Fungi - Greeners.Co https://www.greeners.co/flora-fauna/category/fungi/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 03 Feb 2025 05:01:33 +0000 id hourly 1 Jamur Hypsizygus ulmarius, Dapat Dimakan Tapi Sulit Didapatkan https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-hypsizygus-ulmarius-dapat-dimakan-tapi-sulit-didapatkan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-hypsizygus-ulmarius-dapat-dimakan-tapi-sulit-didapatkan https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-hypsizygus-ulmarius-dapat-dimakan-tapi-sulit-didapatkan/#respond Mon, 03 Feb 2025 06:00:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45816 Jamur tiram elm (Hypsizygus ulmarius) merupakan salah satu edible jamur dari family Lyophyllaceae. Spesies ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Agaricus ulmarius, Tricholoma ulmarium, Pleurotus ulmarius, dan Lyophyllum […]]]>

Jamur tiram elm (Hypsizygus ulmarius) merupakan salah satu edible jamur dari family Lyophyllaceae. Spesies ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Agaricus ulmarius, Tricholoma ulmarium, Pleurotus ulmarius, dan Lyophyllum ulmarium. Spesies ini pertama kali terdeskripsikan pada tahun 1791 dalam literatur ilmiah karya ahli mikologi Prancis, Jean Baptiste F.P.B dengan nama Agaricus ulmarius.

Pada tahun 1984, seorang ahli mikologi Kanada, Scott Redhead memperbaiki taksonomi jamur ini dan mengubah nama ilmiahnya menjadi Hypsizygus ulmarius. Penamaan genus Hypsizygus berasal dari kata Hypsi– artinya tinggi dan –zygus berarti kuk. Nama ini mencerminkan tempat tumbuh jamur ini yang muncul di batang pohon besar dan tinggi sehingga cukup sulit digapai.

Hypsizygus ulmarius Penyebab Busuk Putih Batang

Tudung jamur ini berukuran lebar 5 hingga 15 cm dengan ketebalan sekitar 1-2,5 cm. Permukaan tudungnya berwarna putih atau kecokelatan. Seiring bertambahnya usia, terkadang muncul pola retakan di permukaan tudungnya.

Bagian lamela jamur ini tersusun padat dan berwarna putih. Selain itu, bagian batang H. ulmarius berukuran panjang 6-13 cm dengan diameter 2-3 cm, berwarna putih, berserat halus, dan tak bercincin batang. Sementara itu, bagian sporanya berbentuk sublobose lebar, bertekstur halus dengan ukuran 3,5-6,5 x 3-5µm, dan menghasilkan cetakan spora berwarna krem pucat.

Jamur tiram elm termasuk jamur saprofit yang menyebabkan busuk putih pada bagian pohon yang menjadi substrat tumbuhnya, terutama pohon elm (Ulmus spp.). Jamur H. ulmarius tumbuh tinggi di pohon elm pada musim gugur dan awal musim dingin. Distribusinya meliputi sebagian besar daratan utara Eropa dan Amerika Utara.

Taksonomi jamur hypsizygus ulmarius. Foto: Greeners

Taksonomi jamur hypsizygus ulmarius. Foto: Greeners

Edible Tapi Sulit Diraih

Jamur H. ulmarius memang dapat kita makan, namun karena tempat tumbuhnya yang tinggi membuatnya sulit untuk kita ambil. Melansir Jurnal Food Science and Human Wellness, Hypsizygus ulmarius polysaccharide (HUP) bisa jadi makanan fungsional dan dapat melindungi sistem biologis dari stres oksidatif melalui aktivitas antioksidannya. Hal ini memiliki efek perlindungan yang cukup signifikan pada cedera hati alokoholik akut.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-hypsizygus-ulmarius-dapat-dimakan-tapi-sulit-didapatkan/feed/ 0
Jamur Leccinum scabrum, Berasosiasi dengan Pohon Birch https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-leccinum-scabrum-berasosiasi-dengan-pohon-birch/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-leccinum-scabrum-berasosiasi-dengan-pohon-birch https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-leccinum-scabrum-berasosiasi-dengan-pohon-birch/#respond Wed, 08 Jan 2025 07:05:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45634 Leccinum scabrum atau Brown Birch Bolete adalah salah satu jamur konsumsi dari famili Boletaceae. Jamur memiliki nama lain Cap Tyllog Brown Bedw, Koźlarz Babka, atau Barna Érdestinóru. Naturalis Prancis Jean […]]]>

Leccinum scabrum atau Brown Birch Bolete adalah salah satu jamur konsumsi dari famili Boletaceae. Jamur memiliki nama lain Cap Tyllog Brown Bedw, Koźlarz Babka, atau Barna Érdestinóru.

Naturalis Prancis Jean Baptiste Francois (Pierre) Bulliard pertama kali mendeskripsikan L. scabrum di tahun 1783 dengan nama Boletus scaber. Kemudian, pada tahun 1821 seorang ahli kimologi Inggris Samuel Frederick Gray merevisi taksonomi jamur ini dan mengubah namanya menjadi Leccinum scabrum.

Jamur ini memiliki banyak nama ilmiah sinonim. Di antaranya Krombholziella scabra (Bull.) Maire, Krombholziella roseofracta (Watling) Šutara, Leccinum subcinnamomeum Pilát & Dermek, Leccinum umbrinoides, Leccinum molle, Leccinum roseofractum Watling, Leccinum onychinum Watling, dan masih banyak lagi.

Taksonomi Leccinum scabrum. Foto: Greeners

Taksonomi Leccinum scabrum. Foto: Greeners

Jamur Leccinum scabrum Seringkali Muncul di Bawah Pohon Birch

Tudung jamur ini berbentuk cembung yang melebar dengan ukuran sekitar 5-14 cm. Bagian tepi tudungnya melengkung. Berwarna cokelat kusam saat masih muda dan berubah menjadi cokelat zaitun saat dewasa, terkadang ada semburat waran merah atau abu-abu.

Awalnya, permukaan jamur ini berbintik-bintik halus, tetapi akan menjadi lebih halus seiring bertambahnya usia. Bagian pori-porinya berwarna krem atau cokelat pucat, tabung pori-porinya berukuran panjang 1 cm hingga 2 cm.

Selain itu, batang jamur ini berukuran cukup panjang, yakni sekitar 8-14 cm dengan ketebalan mencapai 4 cm. Permukaan batangnya tertutupi sisik berbulu yang berwarna cokelat tua. Spora jamur ini berbentuk elipsoid hingga subfusiform berukuran 14-20 x 4,5-5-5 µm dengan cetakan spora berwarna cokelat zaitun.

Semua spesies Leccinum bersifat ektomikoriza pada suatu jenis pohon. Oleh karena itu, jamur Brown Birch Bolete ini kerap tumbuh hanya di bawah pohon birch (Betula sp), tumbuh soliter, dan tersebar saat musim panas hingga musim gugur.

Terdapat dua spesies jamur lainnya yang juga seringkali ditemukan tumbuh di bawah pohon birch. Di antaranya Leccinum cyaneobasileucum (daging jamur membiru di pangkal batang) dan Leccinum versipelle (tudung lebih oranye dan biru kehijauan di pangkal batang).

Bisa Jadi Bahan Pangan dan Obat

L. scabrum jamur yang dapat dimakan dan tidak memiliki ciri khas rasa tertentu, dapat dikonsumsi setelah dimasak terlebih dahulu. Melansir dari Mycology Journal, Brown Birch Bolete terbukti memiliki efek yang menjanjikan dalam pengobatan diabetes tipe-2.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-leccinum-scabrum-berasosiasi-dengan-pohon-birch/feed/ 0
Alder Bracket, Jamur Penyebab Busuk Putih pada Batang Pohon https://www.greeners.co/flora-fauna/alder-bracket-jamur-penyebab-busuk-putih-pada-batang-pohon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alder-bracket-jamur-penyebab-busuk-putih-pada-batang-pohon https://www.greeners.co/flora-fauna/alder-bracket-jamur-penyebab-busuk-putih-pada-batang-pohon/#respond Wed, 18 Dec 2024 03:00:11 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45485 Jamur Alder Bracket atau Inonotus radiatus merupakan salah satu jamur yang tak bisa dimakan dari Famili Hymenochaetaceae. Pertama kali terdeskripsikan pada tahun 1799 oleh James Sowerby, seorang ahli botani-mikologi dengan […]]]>

Jamur Alder Bracket atau Inonotus radiatus merupakan salah satu jamur yang tak bisa dimakan dari Famili Hymenochaetaceae. Pertama kali terdeskripsikan pada tahun 1799 oleh James Sowerby, seorang ahli botani-mikologi dengan nama ilmiah Boletus radiatus.

Kemudian, di tahun 1916 spesies jamur ini dipindahkan ke genus Mensularia oleh ahli mikologi Spanyol Lazaro Ibiza. Selanjutnya pada tahun 1882, ahli mikologi Finlandia Petter Adolf mengubah nama jamur ini menjadi Inonotus radiatus, nama yang kita kenal hingga kini.

BACA JUGA: Jamur Saffron Milkcap, Tak Hanya Lezat tapi Juga Kaya Manfaat

Alder bracket memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Xanthoporia radiata, Boletus radiatus, Polyporus radiatus dan Polystictus radiatus. Penamaan genus Inonotus berasal dari ino- awalan kata yang berarti berserat, dan ot yang berarti telinga. Nama spesies radiatus berarti sinar atau lempeng.

Taksonomi Alder Bracket. Foto: Greeners

Taksonomi Alder Bracket. Foto: Greeners

Permukaan Jamur Alder Bracket Sehalus Beludru

Tubuh buah jamur ini berukuran panjang 3-8 cm dengan lebar 2-5 cm dan ketebalan mencapai 2 cm. Bentuknya setengah lingkaran, ketika kita sentuh terasa sangat lembut seperti kain beludru saat masih muda. Seiring bertambahnya usia akan menjadi botak dan berubah warna dari kekuningan atau jingga menjadi kecokelatan hingga menghitam. Bagian tepi tudungnya ini membulat dan terkadang muncul kerutan.

Selain itu, permukaan pori-pori jamur ini berwarna abu-abu atau cokelat kuning saat masih muda dan berubah warna menjadi cokelat tua. Jamur alder bracket tidak memiliki batang dan langsung menempel pada substrat. Daging buahnya berwarna cokelat berkarat, keras dan berserabut, serta terdapat bintik-bintik samar. Bagian sporanya berukuran 5,5-7 x 3,5-4,5 µm, berbentuk eliposid berwarna putih hingga kuning pucat.

BACA JUGA: Suillus grevillei, Tudungnya Berminyak dan Tersebar Luas di Eropa

Seperti jamur dari genus Inonotus lainnya, Alder Bracket juga seringkali mengeluarkan tetesan lengket seperti getah. Awalnya, tetesan tersebut berwarna kuning puucat, kemudian seiring bertambahnya usia berubah menjadi gelap. Jamur ini tidak bisa kita makan karena keras dan terasa pahit.

Sekilas, jamur ini terlihat sangat mirip dengan jamur Oak Bracket (Pseudoinonotus dryadeus) dan seringkali membingungkan. Namun, jamur Oak Bracket umumnya tumbuh di akar basal dan batang bawah pohon ek, sedangkan Alder Bracket pada batang pohon.

Penyebab Busuk Putih pada Batang Kayu

Jamur I. radiatus biasa kita temukan di atas kayu Alder (Alnus sp.) dan menyebabkan busuk putih pada batang kayu. Jamur ini tumbuh berkelompok atau sendiri saat musim gugur dan musim panas. Selain itu, jamur ini juga menyebar di kawasan Amerika Utara hingga Eropa.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/alder-bracket-jamur-penyebab-busuk-putih-pada-batang-pohon/feed/ 0
Jamur Saffron Milkcap, Tak Hanya Lezat tapi Juga Kaya Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-saffron-milkcap-tak-hanya-lezat-tapi-juga-kaya-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-saffron-milkcap-tak-hanya-lezat-tapi-juga-kaya-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-saffron-milkcap-tak-hanya-lezat-tapi-juga-kaya-manfaat/#respond Mon, 18 Nov 2024 03:00:38 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45196 Jamur saffron milkcap atau Lactarius deliciosus adalah salah satu jenis jamur yang dapat kita makan dan mengeluarkan aroma seperti buah. Berasal dari famili Russulaceae dan memiliki nama ilmiah sinonim Agaricus […]]]>

Jamur saffron milkcap atau Lactarius deliciosus adalah salah satu jenis jamur yang dapat kita makan dan mengeluarkan aroma seperti buah. Berasal dari famili Russulaceae dan memiliki nama ilmiah sinonim Agaricus lactifluus var. deliciosus dan Agaricus deliciosus L. Selain itu, jamur ini juga dikenal sebagai jamur pinus merah.

Carl Linnaeus pertama kali mendeskripsikan jamur ini pada tahun 1753 dengan nama A. deliciosus. Kemudian, di tahun 1821, seorang ahli mikologi Inggris Samuel Frederick Gray memperbaiki taksonomi jamur ini dan mengubah nama ilmiahnya menjadi Lactarius deliciosus.

Penamaan genus Lactarius mengacu pada lateks yang keluar saar jamur ini dipotong, sedangkan nama spesies deliciosus mengacu pada rasa lezat dari olahan jamur ini.

Taksonomi Saffron Milkcap. Foto: Greeners

Taksonomi Saffron Milkcap. Foto: Greeners

Saffron Milkcap Menghasilkan Lateks Oranye yang Dapat Berganti Warna

Lactarius deliciosus umumnya muncul saat bulan Agustus hingga Oktober, memiliki tudung oranye kemerahan atau kehijauan berdiameter 6-20 cm. Saat basah, permukaanya akan menjadi lengket jika kita sentuh.

Bagian lamelanya tersusun padat, berwarna oranye terang yang berubah menjadi hijau ketika memar, dan menghasilkan lateks berwarna oranye yang dapat berubah menjadi hijau. Selain itu, jamur ini juga memiliki batang pendek yang berongga, berukuran panjang sekitar 5-8 cm dan diameter 1,5-2 cm.

Pada permukaan batangnya, terdapat bercak lubang oranye terang. Jamur ini memiliki spora berbentuk ellipsoidal, berukuran 7-9 x 6-7µm dengan cetakan spora berwarna merah muda pucat. Jamur yang lezat ini tersebar luas di hutan pinus Eropa dan Asia.

Lezat dan Mengandung Banyak Senyawa Baik

Jamur saffron milkcap yang masih muda dan tepi tudungnya masih menggulung konon paling enak untuk kita makan. Selain itu, kita juga dapat mengolahnya dengan berbagai cara. Seperti diiris tipis-tipis, kemudian dipanggang dengan steak. Untuk menghilangkan rasa pahit dan tekstur berseratnya, jamur ini lebih baik dimasak sampai benar-benar matang dengan sempurna.

Jurnal Food Bioscience melansir bahwa L. deliciosus mengandung serta makanan dan asam amino tinggi, rendah lemak, dan kaya mineral. Selain itu, juga mengandung berbagai senyawa fenolik seperti asam p-hidroksibenzoat, asam hinat, asam p-kumarat, asam klorogenat, asam galat, dan lainnya.

Selain itu, ada pula senyawa bioaktif β-Glukan, polisakarida. Jamur ini juga memiliki aktivitas senyawa antimikroba, aktivitas hipoglikemik, anti-penuaan, efek pengaturan kekebalan tubuh, efek anti-kelelahan, dan efek anti-tumor.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-saffron-milkcap-tak-hanya-lezat-tapi-juga-kaya-manfaat/feed/ 0
Suillus grevillei, Tudungnya Berminyak dan Tersebar Luas di Eropa https://www.greeners.co/flora-fauna/suillus-grevillei-tudungnya-berminyak-dan-tersebar-luas-di-eropa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=suillus-grevillei-tudungnya-berminyak-dan-tersebar-luas-di-eropa https://www.greeners.co/flora-fauna/suillus-grevillei-tudungnya-berminyak-dan-tersebar-luas-di-eropa/#respond Thu, 19 Sep 2024 06:00:44 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44776 Jamur Larch Bolete (Suillus grevillei) merupakan salah satu “edible” jamur dari keluarga Suillaceae. Ia juga memiliki nama lain seperti Greville’s Bolete, Lärksopp, atau Tamarack Jack. Selain itu, jamur ini memiliki […]]]>

Jamur Larch Bolete (Suillus grevillei) merupakan salah satu “edible” jamur dari keluarga Suillaceae. Ia juga memiliki nama lain seperti Greville’s Bolete, Lärksopp, atau Tamarack Jack. Selain itu, jamur ini memiliki banyak nama ilmiah sinonim. Di antaranya Boletus annularius, Ixocomus flavus var. elegans, Boletus grevillei, Boletus elegans, Ixocomus elegans f. badius, atau Suillus grevillei f. badius.

Pertamakali dideskripsikan oleh seorang ahli botani-mikologi Jerman bernama Johann Friedrich Klotzsch pada tahun 1832 dengan nama Boletus grevillei. Kemudian, di tahun 1945, Rolf Singer, ahli mikologi Jerman memperbaiki taksonomi jamur ini. Ia mengubah nama ilmiahnya menjadi yang kita kenal hingga kini.

BACA JUGA: Abortiporus biennis, Pori-Porinya Mengeluarkan Cairan Kemerahan

Penggunaan nama genus “Suillus” berarti babi, merujuk pada permukaan tudung jamur ini yang berminyak. Sementara, penamaan spesies “grevillei” menggunakan nama ahli botani-mikologi Skotlandia, Robert Kaye Greville (1794 – 1866) untuk menghormati karier akademisnya sebagai seniman botani dan lanskap yang luar biasa.

Taksonomi Suillus grevillei. Foto: Greeners

Taksonomi Suillus grevillei. Foto: Greeners

Tudung Jamurnya Berminyak dan Lengket

Tudung jamur ini berukuran 5-9 cm, berbentuk cembung hingga cembung lebar, terlihat berminyak namun lengket saat disentuh. Berwarna kuning atau kuning cerah dan tepianya bergelombang. Di bagian bawah tudungnya terdapat pori-pori yang semula berwarna kuning lemon, kemudian berubah menjadi warna cokelat kayu.

Jamur ini memiliki tabung pori yang berukuran panjang ke arah dalam 10 mm. Bagian batang jamur ini berdiameter sekitar 1,2 cm hingga cm dengan panjang sekitar 5-7 cm. Berwarna kuning, bagian bawahnya kecokelatan, terdapat cincin kuning pucat hingga keputihan.

BACA JUGA: Devil’s Bolete, Jamur Berbatang Merah Beracun dari Eropa

Selain itu, bagian daging buahnya juga berwarna kuning dan tidak berubah warna ketika dipotong. Sporanya berbentuk subfusiform, bertekstur halus, berukuran 8-11 x 3-4μm, dan berwarna cokelat zaitun. Jamur ini tidak memiliki bau dan rasa yang khas.

Suillus grevillei Tersebar Luas di Eropa

Jamur Larch Bolete tumbuh berkelompok saat musim panas dan musim gugur. Ia merupakan jamur mikoriza yang selalu tumbuh di bawah pohon Larix sp (Larch). Jamur ini bisa kamu temukan di Inggris, Irlandia, dan telah tersebar luas di daratan Eropa. Terkadang juga tumbuh di Amerika Utara.

Edible” tapi Sebaiknya Tidak Dikonsumsi

Memasak jamur “edible” yang satu ini harus hati-hati. Pada beberapa orang, konsumsi jamur ini terkadang menyebabkan sakit perut. Bagian yang dapat kamu makan hanyalah daging buahnya, sedangkan bagian lain dan kulit tudungnya harus kamu buang. Meskipun bisa kamu konsumsi, jamur tidak dalam jumlah banyak.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/suillus-grevillei-tudungnya-berminyak-dan-tersebar-luas-di-eropa/feed/ 0
Scarlet Berry Truffle, Pendatang yang Tersebar Luas di Inggris https://www.greeners.co/flora-fauna/scarlet-berry-truffle-pendatang-yang-tersebar-luas-di-inggris/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=scarlet-berry-truffle-pendatang-yang-tersebar-luas-di-inggris https://www.greeners.co/flora-fauna/scarlet-berry-truffle-pendatang-yang-tersebar-luas-di-inggris/#respond Thu, 12 Sep 2024 03:00:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44690 Jamur Scarlet Berry Truffle atau jamur New Zealand Truffle memiliki nama ilmiah Paurocotylis pila. Ia berasal dari famili Pyronemataceae dan berkerabat dengan Melastiza cornubiensis, Scutellinia trechispora, Pyronema omphalodes, Aleuria aurantia, […]]]>

Jamur Scarlet Berry Truffle atau jamur New Zealand Truffle memiliki nama ilmiah Paurocotylis pila. Ia berasal dari famili Pyronemataceae dan berkerabat dengan Melastiza cornubiensis, Scutellinia trechispora, Pyronema omphalodes, Aleuria aurantia, dan masih banyak lagi. Jamur ini merupakan spesies asli dari Selandia Baru dan beberapa bagian di Australia.

Spesies jamur ini pertama kali ahli temukan di Inggris pada Desember tahun 1973 oleh A.R. hurley di area Pusat Olahraga Air Holme Pierrepont, Nottingham. Namun, baru terdeskripsikan pada tahun 1885 oleh ahli mikologi Inggris, Pdt. Miles Joseph Berkeley dengan nama yang masih digunakan hingga kini, Paurocotylis pila.

Nama genus Paurocotylis berasa dari bahasa Yunani yang berarti sedikit rongga. Sementara, nama spesies pila berarti struktur pendukung, dalam konteksnya ini mengacu pada bentuk tubuh buah jamurnya.

Taksonomi Scarlet Berry Truffle. Foto: Greeners

Taksonomi Scarlet Berry Truffle. Foto: Greeners

Scarlet Berry Truffle, Berwarna Cerah dan Bertekstur Halus

Tubuh buahnya berbentuk bulat tidak beraturan dan terdapat kerutan di permukaanya. Bertekstur halus dan lembut, berwarna merah cerah hingga oranye dan tidak terdapat bintil. Tubuh buahnya berukuran sekitar 10 mm hingga 40 mm, tapi pernah ada juga yang berukuran 60 mm.

Di dalam tubuh buahnya terdapat spora yang awalnya berwarna putih, kemudian berubah menjadi kuning atau krem saat matang. Sporanya berbentuk bulat dan berdiameter 18-20 µm. Jamur ini tidak berbau dan tidak untuk konsumsi. Biasanya, jamur ini muncul saat musim gugur dan musim dingin.

Burung Membantu Persebarannya

Jamur ini seringkali tumbuh di antara serasah daun, tanah berlumut, di bawah pohon, atau di kebun dan taman di dekat tanaman Rosa canina, Rubus sp., Ligustrum sp, Rowan (Sorbus aucuparia). Satu-satunya catatan jamur ini berada di area Victoria Park, Glasgow pada September 2017.

Di tempat asalnya (Selandia Baru), jamur ini banyak tumbuh di bawah pohon Podocarpus di saat yang sama dengan pohon tersebut berbuah. Jika melihat distribusinya yang cukup luas di Inggris, ada dugaan persebarannya dibantu burung-burung pemakan buah seperti burung poksai tembaga (Turdus iliacus) atau burung sikatan hitam (T. merula).

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/scarlet-berry-truffle-pendatang-yang-tersebar-luas-di-inggris/feed/ 0
Agaricus bernardii, Salty Mushroom yang Tudungnya Bersisik https://www.greeners.co/flora-fauna/agaricus-bernardii-salty-mushroom-yang-tudungnya-bersisik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=agaricus-bernardii-salty-mushroom-yang-tudungnya-bersisik https://www.greeners.co/flora-fauna/agaricus-bernardii-salty-mushroom-yang-tudungnya-bersisik/#respond Tue, 13 Aug 2024 01:00:08 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44474 Agaricus bernardii dikenal juga sebagai salty mushroom. Bukan karena rasanya yang asin, melainkan toleransinya yang tinggi pada lingkungan yang sarat garam. Oleh karena itu, jamur ini tumbuh di bukit pasir […]]]>

Agaricus bernardii dikenal juga sebagai salty mushroom. Bukan karena rasanya yang asin, melainkan toleransinya yang tinggi pada lingkungan yang sarat garam. Oleh karena itu, jamur ini tumbuh di bukit pasir tepi pantai hingga tepi jalan raya. Spesies ini juga ada di tepi pantai Pasifik dan Atlantik, serta daerah berumput di Colorado dan Pennsylvania.

Lucien Quelet mendeskripsikan jamur ini pada tahun 1878 dengan nama A. bernardii yang digunakan hingga kini. Nama spesies “bernardii” berasal dari nama G. Bernard, orang yang menemukan spesimen jamur ini dari La Rochelle, Prancis. Terdapat beberapa nama ilmiah sinonim, yaitu Agaricus campestris subsp. Bernardii, Psalliota bernardi, dan Fungus bernardii.

Taksonomi Agaricus bernardii. Foto: Greeners

Taksonomi Agaricus bernardii. Foto: Greeners

Agaricus bernardii Beraroma seperti Garam dan Tudungnya Bersisik

Tudung jamur ini berbentuk cembung dengan ukuran 5-15 cm, berwarna putih, dan saat matang permukaan tudungnya menjadi retak-retak atau terlihat bersisik. Selain itu, tepianya juga terlihat menggulung. Ketika dibelah, bagain dalam tudungnya berwarna oranye kemerahan. Hal ini yang menjadi ciri khasnya yang sangat membantu dalam identifikasi spesies di lapangan.

Bagian lamellanya tersusun padat, semula berwarna merah muda dan berubah menjadi cokelat tua saat matang. Batang jamur ini cukup tebal, dengan ketebalan 2,5 hingga 3,5 cm dan panjang 5-9 cm. Permukaan batangnya kasar dengan selubung cincin putih yang melebar ke arah luar pada bagian tepi atasnya.

Bagian sporanya berbentuk elips halus, berukuran 5,5-7,0 x 5,5-6,5 µm, dengan cetakan sporan berwarna cokelat kehitaman. A. bernardii mengeluarkan aroma seperti garam atau yodium. Jamur ini umumnya muncul saat musim gugur dalam kelompok ataupun soliter.

Mengandung Protein tapi Tidak Baik untuk Dikonsumsi

Jamur A. bernardii mengandung protein, asam lemak, asam amino, Zn, P, dan Fe yang lebih tinggi daripada jamur A. bisporus. Walaupun memiliki rasa yang tidak enak, kerap kali ada belatung di dalamnya. Jamur ini sebaiknya tidak kamu konsumsi. Namun, jamur ini dapat juga menjadi bahan penyedap makanan ataupun obat herbal.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/agaricus-bernardii-salty-mushroom-yang-tudungnya-bersisik/feed/ 0
Devil’s Tooth, Jamur Indikator Hutan yang Kaya Spesies https://www.greeners.co/flora-fauna/devils-tooth-jamur-indikator-hutan-yang-kaya-spesies/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=devils-tooth-jamur-indikator-hutan-yang-kaya-spesies https://www.greeners.co/flora-fauna/devils-tooth-jamur-indikator-hutan-yang-kaya-spesies/#respond Tue, 09 Jul 2024 06:00:20 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44215 Hydnellum peckii terkenal sebagai jamur Devil’s Tooth, Bleeding Tooth, Strawberries and Cream, atau Bile Tooth. Jamur yang tidak dapat dikonsumsi ini berasal dari family Bankeraceae. Selain itu, jamur ini juga […]]]>

Hydnellum peckii terkenal sebagai jamur Devil’s Tooth, Bleeding Tooth, Strawberries and Cream, atau Bile Tooth. Jamur yang tidak dapat dikonsumsi ini berasal dari family Bankeraceae. Selain itu, jamur ini juga berkerabat dengan jamur Boletopsis perplexa, Hydnellum scrobiculatum, Phellodon melaleucus, Sarcodon scabrosus, dan lainnya.

Nama spesies Peckii digunakan untuk menghormati ahli mikologi Amerika yang telah mendeskripsikan hampir 3000 spesies jamur di Amerika Utara, Charles Horton Peck (1833-1917).

BACA JUGA: Amanita Phalloides Alias Death Cap, Jamur Beracun yang Mematikan

Di samping itu, jamur ini juga memiliki beberapa nama ilmiha sinonim, yakni Calodon diabolus (Banker) Snell, Calodon peckii (Banker) Snell & E.A.Dick, Hydnum diabolus (Banker) Sacc. & Trotter, Hydnum peckii (Banker) Sacc. & Trotter, Hydnellum diabolus Banker. Jamur ini pertamakali terdeskripsikan pada tahun 1912 dengan nama Hydnellum peckii oleh ahli mikologi Amerika, Howard James Banker.

Permukaan Devil’s Tooth Mengeluarkan Cairan Lengket Berwarna Merah

Tudung jamur ini berukuran 3 hingga 8 cm ketika mengembang dengan sempurna dan tingginya sekitar 3-10 cm. Berbentuk bulat atau lonjong dengan permukaan yang bergelombang. Awalnya berwarna putih atau merah muda pucat, kemudian seiring bertambahnya usia berubah menjadi kecokelatan dan akan menghitam sebelum membusuk.

Ketika masih muda, jamur ini terlihat mengeluarkan tetesan cairan berwarna merah yang lengket. Selain itu, saat muda, permukaan jamur ini tertutupi rambut-rambut lembut yang memberikan tekstur seperti beludru. Namun, rambut lembut ini akan rontok saat dewasa.

BACA JUGA: Jamur Shitake, Fungi Pohon Shii yang Berguna sebagai Obat

Terdapat duri-duri berukuran panjang 1-5 mm di permukaan bawah tudungnya. Duri tersebut berwarna merah muda dan berubah menjadi kuning saat spora matang. Bagian batangnya berbentuk silinder, namun terkadang meruncing ke arah pangkal. Sporanya berukuran 5-5,5 x 4-4,5µm dengan cetakan spora berwarna cokelat kusam.

Taksonomi Devil's Tooth. Foto: Greeners

Taksonomi Devil’s Tooth. Foto: Greeners

Indikator Hutan yang Kaya Spesies

Jamur ini biasanya tumbuh di hutan pegunungan di wilayah Amerika Utara, Eropa, Iran, hingga Korea Selatan. H. peckii bersimbiosis dengan pohon-pohon konifer yang menjadi substrat tumbuhnya. American Association For The Advancement of Science melansir bahwa keberadaan jamur ini di hutan menjadi indikasi hutan tersebut memiliki spesies yang kaya. Biasanya, jamur ini tumbuh di akhir musim panas dan musim gugur.

Menjadi Pewarna Alami

H. peckii tidak beracun, tetapi bertekstur keras dan terasa pahit sehingga tidak bisa kamu makan. Meskipun begitu, jamur ini dapat kamu manfaatkan sebagai pewarna alami yang mengeluarkan warna krem. Selain itu, ekstrak jamur ini mengandung atromentin untuk anti-koagulan mencegah pembekuan darah dan bersifat anti-bakteri.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/devils-tooth-jamur-indikator-hutan-yang-kaya-spesies/feed/ 0
Jamur Inkstain Bolete, edible tapi Hiperakumulator Arsenik https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-inkstain-bolete-edible-tapi-hiperakumulator-arsenik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-inkstain-bolete-edible-tapi-hiperakumulator-arsenik https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-inkstain-bolete-edible-tapi-hiperakumulator-arsenik/#respond Fri, 19 Apr 2024 08:00:06 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=43586 Jamur Cyanoboletus pulverulentus atau yang memiliki nama lain Inkstain Bolete, adalah salah satu edible jamur dari keluarga Boletaceae. Nama Boletus berasal dari bahasa Yunani, “bolos” yang artinya gumpalan tanah liat. […]]]>

Jamur Cyanoboletus pulverulentus atau yang memiliki nama lain Inkstain Bolete, adalah salah satu edible jamur dari keluarga Boletaceae. Nama Boletus berasal dari bahasa Yunani, “bolos” yang artinya gumpalan tanah liat. Sementara, nama spesies pulverulentus berarti tertutup bubuk, mengacu pada permukaan tudung dan batangnya yang seperti beludru halus.

Ahli mikologi Jerman, Wilhelm Opatowski pertama kali mendeskripsikan spesies jamur ini pada tahun 1836. Nama ilmiah sinonimnya yaitu Xerocomus pulverulentus. Sebelum terkenal dengan nama Inkstain Bolete, jamur ini lebih dulu bernama Blackening Bolete di Inggris.

Inkstain Bolete Langsung Membiru Ketika Disentuh

Tudungnya terlihat cembung melebar, berukuran 4-10 cm dan permukaan atasnya tertutupi beludru halus, atau tampak berdebu saat masih muda. Jamur ini berwarna cokelat tua hingga cokelat kehitaman dan akan langsung berubah membiru saat memar ataupun dipotong.

Bagian batangnya memiliki ketebalan 1 hingga 2,5 cm dengan panjang sekitar 4-8 cm dan tersusun padat. Berwarna kuning di puncaknya dan cokelat kemerahan di bagian pangkalnya. Ketika terpotong, bagian dagingnya yang berwarna kuning akan langsung membiru.

BACA JUGA: Cecropia peltata, Tanaman Invasif Berbuah Lezat seperti Jeli

Pori-pori jamur ini juga berwarna kuning, yang akan berubah menjadi kuning kecokelatan seiring bertambahnya usia. Terdapat sekitar 1 hingga 2 pori-pori bersudut tiap mm. Selain itu, jamur ini memiliki spora berukuran 11-14 x 4,5-6 µ dengan cetakan spora berwarna zaitun hingga cokelat zaitun.

Jamur yang umumnya muncul saat akhir musim panas hingga musim gugur ini seringkali ada di bawah pohon beech dan oak (mikoriza). Jamur ini juga tumbuh di seluruh Eropa dan di beberapa bagian Amerika Utara dan Texas.

Taksonomi Inkstain Bolete. Foto: Greeners

Taksonomi Inkstain Bolete. Foto: Greeners

Termasuk Jamur Hiperakumulator Arsenik

Jamur ini sebetulnya dapat kamu konsumsi, tapi hanya dalam jumlah sedikit, yakni tidak lebih dari 90 gram jamur segar per tahunnya. Sebab, C. pulverulentus dapat mengakumulasi arsenik dalam jumlah besar.

Penelitian Braeuer et al (2017) menemukan bahwa jamur ini dapat mengandung konsentrasi arsenik mencapai 1.300 mg kg-1 dalam tubuh buahnya. Senyawa arsenik utama yang terkandung adalah Asam dimetilarsinat. Di samping itu, jamur ini juga masuk ke dalam daftar jamur hiperakumulator arsenik.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-inkstain-bolete-edible-tapi-hiperakumulator-arsenik/feed/ 0
Mengenal Calvatia booniana, Jamur Raksasa yang Dapat Dimakan https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-calvatia-booniana-jamur-raksasa-yang-dapat-dimakan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-calvatia-booniana-jamur-raksasa-yang-dapat-dimakan https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-calvatia-booniana-jamur-raksasa-yang-dapat-dimakan/#respond Mon, 04 Mar 2024 07:07:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=43220 Mari berkenalan dengan Calvatia booniana atau yang memiliki nama lain western giant puffball. Jamur raksasa ini berasal dari famili Agaricaceae yang beranggotakan sekitar 160 speseies jamur puffball dan earthstars. Jamur […]]]>

Mari berkenalan dengan Calvatia booniana atau yang memiliki nama lain western giant puffball. Jamur raksasa ini berasal dari famili Agaricaceae yang beranggotakan sekitar 160 speseies jamur puffball dan earthstars. Jamur yang dapat dimakan ini dinamai oleh seorang ahli mikologi Alexander Smith. Penamaan jamur ini ia tujukan untuk menghormati William Judson Boone, presiden pertama College of Idaho.

Urbanmushrooms melansir bahwa jamur ini dapat dimasak. Caranya, potong-potong tipis dan campur dengan telur kocok, atau tumis dengan minyak zaitun atau mentega.

BACA JUGA: Abortiporus biennis, Pori-Porinya Mengeluarkan Cairan Kemerahan

Calvatia pachyderma kerap kali disalahartikan sebagai C. booniana. Sebetulnya, terdapat perbedaan yang cukup mencolok, yaitu bagian peridium C. pachyderma keras, gundul, tebal, serta terdapat retakan besar pada apikal gasterocarpnya.

Berbentuk seperti Gumpalan Besar yang Simetris

Tubuh buahnya berukuran cukup besar, yakni 10-25 cm dengan lebar 20-50 cm. Bentuknya bulat gepeng hingga seperti bantal atau gumpalan besar yang simetris. Awalnya, jamur ini berwarna keputihan, kemudian seiring waktu berubah menjadi putih keabu-abuan hingga cokelat keabu-abuan.

Permukaan tudung umumnya botak dan kering, permukaan jamur ini terpecah dan menunjukkan bagian dalamnya yang berwarna putih. Daging jamur yang berwarna putih tersebut akan berubah menjadi kuning kehijauan hingga akhirnya berubah menjadi debu spora berwarna cokelat zaitun.

BACA JUGA: Devil’s Bolete, Jamur Berbatang Merah Beracun dari Eropa

Sporanya berukuran 3-5 µm, berbentuk bulat atau subglobose, bertekstur halus, dan terkadang memiliki tangkai pendek berukuran 1 µm. Selain itu, jamur raksasa ini memiliki pori-pori yang sangat banyak dan berukuran sangat kecil.

Taksonomi Calvatia booniana. Foto: Greeners

Taksonomi Calvatia booniana. Foto: Greeners

Jamur Calvatia booniana Muncul pada Pertengahan Musim Dingin

Calvatia booniana tumbuh soliter, berkelompok, atau tersebar di padang rumput dekat pantai, daerah pegunungan, tepi jalan, semak belukar, hingga dekat aliran sungai. Jamur ini dapat kita jumpai pada pertengahan musim dingin hingga musim semi.

Umumnya, jamur ini terdistribusi di seluruh pegunungan bagian barat, tapi lebih banyak di Pegunungan Rocky, Amerika Utara. Selain itu, jamur ini juga bisa kita temukan di Colorado, Idaho, New Mexico, Oregon, Utah, Eropa, hingga Asia.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-calvatia-booniana-jamur-raksasa-yang-dapat-dimakan/feed/ 0
Abortiporus biennis, Pori-Porinya Mengeluarkan Cairan Kemerahan https://www.greeners.co/flora-fauna/abortiporus-biennis-pori-porinya-mengeluarkan-cairan-kemerahan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=abortiporus-biennis-pori-porinya-mengeluarkan-cairan-kemerahan https://www.greeners.co/flora-fauna/abortiporus-biennis-pori-porinya-mengeluarkan-cairan-kemerahan/#respond Tue, 20 Feb 2024 03:00:01 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=43078 Jamur Abortiporus biennis memiliki banyak nama, di antaranya Blushing Rosette, Aborted Polypore, Różnoporek Dwuwarstwowy, Roséd Gwridog, atau Rőt Likacsosgomba. Jamur pembusuk kayu ini berasal dari famili Meruliaceae. Ahli mikologi Prancis […]]]>

Jamur Abortiporus biennis memiliki banyak nama, di antaranya Blushing Rosette, Aborted Polypore, Różnoporek Dwuwarstwowy, Roséd Gwridog, atau Rőt Likacsosgomba. Jamur pembusuk kayu ini berasal dari famili Meruliaceae.

Ahli mikologi Prancis bernama Jean Baptiste Francois P.B pertama kali mendeskripsikan jamur ini pada tahun 1789 dengan nama Boletus biennis. Kemudian, di tahun 1944, ahli mikologi Jerman-Amerika Rolf Singer mempublikasikan nama ilmiah terbaru, yaitu Abortiporus biennis.

BACA JUGA: Devil’s Bolete, Jamur Berbatang Merah Beracun dari Eropa

The MushroomExpert melansir bahwa terdapat 55 nama ilmiah sinonim bagi spesies ini. Beberapa di antaranya seperti Sistotrema bienne (Bull.) Pers, Boletus biennis Bull, Polyporus biennis (Bull.) Fr., Daedalea biennis (Bull.) Fr., Hydnum bienne (Bull.) Lam. & DC., dan lainnya.

Nama genus Abortiporus berasal dari bahasa latin Abortus-yang berati perkembangan yang terhenti, dan -porus berarti pori-pori. Sementara, nama spesies biennis berarti dua tahunan. Genus ini hanya terdiri dari tiga spesies.

Taksonomi Abortiporus biennis. Foto: Greeners

Taksonomi Abortiporus biennis. Foto: Greeners

Terdapat Berbagai Bentuk yang Berbeda

Blushing Rosette memiliki berbagai bentuk berbeda yang dapat kita temui. Jamur ini dapat berbentuk seperti polipori yang teratur dengan tudung berwarna cokelat, serta berbentuk seperti bunga mawar yang sangat menarik. Bahkan, dapat juga berbentuk tak beraturan, berupa gumpalan-gumpalan yang saling menyatu atau setengah lingkaran.

Jamur ini berukuran lebar sekitar 10 cm hingga 15 cm dengan ketebalan 1 cm. Warnanya merah muda pucat hingga cokelat kemerahan, terkadang dilengkapi dengan bintik-bintik samar. Permukaannya tertutupi pori-pori berbentuk buff tersebar 1 hingga 3 pori per mm. Pori-pori tersebut mengeluarkan cairan berwarna kemerahan dan memar cokelat kemerahan apabila disentuh.

BACA JUGA: Tricholomopsis rutilans, Jamur Cantik yang Terasa Pahit

Spora jamur ini berbentuk elipsodial lebar hingga bulat telur, berdinding tipis, bertekstur halus, berukuran 4,5-6,5 x 4-5µm dengan warna cetakan spora kuning krem.

Abortiporus biennis Muncul di Atas Kayu yang Sudah Mati

Jamur ini kerap muncul di rumput atau di atas bagian akar pohon yang sudah mati. Terkadang juga tumbuh di sekitar tunggul pohon. Jamur busuk kayu ini dapat kita temukan di seluruh Inggris dan Irlandia hingga daratan Eropa dan Amerika Utara.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/abortiporus-biennis-pori-porinya-mengeluarkan-cairan-kemerahan/feed/ 0
Lurid Bolete, Batangnya Dikelilingi Jaringan Berwarna Merah https://www.greeners.co/flora-fauna/lurid-bolete-batangnya-dikelilingi-jaringan-berwarna-merah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lurid-bolete-batangnya-dikelilingi-jaringan-berwarna-merah https://www.greeners.co/flora-fauna/lurid-bolete-batangnya-dikelilingi-jaringan-berwarna-merah/#respond Mon, 15 Jan 2024 03:06:46 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=42772 Mari berkenalan dengan salah satu jamur unik dari keluarga Suillaceae, yakni Suillellus luridus atau jamur Lurid Bolete. Ahli botani-mikologi asal Jerman, Jacob Christian Schaeffer pertama kali mendeskripsikan jamur ini. Ia […]]]>

Mari berkenalan dengan salah satu jamur unik dari keluarga Suillaceae, yakni Suillellus luridus atau jamur Lurid Bolete. Ahli botani-mikologi asal Jerman, Jacob Christian Schaeffer pertama kali mendeskripsikan jamur ini. Ia mendeskripsikan jamur ini pada tahun 1774 sebagai Boletus luridus. Terdapat beberapa nama ilmiah sinonim, di antaranya Boletus luridus Schaeff, Leccinum luridum (Schaeff.) Gray, Boletus rubeolarius Bull, dan Leccinum rubeolarium (Bull.) Gray.

Terdapat Motif Jala di Permukaan Batangnya

Ciri khas pada spesies jamur ini adalah terdapat jaringan berwarna merah di sekeliling batangnya yang menjadi pembeda dari jamur lainnya. Lurid Bolete yang masih muda berwarna kuning pucat dan berbulu halus pada tudungnya. Ketika matang, tudungnya akan mengembang hingga berukuran 8-14 cm dan berwarna kuning kecokelatan. Daging buahnya berwarna kuning dan akan berubah menjadi biru kehitaman ketika dipotong atau memar.

BACA JUGA: Devil’s Bolete, Jamur Berbatang Merah Beracun dari Eropa

Di bagian bawah tudungnya terdapat tabung spora berwarna kuning dengan pori-pori kecil yang melingkar. Pori-pori tersebut awalnya berwarna kuning, kemudian seiring waktu berubah menjadi oranye-merah. Ketika memar, bagian ini juga akan berwarna biru kehitaman yang akan berubah menjadi biru pucat hingga memudar.

Batang jamur ini berdiameter 1,5-4 cm dengan tinggi 5-10 cm. Permukaan bawah batangnya berwarna kuning dan tertutupi pola jala merah. Selain itu, jamur ini juga memiliki spora halus berukuran 11-15 x 4,5-6,5µm, berbentuk ellipsodial. Jamur yang tak berbau khas ini memiliki cetakan spora berwarna zaitun.

Taksonomi Lurid bolete. Foto: Greeners

Taksonomi Lurid bolete. Foto: Greeners

Jamur Lurid Bolete Tumbuh di Daratan Eropa

Spesies ini sering berada di bawah pohon beech pada tanah berkapur. Jamur yang muncul saat musim panas hingga musim gugur ini terdistribusi di seluruh Inggris, Irlandia, dan daratan Eropa lainnya.

Menghitam saat Dimasak

Jamur ini bisa kamu konsumsi, namun harus dimasak secara benar dan matang keseluruhan. Karena penampilannya sangat mirip dengan kerabatnya yang beracun (Rubroboletus satanas), berhati-hatilah saat menemukannya di alam. Ketika dimasak, warna jamur ini berubah menjadi hitam, dan penampilannya mungkin terlihat tak menarik bagi sebagian orang.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/lurid-bolete-batangnya-dikelilingi-jaringan-berwarna-merah/feed/ 0
Devil’s Bolete, Jamur Berbatang Merah Beracun dari Eropa https://www.greeners.co/flora-fauna/devils-bolete-jamur-berbatang-merah-beracun-dari-eropa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=devils-bolete-jamur-berbatang-merah-beracun-dari-eropa https://www.greeners.co/flora-fauna/devils-bolete-jamur-berbatang-merah-beracun-dari-eropa/#respond Sun, 29 Oct 2023 03:00:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=42100 Devil’s Bolete atau Rubroboletus satanas memiliki sebutan lain jamur setan karena penampilan dan efek bercaunnya. Jamur yang berasal dari famili Boletaceae ini dideskripsikan oleh ahli mikologi Jerman, Harald Othmar Lenz […]]]>

Devil’s Bolete atau Rubroboletus satanas memiliki sebutan lain jamur setan karena penampilan dan efek bercaunnya. Jamur yang berasal dari famili Boletaceae ini dideskripsikan oleh ahli mikologi Jerman, Harald Othmar Lenz di tahun 1831 dengan nama Boletus satanas.

Pada tahun 2015, ahli mikologi Spanyol, J. B. Blanco-Dios memberikan nama ilmiah Suillellus satanas pada jamur ini. Meskipun begitu, sebagian besar pihak berwenang menggunakan nama ilmiah Rubroboletus satanas untuk jamur devil’s bolete ini.

BACA JUGA: Rooting Bolete, Jamur Boletaceae yang Pahit dan Berbau Busuk

Nama genus Rubroboletus merujuk pada warna merah di batang dan pori-pori jamur ini. Sementara, satanas yang berarti ‘setan’ mengacu pada efek jahat (keracunan) dari konsumsi devil’s bolete. Kebanyakan orang yang pernah melihat jamur ini secara langsung di alam mengatakan ini adalah salah satu jamur liar yang paling indah dan menawan penampilannya.

Taksonomi Devil's Bolete atau Rubroboletus satanas. Foto: Greeners

Taksonomi Devil’s Bolete atau Rubroboletus satanas. Foto: Greeners

Devil’s Bolete Tumbuh Terbatas di Area Berkapur

Tudung jamur ini memiliki diameter antara 6 hingga 30 cm yang berwarna putih berkapur serta terlihat seperti beludru. Seiring waktu, tudungnya berubah warna menjadi gelap dengan semburat warna zaitun atau sedikit kemerahan.

Ketika masih muda, tudungnya berbentuk bulat dan berkubah, kemudian terus mengalami perubahan saat masa pertumbuhannya hingga menjadi melengkung. Ketika dipotong, daging buangnya yang berwarna kuning ini secara perlahan berubah menjadi biru pucat dan kemudian berubah lagi menjadi putih pucat.

Bagian tabung dan pori-porinya berwarna kuning ketika masih muda, dan berubah menjadi oranye hingga merah ketika dewasa. Pori-pori yang terletak di tepi biasanya berwarna lebih pucat daripada yang terletak dekat batang.

BACA JUGA: Jamur Goblet, Bersifat Saprobik dan Berbatang Sangat Keras

Selain itu, jamur ini memiliki batang yang gemuk, dengan pola jaringan pada permukaanya yang berwarna kuning-oranye. Batang tersebut memiliki daging yang lunak dan kenyal. Jamur ini memiliki spora berwarna cokelat zaitun, berbentuk Subfusiform, dengan ukuran 9,5-15 x 4,5-7µm.

Jamur ini tumbuh di seluruh Eropa selatan dan tengah, dan terbatas pada area batuan kapur. Biasanya mereka tumbuh di bawah pohon ek dan pohon beech yang sudah tua.

Konsumsinya Menyebabkan Diare hingga Mual

Jamur ini beracun, terutama jika dikonsumsi secara mentah. Memiliki kandungan Muscarine (senyawa alkaloid bersifat toksik) dalam jumalh yang sangat sedikit. Para ahli menganggap konsentrasinya tidak cukup untuk menyebabkan keracunan. Namun, efek konsumsi pada sebagian orang menunjukkan adanya gejala keracunan seperti diare, sakit perut, dan mual.

Kasus keracunan jamur ini sebenarnya sangat jarang terjadi, karena spesimen yang matang akan berbau busuk sehingga kebanyakan orang pasti menghindarinya. Selain itu, beberapa negara Eropa melaporkan bahwa jamur ini kerap dikonsumsi. Meskipun begitu, perlu kehati-hatian saat mengidentifikasi dan mengolahnya jika benar-benar ingin mengonsumsinya.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/devils-bolete-jamur-berbatang-merah-beracun-dari-eropa/feed/ 0
Tricholomopsis rutilans, Jamur Cantik yang Terasa Pahit https://www.greeners.co/flora-fauna/tricholomopsis-rutilans-jamur-cantik-yang-terasa-pahit/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tricholomopsis-rutilans-jamur-cantik-yang-terasa-pahit https://www.greeners.co/flora-fauna/tricholomopsis-rutilans-jamur-cantik-yang-terasa-pahit/#respond Fri, 29 Sep 2023 03:05:46 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41788 Jamur plums and custard (Tricholomopsis rutilans) merupakan salah satu jamur cantik dari famili Tricholomataceae. Pada tahun 1770, Jacob Christian Schaeffer mendeskripsikan jamur ini dengan nama Agaricus rutilans. Pada tahun 1871, Paul […]]]>

Jamur plums and custard (Tricholomopsis rutilans) merupakan salah satu jamur cantik dari famili Tricholomataceae. Pada tahun 1770, Jacob Christian Schaeffer mendeskripsikan jamur ini dengan nama Agaricus rutilans.

Pada tahun 1871, Paul Kummer memperbaharui taksonomi jamur ini dengan memasukkannya ke dalam genus Tricholoma. Akhirnya, di tahun 1939, ahli mikologi Jerman Rolf Singer memasukkan jamur ini ke dalam genus Tricholomopsis, menjadi nama yang kita kenal hingga kini.

BACA JUGA: Clitocella popinalis, Jamur Langka yang Tak Dikonsumsi

Jamur ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Agaricus rutilans, Agaricus xerampelinus, Gymnopus rutilans, Tricholoma rutilans, dan Tricholoma variegatum.

Penamaan genus Tricholomopsis berarti mirip dengan Tricholoma. Sementara, nama spesies rutilans memiliki arti menjadi merah, seperti yang terjadi pada buah plum, mengacu pada warna jamur ini. Meskipun memiliki penampilan yang cantik dan sangat menarik, ternyata jamur ini memiliki rasa yang sangat pahit hingga tak bisa dikonsumsi. Selain itu, pada beberapa orang setelah mengonsumsi jamur ini merasakan beberapa reaksi yang negatif.

Taksonomi jamur plums and custard (Tricholomopsis rutilans). Foto: Greeners

Taksonomi jamur plums and custard (Tricholomopsis rutilans). Foto: Greeners

Warna Tricholomopsis rutilans seperti Buah Plum

Jamur ini memiliki tudung berdiameter 4 hingga 12 cm dengan permukaannya berwarna seperti kuning telur yang cerah. Selain itu, terdapat garis-garis radial yang terdiri dari sisik ungu pada permukaan tudungnya. Di dalamnya terdapat daging jamur yang berwarna kuning pucat.

Sementara, bagian lamellanya juga berwarna kuning telur, berukuran cukup lebar, dan tersusun padat. Meskipun lamellanya berwarna cerah, jamur ini memiliki spora yang berwarna putih.

BACA JUGA: Parrot Waxcap, Jamur Cantik yang Berlendir

Bagian batangnya berdiameter 1-2 cm dan tumbuh tinggi sekitar 4-10 cm. Kerap kali terlihat melengkung menjauh dari tunggulnya. Batang ini berwarna pucat di dekat puncaknya, sedangkan di bagian lain berwarna ungu kemerahan.

Ketika dipotong, daging batangnya terlihat berwarna kuning pucat. Di samping itu, spora jamur ini berbentuk ellipsodial hingga subglobose, bertekstur halus, dengan ukuran 5-7 x 3,5-5,5µm.

Saprobik pada Pohon Cemara dan Pohon Pinus

Jamur ini bersifat saprobik pada tunggul pohon cemara dan pohon pinus. Umumnya muncul dari bulan Juli hingga bulan Oktober dalam kelompok besar. Selain itu, jamur ini juga tumbuh pada kayu yang sudah membusuk ataupun pohon yang meranggas. Sementara itu, distribusinya meliputi negara-negara Eropa, Amerika Utara, hingga Australia (introduksi).

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tricholomopsis-rutilans-jamur-cantik-yang-terasa-pahit/feed/ 0
Jamur Goblet, Bersifat Saprobik dan Berbatang Sangat Keras https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-goblet-bersifat-saprobik-dan-berbatang-sangat-keras/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-goblet-bersifat-saprobik-dan-berbatang-sangat-keras https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-goblet-bersifat-saprobik-dan-berbatang-sangat-keras/#respond Tue, 26 Sep 2023 06:28:06 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41746 Jamur goblet (Pseudoclitocybe cyathiformis) merupakan anggota keluarga Pseudoclitocybaceae yang dapat dimakan. Naturalis Prancis Jean Baptiste F. P. B. mendeskripsikan jamur itu secara ilmiah pada 1792 dengan nama Agaricus cyathiformis. Kemudian, […]]]>

Jamur goblet (Pseudoclitocybe cyathiformis) merupakan anggota keluarga Pseudoclitocybaceae yang dapat dimakan. Naturalis Prancis Jean Baptiste F. P. B. mendeskripsikan jamur itu secara ilmiah pada 1792 dengan nama Agaricus cyathiformis. Kemudian, di tahun 1956, taksonomi jamur ini berpindah ke dalam genus Pseudoclitocybe oleh ahli mikologi Jerman Rolf Singer, menjadi Pseudoclitocybe cyathiformis.

Nama ilmiah sinonim dari jamur ini ada banyak sekali. Di antaranya Agaricus cyathiformis, Agaricus tardus, Omphalia tarda, Clitocybe cyathiformis, Clitocybe cyathiformis var. cinerascens, Cantharellula cyathiformis, dan Omphalia cyathiformis.

Berwarna Abu-Abu Gelap

Jamur goblet memiliki tudung berwarna abu-abu gelap kecokelatan, berbentuk seperti corong, dengan diameter antara 4 dan 8 cm. Permukaanya halus dengan bagian tepi yang lurik dan menggulung. Sementara, bagian lamellanya berbentuk adnate atau sedikit menurun dan bercabang. Awalnya, lamella ini terlihat berwarna putih, kemudian berubah menjadi krem abu-abu ketika tubuh buahnya matang.

BACA JUGA: Jamur Wood blewit, Dapat Dikonsumsi dan Jadi Pewarna Alami

Batang jamur goblet tertutupi lurik berserat cokelat yang halus dan memanjang, serta tidak memiliki cincin batang. Bagian sporanya berbentuk ellipsoidal, bertekstur halus, ukurannya 8,5-10 x 5-6,5µm, dengan cetakan spora berwarna putih krem hingga abu-abu pucat.

Taksonomi Jamur goblet (Pseudoclitocybe cyathiformis). Foto: Greeners

Taksonomi Jamur goblet (Pseudoclitocybe cyathiformis). Foto: Greeners

Terkadang Muncul di Awal Musim Semi

Jamur ini bersifat saprobik yang tumbuh di atas tanah atau pada tunggul pohon yang sudah membusuk di hutan campuran. Kemunculannya saat bulan September hingga Desember, terkadang muncul juga di awal musim semi. Dapat kita temukan di sebagian besar daratan eropa seperti Inggris dan Irlandia, sebagian besar Asia, dan beberapa bagian Amerika Utara.

BACA JUGA: Rooting Bolete, Jamur Boletaceae yang Pahit dan Berbau Busuk

Jamur Goblet Dapat Dikonsumsi

Meskipun tidak semua pihak berwenang mencantumkan jamur ini sebagai yang dapat dimakan, sebetulnya jamur ini sudah dikenal secara luas cukup enak.  Namun, perhatikan pula bahwa memasak jamur ini harus dengan cara yang benar. Jangan lupa juga untuk membuang batangnya yang sangat keras itu.

Ada beberapa laporan terjadinya reaksi negatif pada sebagian orang ketika mengonsumsi jamur ini. Oleh karena itu, bagi yang mencoba jamur ini untuk pertama kali, sebaiknya hanya konsumsi dalam porsi yang sangat kecil saja.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-goblet-bersifat-saprobik-dan-berbatang-sangat-keras/feed/ 0
Jamur Wood blewit, Dapat Dikonsumsi dan Jadi Pewarna Alami https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-wood-blewit-dapat-dikonsumsi-dan-jadi-pewarna-alami/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-wood-blewit-dapat-dikonsumsi-dan-jadi-pewarna-alami https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-wood-blewit-dapat-dikonsumsi-dan-jadi-pewarna-alami/#respond Sat, 23 Sep 2023 04:13:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41702 Wood blewit (Lepista nuda) merupakan jamur dari famili Tricholomataceae yang muncul dari musim gugur hingga musim dingin. Jamur ini memiliki nama ilmiah sinonim Clitocybe nuda, Tricholoma lilaceum, Agaricus nudus, Cortinarius […]]]>

Wood blewit (Lepista nuda) merupakan jamur dari famili Tricholomataceae yang muncul dari musim gugur hingga musim dingin. Jamur ini memiliki nama ilmiah sinonim Clitocybe nuda, Tricholoma lilaceum, Agaricus nudus, Cortinarius bicolor, Rhodopaxillus nudus var. pruinosus, dan lainnya. Sementara, nama umumnya adalah blue hat, blue cap, atau blue leg.

Ahli mikologi Prancis, Jean Baptiste Francois Pierre Bulliard, pertama kali mendeskripsikan jamur ini tahun 1790 dengan nama ilmiah Agaricus nudus. Kemudian, tahun 1871, taksonomi jamur ini berpindah ke genus Tricholoma oleh ahli mikologi Jerman, Paul Kummer.

Pada tahun yang sama, Mordecai Cubitt Cooke memindahkan taksonomi jamur ini ke dalam genus Lepista sehingga nama ilmiah yang sebelumnya menjadi sinonim dari Lepista nuda.

BACA JUGA: Rooting Bolete, Jamur Boletaceae yang Pahit dan Berbau Busuk

Jamur ini telah lama menjadi bagian dari cerita rakyat Eropa, hal ini karena mereka kerap tumbuh membentuk cincin yang disebut cincin peri. Beberapa orang mempercayai bahwa cincin yang terbentuk itu sebagai tempat tinggal peri atau peri menari di hutan.

Bahkan, sebagian orang lainnya meyakini cincin peri sebagai portal antara dunia peri dengan dunia manusia. Sementara, sebagian orang yang lain menganggap cincin peri sebagai tempat yang berbahaya untuk manusia, hingga berkembangnya banyak mitos di kalangan masyarakat.

Taksonomi Jamur Wood blewit (Lepista nuda). Foto: Greeners.co

Taksonomi Jamur Wood blewit (Lepista nuda). Foto: Greeners.co

Tumbuh dalam Lingkaran Cincin Peri

L. nuda memiliki tudung dan lamella berwarna ungu, berdiameter 6 hingga 15 cm dengan tepian yang sedikit menggulung. Terdapat semburat ungu memudar dan seiring bertambahnya usia, permukaan tudung berubah warna menjadi cokelat di bagian tengah. Selain itu, terdapat lamella yang berlekuk-lekuk dan tersusun padat dengan warna ungu yang indah ketika masih muda. Kemudian, berubah menjadi kuning hingga cokelat saat masak.

Sementara, bagian batangnya memiliki pangkal yang membengkak, diameternya 15 hingga 25 mm dan tumbuh tinggi sekitar 5 hingga 10 cm. Bagian sporanya berbentuk ellipsodial, berukuran 4-5µm berhias duri-duri kecil, dengan cetakan spora berwarna merah muda pucat.

BACA JUGA: Bulbophyllum wiratnoi, Anggrek Endemik dari Papua Barat

Jamur ini kerap tumbuh di cincin peri pada hutan campuran, hutan konifer, dan hutan gugur. Cincin ini sebetulnya adalah fenomena alam yang berasal dari cara miselium tumbuh di bawah tanah. Dimulai dari satu titik miselium tumbuh ke arah luar dalam gerakan melingkar hingga terlihat membentuk cincin.

Dilansir The Woodland Trust, jamur ini hanya muncul ketika suhu lingkungan berada di bawah 17 derajat. Sebab, jamur ini menyukai suhu dingin dan dapat bertahan hidup dalam cuaca beku sekali pun.

Wood Blewit Dapat Dijadikan Pewarna Alami Kain dan Kertas

Jamur wood blewits dapat dikonsumsi, namun harus dicoba dengan porsi kecil terlebih dahulu agar tidak kaget dengan rasanya. Sebab, sebagian orang tidak suka ketika mencoba memakannya walaupun aman. Di banyak daerah Eropa, jamur ini tersedia di supermarket selama musim gugur dan musim dingin, serta sangat populer di Prancis, Spanyol, dan Portugal.

Selain itu, jamur ini juga bisa untuk mewarnai kain atau kertas. Caranya sangat mudah, hanya dengan memotong jamur, kemudian rebus dalam air di panci. Air rebusannya dapat kita gunakan sebagai pewarna alami.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-wood-blewit-dapat-dikonsumsi-dan-jadi-pewarna-alami/feed/ 0
Rooting Bolete, Jamur Boletaceae yang Pahit dan Berbau Busuk https://www.greeners.co/flora-fauna/rooting-bolete-jamur-boletaceae-yang-pahit-dan-berbau-busuk/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rooting-bolete-jamur-boletaceae-yang-pahit-dan-berbau-busuk https://www.greeners.co/flora-fauna/rooting-bolete-jamur-boletaceae-yang-pahit-dan-berbau-busuk/#respond Wed, 20 Sep 2023 03:56:06 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41657 Jamur Caloboletus radicans atau rooting bolete merupakan salah satu jamur yang terasa pahit dan berbau busuk dari famili Boletaceae. Jamur ini biasa tumbuh di bawah pohon ek di tepi jalan […]]]>

Jamur Caloboletus radicans atau rooting bolete merupakan salah satu jamur yang terasa pahit dan berbau busuk dari famili Boletaceae. Jamur ini biasa tumbuh di bawah pohon ek di tepi jalan raya atau jalan setapak hingga taman di selatan Inggris dan Irlandia, serta di sebagian besar daratan Eropa lainnya.

Seperti jamur bolete lainnya, C. radicans termasuk jamur ektomikoriza, yaitu bersimbiosis dengan sistem akar pohon. Simbiosis yang terjadi saling menguntungkan keduanya, karena tanaman dapat mengambil nutrisi tanah dan air melalui jamur. Sementara, jamur ini menggunakan beberapa senyawa karbon yang diproduksi oleh tanaman dari sinar matahari melalui proses fotosintesis terlebih dulu.

BACA JUGA: Jamur Landak, Sporanya Tersimpan dalam Duri-Duri di Tudung

Christiaan Hendrik Persoon  pertama kali mendeskripsikan jamur ini secara ilmiah pada tahun 1801 dengan nama Boletus radicans. Kemudian, di tahun 2014, berdasarkan hasil temuan DNA oleh ahli mikologi Italia Alfredo Vizzini, taksonomi jamur ini berpindah ke genus Caloboletus sehingga namanya menjadi Caloboletus radicans. Jamur ini juga memiliki nama ilmiah sinonim, yakni Boletus radicans Pers, Boletus albidus Roques, atau Boletus pachypus Fr.

Taksonomi jamur Caloboletus radicans atau rooting bolete. Foto: Greeners

Taksonomi jamur Caloboletus radicans atau rooting bolete. Foto: Greeners

Rooting Bolete Menjadi Kebiruan saat Memar

Jamur ini memiliki tudung berukuran lebar 5 hingga 20 cm. Bentuknya tak beraturan dan bercorak abu-abu, berasap, lalu lambat laun menjadi kusam. Sementara, bagian tengah tudungnya cenderung retak saat matang. Daging buahnya yang berwarna kuning pucat akan berubah menjadi biru muda yang akan memudar jika didiamkan.

Di balik tudungnya, terdapat tabung dan pori-pori berwarna kuning yang berubah menjadi kebiruan ketika dipotong atau memar karena tersentuh. Sementara, bagian batangnya dapat tumbuh tinggi berkisar antara 7 sampai 14 cm dengan diameter 3 hingga 5 cm.

Bentuk batangnya bervariasi, mulai dari terlihat membengkak, atau berbentuk silinder dan berbuku-buku di bagian pangkalnya. Batang tersebut berwarna kuning dan tertutupi retikulum halus yang terkadang ada zona kemerahan di bagian pangkalnya.

BACA JUGA: Lactarius deterrimus, Jamur yang Mengeluarkan Lateks Pahit

Spora jamur ini berbentuk subfusiform atau sepeti gelondong, berukuran 10-15 x 4-6μm, dan cetakan sporanya berwarna cokelat zaitun. First Nature melaporkan bahwa terdapat spesies jamur yang memiliki penampilan serupa dengan rooting bolete, namun mereka sebetulnya berbeda.

Jamur Suillellus luridus akan terlihat memiliki tudung yang lebih gelap. Selain itu, berwarna oranye di pangkal batang dan langsung membiru ketika dipotong. Sementara, jamur Rubroboletus satanas memiliki topi putih dan pori-pori oranye atau kemerahan ketika dewasa. Memotong jamur ini akan membuat warnanya biru pucat dan akan kembali memudar menjadi warna pucat aslinya.

Konsumsinya Menyebabkan Gastrointestinal Parah

Jamur ini memiliki rasa pahit yang kuat dan berbau busuk sehingga tak layak konsumsi. Bahkan, suatu penelitian di Swiss menemukan bahwa konsumsi jamur ini dapat menyebabkan gastrointestinal yang parah, muntah berulang, dan diare berdarah.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/rooting-bolete-jamur-boletaceae-yang-pahit-dan-berbau-busuk/feed/ 0
Jamur Landak, Sporanya Tersimpan dalam Duri-Duri di Tudung https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-landak-sporanya-tersimpan-dalam-duri-duri-di-tudung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-landak-sporanya-tersimpan-dalam-duri-duri-di-tudung https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-landak-sporanya-tersimpan-dalam-duri-duri-di-tudung/#respond Sun, 17 Sep 2023 04:05:44 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41611 Hydnum repandum memiliki nama lain sebagai jamur landak, Wood Urchin, atau Wood Hedgehog. Jamur ini berasal dari famili Hydnaceae dan termasuk jamur yang aman untuk dikonsumsi. Selain itu, jamur ini […]]]>

Hydnum repandum memiliki nama lain sebagai jamur landak, Wood Urchin, atau Wood Hedgehog. Jamur ini berasal dari famili Hydnaceae dan termasuk jamur yang aman untuk dikonsumsi. Selain itu, jamur ini juga memiliki nama ilmiah sinonim Dentinum repandum (L.) Gray.

Carl Linnaeus mendeskripsikan jamur ini di tahun 1753 dengan nama ilmiah Hydnum repandum. Penamaan tersebut disetujui oleh Elias Magnus Fries, ahli mikologi Swedia, tetap dengan nama yang kita gunakan hingga kini.

Nama genus Hydnum berasal dari kata benda dalam bahasa Yunani yang berarti truffle. Sedangkan nama spesies repandum dalam bahsa Latin berarti membungkuk ke belakang atau terbalik. Hal ini mengacu pada bagian tepi jamur yang terbalik.

Memiliki Duri Kecil seperti Stalaktit di Tudungnya

Jamur landak memiliki tudung berwarna putih krem dengan lubang yang tidak beraturan di permukaanya. Ketika disentuh, tudungnya terasa lembut seperti kain beludru dan sedikit memberi warna merah.

Daging jamur di tudung sedikit keras dan terasa agak pedas, seperti jamur Cantharellus cibarius. Tudungnya berbentuk tak beraturan dengan ukuran sekitar 4 hingga 15 cm.

Pada permukaan bawah tudung terdapat bagian seperti duri-duri yang menggantung layaknya stalaktit. Duri-duri tersebut berukuran panjang 2 hingga 6 mm, melintang ke batang, dan sebagai tempat menyimpan spora. Sementara, batang jamur ini berwarna putih, silinder, dan tingginya berkisar 5 hingga 10 cm.

Daging batangnya berwarna putih, padat, dan berdiameter 1,5 hingga 3 cm. Bagian sporanya berbentuk Ellipsoidal, bertekstur halus, berukuran 6,5-9 x 5,5-7μm, dengan cetakan spora berwarna putih.

Taksonomi Hydnum repandum (jamur landak). Foto: Greeners

Taksonomi Hydnum repandum (jamur landak). Foto: Greeners

Bersimbiosis dengan Akar Pohon

Jamur yang biasanya muncul saat musim panas ini termasuk jamur mikoriza (bersimbiosis dengan akar pohon). Menariknya, H. repandum dapat berasosiasi dengan akar pohon kayu keras dan tanaman runjung. Kita bisa temukan di seluruh daratan Eropa hingga Amerika Utara di semua hutan yang lembab.

Jamur Landak Merupakan Nutrisi yang Baik Untuk Diet

Jamur yang biasanya tumbuh sendiri atau dalam kelompok kecil ini populer untuk campuran masakan. Namun, petik jamur ini saat masih muda dan pastikan bebas dari cacing ataupun belatung. Jamur landak lezat untuk segala jenis masakan seperti sop, risotto, isian dalam roti bakar, saus, hingga menjadi casserole. Selain itu, jamur ini juga bisa menjadi tumisan dengan mentega atau minyak zaitun dan campuran bawang putih.

Dilansir African Journal of Traditional, Complementary and Alternative Medicines, jamur landak mengandung 9,16% abu kasar; 27,07% protein kasar; 7,60% selulosa kasar; 3,16% lemak kasar; dan 53,01% karbohidrat. Selain itu, jamur ini juga memiliki aktivitas antioksidan dan merupakan nutrisi yang penting bagi orang yang diet.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-landak-sporanya-tersimpan-dalam-duri-duri-di-tudung/feed/ 0
Scarletina Bolete, Langsung Membiru ketika Dipotong https://www.greeners.co/flora-fauna/scarletina-bolete-langsung-membiru-ketika-dipotong/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=scarletina-bolete-langsung-membiru-ketika-dipotong https://www.greeners.co/flora-fauna/scarletina-bolete-langsung-membiru-ketika-dipotong/#respond Thu, 14 Sep 2023 03:45:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41570 Neoboletus praestigiator merupakan jamur yang dapat dimakan. Nama lain jamur ini adalah scarletina bolete. Jamur yang berasal dari famili Boletaceae ini memiliki beberapa nama ilmiah. Di antaranya Boletus luridiformis, Boletus […]]]>

Neoboletus praestigiator merupakan jamur yang dapat dimakan. Nama lain jamur ini adalah scarletina bolete. Jamur yang berasal dari famili Boletaceae ini memiliki beberapa nama ilmiah. Di antaranya Boletus luridiformis, Boletus erythropus, Boletus discolor, atau Neoboletus luridiformis.

Dilansir Ultimate Mushroom, kebanyakan buku jamur mencantumkan nama ilmiah bagi jamur scarletina bolete ialah Neoboletus luridiformis. Namun, nama ini dianggap tidak sah menurut aturan ilmiah. Oleh sebab itu, buku-buku jamur yang diterbitkan setelah tahun 2017 menamai jamur ini Neoboletus praestigiator.

Bagian Dalam Biru Kehijauan ketika Dipotong

Warna tudung jamur ini sangat bervariasi. Mulai dari warna cokelat tua, cokelat pucat, atau dapat juga berwarna seperti perunggu. Ketika dibelah atau memar, daging kuning pada tudungnya akan langsung membiru. Saat matang, diameter tudungnya berkisar antara 8 hingga 20 cm. Kemudian, permukaan bawah tudungnya terdapat tabung dan pori-pori yang awalnya berwarna oranye.

Pori-pori tersebut kemudian berubah menjadi merah cerah hingga kemudian menjadi cokelat karat seiring bertambhanya usia jamur. Sementara, bagian tabungnya berwarna kuning lemon yang akan langsung berubah menjadi biru kehijauan ketika dipotong atau memar.

Bagian batangnya berdiameter 2 hingga 4 cm, tinggi berkisar antara 7 hingga 15 cm, dan ditutupi oleh pola titik-titik merah kecil. Daging dalam batangnya juga berwarna kuning dan langsung berubah menjadi biru kehijauan ketika dipotong atau memar. Sementara, bagian spora jamur ini berbentuk Sub-fusiform berukuran 12-16 x 4,5-6µm dengan cetakan spora berwarna cokelat zaitun.

Taksonomi Scarletina Bolete (Neoboletus praestigiator). Foto: Greeners

Taksonomi Scarletina Bolete (Neoboletus praestigiator). Foto: Greeners

Umum Ditemukan pada Lahan Bertanah Asam

Jamur ini berada di hutan gugur, hutan pinus, atau di antara tanaman bilberry (Vaccinium myrtillus). Terutama pada kondisi tanah yang memiliki pH asam. Jamur ini muncul saat akhir musim panas hingga musim gugur di sebagian besar wilayah Inggris dan Amerika Utara.

Scarletina Bolete Menghitam ketika Sudah Dimasak

Scarletina bolete memang bisa dikonsumsi. Namun, perlu kehati-hatian yang tinggi ketika menemukannya di alam. Hal in karena terdapat beberapa jamur yang berpenampilan mirip, namun beracun dan tak bisa dikonsumsumsi, seperti jamur Suillellus satanas.

Alasan lain jamur ini tak banyak dikonsumsi ialah karena warnanya yang menghitam setelah dimasak, dan berubah menjadi kecokelatan setelah dipanaskan kembali. Selain itu, terdapat laporan adanya kasus gangguan pencernaan bagi sebagian orang yang tidak cocok dengan jamur ini.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/scarletina-bolete-langsung-membiru-ketika-dipotong/feed/ 0
Lactarius deterrimus, Jamur yang Mengeluarkan Lateks Pahit https://www.greeners.co/flora-fauna/lactarius-deterrimus-jamur-yang-mengeluarkan-lateks-pahit/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lactarius-deterrimus-jamur-yang-mengeluarkan-lateks-pahit https://www.greeners.co/flora-fauna/lactarius-deterrimus-jamur-yang-mengeluarkan-lateks-pahit/#respond Mon, 11 Sep 2023 03:14:48 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41507 False Saffron Milkcap (Lactarius deterrimus) ialah jamur yang memiliki lateks (susu) yang keluar dari lamella ketika dipotong. Jamur yang berasal dari famili Russulaceae ini biasanya tumbuh di bawah pohon cemara […]]]>

False Saffron Milkcap (Lactarius deterrimus) ialah jamur yang memiliki lateks (susu) yang keluar dari lamella ketika dipotong. Jamur yang berasal dari famili Russulaceae ini biasanya tumbuh di bawah pohon cemara dan pinus.

Selain itu, nama lain jamur ini adalah spruce milkcap karena kerap tumbuh di perkebunan pohon cemara yang tanahnya bersifat asam. Jamur ini juga berada di sebagian besar daratan Eropa, seperti Inggris, Irlandia, dan Italia, serta di Amerika Utara hingga Asia (Turki, India, Pakistan).

BACA JUGA: Spiny Puffball, Jamur Berduri yang Menyukai Lahan Berkapur

Ahli mikologi Jerman, Frieder Gröger, pertama kali mendeskripsikan jamur ini sebagai spesies pada tahun 1968 dengan nama ilmiah yang masih digunakan hingga saat ini. Sebelumnya, jamur ini dianggap sebagai varietas dari jamur Saffron Milkcap (Lactarius deliciosus) dan dikenal dengan nama Lactarius deliciosus var. piceus.

Taksonomi False Saffron Milkcap (Lactarius deterrimus). Foto: Greeners

Taksonomi False Saffron Milkcap (Lactarius deterrimus). Foto: Greeners

Dapat Menghasilkan Lateks Berwarna Oranye

Jamur ini memiliki tudung berdiamater 6 hingga 12 cm yang berbentuk cembung dan kemudian menjadi cekung. Tudung tersebut berwarna oranye kekuningan, serta terdapat area yang lebih gelap dan memiliki bercak hijau tak beraturan.

Ketika bagian jamur ini tersentuh atau luka, area tersebut akan berubah mnejadi kehijauan. Semakin bertambahnya usia jamur, tepiannya akan bergelombang dan bagian tengahnya berubah mnejadi lebih hijau dengan bercak-bercak.

BACA JUGA: Ruby Bolete, Jamur Cantik yang Rentan Serangan Belatung

Sementara, bagian lamella tersusun padat, berwarna oranye terang, dan berubah menjadi hijau ketika memar. Lamella ini dapat mengeluarkan cairan lateks berwarna oranye yang dalam waktu 30 menit saja dapat berubah menjadi merah anggur hingga akhirnya menjadi hijau tua. Bagian batangnya berukuran panjang 5 hingga 10 cm dengan diameter 8 hingga 12 mm.

Permukaan batang tersebut halus dan biasanya terdapat pita pucat di dekat bagian atas batangnya. Sementara, bagian sporanya berwarna merah muda pucat, berbentuk subglobose hingga ellipsoidal seukuran 7,5-10 x 6-7,6µm.

Lactarius deterrimus Memiliki Berbagai Aktivitas Biologis

Jamur yang muncul di akhir musim panas hingga awal musim dingin ini memiliki aroma seperti buah. Jamur ini juga menghasilkan lateks yang cenderung terasa pahit dan tajam. Oleh sebab itu, jamur ini kurang memiliki nilai konsumsi karena kebanyakan orang tak kuat menahan rasa pahitnya.

Meskipun begitu, jamur ini aman dan tak beracun. Di samping itu, jamur ini dapat menunjukkan berbagai aktivitas biologis, termasuk antioksidan, antitumor, dan imunostimulan.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/lactarius-deterrimus-jamur-yang-mengeluarkan-lateks-pahit/feed/ 0