Komunitas Indonesia Trip Tumbuhkan Cinta Lingkungan Lewat Fotografi

Reading time: 2 menit
Komunitas Indonesia Trip (KIT)
Foto: Komunitas Indonesia Trip (KIT)

Jakarta (Greeners) – Melalui seni fotografi, Komunitas Indonesia Trip (KIT) mendokumentasikan persoalan sampah di berbagai tempat wisata. Tujuannya mendorong masyarakat agar menjaga lingkungan. Pada 2013, Aldi Prihadi Founder Komunitas Indonesia Trip menjelajahi tempat wisata alam di Indonesia. Ia melihat kurangnya kesadaran masyarakat mengenai masalah sampah khususnya di kawasan wisata. Cikal bakal tersebut yang mendorongnya menuangkan ide ke dalam fotografi sebagai sarana publikasi ke masyarakat.

“Ternyata di daerah-daerah lain yang sering kita kunjungi seperti Baduy, Banten, Bandung, Bogor saat mendapatkan momen yang  indah pasti ada halangan seperti sampah,” ujar Aldi, di Jakarta, Sabtu (11/01/20)

Ia menuturkan selain mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli kepada lingkungan, fasilitas pendukung juga harus diperhatikan. Menurut Aldi, pemerintah juga harus menyediakan fasilitas yang memadai. Edukasi tanpa adanya sarana prasarana, kata Aldi, membuat masyarakat menjadi enggan.

Baca juga: Indonesia Wildlife Photography, Upayakan Konservasi Satwa Lewat Foto

“Di Indonesia ada masyarakat yang sudah peduli dengan lingkungan, memiliki tempat, sarana, dan prasarana untuk mengolah sampah. Namun, ketika kita memilah sampah, sistem dari pemerintah tidak mendukung, lalu diangkut bersama dengan sampah-sampah lainnya akhirnya tercampur kembali,” kata Aldi.

Dalam mengedukasi masyarakat, KIT membuat beberapa tantangan karya fotografi bertema daur ulang. Selain melalui halaman Facebooknya, komunitas ini juga mengampanyekan informasi seputar sampah dan lingkungan. “Dengan adanya challenge tersebut masyarakat yang tadinya menyimak saja nantinya akan tergugah juga. Mudah-mudahan masyarakat akan bisa peduli dengan masalah sampah,” ucapnya.

Komunitas Indonesia Trip (KIT)

Foto: Komunitas Indonesia Trip (KIT)

Komunitas Indonesia Trip juga berperan dalam menghijaukan bantaran Sungai Grogol. Bersama para anggota, mereka menghias kampung kumuh menjadi kampung wisata sungai. “Kita sudah menanam buah di sini seperti, mangga, leci, dan matoa, tetapi karena banjir hilang semua. Namun, kita tidak putus asa setelah banjir kita melakukan penanama kembali,” kata Aldi.

Saat ini KIT telah memiliki 5.500 anggota tetap maupun tidak tetap dari seluruh kalangan. Mereka berkomitmen untuk  membangun jaringan dengan sesama komunitas untuk menghijaukan kembali Indonesia. “Gerakan itu harus dimulai dari diri sendiri tinggal bagaimana cara bersosialisasi bersama teman-teman yang satu frekuensi.”

Baca juga: Mencintai Alam dan Satwa Liar Indonesia Lewat Lensa Kamera

Aldi mengatakan bahwa seluruh organisasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan memiliki ide cemerlang dalam menciptakan kesdaran pada masyarakat. Menurutnya keberadaan organisasi yang bergerak secara sendiri-sendiri mengakibatkan dampak perubahan yang dilakukan tidak kelihatan. KIT berkomitmen, walau dimulai dari diri sendiri, sebuah kegiatan positif dapat menular salah satunya melalui publikasi foto. “KIT sudah memiliki banyak dokumentasi, kita akan merancang beberapa gerakan kecil untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dalam menghijaukan Indonesia kembali,” ucapnya.

Penulis : Ridho Pambudi

Top
You cannot copy content of this page