Aksi - Greeners.Co https://www.greeners.co/aksi/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 04 May 2026 10:47:55 +0000 id hourly 1 Pekerja Sampah di Bali Sampaikan Aspirasi di Hari Buruh https://www.greeners.co/aksi/pekerja-sampah-di-bali-sampaikan-aspirasi-di-hari-buruh/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pekerja-sampah-di-bali-sampaikan-aspirasi-di-hari-buruh https://www.greeners.co/aksi/pekerja-sampah-di-bali-sampaikan-aspirasi-di-hari-buruh/#respond Mon, 04 May 2026 10:47:55 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48437 Jakarta (Greeners) – Dalam momentum peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) 2026, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali membuka ruang dialog bersama para pekerja di bidang persampahan. Kegiatan ini juga […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam momentum peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) 2026, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali membuka ruang dialog bersama para pekerja di bidang persampahan. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mendengarkan aspirasi para pekerja yang memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah di Bali.

Pada penyelenggaraan kegiatan ini, PPLH Bali bekerja sama dengan Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA) dan Aliansi Zero Waste Indonesia. Selain itu, juga ada dukungan dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali dan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Kegiatan yang bertemakan “Menguatkan Suara Pekerja Sampah Menuju Transisi yang Adil” ini berlangsung di TPA Suwung, Denpasar Selatan. Sebanyak 200 pekerja sampah dan pemulung di kawasan tempat pemrosesan akhir (TPA) Suwung ikut hadir. 

Direktur PPLH Bali, Catur Yudha Hariani, menyampaikan bahwa momentum Hari Buruh menjadi pengingat penting bahwa pekerja informal, termasuk pemulung dan pekerja sampah, juga perlu mendapatkan perhatian dalam proses perubahan sistem pengelolaan sampah.

“Transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, harus berlangsung secara adil dan tidak meninggalkan kelompok masyarakat yang selama ini turut berkontribusi menjaga lingkungan, khususnya di TPA Suwung,” ujar Catur dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/5). 

Rangkaian kegiatan selama tiga jam ini meliputi talkshow, permainan edukatif, pemeriksaan kesehatan, serta pameran mengenai bahaya mikroplastik, paparan gas metana, pembuatan kompos, budidaya maggot, dan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD).

Dilema Penutupan TPA

Sri Rahayu dan Jefri merupakan kalangan pekerja sampah yang ikut dalam kegiatan ini. Sri mengaku telah bekerja di TPA Suwung sejak usia 12 tahun mengikuti jejak orang tuanya sebagai pemulung. Sementara Jefri, perantau asal Situbondo, mulai bekerja sebagai pemulung di Bali sejak pandemi COVID-19 untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Keduanya menyampaikan harapan agar TPA Suwung tidak tutup karena pekerjaan tersebut menjadi sumber penghidupan utama mereka. Para pemulung yang hadir juga turut mengamini aspirasi tersebut. “Kalau bisa mohon untuk tidak menutup TPA. Kami bingung harus mencari pekerjaan ke mana lagi,” tutur Jefri.

Namun, di sisi lain Kementerian Lingkungan Hidup mengarahkan agar tidak ada aktivitas pemulung di area TPA. Tujuannya untuk menghindari risiko kecelakaan kerja dan hambatan operasional.

Untuk itu, Kepala UPTD Persampahan DKLH Provinsi Bali, Made Doni mengatakan bahwa pemerintah perlu mulai mempersiapkan alternatif pekerjaan bagi para pekerja sampah dan pemulung. Salah satunya peluang bekerja di TPST maupun TPS 3R di wilayah Denpasar.

Sementara itu, berdasarkan hasil dari pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, sebagian besar peserta menunjukkan gejala kecemasan. Gejala tersebut berkaitan dengan tekanan pekerjaan dan kekhawatiran terhadap masa depan mereka.

PPLH Bali berharap proses transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dapat dilakukan secara inklusif dan berkeadilan. Kelompok masyarakat juga harus dilibatkan, sebab mereka selama ini berada di garis depan pengelolaan sampah. 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/pekerja-sampah-di-bali-sampaikan-aspirasi-di-hari-buruh/feed/ 0
Peringati Hari Bumi, Sunset di Kebun Gelar Aksi Bersih-Bersih Ciliwung https://www.greeners.co/aksi/peringati-hari-bumi-sunset-di-kebun-gelar-aksi-bersih-bersih-ciliwung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peringati-hari-bumi-sunset-di-kebun-gelar-aksi-bersih-bersih-ciliwung https://www.greeners.co/aksi/peringati-hari-bumi-sunset-di-kebun-gelar-aksi-bersih-bersih-ciliwung/#respond Thu, 30 Apr 2026 12:00:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48427 Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi pada 22 April, festival musik dan konservasi Sunset di Kebun menginisiasi kegiatan “Bersih-Bersih Ciliwung” di kawasan Kebun Raya Bogor. Aksi bebersih ini […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi pada 22 April, festival musik dan konservasi Sunset di Kebun menginisiasi kegiatan “Bersih-Bersih Ciliwung” di kawasan Kebun Raya Bogor. Aksi bebersih ini merupakan bagian dari program Sunset di Kebun, khususnya subprogram Lesstari yang menjadi rangkaian pra-acara Sunset di Kebun.

Kegiatan diselenggarakan oleh PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku mitra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengelolaan kawasan Kebun Raya Bogor ini. Kegiatan juga diikuti oleh penikmat musik, masyarakat umum, komunitas, dan pemangku kepentingan. Melalui aksi bersih-bersih ini, mereka ikut berkontribusi langsung dalam menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem sungai, khususnya Sungai Ciliwung.

Aksi lingkungan ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah. Namun, juga bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Sungai Ciliwung sebagai salah satu aliran sungai penting memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat dan ekosistem sekitarnya. Area Sungai Ciliwung ini juga melintasi kawasan Kebun Raya Bogor. Sayangnya, Sungai Ciliwung masih tercemar oleh sampah yang tidak terlihat dan sulit dijangkau. Area ini mencerminkan adanya kerusakan lingkungan yang serius.

Mendorong Kolaborasi

Menurut General Manager Event Sunset di Kebun, Abi Irawan, melalui rangkaian kegiatan ini, Sunset di Kebun berharap dapat mendorong kolaborasi yang lebih luas antara berbagai pihak dalam upaya pelestarian lingkungan. Selain itu, harapannya juga bisa menginspirasi pengunjung dan masyarakat luas untuk menjadikan gaya hidup ramah lingkungan sebagai bagian dari keseharian.

“Momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa isu sampah di perkotaan masih menjadi tantangan nyata, baik yang terlihat maupun yang tak kasat mata. Di sisi lain, keterlibatan langsung masyarakat dalam aksi lingkungan masih tergolong rendah,” ujar Abi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4).

Sunset di Kebun menegaskan bahwa kehadiran acara ini bukan hanya sekadar sebagai hiburan. Namun, juga sebagai medium untuk mendorong perubahan perilaku melalui pengalaman yang nyata dan partisipatif.

“Kita ingin pengunjung tidak sekadar tahu soal isu lingkungan. Mereka harus merasakannya secara emosional,” tegas Abi.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/peringati-hari-bumi-sunset-di-kebun-gelar-aksi-bersih-bersih-ciliwung/feed/ 0
Warga Kota Batu Rayakan Hari Bumi, Manfaatkan Sampah Jadi Pupuk Organik https://www.greeners.co/aksi/warga-kota-batu-rayakan-hari-bumi-manfaatkan-sampah-jadi-pupuk-organik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=warga-kota-batu-rayakan-hari-bumi-manfaatkan-sampah-jadi-pupuk-organik https://www.greeners.co/aksi/warga-kota-batu-rayakan-hari-bumi-manfaatkan-sampah-jadi-pupuk-organik/#respond Wed, 29 Apr 2026 10:53:27 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48420 Jakarta (Greeners) – Peringatan Hari Bumi pada 22 April menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Warga Kota Batu merayakannya dengan memanfaatkan pupuk organik secara bersama-sama untuk mendukung […]]]>

Jakarta (Greeners) – Peringatan Hari Bumi pada 22 April menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Warga Kota Batu merayakannya dengan memanfaatkan pupuk organik secara bersama-sama untuk mendukung pertanian yang ramah lingkungan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh TPS3R Jalibar Berseri Desa Oro-Oro Ombo, berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton).

Dalam perayaan tersebut, ada sosialisasi bertema “Transformasi Sampah Organik Menjadi Nutrisi Pangan Organik di Kota Batu”. Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan simbolis pupuk organik cair (POC) hasil olahan rumah kompos, serta penanaman pohon turi.

Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Wiweko, mengatakan para petani mulai tertarik mengembangkan pertanian organik. “Kami memberikan POC kepada petani dan hasilnya baik untuk pertumbuhan tanaman. Harapannya ini bisa terus dimanfaatkan,” ujarnya.

Ketua TPS3R Jalibar Berseri, Titik Setyowati, menambahkan bahwa momentum Hari Bumi penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah organik.

“Saya setiap hari menanam sayur menggunakan kompos dan pupuk cair dari hasil pemilahan sampah di TPS3R. Kegiatan ini untuk menunjukkan bahwa organik memiliki manfaat besar bagi kehidupan dan bumi,” tegasnya.

Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Kota Batu, Endang Ari Setyorini, menyebut kegiatan ini menjadi sarana edukasi bahwa POC dapat dimanfaatkan dalam sektor pertanian.

“Selama ini sampah organik di TPS3R diolah menjadi kompos. Padahal, lindi yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Sebagai kota pertanian, Kota Batu punya potensi besar untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia,” jelasnya.

Sementara itu, seluruh sajian dalam kegiatan ini disajikan tanpa plastik sekali pakai. Panitia menerapkan sistem prasmanan dengan wadah guna ulang seperti gelas dan piring, sehingga tidak menghasilkan sampah tambahan. Sampah organik yang dihasilkan pun langsung diolah di rumah kompos milik TPS3R Oro-Oro Ombo.

Selain sosialisasi, perayaan Hari Bumi ini juga diramaikan dengan fashion show dari para pekerja TPS3R serta lomba kreasi daur ulang yang diikuti kader lingkungan. Kegiatan ini menghasilkan karya-karya yang bermanfaat dengan prinsip reuse.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/warga-kota-batu-rayakan-hari-bumi-manfaatkan-sampah-jadi-pupuk-organik/feed/ 0
Alfamidi Ajak Nasabah Bank Sampah Olah Sampah Sachet dan Galon Bekas https://www.greeners.co/aksi/alfamidi-ajak-nasabah-bank-sampah-olah-sampah-sachet-dan-galon-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alfamidi-ajak-nasabah-bank-sampah-olah-sampah-sachet-dan-galon-bekas https://www.greeners.co/aksi/alfamidi-ajak-nasabah-bank-sampah-olah-sampah-sachet-dan-galon-bekas/#respond Tue, 28 Apr 2026 11:17:37 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48413 Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Bank Sampah Sakura bersama Alfamidi menggelar kegiatan lingkungan melalui program Kampung Merdeka Alfamidi di kawasan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Sebanyak 65 […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Bank Sampah Sakura bersama Alfamidi menggelar kegiatan lingkungan melalui program Kampung Merdeka Alfamidi di kawasan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Sebanyak 65 nasabah Bank Sampah Sakura ikut berpartisipasi

Para peserta melakukan kegiatan menanam tanaman menggunakan galon plastik bekas sebagai wadah tanam. Mereka juga membuat anyaman tikar dari ratusan sampah sachet seperti bungkus kopi dan deterjen.

Kegiatan ini menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah. Selain itu, juga menunjukkan bahwa limbah plastik masih bisa masyarakat manfaatkan menjadi barang yang berguna. Puluhan galon bekas menjadi media tanam berbagai tanaman pangan seperti cabai dan tomat yang dapat warga manfaatkan.

Ketua Bank Sampah Sakura, Sudi Asmoro, mengatakan ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian nasabah terhadap lingkungan.

“Harapannya sederhana, nasabah jadi makin peduli sama lingkungan. Dari kegiatan ini kita ingin menunjukkan kalau botol plastik bekas itu masih bisa kita pakai lagi jadi sesuatu yang bermanfaat, seperti pot tanaman. Jadi selain menanam, juga sekalian belajar mengurangi sampah,” ujarnya (17/4).

Ia menambahkan, pengolahan sampah menjadi barang kreatif juga menjadi pesan penting yang ingin ia sampaikan kepada para nasabah.

“Kami ingin menyampaikan kalau sampah plastik itu nggak harus langsung dibuang. Kalau diolah, bisa jadi barang yang berguna, contohnya kemarin kita bikin tikar. Harapannya nasabah jadi lebih kreatif dan mulai terbiasa buat pilah sampah dari rumah,” jelasnya.

Menurut Sudi, kegiatan serupa sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun hanya melibatkan pengurus bank sampah. Pada peringatan Hari Bumi tahun ini, kegiatan kian luas dengan melibatkan langsung para nasabah agar manfaatnya bisa makin terasa.

Dorong Masyarakat Peduli Lingkungan

Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra, mengatakan bahwa melalui program Kampung Merdeka Alfamidi, perusahaan terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan atau go green, serta mendukung upaya pengurangan sampah menuju konsep zero waste.

Sebagai informasi, Bank Sampah Sakura merupakan salah satu bank sampah binaan Alfamidi dari lima bank sampah binaan lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti Manado, Makassar, Medan, Palu, dan Kendari. Kegiatan ini dapat menjadi contoh sederhana bahwa pengelolaan sampah tidak selalu sulit, dan bisa masyarakat mulai dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekitar.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/alfamidi-ajak-nasabah-bank-sampah-olah-sampah-sachet-dan-galon-bekas/feed/ 0
Bandung On Bike Kembali Hidupkan Semangat Bersepeda di Kota Bandung https://www.greeners.co/aksi/bandung-on-bike-kembali-hidupkan-semangat-bersepeda-di-kota-bandung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bandung-on-bike-kembali-hidupkan-semangat-bersepeda-di-kota-bandung https://www.greeners.co/aksi/bandung-on-bike-kembali-hidupkan-semangat-bersepeda-di-kota-bandung/#respond Mon, 27 Apr 2026 13:14:41 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48402 Jakarta (Greeners) – Acara bersepeda Bandung On Bike sukses terselenggara pada Sabtu (25/4) di Balai Kota Bandung. Kegiatan ini menghadirkan pameran, talkshow, serta aktivitas bersepeda, sekaligus menerapkan konsep less waste […]]]>

Jakarta (Greeners) – Acara bersepeda Bandung On Bike sukses terselenggara pada Sabtu (25/4) di Balai Kota Bandung. Kegiatan ini menghadirkan pameran, talkshow, serta aktivitas bersepeda, sekaligus menerapkan konsep less waste event, termasuk penggunaan sistem guna ulang untuk makanan dan minuman.

Bandung On Bike menjadi ajang silaturahmi, edukasi, sekaligus selebrasi untuk menghidupkan kembali semangat bersepeda di Kota Bandung. Kegiatan ini juga membawa misi menciptakan kota yang sehat, masyarakat yang kuat, serta kehidupan yang lebih berkelanjutan.

Acara ini juga mengajak peserta menikmati Kota Bandung dari atas sepeda melalui dua opsi jalur, yakni jalur petualangan (trail adventure) 100 kilometer dan jalur lintas kota (city tour) 60 kilometer. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi 22 April, dengan mengintegrasikan olahraga bersepeda, upaya pencegahan polusi, serta penerapan konsep acara minim sampah.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Bike to Work (B2W) Bandung bersama Greeners, serta didukung berbagai pihak, termasuk Diet Plastik Indonesia yang menerapkan protokol guna ulang tanpa kemasan sekali pakai. Pengelolaan sampah selama acara juga dilakukan bersama Ngadaur dan Plastavfall.

Ketua Pelaksana Bandung on Bike, Moch Andi Nurfauzi, mengatakan bahwa konsep ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas. “Melalui konsep ini, kami berharap kegiatan bersepeda tidak hanya berdampak pada kualitas udara, tetapi juga mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik di Kota Bandung,” ujar Andy di Bandung, Sabtu (25/4).

Ia menambahkan, sekitar 70–100 komunitas diundang dalam kegiatan ini, dengan kehadiran awal mencapai 500–600 peserta. Area parkir sepeda yang telah disediakan pun terlihat penuh.

“Hal ini menunjukkan bahwa budaya bersepeda di Bandung masih kuat dan akan terus berkembang menuju kota yang ramah sepeda,” tambahnya.

Bandung On Bike kembali hidupkan semangat bersepeda di Kota Bandung. Foto: Greeners.Co

Bandung On Bike kembali hidupkan semangat bersepeda di Kota Bandung. Foto: Greeners.Co

Perbaikan Infrastruktur

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan juga mengapresiasi komitmen panitia dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab selama acara berlangsung. Ia menyebut bahwa saat ini Kota Bandung masih menghadapi tantangan dalam mengelola sampah.

Di sisi lain, kini Pemerintah Kota Bandung tengah fokus melakukan pembenahan infrastruktur sebagai fondasi kota ramah pejalan kaki dan pesepeda.

“Mulai bulan ini kami akan melakukan perbaikan jalan secara merata untuk memastikan kualitas jalan di seluruh Kota Bandung, termasuk menyelesaikan galian-galian. Setelah itu, trotoar juga akan diperbaiki agar pejalan kaki merasa aman dan nyaman,” kata Farhan.

Menurutnya, prioritas utama pembangunan adalah keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki sebagai kelompok paling rentan di jalan. Setelah itu, ia berkomitmen mengembangkan fasilitas yang lebih ramah bagi pesepeda.

Farhan juga mengakui bahwa membangun kota ramah sepeda tidak bisa dilakukan secara instan.  “Mengubah jalan yang sudah ada menjadi ramah pesepeda itu tidak semudah memberi garis hijau. Kami harus membereskan dulu persoalan dasar seperti galian jalan yang menjadi tantangan bagi pesepeda,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah membuka ruang dialog dengan komunitas sepeda, termasuk Bike to Work. Ruang dialog ini untuk memberikan masukan teknis terkait pembangunan jalur sepeda yang lebih aman dan terintegrasi.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/bandung-on-bike-kembali-hidupkan-semangat-bersepeda-di-kota-bandung/feed/ 0
DXI 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Ekosistem Olahraga Petualangan https://www.greeners.co/aksi/dxi-2026-resmi-dibuka-perkuat-ekosistem-olahraga-petualangan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dxi-2026-resmi-dibuka-perkuat-ekosistem-olahraga-petualangan https://www.greeners.co/aksi/dxi-2026-resmi-dibuka-perkuat-ekosistem-olahraga-petualangan/#respond Mon, 27 Apr 2026 12:26:08 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48400 Jakarta (Greeners) – Memasuki penyelenggaraan ke-18, Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 kembali diselenggarakan pada 23–26 April 2026 di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC). Acara ini menggelar pameran […]]]>

Jakarta (Greeners) – Memasuki penyelenggaraan ke-18, Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 kembali diselenggarakan pada 23–26 April 2026 di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC). Acara ini menggelar pameran kegiatan luar ruangan (outdoor) dalam memperkuat ekosistem olahraga petualangan.

Tahun ini, DXI mengusung tema #DAREtoXPLORE: Waves of Collaboration. Pameran ini merupakan bentuk kerja sama Dyandra Event Solutions (DES) dengan ADEX 360 (Asia Dive Expo). Tak hanya menyasar pencinta olahraga laut dan ekstrem, pameran ini juga menyasar penyuka aktivitas outdoor. 

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono resmi membuka DXI 2026. Acara ini juga menggaet masyarakat awam yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai apa saja wisata petualangan yang ada di Indonesia.

“Kami juga turut mendukung dan mengawal kerja sama DXI dengan ADEX. Kami harap kolaborasi ini mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pariwisata bahari dan petualangan kelas dunia, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi promosi potensi maritim nasional di kancah global,” ucapnya dalam acara pembukaan DXI 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (23/4).

Agus menambahkan, butuh promosi lokal guna mendukung dan memperkuat posisi Indonesia . Ini menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan 17 subsektor ekonomi kreatif melalui DXI.

Selain itu, upaya ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di tingkat nasional maupun global. Bahkan, bisa melahirkan destinasi baru lainnya selain Bali dan Labuan Bajo.

Sarana Promosi Wisata Bahari

Sementara itu, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki lebih dari 17.000 pulau. Wilayah laut mencakup lebih dari 70 persen dari total wilayah nasional. Kondisi tersebut menjadikan Indonesia memiliki keunggulan komparatif sekaligus kompetitif dalam pengembangan wisata bahari dan wisata petualangan.

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa mengatakan bahwa DXI memiliki peran strategis sebagai sarana promosi dan pemasaran wisata bahari. DXI juga dapat menjadi katalisator dalam memperkuat ekosistem pariwisata bahari yang berdaya saing global.

“Kami harap DXI dapat memberikan dampak positif dalam memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi unggulan wisata bahari dan adventure di tingkat global,” ungkapnya.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/dxi-2026-resmi-dibuka-perkuat-ekosistem-olahraga-petualangan/feed/ 0
KLH Bentuk Satgas untuk Kendalikan Karhutla https://www.greeners.co/aksi/klh-bentuk-satgas-untuk-kendalikan-karhutla/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=klh-bentuk-satgas-untuk-kendalikan-karhutla https://www.greeners.co/aksi/klh-bentuk-satgas-untuk-kendalikan-karhutla/#respond Thu, 23 Apr 2026 09:40:22 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48394 Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Kebakaran Lahan Tahun 2026. Inisiatif ini sebagai bagian dari strategi nasioanl dalam menghadapi peningkatan risiko […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Kebakaran Lahan Tahun 2026. Inisiatif ini sebagai bagian dari strategi nasioanl dalam menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring proyeksi musim kemarau dan potensi El Nino pada 2026.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pendekatan pengendalian karhutla harus berfokus pada pencegahan yang terstruktur dan terpadu.

“Kita harus bergerak cepat, terstruktur, dan tanpa kompromi karena ini menyangkut keselamatan masyarakat, lingkungan, dan masa depan bangsa,” ujar Hanif di Jakarta, Rabu (22/4).

Data menunjukkan peningkatan signifikan kejadian karhutla pada awal tahun 2026, dengan jumlah titik panas mencapai 3.609. Angka ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Luas kebakaran hingga Februari 2026 juga tercatat meningkat tajam, mencapai lebih dari 32 ribu hektare. Wilayah Sumatra dan Kalimantan menjadi daerah yang paling terdampak.

Menghadapi kondisi tersebut, KLH/BPLH menetapkan Satgas Pengendalian Kebakaran Lahan Tahun 2026 yang terdiri dari beberapa tim. Di antaranya tim pendamping, tim sekretariat, dan tim klarifikasi.

Satgas tersebut bertugas memperkuat koordinasi pusat dan daerah. Mereka juga akan memastikan langkah pencegahan dan penanganan dilakukan secara cepat dan efektif hingga tingkat tapak.

Salah satu fungsi utama Satgas diarahkan untuk memperkuat early fire response melalui aktivasi posko pengendalian karhutla di daerah rawan hingga tingkat desa. Selain itu, kesiapsiagaan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta dukungan dari pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi fokus utama dalam pelaksanaan pengendalian.

Kuatkan Infrastruktur

Sementara itu, KLH/BPLH juga mendorong penguatan infrastruktur pengendalian karhutla, khususnya di wilayah gambut, melalui perbaikan tata kelola air, pembangunan sekat kanal, serta penyediaan sumber air seperti sumur bor dan embung. Upaya ini berlangsung secara kolaboratif bersama pemerintah daerah, dunia usaha, serta aparat TNI/Polri dan masyarakat.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih kering dan panjang. Indikasi El Nino berstatus lemah hingga moderat. Kondisi ini diperkirakan meningkatkan potensi kebakaran. Terutama di wilayah rawan seperti Riau dan Kalimantan Barat, sehingga kesiapsiagaan harus diperkuat sejak dini.

Hanif menegaskan bahwa pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi penuh lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan risiko kebakaran.

Melalui pembentukan Satgas Pengendalian Kebakaran Lahan Tahun 2026, KLH/BPLH berharap upaya pencegahan dapat dilakukan lebih sistematis dan respons terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan dampak karhutla terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta perekonomian nasional.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/klh-bentuk-satgas-untuk-kendalikan-karhutla/feed/ 0
Ribuan Fans K-pop Kembali Tekan Hana Bank Hentikan Pendanaan Energi Fosil https://www.greeners.co/aksi/ribuan-fans-k-pop-kembali-tekan-hana-bank-hentikan-pendanaan-proyek-pltu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ribuan-fans-k-pop-kembali-tekan-hana-bank-hentikan-pendanaan-proyek-pltu https://www.greeners.co/aksi/ribuan-fans-k-pop-kembali-tekan-hana-bank-hentikan-pendanaan-proyek-pltu/#respond Mon, 20 Apr 2026 10:47:39 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48384 Jakarta (Greeners) – Ribuan penggemar K-pop menandatangani petisi mendesak Hana Bank menghentikan pembiayaan proyek PLTU batu bara. Petisi dibuat setelah Hana Bank merespons surat terbuka yang dikirim sebelumnya dengan pernyataan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ribuan penggemar K-pop menandatangani petisi mendesak Hana Bank menghentikan pembiayaan proyek PLTU batu bara. Petisi dibuat setelah Hana Bank merespons surat terbuka yang dikirim sebelumnya dengan pernyataan samar tanpa adanya tindak lanjut yang jelas.

Penandatanganan petisi merupakan lanjutan dari kampanye “Hana, Bring K-pop Not Coal”. Petisi digaungkan melalui acara talkshow “No K-pop on a Dead Planet: Aksi Penggemar K-pop untuk Penghentian Pendanaan Hana Bank ke Energi Fosil”. Acara ini termasuk dalam rangkaian PE5TA WARGI K-POP di Jakarta, yakni perayaan lima tahun Kpop4Planet menggerakan aksi iklim global.

Hana Bank merupakan salah satu bank dari Korea Selatan. Mereka berkolaborasi dengan idol K-Pop seperti G-dragon Bigbang dan An Yujin IVE.

Pada 2022, Hana Bank telah mendanai proyek nikel oleh Grup Harita yang ditenagai PLTU batu bara baru sebesar US$ 84 juta. Padahal, pada 2021, Hana Financial Group menyatakan akan berhenti membiayai proyek terkait batu bara di dalam dan luar negeri.

Namun, Grup Harita sampai saat ini sedang membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara. Kapasitasnya mencapai 1,6 gigawatt (GW) di Pulau Obi. Rencananya, grup tersebut akan memperluasnya menjadi lebih dari 4 GW.

Juru kampanye Kpop4Planet di Indonesia, Nurul Sarifah mengatakan dampak akibat proyek nikel tersebut sudah terbukti jelas merusak dan merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar di Pulau Obi.

“Namun, jawaban Hana Bank yang kian naif menunjukkan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh ingin mencari solusi dan menunjukkan aksi nyata,” kata Nurul.

Emisi Karbon Meningkat

Pada Februari lalu, Kpop4Planet bersama 12 basis penggemar K-pop di Indonesia mengirimkan surat terbuka langsung ke Hana Bank di Seoul. Melalui kampanye “Hana, Bring K-pop Not Coal”, mereka meminta Hana Bank berhenti mendanai perusahaan yang bergantung pada PLTU batu bara.

Hana Bank menyatakan akan mengembangkan kebijakan untuk mendukung pengurangan karbon melalui penguatan manajemen risiko terkait batu bara. Namun, belum ada rencana jelas untuk keluar dari pendanaan sektor tersebut.

Senior Asia Energy Finance Campaigner Market Forces, Binbin Mariana juga menyoroti kerusakan Pulau Obi. Menurutnya, pendanaan bank di proyek nikel Harita di Pulau Obi turut berkontribusi pada peningkatan karbon emisi dan kerusakan lingkungan sekitar.

“Emisi karbon Harita hampir meningkat tiga kali lipat, dari 3,74 megaton emisi karbon pada 2022 menjadi 10,87 megaton pada 2024. Jumlah ini setara dengan hampir 1% total emisi Indonesia dan mengemudikan 2,5 juta mobil berbahan bakar fosil selama 1 tahun,” ungkap Binbin.

Sejak 9 April, petisi “Hana Bring K-pop Not Coal” telah mengumpulkan lebih dari 1.000 penggemar K-pop. Mereka mendesak Hana Bank untuk segera berhenti memberikan pendanaan ke perusahaan tersebut selama masih bergantung pada PLTU batu bara baru.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/ribuan-fans-k-pop-kembali-tekan-hana-bank-hentikan-pendanaan-proyek-pltu/feed/ 0
Menyaksikan Kerusakan Ekologis Lewat Pameran Foto Pesta Media 2026 https://www.greeners.co/aksi/menyaksikan-kerusakan-ekologis-lewat-pameran-foto-pesta-media-2026/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menyaksikan-kerusakan-ekologis-lewat-pameran-foto-pesta-media-2026 https://www.greeners.co/aksi/menyaksikan-kerusakan-ekologis-lewat-pameran-foto-pesta-media-2026/#respond Mon, 13 Apr 2026 06:43:04 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48339 Jakarta (Greeners) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta sukses menyelenggarakan Pesta Media 2026 pada Sabtu 11 April – Minggu 12 April 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Melalui […]]]>

Jakarta (Greeners) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta sukses menyelenggarakan Pesta Media 2026 pada Sabtu 11 April – Minggu 12 April 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Melalui kegiatan ini, mereka mengadakan pameran foto bertajuk “Menyiarkan Krisis: Siapa Boleh Cerita?” yang memamerkan ragam visual krisis lingkungan kepada publik.

Pameran tersebut menampikan 27 karya foto hasil kurasi dari 19 pewarta foto. Ragam karya yang dipamerkan menyuguhkan visual nyata mengenai kerusakan alam yang memicu berbagai bencana di Indonesia. Lewat pameran ini, AJI ingin menunjukkan realitas krisis lingkungan yang sering kali luput dari perhatian publik.

Kurator pameran, Gunawan Wicaksono, mengatakan bahwa pameran ini bukan sekadar pameran estetika visual. Ia menyebut karya-karya tersebut sebagai bentuk pengadilan atas pengabaian terhadap kelestarian alam.

“Foto-foto ini adalah saksi bisu dari paru-paru hutan yang sesak dan laut yang muntah karena racun. Mereka hadir untuk menelanjangi mereka yang pura-pura tuli atas kerusakan lingkungan,” ujar Gunawan, Sabtu (11/4).

Puluhan karya fotografer dari pelbagai wilayah di Indonesia tersebut terpajang di dalam Teater Wahyu Sihombing yang menjadi venue utama Pesta Media 2026. Karya-karya itu memperlihatkan kondisi hutan yang gundul dan wilayah perairan yang tercemar. Menurut Gunawan, pameran ini menjadi bukti autentik atas pengkhianatan terhadap komitmen untuk menjaga lingkungan hidup.

Fotografi sebagai Perlawanan

Sementara itu, dari perspektif kurasi pameran ini, kata Gunawan, fotografi menjadi alat untuk melakukan perlawanan. Karena itu, gambar memiliki kekuatan untuk menunjukkan fakta kepada mereka yang pura-pura tidak mengetahui adanya kerusakan.

“Gambar-gambar karya para pewarta foto pemberani inilah yang akan terus berteriak saat kata-kata dibatasi. Memilih untuk diam saat dunia berada di ambang kehancuran adalah sebuah bentuk persekutuan dengan kerusakan itu sendiri,” kata Gunawan.

Redaktur Desk Fotografi di Tempo ini menyatakan pameran berfungsi sebagai senjata perlawanan di tengah ancaman dan intimidasi terhadap jurnalis. Gambar-gambar karya pewarta foto tersebut akan terus menyuarakan kebenaran.

Menurut Gunawan, karya-karya yang tampil merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kondisi bumi saat ini. Ia menilai pameran ini menjadi sebuah pengadilan terhadap pengabaian lingkungan yang terus terjadi.

“Bumi Nusantara tidak pernah bisu, ia hanya dipaksa diam. Di hadapan Anda hari ini, bukan sekadar pameran estetika visual, melainkan sebuah pengadilan atas pengabaian,” ujar Gunawan.

Di sisi lain pameran foto, Pesta Media 2026 juga kian meriah dengan berbagai sesi lokakarya (workshop) dan bincang-bincang (talk show). Seluruh rangkaian kegiatan ini dapat publik akses selama dua hari pelaksanaan di TIM.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/menyaksikan-kerusakan-ekologis-lewat-pameran-foto-pesta-media-2026/feed/ 0
Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum Kulon Progo Pasang Panel Surya untuk Sumber Listrik https://www.greeners.co/aksi/pondok-pesantren-madaarijul-ulum-kulon-progo-pasang-panel-surya-untuk-sumber-listrik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pondok-pesantren-madaarijul-ulum-kulon-progo-pasang-panel-surya-untuk-sumber-listrik https://www.greeners.co/aksi/pondok-pesantren-madaarijul-ulum-kulon-progo-pasang-panel-surya-untuk-sumber-listrik/#respond Mon, 13 Apr 2026 06:23:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48348 Jakarta (Greeners) – Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum di Kulon Progo kini tak lagi sepenuhnya bergantung pada energi berbasis fosil. Sumber listrik di pesantren tersebut kini berasal dari pembangkit listrik tenaga […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum di Kulon Progo kini tak lagi sepenuhnya bergantung pada energi berbasis fosil. Sumber listrik di pesantren tersebut kini berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang memanfaatkan energi matahari.

Pesantren ini terletak di tengah kepungan hutan jati seluas kurang lebih 5.000 meter persegi. Sebagian besar lahannya masih berupa area hutan. Hanya terlihat beberapa bangunan semi permanen yang menyatu dengan berbagai aktivitas para santri.

Di bagian paling depan, bersebelahan dengan gerbang masuk pesantren, terdapat musala sebagai tempat pemenuhan kebutuhan spiritual warga pesantren. Berjarak sekitar 20 langkah dari musala, berdiri bangunan utama multifungsi. Di tempat inilah para santri banyak menghabiskan waktu, mulai dari mengaji, belajar, berkumpul, hingga melakukan berbagai aktivitas lainnya.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum, Abdul Fatah, lokasi pesantren yang berada di tengah hutan menyebabkan aliran listrik PLN tidak dapat termanfaatkan secara maksimal. Akibatnya, sejumlah aktivitas santri pada malam hari kerap terganggu.

“Saat mengaji atau tadarus, beberapa kali santri harus gelap-gelapan,” ujarnya.

Pemasangan panel surya ini berlangsung kolaboratif oleh beberapa pihak, di antaranya 1000 Cahaya bersama Kitabisa.org dan GreenFaith Indonesia.

Abdul mengatakan, seiring dinamika kehidupan di dalam pondok, kebutuhan listrik menjadi salah satu penopang utama aktivitas harian. Berbagai perangkat digunakan untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran kegiatan, mulai dari lampu penerangan, kulkas, magic com, sound system, pompa air, televisi, mesin cuci, setrika, hingga kipas angin.

“Semua peralatan tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari ritme kehidupan pondok, dari pagi hingga malam hari,” ucapnya.

Tak heran, kebutuhan energi listrik pun cukup besar. Setiap bulan, pondok pesantren ini mengeluarkan biaya sekitar Rp600.000 untuk membayar tagihan listrik PLN. Angka tersebut mencerminkan betapa pentingnya listrik dalam mendukung aktivitas pendidikan, ibadah, dan kehidupan sehari-hari para santri.

Kurangi Biaya Listrik

Sementara itu, Wakil Direktur 1000 Cahaya, Sudarto M. Abukasim, mengatakan bahwa pemasangan panel surya juga bertujuan mengurangi biaya konsumsi listrik yang membebani operasional pesantren. Langkah ini sekaligus menjadi upaya konkret dalam mendorong efisiensi energi dan menjaga kelestarian ekosistem bumi.

“Melalui kegiatan pemasangan solar panel di Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum Kulon Progo ini, kita belajar bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang penuh kesadaran—mengubah sinar matahari menjadi energi, mengubah kepedulian menjadi aksi nyata, serta menghadirkan panel surya sebagai wujud sedekah energi yang diinisiasi oleh 1000 Cahaya, Kitabisa.org, dan GreenFaith Indonesia,” ujar Sudarto.

Menurut Sudarto, inisiatif ini merupakan salah satu upaya menjadikan pesantren sebagai pusat inspirasi menuju masa depan yang mandiri, bersih, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/pondok-pesantren-madaarijul-ulum-kulon-progo-pasang-panel-surya-untuk-sumber-listrik/feed/ 0
BRIN Kembangkan Inovasi Reaktor Modular untuk Menangkap Emisi Industri https://www.greeners.co/aksi/brin-kembangkan-inovasi-reaktor-modular-untuk-menangkap-emisi-industri/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=brin-kembangkan-inovasi-reaktor-modular-untuk-menangkap-emisi-industri https://www.greeners.co/aksi/brin-kembangkan-inovasi-reaktor-modular-untuk-menangkap-emisi-industri/#respond Mon, 13 Apr 2026 06:06:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48346 Emisi karbon dari sektor industri dan pembangkit energi berbasis fosil perlu ditekan untuk mengurangi dampak perubahan iklim global. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan solusi untuk persoalan ini, lewat […]]]>

Emisi karbon dari sektor industri dan pembangkit energi berbasis fosil perlu ditekan untuk mengurangi dampak perubahan iklim global. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan solusi untuk persoalan ini, lewat inovasi reaktor penangkap karbon dioksida (CO₂) berbasis cairan dengan desain modular yang fleksibel dan aplikatif.

Menurut BRIN, pengembangan teknologi ini menjadi penting mengingat riset terkait sistem penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) yang khusus untuk karakteristik gas buang industri domestik masih terbatas. Kondisi tersebut selama ini menyebabkan ketergantungan terhadap teknologi impor.

Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Konversi Energi (PRTKE) BRIN, Asep Rachmat mengatakan bahwa penguasaan teknologi dalam negeri merupakan langkah strategis untuk mendukung kemandirian nasional. Hal ini juga berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) 2060 serta komitmen Indonesia dalam Paris Agreement.

“Inovasi ini mengusung konsep desain modular, yang memungkinkan pembangunan unit-unit reaktor secara terpisah. Kemudian, kami rangkai sesuai kebutuhan kapasitas maupun keterbatasan lahan di fasilitas industri,” ungkap Asep melansir Berita BRIN, Jumat (10/4).

Asep menambahkan bahwa pendekatan ini menawarkan fleksibilitas tinggi daripada sistem konvensional yang cenderung kaku. Alhasil dapat terintegrasi langsung dengan instalasi yang telah beroperasi tanpa memerlukan perubahan besar.

Tak hanya itu, desain ini juga membuka peluang pengembangan sistem hibrida yang mampu mengombinasikan berbagai mekanisme penyerapan CO₂ dalam satu kesatuan proses yang terintegrasi. Selain itu, juga mendorong penggunaan cairan penyerap alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Target Uji Coba 2029

Sementara itu, secara prinsip kerja reaktor memiliki fungsi sebagai penyaring canggih yang memanfaatkan interaksi antara gas dan cairan. Gas buang industri yang mengandung CO₂ teralirkan dari bagian bawah reaktor.

“Kemudian bergerak ke atas dan bertemu dengan cairan penyerap yang dialirkan dari bagian atas. Pada titik pertemuan tersebut terjadi proses penyerapan, di mana CO₂ ‘ditangkap’ oleh cairan sehingga gas yang lepas ke atmosfer memiliki kandungan karbon yang jauh lebih rendah,” urainya.

Riset ini, kata dia, merupakan bagian dari program “Energi Berkelanjutan” dengan skema pendanaan tahun jamak. Pada tahap awal 2025, tim memfokuskan pengembangan pada pembuatan prototipe skala laboratorium untuk unit absorber sebagai komponen utama penangkap CO₂. Ke depan, pihaknya menargetkan teknologi ini dapat melalui uji coba pada skala industri pada 2029.

Dalam pelaksanaannya, BRIN menjalin kolaborasi dengan PT Eksperta Adi Manusa dan Universitas Indonesia. BRIN juga melibatkan tim peneliti lintas keahlian. Asep berharap Inovasi ini tidak hanya memperkuat daya saing industri dalam negeri, tetapi bisa memberikan kontribusi nyata menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/brin-kembangkan-inovasi-reaktor-modular-untuk-menangkap-emisi-industri/feed/ 0
Warga Batu Gelar Brand Audit, Sampah Sachet Paling Banyak Ditemukan https://www.greeners.co/aksi/warga-batu-gelar-brand-audit-sampah-sachet-paling-banyak-ditemukan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=warga-batu-gelar-brand-audit-sampah-sachet-paling-banyak-ditemukan https://www.greeners.co/aksi/warga-batu-gelar-brand-audit-sampah-sachet-paling-banyak-ditemukan/#respond Mon, 13 Apr 2026 05:39:15 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48340 Jakarta (Greeners) – Warga Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Malang menggelar kegiatan brand audit di halaman TPS3R Jalibar Berseri, Kamis (2/4). Kemasan sachet menjadi salah satu jenis sampah terbanyak yang […]]]>

Jakarta (Greeners) – Warga Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Malang menggelar kegiatan brand audit di halaman TPS3R Jalibar Berseri, Kamis (2/4). Kemasan sachet menjadi salah satu jenis sampah terbanyak yang warga temukan.

Kegiatan ini melibatkan 30 relawan. Mereka dari anggota TPS3R Jalibar Berseri, kader PKK Desa Oro-Oro Ombo, dan Tim Percepatan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu. Mereka memilah sampah berdasarkan kategori, menghitung jumlah kemasan berdasarkan merek, serta mendokumentasikan hasilnya.

Brand audit dilakukan terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas AKSA yang terlebih dahulu dilaksanakan sebelumnya. Dari hasil pemilahan dan pencatatan, sampah didominasi oleh kemasan sachet dari berbagai produk kebutuhan sehari-hari. Di antaranya sabun, sampo, deterjen, dan minuman instan.

Salah satu relawan dari Desa Oro-Oro Ombo, Ony Dwi Setyowati mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi kali pertama baginya. “Saya belajar mengenali dan mendata merek-merek dari kemasan plastik sekali pakai. Ternyata, sampah bermerek itu banyak sekali, ya”, ujar Ony dalam keterangan tertulisnya.

Kemasan Sachet Mendominasi

Sementara itu, hasil dari brand audit ini juga mengungkap 10 besar produsen penyumbang sampah kemasan. Tanobel menjadi penyumbang terbesar dengan total 774 kemasan. Mayora sebanyak 300 kemasan, Wings 274 kemasan, dan Danone 273 kemasan.

Selanjutnya, Indofood tercatat sebanyak 212 kemasan, Santos Jaya Abadi 143 kemasan, serta P&G sebanyak 132 kemasan. Merek lainnya seperti Unilever 63 kemasan, Ultrajaya 61 kemasan, dan Ajinomoto 51 kemasan juga turut berkontribusi terhadap timbulan sampah, meskipun dalam jumlah lebih kecil.

Temuan ini memperlihatkan bahwa produk-produk kebutuhan sehari-hari kemasan sachet masih menjadi pilihan utama masyarakat. Di sisi lain, timbulan sachet memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan volume sampah yang sulit daur ulang.

Eni Maulidiyah dari DLH Kota Batu mengimbau masyarakat untuk mulai lepas dari ketergantungan kemasan sachet. Baginya, kegiatan brand audit ini juga menjadi momentum agar masyarakat paham bahwa masih banyak sampah anorganik dengan berbagai merek yang masyarakat gunakan.

“Terutama produk-produk kemasan sachet yang bisa dikurangi dengan membeli dalam kapasitas besar atau bisa dibeli secara curah atau refill sehingga sampah pembungkusnya tidak jadi residu,” ujarnya.

Eni berharap data dari kegiatan ini tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga menjadi dasar advokasi untuk mendorong perubahan yang lebih luas dalam pengurangan sampah, khususnya sampah sachet di Kota Batu.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/warga-batu-gelar-brand-audit-sampah-sachet-paling-banyak-ditemukan/feed/ 0
Paragon dan DLH DKI Sediakan Dropbox Kosmetik di Halte Transjakarta https://www.greeners.co/aksi/paragon-dan-dlh-dki-sediakan-drop-box-kosmetik-di-halte-transjakarta/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=paragon-dan-dlh-dki-sediakan-drop-box-kosmetik-di-halte-transjakarta https://www.greeners.co/aksi/paragon-dan-dlh-dki-sediakan-drop-box-kosmetik-di-halte-transjakarta/#respond Wed, 08 Apr 2026 12:22:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48329 Jakarta (Greeners) – Salah satu sumber timbulan sampah saat ini banyak berasal dari produk kosmetik. ParagonCorp bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta berkolaborasi untuk mengelola sampah. Mereka meresmikan smart […]]]>

Jakarta (Greeners) – Salah satu sumber timbulan sampah saat ini banyak berasal dari produk kosmetik. ParagonCorp bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta berkolaborasi untuk mengelola sampah. Mereka meresmikan smart dropbox Paragon Empties Station (PES) di Halte Transjakarta CSW. Kini, masyarakat bisa mengumpulkan kemasan bekas produk perawatan diri untuk didaur ulang di fasilitas tersebut.

PES merupakan smart dropbox berbasis teknologi, hasil pengembangan ParagonCorp bersama PlasticPay. Fasilitas ini dapat menerima berbagai jenis kemasan kosong produk kecantikan dari berbagai brand yang bermaterial plastik, kertas, kaca, hingga material campuran dari berbagai brand kosmetik dan personal care (perawatan diri).

Tak hanya sebagai tempat titik pengumpulan, PES juga jadi tempat edukasi yang mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola kemasan bekas pakai. Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan ParagonCorp secara menyeluruh dalam pengelolaan kemasan. Pengelolaan itu mulai dari hulu melalui desain dan pemilihan material yang lebih ramah lingkungan, hingga hilir melalui pengembangan sistem take-back dan daur ulang pascakonsumsi.

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin mengatakan, keterlibatan sektor industri sangat penting dalam mendorong perubahan pola konsumsi dan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

“Seiring meningkatnya konsumsi produk perawatan diri, jumlah kemasannya juga terus bertambah. Karena itu, perlu didorong pola konsumsi yang bertanggung jawab, termasuk memastikan kemasan tidak berakhir sebagai sampah,” ujar Dudi di Jakarta, Selasa (7/4).

Menurutnya, persoalan sampah di Jakarta masih menjadi tantangan besar yang penanganannya harus cepat, terarah, dan berkelanjutan. Saat ini, kebijakan pengelolaan sampah semakin berfokus pada pengurangan dari sumber, bukan hanya penanganan di hilir.

Kehadiran PES menjadi salah satu solusi praktis yang mendekatkan fasilitas daur ulang ke aktivitas harian masyarakat. Dudi berharap pelaku industri lain dapat mengikuti inisiatif ini. Harapannya agar semakin banyak sistem pengumpulan kembali kemasan yang terkelola secara bertanggung jawab dan tidak berakhir di TPST Bantargebang.

Antusiasme Masyarakat

Dalam mencipatakan inisiatif ini, ParagonCorp melihat bahwa persoalan sampah tidak cukup hanya dengan menambah fasilitas pembuangan. Namun, persoalan ini membutuhkan pergeseran perilaku.

Dari beberapa bulan sebelumnya, penyediaan fasilitas mesin PES juga telah dilakukan di berbagai titik. Dari implementasi tersebut, ParagonCorp melihat adanya antusiasme masyarakat yang juga ingin mengetahui memahami bagaimana sistem pengelolaan tersebut bekerja. Hal ini terlihat di Masjid Salman ITB Bandung.

Head CSR ParagonCorp, Suci Hendrina mengatakan bahwa lewat inisiatif ini, ParagonCorp ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa setiap kemasan kosong memiliki potensi untuk dikelola kembali secara lebih bertanggung jawab.

“Ini bukan hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi tentang membangun kebiasaan baru dan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan adalah perjalanan yang perlu kita tempuh bersama,” kata Suci.

Suci menambahkan bahwa kolaborasi dengan DLH DKI Jakarta dan Transjakarta menjadi langkah penting bagi ParagonCorp untuk memperluas akses. Ini sekaligus memperkuat ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

PES di Halte CSW merupakan bagian dari total 10 titik awal dalam fase pilot ParagonCorp. Dropbox telah tersebar di area retail seperti Wardah Store Bintaro Plaza (Jabodetabek) dan Makeupuccino (Bandung). Selain itu, terdapat juga di ruang publik seperti Masjid Istiqlal, Paragon Empties Station (PES), dan Masjid Salman ITB Bandung. Bahkan, mereka juga menyediakan dropbox di area perkantoran ParagonCorp.

Keberadaan 10 titik ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan kemasan pascakonsumsi yang lebih terintegrasi. Masyarakat juga lebih mudah untuk mengembalikan kemasan kosong melalui mesin PES. Kemudian, seluruh kemasan tersebut akan dikumpulkan, dipilah berdasarkan jenis material. Selanjutnya akan diproses secara bertanggung jawab, termasuk untuk dimanfaatkan kembali sesuai dengan karakteristik materialnya.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/paragon-dan-dlh-dki-sediakan-drop-box-kosmetik-di-halte-transjakarta/feed/ 0
Peringati Hari Kesehatan Sedunia, PPLH Bali Sosialisasikan Kantin Sekolah Sehat https://www.greeners.co/aksi/peringati-hari-kesehatan-sedunia-pplh-bali-sosialisasikan-kantin-sekolah-sehat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peringati-hari-kesehatan-sedunia-pplh-bali-sosialisasikan-kantin-sekolah-sehat https://www.greeners.co/aksi/peringati-hari-kesehatan-sedunia-pplh-bali-sosialisasikan-kantin-sekolah-sehat/#respond Tue, 07 Apr 2026 13:55:15 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48322 Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia 2026 pada 7 April, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali mensosialisasikan Kantin Sekolah Sehat 2026. Kegiatan itu berlangsung di SD Negeri […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia 2026 pada 7 April, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali mensosialisasikan Kantin Sekolah Sehat 2026. Kegiatan itu berlangsung di SD Negeri 3 Kesiman, Kota Denpasar, Bali pada Senin (6/4).

Kegiatan ini bertemakan “Membangun Kantin Sekolah Sehat dan Berkelanjutan”. Sebanyak 28 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari kepala sekolah, komite sekolah, guru, petugas keberihan, dan petugas kantin.

Sosialisasi ini dalam rangka menyamakan persepsi seluruh warga sekolah terkait dengan pengembangan kantin sekolah sehat. PPLH juga ingin meningkatkan wawasan warga sekolah dalam pengembangan kantin sehat sekolah, dan berperan aktif dalam program ini.

Kegiatan ini juga selaras dengan tema Hari Kesehatan Dunia 2026, yaitu “Together for Health. Stand with Science” (Bersama untuk kesehatan, berdiri bersama ilmu pengetahuan). Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi ilmiah global untuk melindungi kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan planet melalui pendekatan yang mengaitkan antar satu sama lain. 

“Ini selaras dengan pentingnya kantin sekolah sehat berupa pemenuhan gizi seimbang, pencegahan obesitas dan penyakit terkait, meningkatkan konsentrasi, pembelajaran gaya hidup sehat, mendukung pertumbuhan dan perkembangan, mengurangi makanan cepat saji dan jajanan tidak sehat, menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” kata Direktur Eksekutif PPLH Bali, Catur Yuda Hariyani dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/4). 

Petakan Masalah

Sementara itu, agenda sosialisasi ini terbagi menjadi beberapa kegiatan. Pertama, PPLH memberikan pengantar mengenai tujuan sosialisasi dan beberapa hal terkait kantin sekolah sehat. Selanjutnya, peserta terbagi menjadi empat kelompok guna identifikasi masalah lewat metode compass of sustainability. Metode ini untuk menganalisis hal baik yang perlu ditingkatkan dan dan masalah yang perlu diselesaikan di SDN 3 Kesiman.

Lalu, setiap kelompok memprioritaskan lima masalah yang segera ditangani menggunakan piramida kesuksesan yang terdiri dari empat pilar. Di antaranya pilar lingkungan, pilar tim atau sumber daya manusia (SDM), pilar sosial, dan pilar kebahagiaan (well being). Hasilnya, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan untuk menjalankan kantin sekolah sehat secara efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Kepala Sekolah SDN 3 Kesiman, Desak Nyoman Sari menilah bahwa sosialisasi kantin sekolah sehat merupakan hal yang sangat positif. Hal itu untuk mendorong kemajuan sekolah, terutama untuk meningkatkan kualitas kantin sekolah sehat.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/peringati-hari-kesehatan-sedunia-pplh-bali-sosialisasikan-kantin-sekolah-sehat/feed/ 0
Kemenhut Kerahkan 387 Personel untuk Atasi Karhutla di Riau https://www.greeners.co/aksi/kemenhut-kerahkan-387-personel-untuk-atasi-karhutla-di-riau/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kemenhut-kerahkan-387-personel-untuk-atasi-karhutla-di-riau https://www.greeners.co/aksi/kemenhut-kerahkan-387-personel-untuk-atasi-karhutla-di-riau/#respond Wed, 01 Apr 2026 03:47:30 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48284 Jakarta (Greeners) – Kondisi cuaca kering dan ekstrem melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Riau. Bahkan, kini statusnya sangat rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menanggapi kondisi tersebut, Direktorat Jenderal Penegakan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kondisi cuaca kering dan ekstrem melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Riau. Bahkan, kini statusnya sangat rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menanggapi kondisi tersebut, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan 387 personel dan armada udara untuk mengatasi karhutla di Provinsi Riau.

Berdasarkan data pantauan satelit periode 1 Januari hingga 26 Maret 2026, tercatat 266 titik panas (42,56% dari total nasional) berada di Provinsi Riau. Luas area terbakar di Riau hingga Februari 2026 telah mencapai 4.440,2 hektare. Hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil melakukan 265 operasi pemadaman darat di berbagai titik kritis.

Untuk mengatasi tantangan di lapangan, Kemenhut memobilisasi personel dari Manggala Agni Balai Dalkarhutla Sumatra. Personel tersebut tersebar di Daops Pekanbaru, Dumai, Siak, dan Rengat. Selain itu, Kemenhut juga mengirimkan regu Bantuan Kendali Operasi (BKO) Manggala Agni dari luar Riau, yaitu dari Daops Bukit Tempurung (Jambi), Daops Kota Jambi, dan Daops Labuhan Batu (Sumatra Utara).

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto menyampaikan bahwa Manggala Agni tengah berjibaku melakukan pemadaman di beberapa lokasi kritis bersama satgas kabupaten dan provinsi. Satgas tersebut tersebar di Kelurahan Mundam (Dumai), SM Giam Siak Kecil, Desa Merbau dan Pulau Muda (Pelalawan), Desa Talang Jerinjing (Indragiri Hulu) serta wilayah Pulau Rupat (Bengkalis).

“Strategi awal saat ini adalah melakukan penyekatan api agar kebakaran tidak meluas. Kemudian, memukul dan mematikan kepala api serta mematikan sumber potensi asap utama,” ujar Ferdi dalam siaran pers.

Keterbatasan Air

Sementara itu, penanganan karhutla juga tidak terlepas dari tantangan. Ada kendala yang dihadapi oleh tim petugas, yakni faktor keterbatasan air untuk pemadaman karena minimnya curah hujan. Hal ini juga mengakibatkan tinggi muka air tanah, terutama pada wilayah gambut.

Manggala Agni kemudian dibantu oleh masyarakat dan pemerintah daerah setempat dengan alat berat untuk menggali embung air dan membersihkan kanal. Mereka juga memperlebar sekat bakar.

Dirjen Gakkum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa semangat kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kami terus berupaya melakukan langkah pengendalian karhutla melalui kerja kolaboratif bersama BNPB, BMKG, TNI, POLRI, serta masyarakat dan pihak swasta. Operasi darat maupun udara terus diintensifkan demi menjaga langit Riau tetap biru,” ujar Dwi.

Selain melakukan pemadaman darat, operasi ini diperkuat oleh satu unit helikopter Kemenhut dan dua helikopter BNPB. Helikopter tersebut digunakan untuk misi patroli, waterbombing, dan evakuasi.

Selain itu, sebagai tindak lanjut atas SK Gubernur Riau Nomor Kpts.102/II/2026, Kemenhut berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG. Mereka bekerja sama untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mempercepat penanganan karhutla melalui hujan buatan.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/kemenhut-kerahkan-387-personel-untuk-atasi-karhutla-di-riau/feed/ 0
Aktivis Kpop4Planet Asal Indonesia Masuk Daftar National Geographic 33 https://www.greeners.co/aksi/aktivis-kpop4planet-asal-indonesia-masuk-daftar-national-geographic-33/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=aktivis-kpop4planet-asal-indonesia-masuk-daftar-national-geographic-33 https://www.greeners.co/aksi/aktivis-kpop4planet-asal-indonesia-masuk-daftar-national-geographic-33/#respond Wed, 25 Mar 2026 06:10:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48246 Jakarta (Greeners) — Penggemar K-pop sekaligus aktivis lingkungan dari Kpop4Planet, Nurul Sarifah dan Hyekyeong Kim, terpilih dalam daftar National Geographic 33 (NG33) tahun ini. Mereka termasuk dalam 33 individu berpengaruh […]]]>

Jakarta (Greeners) — Penggemar K-pop sekaligus aktivis lingkungan dari Kpop4Planet, Nurul Sarifah dan Hyekyeong Kim, terpilih dalam daftar National Geographic 33 (NG33) tahun ini. Mereka termasuk dalam 33 individu berpengaruh yang berkontribusi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi dunia.

Pemilihan ini dilakukan langsung oleh majalah ternama National Geographic. Nurul merupakan warga asal Indonesia yang pertama berhasil masuk dalam daftar tersebut, sejajar dengan tokoh publik seperti aktor legendaris Harrison Ford dan perancang busana Stella McCartney atas kontribusi mereka terhadap perlindungan lingkungan.

Nurul dan Kim, penggemar K-pop generasi pertama asal Korea Selatan, terpilih dalam kategori “Visioner”. Keduanya mendirikan Kpop4Planet, sebuah platform digital sekaligus gerakan global yang mendorong penggemar K-pop untuk terlibat dalam aksi iklim.

Kpop4Planet sebelumnya juga telah meraih pengakuan internasional. Pada 2023, mereka masuk dalam daftar 100 perempuan berpengaruh versi BBC. Kemudian pada 2024, mereka terpilih sebagai bagian dari 100 tokoh iklim oleh media Inggris, The Independent.

Sejak diluncurkan pada 2021, Kpop4Planet telah mengorganisasi berbagai kampanye yang melibatkan lebih dari 85.000 partisipan dari lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Nurul mengatakan bahwa penghargaan ini membuktikan bahwa penggemar K-pop tiada henti memperjuangkan masa depan mereka dari memburuknya krisis iklim. “Para penggemar telah berhasil menekan perusahaan besar seperti Hyundai untuk menghentikan penggunaan batu bara,” ujar Nurul, pendiri Kpop4Planet dan juru kampanye yang memimpin ‘Hyundai, Drop Coal’.

Tokoh publik yang terpilih untuk NG33 sebelumnya termasuk pendiri Patagonia, Yvon Chouinard, aktris Selena Gomez, dan sutradara film Adam McKay. Nurul dan Kim terpilih bersama dengan tokoh lainnya dari berbagai negara, termasuk ilmuwan, seniman, dan aktivis di bidang iklim dan lingkungan.

Gerakan Pantang Menyerah

Sementara itu, Kim mengungkap rasa syukur atas pengakuan terhadap pencapaian penggemar K-pop yang telah mengubah perusahaan dan pemeirntah demi keadilan iklim.

“Solidaritas kreatif penggemar menunjukkan betapa mendesaknya krisis iklim yang semakin memburuk. Oleh karena itu, kami akan terus mendedikasikan diri sebagai wadah untuk menggalang energi tersebut,” ujar Kim.

Di sisi lain, Kim dan Nurul telah memperkenalkan Kpop4Planet sebagai gerakan iklim dari penggemar K-pop yang pantang menyerah untuk mendorong perubahan. Terutama dari perusahaan-perusahaan besar.

National Geographic menyorot kampanye ikonik “Hyundai, Drop Coal” yang mereka gaungkan. Kampanye tersebut membuahkan hasil dalam membatalkan perjanjian pembelian alumunium Hyundai Motor dengan Adaro Minerals Indonesia yang akan diproduksi oleh PLTU batu bara di Kalimantan. Selain itu, kampanye ‘K-pop Carbon Hunters’ yang bertujuan untuk mewujudkan konser K-pop berbasis energi terbarukan turut menarik perhatian.

Saat ini, Kpop4Planet mendorong salah satu bank ternama Korea Selatan, Hana Bank. Mereka meminta agar Hana Bank segera berhenti mendanai proyek nikel yang ditenagai PLTU batu bara di Pulau Obi.

Mengacu laporan Market Forces, Hana Bank telah mengucurkan pembiayaan US$ 84 juta ke Grup Harita per tahun 2023. Harita Group saat ini sedang membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 1,6 GW di Pulau Obi. Rencananya, pengoperasian tersebut akan meluas menjadi lebih dari 4 GW.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/aktivis-kpop4planet-asal-indonesia-masuk-daftar-national-geographic-33/feed/ 0
Sirsak Jamin Kesejahteraan dan Perlindungan Pekerja Persampahan Informal https://www.greeners.co/aksi/sirsak-jamin-kesejahteraan-dan-perlindungan-pekerja-persampahan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sirsak-jamin-kesejahteraan-dan-perlindungan-pekerja-persampahan https://www.greeners.co/aksi/sirsak-jamin-kesejahteraan-dan-perlindungan-pekerja-persampahan/#respond Tue, 17 Mar 2026 12:23:04 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48238 Jakarta (Greeners) – Pekerja sampah informal di Indonesia memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah. Karena itu, jaminan ketenagakerjaan bagi mereka perlu diperkuat. Startup pengelolaan sampah, Sirsak, berkomitmen meningkatkan kesejahteraan pekerja […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pekerja sampah informal di Indonesia memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah. Karena itu, jaminan ketenagakerjaan bagi mereka perlu diperkuat. Startup pengelolaan sampah, Sirsak, berkomitmen meningkatkan kesejahteraan pekerja persampahan melalui penyediaan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan.

Berdasarkan data Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (2025), terdapat sekitar 4,2 juta pekerja sampah informal di Indonesia yang sebagian besar beraktivitas di kota-kota besar. Sekitar 50–60 persen di antaranya belum memiliki KTP. Kondisi ini membuat mereka sulit mengakses berbagai layanan sosial, seperti jaminan kesehatan, bantuan sosial, dan program perlindungan kerja lainnya.

Sirsak secara aktif memberikan sosialisasi dan pelatihan terkait BPJS Ketenagakerjaan, serta menanggung iuran bagi pekerja persampahan informal. CEO & Co-Founder Sirsak, Angeline Callista, mengatakan bahwa upaya menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan peningkatan taraf hidup para pekerjanya.

“Program ini merupakan langkah nyata Sirsak menggandeng sektor swasta untuk memastikan kesejahteraan pekerja sampah yang berada di garis depan setiap hari. Harapannya, ke depannya perusahaan juga dapat turut serta dalam mendukung program ini,” kata Angeline dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/3).

Menyalurkan Paket Sembako

Sementara itu, Sirsak juga melakukan aksi membagikan 300 paket sembako gratis kepada para pekerja persampahan di kawasan Jabodetabek. Program penyaluran paket sembako ini didukung juga oleh beberapa perusahaan.

Inisiatif tersebut merupakan bentuk apresiasi dan rasa terima kasih kepada para pekerja sampah informal (yang sering disebut pemulung) atas perannya. Sebab, mereka merupakan salah satu garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus penggerak nyata praktik pemilahan sampah di Indonesia.

Paket sembako gratis didistribusikan di beberapa lokasi pengelolaan sampah, seperti bank sampah, Tempat Penampungan Sementara (TPS), dan titik-titik pengumpulan dan pengelolaan sampah lainnya yang tersebar di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Depok, Bogor, dan Pamulang.

Menurut Angeline, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian publik terhadap peran para pekerja persampahan. “Tanpa pekerja persampahan, volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) akan jauh lebih besar. Namun, sayangnya, mereka (pekerja persampahan) seringkali luput dari perhatian,” ujar Angeline.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/sirsak-jamin-kesejahteraan-dan-perlindungan-pekerja-persampahan/feed/ 0
Jaga Jakarta Tetap Bersih selama Lebaran, DLH Siagakan Ribuan Petugas https://www.greeners.co/aksi/jaga-jakarta-tetap-bersih-selama-lebaran-dlh-siagakan-ribuan-petugas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jaga-jakarta-tetap-bersih-selama-lebaran-dlh-siagakan-ribuan-petugas https://www.greeners.co/aksi/jaga-jakarta-tetap-bersih-selama-lebaran-dlh-siagakan-ribuan-petugas/#respond Mon, 16 Mar 2026 11:40:59 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48233 Jakarta (Greeners) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan 2.859 petugas kebersihan. Hal ini untuk memastikan Jakarta tetap bersih selama libur Lebaran. Langkah ini untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan 2.859 petugas kebersihan. Hal ini untuk memastikan Jakarta tetap bersih selama libur Lebaran. Langkah ini untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat serta potensi lonjakan volume sampah di berbagai titik kota.

Para petugas akan bersiaga di lokasi-lokasi strategis. Mulai dari Tempat Penampungan Sementara (TPS), kawasan wisata, hingga area publik yang akan warga padati selama perayaan Idul Fitri dan masa libur Lebaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan selain menyiagakan personel, DLH juga mengoperasikan berbagai sarana pendukung kebersihan. Di antaranya 89 unit kendaraan penyapu jalan otomatis (road sweeper), 30 unit bus toilet, serta 35 unit toilet portable. Sarana tersebut akan mereka tempatkan di sejumlah lokasi.

“Kami menyiapkan sekitar 70 petugas kebersihan di setiap kecamatan. Secara keseluruhan, lebih dari 2.859 personel akan bertugas di berbagai wilayah Jakarta. Mulai malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri, hingga masa libur Lebaran,” ujar Asep.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, DLH akan memaksimalkan pengangkutan sampah untuk mengosongkan TPS. Pada hari H, pembersihan jalan berlangsung secara manual maupun menggunakan road sweeper. Selama masa libur Lebaran, fokus kebersihan adalah di kawasan wisata yang diperkirakan ramai kunjungan masyarakat. Di antaranya Monas, Kota Tua, Ragunan, hingga Ancol.

DLH juga memastikan operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan RDF Plant tetap berjalan selama masa libur Lebaran guna menjaga kelancaran pengelolaan sampah Jakarta. Selain itu, pengosongan TPS di seluruh wilayah Jakarta berlangsung secara bertahap sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan volume sampah menjelang hari raya.

Mudik Minim Sampah

Selain menjaga kebersihan kota, DLH juga menyiagakan personel dan sarana pendukung untuk penanganan sampah di area transportasi publik seperti stasiun, terminal, dan pelabuhan. Upaya ini menjadi bagian dari kampanye “Mudik Minim Sampah” yang bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengurangan sampah selama perjalanan mudik.

“Program Mudik Minim Sampah merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menekan timbulan sampah yang biasanya meningkat selama periode mudik Lebaran,” kata Asep.

DLH akan bekerja sama dengan pengelola moda transportasi mudik, termasuk pengelola stasiun, terminal, dan pelabuhan, untuk memastikan program tersebut berjalan efektif. Koordinasi juga berlangsung agar pengangkutan sampah bisa rutin sehingga kebersihan dan kenyamanan pemudik tetap terjaga.

“Menjelang mudik Lebaran, mari bersama-sama membangun kesadaran untuk mengurangi sampah selama perjalanan. Kita rayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan tanpa meninggalkan sampah yang berlebihan,” tutup Asep.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/jaga-jakarta-tetap-bersih-selama-lebaran-dlh-siagakan-ribuan-petugas/feed/ 0
Instalasi Bayi Terlilit Mikroplastik Ingatkan Warga Surabaya akan Bahaya Plastik https://www.greeners.co/aksi/instalasi-bayi-terlilit-mikroplastik-ingatkan-warga-surabaya-akan-bahaya-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=instalasi-bayi-terlilit-mikroplastik-ingatkan-warga-surabaya-akan-bahaya-plastik https://www.greeners.co/aksi/instalasi-bayi-terlilit-mikroplastik-ingatkan-warga-surabaya-akan-bahaya-plastik/#respond Thu, 05 Mar 2026 12:05:04 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48190 Jakarta (Greeners) – Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menghadirkan instalasi seni bertajuk “Bayi Mikroplastik” dalam kegiatan Urban Market Kota Lama Surabaya. Instalasi bayi terlilit mikroplastik ini menjadi sarana edukasi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menghadirkan instalasi seni bertajuk “Bayi Mikroplastik” dalam kegiatan Urban Market Kota Lama Surabaya. Instalasi bayi terlilit mikroplastik ini menjadi sarana edukasi publik untuk mengenalkan dampak kesehatan dari penggunaan plastik sekali pakai yang mengkhawatirkan.

Instalasi bayi terlilit mikroplastik ini menggambarkan situasi darurat kesehatan akibat paparan mikroplastik yang kini tidak lagi hanya mencemari sungai dan laut, tetapi juga ada dalam tubuh manusia. Temuan terbaru Ecoton sepanjang 2025–2026 menunjukkan adanya kontaminasi mikroplastik dalam air ketuban, darah perempuan, dan air seni.

Menurut Ecoton, fakta tersebut menandai datangnya “era mikroplastik”, yaitu fase ketika peradaban yang selama hampir delapan dekade bergantung pada plastik sekali pakai mulai memanen konsekuensi kesehatannya.

“Di mana sebuah peradaban yang tergantung pada plastik sekali pakai sudah berlangsung hampir 8 dekade, manusia telah memetik segala kemudahan dan gaya hidup praktis nan instan. Kini, saatnya manusia memanen upahnya berupa kontaminasi mikroplastik dalam darah dan organ tubuh,” ungkap Koordinator JEJAK, Alaika Rahmatullah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/2).

Ia menambahkan bahwa dampak mikroplastik terhadap kesehatan dapat menyebabkan gangguan hormon, peradangan, hingga potensi risiko kanker dan gangguan reproduksi. “Ini merupakan buah dari perilaku konsumtif dan budaya sekali pakai yang tidak terkendali,” katanya.

Sejumlah fakta krusial juga Ecoton sampaikan dalam pameran ini. Mereka mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar ke laut di dunia. Selain itu, sekitar 57 persen penduduk masih membakar sampah, yang berisiko melepaskan zat beracun seperti dioksin dan furan ke udara.

Ecoton juga menyampaikan bahwa rata-rata konsumsi mikroplastik masyarakat Indonesia diperkirakan mencapai 15 gram per bulan per kapita. Angka ini menunjukkan tingginya paparan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Pameran ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang ancaman nyata plastik sekali pakai, sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup minim sampah.

Imbauan Ecoton

Melalui pameran ini, Ecoton juga mengajak masyarakat dan pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ecoton mengimbau masyarakat membawa tas belanja guna ulang, botol minum isi ulang, serta wadah makan sendiri.

Mereka juga meminta pemerintah membuat peraturan pengurangan atau pembatasan plastik sekali pakai, serta menjadikan target pengurangan plastik sekali pakai sebagai prioritas nasional dan daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mengendalikan perilaku konsumtif terhadap plastik sekali pakai.

Masyarakat juga perlu memilah sampah dari rumah dan tidak membakar sampah. Hal ini penting untuk menghindari paparan mikroplastik di udara serta menekan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

Di sisi lain, produsen juga perlu membatasi dan meredesain kemasan menuju transformasi wadah dan sistem bisnis guna ulang. Dalam hal ini, masyarakat perlu mendorong pemerintah dan industri untuk menghentikan keran produksi plastik sekali pakai.

Koordinator Refillin Ecoton, Jofany Ahmad, menyampaikan bahwa skema guna ulang juga sangat efektif dalam mengurangi plastik sekali pakai. Solusi ini terbukti dalam penelitian perilaku konsumen dalam sistem guna ulang yang diterapkan oleh Ecoton melalui Refillin. Ketika konsumen menerapkan sistem guna ulang, mereka dapat mengurangi kemasan saset ukuran 40 ml sebanyak 180–200 sachet dalam satu bulan.

Menurutnya, jika masyarakat Surabaya yang saat ini berjumlah kurang lebih 2,5 juta orang menerapkan sistem guna ulang, maka gerakan ini tidak akan membebani fiskal daerah dalam pengelolaan sampah.

“Perubahan tidak cukup hanya dari konsumen. Industri harus bertanggung jawab dan pemerintah harus berani membatasi bahkan menghentikan produksi plastik sekali pakai. Tanpa itu, generasi mendatang akan terus mewarisi tubuh yang terkontaminasi,” tegas Jofany.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/instalasi-bayi-terlilit-mikroplastik-ingatkan-warga-surabaya-akan-bahaya-plastik/feed/ 0
Alfamidi Ajak Warga Tukar Sampah Jadi Sembako https://www.greeners.co/aksi/alfamidi-ajak-warga-tukar-sampah-jadi-sembako/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alfamidi-ajak-warga-tukar-sampah-jadi-sembako https://www.greeners.co/aksi/alfamidi-ajak-warga-tukar-sampah-jadi-sembako/#respond Wed, 04 Mar 2026 10:37:26 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48185 Jakarta (Greeners) – Alfamidi bersama Bank Sampah Sakura memanfaatkan momentum Ramadan 1447 H untuk mendorong kepedulian lingkungan melalui kegiatan bertajuk Tukar Sampah Jadi Berkah. Program ini menjadi bagian dari Kampung […]]]>

Jakarta (Greeners) – Alfamidi bersama Bank Sampah Sakura memanfaatkan momentum Ramadan 1447 H untuk mendorong kepedulian lingkungan melalui kegiatan bertajuk Tukar Sampah Jadi Berkah. Program ini menjadi bagian dari Kampung Merdeka Alfamidi sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026.

Kegiatan berlangsung di Bank Sampah Sakura, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (27/2). Puluhan nasabah bank sampah serta masyarakat sekitar mengikuti kegiatan ini.

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas seberat dua kilogram menjadi paket sembako berupa mie, sirup dan margarine kebutuhan selama Ramadan. Sampah yang terkumpul ditimbang berdasarkan jenis serta beratnya sebelum ditukar dengan kebutuhan pokok.

Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra, mengatakan kegiatan ini menjadi cara Alfamidi mengajak masyarakat melihat sampah dari sudut pandang berbeda, bukan sekadar sampah, tetapi juga memiliki nilai manfaat.

“Lewat program tukar sampah jadi sembako ini, kami ingin menunjukkan kalau sampah sebenarnya punya nilai ekonomi dan bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Program serupa juga sudah kami lakukan di Medan dan Palu. Harapannya semakin banyak warga yang terbiasa memilah dan mengelola sampah dari rumah,” ujar Retriantina dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3).

Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Alfamidi dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengurangan sampah serta mendorong ekonomi berkelanjutan untuk komunitas.

Sambutan Baik

Ketua Bank Sampah Sakura, Sudi Asmoro, menyambut baik kolaborasi tersebut karena mampu meningkatkan partisipasi warga dalam memilah sampah rumah tangga.

“Program seperti ini membuat warga semakin semangat menabung sampah. Selain lingkungan lebih bersih, masyarakat juga mendapatkan manfaat langsung berupa kebutuhan sembako,” katanya.

Program penukaran sampah menjadi kebutuhan pokok ini diharapkan bisa dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu pendekatan efektif yang menggabungkan edukasi lingkungan dengan manfaat yang dirasakan langsung oleh warga.

Melalui kegiatan ini, Alfamidi berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus meningkat. Ke depannya mereka berharap bisa tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan selama Ramadan dan seterusnya.

Penulis: Dini Jembar Wardani

]]>
https://www.greeners.co/aksi/alfamidi-ajak-warga-tukar-sampah-jadi-sembako/feed/ 0