Flora - Greeners.Co https://www.greeners.co/flora-fauna/category/flora/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 14 Feb 2025 05:51:07 +0000 id hourly 1 Gooseberry, Tanaman Herbal Kuno dengan Banyak Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/gooseberry-tanaman-herbal-kuno-dengan-banyak-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gooseberry-tanaman-herbal-kuno-dengan-banyak-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/gooseberry-tanaman-herbal-kuno-dengan-banyak-manfaat/#respond Fri, 14 Feb 2025 05:51:07 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45924 Gooseberry (Phyllanthus emblica) di Indonesia memiliki berbagai nama seperti balakka, metengo, kimalaka, kemloko, atau malaka. Tanaman yang berasal dari famili Euphorbiaceae ini merupakan tanaman obat dengan berbagai biokativitas dan juga […]]]>

Gooseberry (Phyllanthus emblica) di Indonesia memiliki berbagai nama seperti balakka, metengo, kimalaka, kemloko, atau malaka. Tanaman yang berasal dari famili Euphorbiaceae ini merupakan tanaman obat dengan berbagai biokativitas dan juga bergizi tinggi. Pertama kali terpublikasi pada tahun 1753 dalam buku “Species Plantarum”.

Tanaman ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Cicca emblica, Emblica officinalis, Diasperus pomifer, Phyllanthus glomeratus, Phyllanthus mimosifolius, Phyllanthus taxifolius, dan masih banyak lagi.

Taksonomi Gooseberry. Foto: Greeners

Taksonomi Gooseberry. Foto: Greeners

Buah Gooseberry Berwarna Putih Kehijauan

P. emblica merupakan tanaman arboreal yang dapat tumbuh tinggi hingga 23 meter dengan diameter batang 50 cm. Daunnya berbentuk lonjong dan bertekstur kasar, berukuran panjang 8-20 mm dengan lebar 2-6 mm. Bagian atas daunnya berwarna hijau biasa dan bagian bawahnya berwarna hijau muda.

Ketika sudah kering, daunnya berwarna kemerahan atau cokelat muda, bagian ujung-ujungnya menggulung ke belakang. Bunganya berukuran sekitar 3 mm, berwarna putih dan tumbuh berkelompok. Di samping itu, bagian buah gooseberry berwarna putih kehijauan atau kekuningan dan kulit buahnya bercangkak keras.

Di dalamnya terdapat biji berukuran panjang 5-6 mm dan lebar 2-3 mm berwarna merah. Tanaman ini berbunga pada bulan April hingga Juni dan akan berbuah di bulan Juli hingga September.

Memiliki Distribusi yang Luas

Tanaman ini memiliki kemampuan beradaptasi yang baik pada area dengan ketinggian yang berbeda, sehingga dapat kita temukan pada kisaran ketinggian 30 mdpl hingga 2300 mdpl. Royal Botanic Garden Kew melansir bahwa balakka merupakan tanaman asli dari Assam, Bangladesh, Borneo, Kamboja, Cina Tengah-Selatan, Cina Tenggara, Himalaya Timur, Hainan, India, Jawa, Laos, Sunda Kecil, Malaya, Myanmar, Pakistan, Sri Lanka, Sumatra, Taiwan, Thailand, Vietnam, Himalaya Barat. Kini, gooseberry telah terdistribusi ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kuba, Puerto Rico, Kenya, Afrika Selatan, Australia.

Gooseberry Kaya Manfaat dan Bioaktivitas Melimpah

Gooseberry telah digunakan sejak lama dalam pengobatan herbal di India (Ayurveda), Unani, Tibet, dan Turki. South African Journal of Botany melansir bahwa P. emblica mengandung vitamin C, alkaloid, ellagitannin, asam galat, emblicanin A dan emblicanin B, dan flavonoid.

Selain itu, tanaman ini juga memiliki berbagai aktivitas biologis. Di antaranya berpotensi dalam kemoterapi, anti-mikroba, anti-inflamasi, anti-inflamasi, analgesik, anti-mutagenik, antioksidan, diuretik, afrodisiak, pelindung UV, anti-diabetes hingga aktivitas anti-penuaan.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/gooseberry-tanaman-herbal-kuno-dengan-banyak-manfaat/feed/ 0
Kenidai, Tanaman yang Terkenal dalam Pengobatan Tradisional https://www.greeners.co/flora-fauna/kenidai-tanaman-yang-terkenal-dalam-pengobatan-tradisional/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenidai-tanaman-yang-terkenal-dalam-pengobatan-tradisional https://www.greeners.co/flora-fauna/kenidai-tanaman-yang-terkenal-dalam-pengobatan-tradisional/#respond Fri, 17 Jan 2025 07:50:21 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45710 Kenidai, kernam, atau kernong memiliki nama ilmiah Bridelia tomentosa. Tanaman ini berasal dari family Phyllanthaceae. Selain itu, tanaman ini juga beranggotakan sekitar 59 genus dan lebih dari 1.700 spesies tanaman. […]]]>

Kenidai, kernam, atau kernong memiliki nama ilmiah Bridelia tomentosa. Tanaman ini berasal dari family Phyllanthaceae. Selain itu, tanaman ini juga beranggotakan sekitar 59 genus dan lebih dari 1.700 spesies tanaman.

Kenidai memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Amanoa tomentosa, Bridelia glabrifolia, Bridelia rhamnoides, Phyllanthus loureiroi, dan masih banyak lagi. Kew Royal Botanic Gardens melansir bahwa deskripsi spesies ini pertama kali pada tahun 1826.

Status konservasi B. tomentosa menurut IUCN Red List adalah tidak dikhawatirkan (least concern) dengan tren populasi yang stabil.

Morfologi Tanaman Bridelia tomentosa (Kenidai)

Tanaman kenidai berupa semak tegak atau pohon kecil dengan tinggi sekitar 2 hingga 5 meter. Memiliki percabangan yang ramping dan memanjang, terlihat menjorok ke arah dalam. Cabang-cabang yang sudah tua terkadang berduri.

Bagian daunnya kecil dengan permukaan halus, berbentuk bulat telur berukuran 2-7 mm dengan tangkai daun berukuran 3-5,5 mm. Di samping itu, bagian bunga kenidai muncul di ketiak batang, berwarna kuning kehijauan, dan termasuk tanaman berumah dua (bunga jantan dan betina berbeda pohon). Bagian buahnya berbiji, berwarna cokelat hingga kemerahan dan muncul hampir sepanjang tahun.

Taksonomi Kenidai. Foto: Greeners

Taksonomi Kenidai. Foto: Greeners

Tumbuh di Habitat Hutan

Tanaman ini umumnya tumbuh pada habitat hutan (primer dan sekunder), di area tanah berpasir, batu kapur, atau tanah liat hingga ketinggoan 1000 mdpl. Kisaran asli tanaman ini adalah Asia Tropis dan Subtropis hingga Australia bagian utara.

Kenidai bisa kita temukan di berbagai negara. Di antaranya Australia, Bangladesh, Bhutan, Kamboja, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Republik Demokratik Rakyat Laos. Kemudian, tanaman ini juga ada di Malaysia, Myanmar, Nepal, Papua Nugini, Filipina, Singapura, Taiwan, Provinsi Cina, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Dapat Dikonsumsi Langsung atau sebagai Obat Tradisional

Buah kenidai dapat dikonsumsi langsung. Selain itu, kulit kayunya bisa jadi pewarna alami, anyaman keranjang, hingga gagang perkakas. Bagian daunnya juga dapat mengobati kolik. Tanaman ini cukup terkenal dalam pengobatan desa dan cerita rakyat.

Salah satu penelitian dalam South African Journal of Botany menemukan bahwa kandungan asam fenolik dan flavanoid dalam buah kenidai dapat menetralisasi kerusakan hati yang dimediasi oleh radikal bebas beracun.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kenidai-tanaman-yang-terkenal-dalam-pengobatan-tradisional/feed/ 0
Vanili, Satu-Satunya Anggrek dengan Buah Bernilai Ekonomi Tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi/#respond Thu, 19 Dec 2024 05:57:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45493 Vanili (Vanilla planifolia) merupakan tanaman penghasil bubuk vanili yang sering kita gunakan sebagai penambah aroma dan rasa pada kue. Tanaman ini berasal dari famili Orchidaceae dan tentu saja berkerabat dengan […]]]>

Vanili (Vanilla planifolia) merupakan tanaman penghasil bubuk vanili yang sering kita gunakan sebagai penambah aroma dan rasa pada kue. Tanaman ini berasal dari famili Orchidaceae dan tentu saja berkerabat dengan anggrek. Vanili pertama kali terpublikasikan pada tahun 1808. Tanaman tersebut memiliki banyak nama ilmiah sinonim. Di antaranya Notylia planifolia (Andrews) Conz., Myrobroma fragrans Salisb., Vanilla sativa Schiede, dan lainnya.

Jurnal Applied Research on Medicinal and Aromatic Plants melansir bahwa vanili merupakan varietas yang paling dihargai karena kualitas aroma dan rasanya terkenal di kancah internasional. Selain itu, vanili juga merupakan rempah-rempah populer ketiga setelah safron dan kapulaga di pasar internasional.

Dari sekitar 110 spesies vanili yang terdaftar di seluruh dunia, hanya tiga spesies yang dibudidayakan, yakni V. planifolia, V. pompona, dan V. tahitensis. Di antara ketiganya, V. planifolia mewakili 95% dari produksi komersial global.

Buah Vanili Berisikan hingga 100.000 biji

Tanaman tahunan yang tumbuh memanjat, berbiji satu, dan termasuk tumbuhan angiospermae. Batangnya berbentuk seperti tabung, berdiameter 1-2 cm, dan berwarna hijau terang. Bagian daunnya tersusun bergantian di sepanjang batang, berbentuk lonjong-lanset selebar 2 hingga 8 cm.

Daunnya berwarna hijau tua dengan akar adventif udara di bagian belakangnya. Selain itu, tanaman ini juga memiliki sekitar 15-20 perbungaan yang muncul pada ketiak (antara batang-daun). Bunganya berwarna hijau kekuningan dengan diameter sekitar 10 cm.

Buah V. planifolia berupa biji polong, berukuran panjang 10 hingga 35 cm dengan diameter berkisar antara 5 hingga 9 mm. Warna buahnya hijau cerah, di dalamnya terdapat sekitar 100.000 biji berdiameter 0,25 hingga 0,32 mm. Saat matang, buahnya akan mengeluarkan aroma yang manis dan kuat.

Taksonomi Vanilla planifolia. Foto: Greeners

Taksonomi Vanilla planifolia. Foto: Greeners

Menyebar di Berbagai Negara untuk Budidaya

Vanili tumbuh di daerah beriklim tropis basah dengan persebaran aslinya meliputi Meksiko Selatan hingga Brasil Utara. Kini, persebarannya telah semakin luas hingga ke negara-negara Asia karena banyak dibudidayakan. Tanaman ini juga tumbuh di dataran rendah dan daerah berkapur.

Manfaat Vanili sejak masa pra-Hispanik Meksiko

Vanili memiliki banyak manfaat dalam dunia kecantikan, makanan, hingga kesehatan. Kelompok masyarakat adat seperti Aztec, Maya, dan Totonac telah menggunakan V. planifolia sebagai obat, wewangian, penyedap rasa, dan penghormatan pada dewa sejak masa pra-Hispanik Meksiko. Tanaman V. planifolia mengandung mineral (kalsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, zink, mangan), vitamin, lipid, protein, dan karbohidrat.

Dalam dunia kesehatan, tumbuhan ini bisa menjadi aromaterapi untuk menghilangkan lelah, mengurangi mual dan muntah. Bahkan, dapat juga digunakan untuk mendiagnosa penyakit Alzheimer. Selain itu, tumbuhan ini juga berpotensi besar dalam menghambat sel kanker.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi/feed/ 0
Honeyberry, Buah Penawar Racun dan Antikanker https://www.greeners.co/flora-fauna/honeyberry-buah-penawar-racun-dan-antikanker/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=honeyberry-buah-penawar-racun-dan-antikanker https://www.greeners.co/flora-fauna/honeyberry-buah-penawar-racun-dan-antikanker/#respond Mon, 16 Dec 2024 05:00:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45424 Bagi para penggemar buah berry, tahukah kamu salah satu jenis berry dari Famili Caprifoliaceae yang mengandung banyak senyawa bermanfaat? Buah itu adalah Lonicera caerulea atau honeyberry, haskap, atau bluefly honeysuckle. […]]]>

Bagi para penggemar buah berry, tahukah kamu salah satu jenis berry dari Famili Caprifoliaceae yang mengandung banyak senyawa bermanfaat? Buah itu adalah Lonicera caerulea atau honeyberry, haskap, atau bluefly honeysuckle. Kew Royal Botanic Gardens melansir bahwa tanaman ini pertama kali terpublikasi pada tahun 1753 dalam buku Species Plantarum. Sementara, itu, tanaman ini disebut juga sebagai ramuan kehidupan “elixir of life” oleh penduduk asli Ainu di Jepang.

Lonicera caerulea memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Caprifolium caeruleum (L.) Lam., Euchylia caerulea (L.) Dulac, Isika coerulea (L.) Medik., dan lainnya. Di samping itu, terdapat 6 nama infraspesies dari L caerulea, yaitu:
1. Lonicera caerulea subsp. altaica (Pall.) Gladkova
2. Lonicera caerulea subsp. borbasiana (Kuntze) E.Mayer
3. Lonicera caerulea subsp. caerulea
4. Lonicera caerulea var. cauriana (Fernald) B.Boivin
5. Lonicera caerulea subsp. stenantha (Pojark.) Hultén ex A.K.Skvortsov
6. Lonicera caerulea subsp. pallasii (Ledeb.) Browicz

Buah Honeyberry Berlapis Lilin Biru

Tanaman honeyberry merupakan perdu yang dapat tumbuh tinggi hingga 2,5 meter dengan kulit batang yang mengelupas. Daunnya berbentuk bulat telur atau lonjong berukuran 1-6 × 1-3 cm. Di bagian permukaan daunnya terdapat bulu-bulu pendek.

Bagian bunganya muncul pada bagian ketiak batang dengan mahkota bunga berbentuk seperti corong dan berwarna kuning. Buah honeyberry berwarna biru kehitaman atau ungu tua dengan lapisan lilin berwarna biru, berbentuk lonjong, berukuran sekitar 1,5 c. Di dalamnya terdapat biji berwarna cokelat berbentuk bulat atau ellipsoid berukuran 1,5 mm.

Tumbuh di Daerah Bersuhu Dingin

Honeyberry tetap tumbuh dengan baik di suhu yang rendah. Biasanya, tanaman ini tumbuh pada habitat rawa (lahan basah), padang rumput, hutan hujan, hingga ladang. Tanaman ini terdistribusi di daerah bersuhu dingin di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Umumnya, tanaman ini berbunga di bulan Mei-Juni dan berbuah di bulan Agustus-September.

Taksonomi honeyberry. Foto: Greeners

Taksonomi honeyberry. Foto: Greeners

Bermanfaat sebagai Obat Sejak Ribuan Tahun Lalu

Jurnal Trends in Food Science & Technology melansir bahwa sekitar 186 senyawa kimia telah teridentifikasi dari berbagai bagian tanaman honeyberry. Selain  itu, senyawa yang baru teridentifikasi selanjutnya adalah asam lemak, triterpenoid, dan iridoid.

Buah honeyberry memiliki aktivitas senyawa antikanker, antioksidan, dan antiinflamasi. Di samping itu, buah ini juga mengandung senyawa asam hidroksisinamat, asam hidroksibenzoat, flavanol, flavon, isoflavon, flavonol, flavanon, antosianin, dan iridoid dengan konsentrasi tinggi.

Honeyberry mampu meminimalkan efek negatif dari paparan radiasi UV, penyakit neurodegeneratif, diabetes melitus, hingga melindungi hati dan jantung. Dilansir dari Encyclopedia of Food and Health, selama ribuan tahun tunas kering tanaman ini digunakan untuk mengobati demam dan penawar racun.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/honeyberry-buah-penawar-racun-dan-antikanker/feed/ 0
Spondias dulcis, Buah Kedondong dengan Banyak Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/spondias-dulcis-buah-kedondong-dengan-banyak-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=spondias-dulcis-buah-kedondong-dengan-banyak-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/spondias-dulcis-buah-kedondong-dengan-banyak-manfaat/#respond Mon, 11 Nov 2024 06:42:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45197 Bagi kamu para pencinta rujak pasti sudah sering mengonsumsi buah kedondong, kan? Rasanya yang asam-manis sungguh sangat menyegarkan. Mari kita ulas sekilas tentang buah kedondong! Buah ini memiliki nama ilmiah […]]]>

Bagi kamu para pencinta rujak pasti sudah sering mengonsumsi buah kedondong, kan? Rasanya yang asam-manis sungguh sangat menyegarkan. Mari kita ulas sekilas tentang buah kedondong! Buah ini memiliki nama ilmiah Spondias dulcis, berasal dari famili Anacardiaceae dan telah dibudidayakan secara luas di berbagai negara tropis.

Buah ini memiliki banyak nama ilmiah sinonim. Di antaranya Cytheraea dulcis (Parkinson) Wight & Arn., Evia dulcis (Parkinson) Comm. ex Blume, Spondias acida Blume, dan lainnya. Tanaman ini berkerabat dengan buah mede (Anacardium occidentale), mangga (Mangifera indica), kedongdong duri (Spondias mombin), dan masih banyak lagi.

Kew Royal Botanic Gardens melansir bahwa S. dulcis pertama kali terpublikasikan pada tahun 1773 dalam Journal of a Voyage to The South Seas:39. Kedondong merupakan tanaman asli dari Kepulauan Bismarck, Maluku, Papua Nugini, Kepulauan Santa Cruz, dan Kepulauan Solomon.

Taksonomi kedondong (Spondias dulcis). Foto: Greeners

Taksonomi kedondong (Spondias dulcis). Foto: Greeners

Kedondong Dapat Berbuah setelah 4 Tahun

Pohon kedondong umumnya tumbuh tinggi berkisar antara 9-15 meter. Jika kamu menanamnya di dalam pot, pohon ini dapat tumbuh setinggi 2 m. Daunnya berwarna hijau dengan permukaan yang mengkilap. Bagian bunganya berukuran kecil dan berwarna putih.

Buah kedondong yang sudah masak berwarna kuning keemasan dan berwarna hijau saat masih muda. Di dalamnya terdapat biji yang pipih dengan inti berserat. Dalam kurun waktu 4 tahun, tanaman yang ditanam dari biji dapat mulai berbuah.

Beragam Manfaat Kedondong

Kedondong mengandung antioksidan tinggi, antiinflamasi, dan antimikroba. Buahnya dapat kita makan langsung ataupun kita olah terlebih dahulu menjadi jus, acar, salad, jeli, kue, hingga campuran sambal. Daunnya yang masih muda dapat menjadi lalapan mentah atau bisa pula kita kukus.

Selain itu, daun mudanya juga dapat menjadi pengganti jeruk nipis atau asam jawa untuk menambah rasa asam pada masakan dan dapat mengempukkan daging. Limbah kulit kedondong juga dapat kita manfaatkan sebagai pelapis buah yang dapat dimakan.

Biodiversitas Journal of Biological Diversity melansir bahwa masyarakat di Rengat, Sumatra telah mengolah kedondong menjadi dodol oleh-oleh khas Reangat. Selain untuk konsumsi, tanaman kedondong juga dapat kita manfaatkan untuk mengobati luka bakar.

 

Penulis: Anisa Putri  S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/spondias-dulcis-buah-kedondong-dengan-banyak-manfaat/feed/ 0
Mengenal Buah Menteng, Tanaman Asal Asia Tenggara https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-buah-menteng-tanaman-asal-asia-tenggara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-buah-menteng-tanaman-asal-asia-tenggara https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-buah-menteng-tanaman-asal-asia-tenggara/#respond Tue, 29 Oct 2024 04:01:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45076 Jika mendengar kata “Menteng”, tentu kalian sudah tak asing lagi bukan? Selain menjadi salah satu nama jalan di Jakarta, ternyata menteng adalah nama lokal salah satu tanaman yang memiliki nama […]]]>

Jika mendengar kata “Menteng”, tentu kalian sudah tak asing lagi bukan? Selain menjadi salah satu nama jalan di Jakarta, ternyata menteng adalah nama lokal salah satu tanaman yang memiliki nama ilmiah Baccaurea racemosa.

Nama lain menteng adalah kepundung (jawa), bencoy (sunda), kayu masam, atau asam tambun. Tanaman ini pertama kali terpublikasi dalam buku A.P.de Candolle, Prodr. 15(2): 461 pada tahun 1866. Berasal dari Famili Phyllanthaceae yang terdiri dari sekitar 1.700 spesies dan 59 genus tanaman yang tumbuh di daerah tropis.

Selain itu, tanaman tersebut juga berkerabat dengan pohon cermai (Phyllanthus acidus), kenidai (Bridelia tomentosa), malaka (Phyllanthus emblica), dan masih banyak lagi. Ada beberapa nama ilmiah sinonim menteng, yaitu Coccomelia racemosa, Pierardia racemosa (Reinw.) Blume, Pierandia racemosa (Reinw. ex Bl.) Bl., Baccaurea bhaswatii Chakrab. & M. Gangop, atau Baccaurea wallichii Hook.f.

Warna Biji Menteng Bervariasi

Tanaman menteng memiliki akar tunggang, tumbuh hingga ketinggian 10-25 meter, memiliki batang berkayu yang berbentuk bulat. Batangnya berwarna putih kecokelatan dengan permukaan yang kasar. Bagian daunnya berbentuk lonjong, berukuran panjang sekitar 7-20 cm dan lebar 3-7,5 cm.

Selain itu, tanaman ini memiliki bunga yang kelopaknya berbentuk seperti mangkok. Buah menteng yang belum matang berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning saat matang. Berdiameter 2 cm dan di dalamnya terdapat 1 hinga 3 biji dalam kapsul daging buahnya. Bagian bijinya memiliki warna yang bervariasi, mulai dari putih kekuningan hingga ungu kemerahan dan biru kehitaman.

Taksonomi buah menteng (Baccaurea racemosa). Foto: Greeners

Taksonomi buah menteng (Baccaurea racemosa). Foto: Greeners

Ditemukan Hampir di Seluruh Indonesia

Persebaran tanaman Baccaurea racemosa meliputi Borneo, Jawa, Malaya, Maluku, Sulawesi, Sumatera, hingga Thailand. Umumnya tumbuh di daerah dataran rendah pada ketinggian kurang dari 500 mdpl. Media tumbuh berupa tanah gambut dan tanah berpasir.

Mengandung Antioksidan dan Antidiabetes

Buah menteng dapat dikonsumsi langsung, difermentasi, atau direbus terlebih dahulu. Bagian kulit kayu, daunnya, dan buahnya dapat dijadikan pewarna alami kain. Di samping itu, bagian daun, batang, buah, kulit buah, biji dan kulit batangnya dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan. Ekstrak metanol dan etanol daunnya juga menunjukan adanya aktivitas antidiabetes.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-buah-menteng-tanaman-asal-asia-tenggara/feed/ 0
Safou, Tanaman Sejuta Manfaat dari Benua Afrika https://www.greeners.co/flora-fauna/safou-tanaman-sejuta-manfaat-dari-benua-afrika/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=safou-tanaman-sejuta-manfaat-dari-benua-afrika https://www.greeners.co/flora-fauna/safou-tanaman-sejuta-manfaat-dari-benua-afrika/#respond Tue, 17 Sep 2024 04:19:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44737 Buah safou, eben tree, pir afrika, butterfruit, ube, eleme, atau plum afrika memiliki nama ilmiah Dacryodes edulis. Berasal dari famili Burseraceae, anggota genus Dacryodes ini memiliki banyak manfaat. Nama genus […]]]>

Buah safou, eben tree, pir afrika, butterfruit, ube, eleme, atau plum afrika memiliki nama ilmiah Dacryodes edulis. Berasal dari famili Burseraceae, anggota genus Dacryodes ini memiliki banyak manfaat. Nama genus Dacryodes berasal dari bahasa Yunani “dakruon” berarti air mata mengacu pada tetesan getah di batangnya. Nama spesies edulis berarti dapat dimakan.

Tanaman ini berasal dari Benua Afrika, tersebar di beberapa negara seperti Angola, Cabinda, Afrika Tengah, Gabon, Guinea, Kongo, Nigeria, Zaire, dan Zambia. Memiliki banyak nama ilmiah sinonim, di antaranya Canarium edule, Canarium mansfeldianum, Pachylobus saphu, Canarium mubafo, Pachylobus edulis, dan lainnya. Tanaman ini berperan penting dalam mengurangi ancaman ketahanan pangan bagi banyak masyarakat di Afrika yang miskin dan kekurangan gizi.

Taksonomi buah safou. Foto: Greeners

Taksonomi buah safou. Foto: Greeners

Manfaat Buah Safou

D. edulis merupakan tanaman dioecious atau berumah dua, yakni bunga jantan dan betina berada pada pohon yang berbeda. Tinggi pohon ini termasuk kategori sedang, yakni sekitar 18-40 meter dengan diameter tajuknya 150 cm di hutan, tapi umumnya tak melebihi 10 m di perkebunan.

Bagian kulit batangnya menghasilkan getah yang berbau harum. Batangnya pendek, sedikit beralur dengan diameter 50 c, hingga 170 cm. Daunnya majemuk, 5-8 pasang anak daun, dan bagian atasnya terlihat mengkilap. Selain itu, bagian bunganya bertangkai, berwarna krem hingga kuning, berukuran sekitar 5 mm.

Buah safou berukuran besar, biasanya lebih dari 5×2,5 cm, berbentuk lonjong, silinder memanjang. Daging buahnya tebal sekitar 3,5-9 mm, berwarna merah muda atau merah saat masih mentah, kemudian berubah menjadi biru kehitaman saat sudah masak.

Tanaman ini tumbuh di perkebunan kakao, kebun pekarangan rumah, atau di ladang pertanian. Safou memiliki sejarah panjang dalam budidaya di Afrika karena buahnya yang sangat bermanfaat.

Mengandung Banyak Senyawa Baik

Melansir Food Chemistry volume 165, buah safou kaya akan protein, lemak, mineral, asam lemak, asam amino polifenol, antosianin, dan vitamin. Ekstrak buah, daun, dan resinnya memiliki bioaktivitas antioksidan, anti karsinogenik, anti mikroba, dan lainnya. Kandungan proteinnya lebih tinggi daripada beras (8%), gandum (8%-13%), sorgum (11%), dan jagung (10%).

Secara tradisional, getah pohon safou bermanfaat untuk mengobati penyakit kulit dan luka, sementara bagian kulit batangnya untuk demam, malaria, dan sakit kepala. Selain itu, tanaman ini juga bermanfaat sebagai sumber minyak untuk industri kosmetik.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/safou-tanaman-sejuta-manfaat-dari-benua-afrika/feed/ 0
Mengenal Campolay, Buah Berdaging Lembut yang Kaya Nutrisi https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-campolay-buah-berdaging-lembut-yang-kaya-nutrisi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-campolay-buah-berdaging-lembut-yang-kaya-nutrisi https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-campolay-buah-berdaging-lembut-yang-kaya-nutrisi/#respond Fri, 16 Aug 2024 05:00:20 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44494 Pernahkah kamu memakan buah campolay? Buah berdaging lembut dan bertekstur seperti tepung ini dapat kamu makan langsung ataupun menjadi bahan campuran dalam pai, kue, salad, dan eskrim. Campolay (Pouteria campechiana) […]]]>

Pernahkah kamu memakan buah campolay? Buah berdaging lembut dan bertekstur seperti tepung ini dapat kamu makan langsung ataupun menjadi bahan campuran dalam pai, kue, salad, dan eskrim.

Campolay (Pouteria campechiana) dikenal juga sebagai sawo mentega, sawo ubi, canistel, yellow sapote, zapote, sapota, tiesa, dan lainnya. Buah yang masuk dalam Famili Sapotaceae ini berasal dari Amerika Tengah, namun telah terdistribusi ke berbagai negara di Afrika hingga Asia Tenggara.

70% Bagian Buahnya Dapat Dikonsumsi

Buah campolay tersedia dalam berbagai bentuk dengan tonjolan yang tidak rata, mulai dari bulat, bulat telur, hingga lonjong. Ukuran buhanya bervariasi, mulai dari 7 hingga 12,5 cm dengan lebar 5 hingga 7,5 cm.

Buah yang masih muda berwarna hijau dengan tekstur kasar dan mengandung lateks. Rasanya cenderung pahit dan asam. Ketika matang, buahnya berubah warna menjadi kuning, kulit buhanya bertekstur lunak, daging buhanya halus dan lembut, serta terasa manis. Buah campolay berdaging cukup tebal, yakni 77% dari total berat buahnya.

Tanaman ini dapat tumbuh tinggi mencapai 15 meter. Batangnya berwarna cokelat dan menghasilkan banyak getah putih. Diameter batangnya dapat mencapai 1 meter, serta emiliki daun yang berwarna hijau cerah berbentuk lonjong.

Bagian bunganya kecil memancarkan aroma, berwarna krem, berbulu halus, dan tumbuh dalam kelompok berisikan 4-5 bunga kecil. Campolay dapat tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis, tanah liat, hingga berpasir pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut.

Taksonomi campolay. Foto: Greeners

Taksonomi campolay. Foto: Greeners

Campolay Kaya Nutrisi dan Senyawa Bioaktif

Melansir dari Journal of Functional Foods, P. campechiana memiliki berbagai bioaktif tanaman dan nutrisi. Di antaranya karbohidrat, lemak, protein, vitamin A, C, dan B. Buah ini juga kaya akan mineral, seperti kalsium, magnesium, fosfor, kalium, tembaga, natrium, mangan, seng, dan besi. Di samping itu, buah campolay juga mengandung antioksidan, antimikroba, antimitotik, dan antinitrosatif.

Selain itu, dalam Asian Pacific Journal of Tropical Medicine, senyawa Mirisitrin dari ekstrak daun campolay memiliki efek toksik terhadap nyamuk Aedes aegypti dan Culex quinquefasciatus pada semua stadium pertumbuhan.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-campolay-buah-berdaging-lembut-yang-kaya-nutrisi/feed/ 0
Umbi Porang, Pangan Alternatif yang Rendah Kalori https://www.greeners.co/flora-fauna/umbi-porang-pangan-alternatif-yang-rendah-kalori/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=umbi-porang-pangan-alternatif-yang-rendah-kalori https://www.greeners.co/flora-fauna/umbi-porang-pangan-alternatif-yang-rendah-kalori/#respond Fri, 19 Jul 2024 05:48:50 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44291 Bagi kamu yang sedang menjalankan diet sehat, pasti sudah tak asing lagi dengan Porang atau iles-iles. Beras porang adalah salah satu yang sering dikonsumsi banyak orang. Tanaman porang (Amorphophallus muelleri) […]]]>

Bagi kamu yang sedang menjalankan diet sehat, pasti sudah tak asing lagi dengan Porang atau iles-iles. Beras porang adalah salah satu yang sering dikonsumsi banyak orang.

Tanaman porang (Amorphophallus muelleri) berasal dari famili Araceae yang pertama kali terpublikasi pada tahun 1837. Ada banyak nama ilmiah sinonim, di antaranya Amorphophallus burmanicus, Amorphophallus planus, Conophallus muelleri (Blume), dan Amorphophallus blumei.

Tanaman ini awalnya ditemukan di Kepulauan Andaman India, kemudian menyebar ke beberapa negara seperti Myanmar, Thailand, dan Indonesia. A. muelleri dapat tumbuh dan kita temukan di mana saja, seperti di bawah rumpun bambu, tepi sungai, semak belukar, ataupun tepi hutan jati.

Taksonomi umbi porang. Foto: Greeners

Taksonomi umbi porang. Foto: Greeners

Bunga Porang Berbentuk seperti Tombak

Warna tangkai daun porang cukup bervariasi, dari hijau muda, hijau tua, hingga kecokelatan. Terdapat bercak-bercak putih kehijauan, abu-abu, atau kecokelatan. Permukaan daunnya halus bergelombang dengan permukaan batangnya yang halus dan licin. Daunnya berbentuk elips dengan ujung daun yang runcing.

Di samping itu, warna daun porang sama dengan warna tangkai daunnya. Kemudian, bagian tepi daunnya berwarna ungu muda, hijau, hingga kuning.

BACA JUGA: Jamur Tudung Pengantin, Kecantikan Alam yang Mulai Langka

Bunga porang berbentuk seperti tombak dengan ujung yang tumpul, berukuran tinggi 10-20,5 cm. Biasanya, bunga ini akan muncul pada awal musim hujan atau pada akhir musim kemarau. Buah porang berwarna hijau saat masih muda dan berubah menjadi oranye kemerahan saat masak. Buahnya berdaging dan majemuk, akan masak ketika berumur 8-9 bulan dari mulai masa perbungaan.

Bagian umbi batangnya berwarna kecokelatan dengan bagian dalam yang berwarna putih susu. Di dalam umbinya terlihat butiran-butiran kristal glukomanan berwarna kekuningan. Umbi ini berbentuk bulat agak lonjong, permukaan kasar, dan bobotnya berkisar antara 50 hingga 3000 gram. Bagian umbi inilah yang kerap petani panen dan dapat kamu konsumsi.

Tinggi Glukomanan dan Rendah Kalori

Porang mengandung glukomanan yang tinggi sehingga dapat menjadi pangan alternatif yang rendah kalori dan menyehatkan. Indonesia Journal of Biomedical Science melansir bahwa A. muelleri terbukti dapat mengurangi berat badan dan parameter obesitas. Selain itu, dapat menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki profil lipid.

Glukomanan yang terkandung memiliki potensi anti-inflamasi, anti-tumor, imunomodulator, serta menjadi terapi tambahan sebagai pencahar dan prebiotik. Jika ingin konsumsi umbi porang dengan olahan alami, kamu bisa merebus, mengukus, memanggang, ataupun menjadikannya keripik.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/umbi-porang-pangan-alternatif-yang-rendah-kalori/feed/ 0
Buah Cassabanana, Kerabat Mentimun yang Kaya Vitamin C https://www.greeners.co/flora-fauna/buah-cassabanana-kerabat-mentimun-yang-kaya-vitamin-c/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=buah-cassabanana-kerabat-mentimun-yang-kaya-vitamin-c https://www.greeners.co/flora-fauna/buah-cassabanana-kerabat-mentimun-yang-kaya-vitamin-c/#respond Tue, 18 Jun 2024 05:00:12 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44047 Cassabanana atau kurugua (Sicana odorifera) adalah kerabat mentimun dari famili Cucurbitaceae. Memiliki beberapa nama ilmiah sinonim, di antaranya Cucurbita odorifera, Cucumis crassiflorus, Cucumis odoratissimus, Cucurbita euodicarpa, dan Sicana atropurpurea. Cassabanana […]]]>

Cassabanana atau kurugua (Sicana odorifera) adalah kerabat mentimun dari famili Cucurbitaceae. Memiliki beberapa nama ilmiah sinonim, di antaranya Cucurbita odorifera, Cucumis crassiflorus, Cucumis odoratissimus, Cucurbita euodicarpa, dan Sicana atropurpurea. Cassabanana merupakan tanaman asli dari Peru hingga Bolivia.Tanaman ini telah dibudidayakan secara luas sebagai sayuran ke berbagai negara seperti Kolombia, Kosta Rika, Kuba, Republik Dominika, Galápagos, Guatemala, Haiti, Meksiko Barat Daya, Puerto Riko, hingga Venezuela. Pertama kali dipublikasikan pada tahun 1862 dalam buku Annales des Sciences Naturelles; Botanique, série 4, 18: 181.

Kerabat Timun yang Berukuran Besar

Sicana odorifera adalah tanaman merambat yang dapat tumbuh panjang hingga 15 meter. Berumah satu (monoecious), yakni bunga jantan dan betina berada dalam satu pohon. Daunnya sederhana, berbentuk bulat telur hingga sub-obrikulat, panjangnya hingga 24 cm.

Bagian bunganya berwarna kuning, berukuran sedang hingga besar dengan 5 helai kelopak bunga. Buah cassabanana berwarna oranye-merah tua. Seiring bertambahnya tingkat kematangan, buahnya akan berwarna kehitaman. Berbentuk bulat lonjong dengan panjang mencapai 60 cm. Tanaman ini tumbuh di hutan hujan dataran rendah dan semak belukar.

Taksonomi buah Cassabanana. Foto: Greeners

Taksonomi buah Cassabanana. Foto: Greeners

Buah Cassabanana Tinggi Vitamin C dan Kaya Manfaat

Telah banyak penelitian untuk mengetahui kandungan dalam buah cassabanana dan bagaimana cara memanfaatkannya. Pada kondisi matang atau setengah matang, buah cassabanana mengandung vitamin C dan fenol yang tinggi. Bagian kulit buahnya yang licin dan keras (epikarp) juga bermanfaat sebagai pewarna alami yang bersifat bioaktif dan kaya akan senyawa polifenol seperti antosianin. Di samping itu, minyak bijinya mengandung senyawa utama berupa asam lemak esensial linolenat dan linoleat.

Buah cassabanana dapat kamu makan secara langsung atau kamu olah terlebih dahulu. Buahnya yang matang terasa aromatik, dapat menjadi campuran sayur atau sebagai tambahan sop. Selain itu, buah cassabanana juga bisa kamu jadikan manisan, jus, selai dan pengawet alami produk makanan, fermentasi untuk obat sakit tenggorokan dan sebagai infus untuk mengobati penyakit hati. Selain dikonsumsi, daging buahnya juga dapat menjadi pengharum ruangan dan pengusir serangga.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/buah-cassabanana-kerabat-mentimun-yang-kaya-vitamin-c/feed/ 0
Cecropia peltata, Tanaman Invasif Berbuah Lezat seperti Jeli https://www.greeners.co/flora-fauna/cecropia-peltata-tanaman-invasif-berbuah-lezat-dan-seperti-jeli/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cecropia-peltata-tanaman-invasif-berbuah-lezat-dan-seperti-jeli https://www.greeners.co/flora-fauna/cecropia-peltata-tanaman-invasif-berbuah-lezat-dan-seperti-jeli/#respond Thu, 18 Apr 2024 03:00:59 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=43567 Cecropia peltata atau pancasuda merupakan salah satu tanaman obat dari keluarga Urticaceae. Tanaman yang berasal dari Amerika, Meksiko, Brazil, Jamaika, dan Barbados ini memiliki berbagai nama. Di antaranya trumpet-tree, trumpet-wood, […]]]>

Cecropia peltata atau pancasuda merupakan salah satu tanaman obat dari keluarga Urticaceae. Tanaman yang berasal dari Amerika, Meksiko, Brazil, Jamaika, dan Barbados ini memiliki berbagai nama. Di antaranya trumpet-tree, trumpet-wood, pop-a-gun, k’ooch k’aaax, dan masih banyak lagi. Selain itu, tanaman ini juga memiliki banyak nama ilmiah sinonim, seperti Ambaiba peltata, Cecropia arachnoidea, Coilotapalus peltata, dan lainnya.

C. peltata termasuk tanaman yang mudah beradaptasi dan tumbuh dengan cepat. Ia juga menjadi salah satu spesies tanaman invasif di Afrika Barat dan Pasifik.

Buahnya Bertekstur seperti Jeli dan Terasa Lezat

Pohon C. peltata dapat tumbuh cepat dengan ketinggian mencapai 20-25 meter, batangnya ramping berdiameter 50 cm. Kulit kayunya berwarna abu-abu kemerahan. Bagian daunnya tumbuh bergerombol di ujung cabang, permukaan atas daunnya berwarna hijau, sedangkan bagian bawahnya dilapisi bulu halus berwarna putih. Daunnya berbentuk bulat telur, berseling, dan memiliki lobus yang dalam.

Termasuk tanaman berumah dua (hanya memiliki bunga jantan atau betina), bunga jantan bertangkai ramping dan panjang, tersusun dalam kelompok sebanyak 15. Keunikan dari tanaman ini adalah tampilan buahnya yang lunak dan terkulai.

BACA JUGA: Mengenal Tanaman Wijen, Herba Tahunan dari Anak Benua India

Buah tersebut tumbuh berkelompok dan sekilas terlihat seperti kaki gurita. Meskipun seperti itu, buah C. peltata memiliki rasa yang manis, berair, dan beraroma harum. Setiap bunga akan menghasilkan sekitar 4 buah yang berisi hingga 800 buah kecil berbiji tunggal (buah achenes, seperti biji di bagian luar stroberi). Daging buahnya bertekstur lembut seperti agar-agar dan terasa seperti buah ara.

Taksonomi Cecropia peltata. Foto: Greeners

Taksonomi Cecropia peltata. Foto: Greeners

Cecropia peltata diintroduksi ke Indonesia

Tanaman ini seringkali tumbuh di daerah tropis dan sub-tropis, area terganggu, lereng curam, tepi sungai, hingga lahan bekas longsor. Tanaman ini telah terdistribusi di beberapa negara, seperti Afrika, Ghana, Senegal, Tuamotu, hingga Asia. Studi Destyahaeni (2016) membahas persebaran tanaman ini di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merapi.

Obat Tradisional Sejak Dahulu

Di Amerika Latin, daun tanaman C. peltata menjadi obat tradisional karena bersifat anti-inflamasi, antioksidan, dan hipoglikemik. Penelitian Duarte-Alonso et al (2020) menyebutkan bahwa ekstrak daun C. peltata berpotensi sebagai antidiabetes. Selain itu, bagian kulit kayunya juga bersifat antikoagulan, antitumor, kardiotonik, hingga diuretik.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/cecropia-peltata-tanaman-invasif-berbuah-lezat-dan-seperti-jeli/feed/ 0
Mengenal Tanaman Wijen, Herba Tahunan dari Anak Benua India https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-tanaman-wijen-herba-tahunan-dari-anak-benua-india/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-tanaman-wijen-herba-tahunan-dari-anak-benua-india https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-tanaman-wijen-herba-tahunan-dari-anak-benua-india/#respond Fri, 16 Feb 2024 05:34:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=43068 Biji wijen kerap menjadi campuran dalam makanan utama atau kudapan sehari-hari. Misalnya, ayam saus wijen, kembang goyang, kue kacang biji wijen, salad saus biji wijen, dan masih banyak lagi. Walaupun […]]]>

Biji wijen kerap menjadi campuran dalam makanan utama atau kudapan sehari-hari. Misalnya, ayam saus wijen, kembang goyang, kue kacang biji wijen, salad saus biji wijen, dan masih banyak lagi. Walaupun sudah sering mengonsumsinya, apakah kamu sudah mengenal seperti apa tanaman wijen itu?

Wijen memiliki nama ilmiah Sesamum indicum dan berasal dari famili Pedaliaceae. Tanaman tersebut juga memiliki banyak nama ilmiah sinonim, di antaranya Sesamum orientale L., Sesamum somalense Chiov., Volkameria orientalis (L.) Kuntze, Sesamum trifoliatum Mill., dan lainnya.

Herba Tahunan yang Menghasilkan hingga 200 biji

Wijen adalah tanaman herba tahunan yang tumbuh sekitar 0,5 hingga 2,5 meter, tergantung pada kondisi lingkungannya. Batangnya bercabang, berbentuk segi empat dan permukaanya berbulu. Selain itu, daunnya juga berbulu, daun bawahnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau muda, berukuran panjang 3-17 cm dan lebar 1-7 cm. Namun, bentuk dan ukuran daunnya dapat bervariasi pada tanaman yang sama dan pada kulitivar yang berbeda.

Perbungaannya muncul di bagian ketiak daun, muncul dalam kelompok (2-3) atau tunggal. Kelopak bunganya berbentuk bulat telur hingga lanset kecil berukuran panjang 0,4-0,6 cm. Sementara, mahkota bunganya berukuran panjang 2-4 cm berwarna ungu, putih, hingga merah muda. Terkadang, terdapat corak bintik-bintik, garis-garis, ataupun bercak-bercak di bagian dalamnya.

BACA JUGA: Pink Banana, Pisang India Penerima Award of Garden Merit

Bijinya tersimpan dalam kapsul buah berukuran panjang 3-5 cm, diameter 1-2 cm, dan berwarna ungu kecokelatan. Biji tersebut berwarna krem atau putih berukuran 3 mm dan berbentuk pipih. Jumlah biji dalam kapsul buahnya bervariasi, mulai dari 100 hingga 200 biji per kapsul.

Taksonomi wijen. Foto: Greeners

Taksonomi wijen. Foto: Greeners

Wijen Berasal dari Anak Benua India

Royal Botanic Gardens, Kew melansir bahwa tanaman ini berasal dari anak benua India. Di antaranya India, Pakistan, dan Bangladesh. Kini, tanaman ini telah dibudidayakan di sebagian besar wilayah tropis, subtropis, dan beriklim sedang di dunia.

Kaya Protein dan Vitamin

S. indicum telah ditanam dan dimanfaatkan sejak zaman kuno sebagai penyedap rasa, bahan makanan, dan minyak ekstraksi. Kandungan utama biji wijen adalah minyak, sejumlah 44-60% yang tahan terhadap bau tengik. Bijinya kaya akan protein, vitamin B6, dan thiamin. Selain itu, minyaknya mengandung asam linoleat dan asam oleat dalam jumlah besar sehingga kaya akan nutrisi.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-tanaman-wijen-herba-tahunan-dari-anak-benua-india/feed/ 0
Pink Banana, Pisang India Penerima Award of Garden Merit https://www.greeners.co/flora-fauna/pink-banana-pisang-india-penerima-award-of-garden-merit/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pink-banana-pisang-india-penerima-award-of-garden-merit https://www.greeners.co/flora-fauna/pink-banana-pisang-india-penerima-award-of-garden-merit/#respond Tue, 13 Feb 2024 03:00:12 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=43033 Pernahkan kamu mengonsumsi pisang yang berwarna merah jambu? Musa velutina atau pink banana, pink fruiting banana, velvet pink banana, self-peeling banana, atau hairy banana. Tanaman ini berasal dari famili Musaceae […]]]>

Pernahkan kamu mengonsumsi pisang yang berwarna merah jambu? Musa velutina atau pink banana, pink fruiting banana, velvet pink banana, self-peeling banana, atau hairy banana. Tanaman ini berasal dari famili Musaceae dan berkerabat dengan pisang yang umum kita kenal yakni Musa paradisiaca.

Terdapat dua nama ilmiah sinonimnya, yaitu Musa dasycarpa Kurz dan Musa velutina var. variegata A. Joe, M. Sabu & Sreejith. Jika kamu menanam biji pisang ini, hanya membutuhkan waktu satu tahun saja untuk memanennya.

BACA JUGA: Mandrake, Tanaman Berakar seperti Manusia di Film Harry Potter

Tanaman Musa velutina mendapatkan penghargaan Award of Garden Merit dari Royal Horticultural Society. Penghargaan ini merupakan tanda kualitas yang diberikan untuk tanaman kebun sejak tahun 1922 oleh Royal Horticultural Society di Inggris.

Kulit Buahnya Berwarna Merah Jambu

M. velutina termasuk tanaman tahunan yang dapat tumbuh tinggi mencapai 1,8 meter. Memiliki batang semu berwarna hijau kekuningan hingga hijau keunguan. Bagian daunnya besar, berwarna hijau, berbentuk lonjong, berukuran sekitar 87 – 95 x 33 – 35 cm. Selain itu, bunganya berumah satu, berwarna kuning-oranye dan tertutup di dalam braktea. Bagian braktea tersebut berwarna merah muda terang dengan corak garis-garis putih di bagian luarnya.

Buah pisang ini berukuran panjang 8 cm, berwarna merah jambu dan tertutupi rambut-rambut halus. Ketika masak, kulit buahnya akan terkelupas sendiri dan memperlihatkan daging buahnya yang berwarna krem. Buah ini mengandung cukup banyak biji berwarna hitam berukuran cukup besar.

Taksonomi pink banana. Foto: Greeners

Taksonomi pink banana. Foto: Greeners

Pink Banana Berasal dari India dan Himalaya

Tanaman ini dapat kita temukan di habitat hutan, semak belukar, hingga sabana dengan ketinggian antara 0-1.500 mdpl. Di samping itu, distribusi tanaman ini meliputi India, Himalaya, Myanmar, Brazil, Costa Rica, dan Puerto Rico. Melansir Royal Botanic Gardens, Kew tanaman ini berasal dari Assam (India) dan Himalaya.

Buahnya Terasa Lezat dan Manis

Pemanfaatan M. velutina sama dengan pisang pada umumnya. Buahnya dapat kamu makan langsung dan rasanya manis. Bagian bunga dan daunnya bisa untuk hiasan dalam rangkaian bunga tropis. Selain itu, daunnya juga bisa kamu manfaatkan sebagai bahan pembungkus makanan. Di beberapa wilayah India, kuncup bunga jantannya akan dipanen dan dimakan sebagai sayuran.

Selain itu, tanaman ini juga berfungsi sebagai tanaman hias. Namun, saat musim dingin tanaman ini akan mati dan kembali muncul saat musim semi.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pink-banana-pisang-india-penerima-award-of-garden-merit/feed/ 0
Mandrake, Tanaman Berakar seperti Manusia di Film Harry Potter https://www.greeners.co/flora-fauna/mandrake-tanaman-berakar-seperti-manusia-di-film-harry-potter/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mandrake-tanaman-berakar-seperti-manusia-di-film-harry-potter https://www.greeners.co/flora-fauna/mandrake-tanaman-berakar-seperti-manusia-di-film-harry-potter/#respond Fri, 19 Jan 2024 04:55:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=42841 Bagi kamu para penggemar film Harry Potter, pasti sudah tak asing lagi dengan tanaman mandrake. Tanaman ini muncul pada Harry Potter and The Chamber of Secrets dan akan menangis jika […]]]>

Bagi kamu para penggemar film Harry Potter, pasti sudah tak asing lagi dengan tanaman mandrake. Tanaman ini muncul pada Harry Potter and The Chamber of Secrets dan akan menangis jika dikeluarkan dari pot. Ternyata, di dunia nyata tanaman mandrake (Mandragora officinarum) benar-benar ada. Tanaman ini memiliki sejarah panjang untuk acara keagamaan dan takhayul. Selain itu, tanaman ini juga terkenal karena memiliki akar yang kuat.

BACA JUGA: Borage, Tanaman yang Bisa Modifikasi Tanah Bergaram Tinggi

Berasal dari Famili Solanaceae dan berkerabat dengan kentang, terung, tomat, leunca, dan lainnya. Mandrake memiliki beberapa nama ilmiah sinonim, di antaranya Mandragora officinalis Mill. ex DC, Mandragora acaulis Gaertn., Atropa mandragora L., Mandragora vernalis Bertol., dan lainnya.

Dalam bahasa Arab kuno, Mandrake disebut juga Abu’l-ruh, penguasa nafas kehidupan. Selai itu, mandrake memiliki nama lain apel setan, buah zakar iblis, manroot, atau tanaman circe.

Taksonomi mandrake. Foto: Greeners

Taksonomi mandrake. Foto: Greeners

Mandrake Memiliki Akar Tunggang yang Kuat dan Tebal

Merupakan tanaman tahunan yang memiliki akar tunggang yang tebal, berdaging, dan bercabang. Bagi sebagian orang, akar mandrake menyerupai bentuk tubuh pria atau wanita. Umumnya, memiliki batang pendek dengn jumbai daun berbentuk bulat telur. Batangnya dapat tumbuh hingga 0,1-0.3 meter.

Memiliki mahkota bunga berbentuk seperti loncenga dengan lima kelopak. Warna bunga tersebut berkisar dari ungu hingga kuning kehijauan. Sementara itu, bagian buahnya berbentuk seperti beri dan berwarna oranye. Seluruh bagian tanaman ini mengandung alkaloid tropane dan beracun.

Mengandung Alkaloid Tropane yang Kuat

Tanaman yang sangat erat dengan hal mistik dan pengobatan ini berasal dari wilayah Mediterania dan Himalaya. Diperkenalkan juga ke Eropa tengah dan barat serta Amerika Utara. Sejarah tanaman ini ada pada tulisan-tulisan di Timur Tengah yang berasal dari abad ke-14 SM. Referensi tanaman ini juga ada dalam tulisan dari Romawi, Mesir, Arab, Mesopotamia, Yunani, Ibrani Kuno, dan lainnya.

BACA JUGA: Terung, Tanaman Tahunan yang Dapat Memerangi Kanker

United States Department of Agriculture melansir bahwa tanaman mandrake mengandung alkaloid tropane yang kuat, hyoscyamine, atropin, skopolamin, dan mandragorin. Senyawa-senyawa tersebut berpengaruh kuat terhadap sistem saraf pusat. Oleh sebab itu, tanaman ini bermanfaat sebagai obat penghilang rasa sakit dan obat tidur sejak ratusan tahun lalu. Alkaloid tropane yang terkandung dapat menyebabkan gejala seperti penglihatan kabur, mulut kering, kantuk, dan mengigau.

Seorang dokter Yunani Dioscorides (40-90 M) pertama kali mendeskripsikan penggunaan mandrake sebagai obat bius. Namun, jika tidak hati-hati mengolah dan memanfaatkanya, racun mandrake dapat dengan mudah menyebabkan kematian.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mandrake-tanaman-berakar-seperti-manusia-di-film-harry-potter/feed/ 0
Borage, Tanaman yang Bisa Modifikasi Tanah Bergaram Tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/borage-tanaman-yang-bisa-modifikasi-tanah-bergaram-tinggi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=borage-tanaman-yang-bisa-modifikasi-tanah-bergaram-tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/borage-tanaman-yang-bisa-modifikasi-tanah-bergaram-tinggi/#respond Sat, 13 Jan 2024 03:25:55 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=42736 Tanaman borage, Tailwort, Talewort, Cool Tankard, Cover Crop, atau Starflower memiliki nama ilmiah Borago officinalis. Tanaman yang berasal dari Famili Boraginaceae ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim, seperti Borago advena […]]]>

Tanaman borage, Tailwort, Talewort, Cool Tankard, Cover Crop, atau Starflower memiliki nama ilmiah Borago officinalis. Tanaman yang berasal dari Famili Boraginaceae ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim, seperti Borago advena Gilib, Borago hortensis L., Borago officinalis var. coerulea Alef., dan lainnya.

Bunga borage dapat dimakan dan kerap tersaji dalam salad ataupun sekadar hiasan makanan dan minuman. Namun, tanaman ini beracun bagi kucing, anjing, hingga kuda.

Lamina Bunganya Tumbuh Mengarah ke Tabung

Borage merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh tinggi hingga 100 cm. Memiliki batang lurus dan bercabang, berongga, dan berbulu. Bagian daunnya berbentuk lonjong dengan permukaan yang cukup kasar, muncul berseling pada batang dan memiliki aroma seperti timun segar.

Selain itu, tanaman ini memiliki bunga yang seringkali muncul berwarna biru, tapi pernah juga ada yang berwarna putih atau merah jambu. Bunga borage memiliki kelopak dan mahkota bunga sejumlah lima buah yang terbagi menjadi beberapa bagian dan membentuk bunga polipetal.

BACA JUGA: Terong, Tanaman Tahunan yang Dapat Memerangi Kanker

Ciri khas bunga borage adalah bagian lamina bunganya tumbuh mengarah ke tabung, hal ini tidak ada pada tanaman jenis lain. Penampilan bunga ini sangat menarik bagi lebah. Oleh sebab itu, tanaman bisa menjadi tanaman hias untuk pakan lebah madu. Sementara itu, bagian buah tanaman ini berbentuk oval lonjong berkerut, berukuran kecil, dan berwarna cokelat.

Taksonomi borage. Foto: Greeners

Taksonomi borage. Foto: Greeners

Borage dapat Tumbuh dengan Air Asin

Tanaman ini dapat tumbuh pada wilayah beriklim dingin, tumbuh dengan baik pada lahan basah, tapi dapat juga tumbuh pada lahan kering dan tidak subur. Uniknya, tanaman ini dapat dengan mudah dibudidayakan di tanah sedang atau berat dengan air asin.

Asian Pacific Journal of Tropical Medicine melansir bahwa tanaman borage berasal dari Suriah dan Anatolia. Selain itu, tanaman ini juga berasal dari Mediterania barat, Spanyol dan Afrika Utara, kemudian terdistribusi ke banyak lokasi lain.

Borage dapat Memodifikasi Tanah yang Asin

Daun borage kaya akan kandungan kalsium dan kalium, serta memiliki seperti timun asin. Namun, jika kamu mengonsumsinya secara langsung, daunnya memberikan efek yang tidak enak di mulut karena teksturnya yang berbulu dan kasar. Oleh karena itu, sebaiknya cincang halus terlebih dahulu sebelum kamu konsumsi. Bagian daun dan bunga borage dapat menjadi teh yang menyegarkan.

BACA JUGA: Wolf-Apple, Anggota Solanaceae yang Menjadi Agen Hipoglikemik

Selain itu, bunganya juga bisa jadi pewarna biru alami pada cuka atau makanan. Bijinya juga bermanfaat, bisa menjadi produk akhir berupa minyak biji borage. Kandungan pada tanaman ini dapat mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, eksim, penyakit jantung, dan radang sendi.

Di samping itu, borage juga memiliki potensi tinggi dalam mengambil natrium dan klorin, sehingga sanagt memungkinkan untuk memodifikasi tanah asin.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/borage-tanaman-yang-bisa-modifikasi-tanah-bergaram-tinggi/feed/ 0
Kentang, Umbi Batang yang Paling Sering Dikonsumsi https://www.greeners.co/flora-fauna/kentang-umbi-batang-yang-paling-sering-dikonsumsi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kentang-umbi-batang-yang-paling-sering-dikonsumsi https://www.greeners.co/flora-fauna/kentang-umbi-batang-yang-paling-sering-dikonsumsi/#respond Tue, 19 Dec 2023 03:02:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=42513 Kentang (Solanum tuberosum) merupakan salah satu umbi-umbian yang sudah sangat akrab di telinga kita sejak dulu. Umbi-umbian tersebut termasuk paling banyak diproduksi ke-4 setelah gandum, jagung, dan beras. Kentang berasal […]]]>

Kentang (Solanum tuberosum) merupakan salah satu umbi-umbian yang sudah sangat akrab di telinga kita sejak dulu. Umbi-umbian tersebut termasuk paling banyak diproduksi ke-4 setelah gandum, jagung, dan beras. Kentang berasal dari Famili Solanaceae, dan berkerabat dengan terong (S. melongena), pepino (S. muricatum), dan lainnya.

Di samping itu, tanaman ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Lycopersicon tuberosum (L.) Mill., Solanum andigenum Juz. & Bukasov, Solanum cultum Berthault, dan masih banyak lagi. Kentang memiliki lebih dari 5000 kultivar yang tersebar di berbagai negara.

Taksonomi kentang (Solanum tuberosum). Foto: Freepik

Taksonomi kentang (Solanum tuberosum). Foto: Freepik

Tanaman Tahunan yang Berdaun Menyirip

Kentang adalah tanaman herba tahunan yang dapat tumbuh hingga 60 cm. Ciri khas tanaman ini ialah memiliki daun menyirip, bunga berwarna putih, merah muda, biru, hingga ungu, dengan bagian benang sarinya yang bergerombol. Tanaman ini menghasilkan buah yang menyerupai tomat ceri hijau (dengan atau tanpa biji). Namun, kita tidak bisa mengonsumsi buahnya karena mengandung solanin alkaloid yang beracun.

BACA JUGA: Terong, Tanaman Tahunan yang Dapat Memerangi Kanker

Ketika tanaman ini tumbuh, bagian yang dapat kita konsumsi adalah pembesaran dari batang, atau yang kita kenal sebagai umbi batang. Umbi menyimpan cadangan makanan yang memungkinkan tanaman bertahan hidup dalam cuaca dingin. Selain itu, umbi juga terlibat dalam proses perbanyakan tanaman secara vegetatif.

Kentang Berasal dari Daerah Pegunungan

Tanaman ini berasal dari daerah pegunungan di Bolivia, Chili, dan Peru. Tumbuh di daerah beriklim sejuk dan di dataran tinggi. Mereka juga berada di hutan hujan, lembah kering, hingga padang rumput. Selain itu, budi daya tanaman ini juga ada di seluruh Hindia Barat, seluruh Eropa, sebagian besar Asia, dan banyak wilayah lainnya.

Kaya Pati dan Glikoalkaloid

Natural Plant Products in Inflammatory Bowel Diseases melansir bahwa secara umum kentang merupakan sumber yang kaya akan pati dan glikoalkaloid. Kentang yang berpigmen biasanya mengandung antioksidan, termasuk asam fenolik, antosianin, dan karotenoid yang tinggi.

Di samping itu, studi praklinis terhadap kentang mengindikasikan bahwa varietas yang berpigmen mampu melawan peradangan dan disbiosis untuk melindungi atau mengobati penyakit radang usus.

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kentang-umbi-batang-yang-paling-sering-dikonsumsi/feed/ 0
Terong, Tanaman Tahunan yang Dapat Memerangi Kanker https://www.greeners.co/flora-fauna/terong-tanaman-tahunan-yang-dapat-memerangi-kanker/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=terong-tanaman-tahunan-yang-dapat-memerangi-kanker https://www.greeners.co/flora-fauna/terong-tanaman-tahunan-yang-dapat-memerangi-kanker/#respond Mon, 30 Oct 2023 03:00:30 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=42117 Buah terong (Solanum melongena) sudah sangat akrab di kalangan masyarakat sejak dulu sebagai salah satu sumber makanan yang menyehatkan. Berasal dari famili Solanaceae dan berkerabat dengan Atropa belladonna, Solanum tuberosum […]]]>

Buah terong (Solanum melongena) sudah sangat akrab di kalangan masyarakat sejak dulu sebagai salah satu sumber makanan yang menyehatkan. Berasal dari famili Solanaceae dan berkerabat dengan Atropa belladonna, Solanum tuberosum (kentang), Solanum lycopersicum (tomat), dan masih banyak lagi.

Buah ini disebutkan dalam sebuah buku yang mungkin ditulis antara abad 3 SM dan abad ke-3 M dalam bahasa Sanksekerta. Di samping itu, budidaya tanaman ini sudah ada di Cina hingga Persia pada abad ke-5.

Terong Memiliki Tiga Varietas Utama

Terong merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh antara 60 hingga 120 cm. Memiliki batang tegak yang terkadang dilengkapi duri dan daun besar berbentuk bulat telur dan sedikit melengkung. Selain itu, terdapat bunga berwarna ungu yang menjadi ciri khasnya, berukuran sekitar 5 cm.

Tanaman ini menghasilkan buah yang cukup besar berbentuk bulat, lonjong, panjang ataupun pendek. Buah terong memiliki permukaan yang mengkilap dan warna yang bervariasi, seperti hijau, kuning, putih, atau warna ungu yang paling umum kita temukan.

BACA JUGA: Wolf-Apple, Anggota Solanaceae yang Menjadi Agen Hipoglikemik

Terdapat tiga varietas utama di bawah spesies melongena. Kultivar berbentuk bulat atau telur dikelompokkan di bawah esculentum (terong biasa). Jenis yang panjang dan ramping masuk dalam serpentinum (terong ular). Sementara, tanaman yang kecil dan tersesat masuk dalam depressum (terong kerdil).

Taksonomi Solanum melongena. Foto: Greeners

Taksonomi Solanum melongena. Foto: Greeners

Berasal dari Asia Tenggara dan Menyukai Iklim Hangat

Tanaman yang berasal dari India (Asia Tenggara) ini membutuhkan cuaca yang hangat terus-menerus dan tanah yang sedikit asam untuk dapat tumbuh dengan baik. Mereka tidak tahan dengan kondisi yang terlalu kering ataupun terlalu basah yang menyebabkan akarnya membusuk.

Buku Genetically Modified Organisms in Food menyebutkan, produksi tahunan tanaman ini di dunia sekitar 4,5 x 106 mt. Produksi tanaman ini sebagian besar di negara-negara Asia, seperti Cina, Jepang, Turki dan India, serta di negara-negara Mediterania; Italia, Mesir, dan lainnya.

Berperan Penting dalam Memerangi Kanker

Buah ini sangat umum dan populer dalam bentuk panggang, goreng, isian, asinan, rebusan, dan dimasak dengan bumbu. Buah ini juga menjadi bahan pokok dalam masakan di wilayah Mediterania. Tampil menonjol dalam hidangan klasik seperti moussaka Yunani, parmigiana terong Italia, dan baba ghanoush khas Timur Tengah.

Masyarakat Indonesia kerap mengolah terong menjadi masakan seperti balado, terong bakar berbumbu sambal di atasnya, terong tumis dengan jamur, ataupun sebagai campuran sayur lodeh.

BACA JUGA: Feijoa, Buah Beraroma Harum dan Memiliki Rasa yang Unik

Di balik rasanya yang cukup lezat, ternyata terong mengandung fitonutrien yang berperan sebagai antioksidan, yang berperan penting dalam memerangi kanker. Selain itu, makanan ini juga mengandung senyawa fenolik dengan asam klorogenat yang paling utama.

Mereka memiliki efek menguntungkan pada jantung dan mengandung fitonutrien atau antosianin nasunin yang memberikan warna hitam yang spesifik. Nasunin merupakan antioksidan yang kuat dan membantu dalam memerangi radikal bebas yang melindungi membran sel.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/terong-tanaman-tahunan-yang-dapat-memerangi-kanker/feed/ 0
Wolf-Apple, Anggota Solanaceae yang Menjadi Agen Hipoglikemik https://www.greeners.co/flora-fauna/wolf-apple-anggota-solanaceae-yang-menjadi-agen-hipoglikemik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wolf-apple-anggota-solanaceae-yang-menjadi-agen-hipoglikemik https://www.greeners.co/flora-fauna/wolf-apple-anggota-solanaceae-yang-menjadi-agen-hipoglikemik/#respond Wed, 18 Oct 2023 03:26:52 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41980 Solanum lycocarpum dikenal juga sebagai wolf-apple, wolf fruit, atau Fruta de Lobo. Merupakan buah asli Brazil dari famili Solanaceae yang biasa digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai agen hipoglikemik. Memiliki beberapa […]]]>

Solanum lycocarpum dikenal juga sebagai wolf-apple, wolf fruit, atau Fruta de Lobo. Merupakan buah asli Brazil dari famili Solanaceae yang biasa digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai agen hipoglikemik. Memiliki beberapa varietas, di antaranya Solanum grandiflorum var. macrocarpum, Solanum grandiflorum var. pulverulentum, Solanum rupincola var. macrocarpum, Solanum lycocarpum var. genuinum, dan lainnya.

Tanaman ini merupakan sumber pakan utama bagi hewan liar, terutama Chrysocyon brachyurusi (maned wolf). Bahkan, satwa tersebut juga menjadi agen penyebar benih utama bagi tanaman ini.

Buahnya Manis dan Batangnya Diselimuti Duri

Merupakan tanaman tingkat perdu yang memiliki banyak percabangan dan dapat tumbuh hingga 7 meter. Memiliki batang berlekuk dan berduri di sepanjang cabangnya. Tanaman ini umumnya berbuah dari bulan Mei hingga bulan Agustus. Daunnya berukuran panjang sekitar 20 cm dengan tepi yang berduri dan berlekuk. Sementara, bagian bunganya berbentuk bintang dengan bagian tengah berwarna kuning.

BACA JUGA: Feijoa, Buah Beraroma Harum dan Memiliki Rasa yang Unik

Bunga tersebut terlihat sangat mencolok dengan kelopaknya yanag berwarna ungu. Ukuran bunganya sekitar 5 cm dengan perbungaan yang menghasilkan 6 sampai 13 kuntum yang tersebar di seluruh kanopinya.

Buah S. lycocarpum berbentuk seperti beri dengan duri di tangkainya dan beratnya sekitar 350 hingga 500 gram per buah. Bahkan, beberapa buah dapat mencapai berat hingga 900 gram. Kulit buahnya berwarna hijau keputihan, yang berubah menjadi kuning dan beraroma harum saat matang. Dapat menghasilkan banyak biji dan memiliki tingkat perkecambahan yang tinggi.

Taksonomi Solanum lycocarpum (wolf-apple). Foto: Greeners

Taksonomi Solanum lycocarpum (wolf-apple). Foto: Greeners

Wolf-Apple, Tanaman Perintis di Area Terdegradasi

Tanaman ini ada di hampir semua negara bagian Brazil, seperti Goiás, Mato Grosso do Sul, Mato Grosso, Minas Gerais, São Paulo, Distrito Federal, dan Bahia. Memiliki distribusi yang cukup luas menjadi tanaman perintis di wilayah yang terdegradasi.

Agen Hipoglikemik yang Bermanfaat sebagai Selai Buah

Buah S. lycocarpum bermanfaat sebagai bahan obat tradisional, yakni obat penenang, diuretik, antispasmodik, antiepilepsi, serta agen hipoglikemik, dan hipokolesterolemik. Tanaman ini juga bersifat antioksidan, antiinflamasi, antiprotozoa, antiproliferasi, dan antinematoda.

BACA JUGA: Daun Gedi, Dikenal sebagai Obat Herbal dan Sayuran Konsumsi

Buku Fruits of the Brazilian Cerrado melansir bahwa S. lycocarpum mengandung senyawa fenolik, alkaloid, dan pati. Bagian daging dan kulit buahnya terdiri dari karbohidrat dan air. Sementara, bijinya tinggi protein dan lipid. Kandungan mineral pada buah ini adalah kalium, magnesium, kalsium dengan kadar tinggi. Ada juga mineral lain seperti tembaga, mangan, besi, natrium, dan seng dengan kadar rendah.

Selain bermanfaat sebagai obat, buah ini juga bisa untuk manisan dan selai. Sebab, buah ini memiliki rasa yang manis dan daging buah yang tebal.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/wolf-apple-anggota-solanaceae-yang-menjadi-agen-hipoglikemik/feed/ 0
Feijoa, Buah Beraroma Harum dan Memiliki Rasa yang Unik https://www.greeners.co/flora-fauna/feijoa-buah-beraroma-harum-dan-memiliki-rasa-yang-unik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=feijoa-buah-beraroma-harum-dan-memiliki-rasa-yang-unik https://www.greeners.co/flora-fauna/feijoa-buah-beraroma-harum-dan-memiliki-rasa-yang-unik/#respond Sun, 01 Oct 2023 03:44:39 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41809 Feijoa sellowiana merupakan nama lain dari jambu nanas, feijoa, atau guavasteen. Tanaman yang berasal dari famili Myrtaceae ini memiliki nama ilmiah sinonim Acca sellowiana. Diperkenalkan ke Eropa selatan pada tahun […]]]>

Feijoa sellowiana merupakan nama lain dari jambu nanas, feijoa, atau guavasteen. Tanaman yang berasal dari famili Myrtaceae ini memiliki nama ilmiah sinonim Acca sellowiana. Diperkenalkan ke Eropa selatan pada tahun 1890 dan ke California sekitar tahun 1900.

Penamaan genus buah ini berasal dari nama Don da Silva Feijoa, seorang ahli botani dari Spanyol. Sementara, nama spesiesnya berasal dari nama F. Sellow, orang Jerman yang berhasil mengumpulkan spesimen tanaman ini di Provinsi Rio Grande do Sul di Brasil selatan.

Buahnya Terasa seperti Kombinasi Nanas dan Jambu Biji

Merupakan semak atau pohon kecil yang tumbuh tinggi sekitar 3 sampai 6 meter dan memiliki banyak percabangan. Batangnya berbentuk silindris dengan kulit batang berwana abu-abu pucat. Bagian daunnya hijau, bagian bawahnya berwarna perak, tebal, bertekstur kasar, berukuran panjang 2-6 cm dan lebar 1-3 cm.

Sementara, bagian bunganya terlihat mencolok, berukuran lebar 4 cm, hermaprodit, berwarna ungu atau merah cerah. Bunganya memiliki empat kelopak yang berwarna dasar putih dan ungu di bagian dalamnya.

BACA JUGA: Buah Ajaib, Dapat Mengubah Rasa Asam Menjadi Manis

Bagian buahnya berukuran panjang 5-8 cm dengan diameter 3-7 cm. Bentuk buah feijoa ini cukup bervariasi, dari bulat hingga seperti buah pir yang memanjang. Kulit buahnya seperti berlapis lilin, berwarna hijau kusam hingga biru atau hijau keabu-abuan, terkadang juga berwana merah atau oranye.

Daging buah feijoa tebal, berwarna putih, berair, daging buah di bagian tenghanya tak berwarna atau tembus pandang. Buah ini memiliki rasa yang unik. Terasa campuran manis asam, seperti kombinasi buah nanas dengan jambu biji atau stroberi. Buahnya juga mengeluarkan aroma harum yang kuat dan tahan lama, bahkan saat buahnya belum matang.

Taksonomi Feijoa. Foto: Greeners

Taksonomi Feijoa. Foto: Greeners

Feijoa Menyukai Iklim Subtropis dan Kelembapan Rendah

Buah in berasal dari Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay. Namun, kini persebarannya ada di banyak negara yang memiliki kondisi iklim sesuai. Di antaranya Australia, Bahama, Chili, Prancis, India, Israel, Italia, Jamaika, Selandia Baru, Portugal, Rusia, Federasi, Spanyol, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat.

Tanaman ini membutuhkan iklim subtropis dengan kelembapan yang rendah untuk dapat tumbuh dengan baik. Di Brasil, tanaman ini masih kerap tumbuh liar di hutan dengan ketinggian lebih dari 500 mdpl.

Mengandung Berbagai Komponen Bioaktif

Dilansir jurnal Trends in Food Science & Technology, tanaman feijoa mengandung berbagai komponen bioaktif seperti asam fenolik dan flavonoid, vitamin c, minyak atsiri, dan kalium. Selain itu, tanaman ini memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, serta antimikroba.

Buah ini dapat dimakan langsung dan diolah menjadi pasta, selai, sirup, minuman ringan, hingga eskrim. Selain buahnya, bagian bunga dari tanaman ini juga dapat dikonsumsi. Tanaman ini juga bisa menjadi tanaman hias karena penampilannya yang selalu menarik di semua musim.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/feijoa-buah-beraroma-harum-dan-memiliki-rasa-yang-unik/feed/ 0
Daun Gedi, Dikenal sebagai Obat Herbal dan Sayuran Konsumsi https://www.greeners.co/flora-fauna/daun-gedi-dikenal-sebagai-obat-herbal-dan-sayuran-konsumsi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=daun-gedi-dikenal-sebagai-obat-herbal-dan-sayuran-konsumsi https://www.greeners.co/flora-fauna/daun-gedi-dikenal-sebagai-obat-herbal-dan-sayuran-konsumsi/#respond Wed, 27 Sep 2023 06:00:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41761 Daun gedi (Abelmoschus manihot) merupakan salah satu sayuran khas Sulawesi Utara yang berasal dari famili Malvaceae. Daun ini juga memiliki nama lain seperti Muskmallow, Sunset Huskmallow, atau Tropic Jewel Hibiscus. […]]]>

Daun gedi (Abelmoschus manihot) merupakan salah satu sayuran khas Sulawesi Utara yang berasal dari famili Malvaceae. Daun ini juga memiliki nama lain seperti Muskmallow, Sunset Huskmallow, atau Tropic Jewel Hibiscus.

Nama ilmiah sinonimnya Hibiscus manihot L, Hibiscus manihot var. typicus, atau Hibiscus papyriferus. Tanaman ini kerap dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis sebagai tanaman hias ataupun untuk dikonsumsi bagian daunnya.

Daunnya Memiliki Banyak Variasi Bentuk, Ukuran, dan Warna

Tumbuhan tahunan yang berbatang tegak dengan tinggi sekitar 1,2 hingga 1,8 meter dengan cepat. Akarnya tumbuh tidak terlalu panjang, sementara batangnya tegak, berkayu, dan bercabang-cabang. Daunnya memiliki banyak variasi bentuk, ukuran, dan warna.

Tangkai daunnya berukuran panjang 3 hingga 25 cm. Sementara, daunnya ada yang berbentuk lanset, seperti hati, menyirip, ataupun menjari. Daunnya berwarna hijau muda, hijau tua, merah, hingga ungu.

BACA JUGA: Buah Pepino, Dibudidayakan Sejak Zaman Pra-Hispanik

Bunganya berukuran cukup besar berbentuk lonceng, berdiameter 7-15, berwarna kuning lemon dengan bagian tengahnya cokelat tua atau kemerahan. Tanaman ini termasuk hermaprodit karena bunganya memiliki organ jantan dan betina yang penyerbukannya dibantu serangga.

Biasanya, bunga tanaman ini akan muncul dari bulan Juli hingga September. Sementara, bagian buahnya berbentuk kapsul lonjong-bulat telur, berbulu, bersudut 5, dan membelah menjadi 5 segmen.

Taksonomi daun gedi (Abelmoschus manihot). Foto: Greeeners

Taksonomi daun gedi (Abelmoschus manihot). Foto: Greeeners

Daun Gedi Dapat Tumbuh di Iklim Tropis dan Subtropis

Tanaman daun gedi ini tumbuh di bioma tropis yang basah, dengan persebaran aslinya di daerah Asia tropis dan subtropis hingga Australia. Kini, tanaman ini telah menyebar ke berbagai negara di Benua Amerika dan Benua Afrika.

A. manihot kerap tumbuh liar di bukit berbatu yang lembab, padang rumput dekat sungai, dan tepi lahan pertanian. Di Nepal, tanaman ini tumbuh pada ketinggian 700 hingga 1700 meter di atas permukaan laut.

Bermanfaat sebagai Sayur dan Obat Herbal

Bagian daun, batang, dan buahnya bisa dimakan. Di banyak daerah, daun muda gedi dan ujung batangnya dipanen untuk dikonsumsi sebagai sayuran. Bahkan, daun mudanya bergizi dan tak berserat, bisa menjadi makanan bayi di Sulawesi.

BACA JUGA: Nasturtium, Edible Flower dengan Banyak Warna

Selain bermanfaat sebagai bahan makanan, tanaman gedi bisa mengobati sembelit, bisul, luka, dan gondongan. Bagian bunganya dapat mengobati luka melepuh pada kulit. Di samping itu, ekstrak tanaman gedi juga bersifat antioksidan tinggi, mengandung flavanoid, saponin, vitamin A, zat besi, dan serat yang baik untuk saluran pencernaan.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/daun-gedi-dikenal-sebagai-obat-herbal-dan-sayuran-konsumsi/feed/ 0