HPSN 2024 - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/hpsn-2024/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 11 Mar 2024 03:50:37 +0000 id hourly 1 KLHK Gelar Aksi Bersih Negeri Serentak di 34 Titik Lokasi https://www.greeners.co/aksi/klhk-gelar-aksi-bersih-negeri-serentak-di-34-titik-lokasi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=klhk-gelar-aksi-bersih-negeri-serentak-di-34-titik-lokasi https://www.greeners.co/aksi/klhk-gelar-aksi-bersih-negeri-serentak-di-34-titik-lokasi/#respond Mon, 11 Mar 2024 03:50:37 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=43281 Jakarta (Greeners) – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Aksi Bersih Negeri serentak di 34 titik di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Aksi Bersih Negeri serentak di 34 titik di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi momen untuk mendorong kerja sama semua pihak dalam pengelolaan sampah.

Menteri LHK, Siti Nurbaya ikut memimpin aksi tersebut bersama seluruh unsur masyarakat di Karawang, Jawa Barat pada Jumat (8/3). Kegiatan itu berpusat di Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang. Sebanyak 1.500 peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat ikut terlibat dalam aksi ini.

Siti menyampaikan, untuk mencapau target pengelolaan sampah menuju Indonesia Bersih 2025, perlu revolusi perubahan perilaku semua pihak untuk mengelola sampah dengan tuntas.

BACA JUGA: Dukung SDG 14, UNIC Jakarta dan KLHK Lakukan Aksi Bersih Pantai

“Aksi Bersih Negeri ini merupakan momentum yang baik. Khususnya, untuk terus meningkatkan kolaborasi semua pihak dan bekerja bersama untuk mewujudkan Indonesia Bersih 2025 serta mencapai target Zero Waste Zero Emission,” ungkap Siti di Karawang, Jumat (8/3).

Aksi Bersih Negeri di seluruh Indonesia ada di berbagai titik. Hal itu meliputi sepadan sungai, danau, pantai, dan lokasi lain yang terdapat tumpukan sampah. Sampah tersebut lantas masyarakat kumpulkan, pilah, dan timbang. Selanjutnya, sampah anorganik yang mempunyai nilai ekonomi mereka bawa ke bank sampah atau fasilitas berbasis 3R lainnya. Kemudian, sampah organik diolah menjadi kompos atau dengan pengolahan lainnya.

Dalam kegiatan Aksi Bersih Negeri ini dipastikan bahwa seluruh sampah yang terkumpul dapat terolah dengan baik. Sehingga, hanya jenis sampah residu yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Aksi Bersih Negeri serentak di 34 titik di seluruh Indonesia. Foto: KLHK

Aksi Bersih Negeri serentak di 34 titik di seluruh Indonesia. Foto: KLHK

Perlu Kolaborasi dalam Pengelolaan Sampah

Siti juga menekankan perlu kolaborasi untuk mengatasi pengelolaan sampah. Bukan hanya pemerintah yang menyelesaikannya, melainkan juga peran serta seluruh elemen masyarakat.

“Karena sumber sampah berada di sekitar kita. Seperti rumah tangga, pasar, industri, dan dari berbagai aktivitas manusia lainnya. Ini menjadi persoalan yang perlu penanganan serius dan perhatian kita semua,” tambah Siti.

BACA JUGA: Perhutanan Sosial dapat Capai FOLU Net Sink 2030 Lewat Kolaborasi

Penyelenggaraan Aksi Bersih Negeri, menurut Siti, dapat menjadi media penyampaian pesan kepada masyarakat. Ia mengatakan pengelolaan sampah yang buruk dapat menimbulkan permasalahan lingkungan saat ini dan di masa depan.

“Pada akhirnya, Aksi Bersih Nasional 2024 semoga dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup di seluruh Indonesia. Kemudian, bisa meningkatkan wawasan serta pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan rencana pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan,” ujarnya.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/klhk-gelar-aksi-bersih-negeri-serentak-di-34-titik-lokasi/feed/ 0
Sudah Saatnya Pencinta Alam Terlibat Bebaskan Alam dari Sampah https://www.greeners.co/berita/sudah-saatnya-pencinta-alam-terlibat-bebaskan-alam-dari-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sudah-saatnya-pencinta-alam-terlibat-bebaskan-alam-dari-sampah https://www.greeners.co/berita/sudah-saatnya-pencinta-alam-terlibat-bebaskan-alam-dari-sampah/#respond Mon, 04 Mar 2024 05:56:08 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=43223 Jakarta (Greeners) – Ratusan pencinta alam berkemah dengan minim sampah dalam kegiatan Zero Waste Adventure Camp (ZWAC) 2024. Acara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut berlangsung di Taman Nasional […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ratusan pencinta alam berkemah dengan minim sampah dalam kegiatan Zero Waste Adventure Camp (ZWAC) 2024. Acara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut berlangsung di Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu pada 1 hingga 3 Maret.

Pegiat Zero Waste Adventure, Siska Nirmala mengatakan, kegiatan ZWAC dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan peserta pengalaman berkemah yang berbeda, melainkan lebih dari itu. Ia berharap, para peserta mampu mengubah sudut pandang mereka tentang pentingnya meminimalisasi sampah sejak awal. Sebab, hal ini merupakan salah satu solusi konkret untuk menyelesaikan masalah sampah.

“Perspektif ini sangat penting, karena akan membantu mereka untuk melihat kegiatan petualangan dari sudut pandang yang berbeda. Harapannya, mereka bisa menerapkan kegiatan petualangan dengan minim sampah,” ujar Siska kepada Greeners, Senin (4/3).

BACA JUGA: Komitmen Gunung Bebas Sampah Bersama Trashbag Community

Kegiatan ini juga menerapkan prinsip cegah, pilah, dan olah. Para peserta pun diimbau untuk tidak membawa perbekalan yang berkemasan plastik sekali pakai untuk mencegah potensi timbulan sampah. Bahkan, di lokasi acara juga tersedia konsumsi yang tidak menggunakan kemasan plastik.

“Adapun untuk potensi sampah yang tidak terhindarkan telah diterapkan proses memilah. Kami menyediakan tempat sampah terpilah berdasarkan jenis sampah. Di antaranya sampah organik, daur ulang, dan residu untuk membantu mengedukasi peserta cara memilah sampah yang baik,” tambah Siska.

Kegiatan dengan konsep zero waste ini terbukti tidak menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Sampah yang terkumpul selama tiga hari acara tersebut tercatat 104 kilogram (kg) sampah organik, 26 kg daur ulang, dan 8,7 kg residu.

Sampah organik juga telah dikompos dengan cara dikubur pada lubang yang telah disediakan. Kemudian, untuk sampah non-organik akan dikirim ke bank sampah terdekat dari lokasi kegiatan.

Ilustrasi mengelola sampah. Foto: KLHK

Ilustrasi mengelola sampah. Foto: KLHK

Bertualang di Alam Lekat dengan Permasalahan Sampah

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, kegiatan bertualang di alam Indonesia sangat lekat dengan permasalahan sampah. Sudah banyak yang menyuarakan berbagai kampanye aksi kebersihan hingga pungut kembali sampah pendakian. Namun, permasalahan tersebut belum juga usai.

Berdasarkan data Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, total sampah dari kegiatan wisata alam di TN Gunung Rinjani pada tahun 2021 sebanyak 5.425,61 kg. Dari total tersebut, sebanyak 4.376,46 kg sampah atau 87,30% berasal dari pendakian. Sisanya, sebanyak 689,15 kg sampah atau 12,70% berasal dari kegiatan non pendakian.

BACA JUGA: KUN Humanity System+, Sosialisasikan Sistem Penyelamatan di Gunung

“Melalui kegiatan Zero Waste Adventure Camp, saya ingin paradigma teman-teman pencinta alam dalam mengelola sampah dapat berubah. Khususnya, dalam beraktivitas bertualang di alam dari kumpul-angkut-buang menjadi hindari, batasi, pilah, olah dan proses akhir,” ungkap Vivien.

Vivien juga berharap, kegiatan Zero Waste Adventure Camp di TN Gunung Merbabu dapat menjadi contoh yang baik untuk direplikasi di taman nasional seluruh Indonesia. Hal ini senada dengan Siska, ia berharap TN Gunung Merbabu mampu mengadvokasi pengelola taman nasional setempat dan lainnya.

“Khususnya, untuk menegakan aturan yang ketat terkait pencegahan timbulan sampah di kawasan taman nasional sebagai bagian upaya konservasi,” imbuh Siska.

Ratusan pencinta alam berkemah dengan minim sampah dalam kegiatan Zero Waste Adventure Camp (ZWAC) 2024. Foto: KLHK

Ratusan pencinta alam berkemah dengan minim sampah dalam kegiatan Zero Waste Adventure Camp (ZWAC) 2024. Foto: KLHK

110 Peserta Terlibat di ZWAC

Kegiatan yang merupakan bagian dari peringatan HPSN 2024 ini melibatkan 110 peserta. Di antaranya 41 peserta umum dan mahasiswa pencinta alam, 32 peserta pramuka, dan 38 peserta mitra TN Gunung Merbabu.

Semua peserta menginap selama dua malam menggunakan tenda di Kawasan Wisata Alam Kalipasang, TN Gunung Merbabu. Tak hanya bertualang, dalam kegiatan ini para peserta juga mendapatkan pengetahuan baru dari para narasumber yang bergiat di bidang zero waste. Sehingga, mereka bisa mendapatkan bekal tentang berkegiatan di alam bebas tanpa menghasilkan sampah.

“Saya harap teman-teman pegiat alam bebas dapat menularkan dan menjadi agen perubahan dari pembelajaran-pembelajaran dan pengetahuan dari kegiatan ini,” ujar Vivien.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/sudah-saatnya-pencinta-alam-terlibat-bebaskan-alam-dari-sampah/feed/ 0
Ecoton Ajak Masyarakat Lihat Wujud Mikroplastik Lewat Mikroskop https://www.greeners.co/aksi/ecoton-ajak-masyarakat-lihat-wujud-mikroplastik-lewat-mikroskop/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ecoton-ajak-masyarakat-lihat-wujud-mikroplastik-lewat-mikroskop https://www.greeners.co/aksi/ecoton-ajak-masyarakat-lihat-wujud-mikroplastik-lewat-mikroskop/#respond Mon, 26 Feb 2024 05:00:12 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=43172 Jakarta (Greeners) –  Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024  pada 21 Februari, Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton) mengajak masyarakat untuk melihat wujud mikroplastik lewat mikroskop. Kegiatan itu […]]]>

Jakarta (Greeners) –  Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024  pada 21 Februari, Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton) mengajak masyarakat untuk melihat wujud mikroplastik lewat mikroskop. Kegiatan itu merupakan salah satu rangkaian dari kampanye pengurangan plastik sekali pakai yang Ecoton laksanakan saat car free day (CFD) di Gresik, Minggu (25/2).

Peneliti mikroplastik Ecoton, Rafika Aprilianti mengatakan dirinya merasa sedih karena masih banyak pengunjung CFD yang memakai kemasan plastik sekali pakai sebagai bungkus makanan.

“Sebenarnya, terdapat dampak kesehatan ketika memakai kemasan plastik sebagai bungkus makan. Apalagi, makanan dalam keadaan panas. Senyawa kimia beracun dan mikroplastik akan lepas dan luruh sehingga mengkontaminasi makananan itu sendiri,” kata Rafika di Gresik, Minggu (25/2).

BACA JUGA: HPSN 2024: Saatnya Menilik Sampah Spesifik

Sebelumnya, Ecoton pun telah merilis penelitian bahwa mikroplastik ada di dalam tubuh hewan air tawar seperti yuyu (kepiting), kerang, ikan dan udang.

Lulusan Universitas Islam Negeri Malang ini sengaja memboyong alat laboratorium seperti mikroskop untuk menunjukkan rupa mikroplastik kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa melihat langsung wujud polusi plastik yang bisa menganggu kesehatan mereka itu.

“Contohnya, mikroplastik yang faktanya telah tertelan oleh manusia melalui makanan. Jadi, harapannya setelah mereka tahu, bisa mengurangi kemasan plastik sekali pakai,” tambahnya.

Ecoton mengajak masyarakat untuk melihat wujud mikroplastik lewat mikroskop. Foto: Ecoton

Ecoton mengajak masyarakat untuk melihat wujud mikroplastik lewat mikroskop. Foto: Ecoton

Ecoton Edukasi Bahayanya Plastik Sekali Pakai

Pada kampanye tersebut, Ecoton juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, dan Komunitas Aksi Brantas untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya plastik sekali pakai. Kali ini, edukasi yang mereka lakukan cukup unik. Misalnya, edukasi science polusi mikroplastik dengan mikroskop, hingga menggunakan kostum karakter Yuyu besar dan grebek kantong plastik.

Staf DLH Kabupaten Gresik, Nurul Fadhilah menjelaskan kegiatan ini merupakan kolaborasi pentahelix dengan banyak pihak. Ia merasa terbantu dengan adanya kampanye Ecoton karena bisa lebih luas mengedukasi masyarakat.

BACA JUGA: HPSN 2023, Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Kami memiliki Tim Penyuluh Gresik Kawasan Merdeka Sampah (GKMS) yang bisa mengedukasi masyarakat luas untuk kurangi kantong kresek dengan grebek kantong plastik. Hal itu bisa dilakukan dengan cara menggantinya dengan tas kain guna ulang,” tegas Nurul.

Sementara itu, dalam kegiatan ini juga terdapat pameran promosi produk green business seperti produk pangan sehat bebas 5P. Misalnya, olahan kelor, kopi, madu hutan, dan ikan sungai. Kemudian, ada aneka ragam produk olahan sampah organik seperti kompos padat, eco enzym, maggot, dan kalsium cangkang telur.

“Produk ini memakai sedikit bungkus plastik sekali pakai. Bahkan, beberapa produk bisa refill sebagai kampanye pengemasan produk ramah lingkungan,” tambah Rafika.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/ecoton-ajak-masyarakat-lihat-wujud-mikroplastik-lewat-mikroskop/feed/ 0
HPSN 2024: Saatnya Menilik Sampah Spesifik https://www.greeners.co/berita/hpsn-2024-saatnya-menilik-sampah-spesifik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hpsn-2024-saatnya-menilik-sampah-spesifik https://www.greeners.co/berita/hpsn-2024-saatnya-menilik-sampah-spesifik/#respond Thu, 22 Feb 2024 06:59:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=43107 Sampah spesifik memerlukan pengelolaan secara khusus agar tidak menambah beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tahun ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan kembali menguatkan regulasi dan meningkatkan kolaborasi […]]]>

Sampah spesifik memerlukan pengelolaan secara khusus agar tidak menambah beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tahun ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan kembali menguatkan regulasi dan meningkatkan kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah daerah, sektor daur ulang, serta produsen.

Jakarta (Greeners) – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2024 yang jatuh pada tanggal 21 Februari, menjadi momentum untuk menguatkan partisipasi publik dalam mengelola sampah. Khususnya, sampah spesifik yang kini harus menjadi perhatian utama untuk dikelola semua pihak.

Sampah spesifik merupakan timbulan sampah yang dihasilkan dari sampah rumah tangga, yang harus ditangani secara khusus. Penanganannya pun tidak boleh sembarangan, perlu melakukan cara yang berbeda dalam menangani pada setiap jenis dari sampah spesifik.

BACA JUGA: HPSN 2023, Kelola Sampah Kendalikan Perubahan Iklim

Kategori sampah spesifik terbagi menjadi enam, di antaranya sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), sampah yang mengandung limbah B3, dan sampah yang timbul akibat bencana (STAB).

Sampah puing bongkaran bangunan, sampah yang secara teknologi belum bisa terolah, dan sampah yang timbul secara tidak periodik juga termasuk dalam kategori sampah spesifik.

Keenam kategori sampah tersebut tidak boleh tercampur sampah-sampah rumah tangga lainnya. Sebab, akan ada risiko pencemaran lingkungan yang cukup tinggi.

“Melihat urgensi tersebut, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK) menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik” 

Direktur Penanganan Sampah KLHK, Novrizal Tahar mengatakan melalui PP No 27 Tahun 2020, masyarakat bisa teredukasi mengenai pengelolaan sampah spesifik.

“Sampah spesifik adalah sesuatu yang baru kita atur dalam rezim pengelolaan sampah di Indonesia. Jadi, memang perlu sosialisasi atau edukasi terlebih dahulu kepada masyarakat dan pemerintah daerah,” ungkap Novrizal kepada Greeners di Jakarta, Senin (12/2).

HPSN 2024. Direktur Penanganan Sampah KLHK, Novrizal Tahar. Foto: Greeners

HPSN 2024. Direktur Penanganan Sampah KLHK, Novrizal Tahar. Foto: Greeners

KLHK Buat Regulasi Pengelolaan Sampah akibat Bencana

Tahun 2024 menjadi sebuah lembaran baru bagi KLHK, untuk kembali menguatkan komitmennya dalam menangani sampah. Awal tahun ini, KLHK telah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Penanganan Sampah yang Timbul Akibat Bencana. 

“Persoalan sampah yang timbul akibat bencana (STAB) perlu menjadi perhatian penting. Regulasi itu akan masuk ke dalam penanggulangan bencana,” tambah Novrizal. 

Dalam kesempatan lain, Novrizal mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara ring of fire dan tropis, sehingga rawan gempa dan bencana hidrometeorologi yang berpotensi menghasilkan sampah.

HPSN 2024. Tumpukan sampah akibat bencana banjir. Foto: Freepik

HPSN 2024. Tumpukan sampah akibat bencana banjir. Foto: Freepik

STAB juga berisiko tinggi menimbulkan penyakit dan memperburuk keadaan lingkungan. Melalui kebijakan yang ada, harapannya penanganan sampah bisa selaras dengan penanggulangan bencana.

Menurut Novrizal, penanganan STAB tidak boleh sembarangan. Ada beberapa prosedur tata kelola dan pertimbangan yang memerlukan perhatian khusus. 

“Tahap penanganan STAB mempertimbangkan luas wilayah, volume jenis sampah, nilai guna sampah, hingga kesiapan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Jika pengelolaan tidak bijak, STAB berpotensi terakumulasi di Tempat Pemrosesn Akhir (TPA) dan tersebar di berbagai tempat sehingga dapat merusak lingkungan.”

Berdasarkan Permen LHK No 1 Tahun 2024, penanganan STAB setelah penyelamatan dan evakuasi korban dan saat keadaan darurat bencana. Tahapan penanganan sampah ini secara bertahap, di antaranya pemilahan, pengangkutan, pemanfaatan kembali, pengolahan, dan pemrosesan akhir.

BACA JUGA: HPSN 2023, Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat

Saat ini, KLHK memiliki rencana tata kelola menangani STAB. Langkah-langkah tersebut yakni membuat area pemilahan di sekitar lokasi bencana dan area pengungsian. Sampah ini akan terpilah sesuai jenisnya, seperti sampah B3, sampah binatang, sampah yang bisa didaur ulang, dan sampah lainnya.

HPSN 2024. Reruntuhan bangungan imbas bencana alam. Foto: BPBD DIY

HPSN 2024. Reruntuhan bangungan imbas bencana alam. Foto: BPBD DIY

BNPB Bakal Terlibat dalam Mengelola STAB 

Mengingat semakin seringnya terjadi bencana alam di Indonesia, KLHK memandang penting untuk mengatasi STAB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun telah mencatat ada sebanyak 277 kejadian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Mayoritas bencana tersebut adalah bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem pada Januari hingga pertengahan Februari 2024.

Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB, Zaenal Arifin mengatakan bahwa BNPB tidak secara langsung terlibat dalam pengelolaan sampah yang timbul akibat bencana. Sejauh ini, pengelolaan STAB menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan lembaga terkait. 

“Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak secara langsung mengelola sampah yang timbul akibat bencana. Namun, BNPB memiliki peran dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah yang timbul akibat bencana dalam rencana pengendalian bencana daerah.”

Dengan terbitnya Permen LHK No 1 Tahun 2024 ini, penanganan STAB kini menjadi bagian dari rencana kontingensi penanggulangan bencana daerah. Penyusunan rencana kontingensi penanggulangan bencana daerah untuk penanganan STAB akan dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

HPSN 2024. Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB, Zaenal Arifin.

HPSN 2024. Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB, Zaenal Arifin. Foto: Greeners

“Dalam hal ini, BNPB akan berperan sebagai komando dan koordinator saat bencana. Kemudian, ada beberapa rencana yang akan BNPB bangun, salah satunya membangun rencana kontingensi (renkon) daerah dengan menjelaskan peran semua stakeholder yang menangani STAB,” ungkap Zaenal. 

BACA JUGA: HPSN 2021: Gali Potensi Industri Daur Ulang Sampah Dalam Negeri

Berdasarkan pengamatan BNPB, sampah akibat bencana jenisnya bervariasi, hal itu tergantung pada skala dan jenis bencana. Sampah yang paling banyak adalah sampah organik, plastik, kayu, atau material bangunan infrastruktur, dan limbah medis.

HPSN 2024. Kumpulan sampah elektronik. Foto: Freepik

HPSN 2024. Kumpulan sampah elektronik. Foto: Freepik

KLHK Prioritaskan Penanganan Sampah dan Limbah B3

Sampah dan limbah yang mengandung bahan berbahaya beracun (B3) akan ditangani prioritas oleh KLHK. Kadungan B3 adalah zat, energi atau komponen lain yang sifatnya bisa mencemari lingkungan. Bahkan, membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Jenis sampah yang mengandung B3 salah satunya yaitu sampah elektronik. Misalnya, ponsel, laptop, kabel, komputer, mesin cuci, televisi, kulkas, dan lain sebagainya. 

BACA JUGA: HPSN 2019, KLHK Lakukan Bersih-Bersih Serentak di 74 Kawasan Konservasi

Kemudian, beberapa contoh limbah B3 dalam skala rumah tangga, di antaranya cairan pembersih kamar mandi, pembersih lantai, bekas pengharum ruangan, dan sejenisnya. 

“Sampah B3 akan menjadi prioritas dibandingkan sampah spesifik lainnya. Saat ini, kami sudah menyiapkan peraturannya. Ada tiga pihak yang punya tanggung jawab dalam mengelola sampah ini. Salah satunya produsen, saat ini kami sudah berkomunikasi kepada produsen, sebab mereka juga perlu tanggung jawab terhadap produk yang mereka hasilkan.”

Sementara itu, pihak lainnya seperti pemerintah daerah juga harus menyiapkan fasilitas dalam mengelola sampah dan limbah B3. Pengelola kawasan pun harus ikut berpartisipasi dalam mengelola kategori sampah ini. 

HPSN 2024. Penjemputan sampah elektronik oleh petugas DLH DKI Jakarta. Sumber: DLH DKI Jakarta

HPSN 2024. Penjemputan sampah elektronik oleh petugas DLH DKI Jakarta. Sumber: DLH DKI Jakarta

DKI Jakarta Punya Pelayanan Sampah Elektronik

Sampah elektronik merupakan salah satu jenis sampah yang mengandung B3. Sampah elektronik mengandung polutan berbahaya seperti timbal, merkuri, kadmium, arsen, seng, dan litium. Hal itu berdampak negatif bagi manusia dan lingkungan.

Berdasarkan data KLHK, jumlah timbunan sampah elektronik mencapai 2 juta ton pada tahun 2021. Jawa merupakan pulau dengan jumlah limbah elektronik terbesar, yaitu sebesar 56% dari total limbah elektronik, kemudian Sumatra dengan total 22%.

Saat ini, pelayanan sampah elektronik sudah terlaksana di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satunya wilayah DKI Jakarta menyediakan pelayanan pengelolaan sampah elektronik secara gratis.

BACA JUGA: Provinsi DKI Jakarta Siap Rayakan HPSN 2019

Ketua Sub Kelompok Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Adi Darmawan mengungkapkan pengelolaan limbah B3 di DKI Jakarta dimulai pada tahun 2017. Selanjutnya, terdapat pemberlakuan PP Nomor 27 Tahun 2020. PP tersebut mengatur tentang sampah spesifik, salah satunya sampah elektronik sebagai pedoman bagi pemerintah daerah, dalam hal ini DLH DKI untuk mengelola sampah elektronik.

“Dengan adanya peraturan yang berlaku, sampah elektronik perlu penanganan khusus, bukan diperlakukan seperti sampah biasa. Harus ada pengelolaan secara tepat, sehingga kandungan B3 pun bisa kita jaga agar tidak mencemari lingkungan, baik di tanah dan air. Lalu, secara global, sampah elektronik diprediksi akan menumpuk hingga 47 juta ton hingga tahun 2030.” 

HPSN 2024. Tempat daur ulang sampah elektronik di PT Citra Asia Raya. Sumber: PT Citra Asia Raya

HPSN 2024. Tempat daur ulang sampah elektronik di PT Citra Asia Raya. Sumber: PT Citra Asia Raya

DLH DKI Buat Skema Penjemputan Sampah Elektronik

Saat membuat rencana pengelolaan limbah elektronik, DLH DKI juga mengembangkan beberapa alur penjemputan. Pertama, masyarakat harus mengisi formulir tentang sampah elektronik yang akan diangkut. DLH DKI kemudian akan meninjau dan menyesuaikan standar yang ada. Berat minimal sampah elektronik yang dapat petugas jemput adalah 5 kilogram.

Ketua Sub Kelompok Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Adi Darmawan. Foto: Greeners

Ketua Sub Kelompok Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Adi Darmawan. Foto: Greeners

Adi menambahkan, sejauh ini, pengelolaan sampah elektronik sudah berjalan cukup efektif. Bahkan, DLH DKI memiliki target dalam mengumpulkan sampah elektronik. Hal ini tertuang dalam Rencana Strategis Dinas Lingkungan Hidup Tahun 2023 sampai dengan 2026 dengan peningkatan target sebesar 7% pada setiap tahunnya.

“Target itu juga perlu dukungan regulasi daerah yang lebih kuat dan penyediaan sarana prasarana yang lebih memadai. Sosialisasi kepada masyarakat pun penting untuk terus dimasifkan,” lanjut Adi.

Berdasarkan laporan DLH DKI, total sampah elektronik yang terkelola sejak 2018 hingga Desember 2023 sebanyak 164.070 kilogram. Sebagian besar limbah berupa baterai dan kabel data yang berasal dari penempatan dropbox. Untuk penjemputan sampah elektronik, didominasi oleh barang-barang berukuran besar seperti televisi tabung, monitor, dan lemari es.

Proses pembongkaran dan pemilahan sampah elektronik. Sumber: PT Citra Asia Raya

Proses pembongkaran dan pemilahan sampah elektronik. Sumber: PT Citra Asia Raya

Perlu Sistem Daur Ulang Sampah Elektronik

Taylor and Francis Online pada bulan Oktober 2022 telah mengeluarkan sebuah studi status terkini daur ulang limbah elektronik di Indonesia. Berdasarkan studi tersebut, para peneliti mengungkapkan bahwa Indonesia perlu segera membangun sistem daur ulang yang komprehensif dan berkelanjutan.

Para peneliti merekomendasikan sistem pengelolaan daur ulang limbah elektronik di Indonesia yang terbagi dalam tiga kategori. Hal itu mencakup sistem pemerintahan, sistem sosial, dan sistem teknologi.

“Dalam menciptakan pengelolaan daur ulang, pemerintah perlu mempertimbangkan pemberian insentif kepada para pendaur ulang (dalam bentuk pendanaan dan kemudahan izin bagi dunia usaha atau penelitian mengenai limbah elektronik). Pemerintah juga harus memaksimalkan kampanye dan memberikan informasi publik yang bertujuan untuk mencapai tujuan tersebut”

Berdasarkan hasil studi, Pulau Jawa akan menjadi wilayah yang ideal untuk mengelola berbagai jenis limbah elektronik. Sebab, Pulau Jawa banyak menghasilkan limbah elektronik. Selain itu, berbagai pabrik peleburan juga berlokasi di pulau tersebut, seperti pabrik baja di Tangerang (Banten) dan Bekasi (Jawa Barat), pabrik peleburan tembaga di Gresik (Jawa Timur), dan kilang logam mulia di Jakarta.

Pemilahan sampah di Java Jazz Festival 2024. Foto: Dini Jembar Wardani

Pemilahan sampah di Java Jazz Festival 2023. Foto: Dini Jembar Wardani

Daur Ulang Perlu Dukungan Fasilitas Memadai

Dalam menciptakan sistem daur ulang sampah elektronik juga perlu dukungan fasilitas yang memadai. Fasilitasi terbagi menjadi tiga tahap, yaitu pengumpulan, pra-pemrosesan, dan pemrosesan. 

Tahap pertama adalah pengumpulan sampah oleh pengepul sampah elektronik. Jumlah pengepul juga harus diperluas dalam skala kota maupun kabupaten. Pada tahap ini, sampah elektronik juga mulai dibongkar dan dipilah. 

BACA JUGA: HPSN 2019 Fokus pada Aktivitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)

Selanjutnya, tahap pra-pemrosesan dianggap lebih layak untuk dioperasikan di dekat wilayah kota padat penduduk. Hal itu untuk memfasilitasi pengumpulan, pengiriman, dan agar memudahkan proses selanjutnya saat tiba di fasilitas smelter (peleburan).

Setelah sampah elektronik diterima, dibongkar, dan dipilah, maka pemrosesan selanjutnya masuk ke tahap pengolahan. Langkah daur ulang salah satunya dilakukan oleh PT Citra Asia Raya (PT CAR), yang sekaligus bekerja sama dalam mengelola limbah elektronik yang berasal dari DLH DKI Jakarta.

Sampah Elektronik akan Didaur Ulang melalui Peleburan

Business Development PT CAR, Eko Swastoto mengatakan dalam mengelola sampah elektronik, PT CAR akan membongkar dan memilah sampah elektronik. Ada dua kategori yang mereka pisahkan, di antaranya sampah B3 dan non B3 dengan komponen explosive atau non explosive .

Sampah elektronik tidak seluruhnya mengandung B3. Misalnya, laptop yang memiliki material plastik, kaca, karet, alumunium, dan lain-lain. PT CAR akan memisahkan material hardisk maupun baterai laptop serta LCD.

“Kami akan pisahkan itu semua per kategori dan hanya mendaur ulang komponen-komponen elektroniknya saja. Sisanya yang non B3, kami kirimkan kepada mitra berizin yang memiliki izin pemanfaatan sampah non B3,” ujar Toto.

Setelah sampah elektronik terpilah, PT CAR akan melakukan proses peleburan di smelter yang didesain untuk kapasitas 8 ton sampah elektronik per jam. Proses tersebut akan menghasilkan cairan ingot yang kemudian didinginkan, lalu dicetak menjadi ingot paduan tembaga.

Business Development PT CAR, Eko Swastoto. Foto: Greeners

Business Development PT CAR, Eko Swastoto. Foto: Greeners

“Proses peleburan tersebut tidak menghasilkan limbah cair atau pencemaran udara, karena murni pemanasan dengan suhu tinggi dan sudah dilengkapi dengan ribuan filter penangkap material yang berukuran mikron. Jadi, proses di tempat kami sangat ramah lingkungan dan hanya menyisakan fly ash saja di proses akhirnya, dan itu pun berputar kembali menjadi campuran semen dan batako. Jadi, tidak ada lagi sampah yang tersisa atau zero waste,” ujarnya.

Penyelenggara Acara Wajib Menerapkan Less Waste Event

Sampah yang timbul secara tidak periodik merupakan sampah yang timbul dari kegiatan manusia yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Volume sampah non periodik ini cukup besar sehingga perlu penanganan secara khusus. 

Sampah ini biasanya berasal dari acara berskala besar, mulai dari acara nasional hingga internasional. Apalagi, Indonesia kini sering menjadi tuan rumah beberapa kegiatan olahraga, musik, hingga konferensi internasional. Hal inilah yang menimbulkan tumpukan sampah tidak terkendali dan berpotensi menambah beban TPA.

Misalnya, Pemilu 2024 menjadi agenda yang menimbulkan sampah non periodik, salah satunya alat peraga kampanye. Namun, pada pemilu mendatang, KLHK juga akan menegakkan peraturan untuk setiap wilayah untuk menerapkan pengelolaan sampah secara bijak. 

Pada tahun 2024, KLHK pun berencana akan mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan penyelenggara acara (event organizer) untuk mengurangi sampah. Hal itu bisa mereka terapkan dengan prinsip less waste event. 

Less waste event merupakan sebuah prinsip pengurangan potensi timbulan sampah pada penyelenggaraan sebuah acara. Dalam hal ini, event organizer (EO) menjadi aktor utama yang bertanggung jawab dalam mengelola timbulan sampah pada saat acara.

“Penyelenggara acara wajib menerapkan less waste event. Melalui peraturan dari KLHK ini, kegiatan pengurangan sampah akan menjadi kewajiban wajib bagi penyelenggara acara olahraga, musik, otomotif, dan lain-lain. Sehingga, setelah acara selesai, sampah bisa dikelola dengan baik. Penyelenggara juga dapat menggunakan konsep yang reusable (guna ulang) selama acara, sehingga bisa mengurangi sampah yang mereka hasilkan.”

Prioritaskan Pendanaan Kepedulian Lingkungan

Pelaku Less Waste Event, Syaiful Rochman mengatakan, dalam melaksanakan less waste event ini pihak EO harus bisa memasukkan dana implementasi kesadaran lingkungan dalam anggaran pelaksanaaan acara. Terutama, dalam hal pengelolaan sampah.

“Tanggung jawab utama pengurangan sampah ini ada di EO, terlepas siapa pemilik acara atau sponsor acara tersebut. Jadi, EO-lah yang bertanggung jawab atas dampak lingkungan pada acara tersebut,” kata Syaiful.

Misalnya, Java Jazz Festival, salah satu event musik di Indonesia yang setiap tahunnya menerapkan less waste event. Acara ini berlangsung selama tiga hari dan rata-rata menghasilkan sampah hingga 10 ton. Artinya, jumlah sampah dari acara besar seperti ini volumenya sangatlah tinggi. Namun, melalui penerapan prinsip less waste event ini, sampah-sampah tersebut bisa terkelola secara efektif melalui pemilahan. 

Pelaku Less Waste Event, Syaiful Rochman.

Pelaku Less Waste Event, Syaiful Rochman. Foto: Greeners

Syaiful menilai, prinsip ini harus jadi perhatian para EO agar bisa mulai peduli terhadap lingkungan. Langkah less waste event juga merupakan salah satu prinsip efektif untuk mengurangi timbulan potensi sampah pada acara yang rutin terselenggara tiap tahun.

Ada banyak cara untuk mengurangi sampah ini. Misalnya, menerapkan konsep guna ulang, memilah sampah, melarang penggunaan styrofoam, kantong kresek, dan jenis residu lainnya. Sehingga, pendekatan ini akan membantu mengurangi beban TPA.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/hpsn-2024-saatnya-menilik-sampah-spesifik/feed/ 0
Peringati HPSN, Kampung Siba Klasik di Gresik Buka Toko Refill https://www.greeners.co/aksi/peringati-hpsn-kampung-siba-klasik-di-gresik-buka-toko-refill/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peringati-hpsn-kampung-siba-klasik-di-gresik-buka-toko-refill https://www.greeners.co/aksi/peringati-hpsn-kampung-siba-klasik-di-gresik-buka-toko-refill/#respond Wed, 21 Feb 2024 06:22:37 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=43125 Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 pada tanggal 21 Februari, Kampung Siba Klasik meluncurkan toko refill (isi ulang). Toko berkonsep guna ulang ini menawarkan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 pada tanggal 21 Februari, Kampung Siba Klasik meluncurkan toko refill (isi ulang). Toko berkonsep guna ulang ini menawarkan sistem jual beli kebutuhan rumah tangga dalam bentuk curah.

Toko refill ini telah menjual deterjen cair, minyak goreng, pembersih lantai, sabun cuci piring, deterjen bubuk, sampo, dan produk rumah tangga lainnya. Pelanggan juga akan menggunakan wadah guna ulang yang tersedia di toko saat membeli barang-barang rumah tangga tersebut. Selain itu, pelanggan pun bisa membawa wadah sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Ketua RT 02 RW 05 Kampung Siba Klastik, Saifudin Efendi juga telah mengajak masyarakat mengurangi sampah plastik sekali pakai. Terutama, sampah sachet kebutuhan rumah tangga.

BACA JUGA: Praktik Guna Ulang Solusi Kurangi Sampah Plastik dan Krisis Iklim

“Kami mencoba berinisiatif dan mendorong pengurangan sampah sekali pakai sachet melalui toko reffil store, yang merupakan sebuah gerakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga melalui konsep refill,” ujar Saifudin lewat keterangan tertulisnya, Selasa (20/2).

Saifudin menambahkan, guna mewujudkan zero waste untuk pengurangan sampah sekali pakai, tidak mungkin bisa berjalan sendirian. Namun, peran pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik juga penting untuk ikut menggaungkan kawasan seperti ini.

Kampung Siba Klasik meluncurkan toko refill. Foto: Ecoton

Kampung Siba Klasik meluncurkan toko refill. Foto: Ecoton

DLH Gresik Batasi Pengunaan Plastik Sekali Pakai

Sementara itu, Staf DLH Kabupaten Gresik, Umaya mengungkapkan saat ini pihaknya telah memiliki regulasi untuk sampah plastik. Aturan itu tercantum di Peraturan Daerah Gresik Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai.

“Kami sudah memiliki aturan mengenai pembatasan plastik untuk mengontrol timbunan sampah plastik. Melalui Kampung Siba Klasik ini bisa diterapkan di kawasan RT atau RW, bahkan kalau perlu di tingkat kelurahan ataupun desa,” katanya.

BACA JUGA: Isi dan Guna Ulang Solusi Tepat Kurangi Plastik

Selain launching toko refill, ada pula kegiatan lainnya seperti mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penggunaan plastik. Mulai daur hidup plastik sekali pakai sejak ekstraksi pengolahan, hingga pembuangan yang sangat mengancam kehidupan, karena proses pembuatan plastik yang kotor dan tidak sehat.

Ecoton Imbau Masyarakat Kurangi Konsumsi Plastik

Direktur Eksekutif ECOTON, Daru Setyorini juga terus mengimbau warga untuk menghentikan konsumsi plastik sekali pakai demi kebaikan di masa depan. Dengan adanya toko refill ini, ia berharap masyarakat bisa mengubah kebiasaan buruk dalam penggunaan plastik sekali pakai.

“Melalui toko refill ini, kami harap masyarakat bisa mengembalikan kebiasaan lama yang menggunakan bahan organik atau membawa wadah sendiri. Hal itu untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai,” tegasnya.

Lurah Sidokumpul, Mukhlisun juga berharap agar masyarakat di Kelurahan Sidokumpul dapat membiasakan gaya hidup minim sampah. Sehingga, Kampung Siba Klasik bisa menjadi contoh untuk kampung lainnya.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/peringati-hpsn-kampung-siba-klasik-di-gresik-buka-toko-refill/feed/ 0
KLHK: Sampah Alat Peraga Kampanye Tak Boleh Dibuang ke TPA https://www.greeners.co/berita/klhk-sampah-alat-peraga-kampanye-tak-boleh-dibuang-ke-tpa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=klhk-sampah-alat-peraga-kampanye-tak-boleh-dibuang-ke-tpa https://www.greeners.co/berita/klhk-sampah-alat-peraga-kampanye-tak-boleh-dibuang-ke-tpa/#respond Wed, 07 Feb 2024 07:29:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=42998 Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengingatkan semua pihak agar tidak membuang sampah bekas kampanye Pemilu 2024 ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sampah bekas alat peraga kampanye […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengingatkan semua pihak agar tidak membuang sampah bekas kampanye Pemilu 2024 ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sampah bekas alat peraga kampanye seperti poster, baliho, spanduk, dan bendera perlu dipastikan tidak dibuang dan berakhir di TPA.

“Perlu perhatian dan kepedulian yang tinggi untuk mengatasi timbulan sampah tersebut karena volumenya cukup besar,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, dalam konferensi pers memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024, di Jakarta (6/02).

BACA JUGA: KLHK Targetkan 100 Produsen Lakukan Pengurangan Sampah Produknya

Hal ini juga sudah tercantum dalam Surat Edaran Menteri LHK Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Sampah yang Timbul dari Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024. Surat edaran tersebut mengimbau para kepala daerah baik gubernur, wali kota, dan bupati supaya mengelola sampah sampah hasil penyelenggaraan pemilu.

“Kami akan memastikan kepada pemerintah daerah agar sampah bekas kampanye tidak ada yang terbuang ke TPA. Pemerintah daerah harus melaporkan total sampah saat pemilu ini. Tahun ini menjadikan kami lebih aware, kenapa ada edaran ini? Supaya TPA-nya tidak penuh,” kata Vivien.

KLHK mengingatkan semua pihak agar tidak membuang sampah alat peraga kampanye ke TPA. Foto: KLHK

KLHK mengingatkan semua pihak agar tidak membuang sampah alat peraga kampanye ke TPA. Foto: KLHK

HPSN 2024 Menjadi Momentum Perkuat ILBI

Sementara itu, Vivien menambahkan bahwa HPSN 2024 telah menjadi momentum untuk memperkuat posisi pemerintah dalam International Legally Binding Instrument (ILBI) on Plastic Pollution. Hal itu juga mendorong kesiapan dalam melaksanakan komitmen Zero Waste Zero Emission 2050.

Selain itu, peringatan HPSN 2024 juga bertujuan untuk mendorong peran semua pihak. Baik itu pemerintah daerah, produsen, dan masyarakat luas untuk mendukung pemenuhan target nasional. Khususnya, dalam penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor limbah dan sampah.

BACA JUGA: KLHK Minta Pemimpin Daerah Tegas Benahi Pengelolaan Sampah

“Peringatan HPSN 2024 terselenggara selama bulan Februari dan Maret 2024 dan juga menjadi Bulan Peduli Sampah Nasional 2024. Hari ini kami merilis Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2024 sebagai usaha bersama untuk memperkuat posisi sektor pengelolaan sampah,” kata Vivien.

Sejumlah sektor pengelolaan sampah juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Artinya, hal tersebut bisa sebagai manifestasi prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan yang melaraskan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.

“Sehingga, diharapkan kita dapat mengatasi polusi plastik dengan cara produktif,” ucap Vivien.

KLHK Adakan Banyak Kegiatan saat HPSN 2024

KLHK mangadakan banyak kegiatan dalam rangka memperingati HPSN 2024. Ada sejumlah kegiatan yang mereka akan laksanakan, di antaranya kegiatan pameran, dialog, talkshow, Aksi Bersih Negeri, tanam pohon bersama, dan kegiatan Zero Waste Adventure Camp.

Kegiatan utama dan puncak HPSN juga akan diselenggarakan langsung oleh KLHK yang bekerja sama dengan pihak lain di berbagai tempat. Sementara itu, pihak lain juga dapat merayakan momentum ini secara mandiri selama Februari dan Maret 2024.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/klhk-sampah-alat-peraga-kampanye-tak-boleh-dibuang-ke-tpa/feed/ 0