Terong, Tanaman Tahunan yang Dapat Memerangi Kanker

Reading time: 2 menit
Buah terong (Solanum melongena). Foto: Freepik
Buah terong (Solanum melongena). Foto: Freepik

Buah terong (Solanum melongena) sudah sangat akrab di kalangan masyarakat sejak dulu sebagai salah satu sumber makanan yang menyehatkan. Berasal dari famili Solanaceae dan berkerabat dengan Atropa belladonna, Solanum tuberosum (kentang), Solanum lycopersicum (tomat), dan masih banyak lagi.

Buah ini disebutkan dalam sebuah buku yang mungkin ditulis antara abad 3 SM dan abad ke-3 M dalam bahasa Sanksekerta. Di samping itu, budidaya tanaman ini sudah ada di Cina hingga Persia pada abad ke-5.

Terong Memiliki Tiga Varietas Utama

Terong merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh antara 60 hingga 120 cm. Memiliki batang tegak yang terkadang dilengkapi duri dan daun besar berbentuk bulat telur dan sedikit melengkung. Selain itu, terdapat bunga berwarna ungu yang menjadi ciri khasnya, berukuran sekitar 5 cm.

Tanaman ini menghasilkan buah yang cukup besar berbentuk bulat, lonjong, panjang ataupun pendek. Buah terong memiliki permukaan yang mengkilap dan warna yang bervariasi, seperti hijau, kuning, putih, atau warna ungu yang paling umum kita temukan.

BACA JUGA: Wolf-Apple, Anggota Solanaceae yang Menjadi Agen Hipoglikemik

Terdapat tiga varietas utama di bawah spesies melongena. Kultivar berbentuk bulat atau telur dikelompokkan di bawah esculentum (terong biasa). Jenis yang panjang dan ramping masuk dalam serpentinum (terong ular). Sementara, tanaman yang kecil dan tersesat masuk dalam depressum (terong kerdil).

Taksonomi Solanum melongena. Foto: Greeners

Taksonomi Solanum melongena. Foto: Greeners

Berasal dari Asia Tenggara dan Menyukai Iklim Hangat

Tanaman yang berasal dari India (Asia Tenggara) ini membutuhkan cuaca yang hangat terus-menerus dan tanah yang sedikit asam untuk dapat tumbuh dengan baik. Mereka tidak tahan dengan kondisi yang terlalu kering ataupun terlalu basah yang menyebabkan akarnya membusuk.

Buku Genetically Modified Organisms in Food menyebutkan, produksi tahunan tanaman ini di dunia sekitar 4,5 x 106 mt. Produksi tanaman ini sebagian besar di negara-negara Asia, seperti Cina, Jepang, Turki dan India, serta di negara-negara Mediterania; Italia, Mesir, dan lainnya.

Berperan Penting dalam Memerangi Kanker

Buah ini sangat umum dan populer dalam bentuk panggang, goreng, isian, asinan, rebusan, dan dimasak dengan bumbu. Buah ini juga menjadi bahan pokok dalam masakan di wilayah Mediterania. Tampil menonjol dalam hidangan klasik seperti moussaka Yunani, parmigiana terong Italia, dan baba ghanoush khas Timur Tengah.

Masyarakat Indonesia kerap mengolah terong menjadi masakan seperti balado, terong bakar berbumbu sambal di atasnya, terong tumis dengan jamur, ataupun sebagai campuran sayur lodeh.

BACA JUGA: Feijoa, Buah Beraroma Harum dan Memiliki Rasa yang Unik

Di balik rasanya yang cukup lezat, ternyata terong mengandung fitonutrien yang berperan sebagai antioksidan, yang berperan penting dalam memerangi kanker. Selain itu, makanan ini juga mengandung senyawa fenolik dengan asam klorogenat yang paling utama.

Mereka memiliki efek menguntungkan pada jantung dan mengandung fitonutrien atau antosianin nasunin yang memberikan warna hitam yang spesifik. Nasunin merupakan antioksidan yang kuat dan membantu dalam memerangi radikal bebas yang melindungi membran sel.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

Top