Feijoa, Buah Beraroma Harum dan Memiliki Rasa yang Unik

Reading time: 2 menit
Feijoa sellowiana. Foto: Shutterstock
Feijoa sellowiana. Foto: Shutterstock

Feijoa sellowiana merupakan nama lain dari jambu nanas, feijoa, atau guavasteen. Tanaman yang berasal dari famili Myrtaceae ini memiliki nama ilmiah sinonim Acca sellowiana. Diperkenalkan ke Eropa selatan pada tahun 1890 dan ke California sekitar tahun 1900.

Penamaan genus buah ini berasal dari nama Don da Silva Feijoa, seorang ahli botani dari Spanyol. Sementara, nama spesiesnya berasal dari nama F. Sellow, orang Jerman yang berhasil mengumpulkan spesimen tanaman ini di Provinsi Rio Grande do Sul di Brasil selatan.

Buahnya Terasa seperti Kombinasi Nanas dan Jambu Biji

Merupakan semak atau pohon kecil yang tumbuh tinggi sekitar 3 sampai 6 meter dan memiliki banyak percabangan. Batangnya berbentuk silindris dengan kulit batang berwana abu-abu pucat. Bagian daunnya hijau, bagian bawahnya berwarna perak, tebal, bertekstur kasar, berukuran panjang 2-6 cm dan lebar 1-3 cm.

Sementara, bagian bunganya terlihat mencolok, berukuran lebar 4 cm, hermaprodit, berwarna ungu atau merah cerah. Bunganya memiliki empat kelopak yang berwarna dasar putih dan ungu di bagian dalamnya.

BACA JUGA: Buah Ajaib, Dapat Mengubah Rasa Asam Menjadi Manis

Bagian buahnya berukuran panjang 5-8 cm dengan diameter 3-7 cm. Bentuk buah feijoa ini cukup bervariasi, dari bulat hingga seperti buah pir yang memanjang. Kulit buahnya seperti berlapis lilin, berwarna hijau kusam hingga biru atau hijau keabu-abuan, terkadang juga berwana merah atau oranye.

Daging buah feijoa tebal, berwarna putih, berair, daging buah di bagian tenghanya tak berwarna atau tembus pandang. Buah ini memiliki rasa yang unik. Terasa campuran manis asam, seperti kombinasi buah nanas dengan jambu biji atau stroberi. Buahnya juga mengeluarkan aroma harum yang kuat dan tahan lama, bahkan saat buahnya belum matang.

Taksonomi Feijoa. Foto: Greeners

Taksonomi Feijoa. Foto: Greeners

Feijoa Menyukai Iklim Subtropis dan Kelembapan Rendah

Buah in berasal dari Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay. Namun, kini persebarannya ada di banyak negara yang memiliki kondisi iklim sesuai. Di antaranya Australia, Bahama, Chili, Prancis, India, Israel, Italia, Jamaika, Selandia Baru, Portugal, Rusia, Federasi, Spanyol, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat.

Tanaman ini membutuhkan iklim subtropis dengan kelembapan yang rendah untuk dapat tumbuh dengan baik. Di Brasil, tanaman ini masih kerap tumbuh liar di hutan dengan ketinggian lebih dari 500 mdpl.

Mengandung Berbagai Komponen Bioaktif

Dilansir jurnal Trends in Food Science & Technology, tanaman feijoa mengandung berbagai komponen bioaktif seperti asam fenolik dan flavonoid, vitamin c, minyak atsiri, dan kalium. Selain itu, tanaman ini memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, serta antimikroba.

Buah ini dapat dimakan langsung dan diolah menjadi pasta, selai, sirup, minuman ringan, hingga eskrim. Selain buahnya, bagian bunga dari tanaman ini juga dapat dikonsumsi. Tanaman ini juga bisa menjadi tanaman hias karena penampilannya yang selalu menarik di semua musim.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

Top