperti biasa.

Lakukan ini satu hingga dua kali seminggu, atau sesuai kebutuhan.

13. Memperbaiki Furnitur Tergores

Jika Anda memiliki furnitur kayu, Anda mungkin sadar bahwa furnitur tersebut mudah lecet dan tergores.

Berbagai produk dapat membantu meminimalkan munculnya goresan, tetapi sebelum Anda pergi ke toko, Anda mungkin ingin mencoba ampas kopi.

Pertama, buat pasta kental dengan ampas kopi dan air. Kemudian gosok pasta ke goresan menggunakan kapas, biarkan selama 5–10 menit lalu bersihkan dengan kain katun. Ini akan membantu menghaluskan goresan dan menyembunyikannya dengan mengecat kayu yang terbuka menjadi warna coklat tua. Lanjutkan mengoleskan kopi ke dalam goresan menggunakan kapas hingga warna yang diinginkan tercapai, tunggu beberapa jam setelah pengaplikasiannya.

14. Manfaat Ampas Kopi untuk Menumbuhkan Jamur

Jamur hanya tumbuh subur dalam kondisi tertentu dan sangat sulit tumbuh.

Sebagai permulaan, mereka tidak tumbuh di tanah taman biasa, karena mereka membutuhkan substrat, substansi atau lapisan di bawahnya. Ampas kopi bisa menjadi substrat yang bagus karena mengandung banyak nutrisi yang disukai jamur. Terlebih lagi, mereka telah disterilkan selama proses pembuatan kopi.

Cara Menanam Jamur di Ampas Kopi

  • Kumpulkan sekitar 5,5 pon (2,5 kg) ampas dan basahi dengan menggunakan botol semprot.
  • Tambahkan 500 gramcampuran spora jamur dan serbuk kayu, lalu aduk rata. Anda dapat mencari produk ini di toko berkebun setempat.
  • Tempatkan campuran ini ke dalam kantong untuk menumbuhkan tanaman, atau wadah lainnya dan isi hingga kira-kira setengah sampai dua pertiga penuh.
  • Buat empat lubang udara, berukuran sekitar 5 mm, di sisi wadah Anda di atas tanah. Jika Anda menggunakan wadah terbuka, tutupi dengan plastik dan buat beberapa lubang udara kecil.
  • Semprot tanah dengan sedikit air sekali sehari atau sesuai kebutuhan untuk menjaganya tetap lemba
  • Dalam waktu sekitar dua hingga empat minggu ketika Anda mulai melihat area putih yang padat dengan sedikit jamur yang mulai tumbuh, pindahkan wadah ke area dengan udara yang lebih ringan dan lebih segar.
  • Saat jamur menjadi gemuk padat dan tutupnya menghadap ke atas, Anda bisa memanennya.

Anda dapat menggunakan metode ini untuk menanam hampir semua jenis jamur, tetapi varietas shitake dan tiram tampaknya yang paling mudah.

15. Merawat Kantong Mata

Kulit di sekitar mata sangat halus dan hanya mengandung sedikit jaringan lemak. Inilah sebabnya area mata menjadi bagian pertama terlihatnya tanda-tanda penuaan.

Banyak hal yang dapat berkontribusi pada kantong mata yang menghitam dan bengkak di bawah mata, termasuk pembuluh darah yang rapuh, sirkulasi yang buruk, dan kualitas kulit yang tidak sehat.

Ampas kopi tampaknya menjadi solusi yang menjanjikan karena kandungan antioksidan dan kafeinnya yang tinggi.

Studi menunjukkan bahwa produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan dan kafein dapat membantu mencegah munculnya penuaan dan mengurangi lingkaran gelap di bawah mata.

Secara khusus, kafein memiliki sifat anti-inflamasi dan menstimulasi sirkulasi darah di sekitar mata, yang dapat membantu mengurangi munculnya lingkaran hitam dan pembengkakan.

Antioksidan dalam kopi juga dapat membantu melawan radikal bebas, yang berkontribusi pada penuaan kulit.

Cukup tambahkan air atau minyak kelapa ke ampas kopi Anda untuk membentuk pasta. Oleskan campuran tersebut di bawah mata Anda dan diamkan selama sekitar 10 menit sebelum dibilas. Ulangi proses ini setiap hari atau sesuai kebutuhan.

Selamat mengoptimalkan ampas kopi!

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Healthline

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/manfaat-ampas-kopi/feed/ 0
Tips Eco Lifestyle ala Dila Hadju https://www.greeners.co/gaya-hidup/tips-eco-lifestyle-ala-dila-hadju/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tips-eco-lifestyle-ala-dila-hadju https://www.greeners.co/gaya-hidup/tips-eco-lifestyle-ala-dila-hadju/#respond Sun, 15 Nov 2020 09:30:36 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=29959 Eco lifestyle atau gaya hidup ramah lingkungan, kini telah menjadi pilihan menarik bagi ragam kalangan masyarakat di era modern. Namun, saat gaya hidup alternatif ini kian populer dan digemari justru masih banyak individu yang bingung harus mulai menerapkannya darimana. Kali ini, Dila Hadju akan berbagi tips gaya hidup ramah lingkungan berdasarkan pengalamannya yang aktif dalam kegiatan lingkungan.]]>

Eco lifestyle atau gaya hidup ramah lingkungan, kini telah menjadi pilihan menarik bagi ragam kalangan masyarakat di era modern. Namun, saat gaya hidup alternatif ini kian populer dan digemari, justru masih banyak individu yang bingung harus mulai menerapkannya darimana. Kali ini, Dila Hadju akan berbagi tips gaya hidup ramah lingkungan berdasarkan pengalamannya yang aktif dalam kegiatan lingkungan.

1. Dila Hadju: Langkah Pertama Eco Lifestyle Menjadi Climate Conscious

“Langkah pertama yang harus dilakukan untuk memulai eco lifestyle adalah menjadi climate conscious atau menyadari dan memahami isu lingkungan itu sendiri. Dengan pemahaman yang baik kita akan mengetahui dampak isu tersebut bagi kehidupan kita. Secara tidak langsung berinisiatif mencari solusinya seperti apa,” ucap Dila pada diskusi daring bersama Pojok Iklim, Rabu (28/10/2020).

Sementara untuk menerapkan kesadaran dalam keseharian, lanjut Dila, kita juga perlu menjadi conscious consumer atau konsumen yang sadar.

“Yang harus diingat, kegiatan konsumsi ini tidak hanya terjadi saat kita membeli barang. Tetapi juga meliputi semua kegiatan ketika sedang menggunakan berbagai sumber daya di sekitar kita,” tutur Dila.

2. Menjadi Conscious Consumer

Istri dari salah satu musisi kenamaan Indonesia, Rayi Putra RAN itu juga turut memberi contoh terkait implementasi gaya hidup ramah lingkungan.

“Misalnya saat menggunakan listrik, memilih menu makanan yang sehat atau tidak, menentukan kebutuhan kenyamanan sehari-hari seperti nyalakan AC atau memilih udara alami, dan kebutuhan mobilitas yakni kebijakan kita untuk menggunakan transportasi apa saat melakukan aktivitas,” lanjutnya.

Menurut perempuan yang juga telah mendirikan situs pendidikan virtual Tumbuh Hijau Urban ini, berbagai kebutuhan tadi dapat berimplikasi pada keseimbangan lingkungan.

“Contoh kecil seperti saat kita usai men-charge handphone namun chargernya tidak dicabut dan dibiarkan begitu saja. Walau hanya memakai listrik sekitar 10% tetapi jika kebiasaan itu terus dilakukan oleh ratusan juta orang di seluruh dunia tentu berdampak besar bagi perubahan iklim,” hemat Dila.

Baca juga: Gencarkan Jalan Kaki dan Bersepeda, Kalahkan Polusi Udara

3. Pertimbangkan Dampak Produk pada Lingkungan

Dila menegaskan, dalam menjalani eco lifestyle hal terpenting adalah saat kita mengonsumsi sesuatu, secara sadar kita wajib mempertimbangkan asal muasalnya dan dampak produk setelah kita konsumsi.

“Contoh lain misal saat kita berbelanja online, kita bisa berinisiatif untuk meminta kepada penjual agar meminimalisir penggunaan plastik. Tidak perlu takut untuk meminta hal seperti itu karena ini adalah tanggung jawab bersama. Karena faktanya 8 dari 10 penjual telah terbukti malah senang menerima permintaan tersebut sebab kita juga meringankan pekerjaan mereka dalam proses pengemasan. Atau bisa juga membeli sejumlah barang pada satu toko yang sama sehingga dapat menekan sampah sisa packagingnya. Kemudian akan lebih baik jika kita juga membeli barang yang radiusnya dekat dari rumah sehingga hal tersebut dapat mengurangi karbon dioksida dari transportasi saat proses pengiriman,” ucap Dila.

4. Memilah Sampah secara Mandiri

Dia juga mengingatkan secara berulang bahwa kegiatan pemilahan sampah secara mandiri di rumah harus menjadi aktivitas rutin yang konsisten kita lakukan untuk memudahkan proses penguraiannya. Di akhir diskusi, Dila menutup kalimatnya dengan sebuah kutipan:

“Kita tidak butuh beberapa orang yang menjalani gaya hidup zero waste (tanpa menghasilkan sampah) dengan sempurna. Yang kita butuhkan adalah jutaan orang peduli yang berusaha menjalani gaya hidup zero waste dengan tidak sempurna,” pungkasnya.

Penulis : Zury Muliandari

Editor: Ixora Devi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tips-eco-lifestyle-ala-dila-hadju/feed/ 0
Empat Tips Rutinitas Kecantikan Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/empat-tips-rutinitas-kecantikan-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=empat-tips-rutinitas-kecantikan-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/empat-tips-rutinitas-kecantikan-ramah-lingkungan/#respond Sun, 08 Nov 2020 11:00:44 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=29823 Di tengah segala tuntutan untuk menjadi serba bisa, rutinitas kecantikan merupakan satu hal yang menjadi perhatian. Tidak hanya bagi kaum hawa, kaum adam pun harus bisa menerapkannya. Rutinitas kecantikan terdiri atas perawatan kulit hingga tata rias dengan beragam bentuk dan fungsi. Hanya saja, konsumen cerdas pasti paham, produk kecantikan menjadi salah satu zat pencemar lingkungan utama bagi bumi.]]>

Di tengah segala tuntutan untuk menjadi serba bisa, rutinitas kecantikan merupakan satu hal yang menjadi perhatian. Tidak hanya bagi kaum hawa, kaum adam pun harus bisa menerapkannya. Rutinitas kecantikan terdiri atas perawatan kulit hingga tata rias dengan beragam bentuk dan fungsi. Hanya saja, konsumen cerdas pasti paham, produk kecantikan menjadi salah satu zat pencemar lingkungan utama bagi bumi.

Harpers Bazaar melaporkan produsen kecantikan secara global memproduksi lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahun. Sebagian besar kemasan ini tidak dapat terdaur ulang. Mayoritas produk kecantikan menggunakan kemasan plastik. Plastik ini membutuhkan waktu hampir seribu tahun untuk terurai.

Selain itu, sumber yang sama juga menyebut masalah produk kecantikan tak hanya ada pada kemasannya, tetapi juga penggunaan air yang sangat besar dan keberlanjutan bahan produknya. Sebagai bahan yang paling banyak digunakan, ada kekhawatiran bahwa permintaan air untuk kosmetik akan melebihi pasokan.

Di sisi lain, keberlanjutan bahan di dalam produk juga menjadi salah satu masalah lingkungan. Salah satu contohnya adalah minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit yang menjadi komposisi di berbagai produk konsumen, tak hanya kecantikan, menyebabkan deforestasi dan punahnya beragam spesies hewan.

Lantas, bagaimana cara agar Anda bisa tetap menjaga kecantikan diri, tanpa mengabaikan lingkungan? Greeners.co merangkum beberapa tips rutinitas kecantikan untuk Anda.

1. Belanja Merek yang Mengikuti Praktik Ramah Lingkungan

Penting bagi konsumen untuk mengetahui pengemasan hingga bahan yang digunakan produk dalam sebuah merek kosmetik. Pilihlah merek yang memberikan layanan pengemasan yang bijaksana pun juga menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

2. Kurangi Belanja Produk untuk Rutinitas Kecantikan

Coba lah bertanya pada diri sendiri, apakah Anda benar-benar membutuhkan produk kecantikan begitu banyak untuk penggunaan sehari-hari? Bila tidak, lebih baik Anda menahan diri. Selain mengurangi sampah kemasan produk sekaligus mengurangi permintaan untuk bahan berbahaya dalam produk, Anda juga menghemat pengeluaran.

Baca juga: Teh Rambut Jagung, Ramuan Alami bagi Penderita Hipertensi

3. Hindari Microbeads dalam Rutinitas Kecantikan

Microbeads merupakan potongan kecil plastik yang jamak terdapat dalam berbagai produk kecantikan. Mulai dari lulur hingga pasta gigi biasa menggunakan bagan ini. Microbeads tidak tertangkap oleh kebanyakan sistem pengolahan air limbah. Pada akhirnya,  mereka pun bisa mencemari sungai, danau, dan lautan. Begitu berada di dalam air, microbeads dapat merusak kehidupan laut dan kesehatan manusia. Ini karena kemampuannya untuk menyerap racun dan berpotensi masuk ke rantai makanan ekosistem lautan. Dia juga tidak mungkin dihilangkan dari lingkungan.

4. Jauhi Penggunaan Barang Kecantikan Sekali Pakai

Layaknya menjauhi plastik sekali pakai dan menggantinya dengan kantong belanja, kita juga bisa melakukan hal yang sama untuk barang kecantikan. Tukar barang sekali pakai dengan alternatif yang lebih berkelanjutan dan tahan lama. Misalnya menggunakan kain pembersih wajah guna ulang ketimbang bantalan kapas sekali pakai atau tisu pembersih. Selain itu, gunakan sikat yang terbuat dari bahan alami seperti kayu atau bambu.

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

Editor: Ixora Devi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/empat-tips-rutinitas-kecantikan-ramah-lingkungan/feed/ 0
5 Cara Ramah Lingkungan Saat Berbelanja https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-ramah-lingkungan-saat-berbelanja/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-cara-ramah-lingkungan-saat-berbelanja https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-ramah-lingkungan-saat-berbelanja/#respond Sun, 19 May 2019 14:28:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=23371 Sudah saatnya bagi kita untuk lebih bertanggung jawab atas timbulan sampah kita sendiri dan mulai membuat perubahan atas pola konsumsi kita dimulai dari cara kita berbelanja.]]>

(Greeners) – Disadari atau tidak, kegiatan berbelanja turut menyumbang emisi karbon yang sangat besar pada Bumi. Dari kegiatan berbelanja kita bisa membayangkan berapa banyak sampah yang dihasilkan dari semua produk yang kita beli dan nantinya akan dibuang di tempat pembuangan akhir. Sudah saatnya bagi kita untuk lebih bertanggung jawab atas timbulan sampah kita sendiri dan mulai membuat perubahan atas pola konsumsi kita dimulai dari cara kita berbelanja. Berikut ini adalah lima cara belanja ramah lingkungan dari Greeners.

1. Pertimbangkan untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor

Kita semua tahu bahwa kendaraan bermotor berkontribusi pada peningkatan emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim. Jadi, jika Anda ingin membuat perubahan kecil untuk lingkungan, pastikan untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi Anda. Menggunakan transportasi umum merupakan pilihan yang lebih baik jika tempat Anda berbelanja jaraknya cukup jauh, dan menggunakan sepeda atau berjalan kaki merupakan pilihan terbaik jika tempat berbelanja yang dituju dekat dengan tempat tinggal Anda. Selain menghemat pengeluaran, bersepeda atau berjalan kaki itu menyehatkan bukan?

2. Berbelanja di toko terdekat

Minimarket atau toko kelontong yang ada di lingkungan sekitar biasanya menyediakan berbagai produk kebutuhan pokok sehari-hari yang cukup lengkap. Tidak ada salahnya pula membeli hasil panen petani lokal di warung terdekat. Banyak keuntungan yang Anda dapatkan tentunya, selain mendapatkan produk organik yang lebih segar, produk yang Anda beli mungkin harganya lebih terjangkau daripada di supermarket.

(Selanjutnya…)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-ramah-lingkungan-saat-berbelanja/feed/ 0
Mengurangi Penggunaan Tisu? Lakukan 3 Cara Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengurangi-penggunaan-tisu-lakukan-3-cara-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengurangi-penggunaan-tisu-lakukan-3-cara-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengurangi-penggunaan-tisu-lakukan-3-cara-ini/#respond Thu, 20 Dec 2018 11:01:06 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=21807 Tahukah kamu, untuk memproduksi satu bungkus tisu berisi 20 lembar ternyata harus menebang satu pohon? Padahal satu pohon mampu menghasilkan oksigen untuk tiga orang.]]>

Tahukah kamu, untuk memproduksi satu bungkus tisu berisi 20 lembar ternyata harus menebang satu pohon? Sungguh disayangkan bila satu pohon harus hilang hanya untuk aktivitas manusia yang tidak terlalu penting seperti mengeringkan tangan atau menyeka keringat. Belum lagi sifat tisu yang anorganik, dimana sukar diurai di dalam tanah dan memakan waktu yang cukup lama untuk mengurainya. Padahal satu pohon mampu menghasilkan oksigen untuk tiga orang.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh WWF Indonesia bekerja sama dengan creative agency Hakuhodo memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia yang hidup di kota besar memiliki kebiasaan menghamburkan tiga lembar tisu hanya untuk mengeringkan tangan. Bisa dibayangkan jika sebanyak 54% dari 255 juta penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan melakukan hal serupa, berapa banyak lagi pohon yang harus dikorbankan untuk ditebang?

Sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kebiasaan pemakaian tisu. Simak beberapa tips pengurangan tisu yang sudah dirangkum Greeners berikut ini.

penggunaan tisu

Ilustrasi. Foto: pixabay

1. Membawa Sapu Tangan

Sapu tangan adalah selembar kain berukuran kecil yang biasanya selalu di bawa dalam kantong celana atau di dalam tas. Sapu tangan dapat digunakan berkali-kali untuk mengusap keringat, menutupi hidung ketika sedang bersin dan mengelap benda yang basah. Membawa sapu tangan dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk mengurangi penggunaan tisu.

(Selanjutnya…)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengurangi-penggunaan-tisu-lakukan-3-cara-ini/feed/ 0
Cara Alami Basmi Serangga di Rumah https://www.greeners.co/gaya-hidup/cara-alami-basmi-serangga-rumah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cara-alami-basmi-serangga-rumah https://www.greeners.co/gaya-hidup/cara-alami-basmi-serangga-rumah/#respond Sun, 31 Dec 2017 11:43:58 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=19741 Alih-alih menggunakan obat anti serangga untuk membasmi serangga di rumah, kita bisa mengusir serangga dengan cara yang alami, lho. Ini empat cara alami diantaranya!]]>

Serangga seperti nyamuk, lalat dan kecoak seringkali “mampir” ke dalam rumah kita tanpa permisi dan membuat para penghuni rumah merasa risih. Untuk mengusir serangga-serangga tersebut secara cepat, biasanya kita akan langsung menyemprotkan obat anti serangga atau insektisida. Obat anti serangga memang bisa membasmi serangga dengan cepat, tapi tahukah kamu jika obat tersebut mengandung zat kimia yang bisa membahayakan kesehatan? Jika obat anti serangga tidak sengaja terhirup atau termakan, bisa-bisa kita mengalami keracunan.

Alih-alih menggunakan obat anti serangga untuk membasmi serangga di rumah, kita bisa mengusir serangga dengan cara yang alami, lho. Daripada penasaran, yuk kita intip empat cara alami untuk membasmi serangga di rumah!

cara alami

Ilustrasi. Foto: pixabay

1. Usir semut dan kecoak dengan irisan bawang putih

Tidak hanya berguna sebagai bumbu masakan, bawang putih juga dapat kita manfaatkan untuk mengusir serangga. Jika kita menemukan gerombolan semut di dalam rumah, cukup letakkan irisan bawang putih dan semut pun akan segera pergi. Selain itu, meletakkan irisan bawang putih di beberapa titik dalam rumah juga dapat mencegah hadirnya kecoak lho.

(Selanjutnya…)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/cara-alami-basmi-serangga-rumah/feed/ 0
Tetap Hijau Saat Pindah Rumah? Bisa! https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-hijau-saat-pindah-rumah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tetap-hijau-saat-pindah-rumah https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-hijau-saat-pindah-rumah/#respond Mon, 11 Dec 2017 12:01:39 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=19572 Pindah rumah merupakan salah satu momen yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Bila tidak dilakukan dengan cermat, kegiatan pindah rumah dapat menimbulkan masalah terhadap lingkungan.]]>

Pindah rumah merupakan salah satu momen yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Menyenangkan karena kita akan pindah ke tempat baru dengan suasana yang tentunya juga baru, dan melelahkan karena kita harus memeras keringat untuk memindahkan barang-barang. Bila tidak dilakukan dengan cermat, selain dapat memicu kita untuk merasa lebih lelah dan stres, kegiatan pindah rumah juga dapat menimbulkan masalah terhadap lingkungan.

Ya, pindah rumah juga dapat memberikan dampak terhadap lingkungan. Biasanya, pindah rumah identik dengan penggunaan kardus dan plastik dalam jumlah yang cukup banyak. Begitu kegiatan pindah rumah selesai, seluruh kardus beserta plastik tersebut dibuang begitu saja menjadi sampah. Padahal, kita bisa pindah rumah dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

 

pindah rumah

Ilustrasi. Foto: freepik

1. Gunakan kemasan yang dapat digunakan ulang

Saat mengemas barang, upayakan untuk tidak mengemas dengan material yang bersifat sekali pakai. Kalaupun ingin menggunakan kardus, gunakanlah kardus yang kuat dan tidak mudah rusak sehingga dapat digunakan berulang kali.

Supaya tidak menghasilkan sampah baru saat pindah rumah, kita bisa mengemas barang dengan kotak plastik atau kotak kayu. Selain lebih ramah lingkungan karena tidak bersifat sekali pakai, kedua benda tersebut juga lebih tahan banting dan benturan sehingga dapat melindungi barang lebih baik. Bila barang yang dikemas merupakan barang pecah belah, kita bisa melindungi barang tersebut dengan cara melapisinya dengan tumpukan pakaian sebelum dimasukkan ke dalam kotak plastik/kotak kayu.

(Selanjutnya…)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-hijau-saat-pindah-rumah/feed/ 0
Cuci Pakaian Kotor dengan 5 Cara Eco-Friendly Ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/cuci-pakaian-kotor-5-cara-eco-friendly/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cuci-pakaian-kotor-5-cara-eco-friendly https://www.greeners.co/gaya-hidup/cuci-pakaian-kotor-5-cara-eco-friendly/#respond Sat, 18 Nov 2017 14:05:09 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=19385 Kegiatan mencuci pakaian kerap membutuhkan banyak air dan tenaga listrik. Mungkin hal ini terlihat sepele, namun jika dibiarkan akan berdampak serius pada lingkungan. Tapi jangan khawatir karena ada cara yang lebih ramah lingkungan untuk mencuci pakaian kotor.]]>

Saat ini, teknologi telah membantu kita mencuci pakaian dengan lebih mudah. Namun, kegiatan mencuci pakaian kerap membutuhkan banyak air dan tenaga listrik. Mungkin hal ini terlihat sepele, namun jika dibiarkan akan berdampak serius pada lingkungan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Plymouth University menunjukkan bahwa sebanyak 700 ribu serat mikroskopis dilepaskan setiap kali kita mencuci pakaian. Hal tersebut rupanya dapat mengancam ekosistem yang ada di sekitar tempat tinggal kita. Selain itu, larutan air detergen juga dapat merusak lingkungan. Tapi jangan khawatir karena kita masih bisa mencuci pakaian kotor dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Ini lima cara diantaranya.

pakaian kotor

Ilustrasi. Foto: c4ntiku.blogspot.co.id

1. Gunakan bahan pencuci yang ramah lingkungan

Saat ini terdapat beberapa jenis deterjen ramah lingkungan yang dapat kita temui di supermarket. Tapi bila ingin lebih ramah lingkungan lagi, kita bisa menggunakan bahan pencuci pakaian selain detergen lho. Untuk menghilangkan noda pada pakaian, kita bisa menggunakan perasan jeruk lemon dan cuka. Selain itu, kita juga bisa menggunakan biji-bijian tertentu untuk membersihkan pakaian. Untuk pakaian batik contohnya, kita bisa membersihkannya dengan menggunakan biji lerak.

(Selanjutnya…)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/cuci-pakaian-kotor-5-cara-eco-friendly/feed/ 0
6 Manfaat Teh Celup Bekas https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-manfaat-teh-celup-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=6-manfaat-teh-celup-bekas https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-manfaat-teh-celup-bekas/#respond Wed, 14 Jun 2017 07:06:58 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=17294 Sejak berabad-abad yang lalu, meminum teh telah dikenal memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Ternyata, daun teh yang sudah diseduh juga masih menyimpan "segudang" manfaat.]]>

Sejak berabad-abad yang lalu, meminum teh telah dikenal memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Namun bukan hanya seduhan teh saja yang berkhasiat, daun teh yang sudah diseduh ternyata masih menyimpan “segudang” manfaat. Ada banyak manfaat dari teh celup bekas pakai yang Greeners temukan, berikut adalah enam diantaranya:

teh celup

Ilustrasi. Foto: pixabay.com

1. Menyegarkan mata yang lelah
Apakah mata Anda sedang berkantung alias mata panda? Coba kompres mata dengan dua kantung teh celup bekas selama 20 menit. Zat tannin yang terdapat dalam daun teh dapat mengempeskan kantung mata dan juga mampu menyegarkan mata yang lelah.

(Selanjutnya…)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-manfaat-teh-celup-bekas/feed/ 0
Ini 5 Cara Perusahaan Start Up Menjadi Hijau https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-perusahaan-start-up-menjadi-hijau/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-cara-perusahaan-start-up-menjadi-hijau https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-perusahaan-start-up-menjadi-hijau/#respond Thu, 13 Apr 2017 13:34:57 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=16700 Perusahaan-perusahaan perintis atau start up saat ini mulai menyadari pentingnya jejak ekologis perusahaan, ditambah lagi bisnis yang hijau (ramah lingkungan) kini menjadi tren. Ini 5 cara yang mereka lakukan.]]>

Apapun industrinya, setiap usaha seharusnya menyadari perannya dalam memperbaiki aspek keberlanjutan lingkungan. Kita melihat semakin banyak perusahaan yang menyadari pentingnya jejak ekologis perusahaan mereka dan bisa disimpulkan pula bahwa bisnis yang hijau (ramah lingkungan) sedang menjadi tren. Ini lima cara yang dilakukan perusahaan rintisan atau start up agar menjadi hijau:

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-perusahaan-start-up-menjadi-hijau/feed/ 0
4 Cara Berlibur Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-cara-berlibur-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=4-cara-berlibur-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-cara-berlibur-ramah-lingkungan/#respond Thu, 16 Feb 2017 13:10:20 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=15918 Sadar atau tidak disadari, kegiatan berlibur di alam terbuka dapat merusak alam jika dilakukan tanpa rasa tanggung jawab. Agar alam tetap lestari, ini 4 cara berlibur ramah lingkungan versi Greeners.]]>

Berlibur sangat diperlukan untuk menyeimbangkan tubuh dan pikiran yang penat. Pergi ke tempat-tempat wisata alam menjadi salah satu caranya. Mendaki gunung, menyelam di lautan, atau menjelajahi objek wisata yang ada di alam terbuka akan memberikan sensasi suasana yang berbeda dan segar.

Namun, tidak jarang kita temui sampah kemasan makanan, tanaman yang dirusak dengan sengaja, atau coret-coretan tangan di batu atau pohon yang ada dilokasi wisata. Kegiatan berlibur di alam malah menjadi kegiatan yang merusak alam. Jika terus dibiarkan, tidak ada lagi yang bisa dinikmati di alam. Menyedihkan bukan?

Untuk menjaga alam agar tetap lestari, berikut ini 4 cara berlibur ramah lingkungan versi Greeners:

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-cara-berlibur-ramah-lingkungan/feed/ 0