Tips - Greeners.Co https://www.greeners.co/gaya-hidup/category/tips/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 09 Jan 2026 10:05:02 +0000 id hourly 1 Lima Barang di Rumah yang Wajib Diganti untuk Hindari Mikroplastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/lima-barang-di-rumah-yang-wajib-diganti-untuk-hindari-mikroplastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lima-barang-di-rumah-yang-wajib-diganti-untuk-hindari-mikroplastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/lima-barang-di-rumah-yang-wajib-diganti-untuk-hindari-mikroplastik/#respond Fri, 09 Jan 2026 10:05:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=47975 Memasuki tahun baru 2026, banyak orang mulai menuliskan resolusi hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Mulai dari pola makan, gaya hidup, hingga mengurangi sampah. Namun, pernahkah terpikir untuk mengganti barang […]]]>

Memasuki tahun baru 2026, banyak orang mulai menuliskan resolusi hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Mulai dari pola makan, gaya hidup, hingga mengurangi sampah. Namun, pernahkah terpikir untuk mengganti barang di rumah demi menghindari mikroplastik sebagai bagian dari resolusi tahun ini?

Sobat Greeners, ini momen yang tepat untuk mulai lebih sadar pada barang-barang yang kita gunakan sehari-hari. Tanpa kita sadari, peralatan rumah tangga berbahan plastik justru menjadi sumber mikroplastik yang perlahan mencemari lingkungan, bahkan tubuh kita sendiri.

Berbagai riset menunjukkan bahwa mikroplastik kini ditemukan hampir di mana-mana. Mulai dari air minum, air hujan, udara, hingga telah mengontaminasi tubuh manusia. Paparan ini datang dari kebiasaan kecil yang terus berulang setiap hari. Oleh karena itu, tahun 2026 bisa menjadi langkah baru untuk mulai mengganti barang-barang berisiko dengan pilihan yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Berikut lima barang di rumah berbahan plastik yang patut kamu tinggalkan!

1. Wadah Makanan Plastik

Melansir earth.org, wadah makanan plastik, terutama yang sudah tua atau tergores, berpotensi melepaskan zat berbahaya seperti BPA, ftalat, PFAS, hingga mikroplastik ke dalam makanan. Risiko ini meningkat ketika wadah terkena panas, misalnya saat digunakan di microwave, atau saat menyimpan makanan berlemak dan asam.

Plastik hitam, kemasan makanan cepat saji, hingga wadah bertanda “aman untuk microwave” kerap mengandung lapisan kimia tambahan yang dampak jangka panjangnya bagi kesehatan masih menjadi tanda tanya. Untuk mengurangi risiko paparan, kamu bisa menggunakan  wadah berbahan kaca, baja tahan karat, atau silikon kelas platinum yang lebih stabil dan tahan panas untuk wadah makanan.

2. Talenan Plastik

Talenan plastik masih menjadi pilihan banyak orang karena ringan dan praktis. Namun, tahukah kamu? Setiap goresan pisau di permukaannya dapat melepaskan partikel mikroplastik yang berisiko ikut masuk ke bahan makanan.

Tanpa kita sadari, aktivitas memasak sehari-hari pun bisa menjadi jalur paparan mikroplastik. Sebagai alternatifnya, kamu dapat menggunakan talenan berbahan kayu atau bambu dapat membantu mengurangi potensi kontaminasi sekaligus lebih ramah lingkungan.

3. Spons Cuci Piring

Kini kebanyakan orang masih menggunakan spons cuci piring yang beredar di pasaran, tetapi tahukah kamu? Spons tersebut berbahan plastik yang berpotensi melepaskan serat mikroplastik setiap kali digunakan. Partikel ini kemudian mengalir ke saluran air dan sering kali lolos dari sistem pengolahan limbah, lalu berakhir di sungai dan laut.

Dengan demikian, kini sudah saatnya kamu mengganti spons cuci piring untuk mencuci peralatan makan sehari-hari. Kamu bisa mengganti spons berbahan plastik tersebut dengan penggunaan loofah alami, spons selulosa biodegradable, atau sikat dari serat kelapa.

4. Sikat Gigi Plastik

Sebagian besar sikat gigi terbuat dari bulu nilon dan gagang polipropilen yang hampir tidak bisa terurai secara alami. Karena ukurannya kecil dan bahannya campuran, sikat gigi juga sulit didaur ulang dan hampir selalu berakhir di tempat pembuangan akhir atau lautan.

Untuk mengurangi dampaknya, kamu bisa mulai beralih ke sikat gigi bambu atau menggunakan sikat gigi elektrik dengan kepala yang dapat diganti sehingga limbah plastik yang dihasilkan lebih sedikit.

5. Peralatan Masak Plastik

Spatula dan sendok plastik rentan rusak saat bersentuhan dengan suhu tinggi, terutama ketika mengaduk makanan berminyak atau menumis. Kerusakan ini melepaskan mikroplastik serta zat aditif kimia ke dalam makanan, yang diketahui atau diduga dapat mengganggu sistem hormon.

Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa peralatan masak plastik menyumbang ribuan mikroplastik ke dalam makanan manusia setiap tahunnya. Untuk aktivitas memasak sehari-hari, peralatan berbahan kayu, bambu, atau baja tahan karat bisa menjadi pilihan kamu untuk mencegah paparan tersebut.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/lima-barang-di-rumah-yang-wajib-diganti-untuk-hindari-mikroplastik/feed/ 0
Rayakan Plastic Free July dengan 4 Gaya Hidup Zero Waste Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/rayakan-plastic-free-july-dengan-4-gaya-hidup-zero-waste-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rayakan-plastic-free-july-dengan-4-gaya-hidup-zero-waste-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/rayakan-plastic-free-july-dengan-4-gaya-hidup-zero-waste-ini/#respond Thu, 10 Jul 2025 10:03:21 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46960 Plastic Free July atau Juli Bebas Plastik adalah gerakan global yang bertujuan mendorong masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Gerakan ini dimulai oleh Rebecca Prince-Ruiz di Australia pada 2011, dan […]]]>

Plastic Free July atau Juli Bebas Plastik adalah gerakan global yang bertujuan mendorong masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Gerakan ini dimulai oleh Rebecca Prince-Ruiz di Australia pada 2011, dan kini telah meluas ke lebih dari 190 negara dengan partisipasi lebih dari 120 juta orang pada tahun 2022.

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) melansir bahwa plastik menjadi masalah serius bagi lingkungan. Setiap tahunnya, lebih dari 8 juta ton sampah plastik mencemari laut dan ekosistem di sekitarnya. Plastik juga mencemari sungai, tanah, hingga udara dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Sekitar 50% dari 380 juta ton plastik yang diproduksi tiap tahun adalah plastik sekali pakai yang langsung terbuang setelah sekali pakai.

Oleh karena itu, Plastic Free July tidak hanya mendorong individu, tetapi juga industri, untuk segera mengurangi ketergantungan pada plastik kemasan. Lebih dari sekadar tantangan bulanan, ini adalah ajakan untuk hidup lebih ramah lingkungan sepanjang waktu.

Berikut lima hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi plastik sekali pakai.

1. Kemas Baju Pakai Tas Guna Ulang

Saat ini, kita sering menggunakan plastik untuk mengemas pakaian dari jasa laundry. Namun, sudah saatnya kita mengubah kebiasaan tersebut dengan menghindari plastik sekali pakai saat mengambil baju dari jasa laundry. Bawalah tas kain atau pouch guna ulang untuk mengemas dan membawa pakaian. Selain mengurangi sampah plastik, cara ini juga membantu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

2. Gunakan Pembalut Guna Ulang 

Sobat Greeners, tahu gak sih? Beralih dari pembalut sekali pakai ke pembalut kain atau menstrual cup adalah langkah ramah lingkungan yang bisa kita lakukan lho. Selain mengurangi limbah plastik, langkah ini juga bikin kita lebih hemat!

3. Bawa Snack Pouch untuk Jajan

Saat membeli camilan atau jajanan, mungkin sebagian dari kita masih menggunakan plastik sekali pakai. Nah, untuk mengurangi plastik sekali pakai, sekarang ada alternatifnya lho yaitu dengan bawa snack pouch atau wadah kecil sendiri. Dengan cara ini, kamu bisa menghindari penggunaan plastik pembungkus sekali pakai yang biasanya langsung dibuang. Selain hemat plastik, kamu juga bisa menjaga kebersihan makanan yang kamu bawa.

4. Beralih Menggunakan Kapas Guna Ulang 

Mengganti kapas sekali pakai dengan kapas kain yang bisa kamu cuci ulang adalah cara sederhana, namun efektif untuk mengurangi sampah plastik dari bungkus kapas. Kapas guna ulang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih ekonomis dalam jangka panjang. Cukup cuci bersih setelah digunakan, lalu pakai kembali, sehingga mengurangi kebutuhan kapas sekali pakai yang cepat menumpuk di tempat pembuangan sampah.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/rayakan-plastic-free-july-dengan-4-gaya-hidup-zero-waste-ini/feed/ 0
Semangat Kerja Menurun? Ini 5 Cara Kembali Produktif Menurut Psikolog https://www.greeners.co/gaya-hidup/semangat-kerja-menurun-ini-5-cara-kembali-produktif-menurut-psikolog/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=semangat-kerja-menurun-ini-5-cara-kembali-produktif-menurut-psikolog https://www.greeners.co/gaya-hidup/semangat-kerja-menurun-ini-5-cara-kembali-produktif-menurut-psikolog/#respond Wed, 16 Apr 2025 09:09:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46377 Sobat Greeners, apakah semangat kerja kamu menurun setelah libur Lebaran? Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak orang mengalami kesulitan kembali ke rutinitas seperti bekerja, sekolah, atau kuliah setelah menikmati momen kebersamaan […]]]>

Sobat Greeners, apakah semangat kerja kamu menurun setelah libur Lebaran? Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak orang mengalami kesulitan kembali ke rutinitas seperti bekerja, sekolah, atau kuliah setelah menikmati momen kebersamaan selama liburan. Hal ini wajar, tapi penting untuk segera bangkit dan menemukan cara produktif agar semangat kerja dan fokus bisa kembali.

Psikolog sekaligus dosen di Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Nur Islamiah atau yang akrab disapa Mia, menjelaskan bahwa dalam dunia psikologi, kondisi ini dikenal sebagai post-holiday blues. Ini adalah keadaan emosional yang muncul setelah liburan berakhir. Beberapa tandanya adalah perasaan sedih, hampa, atau kehilangan semangat.

“Jika gejala terasa semakin berat, kondisi ini dapat berkembang menjadi post-holiday depression. Tanda-tandanya meliputi hilangnya motivasi dan minat pada rutinitas yang biasa ditekuni, kesulitan untuk konsentrasi, kecemasan, gangguan tidur, bahkan rasa putus asa,” ungkap Mia dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA: Tips Jaga Kesehatan Mental dari Berita Negatif Menurut Psikolog

Berita IPB melansir bahwa masa transisi dari libur panjang menuju rutinitas tidak selalu mudah. Perubahan dari suasana santai menjadi hari-hari yang penuh tuntutan bisa terasa cukup berat secara emosional.

Mia menyarankan, jika merasakan satu atau beberapa gejala post-holiday blues, penting untuk menyadarinya dan segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Yuk, simak lima cara membangun kembali produktivitas dan semangat kerja setelah Lebaran!

1. Mulai secara Bertahap

Awali harimu dengan mengerjakan tugas-tugas yang paling ringan, lalu tingkatkan secara bertahap sambil menjaga konsistensi. “Setelah libur panjang, jangan langsung memaksa diri bekerja dengan target ambisius yang biasanya justru berakhir dengan kekecewaan,” ujarnya.

2. Bangun Rutinitas Kecil

Salah satu rahasia sukses yang terbukti ampuh membuat produktivitas balik lagi setelah liburan adalah membangun rutinitas kecil yang konsisten. Contohnya, mulai dengan bangun lebih pagi, bikin daftar tugas berdasarkan skala prioritas, dan terapkan teknik fokus seperti metode Pomodoro—kerja selama 25 menit, lalu istirahat 5 menit.

3. Rekoneksi dengan Lingkungan

Salah satu langkah sederhana saat kembali bekerja adalah membangun kembali koneksi dengan ruang kerja secara fisik. Misalnya, merapikan meja atau menambahkan elemen estetis seperti tanaman hias atau aromaterapi. Hal itu secara psikologis dapat memberikan dorongan positif.

“Manfaatkan momen halal bihalal dengan berbincang ringan, dengan rekan kerja atau teman kuliah untuk menghidupkan kembali rasa kebersamaan dan kenyamanan di lingkungan kerja,” jelasnya.

Mia juga mengingatkan agar tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Hadirlah dengan tulus dengan mendengarkan, berbagi cerita secukupnya, dan memberi dukungan satu sama lain.

4. Manfaatkan Energi Positif Liburan

Liburan merupakan momen alami untuk mengisi ulang energi secara fisik maupun psikologis. Menurut Mia, energi positif ini sebaiknya tidak sekadar menjadi kenangan, melainkan jadi sumber semangat baru dalam menghadapi rutinitas.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan refleksi sederhana, seperti menuliskan tiga hal paling menyenangkan selama liburan dan menghayati pengalaman tersebut. Aktivitas ini dapat memperkuat emosi positif, meningkatkan rasa syukur, serta membantu menanamkan pola pikir yang lebih optimis saat kembali bekerja.

BACA JUGA: Menjaga Kesehatan Mental: Kenali 4 Cara yang Efektif

“Refleksi seperti ini juga membantu otak menyimpan memori positif sebagai sumber motivasi jangka panjang,” tuturnya.

Langkah lainnya adalah membawa kebiasaan baik dari liburan ke rutinitas. Misalnya, saat liburan kita lebih sering makan bersama keluarga, mengobrol tanpa tergesa, atau menikmati waktu tanpa banyak distraksi digital.

5. Konsultasi dengan Profesional

Masa pascalibur bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan pemahaman psikologis yang tepat dan penerapan langkah-langkah sederhana, rasa berat dan malas bisa kita ubah menjadi awal baru yang lebih semangat dan produktif.

Namun, Mia mengingatkan, apabila rasa tidak nyaman berkepanjangan dan mulai mengganggu keseharian, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan profesional.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/semangat-kerja-menurun-ini-5-cara-kembali-produktif-menurut-psikolog/feed/ 0
Tips Jaga Kesehatan Mental dari Berita Negatif Menurut Psikolog https://www.greeners.co/gaya-hidup/tips-jaga-kesehatan-mental-dari-berita-negatif-menurut-psikolog/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tips-jaga-kesehatan-mental-dari-berita-negatif-menurut-psikolog https://www.greeners.co/gaya-hidup/tips-jaga-kesehatan-mental-dari-berita-negatif-menurut-psikolog/#respond Thu, 10 Apr 2025 06:56:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46335 Saat ini, informasi yang beredar di media sosial terus berkembang dengan sangat cepat. Hal itu dapat mempengaruhi kesehatan mental. Di Indonesia, berbagai berita negatif dan kontroversial semakin sering muncul, mulai […]]]>

Saat ini, informasi yang beredar di media sosial terus berkembang dengan sangat cepat. Hal itu dapat mempengaruhi kesehatan mental. Di Indonesia, berbagai berita negatif dan kontroversial semakin sering muncul, mulai dari kebijakan pemerintah, kasus pembunuhan, krisis ekonomi, hingga kerusakan lingkungan. Situasi ini tidak hanya menimbulkan keresahan sosial, tetapi juga berdampak signifikan pada kondisi psikologis individu.

Psikolog Klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Pamela Andari Priyudha, menekankan bahwa paparan terus-menerus terhadap berita-berita buruk dapat memicu ketegangan psikologis yang bersifat kronis dan kolektif.

BACA JUGA: Menjaga Kesehatan Mental: Kenali 4 Cara yang Efektif

“Ketika seseorang merasa tidak berdaya, mereka bisa mengalami learned helplessness, yaitu kondisi merasa tidak mampu mengubah situasi meskipun sebenarnya ada peluang. Ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan apatisme, frustrasi, dan depresi secara kolektif,” ujar Pamela pada Rabu (9/4), seperti dilansir Berita UGM.

Pamela juga menyampaikan bahwa ada kelompok-kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak negatif dari paparan berita buruk. Di antaranya adalah orang tua dan lansia, remaja dan anak muda yang terlalu sering mengakses media sosial, serta individu dengan tingkat literasi digital rendah dan akses terbatas terhadap informasi yang kredibel.

Ia menekankan bahwa kemampuan seseorang dalam meregulasi atau mengelola emosi memegang peran penting. Khususnya, dalam menentukan sejauh mana paparan berita negatif dapat memengaruhi kesehatan mental mereka.

Berikut tiga tips menjaga kesehatan mental dari paparan berita negatif menurut Pamela!

1. Batasi Konsumsi Informasi

Salah satu strategi untuk menjaga kesehatan mental di tengah paparan berita negatif yaitu membatasi konsumsi informasi yang bersifat memicu kecemasan. Terutama, ketika seseorang sedang dalam kondisi psikologis yang kurang stabil.

Selain itu, kamu juga perlu membangun kebiasaan mencari informasi pembanding dari berbagai sumber yang kredibel. Hal itu berguna untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih objektif dan seimbang.

Pamela menyarankan agar masyarakat tidak langsung bereaksi terhadap informasi yang belum terverifikasi. “Penting untuk mengedepankan logika dan bersikap objektif. Selalu cari tahu dari berbagai sumber, jangan hanya mengandalkan satu sudut pandang,” ucapnya.

2. Hindari Topik Mengganggu

Tips kedua yaitu menghindari topik-topik yang bisa mengganggu emosional kamu. Contohnya konflik politik atau isu sosial yang memancing reaksi emosional secara berlebihan.

Di sisi lain, Pamela menyarankan agar seseorang mengonsumsi konten-konten yang bersifat positif dan inspiratif. Hal itu penting untuk membantu menjaga suasana hati tetap stabil dan mendorong pola pikir yang lebih optimis dalam sehari-hari.

Salah satu hal yang terpenting pada teknik psikologis yang bisa kamu terapkan untuk tetap optimis yakni dengan mengontrol diri. Fokus terhadap hal-hal yang bisa kamu kendalikan.

3. Berikan Dukungan

Tips berikutnya, berikan dukungan emosional kepada orang terdekat yang sedang mengalami kecemasan. Kamu bisa hadir di sampingnya dan menjadi sosok pendengar yang baik. Dengarkanlah keluhan, kecemasan, dan keresahannya tanpa menghakimi. Berempatilah kepada orang terdekatmu yang kondisi emosionalnya sedang tidak baik-baik saja.

Namun, sebelum kita terjun membantu orang lain, penting pula untuk mengenali dan memahami kondisi psikologis kita sendiri. Kesadaran ini penting untuk mencegah kelelahan emosional (emotional burnout) pada pihak yang memberi bantuan.

BACA JUGA: 7 Kegiatan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Mental

Selain itu, Pamela juga menyoroti pentingnya peran lembaga pendidikan dalam membentuk ketahanan psikologis generasi muda. Khususnya, melalui upaya peningkatan literasi digital dan literasi kesehatan mental.

Peran komunitas juga tak kalah penting dalam mendukung terciptanya ekosistem informasi yang sehat dan konstruktif. Komunitas memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta dalam membangun ruang publik yang bebas dari misinformasi, ujaran kebencian, dan konten yang bersifat provokatif.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tips-jaga-kesehatan-mental-dari-berita-negatif-menurut-psikolog/feed/ 0
Yuk, Isi Libur Lebaran dengan 5 Kegiatan Ramah Lingkungan Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/tak-mudik-yuk-isi-libur-lebaran-dengan-5-kegiatan-ramah-lingkungan-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tak-mudik-yuk-isi-libur-lebaran-dengan-5-kegiatan-ramah-lingkungan-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/tak-mudik-yuk-isi-libur-lebaran-dengan-5-kegiatan-ramah-lingkungan-ini/#respond Mon, 31 Mar 2025 03:00:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46263 Libur Lebaran Idulfitri adalah momen yang membahagiakan bagi umat Muslim. Biasanya, pada saat ini banyak orang yang mudik ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun, bagi kamu yang […]]]>

Libur Lebaran Idulfitri adalah momen yang membahagiakan bagi umat Muslim. Biasanya, pada saat ini banyak orang yang mudik ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun, bagi kamu yang tidak mudik, jangan khawatir. Ada banyak cara untuk mengisi liburan dengan kegiatan yang menyenangkan dan tetap peduli terhadap lingkungan.

Jika kamu bingung untuk mengisi waktu selama libur Lebaran, banyak pilihan aktivitas ramah lingkungan yang bisa dilakukan, lho, Sobat Greeners. Misalnya, menanam bibit tanaman di halaman rumah, piknik ke taman, keliling kota dengan transportasi umum, dan masih banyak lagi.

Dengan mengisi libur Lebaran dengan kegiatan ramah lingkungan, tidak hanya hati jadi bahagia, tetapi kamu juga ikut berkontribusi besar dalam menjaga bumi. Yuk, simak lima kegiatan ramah lingkungan yang bisa kamu coba untuk membuat libur Lebaran lebih bermakna!

1. Piknik Minim Sampah Bersama Keluarga

Mengisi libur Lebaran yang bermakna bisa dilakukan dengan piknik bersama keluarga di taman terdekat rumahmu. Agar piknik ini lebih ramah lingkungan, kamu bisa menerapkan konsep piknik minim sampah.

Caranya, persiapkan bekal makanan menggunakan wadah guna ulang untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, bawa alat makan guna ulang, gunakan botol tumbler untuk minuman, dan jangan lupa membawa tikar untuk duduk bersama.

Bayangkan, kamu duduk bersama keluarga, menikmati makanan yang dibawa dari rumah, sambil berjalan-jalan di taman tanpa menghasilkan polusi atau limbah. Piknik sederhana di bawah pohon rindang pada cuaca cerah ini akan membuat liburanmu semakin hangat dan menyenangkan bersama keluarga.

2. Berkebun dan Bermain di Alam

Jika kamu merasa bosan dengan kebiasaan liburan seperti pergi ke mal atau kafe, coba deh mengisi libur Lebaran dengan berkegiatan di alam bebas. Ini bisa menjadi kegiatan seru, terutama untuk keluarga.

Kamu bisa mengajak keluarga untuk berkebun di halaman rumah, berjalan-jalan di taman, atau melakukan kegiatan outdoor seperti bersepeda, hiking, atau camping. Selain memberikan pengalaman baru, berkegiatan di alam juga mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan.

Tak hanya itu, kamu juga bisa menanam bibit tanaman di halaman rumah. Ini bisa menjadi misi yang baik untuk membuat rumahmu lebih hijau. Di momen Lebaran ini, kegiatan seperti ini akan semakin bermakna jika kamu mengajak keluarga untuk bersama-sama membuat bumi lebih hijau.

3. Membuat Kreasi dari Sampah

Kamu suka kegiatan yang mengasah kreativitas? Nah, ini saatnya kamu mengisi libur Lebaran dengan membuat karya seni dari sampah di sekitarmu. Cobalah untuk mengumpulkan sampah plastik atau bahan-bahan bekas lainnya, lalu olah menjadi barang-barang bermanfaat.

Meskipun sampah sering kali dianggap sebagai barang yang tak bernilai, ternyata sampah bisa menjadi barang berguna. Misalnya, kamu bisa membuat pot tanaman dari botol plastik bekas atau kerajinan tangan lainnya di rumah. Selain mengasah kreativitas, kegiatan ini juga membantu mengurangi sampah dan memberi nilai lebih pada barang-barang yang seharusnya dibuang.

4. Belajar Mengompos

Di hari-hari biasa, sering kali kamu sulit menemukan waktu untuk belajar mengompos. Nah, libur Lebaran ini adalah momen yang tepat untuk mulai belajar mengompos.

Mengompos adalah proses penguraian sampah organik menjadi pupuk yang berguna untuk tanaman.Kamu bisa mulai mengompos dengan sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, daun kering, atau kulit buah.

Dengan melakukan kegiatan ini, kamu tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan dan menciptakan dampak yang lebih berkelanjutan. Bahkan, apabila kamu rutin melakukan kegiatan ini, sampah sisa makananmu tidak akan terbuang begitu saja.

5. Tur dengan Transportasi Umum

Bagi kamu yang tidak mudik, cobalah untuk melakukan tur di kotamu dengan menggunakan transportasi umum seperti bus atau kereta. Kamu bisa berkeliling ke tempat wisata, situs bersejarah, atau tempat seni yang menarik.

Menggunakan transportasi umum tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga memberikan pengalaman menyenangkan selama perjalanan.

Lebih seru lagi jika kamu mengajak keluarga untuk ikut menggunakan transportasi umum selama liburan. Ini bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mengeksplorasi kota dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tak-mudik-yuk-isi-libur-lebaran-dengan-5-kegiatan-ramah-lingkungan-ini/feed/ 0
Ingin Pola Tidur Teratur saat Ramadan? Yuk Lakukan 3 Tips Ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/ingin-pola-tidur-teratur-saat-ramadan-yuk-lakukan-3-tips-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ingin-pola-tidur-teratur-saat-ramadan-yuk-lakukan-3-tips-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/ingin-pola-tidur-teratur-saat-ramadan-yuk-lakukan-3-tips-ini/#respond Thu, 20 Mar 2025 06:45:47 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46189 Selama bulan Ramadan, sering kali terjadi perubahan pada metabolisme, pola makan, hingga pola tidur. Perubahan ini perlu diperhatikan dengan baik, terutama pada pola tidur. Apabila pola tidur menjadi berantakan, hal […]]]>

Selama bulan Ramadan, sering kali terjadi perubahan pada metabolisme, pola makan, hingga pola tidur. Perubahan ini perlu diperhatikan dengan baik, terutama pada pola tidur. Apabila pola tidur menjadi berantakan, hal tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Dosen pengajar di Fakultas Kedokteran IPB University, Citra Ariani, menyampaikan bahwa perubahan pola tidur selama Ramadan dapat memengaruhi kesehatan, seperti meningkatkan risiko obesitas, gangguan mood, dan menurunnya imunitas tubuh.

Selain itu, perubahan pola tidur ini juga dapat memengaruhi performa sehari-hari, seperti berkurangnya konsentrasi dan energi dalam menjalankan tugas-tugas harian. Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang sehat selama Ramadan sangat penting agar tubuh tetap bugar dan produktif.

Berikut beberapa tips mengatur pola tidur selama Ramadan:

1. Jam Tidur Teratur

Tips pertama dari Citra yaitu mengatur agar tidur malam di waktu yang sama dan menghindari makanan yang terlalu berat saat berbuka. Ia juga menekankan penerapan sleep hygiene dengan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman.

“Caranya adalah dengan mengatur suhu lebih sejuk, mematikan lampu, tidak menggunakan gadget 30 menit sebelum tidur,” jelasnya.

Selain itu, Halodoc menyarankan supaya tubuh kamu bisa mendapatkan durasi tidur yang cukup, kamu bisa mencoba untuk memajukan waktu tidur. Misalnya, jika biasanya kamu tidur sekitar pukul 11 atau 12 malam, selama bulan puasa, coba selesaikan semua aktivitas sebelum jam 10 malam agar tubuh tetap mendapatkan cukup waktu untuk tidur.

Sobat Greeners, manfaatkan juga waktu setelah berbuka dan melaksanakan ibadah tarawih untuk bersiap-siap tidur. Kamu bisa mandi dan membersihkan kamar agar lebih nyaman. Agar tidurmu tidak terganggu, pastikan untuk menjauhkan semua perangkat elektronik yang bisa membuat kamu terdistraksi.

2. Bergerak Aktif

Selain itu, Citra juga memberikan beberapa cara untuk menghindari kelelahan dan mengoptimalkan energi selama Ramadan. Ia berpesan, meskipun sedang berpuasa, penting untuk tetap bergerak aktif secara proporsional. Selain itu, penting juga untuk menjaga pola makan yang seimbang dan memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air putih.

Citra juga menekankan pentingnya mempertahankan pola tidur yang baik setelah Ramadan berakhir. Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga konsistensi waktu tidur malam, melanjutkan praktik sleep hygiene, mengurangi konsumsi minuman berkafein sebelum tidur, serta menghindari kebiasaan merokok.

3. Luangkan Waktu Tidur Siang

Selama bulan puasa, waktu makan siang biasanya lebih luang, dan itu bisa dimanfaatkan untuk tidur siang sejenak. Tidur siang selama 20-30 menit cukup efektif untuk mengembalikan energi dan meningkatkan produktivitas.

Selain itu, tidur siang juga berperan dalam mengatur hormon stres yang sering timbul akibat kurang tidur di malam hari. Dengan tidur siang, kamu bisa menutupi kekurangan tidur yang tidak tercukupi pada malam hari.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/ingin-pola-tidur-teratur-saat-ramadan-yuk-lakukan-3-tips-ini/feed/ 0
Terapkan 4 Protokol Guna Ulang untuk Kurangi Sampah saat Ramadan https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-terapkan-4-protokol-guna-ulang-ini-untuk-kurangi-sampah-saat-ramadan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=yuk-terapkan-4-protokol-guna-ulang-ini-untuk-kurangi-sampah-saat-ramadan https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-terapkan-4-protokol-guna-ulang-ini-untuk-kurangi-sampah-saat-ramadan/#respond Wed, 12 Mar 2025 03:00:14 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46128 Sobat Greeners, bulan Ramadan adalah momen penuh makna bagi umat Muslim untuk fokus beribadah dan memperbaiki diri. Namun, Ramadan juga bisa menjadi kesempatan untuk melakukan hal-hal baik yang tidak hanya […]]]>

Sobat Greeners, bulan Ramadan adalah momen penuh makna bagi umat Muslim untuk fokus beribadah dan memperbaiki diri. Namun, Ramadan juga bisa menjadi kesempatan untuk melakukan hal-hal baik yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Salah satunya adalah dengan mengimplementasikan protokol guna ulang untuk mengurangi sampah.

Di bulan Ramadan, jumlah sampah sering kali meningkat, dengan komposisi terbesar berasal dari sampah makanan. Terlebih lagi, kegiatan berburu takjil untuk berbuka puasa seringkali membuat kita mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak dari kebutuhan. Tanpa disadari, banyak takjil yang kita beli dikemas dengan plastik sekali pakai, yang jelas berkontribusi pada penumpukan sampah plastik.

Sementara itu, Islam mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam hal makanan. Maka, sudah saatnya kita lebih sadar akan apa yang kita konsumsi dan mulai melakukan praktik pengurangan sampah, salah satunya dengan solusi guna ulang.

Dengan demikian, Dietplastik Indonesia baru-baru ini menyusun “Protokol Guna Ulang untuk Mewujudkan Ramadan Ramah Lingkungan”. Tujuan dari protokol ini yaitu untuk mendorong umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan untuk dapat mencegah timbulan sampah. Praktik ini juga begitu penting untuk mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai.

Yuk, simak empat protokol guna ulang yang bisa kamu terapkan selama bulan Ramadan!

1. Protokol Guna Ulang untuk Sahur dan Berbuka Puasa di Rumah

  • Buat daftar (bahan) makanan dan minuman yang akan kamu beli agar tidak berlebihan dan dapat kamu habiskan
  • Pilih (bahan) makanan dan minuman yang tidak dikemas dalam kemasan sekali pakai
  • Bawa wadah atau kemasan guna ulang sendiri jika akan membeli makanan dan minuman siap saji, untuk menghindari kemasan sekali pakai
  • Simpan dengan baik (bahan) makanan dan minuman yang tersisa supaya bisa kamu gunakan atau konsumsi kembali
  • Mengajak orang-orang sekitar untuk menerapkan hal serupa (poin 1, 2, 3, 4) sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan tidak menghasilkan sampah sisa makanan atau kemasan sekali pakai

2. Protokol untuk Masjid (Penyedia Makanan dan Minuman untuk Buka Puasa)

  • Tidak menyajikan makanan dan minuman dengan kemasan gelas plastik sekali pakai (bisa menggunakan besek atau wadah guna ulang lainnya)
  • Menyediakan air mineral dalam bentuk dispenser atau galon guna ulang
  • Menyediakan wadah guna ulang atau alat makan guna ulang yang dapat dipinjam atau dikembalikan oleh jamaah masjid
  • Mengimbau jamaah masjid untuk membawa wadah guna ulang
  • Menyediakan tempat penyimpanan atau drop point wadah kotor
  • Menyediakan tempat pencucian sementara atau bilas untuk membilas wadah guna ulang yang sudah jamaah gunakan agar dapat digunakan kembali selama berada di area masjid
  • Menyediakan tempat sampah terpilah
  • Meminta imam untuk berbicara mengenai masalah lingkungan dan mencontohkan penggunaan solusi guna ulang dalam materi khotbah

3. Protokol Guna Ulang untuk Donatur (Donatur Makanan dan Minuman untuk Buka Puasa)

  • Meminta izin terlebih dahulu kepada pengurus masjid untuk menghindari kelebihan donatur di hari yang sama
  • Menginformasikan kepada pengurus masjid mengenai jenis makanan dan minuman yang akan didonasikan, untuk menghindari jenis makanan dan minuman yang sama
  • Bertanya mengenai kapasitas atau jumlah orang yang biasa berbuka di masjid kepada pengurus masjid untuk menghindari makanan dan minuman berlebih
  • Tidak menyajikan makanan dan minuman dengan kemasan plastik sekali pakai (bisa menggunakan besek atau wadah guna ulang)
  • Dapat memberikan sajian berbuka puasa dalam bentuk prasmanan di masjid
  • Dapat memberikan sajian berbuka puasa dalam bentuk kemasan atau wadah guna ulang dengan berkoordinasi bersama pihak masjid

4. Protokol untuk Jamaah

  • Tidak membawa plastik sekali pakai ke area masjid
  • Membawa wadah guna ulang sendiri, misalnya tumbler untuk mengisi ulang air minum
  • Menggunakan wadah guna ulang yang pengurus masjid sediakan selama berbuka di area masjid
  • Jika sudah selesai makan dan minum, simpan wadah guna ulang di tempat penyimpanan atau drop point wadah kotor
  • Jangan membawa wadah guna ulang yang tersedia keluar dari area masjid

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-terapkan-4-protokol-guna-ulang-ini-untuk-kurangi-sampah-saat-ramadan/feed/ 0
Setelah YOLO, Kini Saatnya Terapkan Prinsip YONO untuk Hidup Minimalis https://www.greeners.co/gaya-hidup/setelah-yolo-kini-saatnya-terapkan-prinsip-yono-untuk-hidup-minimalis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=setelah-yolo-kini-saatnya-terapkan-prinsip-yono-untuk-hidup-minimalis https://www.greeners.co/gaya-hidup/setelah-yolo-kini-saatnya-terapkan-prinsip-yono-untuk-hidup-minimalis/#respond Sun, 26 Jan 2025 03:00:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45765 Setelah popularitas akronim “You Only Live Once” (YOLO), kini muncul istilah baru yang sedang tren pada awal tahun 2025, yaitu “You Only Need One” (YONO). Nah, tren ini telah mendorong […]]]>

Setelah popularitas akronim “You Only Live Once” (YOLO), kini muncul istilah baru yang sedang tren pada awal tahun 2025, yaitu “You Only Need One” (YONO). Nah, tren ini telah mendorong kita untuk menjalani hidup dengan lebih bijak, efisien, dan berkelanjutan.

The Korea Times melansir bahwa selama beberapa tahun terakhir, gaya hidup “YOLO” mendominasi. Banyak orang lebih memilih untuk menikmati kebahagiaan sesaat dan tidak terlalu memikirkan masa depan. Gaya hidup ini juga dipengaruhi oleh semakin banyaknya rumah tangga yang hanya dihuni oleh satu orang.

Namun, tren ini mulai bergeser, dan saat ini, gaya hidup “YONO” mulai populer pada awal tahun ini. YONO mengajak orang untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan lebih bijak dalam memenuhi kebutuhan, bukan keinginan. Gaya hidup ini juga mendorong banyak orang untuk hidup secara minimalis, mengurangi konsumsi berlebihan, dan memprioritaskan hal-hal yang benar-benar penting.

Pendekatan minimalis a la YONO tidak hanya berdampak positif bagi individu, melainkan juga dapat bermanfaat bagi planet kita. Berikut beberapa hal dalam prinsip YONO untuk kehidupan sehari-hari.

1. Utamakan Kebutuhan Daripada Keinginan

Pada prinsip ini, kamu didorong untuk membeli barang yang benar-benar diperlukan, bukan berdasarkan keinginan sesaat saja. Undira melansir bahwa seiring bertambahnya usia dan bertambahnya tanggung jawab, kita juga perlu memilah dengan bijak antara kebutuhan dan keinginan.

2. Pilih Pengalaman, Bukan Barang

Prinsip ini juga mengajarkan untuk investasikan uang untuk pengalaman berharga, seperti liburan atau kursus. Hal itu tentunya jauh lebih bermanfaat untuk pengembangan diri kamu daripada menginvestasikan uang untuk barang konsumtif.

Pendekatan YOLO mungkin memberikan kebahagiaan jangka pendek, studi dari Journal of Positive Psychology menunjukkan bahwa orang yang mencoba hal-hal baru dan menantang cenderung merasa lebih bahagia. Banyak orang yang juga setuju bahwa pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup.

3. Kurangi Pembelian Impulsif

Prinsip ini mengajarkan kita untuk menunda keputusan pembelian dan memastikan barang yang dibeli benar-benar diperlukan serta bermanfaat dalam jangka panjang.

Beberapa orang dengan kebiasaan impulsif cenderung membeli barang-barang yang tidak penting atau tidak memiliki nilai jangka panjang. Pengaruh media sosial dan tren di dunia maya juga sering membuat generasi muda tergoda untuk membeli barang hanya karena faktor estetika atau Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa takut ketinggalan sesuatu yang sedang tren.

Dengan mengadopsi prinsip YONO, kita bisa lebih bijak dalam memenuhi kebutuhan hidup, hidup lebih sederhana, dan membuat keputusan yang lebih cerdas dalam segala aspek kehidupan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/setelah-yolo-kini-saatnya-terapkan-prinsip-yono-untuk-hidup-minimalis/feed/ 0
Begini Cara Mencegah Virus HMPV Menurut Epidemiolog UNAIR https://www.greeners.co/gaya-hidup/begini-cara-mencegah-virus-hmpv-menurut-epidemiolog-unair/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=begini-cara-mencegah-virus-hmpv-menurut-epidemiolog-unair https://www.greeners.co/gaya-hidup/begini-cara-mencegah-virus-hmpv-menurut-epidemiolog-unair/#respond Mon, 13 Jan 2025 02:49:44 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45677 Belakangan ini, Human Metapneumovirus (HMPV) menjadi salah satu virus pernapasan yang menarik perhatian dunia medis. Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (UNAIR), Muhammad Atoillah Isfandiari, menjelaskan karakteristik virus ini serta langkah-langkah pencegahannya. […]]]>

Belakangan ini, Human Metapneumovirus (HMPV) menjadi salah satu virus pernapasan yang menarik perhatian dunia medis. Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (UNAIR), Muhammad Atoillah Isfandiari, menjelaskan karakteristik virus ini serta langkah-langkah pencegahannya.

Dosen yang akrab disapa Ato’ itu mengungkapkan HMPV berasal dari keluarga Paramyxoviridae, serupa dengan virus campak dan gondong. Virus ini berbeda dengan SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 yang berasal dari keluarga Corona.

“Meskipun sama-sama menular melalui saluran napas, gejala HMPV biasanya tidak menyebabkan kasus parah, kecuali pada individu dengan sistem kekebalan yang sangat lemah,” ujarnya.

Berbeda dengan Covid-19 yang dapat menyebabkan kerusakan luas pada jaringan paru-paru, HMPV cenderung tidak memiliki potensi fatal yang serupa.

BACA JUGA: Virus HMPV Ada di Indonesia, Menkes Sebut Mirip Flu Biasa

Melansir Berita UNAIR, untuk mencegah penularan HMPV, Ato’ menyarankan beberapa langkah, seperti menghindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala batuk, bersin, pilek, dan demam. Penggunaan masker di tempat ramai, menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit, serta menjaga pola tidur dan asupan protein juga sangat penting.

“Penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terpapar penyakit ini,” tambahnya.

Kasus HMPV Rutin Setiap Tahun

Kasus HMPV sebenarnya rutin ditemukan setiap tahun, terutama di musim dingin, dan tingkat kematiannya sangat rendah. Ato’ menambahkan bahwa negara-negara dengan sistem surveilans genomik yang baik cenderung lebih mudah mendeteksi kasus ini.

Selain upaya pencegahan individual, Ato’ juga menyarankan pendekatan yang lebih luas, seperti penerapan sistem surveilans dan pelaporan Influenza-like Illness (ILI).

“Surveilans dan sistem pelaporan ILI dapat menjadi alat deteksi dini yang penting, meskipun tidak spesifik untuk HMPV,” ungkapnya.

BACA JUGA: Waspada Virus Adenovirus, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Walaupun potensi HMPV untuk menjadi wabah global tetap ada, Ato’ menekankan bahwa hingga saat ini virus ini belum menunjukkan ancaman yang serius, terutama dari segi tingkat kematian. Namun, ia tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat.

“Tidak perlu panik, segera lakukan tindakan pencegahan yang benar. Sebagian besar penyakit akibat virus ini merupakan self-limiting disease atau sembuh sendiri selama daya tahan tubuh tetap terjaga,” ungkap Ato’.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/begini-cara-mencegah-virus-hmpv-menurut-epidemiolog-unair/feed/ 0
Begini Rahasia Memasak Telur yang Baik dan Benar Menurut Pakar IPB https://www.greeners.co/gaya-hidup/begini-rahasia-memasak-telur-yang-baik-dan-benar-menurut-pakar-ipb/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=begini-rahasia-memasak-telur-yang-baik-dan-benar-menurut-pakar-ipb https://www.greeners.co/gaya-hidup/begini-rahasia-memasak-telur-yang-baik-dan-benar-menurut-pakar-ipb/#respond Mon, 06 Jan 2025 06:10:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45621 Telur ayam merupakan sumber protein yang terjangkau bagi masyarakat dan kaya akan kandungan protein, vitamin, mineral, lemak sehat, serta berbagai mikronutrien lainnya. Dalam satu butir telur, terkandung berbagai kebaikan yang […]]]>

Telur ayam merupakan sumber protein yang terjangkau bagi masyarakat dan kaya akan kandungan protein, vitamin, mineral, lemak sehat, serta berbagai mikronutrien lainnya. Dalam satu butir telur, terkandung berbagai kebaikan yang sangat bermanfaat untuk menunjang hidup sehat. Namun, untuk memperoleh manfaat maksimal, memasak telur harus dengan cara yang benar dan sesuai aturan.

Pakar Genetika Ekologi IPB University, Ronny Rachman Noor, menjelaskan bahwa memasak telur dengan benar dapat membunuh bakteri berbahaya. Jika proses memasaknya tidak baik, tentu akan berbahaya untuk kesehatan.

Ronny lantas memberikan beberapa tips penting dalam mengolah telur agar tetap aman dan menyehatkan. Pertama, kamu bisa memperoleh telur rebus matang dengan merebus telur selama 6-10 menit. Sementara, jika kamu ingin membuat telur setengah matang bisa dengan merebusnya pada suhu 71-82 derajat Celcius selama 3 menit.

BACA JUGA: 5 Manfaat Kacang Pistachio dalam Cokelat Dubai bagi Kesehatan

Selain merebus, telur juga bisa kamu olah dengan cara menggorengnya menggunakan minyak. Kemudian, panggang dalam oven hingga matang, atau kocok dan goreng menjadi telur orak-arik. Cara lain yang juga populer adalah membuat omelet atau memasak telur menggunakan microwave.

Kedua, Ronny menjelaskan bahwa berbagai metode memasak ini akan membuat telur lebih mudah dicerna dan nutrisinya lebih mudah diserap oleh tubuh. Hal itu berkat perubahan struktur protein yang terjadi selama proses pemasakan.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubuh manusia dapat menyerap sekitar 91 persen nutrisi dari telur yang sudah dimasak, dibandingkan hanya 51 persen dari telur mentah,” ungkap Ronny lewat keterangan tertulisnya.

Hindari Panas Tinggi

Menurut Ronny, prinsip dasar dalam memasak telur adalah menghindari penggunaan panas yang tinggi. Panas yang terlalu tinggi dapat merusak nutrisi yang terkandung dalam telur. Oleh karena itu, memasak dengan suhu yang tepat dan dalam waktu yang singkat dapat membantu menjaga nilai nutrisi telur dengan baik.

Sebagai gambaran, meskipun memasak telur mengurangi kandungan vitamin A sebesar 17-20 persen dan menurunkan antioksidan sekitar 6-18 persen, telur tersebut tetap menyediakan protein dan nutrisi lainnya yang kaya.

BACA JUGA: Ingin Makan Sehat dan Berkelanjutan? Yuk, Terapkan Panduan SELARAS

Namun, memasak dengan suhu yang terlalu tinggi  juga dapat menyebabkan kolesterol dalam telur teroksidasi menjadi oxysterols. Zat ini banyak dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pengaruhnya terhadap tekanan darah. Oleh karena itu, pengaturan suhu yang tepat sangat penting untuk memaksimalkan manfaat kesehatannya.

“Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa tidak ada hubungannya antara mengonsumsi telur dengan peningkatan risiko penyakit jantung,” lanjut Ronny.

Tingkatkan Ketersediaan Nutrisi

Sementara itu, ia juga memaparkan bahwa memasak telur akan meningkatkan ketersediaan nutrisi yang lebih tinggi untuk diserap oleh tubuh. Selain itu, juga membuat kita terhindar dari berbagai bakteri yang membahayakan tubuh.

Ronny mengatakan, pilihan metode bergantung pada selera masing-masing orang. Namun, jika ingin mengurangi asupan kalori, merebus telur akan lebih baik daripada dengan menggorengnya.

“Tidak banyak orang tahu bahwa makan telur bersamaan dengan sayuran akan lebih baik, karena manfaat nutrien dari telur dan sayuran akan meningkat, terutama yang terkait dengan serat dan vitamin,” jelasnya.

Ia menekankan, memasak telur dengan berbagai cara seperti merebus dan menggoreng akan sangat bermanfaat. Namun, jangan terlalu lama, terutama dengan suhu yang tinggi karena akan menurunkan nurtiennya.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/begini-rahasia-memasak-telur-yang-baik-dan-benar-menurut-pakar-ipb/feed/ 0
Mau Mulai Kurangi Sampah di 2025? Coba Pakai 5 Barang Guna Ulang Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/mau-mulai-kurangi-sampah-di-2025-coba-pakai-5-barang-guna-ulang-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mau-mulai-kurangi-sampah-di-2025-coba-pakai-5-barang-guna-ulang-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/mau-mulai-kurangi-sampah-di-2025-coba-pakai-5-barang-guna-ulang-ini/#respond Thu, 02 Jan 2025 06:00:27 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45599 Awal tahun 2025 ini adalah momen yang tepat untuk mulai menjalani kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi sampah plastik, yaitu dengan mengganti barang-barang sekali pakai menjadi barang […]]]>

Awal tahun 2025 ini adalah momen yang tepat untuk mulai menjalani kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi sampah plastik, yaitu dengan mengganti barang-barang sekali pakai menjadi barang guna ulang (reusable).

Seringkali kita tidak menyadari bahwa barang-barang yang terlihat praktis ini justru bisa berakhir menjadi sampah dan merusak bumi. Maka dari itu, menerapkan kebiasaan minim sampah tidak hanya akan mengurangi sampah, tetapi juga berdampak positif terhadap kelestarian lingkungan.

BACA JUGA: Awali Tahun 2025 Lebih Dekat dengan Alam dengan 5 Cara Ini!

Menurut laporan What a Waste 2.0 dari World Bank, dunia menghasilkan 2,01 miliar ton sampah padat perkotaan setiap tahunnya. Parahnya, sekitar 33% sampah ini tidak terkelola dengan baik, yang akhirnya merusak lingkungan.

Sekarang adalah saat yang tepat untuk beralih ke barang yang ramah lingkungan atau bisa kita gunakan berulang kali dalam jangka waktu yang panjang. Berikut beberapa barang yang bisa kamu ganti supaya gaya hidupmu jadi lebih ramah lingkungan!

1. Pembalut Plastik -> Pembalut Kain

Bagi seorang wanita, pembalut adalah salah satu barang wajib saat datang bulan. Namun, banyak wanita yang masih menggunakan pembalut plastik sekali pakai. Kini, saatnya beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti menstrual cup atau pembalut kain.

One Tree Planted melansir, dengan menggunakan pembalut kain atau menstrual cup, kita bisa mengurangi hingga 10.000 tampon (produk menstruasi) yang biasanya berakhir di tempat pembuangan sampah. Ini tentu menjadi langkah besar untuk mengurangi sampah plastik dan polusi hasil produk menstruasi sekali pakai.

BACA JUGA: Ingin Makan Sehat dan Berkelanjutan? Yuk, Terapkan Panduan SELARAS

Memang, mengubah kebiasaan dari pembalut plastik sekali pakai ke pembalut kain atau menstrual cup bisa terasa sulit di awal. Namun, jika kamu memulainya pelan-pelan, kamu akan terbiasa dan merasa lebih nyaman. Langkah ini sangat baik untuk mengurangi sampah pembalut yang bisa mencemari lingkungan.

Meskipun pembalut sekali pakai terasa praktis, pembalut kain dan menstrual cup juga mudah digunakan, lho! Pembalut kain dapat dicuci dan digunakan kembali, sedangkan menstrual cup cukup dibersihkan dengan mudah setelah digunakan. Selain itu, keduanya lebih ramah lingkungan dan lebih ekonomis dalam jangka panjang.

2. Korek Kuping Sekali Pakai -> Korek Kuping Elektrik

Korek kuping atau cotton bud adalah salah satu barang yang sering kita pakai untuk membersihkan telinga. Namun, masih banyak dari kita yang menggunakan korek kuping sekali pakai. Nah, kini sudah ada korek kuping elektrik, besi, dan portabel yang bisa kamu gunakan berulang kali!

Dengan mengganti korek kuping sekali pakai dengan korek kuping guna ulang ini, kita bisa membantu mengurangi sampah di 2025 ini. Jadi, kenapa tidak mulai mencoba barang ini untuk langkah kecil menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan? Yuk, mulai sekarang!

3. Tisu Dapur -> Kain Lap

Food Hero melansir bahwa serbet sekali pakai dan tisu dapur menghasilkan sekitar 254 juta ton sampah di seluruh dunia setiap tahunnya. Untuk mengurangi dampak sampah ini, kamu bisa mulai mengganti tisu dapur dan serbet makan dengan handuk atau kain lap yang dapat digunakan berkali-kali.

Handuk ini lebih ramah lingkungan dan memiliki banyak manfaat, seperti cepat kering, lembut di kulit, lebih menyerap, dan tahan lama. Jadi, mulai sekarang, yuk, beralih ke handuk serat mikro yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain mengurangi sampah, kebiasaan ini juga lebih hemat dan praktis!

4. Plastik Clip -> Wadah Guna Ulang

Meskipun sebagian besar plastik klip atau ziploc sekali pakai dapat didaur ulang, banyak di antaranya yang justru tidak dapat didaur ulang karena plastiknya tersangkut di mesin daur ulang dan merusak peralatan. Akibatnya, plastik itu akan berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Maka dari itu, untuk mengurangi dampak negatif ini, kamu sebaiknya mengganti plastik klip sekali pakai dengan menggunakan wadah guna ulang seperti wadah makan yang terbuat dari kaca atau kotak makan plastik. Selain itu, saat ini juga sudah ada wadah ziploc silikon yang dapat digunakan berulang kali untuk menyimpan makananmu.

Dengan beralih ke alternatif ini, kamu tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga membantu menjaga kelestarian lingkungan. Yuk, mulai gunakan wadah yang lebih ramah lingkungan sekarang!

5. Penyaring Kopi Kertas -> Penyaring Kopi Guna Ulang

Sobat Greeners, apakah kamu suka menyeduh kopi di rumah? Mungkin di antara kalian masih menggunakan filter kopi berbahan kertas untuk menyaring bubuk kopi. Nah, kini saatnya kamu mengganti filter kopi tersebut dengan filter kopi yang terbuat dari bahan yang kokoh dan bisa kamu gunakan kembali.

Dengan mengganti filter kopi kertas dengan yang bisa kamu pakai berulang kali, kamu sudah berkontribusi mengurangi sampah di planet Bumi ini. Selain itu, filter kopi yang terbuat dari bahan stainless steel atau kain juga lebih tahan lama, lebih efisien, dan tentunya ramah lingkungan.

Jadi, sudahkah kamu sadar bahwa membuat kopi juga bisa kamu lakukan secara ramah lingkungan? Yuk, mulai dari sekarang kita harus mengurangi sampah di 2025 dan seterusnya!

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mau-mulai-kurangi-sampah-di-2025-coba-pakai-5-barang-guna-ulang-ini/feed/ 0
5 Tips Praktis agar Memelihara Anak Kucing Menjadi Lebih Mudah https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-tips-praktis-agar-memelihara-anak-kucing-menjadi-lebih-mudah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-tips-praktis-agar-memelihara-anak-kucing-menjadi-lebih-mudah https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-tips-praktis-agar-memelihara-anak-kucing-menjadi-lebih-mudah/#respond Tue, 13 Aug 2024 05:58:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=44472 Memelihara anak kucing adalah sebuah perjalanan yang membawa kehangatan sekaligus tantangan. Dari saat pertama kali menggendong mereka yang mungil dan lembut, kita harus menyadari bahwa merawat makhluk kecil ini bukanlah […]]]>

Memelihara anak kucing adalah sebuah perjalanan yang membawa kehangatan sekaligus tantangan. Dari saat pertama kali menggendong mereka yang mungil dan lembut, kita harus menyadari bahwa merawat makhluk kecil ini bukanlah tugas yang mudah.

Merawat anak kucing tentunya memerlukan pengetahuan mengenai cara memelihara anak kucing dengan baik dan benar, khususnya bagi pemilik kucing. Melansir IPB, Dosen Sekolah Vokasi IPB University di Program Studi Paramedik Veteriner, Tetty Barunawati Siagian memberikan tips memelihara anak kucing. Yuk, simak lima tips merawat kucing berikut ini.

1. Lakukan Medical Check-up

Tips pertama saat merawat anak kucing yaitu melakukan medical check pertama kali ke dokter hewan. Menurut Tetty, medical check-up anak kucing pertama kali sangat penting sebelum pemilik memutuskan merawat kucing di rumah.

Hal ini sebagai upaya pencegahan penyakit pada kucing dan penyakit zoonosis yang bisa menular ke manusia, seperti penyakit skabies (scabiosis), cacingan (helminthiasis), dan lainnya.

2. Sediakan Kandang yang Nyaman

Selanjutnya, bagi kamu yang memiliki kucing perlu menyediakan cat carrier yang nyaman dan ukuran yang sesuai dengan anak kucing. Cat carrier sangat penting untuk membantu kucing nyaman, aman, dan tidak stres selama perjalanan.

“Selain cat carrier, kita juga perlu siapkan ruangan dan kandang dengan tempat tidur yang nyaman dan tenang. Ini membantu anak kucing untuk beradaptasi dan mengenal lingkungannya. Sediakan juga tempat pasir dan tiang garukkan. Alas tidur anak kucing harus yang lembut dan hangat di bagian dalam alas tersebut,” ucapnya.

3. Penuhi Asupan Nutrisi

Tips ketiga, kamu perlu memastikan asupan nutrisi pada kucing peliharaanmu sudah terpenuhi. Menurut Tetty, pemilik kucing perlu memilih nutrisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak kucing.

Nutrisi tersebut yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan taurine yang berfungsi untuk memelihara fungsi jantung dan penglihatan. Pakan kucing dengan daya cerna tinggi sangat disarankan.

“Kucing makan sedikit demi sedikit, jadi sediakan mangkuk pakan dan minum yang mudah dibersihkan dan tidak mudah tumpah. Pilih litter box yang ukurannya sesuai. Latih anak kucing untuk menggunakan litter box setelah makan untuk melakukan defekasi. Pemilik harus memiliki kesabaran dalam proses toilet training ini,” tuturnya.

4. Jaga Kebersihan Tubuh Kucing

Tetty mengatakan bahwa grooming juga menjadi hal penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rambut anak kucing. Sobat Greeners bisa memandikan anak kucing sesuai kebutuhan dan kondisi cuaca.

Selanjutnya, potong kuku anak kucing dua minggu sekali dan sikat gigi mereka untuk mencegah karang gigi. Mata dan telinga anak kucing harus dibersihkan minimal dua minggu sekali, terutama untuk ras dengan rambut panjang.

“Anak kucing perlu dilatih untuk berinteraksi dengan keluarga melalui permainan dan belaian lembut. Kita juga perlu amati bahasa tubuh anak kucing sebagai indikator kesehatan dan kondisi emosional mereka,” ungkap Tetty.

5. Jangan Lupa Vaksin

Vaksin pada kucing janganlah terlewati. Tetty menyarankan bagi para pemilik kucing untuk melakukan kesehatan rutin setiap enam bulan sekali. Hal itu untuk memastikan anak kucing tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

“Lakukan juga vaksinasi dan pemberian obat cacing rutin penting untuk pencegahan penyakit virus dan endoparasit pada anak kucing. Vaksinasi wajib dilakukan secara rutin setiap tahun,” imbuhnya.

Tetty menambahkan, pemilik kucing juga perlu melatih pembentukan karakter kucing. Tujuannya supaya kucing memiliki karakter yang baik dan patuh pada pemilik. Pemilik juga dapat melakukan pemeriksaan harian untuk memastikan anak kucing dalam kondisi sehat.

Dengan mengikuti beberapa tips tersebut, pemilik kucing dapat memastikan anak kucing mereka tumbuh sehat, bahagia, serta dapat membawa kebahagiaan bagi keluarga.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-tips-praktis-agar-memelihara-anak-kucing-menjadi-lebih-mudah/feed/ 0
5 Cara Menikmati Kopi yang Sehat untuk Tubuh https://www.greeners.co/gaya-hidup/mulai-hari-ini-nikmati-kopi-yang-sehat-dengan-5-tips-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mulai-hari-ini-nikmati-kopi-yang-sehat-dengan-5-tips-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/mulai-hari-ini-nikmati-kopi-yang-sehat-dengan-5-tips-ini/#respond Wed, 31 Jul 2024 03:00:13 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=44272 Kopi kini menjadi minuman yang terkenal dan digemari banyak orang di seluruh dunia. Namun, terlepas dari banyaknya manfaat kopi bagi kesehatan, kamu perlu menikmati kopi yang sehat. Jika kamu meminum […]]]>

Kopi kini menjadi minuman yang terkenal dan digemari banyak orang di seluruh dunia. Namun, terlepas dari banyaknya manfaat kopi bagi kesehatan, kamu perlu menikmati kopi yang sehat.

Jika kamu meminum kopi secara berlebihan dan tidak memerhatikan beberapa hal, tentu akan menimbulkan beberapa dampak negatif bagi kesehatan kamu.

Oleh karena itu, Sobat Greeners perlu mengetahui cara menikmati kopi yang sehat. Berikut lima tips yang perlu kamu lakukan saat minum kopi.

1. Jangan isi kopi dengan gula

Healthline melansir, meskipun kopi menyehatkan, tetapi kamu dapat dengan mudah mengubahnya menjadi sesuatu yang berbahaya. Salah satunya memasukkan banyak gula ke dalam kopi.

Tambahan gula ini bisa menjadi salah satu bahan yang berdampak negatif dalam pola konsumsi kamu. Gula mengandung fruktosa yang tinggi, bahkan menjadi pemicu jenis penyakit serius seperti obesitas dan diabetes.

Jika kamu tidak bisa minum kopi dengan rasa pahit, sebaiknya segera beralih menggunakan pemanis alami seperti stevia.

2. Pilih merek kopi yang berkualitas

Klikdokter melansir bahwa kualitas kopi sangatlah penting konsumen ketahui. Biji kopi organik dinilai lebih baik karena bebas pestisida dan bahan tambahan berbahaya. Menurut penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, biji kopi organik memiliki kadar antioksidan yang lebih tinggi.

Tak hanya itu, Sobat Greeners sebaiknya membatasi dan menghindari meminum kopi instan. Sebab, sebagian besar kopi instan mengandung bahan tambahan dan pengawet. Alangkah baiknya kamu memiliki biji kopi segar intuk memastikan kualitas dan keasliannya.

Berdasarkan kimia pangan, kopi segar lebih banyak mengandung senyawa antioksidan dan bioaktif. Antioksidan yang tinggi ini dapat melindungi dari radikal bebas penyebab penyakit dan memperkuat imunitas tubuh.

3. Hindari minum kopi setelah jam 2 siang

Kopi merupakan salah satu sumber kafein alami terkaya pada makanan. Kopi juga bisa meningkatkan energi saat kamu sedang lelah.

Namun, apabila kamu mengonsumsi kopi di sore hari, hal tersebut justru dapat mengganggu tidur kamu hingga berdampak pada kesehatan tubuhmu. Oleh karena itu, sebaiknya kamu menghindari minum kopi di sore hari, ya, Sobat Greeners!

4. Racik kopi menggunakan kertas filter

Kopi mengandung senyawa kafestol yang meningkatkan kolesterol. Untuk mengatasi masalah tersebut, kamu bisa meracik kopi dengan menggunakan filter (berupa kertas khusus).

Meski tidak semua senyawa tersebut tersaring secara maksimal, namun filter kertas ini sangat efektif dalam menurunkan kandungan kafestol lho, Sobat Greeners. Namun, perlu diingat, bagi kamu yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, dan hiperkoagulabilitas sebaiknya menghindari kopi karena mengandung kafestol.

5. Hindari minum kopi saat perut kosong

Bagi yang terbiasa minum kopi sebelum sarapan atau bahkan sebagai pengganti sarapan, sebaiknya segera hindari minum kopi. Sebab, kopi bersifat asam sehingga dapat merangsang peningkatan asam lambung dan memicu gejala sakit mag.

Bagi penderita sakit maag, sebaiknya hindari minum kopi terlalu banyak. Apabila kamu ingin minum kopi, utamakan makan terlebih dahulu.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

 

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mulai-hari-ini-nikmati-kopi-yang-sehat-dengan-5-tips-ini/feed/ 0
4 Tips Berkurban Lebih Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-budayakan-kurban-ramah-lingkungan-dengan-4-tips-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=yuk-budayakan-kurban-ramah-lingkungan-dengan-4-tips-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-budayakan-kurban-ramah-lingkungan-dengan-4-tips-ini/#respond Sat, 15 Jun 2024 03:00:36 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=43997 Kurban ramah lingkungan adalah praktik kurban yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Terdapat beberapa cara untuk melakukan kurban pada Iduladha yang ramah lingkungan. Salah satunya, kamu bisa menggunakan wadah ramah […]]]>

Kurban ramah lingkungan adalah praktik kurban yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Terdapat beberapa cara untuk melakukan kurban pada Iduladha yang ramah lingkungan. Salah satunya, kamu bisa menggunakan wadah ramah lingkungan sebagai pengganti plastik untuk membungkus daging kurban.

Sobat Greeners sebaiknya menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan, misalnya besek bambu. Secara tidak langsung, kamu pun telah membantu mengurangi sampah plastik yang terbuang ke lingkungan.

BACA JUGA: Praktik Guna Ulang Solusi Kurangi Sampah Plastik dan Krisis Iklim

Selain itu, ada beberapa tips lainnya yang bisa kamu terapkan dalam kurban ramah lingkungan ini lho, Sobat Greeners. Kira-kira, apa saja, ya? Yuk, simak lima tips kurban ramah lingkungan di bawah ini!

1. Gunakan besek bambu

LAZ Al Buyan melansir bahwa salah satu keuntungan menggunakan keranjang bambu yakni materialnya ramah lingkungan dan mudah terurai. Bambu merupakan tanaman yang tumbuh dengan cepat dan mudah diperbarui.

Penggunaan keranjang bambu juga bisa mengurangi ketergantungan pada bahan plastik sekali pakai yang mencemari lingkungan.

Selain itu, keranjang bambu juga dapat mudah kamu daur ulang, sehingga dapat kamu gunakan untuk membuat sesuatu yang lebih kreatif. Bambu juga merupakan bahan yang aman kita gunakan untuk kemasan makanan. Produk ini tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang mungkin ditemukan pada plastik atau bahan sintetis lainnya.

2. Pemotongan yang berkelanjutan

Melakukan pemotongan hewan kurban secara hati-hati dan sesuai prosedur sangatlah penting. Hal itu untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan dan memastikan kebersihan lingkungan sekitar.

BACA JUGA: Jangan Bungkus Daging Kurban dengan Plastik Sekali Pakai!

Di samping itu, sebaiknya kamu juga memilih hewan kurban yang sehat dan berasal dari peternakan. Hal itu untuk menjaga kesejahteraan hewan serta praktik peternakan yang ramah lingkungan.

3. Hindari penggunaan kresek

Nah, saat momen kurban ini kamu sebaiknya menghindari penggunaan kresek untuk membukus daging kurban. Gunakan wadah guna ulang seperti besek bambu, wadah makanan guna ulang dari plastik, atau rantang.

Teens Go Green melansir bahwa wadah guna ulang ini dapat berfungsi sebagai alternatif wadah daging kurban. Beberapa daerah pun memiliki kearifan lokal tersendiri dalam membungkus daging kurban. Sebagian besar warga di beberapa daerah tersebut seringkali menggunakan wadah seperti besek, eumpang gampit, sumpit salak, daun jarak, dan lain-lain.

Apabila tidak ada wadah alternatif yang tersedia, setiap warga dapat diminta untuk membawa wadah sendiri yang dapat digunakan kembali dari rumah. Hal ini sangat praktis dan dapat menekan biaya pembelian wadah daging kurban.

4. Pilih hewan kurban dari peternakan lokal

Tips yang terakhir, kamu sebaiknya memilih hewan kurban dari peternakan lokal. Dengan begitu, transportasi dan penyediaan hewan kurban tidak menghasilkan jejak karbon yang lebih besar.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-budayakan-kurban-ramah-lingkungan-dengan-4-tips-ini/feed/ 0
Rayakan Hari Bumi, yuk, Lakukan 5 Kegiatan Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/rayakan-hari-bumi-yuk-lakukan-5-kegiatan-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rayakan-hari-bumi-yuk-lakukan-5-kegiatan-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/rayakan-hari-bumi-yuk-lakukan-5-kegiatan-ini/#respond Mon, 22 Apr 2024 06:00:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=43614 Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April merupakan momen penting yang dirayakan seluruh oleh masyarakat dunia. Saat kita merayakan Hari Bumi, penting untuk berkontribusi dalam melindungi planet kita. Nah, […]]]>

Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April merupakan momen penting yang dirayakan seluruh oleh masyarakat dunia. Saat kita merayakan Hari Bumi, penting untuk berkontribusi dalam melindungi planet kita.

Nah, Sobat Greeners bisa melakukan sejumlah kegiatan untuk ikut melindungi bumi lewat aksi nyata, mulai dari menanam di kebun hingga memungut sampah.

BACA JUGA: Hari Bumi, Jalin Kebaikan untuk Bumi yang Lestari

Masyarakat di sejumlah negara juga seringkali melakukan banyak aksi dan kegiatan peduli lingkungan untuk merayakan Hari Bumi secara serentak. Begitu pula di Indonesia, mulai dari anak usia dini, remaja, hingga dewasa pun ikut turut serta melakukan aksi lingkungan bersama komunitasnya maupun secara individu.

Greeners telah merangkum beberapa sumber, lima kegiatan yang bisa kamu lakukan di Hari Bumi.

1. Pungut sampah

Memungut sampah di sekitar rumah merupakan hal mudah yang bisa kamu lakukan. Jangan lupa untuk mengajak teman-temanmu untuk melakukan aksi ini bersama-sama.

Kamu cukup menyiapkan sarung tangan dan kantong sampah, lalu berjalan-jalan di sekeliling rumahmu. Selama di perjalanan, ambil sampah yang kamu lihat supaya bisa dikelola lebih lanjut setelah dikumpulkan.

Aksi yang kamu lakukan ini tidak sekadar menikmati alam bebas, tapi kamu juga bisa mencegah sampah masuk ke saluran air setempat dan melindungi hewan agar tidak memakan sampah. Aksi kecil seperti ini apabila dilakukan setiap hari tentu bisa memberikan dampak baik bagi bumi kita.

2. Melakukan audit plastik

Lebih dari 300 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya. Plastik sekali pakai mempunyai dampak besar terhadap bumi. Mengurangi konsumsi plastik merupakan salah satu upaya untuk mencegah timbulknya mikroplastik yang berbahaya untuk lingkungan.

Tahun ini, Hari Bumi mengusung tema “Planet vs Plastik”. Dengan demikian, aksi audit sampah plastik ini cocok pada tema tersebut.

Dalam aksi audit sampah ini, langkah yang perlu kamu lakukan yaitu mencatat semua plastik yang masuk dan keluar rumah kamu selama seminggu atau bahkan sebulan. Kemudian, tinjau kembali catatan tersebut dan kamu perlu mencoba untuk mengganti penggunaan plastik sekali pakai dengan produk yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, menerapkan penggunaan peralatan guna ulang yang dapat digunakan kembali.

Apabila kamu melakukan langkah ini secara konsisten, tentu kamu sudah berkontribusi untuk membebaskan sampah plastik di bumi ini.

3. Menanam pohon

Menanam pohon adalah salah satu aksi yang tak sekadar menyenangkan, tetapi juga bisa membantu bumi lebih lestari dan memulihkan bumi dari ancaman krisis iklim. Kamu perlu tahu Sobat Greeners, penanam pohon secara konsisten menduduki peringkat teratas sebagai solusi perubahan iklim.

BACA JUGA: 4 Film Dokumenter Alam Terbaik untuk Memperingati Hari Bumi

Bagaimana pun juga, pepohonan membantu membersihkan udara yang kita hirup dan air yang kita minum, menstabilkan tanah untuk mencegah erosi, menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati, menyerap karbon, dan masih banyak lagi. Yuk, mulai menanam pohon dari sekarang!

4. Mulai berkebun

Hari Bumi ini merupakan momen yang tepat bagi diri kamu untuk terhubung dekat dengan bumi. Hal itu bisa kamu lakukan dengan cara berkebun.

Kamu tidak perlu khawatir soal lahan untuk berkebun, karena kamu bisa menanam sayuran dan buah-buahan di sejumlah pot di teras, balkon, atau jendela yang terkena sinar matahari. Sehingga, tanaman yang sudah kamu tanam bisa menghasilkan makanan yang lezat dan fresh dari kebun sendiri.

5. Lakukan yoga

Menenangkan diri di alam merupakan sebuah aktivitas yang memberi manfaat bagi dirimu. Pada momen ini, kamu juga bisa melakukan hal sederhana, yaitu yoga.

Letakkanlah matras kamu di tempat yang datar dan mulailah gerakan yoga dengan gaya apa pun. Alhasil, ini menjadi kesempatan bagus untuk kamu berkonsentrasi pada kesehatan pikiran dan tubuh kamu sambil terhubung dengan alam bebas.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/rayakan-hari-bumi-yuk-lakukan-5-kegiatan-ini/feed/ 0
Lakukan 5 Tips Ini untuk Rayakan Lebaran Minim Sampah https://www.greeners.co/gaya-hidup/lakukan-5-tips-ini-untuk-rayakan-lebaran-minim-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lakukan-5-tips-ini-untuk-rayakan-lebaran-minim-sampah https://www.greeners.co/gaya-hidup/lakukan-5-tips-ini-untuk-rayakan-lebaran-minim-sampah/#respond Wed, 10 Apr 2024 05:00:38 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=43505 Idulfitri merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Dalam perayaan Idulfitri kali ini kita juga perlu menerapkan Lebaran minim sampah. Caranya, kurangi penggunaan sampah agar tidak mencemari lingkungan. Melansir Aliansi Zero […]]]>

Idulfitri merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Dalam perayaan Idulfitri kali ini kita juga perlu menerapkan Lebaran minim sampah. Caranya, kurangi penggunaan sampah agar tidak mencemari lingkungan.

Melansir Aliansi Zero Waste Indonesia, sebagian besar masyarakat merayakan Idulfitri penuh dengan bahagia dan meriah. Seringkali merayakan hari suci ini juga identik dengan perilaku konsumen yang bisa memberikan banyak tekanan pada lingkungan.

Oleh karena itu, kamu perlu mulai hidup ramah lingkungan saat Idulfitri. Berikut beberapa tips merayakan Lebaran dengan minim sampah!

1. Ganti piring plastik dengan piring kaca

Menurut Zero Waste Indonesia, agar tidak menghasilkan banyak sampah saat Idulfitri, ganti piring plastik sekali pakai dengan piring kaca atau pelepah. Terutama pada saat makan bersama keluarga besar atau menjamu tamu, sebaiknya kamu menyediakan piring guna ulang atau berbahan ramah lingkungan.

BACA JUGA: Pemudik Capai 193 Juta, Saatnya Terapkan Mudik Minim Sampah!

Terkadang, sebagian orang ingin menggunakan piring plastik untuk menyajikan makanannya dengan cara yang praktis. Sayangnya, kebiasaan ini kurang baik karena berujung pada penumpukan sampah saat Lebaran. Oleh karena itu, penting untuk menghindari penggunaan piring plastik sekali pakai agar tidak menjadi tumpukan sampah yang berakhir ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

2. Hindari penggunaan sedotan plastik

Tidak hanya wadah makanan dan minuman kemsan plastik sekali pakai yang harus kita hindari. Kamu juga perlu menghindari penggunaan sedotan plastik sekali pakai. Sebab, sampah tersebut sulit untuk didaur ulang.

Maka dari itu, ketika kita berkunjung ke rumah kerabat maupun saudara, sebaiknya tidak perlu mengambil sedotan plastik. Selain itu, kita juga tidak perlu menyediakan sedotan plastik sekali pakai di rumah.

3. Bawa peralatan guna ulang

Saat Lebaran, masyarakat memiliki tradisi yang unik saat mengunjungi rumah sanak saudara. Misalnya, membungkus makanan ketika kita hendak pulang. Dalam hal ini, keluarga pun saling memberi ‘oleh-oleh’ baik itu makanan atau yang lainnya. Jadi, Sobat Greeners perlu menyiapkan tas, wadah, dan tumbler guna ulang, ya!

4. Makan secukupnya

Sajian makanan Lebaran memang sangat menggiurkan. Namun, kamu perlu makan dengan secukupnya dan tidak berlebihan agar tidak menyisakan makanan. Apabila kamu menghabiskan makananmu tanpa ada sisa, hal itu bisa meminimalisasi penumpukan sampah.

Yuk, habiskan makananmu dan cobalah untuk mengambil makanan secukupnya!

5. Mengganti camilan

Camilan pabrikan seperti keripik kentang, keripik singkong, roti kering, kue manis aneka rasa kerap terhidang saat Lebaran. Camilan ini diproduksi di pabrik dengan menggunakan kemasan plastik atau kertas. Nah, semakin sering kamu mengonsumsi jajanan kemasan tersebut, semakin besar pula kemungkinan kamu menghasilkan sampah.

Jadi, mulai dari sekarang konsumsi camilan buatan sendiri, yuk, supaya bisa mengurangi sampah kemasan dan kesehatan pun dapat terjaga.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/lakukan-5-tips-ini-untuk-rayakan-lebaran-minim-sampah/feed/ 0
5 Tips Nyaman Berpuasa bagi Penderita Asam Lambung https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-tips-nyaman-berpuasa-bagi-penderita-asam-lambung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-tips-nyaman-berpuasa-bagi-penderita-asam-lambung https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-tips-nyaman-berpuasa-bagi-penderita-asam-lambung/#respond Fri, 22 Mar 2024 05:01:08 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=43358 Selama bulan Ramadan, umat muslim menjalankan ibadah puasa. Mereka harus menahan diri dari makan dan minum mulai dari terbit fajar dan terbenamnya matahari. Namun, hal ini bisa menjadi tantangan bagi […]]]>

Selama bulan Ramadan, umat muslim menjalankan ibadah puasa. Mereka harus menahan diri dari makan dan minum mulai dari terbit fajar dan terbenamnya matahari. Namun, hal ini bisa menjadi tantangan bagi penderita penyakit asam lambung atau maag. Saat berpuasa, pola dan waktu makan akan berubah dari biasanya. Terlebih lagiperut pun kosong dalam waktu lama sehingga bisa memicu asam lambung naik.

Halodoc melansir bahwa tanda penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah naiknya asam lambung ke kerongkongan sehingga menyebabkan sakit perut atau rasa terbakar di dada. Biasanya, penyebab kondisi ini adalah tidak berfungsinya Lower Esophageal Sphincter (LES) atau otot lambung penutup organ ini, sehingga asam lambung akhirnya kembali naik ke kerongkongan.

BACA JUGA: Puasa Lebih Sehat: Hindari 4 Makanan Ini saat Berbuka Puasa!

Maka dari itu, penderita penyakit asam lambung perlu mengetahui cara pola makan yang tepat dan aman agar ibadah puasamu bisa berjalan lancar. Yuk, simak lima tips di bawah ini!

1. Jangan lewatkan makan saat sahur

Sebagian dari kita mungkin melewatkan sahur karena ketiduran. Namun, bagi penderita asam lambung, sahur tidak boleh terlewat. Sebab, hal ini bisa memperburuk asam lambung di siang hari.

Puasa seharian bisa menyebabkan asam lambung naik, apalagi jika melewatkan makan saat sahur. Oleh karena itu, makan sahur sangat penting untuk sumber energi kamu selama berpuasa. Makan sahur juga mencegah asam lambung naik ke tenggorokan.

Kamu juga sebaiknya memilih makanan pembuka yang tinggi serat. Sebab, pencernaan membutuhkan waktu lebih lama sehingga kecil kemungkinan asam lambung naik. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menghindari makan berlebihan saat sahur atau berbuka puasa untuk menghindari gangguan pencernaan.

2. Hindari makan terlalu cepat

Tips kedua, hindari makan terlalu cepat. Makanlah secara perlahan dan tidak terburu-buru. Sobat Greeners perlu kunyah makanan dengan baik agar memudahkan lambung mencerna makanan tersebut.

Tahukah kamu? Makanan yang tidak dikunyah dengan benar tentu bisa memicu asam lambung meningkat. Oleh sebab itu, makanlah dengan pelan-pelan dan nikmati makanan yang kamu konsumsi, sehingga kamu tidak akan merasakan sakit akibat asam lambung naik.

3. Tidak menunda waktu berbuka puasa

Jika waktu sudah menunjukkan waktu berbuka puasa, segeralah kamu berbuka dan jangan menundanya hingga membiarkan perut kamu kosong lebih lama. Sebab, perut butuh mencerna makanan agar asam lambung yang diproduksi bisa digunakan untuk memecah makanan yang masuk ke tubuh.

BACA JUGA: 3 Bahaya Tidur setelah Makan, Hati-hati!

Sama halnya seperti melewatkan sahur, menunda berbuka puasa juga bisa membuat gangguan asam lambung menjadi lebih buruk. Yuk, berbukalah dengan tepat waktu agar tubuh kamu bisa sehat selalu!

4. Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung

Saat berbuka puasa tentu banyak sajian makanan dan minuman yang menggiurkan. Namun, kamu perlu bijak, ya, dalam memilih menu berbuka puasa. Hindarilah menu makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti makanan berminyak, pedas, asam, dan makanan yang digoreng.

Begitu juga dengan minuman, kamu sebaiknya tidak mengkonsumsi minuman yang berkafein seperti cokelat, kopi, dan teh. Semua sajian ini perlu kamu hindari, baik saat berbuka maupun sahur.

5. Jangan tidur setelah makan

Kita sering kali merasa mengantuk setelah sahur. Namun, sebaiknya kamu tidak langsung tidur setelah makan. Idealnya, kamu harus menunggu sekitar 3 jam setelah makan jika ingin kembali tidur. Kemungkinan besar, saat kamu tidur setelah makan, masalah asam lambung akan semakin parah dan perut terasa tidak nyaman.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-tips-nyaman-berpuasa-bagi-penderita-asam-lambung/feed/ 0
5 Cara Mudah Memilah Sampah di Rumah, Coba, yuk! https://www.greeners.co/gaya-hidup/cara-mudah-memilah-sampah-di-rumah-coba-yuk/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cara-mudah-memilah-sampah-di-rumah-coba-yuk https://www.greeners.co/gaya-hidup/cara-mudah-memilah-sampah-di-rumah-coba-yuk/#respond Mon, 18 Mar 2024 06:13:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=43332 Sampah skala rumah tangga masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Sobat Greeners sudah semestinya memilah sampah sejak dari rumah agar sampah tidak lagi mencemari lingkungan. Zero Waste Indonesia melansir, jika […]]]>

Sampah skala rumah tangga masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Sobat Greeners sudah semestinya memilah sampah sejak dari rumah agar sampah tidak lagi mencemari lingkungan.

Zero Waste Indonesia melansir, jika sampah-sampah ini bercampur dan menumpuk di tempat pemrosesan akhir (TPA), hal itu bisa menimbulkan gas beracun. Sehingga, mengakibatkan gas efek rumah kaca (salah satu faktor besar pada perubahan iklim).

Maka dari itu, sangatlah penting untuk segera memilah sampah. Namun, sebagian besar masyarakat masih menganggap pemilahan sampah adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Padahal, memilah sampah di rumah itu mudah dilakukan, lho, Sobat Greeners. Yuk, simak lima tips berikut ini.

1. Siapkan tempat sampah terpilah

Tips pertama yang perlu kamu lakukan adalah menyiapkan tempat sampah terpilah, agar nantinya bisa lebih mudah memilah sampah. Bahkan, kamu akan terbiasa memilah sampah di rumah.

Simpan sampah organik dan anorganik pada tempat sampah yang sesuai berdasarkan jenis sampah. Bahkan, langkah ini bisa membantumu dalam mengumpulkan sampah agar lebih rapi dan bersih. Dengan memiliki tempat sampah terpilah, kamu juga akan mencegah sampah berserakan di sekitar rumah kamu.

BACA JUGA: Eco Enzyme Jadikan Sampah Organik Bermanfaat

2. Pisahkan sampah organik dan anorganik

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari bahan-bahan bisa terurai secara alamiah atau biologis. Misalnya, sisa makanan, dedaunan, atau ranting yang ada di halaman rumah. Sampah ini juga terbagi menjadi dua, yaitu sampah organik basah dan sampah organik kering.

Contoh kategori sampah organik basah di antaranya tulang belulang, kaldu, kuah, atau sisa makanan lain yang mengandung air. Kemudian, kategori sampah organik kering seperti dedaunan, rantung, kulit buah, dan sayuran yang belum dimasak.

Selanjutnya, Sobat Greeners bisa memilah sampah anorganik. Sampah ini sulit terurai secara biologis dan proses penghancurannya membutuhkan penanganan di tempat khusus. Pertama, kamu perlu mengumpulkan sampah ini, lalu memisahkannya sesuai kategori, dan membersihkannya agar sampah tersebut tidak berjamur.

BACA JUGA: BSF Hilangkan Sampah Organik Dalam Dua Hari

Jenis sampah anorganik yang perlu kamu pisahkan misalnya kemasan kaleng, kemasan plastik, kemasan karton, dan sampah elektronik. Kamu juga perlu memisahkan sampah yang mengandung bahan berbahaya beracun (B3), karena sampah itu memiliki tingkat pencemaran sangat tinggi jika tercampur dengan sampah lainnya.

3. Sumbangkan sampah anorganik

Sobat Greeners, setelah memilah sampah, kamu bisa menyumbangkan sampah anorganik yang dapat didaur ulang ke tempat pengolahan sampah seperti bank sampah. Apalagi, saat ini banyak usaha rintisan yang bisa menerima sampah anorganik. Sehingga, kamu bisa mudah menyumbangkan sampah tersebut dan mengurangi penumpukan sampah di rumah kamu.

Kemudian, untuk sampah residu atau sampah yang tidak bisa didaur ulang seperti kemasan plastik maupun sachet, kamu dapat memanfaatkan sampah tersebut menjadi ecobrick. Sehingga, semua sampah terpilah ini bisa terkelola secara benar.

4. Kompos sampah organik

Believe Earth melansir, jenis sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak menumpuk di TPA. Pembuangan sampah organik juga bisa menghasilkan gas metana yang 20 kali lebih banyak menimbulkan polusi dibandingkan karbon dioksida.

Dengan demikian, sampah organik perlu diolah agar tidak berakhir ke TPA. Kamu bisa mengolah sampah organik dengan sejumlah metode. Misalnya, memasukkan ke lubang biopori, mengubur sampah organik sedalam mungkin ke dalam tanah, dan mengomposnya dengan menggunakan takakura untuk dijadikan pupuk.

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan sampah kulit buah-buahan menjadi eco enzyme. Lewat berbagai opsi ini, tentu memudahkan kamu dalam mengolah sampah organik menjadi lebih bermanfaat dan terolah secara benar hingga tak lagi mencemari lingkungan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/cara-mudah-memilah-sampah-di-rumah-coba-yuk/feed/ 0
3 Tips Jaga Keamanan Digital dan Finansial bagi Perempuan https://www.greeners.co/gaya-hidup/3-tips-jaga-keamanan-digital-dan-finansial-bagi-perempuan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=3-tips-jaga-keamanan-digital-dan-finansial-bagi-perempuan https://www.greeners.co/gaya-hidup/3-tips-jaga-keamanan-digital-dan-finansial-bagi-perempuan/#respond Wed, 13 Mar 2024 05:00:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=43285 Saat ini, perempuan kerap menghadapi berbagai perilaku tidak menyenangkan di dunia digital. Dari pelecehan online hingga penipuan finansial. Perempuan harus lebih waspada untuk memastikan keamanan digital dan keuangan. Berdasarkan data […]]]>

Saat ini, perempuan kerap menghadapi berbagai perilaku tidak menyenangkan di dunia digital. Dari pelecehan online hingga penipuan finansial. Perempuan harus lebih waspada untuk memastikan keamanan digital dan keuangan.

Berdasarkan data Status Literasi Digital Indonesia, literasi digital perempuan belum setara dengan laki-laki. Oleh karena itu, keamanan digital dan finansial perempuan harus terus didorong untuk menciptakan lingkungan di mana seluruh perempuan dihargai dan dihormati.

Head of Corporate Secretary Nawakara, Chiquita mengatakan keamanan digital membutuhkan upaya proaktif melalui penilaian keamanan yang mendalam. Menurutnya, dengan maraknya kejahatan digital, nyatanya perempuan lah yang berperan besar terhadap pembangunan keamanan digital di Indonesia. Kendati demikian, keamanan digital kerap menjadi benteng penggunaan teknologi bagi para perempuan.

BACA JUGA: Prada Luncurkan Koleksi Hand Bag Daur Ulang Terbaru

“Di sini, literasi keamanan digital sangat penting bagi perempuan demi meminimalisasi berbagai risiko yang ada hingga mencapai kemandirian finansial dan membangun masa depan yang aman, serta sejahtera untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka,” ujar Chiquita dalam acara Super WOWmen, Jumat (8/3).

Oleh sebab itu, simak tiga tips bagi para perempuan untuk tetap aman dalam keamanan digital berikut ini!

Perempuan harus lebih waspada untuk memastikan keamanan digital dan keuangan. Foto: Nawakara

Perempuan harus lebih waspada untuk memastikan keamanan digital dan keuangan. Foto: Nawakara

1. Teliti dalam menggunakan aplikasi keuangan

Tips pertama, perempuan harus lebih teliti dalam menggunakan aplikasi keuangan digital. Misalnya, sebagai seorang “menteri keuangan” dalam keluarga, tentu aplikasi keuangan digital menjadi aplikasi utama.

Maka dari itu, dalam menilai sebuah aplikasi keuangan digital tersebut, perempuan perlu mencari tahu terlebih dahulu. Misalnya, mulai dari reputasinya, keamanannya, berapa banyak penggunaanya, hingga testimoninya.

BACA JUGA: Panji Sakti Ungkap Rasa Senang Menyanyi di Tengah Pepohonan

Setelah tahu aplikasi keuangan tersebut aman, langkah selanjutnya adalah memastikan keamanan digital terjaga. Contohnya, tidak menyimpan sandi menggunakan angka sederhana seperti tanggal lahir, angka berurutan, dan lain sebagainya.

2. Tidak pakai wifi di tempat umum

Selain itu, hal yang perlu kamu perhatikan dalam keamanan digital adalah tidak menggunakan wifi di tempat umum. Mulai dari sekarang, kamu sebaiknya tidak menggunakan wifi di tempat umum untuk mengakses aplikasi yang memiliki data private yang bersifat substansial, seperti aplikasi keuangan digital atau mobile banking.

Hal ini untuk menghindari penyadapan yang mudah diakses area publik untuk mengambil data dari handphone yang terhubung ke wifi tersebut.

3. Perhatikan permintaan data diri dari pinjaman online

Tips terakhir, kamu harus memperhatikan secara jeli permintaan akses data diri dari pinjaman online atau pinjol. Fenomena pinjol ini kerap terjadi karena rendahnya tingkat literasi keuangan perempuan.

Maka dari itu, kamu perlu mengantisipasi adanya pencurian data pribadi di aplikasi pinjol. Sebab, hal ini sangatlah penting untuk keamanan data diri. Kamu perlu memperhatikan permintaan akses aplikasi pinjol pada ponsel pengguna.

Jika diluar kewajaran yang telah ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka persetujuan akses tersebut sebaiknya ditolak. Sebab, pengamanan data yang baik sangat penting bagi setiap orang.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/3-tips-jaga-keamanan-digital-dan-finansial-bagi-perempuan/feed/ 0
5 Tips Membiasakan Diri untuk Bangun Pagi agar Lebih Produktif https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-tips-membiasakan-diri-untuk-bangun-pagi-agar-lebih-produktif/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-tips-membiasakan-diri-untuk-bangun-pagi-agar-lebih-produktif https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-tips-membiasakan-diri-untuk-bangun-pagi-agar-lebih-produktif/#respond Thu, 22 Feb 2024 08:33:19 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=43133 Bagi sebagian orang, bangun pagi bukanlah hal yang mudah. Kesulitan bangun pagi pun bukan dikarenakan menyukai tidur dan membenci pagi hari. Namun, hal ini dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, kondisi […]]]>

Bagi sebagian orang, bangun pagi bukanlah hal yang mudah. Kesulitan bangun pagi pun bukan dikarenakan menyukai tidur dan membenci pagi hari. Namun, hal ini dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, kondisi kesehatan, dan lain-lain.

Namun, Sobat Greeners harus mulai membiasakan diri untuk bangun pagi. Sebab, bangun pagi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Bahkan, bisa membuat harimu menjadi lebih produktif lho.

BACA JUGA: Kenali 5 Khasiat Minum Jeruk Nipis di Pagi Hari!

Kebiasaan ini memang terdengar cukup sederhana. Namun, tidak menutup kemungkinan Sobat Greeners akan menemui kendala saat mencoba membiasakan diri untuk bangun pagi. Nah, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan dengan benar agar bisa bangun pagi secara konsisten. Yuk, simak lima tips berikut ini!

1. Buatlah jadwal tidur

Heatlhline melansir bahwa jika kamu ingin membiasakan bangun di pagi hari, kamu harus tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Ini juga dapat membantu kamu menjaga jadwal tidur yang baik dan membantu melatih diri kamu untuk bangun lebih awal.

Kamu perlu mencari tahu berapa banyak waktu tidur yang kamu butuhkan. Secara umum, dianjurkan untuk tidur antara jam 7 dan 9 setiap jam, dan tidak disarankan untuk tidur terlalu larut malam. Usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup agar kamu bisa bangun tidur dengan perasaan segar di pagi hari.

Yuk, patuhi jadwal tidur kamu setiap hari, termasuk hari libur. Dengan demikian, tubuh kamu bisa terbiasa bangun pagi secara alami.

2. Cari motivasi untuk bangun pagi

Tips kedua, penting untuk memikirkan motivasi kamu untuk bangun pagi. Misalnya, kamu harus bangun pagi agar tidak telat berangkat ke kantor atau dapat rutin olahraga pada pagi hari. Motivasi seperti itu bisa menggugah semangat kamu untuk bangun di pagi hari.

Selain itu, kamu juga perlu beritahu orang terdekat seperti orang tua, sahabat, dan pasangan tentang kebiasaan baru yang akan kamu lakukan. Mereka bisa membantu mengingatkan kamu untuk tidur lebih awal dan membangunkan kamu saat pagi hari. Seiring berjalannya waktu, tips ini akan membantu kamu untuk bangun lebih pagi.

3. Perbaiki rutinitas tidur

Tanpa disadari, gaya hidup kamu saat ini mungkin berpotensi mengganggu upaya kamu untuk bangun pagi. Misalnya, kamu senang minum kafein di sore hari dan menggunakan ponsel sebelum tidur.

Dengan demikian, untuk meningkatkan rutinitas waktu tidur kamu, cobalah melakukan sesuatu yang menenangkan sebelum tidur. Misalnya, membaca buku atau mandi air hangat. Sobat Greeners harus menghindari aktivitas yang terbukti mengganggu ritme sirdakian dan menyebabkan sulit tidur, termasuk:

  • Melihat layar seperti laptop dan ponsel
  • Minum kafein dalam waktu enam jam sebelum tidur
  • Banyak menghabiskan banyak waktu di tempat tidur pada siang hari
  • Minum alkohol sebelum tidur

4. Buat suasana nyaman

Pernahkah kamu berpikir bahwa kamu bisa tidur lebih nyenyak jika kamar kamu rapi dan bersih? Nah, Sobat Greeners, tips yang satu ini memang perlu kamu lakukan. Kamu harus buat suasana kamar tidurmu lebih nyaman agar kamu bisa nyenyak dan bangun tidur lebih pagi.

BACA JUGA: Konsumsi 5 Makanan Kaya Nutrisi Ini untuk Detoksifikasi Tubuh

Namun, jika kamu masih gagal untuk membantuk kamarmu agar nyaman, cobalah kamu mengecek ulang penataan kamar tidurmu. Hellosehat melansir bahwa umumnya kondisi kamar yang berantakan, terlalu terang, bising, dan terlalu panas dapat membuat kamu sulit untuk tidur.

Maka dari itu, kamu perlu pastikan penataan kamar sudah baik supaya kamu mendapatkan kualitas tidur yang lebih berkualitas dan bisa bangun pagi setiap hari.

5. Hindari makan sebelum tidur

Kebiasaan makan sebelum tidur ternyata bisa memicu gangguan tidur. Jadi, tubuh kamu yang seharusnya beristirahat justru sibuk mengolah makanan yang baru saja kamu makan. Oleh karena itu Sobat Greeners, sebaiknya hindari makan sebelum tidur!

Nah, bagi yang gemar minum kopi dan teh, minuman tersebut sebaiknya dihindari karena kopi dan teh mengandung kafein. Kamu perlu menghindari makan makanan berminyak dan pedas. Kedua makanan ini bisa menyebabkan asam lambung naik dan mengganggu tidur kamu. Jika kamu benar-benar lapar di malam hari, sebaiknya makan camilan sehat dan hindari makan berlebihan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-tips-membiasakan-diri-untuk-bangun-pagi-agar-lebih-produktif/feed/ 0