aksi peduli lingkungan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/aksi-peduli-lingkungan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 19 Jun 2023 06:23:36 +0000 id hourly 1 Citi Indonesia Ajak 2.200 Karyawannya untuk Peduli Lingkungan https://www.greeners.co/aksi/citi-indonesia-ajak-2-200-karyawannya-untuk-peduli-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=citi-indonesia-ajak-2-200-karyawannya-untuk-peduli-lingkungan https://www.greeners.co/aksi/citi-indonesia-ajak-2-200-karyawannya-untuk-peduli-lingkungan/#respond Mon, 19 Jun 2023 06:23:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=40484 Jakarta (Greeners) – Citi Indonesia kembali menyelenggarakan Global Community Day (GCD) 2023 dengan mengangkat konsep ramah lingkungan. Lebih dari 2.200 karyawan Citi berpartisipasi di dalamnya. Program ini sekaligus mendorong karyawannya […]]]>

Jakarta (Greeners) – Citi Indonesia kembali menyelenggarakan Global Community Day (GCD) 2023 dengan mengangkat konsep ramah lingkungan. Lebih dari 2.200 karyawan Citi berpartisipasi di dalamnya. Program ini sekaligus mendorong karyawannya untuk lebih peduli lingkungan. 

Mengusung tema Beyond Collaboration: Greater Things to Come, dalam acara ini, karyawan diajak untuk membawa pakaian bekas dan botol plastik bekas yang akan dimasukkan ke dalam dropbox.

Selain itu, karyawan pun Citi Indonesia dorong menggunakan transportasi umum untuk mengurangi jejak emisi mereka.

CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi mengatakan, Citi telah hadir dan berkontribusi bagi Indonesia selama 55 tahun. Selama kurun waktu tersebut, Citi terus berupaya untuk berkontribusi pada perubahan yang berkelanjutan.

“Global Community Day menjadi salah satu kontribusi nyata kami dalam membuat perubahan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Apa yang kami lakukan di GCD tahun ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan target pengurangan sampah,” kata Batara, di Jakarta, Minggu (18/6).

Dalam komitmennya, Citi pun telah merelokasi kantor Citibank Tower yang mereka ubah berstandar green building. Mereka pun sudah mengantongi kepemilikan sertifikasi LEED Platinum pertama di Indonesia dari US Green Building Council.

1.464 Botol Plastik Terkumpul

Saat puncak acara, lebih dari 2.200 Citi volunteers mengumpulkan 1.464 botol plastik yang setara dengan pengurangan jejak karbon sebesar 101.042 gram. Sampah plastik yang telah terkumpul ini nantinya akan Plasticpay daur ulang menjadi produk bernilai seperti tas jinjing atau tas laptop.

Tak hanya itu, Citi Volunteers juga mengumpulkan 1.814 potong pakaian bekas layak pakai. Seluruh pakaian mereka sumbangkan kepada Setali Indonesia. Kemudian dilakukan proses upcycling dan menghasilkan pakaian berkualitas yang dapat digunakan kembali.

Kegiatan seru Citi volunteers yaitu melukis mural sepanjang total 12 meter dengan menggunakan cat ramah lingkungan. Kegiatan pengecatan mural ini mendukung misi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam merevitalisasi atau meningkatkan pengelolaan ruang daya dukung lingkungan.

Citi Indonesia gandeng Pendiri Setali Indonesia Andien Aisyah. Foto: Greeners/Dini Jembar Wardani

Libatkan Ecopreneurship

Berdasarkan data dari United Nations Environment Programme (UNEP), industri fesyen menyumbang hampir 10 % emisi karbon global. Plastik juga menyumbang 3,8 % dari emisi gas rumah kaca secara global.

Menyoroti hal tersebut, dalam penyelenggaraan puncak acara GCD 2023, Citi Indonesia menggandeng ecopreneurship yakni Plasticpay dan Setali Indonesia. Kedua mitra tersebut telah memfasilitasi dan mengedukasi karyawan Citi untuk lebih bijak mengelola sampah yang mereka hasilkan.

Pendiri Setali Indonesia yang juga penyanyi ternama, Andien Aisyah mengatakan, pakaian bekas yang dikumpulkan pada acara tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengurangi limbah pakaian di ibukota.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/citi-indonesia-ajak-2-200-karyawannya-untuk-peduli-lingkungan/feed/ 0
PERI BUMI Galang Kekuatan Keluarga Cintai Lingkungan https://www.greeners.co/aksi/peri-bumi-galang-kekuatan-keluarga-cintai-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peri-bumi-galang-kekuatan-keluarga-cintai-lingkungan https://www.greeners.co/aksi/peri-bumi-galang-kekuatan-keluarga-cintai-lingkungan/#respond Fri, 14 Oct 2022 04:00:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=37643 Jakarta (Greeners) – Sampah yang semakin menggunung hampir 40,8 persennya berasal dari sampah rumah tangga. Hal ini membuat Komunitas Parenting Is Easy tergerak untuk memulai perubahan, dari diri, keluarga dan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Sampah yang semakin menggunung hampir 40,8 persennya berasal dari sampah rumah tangga. Hal ini membuat Komunitas Parenting Is Easy tergerak untuk memulai perubahan, dari diri, keluarga dan rumah untuk cintai lingkungan.

Komunitas ini meyakini pengasuhan dan pendidikan keluarga akan membawa dampak besar pada anak. Sebab setiap orang tua ingin anaknya mendapatkan masa depan terbaik, hidup layak dan mampu meraih cita-cita. Untuk itu, anak-anak butuh bumi yang lestari, sebagai rumah di masa depan.

Komunitas ini pun menginsiasi PERI BUMI. Sebuah gerakan yang fokus pada fungsi keluarga terutama ibu sebagai agen perubahan yang berdampak pada kondisi bumi.

Perwakilan komunitas Pradana Evan menyatakan, PERI BUMI merupakan movement yang Parenting Is Easy gagas untuk ibu, keluarga, anak dan para pendidik di seluruh Indonesia.

“Gerakan ini dimulai dari hal sederhana. Mengenali dan membangun koneksi dengan diri dan keluarga, lingkungan dan alam sekitarnya kemudian berdampak ke komunitas, masyarakat hingga bangsa,” katanya dalam keterangannya baru-baru ini.

Tiga Program Besar untuk Cintai Lingkungan

Ia meyakini, unit terkecil dalam sebuah masyarakat yaitu keluarga pun mampu membawa sebuah perubahan. Seorang ibu adalah kunci untuk sebuah perubahan yang masif. Cinta dan koneksi seorang ibu kepada anak-anak dan keluarganya mengupayakan masa depan yang lebih baik sekaligus bisa cintai lingkungan.

Dalam upaya melakukan perubahan, PERI BUMI memiliki tiga program utama yaitu ibu ASAKA (Atasi Sampah Keluarga) untuk ibu. Selanjutnya yaitu SALINA (Sayang Lingkungan dan Keluarga) untuk tenaga pendidik, guru, volunteer. Program lainnya yakni KAPTEN KEPIK (Kapten Kecil Peduli Lingkungan dan Keluarga) untuk anak usia sekolah dasar.

Tahun 2022, PERI BUMI sudah berhasil menjalankan dua program yaitu Ibu ASAKA pada 55 duta Ibu ASAKA dari seluruh Indonesia.

Serentak Berdampak di Tahun 2023

Sementara program SALINA memiliki sembilan kelas pelatihan tatap muka. Program ini menyasar para pengurus lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan dan pengasuhan di seputar TPST Bantar Gebang.

Harapannya PERI BUMI bisa masif bergerak dan berdampak luas di tahun 2023. Rangkaian acara Road to PERI BUMI 2023 akan mulai berlangsung November 2022. Tema besar yang diangkat Climate Act Art, Nuturing Nature Through Culture dan Making Connection Common. Sementara tiga program utama PERI BUMI 2023 yaitu IBU ASAKA, SALINA dan KAPTEN KEPIK yang akan mulai mereka lakukan pada awal tahun 2023.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/peri-bumi-galang-kekuatan-keluarga-cintai-lingkungan/feed/ 0
KPA Arkadia Memulai Kesadaran Lingkungan dari Kampus https://www.greeners.co/sosok-komunitas/kpa-arkadia-memulai-kesadaran-lingkungan-dari-kampus/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kpa-arkadia-memulai-kesadaran-lingkungan-dari-kampus https://www.greeners.co/sosok-komunitas/kpa-arkadia-memulai-kesadaran-lingkungan-dari-kampus/#respond Fri, 02 Sep 2022 04:30:39 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=37218 Jakarta (Greeners) – Kelompok pecinta alam tak sekadar berpetualang ke berbagai destinasi alam tetapi, menjunjung tinggi edukasi nilai-nilai lingkungan hidup dan konservasi. Salah satunya yang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kelompok pecinta alam tak sekadar berpetualang ke berbagai destinasi alam tetapi, menjunjung tinggi edukasi nilai-nilai lingkungan hidup dan konservasi. Salah satunya yang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Pecinta Alam Arti Keagungan dan Keindahan Alam (KPA Arkadia) Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta lakukan di kampus.

KPA Arkadia yang berdiri pada 2 Oktober 1989 di Kampus IAIN Jakarta ini memulai kesadaran terhadap lingkungan dari lingkungan kampus. Kelompok yang terdiri dari 13 orang aktivis kampus ini menyukai alam bebas dan peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. Berbagai bidang yang ada di bawah KPA Arkadia, yaitu petualangan, advokasi dan konservasi lingkungan, search and rescue (SAR).

Kodiv Advokasi Lingkungan Hidup KPA Arkadia, Nadiatul Fadhilah mengatakan, pentingnya upaya advokasi lingkungan hidup dan konservasi di lingkungan kampus. “Karena di kampusku sendiri aku sadar masih minim banget soal kesadaran isu lingkungan ini,” katanya dalam Kupas Komunitas bersama Greeners, Rabu (31/8).

Sebagai organisasi intra, kampus merupakan lingkup terkecil yang harus dipastikan terlebih dahulu terkait dengan upaya kesadaran isu lingkungan ini. Oleh karenanya, UKM ini kerap kali terlibat aktif dalam gerakan lingkungan di sekitar kampus.

“Misalnya, kita beberapa bulan lalu bekerja sama dengan himpunan mahasiswa Biologi UIN untuk menanam kurang lebih 100 hingga 200 pohon di kampus,” kata dia.

Kegiatan KPA Arkadia di alam. Foto: KPA Arkadia

Gerakan Arkadia di Luar Kampus

Selain itu, program lain yang mereka lakukan di luar kampus yakni sosialisasi terkait pembuatan lubang biopori di Tangerang Selatan. Program lain yakni kegiatan ekspedisi untuk penelitian penyu dan kehidupan sosial budaya masyarakat. Program tersebut terkait dengan konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Mahasiswa angkatan 2021 ini menceritakan pengalamannya sebagai perempuan anggota KPA Arkadia. Berbeda dengan pecinta alam tempo dulu yang didominasi oleh laki-laki. Menurut perempuan yang akrab disapa Sagon ini, perempuan saat ini setara untuk bisa mendaki seperti halnya laki-laki. “Bersyukur aja saat ini bisa mendaki,” ujar dia.

Ia juga menceritakan pengalaman menariknya selama bergabung menjadi anggota KPA Arkadia. Seperti saat berkegiatan pelatihan dasar di Gunung Salak yang semakin memacunya untuk mantap bergabung di UKM ini.

Berbagai program tersebut mengacu pada visi dan misi KPA Arkadia. Di antaranya yakni menjadi organisasi dengan kualitas tingkat nasional dan internasional sesuai dengan nilai-nilai kecintaan alam.

Khusus untuk misinya di antaranya meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia dan pengetahuan dalam kemampuan pencinta alam yang berkesinambungan dan terukur. Selain itu, turut mengintegrasikan kecintaan alam dengan leader mark perguruan tinggi.

Sagon juga mengungkap, KPA Arkadia sangat terbuka untuk bisa melakukan kerja sama dengan berbagai organisasi pencinta alam lain, termasuk di luar kampus. Sementara untuk pendaftaran anggota baru KPA Arkadia akan mereka lakukan pada Desember 2022 hingga Januari 2023.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/kpa-arkadia-memulai-kesadaran-lingkungan-dari-kampus/feed/ 0
KLHK : Peringatan Hari Lingkungan Hidup untuk Pulihkan Lingkungan https://www.greeners.co/berita/klhk-peringatan-hari-lingkungan-hidup-untuk-pulihkan-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=klhk-peringatan-hari-lingkungan-hidup-untuk-pulihkan-lingkungan https://www.greeners.co/berita/klhk-peringatan-hari-lingkungan-hidup-untuk-pulihkan-lingkungan/#respond Tue, 07 Jun 2022 06:28:42 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=36385 Jakarta (Greeners) – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada Minggu (5/6) hendaknya menjadi momentum menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran, kepedulian bersama terhadap lingkungan. Hal ini Staf Ahli Menteri Bidang Energi, Kementerian […]]]>

Jakarta (Greeners) – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada Minggu (5/6) hendaknya menjadi momentum menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran, kepedulian bersama terhadap lingkungan.

Hal ini Staf Ahli Menteri Bidang Energi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Winarni Monoarfa sampaikan dalam acara Opening Ceremony Indonesia Climate Change Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022.

“Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum penting. Khususnya untuk terus menerus menumbuhkan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita bersama. Juga berperilaku adil terhadap lingkungan dan ramah lingkungan,” katanya Senin (6/6).

Hari Lingkungan Hidup Sedunia Majelis Umum PBB tetapkan dari Konvensi Stockholm di Swedia pada 5-16 Juni 1972. Lalu tahun 1974, pertama kali peringatan tersebut digelar. Tema “The Only One Earth” kembali diusung pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2022 ini.

Pemulihan Lingkungan dan Keadilan Akses di Hari Lingkungan Hidup

Dalam momentum ini, Winarni menegaskan pentingnya memulihkan lingkungan dan penataan keadilan akses sumber daya lahan untuk masyarakat luas. Hal ini perlu dapat dukungan berbagai ketentuan perundang-undangan.

Selain itu, Indonesia juga memastikan komitmennya dalam pengendalian perubahan iklim. Salah satunya melalui dokumen updated Nationally Determined Contribution (NDC) dan Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR).

“Di tengah ketidakpastian janji negara-negara maju untuk menyalurkan pembiayaan membantu negara berkembang dalam menangani perubahan iklim, Pemerintah Indonesia terus bergerak nyata. Caranya memperkuat kebijakan pengendalian perubahan iklim dalam negeri secara detail untuk menjaga kepentingan penurunan emisi gas rumah kaca sesuai target nasional,” paparnya.

Langkah tersebut seiring dengan keluarnya berbagai kebijakan. Seperti Keputusan Menteri LHK Nomor 168 Tahun 2022 Tentang FoLU Net Sink 2030 untuk pengendalian perubahan iklim. Aturan ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021.

Operasional pelaksanaan FoLU Net Sink 2030 akan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan hutan lestari serta tata kelola lingkungan dan tata kelola karbon.

“Target utamanya adalah pengurangan deforestasi dan degradasi hutan. Meski tantangannya cukup berat tetapi kita akan terus bekerja. Meletakkan fondasi pembangunan di lingkungan hidup berdasarkan prinsip sustainability bagi masyarakat atau publik dalam upaya pembangunan sosial ekonomi,” pungkas dia.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/klhk-peringatan-hari-lingkungan-hidup-untuk-pulihkan-lingkungan/feed/ 0
30 Tahun IMTLI Konsisten Suarakan Kesadaran Lingkungan Berkelanjutan https://www.greeners.co/sosok-komunitas/30-tahun-imtli-konsisten-suarakan-kesadaran-lingkungan-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=30-tahun-imtli-konsisten-suarakan-kesadaran-lingkungan-berkelanjutan https://www.greeners.co/sosok-komunitas/30-tahun-imtli-konsisten-suarakan-kesadaran-lingkungan-berkelanjutan/#respond Fri, 27 May 2022 06:50:48 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=36281 Jakarta (Greeners) – Masalah lingkungan merupakan masalah bersama yang membutuhkan sinergi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kontribusi dan aksi dari civitas akademika. Salah satunya Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) […]]]>

Jakarta (Greeners) – Masalah lingkungan merupakan masalah bersama yang membutuhkan sinergi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kontribusi dan aksi dari civitas akademika. Salah satunya Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) telah konsisten selama 30 tahun menyuarakan tentang kesadaran lingkungan berkelanjutan.

IMTLI merupakan organisasi mahasiswa yang mewadahi seluruh mahasiswa teknik lingkungan se-Indonesia yang berfokus pada bidang lingkungan. Kiprahnya ada di tingkat regional, nasional hingga global. Berdiri sejak tahun 1992, organisasi ini memiliki solidaritas yang sangat kuat.

Ketua Umum IMTLI Rahma Khusniawati mengatakan, latar belakang berdirinya organisasi ini berawal dari gabungan lima himpunan universitas. Dengan visi yang sama, yakni berfokus pada lingkungan berkelanjutan. Lalu mereka menamakan organisasi ini Ikatan Mahasiswa Teknik Penyehatan Lingkungan Indonesia (IMTPLI).

Akan tetapi, pada kongres tahun 2001 namanya berganti menjadi Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI). “Latar belakang organisasi ini untuk mewadahi dan berbagi program kerja sesama mahasiswa teknik lingkungan di Indonesia,” katanya dalam Kupas Komunitas bersama Greeners, baru-baru ini.

Berawal dari hanya lima kumpulan himpunan universitas, kini IMTLI mempunyai 48 himpunan universitas. Mereka terbagi menjadi enam regional masing-masing wilayah. Misalnya, untuk regional I yaitu gabungan dari universitas-universitas dari Sumatra. Regional II yaitu gabungan dari universitas di wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Regional III merupakan gabungan dari universitas yang ada di Yogyakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya.

Selanjutnya, regional IV merupakan gabungan dari universitas yang ada di Jawa Timur. Regional V merupakan universitas yang ada di wilayah Kalimantan, serta terakhir regional VI merupakan gabungan dari universitas yang ada di Indonesia Timur.

Salah satu aktivitas IMTLI untuk Indonesia yang berkelanjutan. Foto: IMTLI

Miliki Visi Mewujudkan Lingkungan Berkelanjutan

Rahma yang berasal dari Universitas Brawijaya ini menyatakan, visi IMTLI yakni mewujudkan organisasi profesional independen untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. Sementara untuk misinya yaitu memastikan dari banyaknya anggota mahasiswa teknik lingkungan ini dapat berkontribusi nyata terhadap lingkungan.

“Karena kita terdiri banyak anggota maka harus merangkul satu anggota dan lainnya. Melalui agenda kerja kita dapat berkontribusi nyata terhadap lingkungan,” jelasnya.

Berbagai kegiatan dan program sudah IMTLI lakukan seperti saat peringatan hari keanekaragaman hayati pada 22 Mei lalu. Selanjutnya aksi peduli lingkungan serentak di semua regional, serta program kegiatan yang terintegrasi. Misalnya, pada tahun ini mengupas tuntas tentang poin 15 dalam Sustainable Development Goals (SDGs) tentang ekosistem darat.

Selain itu, dalam waktu dekat memperingati dies natalis IMTLI pada September 2022, mereka akan menggelar Indonesia Environmental Summit. Acara ini buah kerja sama dengan seluruh mahasiswa dari program studi lintas lingkungan.

“Kalau selama ini kita kan hanya berdiskusi sesama orang dengan latar belakang lingkungan maka tahun ini kita coba lintas program studi,” imbuhnya.

Sebagai generasi muda, sudah menjadi kewajiban bagi mahasiswa yang tergabung dalam IMTLI untuk meningkatkan kesadaran lingkungan kepada masyarakat sekitar. Utamanya kata Rahma harus dilakukan dari diri sendiri baru kemudian mengajak masyarakat sekitar hingga media sosial.

Rachma percaya langkah ini tidak sekadar memicu orang untuk sadar akan lingkungan, tapi juga mengubah perilaku seseorang.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/30-tahun-imtli-konsisten-suarakan-kesadaran-lingkungan-berkelanjutan/feed/ 0
AER Movement Gandeng Anak Muda untuk Perubahan Lingkungan https://www.greeners.co/sosok-komunitas/aer-movement-gandeng-anak-muda-untuk-perubahan-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=aer-movement-gandeng-anak-muda-untuk-perubahan-lingkungan https://www.greeners.co/sosok-komunitas/aer-movement-gandeng-anak-muda-untuk-perubahan-lingkungan/#respond Sat, 30 Apr 2022 04:00:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=36039 Jakarta (Greeners) – Sampah masih menjadi permasalahan lingkungan yang tak hanya terjadi di  masyarakat kota, tapi juga seluruh pelosok nusantara. Seperti halnya di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Tergerak karena keresahan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Sampah masih menjadi permasalahan lingkungan yang tak hanya terjadi di  masyarakat kota, tapi juga seluruh pelosok nusantara. Seperti halnya di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Tergerak karena keresahan yang sama, lima anak muda Maluku berinisiatif membuat wadah berupa komunitas bernama Academy of Environmental Recovery (AER) Movement.

Komunitas yang berdiri Juli tahun 2021 ini merupakan wadah pergerakan dan kreatifitas anak muda yang berfokus pada isu lingkungan. Tujuannya, mewujudkan masyarakat yang tanggap untuk bertindak menciptakan kebiasaan baru dalam melestarikan lingkungan.

Wakil Ketua AER Movement Nindy Putri mengatakan, komunitas ini ia dirikan secara tak sengaja bersama empat teman sekolahnya. Berawal masih banyaknya sampah di Pulau Buru, mereka berinisiatif membentuk komunitas ini.

“Saat itu pandemi Covid-19, kita melihat bahwa permasalahan sampah di sini sama dengan di kota. Masih banyak yang salah dalam mengelola sampah,” katanya dalam Kupas Komunitas bersama Greeners, baru-baru ini.

Misalnya kata dia, masih banyak masyarakat di Pulau Buru yang melakukan pembakaran sampah. Cara tersebut memang solutif menghilangkan sampah secara instan, tapi sambung Nindy itu justru berdampak pada pencemaran udara.

Dorong Kebiasaan Baru Lewat 3T

Nindy bersama empat kawannya berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang tanggap untuk bersama menuju penciptaan kebiasaan baru melestarikan lingkungan. Melalui misi mereka 3T yakni tanggap, tindak dan terbiasa mereka bergerak secara nyata untuk menyadarkan akan bahaya sampah.

T pertama yakni tanggap dalam merespon isu lingkungan yang ada di sekitar. T kedua yaitu tindak berupa aksi nyata untuk memberikan contoh ke masyarakat. Sedangkan T ketiga yaitu menularkan gerakan dan aksi positif terhadap lingkungan sehingga masyarakat akan terbiasa.

Berbagai program nyata komunitas ini telah lakukan, baik secara online maupun offline. Program online berupa workshop, talkshow tour ke berbagai sekolah dan universitas. Sementara program offline berupa aksi bersih pantai dan menggalakkan puasa plastik.

Puasa plastik saat Ramadan fokus pada pengurangan kebiasaan menggunakan plastik di dalam masyarakat. Nindy menyadari manusia tidak bisa terlepas dari plastik. Oleh karenanya ada upaya puasa plastik.

“Filosofinya seperti halnya kita puasa yaitu menahan makan dan minum. Kalau puasa plastik berarti kita menahan menggunakan plastik dan mengganti dengan opsi lain yang ramah lingkungan,” tutur dia.

Nindy menegaskan, di awal pergerakan komunitas AER Movement lebih menekankan terkait isu sampah. Ini tak lain karena berawal dari sampahlah, isu-isu lingkungan lain menyebar. Misalnya terkait dengan perubahan iklim imbas dari sampah organik berupa sisa makanan. Sisa makanan dapat menghasilkan gas metana dan berimbas pada perubahan iklim.

Nindy juga menyebut, bahwa di Indonesia, sampah jenis ini masih mendominasi dibanding jenis lainnya. “Sampah juga sangat dekat dengan kehidupan kita makanya kita bergerak dari sampah dulu,” ujarnya.

Generasi muda AER Movement gandeng sebagai penggerak misi mereka. Foto: AER Movement

Gandeng Generasi Muda untuk Perubahan Lingkungan

Komunitas ini memiliki 13 anggota tetap dan 72 relawan dari berbagai pelosok nusantara. Nindy menyebut, sebagian besar mereka yang aktif terlibat dalam komunitas ini yaitu generasi muda aktif dan produktif. Sama halnya dengan semangat mereka, Nindy menyatakan, peran generasi muda ini sangat penting dalam membangun perubahan lingkungan.

“Generasi muda masih banyak idenya, istilahnya kita beri otak mereka bahwa ternyata ada masalah lingkungan dan harus menjadi tanggung jawab mereka. Dari segi produktifitas dan waktu, generasi muda ini masih tinggi. Kita pikir anak muda ini yang melahirkan generasi-generasi selanjutnya,” papar dia.

Kendati demikian, tak mudah untuk mengajak generasi muda aktif dalam isu lingkungan, terutama anak muda usia produktif 20-30 tahun. Beberapa di antara mereka telah memiliki kepentingan sendiri dan tak mau untuk terlibat dalam gerakan lingkungan. “Padahal dengan menjamin keberlanjutan lingkungan berarti memastikan kehidupan generasi kita selanjutnya. Mindset ini yang harus ditanamkan,” tuturnya.

Berbagai pendekatan dilakukan untuk merangkul mereka, misalnya melalui kampanye dengan lebih inovatif dengan menggunakan konten menarik dan bahasa gaul yang dekat dengan mereka. Cara lain yakni dengan menghadirkan pemuda dan publik figur sebagai narasumber talkshow agar related dengan mereka.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/aer-movement-gandeng-anak-muda-untuk-perubahan-lingkungan/feed/ 0
421 Sekolah di Indonesia Raih Adiwiyata Tahun 2021 https://www.greeners.co/aksi/421-sekolah-di-indonesia-raih-adiwiyata-tahun-2021/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=421-sekolah-di-indonesia-raih-adiwiyata-tahun-2021 https://www.greeners.co/aksi/421-sekolah-di-indonesia-raih-adiwiyata-tahun-2021/#respond Tue, 28 Dec 2021 04:43:27 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=34823 Jakarta (Greeners) – Penghargaan Adiwiyata bagi sekolah yang giat dan peduli lingkungan kembali digelar. Di tahun ini, sebanyak 344 sekolah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional. Sedangkan 77 sekolah lainnya meraih penghargaan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Penghargaan Adiwiyata bagi sekolah yang giat dan peduli lingkungan kembali digelar. Di tahun ini, sebanyak 344 sekolah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional. Sedangkan 77 sekolah lainnya meraih penghargaan sekolah Adiwiyata Mandiri. Adiwiyata menjadi program yang membangun kesadaran lingkungan pada generasi muda sejak dini.

Tahun 2021 ini terdapat 932 sekolah dari 150 kabupaten, 34 kota dan 24 provinsi yang Dinas Lingkungan Hidup usulkan untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyerahkan penghargaan Adiwiyata Nasional dan Mandiri. Penghargaan ini diberikan kepada sekolah yang secara konsisten menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).

“Dari berbagai aktivitas yang mereka lakukan, kita bisa melihat optimisme bangsa Indonesia dari generasi muda melalui kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan,” kata Menteri Siti dalam keterangannya, di Jakarta baru-baru ini.

Dalam kaitan pendidikan kesadaran lingkungan sejak dini, sekolah-sekolah formal harapannya dapat menjadi magnet pengembangan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) hingga saat ini ada 4.726 sekolah dari 34 provinsi yang telah meraih penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri.

Sesuaikan Adiwiyata dengan Dinamika Terkini Masyarakat

Sebagai bagian dari penyiapan sumber daya manusia (SDM) untuk lingkungan dan kehutanan, Menteri Siti menginstruksikan agar PBLHS dan penghargaan Adiwiyata dapat disesuaikan dengan perkembangan dan dinamika di sekitar masyarakat.

Pertama, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pola pendidikan ke depan di antaranya melalui konsep Pendidikan Merdeka Belajar. Kedua, digitalisasi menjadi bagian penting dalam membangun efisiensi dan efektifitas pembangunan, serta kemudahan jangkauan terutama di daerah-daerah. Ketiga, atensi dan aspirasi publik yang makin luas tentang aspek lingkungan.

“Saya meminta jajaran di KLHK dan Kemendikbud, serta Dewan Pertimbangan dan Tim Pembina Gerakan PBLHS, kita diskusikan lagi apa yang harus segera kita sesuaikan. Supaya di lapangannya yang sudah berjalan baik ini menjadi lebih menarik lagi bagi remaja dan generasi muda,” ungkap Siti.

Selain itu, tujuannya harus berdampak bagi lingkungan, termasuk mengantisipasi perubahan iklim. Lebih jauh lagi, demi berkontribusi dan membawa reputasi Indonesia di mata dunia.

Pendidikan Lingkungan Penting Bagi Generasi Muda

Menurutnya, pendidikan lingkungan hidup bagi generasi muda sangatlah penting. Sebab pendidikan lingkungan dapat mengubah pandangan dan perilaku seseorang terhadap lingkungannya. Oleh karenanya, pendidikan kepada generasi muda penting dan patut mendapatkan apresiasi dan dukungan.

Di antara inisiatif membangun kesadaran lingkungan khususnya di kalangan generasi muda, datang dari Institut Hijau Indonesia, dalam mitra bersama WALHI, KTNI dan Huma, dalam program Green Leader Indonesia. Kementerian LHK dan para mitra kerja akan terus mengembangkan langkah lanjutan untuk memperkuat program ini.

Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) KLHK Ade Palguna, mewakili Plt. Kepala BP2SDM mengungkapkan, program ini telah berhasil mendorong adanya peningkatan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di sekolah.

Dalam kurun waktu tahun 2006 – 2021, Sekolah Adiwiyata telah memberi kontribusi berupa pengurangan timbulan sampah melalui pengelolaan sampah dengan reduce, reuse dan recycle (3R) sejumlah 42.534 ton per tahun. Kemudian penanaman dan pemeliharaan 354.450 pohon/tanaman, 70.890 lubang biopori, 14.178 sumur resapan dan penghematan listrik dan air rata-rata 10-40 % per sekolah.

Penulis : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/421-sekolah-di-indonesia-raih-adiwiyata-tahun-2021/feed/ 0
Hijaukan Pekuburan Aebambu, Kaum Muda Ende Tanam 200 Bibit Pohon https://www.greeners.co/aksi/hijaukan-pekuburan-aebambu-kaum-muda-ende-tanam-200-bibit-pohon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hijaukan-pekuburan-aebambu-kaum-muda-ende-tanam-200-bibit-pohon https://www.greeners.co/aksi/hijaukan-pekuburan-aebambu-kaum-muda-ende-tanam-200-bibit-pohon/#respond Sat, 30 Oct 2021 03:30:46 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=34241 Ende (Greeners) – Gabungan kaum muda di Kabupaten Ende menghijaukan daerah pekuburan Aebambu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi ini untuk memperindah lingkungan dan mengurangi risiko bencana. Kaum […]]]>

Ende (Greeners) – Gabungan kaum muda di Kabupaten Ende menghijaukan daerah pekuburan Aebambu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi ini untuk memperindah lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

Kaum muda ini berasal dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) St Ursula, Anak Muda Claretian (AMC) Paroki St Marinus Puurere dan SMA Katolik Syuradikara. Mereka memilih pekuburan di Aebambu karena daerah pekuburan ini masuk bagian dari Paroki St Marinus Puurere dan St. Yoseph Onekore, Ende.

Ketua Panitia Mahasiswa STPM St Ursula Echa Nusa mengatakan, kegiatan kaum muda ini sangat penting untuk membantu mengurangi risiko bencana alam, memperindah lingkungan dan menunjukkan kecintaan anak muda terhadap alam dan lingkungan.

“Gerakan ini juga bisa memupus kecenderungan anak-anak muda sekarang yang kegiatannya hanya kuliah lalu terus pulang ke kost tanpa membuat hal yang berguna,” katanya saat penghijauan berlangsung, baru-baru ini.

Senada dengan Echa, mahasiswa STPM Mira Rima berpendapat, penghijauan pekuburan akan membuat komplek tersebut lebih teduh nantinya.

Koordinator lapangan AMC Ekawati menyebut, kegiatan ini lanjutan dari workshop bertema lingkungan hidup yang telah berlangsung beberapa waktu sebelumnya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende.

“Anak-anak muda perlu ruang untuk berkreasi. Masalah yang selama ini dialami ialah kurangnya wadah untuk itu. Kegiatan ini dapat menunjukan kepedulian dan kontribusi anak-anak muda bagi lingkungan hidup,” ucap Ekawati.

Wujud Nyata Kaum Muda Ende Peduli Lingkungan

Sementara itu Pastor Pendamping AMC, Pater Paul Djeraman, CMF mengungkapkan, gerakan penghijauan itu merupakan salah satu aksi perwujudan dari mimpi Ende peduli lingkungan. Gerakan ini menarik karena gagasan dan eksekusi di lapangan anak-anak muda sendiri aktornya.

“Kegiatan ini bisa menepis anggapan bahwa bahwa anak-anak muda tidak peduli pada lingkungan dan masa depan bumi,” kata Pater Paul.

Ia menambahkan, kaum muda perlu ruang untuk berkreasi, melahirkan ide-ide berlian dan memberi kepercayaan kepada mereka untuk mewujudkan berbagai ide tersebut.

Sementara itu pendamping bertugas mendampingi, mendukung dan memastikan program kaum muda ini berjalan baik. “Mengutip kata-kata Paus Fransiskus: They are the now of God. Anak muda adalah masa kini Allah,” tambah Pastor asal Manggarai ini.

Menurutnya, gerakan penghijauan ini mampu menahan air dan menambah pasokan oksigen, kesejukan dan suasana hijau di masa mendatang. Wilayah pekuburan pun akan terlihat lebih asri, segar bagi orang-orang yang sudah meninggal dan bersemayam di pekuburan tersebut.

“Pekuburan pun perlu dihijaukan sehingga yang meninggal bisa beristirahat dalam keteduhan alam,” imbuhnya.

Hijaukan 2 Ha Pekuburan dengan 200 Bibit Pohon

Dalam gerakan penghijauan ini, kaum muda menanam 200 bibit pohon di lahan seluas dua hektare (ha). Bagi mahasiswa STPM, gerakan ini salah satu bentuk konkret atau praktik mata kuliah Gerakan Sosial dan Pembangunan.

Sebab ide tentang gerakan sosial dalam bentuk ini berangkat dari keresahan dan kepekaan akan peristiwa meluapnya air hujan yang sering terjadi di Kota Ende. Hal ini terjadi akibat hilangnya daerah resapan karena semenisasi yang sudah terjadi selama 10 tahun terakhir.

Untuk mengawali keberhasilan program ini, para mahasiswa STPM dan AMC telah membuat pembagian kelompok. Setiap kelompok harus mengecek perkembangan bibit pohon yang telah mereka tanam.

“Mungkin ini merupakan gerakan yang kecil dan sederhana. Namun bisa menjadi contoh dan pemantik bahwa anak-anak muda lainnya,” ungkap Pater Paul.

Bahkan harapannya, umat dan kaum muda Katolik bisa menjadi individu-individu yang peka dan tanggap atas berbagai situasi sosial kemasyarakatan. Mereka pun harapannya bisa menjadi agen perubahan ke arah yang lebih baik. Pater Paul berharap, kegiatan serupa terus bermunculan ke depannya.

Penulis : Rully Raki

]]>
https://www.greeners.co/aksi/hijaukan-pekuburan-aebambu-kaum-muda-ende-tanam-200-bibit-pohon/feed/ 0
Denny Frust, Kampanye Lingkungan Dalam Irama Musik Kebaikan https://www.greeners.co/gaya-hidup/denny-frust-kampanye-lingkungan-dalam-irama-musik-kebaikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=denny-frust-kampanye-lingkungan-dalam-irama-musik-kebaikan https://www.greeners.co/gaya-hidup/denny-frust-kampanye-lingkungan-dalam-irama-musik-kebaikan/#respond Sun, 26 Sep 2021 04:34:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=33839 Jakarta (Greeners) – Musisi Indonesia, Denny Frust memiliki cara yang sederhana untuk menemukan inspirasi nya dalam berkarya dan bermusik. Untuk menciptakan karya, ia fokus terhadap apa yang berada di sekelilingnya, […]]]>

Jakarta (Greeners) – Musisi Indonesia, Denny Frust memiliki cara yang sederhana untuk menemukan inspirasi nya dalam berkarya dan bermusik. Untuk menciptakan karya, ia fokus terhadap apa yang berada di sekelilingnya, baik keluarga, maupun teman-teman.

Seringkali, ia juga mengambil beberapa pelajaran dari kehidupannya, yang turut ia tuangkan dalam sebuah lagu. Denny juga menjelaskan, sebagian besar lagu yang ia ciptakan mengandung energi positif agar dapat diresapi dengan baik oleh pendengar.

“Kalau aku fokusnya lebih ke memotivasi atau menguatkan untuk banyak orang sih konsennya. Karena aku juga butuh energi itu, jadi kalau aku nulis ya pasti seperti itu tentang sesuatu yang memang memotivasi, karena nanti begitu mereka termotivasi aku juga menyerap energi positif dari mereka,” jelasnya pada saat Greeners wawancara, Kamis (09/09/2021).

Selain itu, ia juga menunjukkan rasa kepeduliannya terhadap lingkungan. Denny Frust beberapa kali bergabung dengan gerakan-gerakan sosial, budaya, dan lingkungan. Salah satunya adalah, melakukan konser amal untuk menghasilkan tong sampah yang tersebar di sepanjang pantai Sanur.

Edukasi Peduli Lingkungan dimulai dari Keluarga

Denny bercerita, sejak kecil ia sudah belajar untuk menghargai dan peduli terhadap lingkungan dari kedua orang tuanya. Edukasi tersebut juga ia tularkan kepada anak-anaknya.

Ia menyebut, semua proses edukasi seharusnya berawal dari rumah atau keluarga. Agar, sejak usia dini anak mulai terbiasa untuk melakukan hal-hal kecil seperti buang sampah pada tempatnya, dan menghargai lingkungan. Harapnya, hal tersebut akan terus terbawa hingga dewasa.

“Karena semuanya berawal dari keluarga, even kalau kita makan di fast food restaurant ya itu yang aku ajarin ke anak-anak adalah begitu kita selesai makan, nggak kita tinggalin tapi kita buang di tempat sampah dulu baru taro tempat yang sudah disediakan, dari hal-hal kecil seperti itu kita bisa tau bahwa kita sayang sama lingkungan,” ucapnya.

Denny Frust dalam Kampanye Bike to Work Indonesia

Tidak hanya dalam mendidik anak dan ikut serta dalam kampanye lingkungan. Rasa cinta lingkungannya juga ia tunjukkan dalam perannya menjadi Bike to Work Indonesia Ambassador. B2W merupakan sebuah pergerakan sipil yang mengedepankan kegiatan bersepeda untuk mengurangi polusi di Ibukota. Tidak hanya itu, mereka juga turut mengkampanyekan beberapa gerakan sosial, pilar advokasi dan edukasi.

Denny menyampaikan, alasan ia menjalin kerjasama dan bersinergi dengan pergerakan tersebut adalah visi-misi yang sejalan. Juga, dapat menjadi wadah untuk dapat menyebarkan awareness mengenai kegiatan bersepeda kepada masyarakat.

Rasa cinta lingkungannya juga ia tunjukkan dalam perannya menjadi Bike to Work Indonesia Ambassador. Foto: Denny Frust.

“Ini adalah wadah pergerakan untuk sesuatu yang memang lebih baik, untuk udara yang lebih baik, untuk kesehatan yang lebih baik. Jadi memang harus aku dukung karena sesuatu yang baik memang harus di support,” katanya.

Dalam kampanye yang ia lakukan bersama Bike to Work Indonesia, Denny tidak ingin terlalu keras dalam memberikan edukasi. Ia berfokus pada mengurangi ketergantungan dengan mobil atau motor sebagai kendaraan untuk mendukung kegiatan sehari-hari. Menurutnya, jika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh dan memiliki waktu yang cukup, masyarakat dapat menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi.

“Jadi kita sesuai sama kemampuan kita aja dalam artian paling nggak kita mengurangi ketergantungan lah, karena kalau makin banyak orang seperti itu paling nggak itu juga mengurangi banyaknya polusi gitu,” tutur Denny.

Denny Frust: Segala Kebutuhan Manusia Berasal dari Bumi

Lebih jauh, pada kesempatannya, Denny mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan tempat tinggal manusia, yaitu “Bumi”. Ia menuturkan sudah selayaknya manusia memperhatikan segala sesuatu yang terjadi pada lingkungan.

Apa yang terjadi pada Bumi sudah menjadi tanggung jawab yang mutlak bagi manusia.  Semua sumber kehidupan manusia, mulai dari makanan, air, udara, merupakan bagian dari “lingkungan” yang harus kita jaga keberlangsungannya.

“Karena kalau kita banyak sampah gabisa ngapa-ngapain juga, gabisa nanem apa kalau tanahnya banyak sampahnya, kalau kita nggak ngejaga pohon udara juga nggak bersih, kalau kita nggak ngejaga air nanti kita mau minum apa terus abis itu ntar malah keracunan, jadi tanah air dan udara memang harus kita jaga,” pungkasnya.

Dengan segala kebutuhan manusia tersebut, ia berharap, masyarakat dapat lebih menghargai lingkungan dan tidak merusak apa apa yang ada di dalamnya.

“Jadi manusia yang lebih baik, lebih ramah dengan lingkungan, dan jadi manusia yang memang menjaga lingkungan,” tutupnya.

Penulis: Zahra Safira

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/denny-frust-kampanye-lingkungan-dalam-irama-musik-kebaikan/feed/ 0
Plastic Reborn, Berikan Kehidupan Kedua Bagi Sampah Kemasan Botol Plastik https://www.greeners.co/aksi/plastic-reborn-kehidupan-kedua-sampah-botol-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=plastic-reborn-kehidupan-kedua-sampah-botol-plastik https://www.greeners.co/aksi/plastic-reborn-kehidupan-kedua-sampah-botol-plastik/#respond Wed, 04 Sep 2019 16:24:05 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=24150 Dalam mewujudkan World Without Waste dan mengedepankan penerapan circular economy, Coca Cola Indonesia menyerukan gerakan Plastic Reborn.]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam mewujudkan World Without Waste dan mengedepankan penerapan circular economy, Coca Cola Indonesia menyerukan gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah. Sebuah inisiatif peduli lingkungan untuk berkontribusi dalam mengatasi sampah plastik di dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan kesempatan kedua kepada kemasan botol plastik untuk didaur ulang.

Jika dilihat dari sudut pandang industri, plastik merupakan bahan baku yang bernilai ekonomi di dalamnya, sehingga memiliki nilai manfaat ekonomi tidak hanya untuk industri tetapi juga untuk masyarakat.

Claudia Lorenzo, President ASEAN Business Unit The Coca-Cola Company mengungkapkan The Coca-cola Company memiliki komitmen yang kuat mewujudkan visi World Without Waste melalui tiga pilar yaitu Design, Collect & Partner.

“Ini adalah strategi untuk membangun ekosistem circular economy, salah satunya di Indonesia. Contohnya di Mexico, kerjasama dengan berbagai stakeholder, salah satunya The Coca-Cola Company, berhasil mendorong daur ulang kemasan hingga 74%. Kami meyakini bahwa target World Without Waste di tahun 2030 dapat tercapai dengan baik,” ujar Claudia pada rilis resmi Coca Cola.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, saat ini kapasitas terpasang industri kemasan plastik mencapai 2,35 juta ton per tahun. Namun, utilisasinya sebesar 70 persen, sehingga rata-rata produksi mencapai 1,65 juta ton, sedangkan penyerapan tenaga kerjanya sekitar 350.000 orang.

Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo mengatakan pandangan umum terhadap kemasan plastik bekas pakai adalah bagian dari sampah, namun bagi sebagian pihak “sampah” ini adalah bagian dari pendapatan untuk kehidupan sehari-hari.

Plastic Reborn, Berikan Kehidupan Kedua Bagi Sampah Kemasan Botol Plastik

Plastic Reborn, Berikan Kehidupan Kedua Bagi Sampah Kemasan Botol Plastik. Foto : Coca Cola Indonesia

Langkah-langkah pengelolaan terpadu circular economy dalam pengelolaan sampah di Indonesia menggunakan prinsip 3R (reduce-reuse-recycle) dapat menjadikan plastik kemasan bekas pakai memiliki hidup kedua serta menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi banyak orang.

“Potensi circular economy menjadikan mazhab (sebuah cara atau jalan) baru untuk suatu negara atau daerah menjawab permasalahan pengelolaan sampah plastik. Selain itu, bisa menumbuhkan ekonomi dan menyeimbangkan konteks lingkungan hidup,” ujar Triyono pada diskusi media Plastic Reborn di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (03/09/2019).

Triyono mengatakan, Plastic Reborn melihat pengelolaan sampah kemasan botol plastik dari sudut pandang circular economy, yaitu integrasi elemen-elemen pengelolaan sampah kemasan plastik mulai dari collection-recyling-upcyling sehingga dapat menciptakan sebuah model bisnis baru, yang pada akhirnya akan memberikan nilai pakai kembali (second life) dari kemasan plastik bekas pakai ini.

“Salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Plastic Reborn bersama partner mengungkap data bahwa untuk di kota Jakarta sendiri, collection rate untuk plastik botol PET bekas pakai mencapai 69%,” ujarnya.

Namun disisi lain, keuntungan dari penggunaan kemasan plastik juga memiliki dampak terhadap lingkungan. Sampah menjadi persoalan yang mendapat perhatian masyarakat global dalam beberapa waktu terakhir. Jumlah komposisi sampah plastik khususnya, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2016 – 2017 menempati posisi kedua setelah sampah sisa makanan dengan jumlah sebesar 12.40%.

Triyono menjelaskan visi perusahaan untuk mewujudkan World Without Waste dimulai dengan membangun pemahaman bahwa kemasan makanan dan minuman adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat modern, namun juga tidak melupakan bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk mengurangi sampah kemasan secara global.

“Program Plastic Reborn dengan menyerukan gerakan #BeraniMengubah yang mengedukasi dan mendorong para peserta untuk menjadi agen-agen perubahan dengan mulai berkontribusi dalam menangani sampah plastik di Indonesia. Karena sekecil apapun upaya yang dilakukan, bisa memberikan kontribusi dan diharapkan akan menjadi suatu gerakan besar yang dapat mengubah masa depan Indonesia menjadi lebih baik,” tutup Triyono.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/plastic-reborn-kehidupan-kedua-sampah-botol-plastik/feed/ 0
Gerakan Jaga Bhumi Peringati Bulan Menanam Pohon Bersama ‘Warga Bhumi’ Bandung https://www.greeners.co/aksi/gerakan-jaga-bhumi-peringati-bulan-menanam-pohon-bersama-warga-bhumi-bandung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gerakan-jaga-bhumi-peringati-bulan-menanam-pohon-bersama-warga-bhumi-bandung https://www.greeners.co/aksi/gerakan-jaga-bhumi-peringati-bulan-menanam-pohon-bersama-warga-bhumi-bandung/#respond Sun, 10 Dec 2017 09:25:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=19563 Gerakan Jaga Bhumi hadir di CFD di kawasan Dago Bawah, Bandung, pada Minggu (10/12). Aksi ini untuk meningkatkan kepedulian 'Warga Bhumi' terhadap lingkungan.]]>

Bandung (Greeners) – Gerakan Jaga Bhumi kembali meramaikan Car Free Day (CFD). Kali ini gerakan ini hadir di CFD di kawasan Dago Bawah, Bandung, pada Minggu (10/12). Aksi ini merupakan aktivitas Jaga Bhumi yang melibatkan publik atau ‘Warga Bhumi’ untuk meningkatkan kesadaran akan kepedulian terhadap lingkungan.

Conservation Expert dari Yayasan Kebun Raya Indonesia Sudjati Budi Susetyo yang ditemui Greeners di sela-sela acara menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat beraktivitas di ruang terbuka. Dengan beraktivitas di ruang terbuka, selain mendapatkan manfaat kesehatan dengan menghirup udara segar sekaligus dapat berinteraksi dengan alam.

jaga bhumi

Di kawasan CFD di Dago, Bandung, Executive Manager Yayasan Kebun Raya Indonesia Evy Rosriani (kiri) dan Conservation Expert dari Yayasan Kebun Raya Indonesia Sudjati Budi Susetyo (kanan) membagi-bagikan 500 bibit tanaman. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Aksi CFD dari Jaga Bhumi ini, lanjutnya, diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Menanam Pohon Nasional, sebagaimana tercantum dalam Keppres Nomor 24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat akan lebih menghargai alam dan lingkungan sekitar, bukan dengan merusaknya.

“Di sini fokusnya terhadap keterancaman flora di Indonesia saat ini, mengingat kondisi hutan hujan di Indonesia semakin kritis,” katanya.

Sudjati menilai, di Bandung masih banyak lahan yang bisa ditanami dengan tumbuhan. Kekayaan flora Jawa Barat sendiri, lanjutnya, masih cukup banyak. “Tidak hanya di hutan saja yang perlu penghijauan, di kota juga perlu. Jangan tumbuhan aksana saja (yang ditanam),” katanya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan lahan sekecil apapun untuk menanam tumbuhan, baik yang (berstatus) kritis maupun yang tidak kritis,” imbuhnya.

Pada kegiatan CFD ini, ‘Warga Bhumi’ dihibur oleh penampilan kelompok musik perkusi dan sirkus egrang. Selain itu juga dibagikan 500 benih tanaman kepada ‘Warga Bhumi’ yang hadir. Tujuannya agar para ‘Warga Bhumi’ dapat menjaga dan melestarikan alam dimulai dari menanam dan menjaga benih tanaman masing-masing. Para pengunjung dan peserta yang berpartisipasi juga dapat mengunggah aksi mereka dalam acara ini melalui akun media sosial mereka menggunakan tagar #AkuJagaBhumi. Sudahkah Anda menanam pohon hari ini?

Sebagai informasi, Gerakan Jaga Bhumi merupakan program acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) dan Dyandra Promosindo. Dengan menggunakan slogan “Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia”, program ini merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Kebun Raya sebagai konservasi keanekaragaman tumbuhan di Indonesia.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/aksi/gerakan-jaga-bhumi-peringati-bulan-menanam-pohon-bersama-warga-bhumi-bandung/feed/ 0
Bersihkan Gunung Bromo di Awal Tahun, Relawan Kumpulkan Dua Truk Sampah https://www.greeners.co/aksi/bersihkan-gunung-bromo-awal-tahun-relawan-kumpulkan-dua-truk-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bersihkan-gunung-bromo-awal-tahun-relawan-kumpulkan-dua-truk-sampah https://www.greeners.co/aksi/bersihkan-gunung-bromo-awal-tahun-relawan-kumpulkan-dua-truk-sampah/#respond Thu, 05 Jan 2017 12:49:06 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=15605 Awal tahun ini, sejumlah relawan yang prihatin dengan sampah yang berserakan di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, melakukan aksi "sapu" gunung.]]>

Probolinggo (Greeners) – Sejumlah relawan yang prihatin dengan sampah yang berserakan di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, melakukan aksi “sapu” gunung. Sampah yang dikumpulkan di kawasan salah satu destinasi wisata prioritas nasional ini mencapai lebih dari dua truk.

Aksi membersihkan gunung ini dilakukan para relawan sejak Selasa hingga Rabu kemarin. Sampah-sampah yang dikumpulkan dimasukkan ke dalam truk dan langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

“Hari ini kami lanjutkan aksi bersih-bersih ini di daerah padang savana dan Bukit Teletubbies. Kemarin dapat dua truk penuh sampah, dan saat ini masih terus kami kumpulkan. Mudah-mudahan hari ini sudah selesai,” ujar Teguh Wibowo, Ketua Bromo Lovers, Rabu (4/1/2017).

gunung bromo

Foto: greeners.co/Muhajir Arifin

Pria asal Desa Wonokitri, Kabupaten, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, ini mengatakan, sampah-sampah yang dikumpulkan itu mulai dari sampah organik hingga sampah bekas bungkus makanan dan botol air mineral. “Sebaran sampah cukup luas dari Cemoro Lawang, lautan pasir, bibir kawah, hingga Penanjakan,” terangnya.

Teguh berharap pengunjung Bromo mempunyai rasa memiliki dan kecintaan pada gunung sehingga berperilaku bersih saat berdarmawisata. Dengan begitu, keindahan wisata alam ini tidak kotor dengan sampah-sampah dan dapat dinikmati dengan nyaman.

“Apa karena mereka sudah bayar tiket masuk, terus buang sampah sembarangan? Paling tidak mereka membuangnya di tempat sampah dan tidak meninggalkan begitu saja,” katanya.

Relawan lain, Sunarip, mengatakan, aksi membersihkan gunung sebenarnya tiap saat dilakukan oleh komunitas pecinta Gunung Bromo. Aksi itu dilakukan dengan penuh ikhlas dan kesadaran bahwa alam harus dijaga kelestariannya. “Kami ikhlas terus bersih-bersih. Demi anak-cucu kita agar tetap bisa menikmati keindahan gunung,” kata Sunarip.

Untuk diketahui, ribuan wisatawan berkunjung ke kawasan wisata Gunung Bromo saat libur panjang selama Natal dan Tahun Baru. Selain memberikan dampak signifikan bagi perekonomian warga sekitar, di sisi lain membuat kawasan kotor oleh sampah.

Salah seorang wisatawan asal Surabaya, Kurniawan, mengaku prihatin dengan sampah yang ada di kawasan gunung yang terkenal dengan pemandangan matahari terbit yang menawan tersebut.”Bromo masih kotor sekali dengan sampah. Mungkin ini efek dari banyaknya pengunjung pada tahun baru kemarin. Mungkin karena minim tempat sampah. Saya sendiri juga kesulitan buang sampah,” ujar Kurniawan.

Pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengakui sampah memang menjadi masalah terdiri. Selain memang karena kekurangan fasilitas, sampah yang berserakan tersebut juga dipengaruhi oleh budaya pengunjung.

“Ada beberapa titik yang sudah tersedia tempat sampah, memang dari segi jumlah tidak memadai. Nanti kami akan evaluasi dan usulkan untuk pembuatan tempat sampah baru. Namun sebenarnya banyaknya tempat sampah tidak akan mengatasi masalah ini jika pengunjung juga tidak ikut menjaga kebersihan,” kata Sarmin, Kasi Pengelolaan Objek Wisata TNBTS.

Penulis: MA/G12

]]>
https://www.greeners.co/aksi/bersihkan-gunung-bromo-awal-tahun-relawan-kumpulkan-dua-truk-sampah/feed/ 0
Tidak Memiliki Anak, Lansia Ini Menanam Pohon Sebagai Gantinya https://www.greeners.co/ide-inovasi/tidak-memiliki-anak-lansia-menanam-pohon-gantinya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tidak-memiliki-anak-lansia-menanam-pohon-gantinya https://www.greeners.co/ide-inovasi/tidak-memiliki-anak-lansia-menanam-pohon-gantinya/#respond Fri, 02 Dec 2016 07:32:00 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=15295 Sepasang suami istri dari India Selatan bernama Sri Bikkala Chikkayya dan Saalumarada Thimmakka ditakdirkan tidak memiliki anak. Mereka memutuskan mulai menanam pohon dan memeliharanya seperti memelihara anak mereka sendiri.]]>

Sepasang suami istri dari India Selatan bernama Sri Bikkala Chikkayya dan Saalumarada Thimmakka ditakdirkan tidak memiliki anak. Mereka memutuskan mulai menanam pohon dan memeliharanya seperti memelihara anak mereka sendiri. Sekarang, Thimmakka, yang oleh para pecinta lingkungan disebut sebagai nenek berusia 105 tahun, sudah menanam hampir 300 pohon.

Setelah menikah selama 25 tahun dan tidak memiliki anak, Thimmakka mulai menanam pohon di desanya, Hulikal, yang berada di jalan menuju Kudur, bagian dari wilayah Karnataka, India. Pohon-pohon itu sekarang terbentang sepanjang 4 kilometer di jalur tersebut.

Dalam wawancaranya dengan CNN seperti dikutip dari Inhabitat, Thimmakka berkata, “Saya tidak ditakdirkan untuk memiliki anak. Oleh karena itu, saya menanam pohon dan memeliharanya. Kami memelihara pohon-pohon tersebut seperti mereka adalah anak-anak kami.”

Setelah seharian bekerja sebagai petani, pasangan ini kemudian meluangkan waktu dan perhatian mereka pada pohon-pohon yang mereka tanam. Chikkayya menanam semak berduri di sekitar pohon yang mereka tanam sehingga pohon tersebut terlindungi dari gangguan binatang. Sedangkan Thimmakka menanam bibit pohon yang masih kecil yang dia temukan di sekitar kampungnya.

thimmakka

Hingga kini Thimmakka dan almarhum suaminya telah menanam sekitar 300 pohon di jalur sepanjang 4 kilometer. Foto: commons.wikimedia.org

Iklim yang kering di desa mereka membuat pasangan ini harus mengangkut air untuk pohon-pohon tersebut sejauh beberapa kilometer. Sekarang, suami Thimmaka sudah meninggal namun Thimmaka meneruskan usaha mereka memelihara pohon-pohon tersebut, walau itu sempat membuatnya dicemooh warga sekitar mereka.

Hari ini, Yayasan Internasional Saalumarada Thimmakka bekerja untuk menyelamatkan lingkungan, terinspirasi oleh perjuangan Thimmakka. Thimmakka mulai bekerja mencari uang di usia muda dan tidak pernah mengecap bangku sekolah, namun sekarang yayasan yang menggunakan namanya tersebut menyediakan dana untuk pendidikan. Yayasan tersebut juga mendonasikan dan mengupayakan obat-obatan dan menjadi bank darah, selain membangun rumah untuk mereka yang kurang sejahtera.

Thimmakka memiliki seorang anak angkat laki-laki bernama Sri Umesh. Kini Umesh yang mengurus Thimmaka di usianya yang sudah senja. Walaupun Umesh memiliki orangtua biologis, namun dia sangat terinspirasi dengan perjuangan Thimmakka sehingga dia meminta untuk dijadikan anak. Sekarang Umesh berjuang di jalur yang sama, menyelamatkan lingkungan dengan menanam pohon dan mengoperasikan sebuah tempat pembibitan tanaman.

Sri Umesh mengatakan, “Kita terlahir sebagai manusia dan akan mati sebagai manusia, namun untuk hidup kita harus menyelamatkan alam, karena kita tidak bisa hidup tanpa alam.”

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/tidak-memiliki-anak-lansia-menanam-pohon-gantinya/feed/ 0
Trash Stock Festival 2016: Seni dan Musik Bicara Tentang Plastik https://www.greeners.co/aksi/trash-stock-festival-2016-seni-dan-musik-bicara-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=trash-stock-festival-2016-seni-dan-musik-bicara-plastik https://www.greeners.co/aksi/trash-stock-festival-2016-seni-dan-musik-bicara-plastik/#respond Mon, 18 Jul 2016 07:22:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=14263 Dari kota hingga desa penggunaan plastik tidak dapat dibendung. Situasi ini diperparah dengan pola pikir masyarakat yang masih melihat plastik sebagai bahan yang mudah didapat sehingga dengan mudah pula dibuang. Kritik ini yang ingin disampaikan lewat Trash Stock Festival 2016.]]>

Bali (Greeners) – Plastik merupakan salah satu masalah besar yang kini dihadapi oleh masyarakat Bali. Dari kota hingga desa penggunaan plastik tidak dapat dibendung. Situasi ini diperparah lagi dengan pola pikir masyarakat yang masih melihat plastik sebagai bahan yang mudah didapat sehingga dengan mudah pula dibuang. Kritik ini yang ingin disampaikan lewat Trash Stock Festival 2016 dengan tagline Music, Artistic, Plastic.

Acara ini diadakan selama dua hari pada tanggal 16-17 Juli 2016 di Taman Baca Kesiman yang berlokasi di Jalan Sedap Malam no.234, Bali. Acara ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya pernah dilaksanakan pada bulan Juni tahun lalu. Konsep yang dibawa serupa, yakni festival yang meliputi konser musik, pameran, dan penampilan seni yang terinspirasi dari permasalahan lingkungan, utamanya sampah plastik.

“Dalam festival ini para pengunjung dapat melihat karya seni para seniman yang menuangkan kreativitas dalam berbagai bentuk karya menarik dari sampah bahkan ada pertunjukan seni ngelawang barong yang terbuat dari sampah,” kata Ketua Panitia TSF 2016, I Putu Hendra Arimbawa.

Hendra Arimbawa menjelaskan, TSF kali ini tetap mengusung konsep ‘Not For Profit’ dengan seluruh keuntungan yang akan dihasilkan akan didonasikan kepada IDEP Foundation untuk mendukung program pembuatan buku komik mengenai masalah sampah dan pencemaran sungai-sungai di Pulau Bali.

Donasi juga dialokasikan untuk para seniman independen yang mengajar anak-anak berkreasi dengan membuat benda-benda menarik dengan menggunakan sampah plastik daur ulang.

Gelaran lingkungan ini diikuti sekitar 20 komunitas dan personal yang menjadi peserta pameran dan pengisi acara. Termasuk seniman I Made Bayak yang sangat peduli dengan masalah sampah plastik di sekitar lingkungannya.

Beberapa karya seni busana yang ditampilkan dalam Trash Stock Festival 2016. Foto: greeners.co/Gede Surya Marteda

Beberapa karya seni busana yang ditampilkan dalam Trash Stock Festival 2016. Foto: greeners.co/Gede Surya Marteda

I Made Bayak memberikan pelatihan Plasticology yang mengajarkan tentang pembuatan karya seni dengan sampah sebagai bahan bakunya. Pelatihan ini telah ditekuni Made sejak tahun 2010 lalu.

“Pelatihan ini saya berikan dengan tujuan biar anak-anak mengenal kembali sampahnya,” jelas Made. Pria asal Tampak Siring ini menambahkan bahwa ia selalu mengadakan pelatihan setiap bulan walaupun tempatnya sering berpindah-pindah. “Workshop ini dari pembiayaan sendiri, sering kali menyisihkan dari hasil penjualan karya,” ungkap Made.

Gus Pande (8 tahun) asal Blenge, Gianyar, yang menjadi salah satu peserta pelatihan mengaku sangat senang bisa belajar tentang kreasi dari sampah. “Bila bisa dijadikan karya, sampah itu tidak akan jadi sampah lagi dan jadi bermanfaat,” tutur Gus Pande. Gus Pande membuat sebuah karya lukisan penari Bali menggunakan kain perca sebagai bahan dasarnya.

Beda lagi dengan I Ketut Gede Agus Adi (28) yang berasal dari desa yang sama dengan Made. Adi, begitu ia biasa disapa, berkreasi dengan mengunakan kertas bekas skripsi yang kemudian dipolesnya menjadi busana yang cantik.

Adi mengakui bahwa karya yang dihasilkannya terinspirasi dari fenomena sehari-hari yang ia lihat. Berkat hobinya sebagai penampil, Adi melihat potensi pada bahan-bahan sisa yang ada disekitarnya untuk dijadikan kostum. Total karya yang sudah dihasilkannya sebanyak lima buah busana, dua diantaranya dipamerkan di TSF 2016.

“Impian saya bisa membuat rumah kreatif di tempat tinggal saya,” tutur Adi. Untuk mengembangkan lebih jauh karya dari bahan daur ulangnya, Adi bertekad untuk bisa ikut dalam Jember Fashion Festival tahun ini. “Mudah-mudahan dengan begitu lebih banyak yang tergugah dan bisa ikut dalam rumah kreatif yang ingin dibangun nanti,” tambah Adi.

Selain karya-karya seniman, stan pameran juga diisi oleh komunitas dan usaha yang bergerak di bidang persampahan. Termasuk diantaranya komunitas Trash Bag divisi Bali, green-books.org, dan Nazava water filter.

Selain itu TSF 2016 juga menampilkan musisi-musisi papan atas Bali dengan karya yang mengangkat tentang isu lingkungan. Beberapa diantaranya seperti Nostress, Roby “Naviculla”, dan The Mangrooves,.

Semua penampilan tersebut dapat dinikmati dengan membeli tiket masuk seharga Rp25 ribu per orang atau dengan menukarkan sampah plastik bersih seberat 2 kg.

Penulis: Gede Surya Marteda

]]>
https://www.greeners.co/aksi/trash-stock-festival-2016-seni-dan-musik-bicara-plastik/feed/ 0
Earth Day 2016, Unpad Gelar Sayembara Gerakan 1000 Tumbler https://www.greeners.co/aksi/earth-day-2016-unpad-gelar-sayembara-gerakan-1000-tumbler/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=earth-day-2016-unpad-gelar-sayembara-gerakan-1000-tumbler Fri, 22 Apr 2016 07:13:02 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=13511 Menyambut Hari Bumi Internasional yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 22 April, BEM Kema Universitas Padjajaran (Unpad) mengadakan Sayembara Gerakan 1000 Tumbler, Diet Plastik dan Penyebaran Tong Sampah.]]>

Sumedang (Greeners) – Menyambut Hari Bumi Internasional yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 22 April, BEM Kema Universitas Padjajaran (Unpad) berkolaborasi dengan Health and Safety Environment (HSE) Geologi, BEM Kema FTIP, dan BEM Kema FMIPA Unpad mengadakan Sayembara Gerakan 1000 Tumbler, Diet Plastik dan Penyebaran Tong Sampah pada Rabu (20/04).

Kegiatan yang didukung oleh UPT Lingkungan Rektorat Unpad, Saung Budaya Sunda Sumedang serta bekerja sama dengan IAAS ini merupakan salah satu rangkaian acara Earth Day 2016 yang berlangsung pada tanggal 18-24 April 2016 di kawasan Unpad kampus Jatinangor.

Sayembara ini dilakukan sebagai aksi nyata dari mahasiswa Unpad dalam memperingati Hari Bumi. Selain itu, mahasiswa dapat berpartisipasi dengan menunjukkan aksi yang berhubungan dengan kegiatan lingkungan hidup pada akun Instagram masing-masing, seperti bercocok tanam, penggunaan tumbler, dan bersepeda. Panitia kegiatan menyediakan berbagai hadiah seperti tumbler dan notebook daur ulang sebagai reward bagi peserta aksi ini.

Foto: greeners.co/ANP

Foto: greeners.co/ANP

Ketua Pelaksana Earth Day 2016, Tubagus Fikri mengatakan, Gerakan 1000 Tumbler dan Diet Plastik diadakan untuk mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa dan civitas akademika Unpad, untuk menimbulkan rasa pedulinya terhadap Bumi dengan mengurangi penggunaan kantong plastik dan membudayakan penggunaan tumbler dalam mengurangi sampah plastik. Penyebaran 10 tong sampah di setiap titik yang tersebar di lingkungan kampus Jatinangor disediakan sebagai fasilitas bagi para mahasiswa agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Target kami saat ini ingin menaruh fasilitas shelter sepeda kampus dan keran air siap minum yang kami pasang di Rektorat dan Masjid. Kami juga pengin nyebarin fasilitas tong sampah, jadi setiap mahasiswa Unpad terutama pejalan kaki menjadi tahu kemana mereka membuang sampah, enggak kayak begini berceceran,” ujarnya saat ditemui Greeners di stand Earth Day 2016 di kawasan Gerbang Lama Unpad Jatinangor.

Mahasiswa Fakultas Geologi angkatan 2012 ini menambahkan, lingkungan Unpad Jatinangor saat ini terlihat bersih karena adanya andil dari petugas kebersihan (P3L), bukan karena kesadaran sebagian besar mahasiswa. Dirinya ingin agar Mahasiswa Unpad membiasakan diri membuang sampah pada fasilitas tong sampah yang sudah disediakan.

Salah satu peserta Sayembara Gerakan 1000 Tumbler, Niki Rahayu, menyambut kegiatan ini dengan antusias. Menurutnya, kegiatan Earth Day 2016 cukup baik untuk mengajak mahasiswa dalam mengurangi jumlah sampah terutama botol plastik kemasan air mineral.

“Soalnya mahasiswa disini tuh kebanyakan mending (memilih, Red.) beli air minum kemasan daripada bawa tumbler. Nah, dengan adanya gerakan ini, mahasiswa disini bisa terpacu untuk lebih bersemangat pakai tumbler. Diawali dengan ajakan posting aksi nyatanya di Instagram dengan iming-iming tumbler gratis biar lebih menarik,” ujar mahasiswi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unpad, angkatan 2014 ini.

Selain kegiatan sayembara, kegiatan Seed Bombing, donor darah, festival karinding dan sepeda santai turut meramaikan peringatan Hari Bumi Internasional serta HUT Jatinangor dalam rangkaian Earth Day 2016 ini selama satu minggu.

Penulis: ANP/G32

]]>
Teknik Lingkungan ITS Gelar Environation 2016 https://www.greeners.co/aksi/teknik-lingkungan-its-gelar-environation-2016/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=teknik-lingkungan-its-gelar-environation-2016 https://www.greeners.co/aksi/teknik-lingkungan-its-gelar-environation-2016/#respond Mon, 29 Feb 2016 08:00:22 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=13003 Jurusan Teknik Lingkungan FTSP ITS, kembali menunjukan eksistensi “Dedicated to Save our Earth” dengan mengadakan Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL) Environation 2016.]]>

Surabaya (Greeners) ─ Parahnya kerusakan alam yang terjadi dewasa ini mengharuskan manusia mulai mengubah gaya hidupnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Jurusan Teknik Lingkungan FTSP Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), kembali menunjukan eksistensi “Dedicated to Save our Earth” dengan mengadakan Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL) Environation 2016 yang digelar selama dua hari, yaitu pada tanggal 27-28 Februari 2016.

“Acara tingkat nasional dengan tema Green Lifestyle ini bertujuan untuk mengenalkan gaya hidup hijau kepada puluhan semifinalis untuk langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tulis Ardytto Istianto, Head of Public Relation & Publication Environation 2016 dalam keterangan pers yang diterima Greeners pada Senin (29/02).

Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL) Environation 2016. Foto: dok. Environation 2016

Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL) Environation 2016. Foto: dok. Environation 2016

LITL Environation 2016 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan FTSP ITS, diikuti oleh siswa SMA/SMK/sederajat sebanyak 345 tim yang berasal dari Banda Aceh hingga Tidore. Lomba ini terbagi dalam dua kategori, yaitu Eco Challenge dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional.

Dalam kategori Eco Challenge, peserta disuguhkan soal-soal yang terdiri dari Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, serta ilmu dasar teknik lingkungan. Dilanjutkan dengan Running Lab, dimana peserta merasakan sensasi sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan dengan melakukan 3 macam praktikum yaitu saponifikasi, iodometri, dan pemilahan sampah.

Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL) Environation 2016. Foto: dok. Environation 2016

Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL) Environation 2016. Foto: dok. Environation 2016

Sesi terakhir dari Eco Challenge adalah Cerdas Cermat. Dalam sesi ini, tim SMAN 1 Jember mendapatkan 700 poin dan berhasil menyisihkan SMA Penabur Gading Serpong dan SMAN 1 Gresik yang masuk ke dalam tiga besar.

Pada hari ke dua pelaksanaan LITL Environation 2016, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) resmi dibuka oleh Rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana, MscES, PhD. Sebanyak 10 tim mempresentasikan hasil karya mereka kepada tiga orang juri yang berasal dari rumpun ilmu yang berbeda, yaitu Dr. Ir. Wasis Wardoyo, M.Sc, Rulli Pratiwi Setiawan, ST., M.Sc., dan Ir. Eddy Setiadi Soedjono, Dipl.SE, MSc, PhD. Pemenang dari LKTIN Environation adalah SMA Kebon Dalem Semarang dengan judul karya tulis ilmiah “Baterai dari Asap (BATSAP)”.

“Acara ini diharapkan dapat meningkatkan awareness terhadap isu global yang berkaitan dengan lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: (*)

]]>
https://www.greeners.co/aksi/teknik-lingkungan-its-gelar-environation-2016/feed/ 0
Cegah Erosi dengan Pola Geometris https://www.greeners.co/ide-inovasi/cegah-erosi-dengan-pola-geometris/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cegah-erosi-dengan-pola-geometris https://www.greeners.co/ide-inovasi/cegah-erosi-dengan-pola-geometris/#respond Fri, 05 Feb 2016 07:09:58 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=12760 Seorang petani di Australia Selatan membuat pola geometris di atas ladang miliknya yang pernah terbakar. Pola geometris yang ia buat disebut-sebut seni sekaligus upaya penyelamatan lingkungan yang cerdas.]]>

Seorang petani di Australia Selatan sedang berjuang menghadapi erosi tanah. Dengan cerdik ia menggunakan pola-pola geometris pada tanah garapannya. Brian Fischer adalah petani yang tanah garapannya berada sekitar 60 kilometer di utara Adelaide, Australia. Pria tersebut mendapat ide kreatif yang secara visual sangat mengagumkan. Pola geometris yang ia buat disebut-sebut seni sekaligus upaya penyelamatan lingkungan yang cerdas.

Brian membuat pola geometris ini sebagai cara untuk melindungi lapisan tanah yang paling atas di ladangnya setelah kebakaran. Hasilnya adalah sebuah jaringan yang begitu hati-hati dirancang berputar meliuk-liuk dan menciptakan pematang-pematang kecil. Pematang kecil tersebut berhasil melindungi lapisan tanah paling atas.

Brian mengakui bahwa metode tersebut bukanlah hal baru. Desain yang ia pakai berasal dari teknik yang ayahnya gunakan di ladang pada tahun 1944. Petani ini mengakui saat wawancara di radio lokal, bahwa dia tidak tahu siapa yang pertama kali membuat konsep ini karena sangat mungkin ayahnya mempelajarinya dari petani yang lebih senior.

Pola geometris yang dibuat Brian Fischer disebut-sebut sebagai seni sekaligus upaya penyelamatan lingkungan yang cerdas. Foto: Brian Fischer/inhabitat.com

Pola geometris yang dibuat Brian Fischer disebut-sebut sebagai seni sekaligus upaya penyelamatan lingkungan yang cerdas. Foto: Brian Fischer/inhabitat.com

Pola-pola geometris yang rumit itu memerlukan waktu berhari-hari untuk dibuat dan menciptakan pematang yang cukup tinggi untuk menahan angin. Berkat ketinggiannya itu lah lapisan tanah paling atas yang sangat berharga tidak terbawa angin. Seni dalam memerangi erosi ini berhasil menyelamatkan hampir 15 cm lapisan tanah bagian atas.

Sebagai tambahan, Brian juga berperan ganda sebagai fotografer. Dia pertama kali menangkap gambar dari karya seni di ladangnya ini dengan menggunakan pesawat terbang milik anak sulungnya. Karena kesuksesannya dalam konservasi lapisan tanah atas dengan cara yang unik, petani ini mulai diliput oleh media di wilayahnya dan mungkin menginspirasi petani lain untuk membuat pola seni geometris lain untuk melindungi ladang mereka.

Seperti yang diceritakan kepada radio 3AW, cara ini benar-benar berhasil menghentikan erosi. Sayang sekali teknik ini hanya dapat dilakukan dalam satu kali kesempatan. Jika pada saat membuatnya tidak berhasil, kita tidak bisa mengulanginya lagi.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/cegah-erosi-dengan-pola-geometris/feed/ 0
Mengenal (Kembali) Keanekaragaman Hayati di Hello Nature 2015 https://www.greeners.co/berita/mengenal-kembali-keanekaragaman-hayati-di-hello-nature-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-kembali-keanekaragaman-hayati-di-hello-nature-2015 https://www.greeners.co/berita/mengenal-kembali-keanekaragaman-hayati-di-hello-nature-2015/#respond Thu, 12 Nov 2015 06:19:16 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11871 Jakarta (Greeners) – Manusia tidak hidup sendiri di bumi ini. Ada puspa dan satwa yang juga hidup di dalamnya. Mengenali berbagai jenis puspa dan satwa di sekitar kita seharusnya menjadi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Manusia tidak hidup sendiri di bumi ini. Ada puspa dan satwa yang juga hidup di dalamnya. Mengenali berbagai jenis puspa dan satwa di sekitar kita seharusnya menjadi keharusan dan penting mengingat manusia membutuhkan puspa dan satwa untuk hidup.

Akademisi dari Universitas Nasional Imran S.L Tobing, menyatakan, saat ini banyak dari jenis puspa dan satwa di Indonesia, baik yang umum maupun langka, berada dalam kondisi memprihatinkan akibat dari ketidakpedulian dan ketidaktahuan masyarakat.

Namun sebenarnya, lanjut Imran, ketidakpedulian lah yang membuat puspa dan satwa di Indonesia mengalami ancaman kepunahan. Kegiatan perekonomian yang terus mengincar keuntungan besar tanpa memedulikan konservasi dan keberlangsungan habitat hewan dan tumbuhan di banyak tempat, menurutnya, jelas akan membuat keanekaragaman hayati yang ada akan terus tergerus dan mengalami kepunahan.

“Yang tidak peduli ini yang bahaya. Mencari keuntungan tanpa peduli akan lingkungan yang rusak, tanpa peduli sumber daya alam atau flora fauna dan menyebabkan kepunahan,” jelasnya, Jakarta, Kamis (12/11).

Imran juga menekankan bahwa berbagai kegiatan guna menambah pengetahuan dan kesadartahuan masyarakat akan pentingnya menjaga alam, termasuk puspa dan satwa yang berada di dalamya, merupakan satu hal penting yang harus menjadi perhatian banyak pihak.

Hello Nature 2015, terusnya, akan memberikan pengetahuan, konsep konservasi, pembangunan berkelanjutan, dan ekonomi hijau yang sudah harus ditanamkan kepada generasi muda agar flora dan fauna serta kekayaan alam Indonesia dapat memberi keuntungan pada saat ini, esok, lusa dan nanti secara berkesinambungan.

Syaiful Rochman, Penanggung Jawab kegiatan Hello Nature 2015, menyampaikan bahwa saat ini, generasi muda yang tinggal di kota besar seperti Jakarta sudah semakin jauh dari lingkungan yang alami. Generasi ini lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan waktu mereka tersita pada aktivitas di gawai pribadi.

“Greeners menggelar Hello Nature ini agar bisa mengingatkan kembali pentingnya berinteraksi dengan satwa dan puspa kepada para generasi muda, sehingga mereka bisa lebih menghargai kehidupan lebih baik lagi. Kami juga bersyukur, pada gelaran Hello Nature perdana ini bisa bekerjasama dengan tim dari Fakultas Biologi Universitas Nasional sehingga kegiatan ini juga diisi dengan rangkaian diskusi ilmiah yang sesuai dengan tema peringatan HCPSN 2015,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2015, Greeners.co bersama dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan kegiatan bertajuk “Hello Nature 2015”. Acara akan diselenggarakan di Mall Gandaria City, Jakarta pada tanggal 13-15 November 2015.

Pada acara tersebut akan ada banyak kegiatan menarik, seperti berinteraksi dan memberi makan satwa, seminar ilmiah, komunitas-komunitas peduli lingkungan dan fun activity lainnya untuk kembali mengenalkan dan mendekatkan masyarakat kepada alam dan keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/mengenal-kembali-keanekaragaman-hayati-di-hello-nature-2015/feed/ 0
Galang Dana untuk Lingkungan dalam Kampanye 153 Days of Happiness https://www.greeners.co/aksi/galang-dana-untuk-lingkungan-dalam-kampanye-153-days-of-happiness/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=galang-dana-untuk-lingkungan-dalam-kampanye-153-days-of-happiness https://www.greeners.co/aksi/galang-dana-untuk-lingkungan-dalam-kampanye-153-days-of-happiness/#respond Thu, 05 Nov 2015 09:54:19 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=11786 Jakarta (Greeners) – Dill Gourmett Cafe mengadakan kampanye amal 153 Days of Happiness. Kampanye ini diadakan untuk menggalang dana yang ditujukan untuk donasi di bidang lingkungan. Head of Bussiness Unit […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dill Gourmett Cafe mengadakan kampanye amal 153 Days of Happiness. Kampanye ini diadakan untuk menggalang dana yang ditujukan untuk donasi di bidang lingkungan.

Head of Bussiness Unit Dill Gourmett Cafe, Angie Buntaran mengatakan bahwa permasalahan lingkungan hidup merupakan salah satu isu yang berkaitan dengan kepentingan banyak orang. Menurut Angie, kampanye ini ditujukan agar masyarakat, khususnya para pelanggan Dill Gourmet Cafe, agar lebih peduli dan memerhatikan lingkungan.

Ia menyontohkan kasus banjir yang kerap terjadi di Jakarta dan beberapa daerah. Menurut Angie, masyarakat hanya bisa mengkritik sembari menunggu bantuan pemerintah ketimbang melakukan upaya pencegahan agar banjir tidak terulang.

“Dari pada ngedumel atau menyalahkan pemerintah, kenapa sih kita tidak melakukan sesuatu saja,” ungkap Angie kepada Greeners di Plaza Indonesia, Jakarta, pada Selasa (2/11) lalu.

Bagi Angie, kampanye ini adalah bentuk kontribusi nyata cafe-nya untuk masyarakat. Selain lingkungan hidup, kampanye ini juga melingkupi bidang pendidikan dan kesehatan. Menurut Angie, tiga hal tersebut merupakan bidang krusial yang sangat memerlukan perhatian dan kepedulian dari masyarakat.

“Orang biasanya cari uang sampai ujung-ujungnya stress. Jadi, (dalam kampanye ini) bukan cuma uang yang kita cari, supaya ada hal lebih yang membuat kita berkreasi,” jelasnya.

Tasya Kamila, penyanyi yang juga pendiri Yayasan Green Movement Indonesia, mengaku senang karena dapat berpartisipasi dalam kampanye ini. Tasya menyatakan isu lingkungan hidup bukanlah hal baru bagi masyarakat. Menurutnya, isu go green sudah dipandang sangat “seksi” sehingga dianggap sebagai sesuatu yang “keren” oleh sebagian besar masyarakat. “Masyarakat pasti bakal lebih peduli ke lingkungan hidup,” ujarnya optimis.

Kampanye 153 Days of Happiness sendiri merupakan kampanye dalam bentuk variasi menu yang berbeda setiap bulannya. Pelanggan yang memesan menu tersebut berhak mengambil dua kupon donasi. Kampanye ini telah berjalan sejak bulan Juli lalu.

Dalam menjalankan kampanye ini, Dill Gourmett Cafe menggandeng lima yayasan serta LSM yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup. Kelima yayasan serta LSM tersebut adalah Rumah Harapan Valencia Care Foundation, Taman Bacaan Pelangi, Thisable Entreprise, Yayasan Jakarta Praise Community Church (JPCC) dan Yayasan Green Movement Indonesia.

Penulis: TW/G37

]]>
https://www.greeners.co/aksi/galang-dana-untuk-lingkungan-dalam-kampanye-153-days-of-happiness/feed/ 0
Greenpeace Indonesia Diprotes Lewat Surat Terbuka https://www.greeners.co/berita/greenpeace-indonesia-diprotes-lewat-surat-terbuka/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=greenpeace-indonesia-diprotes-lewat-surat-terbuka https://www.greeners.co/berita/greenpeace-indonesia-diprotes-lewat-surat-terbuka/#respond Sun, 01 Nov 2015 10:37:37 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11735 Jakarta (Greeners) – Beberapa hari lalu, Mantan Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara, Emmy Hafild menyatakan berhenti memberi dukungan untuk Greenpeace Indonesia karena merasa kecewa dengan sikap dan strategi Greenpeace dalam […]]]>

Jakarta (Greeners) – Beberapa hari lalu, Mantan Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara, Emmy Hafild menyatakan berhenti memberi dukungan untuk Greenpeace Indonesia karena merasa kecewa dengan sikap dan strategi Greenpeace dalam mengadvokasi perusahaan besar seperti Sinar Mas, APRIL, APP dan WILMAR yang terlibat dalam kebakaran lahan gambut.

Dalam surat terbukanya, Emmy yang juga mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) ini mengaku telah mengirim pesan protes sekaligus pengunduran diri kepada Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara melalui surat elektronik. Namun, ia menilai komunikasinya dengan Senior Management Team (SMT) Greenpeace tersebut tidak menunjukkan sensitivitas Greenpeace terhadap penderitaan rakyat Indonesia.

“Saya sudah berusaha dialog dengan representative SMT GPSEA di Indonesia, Longgena Ginting; Campaigner hutan GPI, Bustar Maitar; dan Ketua GPSEA Board, ibu Suzy Hutomo. Mereka tidak bisa mengambil keputusan karena memutuskan untuk lepas dari constructive engagement ini memerlukan keputusan SMT International,” jelasnya, Jakarta, Jumat (30/10).

Menurut Emmy, posisi Greenpeace ini dipakai oleh perusahaan-perusahaan tersebut untuk “greenwashing image” mereka dan melemahkan posisi civil society organisation (CSO) Indonesia dalam menghadapi kekuatan kapital yang sangat besar di balik tragedi asap ini.

Menanggapi protes terbuka Emmy, kepada Greeners, Kepala Greenpeace Indonesia Longgena Ginting menjawab bahwa saat ini, Indonesia sedang berada dalam status genting karena kebakaran yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Pernyataan Presiden Joko Widodo untuk mengatasi kebakaran dengan melindungi hutan dan lahan gambut serta menegakkan hukum adalah solusi jangka panjang yang tepat dalam mengatasi akar masalah kebakaran hutan dan bencana asap.

Perusahaan-perusahaan minyak kelapa sawit dan bubur kertas, kata dia, telah lebih dari satu dekade melakukan penghancuran hutan dan lahan gambut hingga menyebabkan kebakaran hari ini, oleh karena itu harus juga menjadi pelaku yang mengatasi masalah tersebut.

“Perusahaan harus bekerja mengatasi kebakaran secepatnya, membangun sekat bakar, menutupi kanal-kanal yang selama ini digunakan untuk mengeringkan lahan gambut,” kata Longgena.

Greenpeace dalam hal ini dalam posisi mendorong transparansi data dan informasi kehutanan untuk perbaikan tata kelola hutan dan mengurangi resiko bencana lingkungan termasuk kebakaran hutan. Greenpeace, menurut Longgena, juga mendorong proses penegakan hukum sacara terbuka dan transparan. Atas segala protes dan masukan, Greenpeace menerima dengan tangan terbuka. Sejak sepuluh tahun organisasi tersebut mengaku telah melakukan aksi dan kampanye perlindungan hutan dan mendorong solusi jangka panjang dan permanen bagi hutan Indonesia.

“Untuk dapat bekerja secara independen Greenpeace tidak menerima dana dari perusahaan, partai politik maupun pemerintah manapun di seluruh dunia. Dana Greenpeace diperoleh hanya mengandalkan donasi individual dan yayasan,” pungkasnya.

Selanjutnya: surat terbuka Emmy Hafild

]]>
https://www.greeners.co/berita/greenpeace-indonesia-diprotes-lewat-surat-terbuka/feed/ 0