Daun Gedi, Dikenal sebagai Obat Herbal dan Sayuran Konsumsi

Reading time: 2 menit
Daun gedi (Abelmoschus manihot). Foto: Inaturalist
Daun gedi (Abelmoschus manihot). Foto: Inaturalist

Daun gedi (Abelmoschus manihot) merupakan salah satu sayuran khas Sulawesi Utara yang berasal dari famili Malvaceae. Daun ini juga memiliki nama lain seperti Muskmallow, Sunset Huskmallow, atau Tropic Jewel Hibiscus.

Nama ilmiah sinonimnya Hibiscus manihot L, Hibiscus manihot var. typicus, atau Hibiscus papyriferus. Tanaman ini kerap dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis sebagai tanaman hias ataupun untuk dikonsumsi bagian daunnya.

Daunnya Memiliki Banyak Variasi Bentuk, Ukuran, dan Warna

Tumbuhan tahunan yang berbatang tegak dengan tinggi sekitar 1,2 hingga 1,8 meter dengan cepat. Akarnya tumbuh tidak terlalu panjang, sementara batangnya tegak, berkayu, dan bercabang-cabang. Daunnya memiliki banyak variasi bentuk, ukuran, dan warna.

Tangkai daunnya berukuran panjang 3 hingga 25 cm. Sementara, daunnya ada yang berbentuk lanset, seperti hati, menyirip, ataupun menjari. Daunnya berwarna hijau muda, hijau tua, merah, hingga ungu.

BACA JUGA: Buah Pepino, Dibudidayakan Sejak Zaman Pra-Hispanik

Bunganya berukuran cukup besar berbentuk lonceng, berdiameter 7-15, berwarna kuning lemon dengan bagian tengahnya cokelat tua atau kemerahan. Tanaman ini termasuk hermaprodit karena bunganya memiliki organ jantan dan betina yang penyerbukannya dibantu serangga.

Biasanya, bunga tanaman ini akan muncul dari bulan Juli hingga September. Sementara, bagian buahnya berbentuk kapsul lonjong-bulat telur, berbulu, bersudut 5, dan membelah menjadi 5 segmen.

Taksonomi daun gedi (Abelmoschus manihot). Foto: Greeeners

Taksonomi daun gedi (Abelmoschus manihot). Foto: Greeeners

Daun Gedi Dapat Tumbuh di Iklim Tropis dan Subtropis

Tanaman daun gedi ini tumbuh di bioma tropis yang basah, dengan persebaran aslinya di daerah Asia tropis dan subtropis hingga Australia. Kini, tanaman ini telah menyebar ke berbagai negara di Benua Amerika dan Benua Afrika.

A. manihot kerap tumbuh liar di bukit berbatu yang lembab, padang rumput dekat sungai, dan tepi lahan pertanian. Di Nepal, tanaman ini tumbuh pada ketinggian 700 hingga 1700 meter di atas permukaan laut.

Bermanfaat sebagai Sayur dan Obat Herbal

Bagian daun, batang, dan buahnya bisa dimakan. Di banyak daerah, daun muda gedi dan ujung batangnya dipanen untuk dikonsumsi sebagai sayuran. Bahkan, daun mudanya bergizi dan tak berserat, bisa menjadi makanan bayi di Sulawesi.

BACA JUGA: Nasturtium, Edible Flower dengan Banyak Warna

Selain bermanfaat sebagai bahan makanan, tanaman gedi bisa mengobati sembelit, bisul, luka, dan gondongan. Bagian bunganya dapat mengobati luka melepuh pada kulit. Di samping itu, ekstrak tanaman gedi juga bersifat antioksidan tinggi, mengandung flavanoid, saponin, vitamin A, zat besi, dan serat yang baik untuk saluran pencernaan.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

Top