Sehat - Greeners.Co https://www.greeners.co/gaya-hidup/category/sehat/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 08 Nov 2025 04:41:49 +0000 id hourly 1 Kasus Flu Melonjak, Perubahan Iklim dan Lingkungan Jadi Penyebab Utama https://www.greeners.co/gaya-hidup/kasus-flu-melonjak-perubahan-iklim-dan-lingkungan-jadi-penyebab-utama/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kasus-flu-melonjak-perubahan-iklim-dan-lingkungan-jadi-penyebab-utama https://www.greeners.co/gaya-hidup/kasus-flu-melonjak-perubahan-iklim-dan-lingkungan-jadi-penyebab-utama/#respond Sat, 08 Nov 2025 04:41:49 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=47629 Kasus flu dalam beberapa minggu terakhir ini meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Pakar kesehatan pernapasan IPB University, Desdiani mengingatkan pentingnya vaksinasi influenza. Kesadaran lingkungan dalam menghadapi lonjakan kasus flu ini […]]]>

Kasus flu dalam beberapa minggu terakhir ini meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Pakar kesehatan pernapasan IPB University, Desdiani mengingatkan pentingnya vaksinasi influenza. Kesadaran lingkungan dalam menghadapi lonjakan kasus flu ini juga penting.

Menurutnya, lonjakan kasus ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kesehatan individu, namun juga oleh dinamika lingkungan dan perubahan iklim. Suhu udara rata-rata di Indonesia pada September 2025 mencapai 26,91°C. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata klimatologis 26,56°C.

“Anomali suhu ini merupakan yang tertinggi ketujuh sejak 1981 dan berpotensi meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap infeksi saluran pernapasan,” ujar Desdiani mengutip Berita IPB, Jumat (11/7).

Selain itu, fluktuasi suhu diurnal (perbedaan suhu antara siang dan malam hari) belakangan ini juga cenderung semakin besar. Bahkan, variabilitas suhu per jam kini mencapai 4–5°C.

“Misalnya, saat ini jam 12 siang suhu bisa mencapai 37°C, lalu satu jam kemudian turun menjadi sekitar 32,5°C. Begitu seterusnya. Jadi, tiap jam suhu udara bisa berubah-ubah,” jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat sistem pertahanan saluran pernapasan menurun, sehingga virus influenza menjadi lebih mudah masuk dan menginfeksi tubuh.

“Perbedaan suhu yang ekstrem antara siang dan malam hari dapat menurunkan imunitas lokal saluran napas. Saat tubuh belum sempat beradaptasi dengan perubahan suhu yang cepat, risiko terinfeksi virus influenza meningkat,” paparnya.

Faktor Urbanisasi dan Polusi Udara

Sementara itu, faktor dari urbanisasi dan polusi udara juga memperkuat penyebaran penyakit. Peningkatan jumlah bangunan dan berkurangnya ruang hijau telah menyebabkan suhu mikro di daerah padat penduduk menjadi lebih tinggi.

“Perubahan iklim dan penurunan kualitas udara bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga masalah kesehatan publik. Karena itu, mitigasi lingkungan harus menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit menular,” ujarnya.

Pada waktu bersamaan, polutan seperti aerosol turut menurunkan kualitas udara dan memperlemah daya tahan tubuh. Kondisi ini mempercepat penyebaran virus influenza tipe A dan B yang menjadi penyebab utama wabah musiman.

“Perubahan suhu dan kelembapan dapat memengaruhi stabilitas virus di udara. Udara kering atau dingin menurunkan efektivitas sistem pertahanan mukosa saluran napas, sehingga seseorang lebih mudah tertular,” tambahnya.

Selain faktor lingkungan, Desdiani mengatakan bahwa vaksinasi influenza tahunan juga menjadi langkah penting untuk mencegah kasus berat dan komplikasi. Vaksinasi ini terbukti efektif menurunkan risiko rawat inap, pneumonia, dan kematian. Terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit kronis atau imun lemah.

Meski efektivitas vaksin dapat menurun pada usia lanjut, ia menekankan bahwa manfaatnya tetap signifikan dalam mengurangi tingkat keparahan penyakit. Menurutnya, vaksin bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membantu membangun kekebalan komunitas, sehingga dapat menekan potensi wabah luas.

Desdiani juga menegaskan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini termasuk etika batuk, penggunaan masker saat sakit, serta menjaga kebersihan udara dan lingkungan.

Ia mengigatkan agar vaksinasi influenza dan kesadaran lingkungan harus berjalan secara beriringan. Terutama di tengah kondisi iklim yang semakin ekstrem, dua hal ini menjadi kunci utama untuk menjaga daya tahan masyarakat dan mencegah wabah besar.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kasus-flu-melonjak-perubahan-iklim-dan-lingkungan-jadi-penyebab-utama/feed/ 0
Kenali Jenis Gula dan Cara Aman Konsumsinya untuk Cegah Diabetes https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-jenis-gula-dan-cara-aman-konsumsinya-untuk-cegah-diabetes/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenali-jenis-gula-dan-cara-aman-konsumsinya-untuk-cegah-diabetes https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-jenis-gula-dan-cara-aman-konsumsinya-untuk-cegah-diabetes/#respond Thu, 21 Aug 2025 10:38:53 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=47183 Tanpa kita sadari, konsumsi gula yang berlebihan menjadi salah satu pemicu utama obesitas dan diabetes. Padahal, setiap jenis gula memiliki karakteristik yang berbeda, lho, Sobat Greeners! Dosen Departemen Ilmu dan […]]]>

Tanpa kita sadari, konsumsi gula yang berlebihan menjadi salah satu pemicu utama obesitas dan diabetes. Padahal, setiap jenis gula memiliki karakteristik yang berbeda, lho, Sobat Greeners!

Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University, Puspo Edi Giriwono, menjelaskan bahwa gula memiliki struktur yang berbeda berdasarkan tingkat kompleksitasnya. Jenis yang paling sederhana adalah monosakarida, contohnya glukosa dan fruktosa. Monosakarida merupakan unit gula dasar yang paling sederhana.

Menurut Puspo, glukosa dan fruktosa memiliki sumber dan karakteristik penyerapan yang berbeda di dalam tubuh. Glukosa, misalnya, bisa kita temukan dalam makanan pokok seperti nasi dan kentang. Sementara, fruktosa umumnya terdapat pada buah-buahan dan sayuran.

BACA JUGA: Gula, Si Manis yang Tak Selamanya Baik

Berita IPB melansir bahwa tubuh lebih cepat menyerap glukosa sehingga bisa dengan cepat meningkatkan kadar gula darah. Sementara itu, fruktosa meskipun memiliki rasa yang lebih manis, justru memiliki indeks glikemik yang lebih rendah karena tubuh menyerapnya dengan lebih lambat. Ia juga menambahkan bahwa tubuh dapat menghasilkan glukosa dari cadangan lemak saat diperlukan.

Puspo menjelaskan, ketika dua unit monosakarida bergabung, akan terbentuk disakarida. Contoh yang paling terkenal adalah sukrosa atau gula pasir yang merupakan gabungan dari satu unit glukosa dan satu unit fruktosa. Jika rantai gulanya lebih panjang, maka akan membentuk oligosakarida hingga polisakarida, seperti yang terdapat pada pati.

Tips Baik Konsumsi Gula

Dalam hal konsumsi harian, Puspo menekankan bahwa kebutuhan gula setiap orang bisa berbeda, tergantung pada jumlah energi yang tubuh butuhkan. Namun, ia menyarankan bahwa konsumsi gula pasir sebaiknya tidak lebih dari dua sampai tiga sendok teh per hari.

Agar konsumsi gula tetap aman, Puspo memberikan beberapa saran. Pertama, sebaiknya kita mengurangi penggunaan gula pasir atau sukrosa tambahan dalam makanan dan minuman. Selain itu, penting untuk meningkatkan aktivitas fisik guna membakar kalori agar tidak menumpuk dalam tubuh.

BACA JUGA: 5 Kegunaan Gula Pasir yang Jarang Kita Ketahui

Ia juga menganjurkan agar kita lebih memilih sumber gula alami yang kompleks, seperti dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Menurutnya, konsumsi buah sangat baik. Selain memberikan rasa manis alami, buah juga kaya vitamin dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan.

Puspo juga mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebihan tidak baik untuk kesehatan tubuh dan dapat meningkatkan risiko obesitas serta penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mulai mengurangi asupan gula dan lebih bijak dalam memilih sumber makanan manis agar tubuh tetap sehat dan bugar.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-jenis-gula-dan-cara-aman-konsumsinya-untuk-cegah-diabetes/feed/ 0
Makan Singkong Rebus Bareng Kopi Bisa Berbahaya? Ini Kata Ahli Gizi IPB https://www.greeners.co/gaya-hidup/makan-singkong-rebus-bareng-kopi-bisa-berbahaya-ini-kata-ahli-gizi-ipb/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=makan-singkong-rebus-bareng-kopi-bisa-berbahaya-ini-kata-ahli-gizi-ipb https://www.greeners.co/gaya-hidup/makan-singkong-rebus-bareng-kopi-bisa-berbahaya-ini-kata-ahli-gizi-ipb/#respond Thu, 24 Jul 2025 08:50:39 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=47035 Bagi banyak orang Indonesia, singkong rebus sering kali menjadi camilan favorit yang disandingkan dengan secangkir kopi hangat. Kombinasi ini memang terasa nikmat dan menghangatkan suasana. Namun, ada hal penting yang […]]]>

Bagi banyak orang Indonesia, singkong rebus sering kali menjadi camilan favorit yang disandingkan dengan secangkir kopi hangat. Kombinasi ini memang terasa nikmat dan menghangatkan suasana. Namun, ada hal penting yang perlu kamu ketahui terkait dampaknya terhadap kesehatan.

Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University, Reisi Nurdiani, memberikan penjelasan ilmiah seputar konsumsi singkong rebus bersama kopi. Menurutnya, kombinasi ini tergolong aman bagi sebagian besar orang sehat, selama konsumsinya masih jumlah yang wajar.

BACA JUGA: Studi: Asap Minyak Goreng Picu Risiko Kanker Paru Wanita

“Tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan kombinasi singkong dan kopi dapat menyebabkan reaksi toksik,” ujar Reisi melansir Berita IPB, Kamis (24/7).

Meski demikian, ada dua hal penting yang perlu kita perhatikan, yaitu potensi gangguan penyerapan zat besi dan pengaruhnya terhadap sistem pencernaan.

Singkong rebus merupakan sumber karbohidrat kompleks yang memberikan energi secara bertahap. Selain itu, singkong juga mengandung serat dan beberapa mineral penting.

Di sisi lain, kopi mengandung kafein yang bersifat stimulan ringan, membantu meningkatkan kewaspadaan, serta kaya akan polifenol. Misalnya, asam klorogenat yang berfungsi sebagai antioksidan.

Namun, Reisi menekankan bahwa pengolahan singkong harus benar. Sebab, singkong mengandung senyawa linamarin (glikosida sianogenik), yang dapat berubah menjadi sianida jika memasaknya tidak dengan tepat.

“Jika mengolahnya dengan benar, senyawa antigizi tersebut dapat hilang dan singkong menjadi aman untuk kita konsumsi,” tambahnya.

Dari sisi kandungan gizi, 100 gram singkong rebus mengandung sekitar 153 kalori, 36,4 gram karbohidrat, 1,3 gram serat, serta sedikit vitamin C dan vitamin B. Sementara, kopi hitam tanpa gula dan susu hampir tidak mengandung kalori, namun kaya akan kafein dan polifenol.

Meski begitu, Reisi mengingatkan bahwa kandungan kafein dan polifenol dalam kopi bisa menghambat penyerapan zat besi non-heme (zat besi yang berasal dari tumbuhan). Terutama jika mengonsumsinya bersamaan dengan makanan sumber zat besi.

Kombinasi Kopi dan Singkong Rebus Bikin Kembung?

Selain itu, singkong yang tinggi pati dan serat, bila dikombinasikan dengan kopi yang bersifat merangsang saluran cerna, dapat menyebabkan rasa penuh atau kembung. Terutama pada orang dengan sensitivitas lambung.

“Jadi, bagi orang sehat, kombinasi ini aman jika dikonsumsi sesekali dalam jumlah sedang,” tambahnya.

Namun, Reisi tidak menyarankan hal tersebut bagi individu yang sedang mengandalkan asupan zat besi non-heme atau yang memiliki gangguan pada lambung.

Terkait pengaruh kafein terhadap metabolisme, Reisi menjelaskan bahwa kafein dapat meningkatkan pelepasan hormon epinefrin (adrenalin). Hal ini dapat menurunkan sensitivitas insulin sementara. Hal ini dapat menyebabkan kadar gula darah naik sedikit lebih tinggi atau turun lebih lambat.

Meski begitu, ia menilai efek ini relatif ringan bagi orang sehat yang tidak memiliki sensitivitas terhadap kafein. “Jika mengonsumsinya dalam jumlah wajar, misalnya 1–2 cangkir kopi per hari tanpa gula berlebih, efeknya pada metabolisme cenderung tidak signifikan,” ucapnya.

Untuk diet yang lebih seimbang, konsumsi singkong rebus dan kopi sebaiknya juga disertai dengan sumber protein atau sayuran. Ia juga mengingatkan agar menghindari gula berlebihan dalam kopi, ketika sedang mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat seperti singkong.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/makan-singkong-rebus-bareng-kopi-bisa-berbahaya-ini-kata-ahli-gizi-ipb/feed/ 0
Studi: Asap Minyak Goreng Picu Risiko Kanker Paru Wanita https://www.greeners.co/gaya-hidup/studi-asap-minyak-goreng-picu-risiko-kanker-paru-wanita/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=studi-asap-minyak-goreng-picu-risiko-kanker-paru-wanita https://www.greeners.co/gaya-hidup/studi-asap-minyak-goreng-picu-risiko-kanker-paru-wanita/#respond Sat, 12 Jul 2025 03:00:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46967 Paparan asap minyak goreng, terutama saat proses menumis tanpa alat penghisap asap (ekstraktor), secara signifikan dapat meningkatkan risiko kanker paru pada wanita, baik yang merokok maupun tidak. Hal ini terungkap […]]]>

Paparan asap minyak goreng, terutama saat proses menumis tanpa alat penghisap asap (ekstraktor), secara signifikan dapat meningkatkan risiko kanker paru pada wanita, baik yang merokok maupun tidak.

Hal ini terungkap dari meta-analisis terhadap 23 studi ilmiah (2 studi kohort retrospektif dan 21 studi kasus-kontrol) oleh pakar kesehatan pernapasan dari IPB University, Desdiani.

“Sebuah meta-analisis terbaru dari 23 studi menemukan bahwa asap minyak goreng dikaitkan dengan risiko kanker paru di kalangan wanita, tanpa memandang status merokok,” ujar Desdiani, dikutip dari Berita IPB.

Studi tersebut juga menelaah berbagai jenis minyak goreng. Hasilnya menunjukkan peningkatan risiko kanker paru pada pengguna minyak lobak dibandingkan minyak biji rami, serta minyak lemak babi dibandingkan minyak sayur.

Studi epidemiologis di beberapa negara Asia, seperti Tiongkok, Taiwan, dan Singapura, menunjukkan risiko dari paparan asap minyak goreng. Risiko kanker paru meningkat, terutama tanpa ventilasi atau alat penghisap asap saat memasak.

Desdiani menjelaskan mekanisme kerusakan sel akibat asap tersebut. Salah satu senyawa mutagenik utama dalam asap minyak goreng, yaitu trans trans-2,4-decadienal (tt-2,4-DDE). Senyawa ini terbukti mengurangi tingkat kelangsungan hidup sel eritroleukemia manusia. Bahkan, menyebabkan kerusakan oksidatif yang signifikan pada DNA kromosom.

BACA JUGA: Jangan Buang Minyak Jelantah Sembarangan!

Selain itu, senyawa hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang terbentuk saat minyak dipanaskan pada suhu tinggi juga menjadi faktor karsinogenik utama. Risiko ini sangat relevan di Asia, di mana banyak perempuan masih memasak tanpa perlindungan memadai terhadap asap.

“Hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang berasal dari minyak goreng yang dipanaskan pada suhu tinggi bisa menjadi faktor penyebab Lung Cancer in Never Smokers (LCINS). Khususnya di kalangan perempuan Asia,” lanjut Desdiani.

Mitigasi Paparan Asap

Sebagai langkah pencegahan, ia menekankan pentingnya mitigasi terhadap paparan asap. “Penggunaan ekstraktor asap saat memasak merupakan langkah kritis,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menganjurkan penggunaan metode memasak alternatif selain menumis. Hal ini untuk mengurangi paparan senyawa karsinogenik dari minyak yang dipanaskan.

Kemudian, untuk mengurangi risiko kanker paru yang tidak disadari banyak orang, Desdiani mengingatkan pentingnya edukasi dan perubahan kebiasaan memasak. Khususnya, di lingkungan rumah tangga.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/studi-asap-minyak-goreng-picu-risiko-kanker-paru-wanita/feed/ 0
Bahaya Kertas Bekas untuk Bungkus Ikan, Ini Penjelasan Ahli Pangan IPB https://www.greeners.co/gaya-hidup/bahaya-kertas-bekas-untuk-bungkus-ikan-ini-penjelasan-ahli-pangan-ipb/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bahaya-kertas-bekas-untuk-bungkus-ikan-ini-penjelasan-ahli-pangan-ipb https://www.greeners.co/gaya-hidup/bahaya-kertas-bekas-untuk-bungkus-ikan-ini-penjelasan-ahli-pangan-ipb/#respond Sun, 29 Jun 2025 06:22:14 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46879 Penggunaan kertas bekas sebagai pembungkus ikan pindang berbahaya bagi kesehatan konsumen. Guru Besar Ilmu Pangan IPB University, Eko Hari Purnomo, menyebut praktik ini sebagai contoh penanganan dan pengemasan pangan yang […]]]>

Penggunaan kertas bekas sebagai pembungkus ikan pindang berbahaya bagi kesehatan konsumen. Guru Besar Ilmu Pangan IPB University, Eko Hari Purnomo, menyebut praktik ini sebagai contoh penanganan dan pengemasan pangan yang kurang baik dan perlu segera masyarakat tinggalkan.

Kertas bekas, terutama yang berasal dari bahan cetak seperti koran atau majalah, berpotensi mengandung cemaran mikrobiologis dan kimiawi. Zat-zat ini bisa berpindah ke dalam ikan, terutama tinta cetak dan pelarut organik yang digunakan dalam proses pencetakan.

BACA JUGA: IPB Luncurkan Tiga Inovasi Teknologi untuk Perkuat Ketahanan Pangan

“Kertas ini bisa membawa cemaran mikrobiologis maupun kimiawi yang mempercepat kerusakan pangan dan mengganggu kesehatan konsumen,” ujar Eko dikutip dari Berita IPB, Jumat (27/6).

Eko menjelaskan bahwa kertas tersebut dapat mengandung mikroba berbahaya serta bahan kimia seperti tinta dan pelarut organik dalam proses pembuatannya. Komponen kimia tersebut berisiko bermigrasi ke dalam ikan pindang.

“Migrasi tinta pada kertas tersebut sering terlihat jelas dari cetakan tulisan yang menempel pada ikan,” tambah Eko.

Kontaminasi Tinta Kertas Bekas Bahaya

Menurut Eko, dampak dari kontaminasi tersebut bisa bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Kontaminasi mikrobiologis dapat menyebabkan gangguan kesehatan langsung setelah konsumsi. Sementara, migrasi zat kimia berisiko menimbulkan penyakit kronis seperti kanker dalam jangka panjang.

Untuk mengatasi hal ini, ia menekankan pentingnya edukasi kepada produsen dan konsumen agar menghindari penggunaan kertas bekas sebagai kemasan pangan.

“Konsumen bisa mulai menolak membeli ikan pindang yang terbungkus kertas bekas agar produsen beralih ke kemasan yang lebih aman,” katanya.

Sebagai alternatif, Eko merekomendasikan penggunaan daun pisang atau jenis daun lain yang tersedia di sentra produksi ikan pindang. Selain lebih aman, bahan alami tersebut juga ramah lingkungan dan dapat memberikan cita rasa khas pada ikan.

Jadi, bagaimana menurut kamu, Sobat Greeners? Masih mau membeli ikan pindang berbungkus kertas bekas? Kini, sudah saatnya kita lebih sadar bahwa meskipun terlihat sepele, penggunaan kertas tersebut sebagai pembungkus ternyata menyimpan dampak yang berbahaya bagi kesehatan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/bahaya-kertas-bekas-untuk-bungkus-ikan-ini-penjelasan-ahli-pangan-ipb/feed/ 0
Kenali Green Coffee, Biji Kopi Mentah yang Sehat Bisa Bantu Jaga Stamina https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-green-coffee-biji-kopi-mentah-yang-sehat-bisa-bantu-jaga-stamina/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenali-green-coffee-biji-kopi-mentah-yang-sehat-bisa-bantu-jaga-stamina https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-green-coffee-biji-kopi-mentah-yang-sehat-bisa-bantu-jaga-stamina/#respond Fri, 21 Mar 2025 06:26:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46197 Green coffee atau kopi hijau merupakan biji kopi mentah yang tidak melalui proses pemanggangan. Kopi yang satu ini kerap digunakan sebagai suplemen dan kandungan dalam minuman energi. Green coffee cocok […]]]>

Green coffee atau kopi hijau merupakan biji kopi mentah yang tidak melalui proses pemanggangan. Kopi yang satu ini kerap digunakan sebagai suplemen dan kandungan dalam minuman energi. Green coffee cocok bagi kamu yang sedang melakukan perjalanan ke kampung halaman menjelang Lebaran agar energi tetap terjaga secara seimbang.

Karena tidak melalui proses pemanggangan, green coffee tetap kaya akan asam klorogenat. Senyawa antioksidan tersebut berperan dalam menjaga metabolisme dan kesehatan tubuh. Tidak hanya mengandalkan kafein untuk memberikan dorongan energi instan, kopi ini juga menawarkan manfaat energi lebih stabil tanpa risiko jantung berdebar atau gangguan tidur sesudahnya.

Dokter umum sekaligus influencer kesehatan, Dion Haryadi, menekankan bahwa green coffee bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menjaga stamina selama perjalanan.

“Green coffee kaya antioksidan dan asam klorogenat yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Selain memberi energi tambahan, green coffee juga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap optimal, serta menurunkan risiko jantung berdebar dan gangguan tidur,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa manfaat jenis kopi ini juga telah teruji melalui sejumlah penelitian. Sebuah studi tahun 2020 menunjukkan bahwa konsumsi rutin green coffee dapat membantu memperbaiki indikator kesehatan, seperti menurunkan kadar kolesterol total dan LDL dalam darah secara signifikan.

Studi lain mengungkapkan bahwa konsumsi kopi hijau sebanyak 400 miligram (mg) selama empat minggu dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Dengan manfaat ini, kopi jenis ini bisa menjadi solusi bagi pemudik yang ingin menjaga kesehatan jantung sekaligus tetap bertenaga sepanjang perjalanan.

Menjaga Fokus dan Stamina

Selain itu, banyak orang juga merasakan manfaat kopi hijau sebagai sumber energi yang lebih sehat. Bobby Andreas Ida, seorang model sekaligus fitness influencer salah satunya yang merasakan manfaat ini. Ia mengakui bahwa jenis kopi ini membantunya menjaga fokus dan stamina tanpa efek samping.

“Dalam keseharian yang sibuk, menjaga energi tanpa mengorbankan kesehatan adalah prioritas saya. Sejak mengonsumsi minuman energi berbasis green coffee, saya merasakan energi yang lebih stabil dan bertahan lebih lama,” ujar Bobby.

Bagi generasi muda yang aktif, manfaat antioksidan dalam kopi hijau juga semakin relevan, karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Radikal bebas dari stres, polusi udara, dan gaya hidup yang serba cepat dapat merusak sel-sel tubuh. Kopi ini dapat membantu mengatasi masalah ini dengan meningkatkan perlindungan terhadap stres oksidatif.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kenali-green-coffee-biji-kopi-mentah-yang-sehat-bisa-bantu-jaga-stamina/feed/ 0
Puasa Ramadan Lebih dari Ibadah, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan https://www.greeners.co/gaya-hidup/puasa-ramadan-lebih-dari-ibadah-ini-manfaatnya-untuk-kesehatan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=puasa-ramadan-lebih-dari-ibadah-ini-manfaatnya-untuk-kesehatan https://www.greeners.co/gaya-hidup/puasa-ramadan-lebih-dari-ibadah-ini-manfaatnya-untuk-kesehatan/#respond Fri, 14 Mar 2025 05:00:27 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46139 Puasa Ramadan bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa berpuasa dapat membantu menjaga keseimbangan metabolisme, meningkatkan kesehatan mental, serta memberikan […]]]>

Puasa Ramadan bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa berpuasa dapat membantu menjaga keseimbangan metabolisme, meningkatkan kesehatan mental, serta memberikan efek positif bagi sistem kekebalan tubuh.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Klinik Utama Kedokteran Nuklir Serpong – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Artati Murwaningrum, selama Ramadan terjadi perubahan dalam pola makan, tidur, serta keseimbangan energi yang masuk dan keluar dari tubuh.

Hal tersebut menyebabkan tubuh melakukan penyesuaian metabolisme, mengingat adanya jeda waktu makan yang lebih panjang. Proses adaptasi dalam sistem metabolisme ini justru memberikan manfaat bagi kesehatan.

Salah satu manfaat utama puasa adalah membantu mengontrol berat badan. Dengan mengurangi frekuensi makan, tubuh memiliki waktu yang cukup untuk memproses dan membakar cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk lemak.

“Jika dilakukan dengan benar, puasa dapat membantu menurunkan berat badan secara sehat. Namun, tentunya harus tetap memperhatikan pola makan saat sahur dan berbuka agar hasilnya optimal,” ujarnya pada BRIN Talkshow, Selasa (11/3).

Selain berdampak pada kesehatan fisik, puasa juga bermanfaat bagi kesehatan mental dan spiritual. Puasa dapat meningkatkan ketenangan batin dan mengurangi tingkat stres.

“Puasa Ramadan bisa menjadi momen untuk menenangkan diri, lebih fokus dalam beribadah, serta mengurangi beban pikiran yang berlebihan. Ini berkaitan erat dengan kesehatan mental dan keseimbangan emosi,” terangnya.

Selain itu, puasa juga membantu tubuh melakukan detoksifikasi alami. Dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama beberapa jam, sistem pencernaan mendapatkan waktu untuk beristirahat dan membersihkan diri dari zat-zat yang tidak tubuh butuhkan.

“Puasa Ramadan mirip dengan metode intermittent fasting yang saat ini sedang populer. Keduanya memiliki efek yang serupa dalam membantu tubuh melakukan pembersihan alami,” kata Artati.

Manfaat Puasa Ramadan bagi Kesehatan

Sementara itu, bagi penderita diabetes, puasa dapat memberikan manfaat jika dilakukan dengan cara yang tepat. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

“Pasien diabetes harus lebih berhati-hati dalam mengatur pola makan dan asupan gula selama berpuasa. Sebaiknya tetap melakukan pemantauan kadar gula darah agar puasa tidak berdampak negatif pada kondisi kesehatan mereka,” jelasnya.

Artati juga menekankan pentingnya memilih makanan yang tepat saat berbuka dan sahur. Konsumsi makanan tinggi serat dan protein akan membantu menjaga keseimbangan energi serta menghindari lonjakan kadar gula darah secara tiba-tiba.

“Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein sehat, serta lemak baik agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari,” tambahnya.

Tak hanya itu, tidur dan istirahat yang cukup juga menjadi kunci agar tubuh tetap bugar selama Ramadan. Sebab, pola tidur berubah akibat sahur dan tarawih, penting untuk mengatur waktu istirahat dengan baik. Jika memungkinkan, lakukan tidur siang sebentar atau power nap selama 15-20 menit untuk menjaga fokus dan produktivitas.

Ia juga mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Dengan pola makan yang benar, istirahat cukup, serta menjaga aktivitas fisik, Ramadan dapat menjadi momen untuk memperbaiki kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Dengan berbagai manfaat kesehatan, puasa Ramadan menjadi bukti bahwa ibadah ini tidak hanya memberikan pahala spiritual ya Sobat Greeners, tetapi juga mendukung kesejahteraan fisik dan mental bagi umat Muslim di seluruh dunia.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/puasa-ramadan-lebih-dari-ibadah-ini-manfaatnya-untuk-kesehatan/feed/ 0
Hindari Dehidrasi Tersembunyi saat Berpuasa dengan Solusi Ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/hindari-dehidrasi-tersembunyi-saat-berpuasa-dengan-solusi-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hindari-dehidrasi-tersembunyi-saat-berpuasa-dengan-solusi-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/hindari-dehidrasi-tersembunyi-saat-berpuasa-dengan-solusi-ini/#respond Sun, 09 Mar 2025 03:00:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=46096 Jakarta (Greeners) – Saat menjalankan ibadah puasa, banyak orang mengira bahwa mengonsumsi banyak air putih saat sahur dan berbuka sudah cukup untuk mencegah dehidrasi. Namun, kenyataannya, air putih saja tidak […]]]>

Jakarta (Greeners) – Saat menjalankan ibadah puasa, banyak orang mengira bahwa mengonsumsi banyak air putih saat sahur dan berbuka sudah cukup untuk mencegah dehidrasi. Namun, kenyataannya, air putih saja tidak cukup untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama di negara tropis seperti Indonesia.

Kekurangan elektrolit dapat menyebabkan dehidrasi tersembunyi, kondisi yang sering tidak disadari. Meskipun demikian, dehidrasi ini berdampak besar pada kesehatan dan kebugaran tubuh, terutama saat menjalankan ibadah puasa.

Menurut dokter umum sekaligus influencer kesehatan Saddam Ismail, Ramadan di Indonesia dan negara tropis lainnya memiliki tantangan tersendiri daripada negara beriklim sejuk. Cuaca panas dan kelembapan tinggi membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan elektrolit, terutama saat berpuasa.

BACA JUGA: Ancaman Kesehatan di Balik Mengonsumsi Air Putih Terlalu Banyak

“Kekurangan elektrolit ini bisa menyebabkan dehidrasi tersembunyi, yaitu kondisi tubuh tetap kekurangan cairan meskipun sudah cukup minum. Kondisi ini menyebabkan banyak orang mengalami kelelahan, pusing, dan kram otot tanpa menyadarinya,” ujar Saddam dalam keterangan tertulisnya.

Air putih memang tidak boleh terlupakan saat sahur dan berbuka. Namun, untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit secara optimal, minuman yang kaya elektrolit seperti air kelapa jauh lebih efektif. Kandungan alami kalium, natrium, dan magnesium dalam air kelapa membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih baik. Sehingga, proses rehidrasi lebih cepat dan efisien daripada minuman berkafein atau bersoda.

Selain itu, air kelapa memiliki gula alami yang memberikan asupan tenaga secara bertahap tanpa menyebabkan lonjakan gula darah berlebihan. Sebuah penelitian di jurnal kesehatan Amerta Nutrition bahkan menyebutkan bahwa air kelapa dapat membantu meningkatkan metabolisme pada kondisi diabetes tipe 2. Hal ini melalui aktivitas antioksidan fitokimia, mineral, dan vitamin.

Tradisi Sehat

Di Indonesia, air kelapa sudah lama menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa. Air kelapa menjadi solusi alami yang dapat membantu mencegah dehidrasi tersembunyi, menjaga stamina, dan memastikan tubuh tetap bugar selama Ramadan.

Saddam juga merekomendasikan air kelapa sebagai pilihan berbuka. Kandungan mineral dalam air kelapa membantu menjaga fungsi otot dan saraf tetap optimal serta mendukung metabolisme tubuh. Selain itu, air kelapa juga dapat meningkatkan daya tahan selama menjalani puasa keesokan harinya.

“Air kelapa juga lebih ramah di lambung dibandingkan minuman berkafein atau asam, sehingga aman dikonsumsi saat perut masih kosong. Selain itu, air kelapa juga mengandung L-arginine dan vitamin C yang berperan dalam mengurangi radikal bebas dan melindungi kesehatan jantung,” tuturnya.

Meskipun air kelapa memiliki banyak manfaat, penting untuk tetap menjaga variasi makanan dan minuman selama Ramadan. Hal ini agar seluruh kebutuhan makronutrien dan mikronutrien tubuh tetap terpenuhi. Dengan menjaga keseimbangan hidrasi dan nutrisi, puasa akan tetap lancar dan tubuh tetap prima sepanjang bulan suci ini.

Dehidrasi Tersembunyi, Gejala dan Dampaknya

Dehidrasi sering jadi fenomena sederhana sebagai “kekurangan cairan”, padahal dapat mengakibatkan banyak masalah. Pada penelitian di Annals of Nutrition and Metabolism menunjukkan bahwa dehidrasi ringan dapat mengurangi daya kognitif anak-anak dan lansia. Sementara, pada orang dewasa yang tidak punya masalah kesehatan, dehidrasi dapat menyebabkan mood yang tidak stabil, kelelahan atau fatigue, dan kesulitan berkonsentrasi.

Dehidrasi tersembunyi juga bisa menyebabkan masalah kesehatan mulut. Jurnal BMC Oral Health mengatakan kasus sialadenitis atau radang atau bengkak pada kelenjar air ludah meningkat dua kali lipat pada umat Muslim saat Ramadan.

BACA JUGA: 5 Tips Hidup Sehat Pascalebaran

Saddam memaparkan beberapa gejala dehidrasi tersembunyi yang bisa diwaspadai. Gejalanya bisa meliputi rasa lemas meskipun sudah minum cukup air, pusing saat berdiri tiba-tiba, kram otot di malam hari, serta kulit kering dan bibir pecah-pecah.

“Kondisi ini sering tidak disadari dan bisa berdampak pada aktivitas harian, serta ibadah selama Ramadan. Oleh karena itu, penting untuk mencari sumber hidrasi yang tidak hanya mengandung air, tetapi juga elektrolit alami,” tambahnya.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/hindari-dehidrasi-tersembunyi-saat-berpuasa-dengan-solusi-ini/feed/ 0
Ini Manfaat Kacang-kacangan yang Baik bagi Tubuh dan Lingkungan! https://www.greeners.co/gaya-hidup/ini-manfaat-kacang-kacangan-yang-baik-bagi-tubuh-dan-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ini-manfaat-kacang-kacangan-yang-baik-bagi-tubuh-dan-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/ini-manfaat-kacang-kacangan-yang-baik-bagi-tubuh-dan-lingkungan/#respond Fri, 14 Feb 2025 05:00:43 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45921 Selain daging dan susu, kacang-kacangan kini semakin jadi pilihan populer sebagai sumber protein yang lebih terjangkau. Manfaat kacang-kacangan tidak hanya mudah didapat, tapi juga bisa menjadi solusi ampuh untuk masalah […]]]>

Selain daging dan susu, kacang-kacangan kini semakin jadi pilihan populer sebagai sumber protein yang lebih terjangkau. Manfaat kacang-kacangan tidak hanya mudah didapat, tapi juga bisa menjadi solusi ampuh untuk masalah ketahanan pangan dan gizi. Terutama di Indonesia yang masih menghadapi isu stunting dan obesitas.

Menurut Direktur Divisi Produksi dan Perlindungan Tanaman Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Yurdi Yasmi, meskipun bentuknya kecil, kacang-kacangan punya kandungan gizi yang luar biasa. Mereka penuh dengan serat larut air, vitamin, dan mineral, tapi rendah lemak.

Kacang-kacangan cocok buat kamu yang ingin menurunkan kolesterol dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Selain itu, kacang-kacangan juga dapat membantu mencegah risiko penyakit serius, seperti diabetes dan penyakit jantung.

BACA JUGA: FAO Dorong Petani dan Nelayan Jadi Agen Pengelolaan Air

“Kacang-kacangan diharapkan dapat menjadi lebih populer dalam pertanian dan untuk dikonsumsi maupun dalam pola makan, karena harganya yang terjangkau serta manfaatnya bagi kesehatan, dan lingkungan,” ujar Yurdi.

Menurut FAO, konsumsi kacang-kacangan global akan meningkat dari 7 kilogram per tahun pada 2022 menjadi 8,6 kilogram per tahun pada 2032. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kacang-kacangan terbesar di Asia.

Indonesai menyumbang hampir 8,5% dari total produksi kacang-kacangan global pada 2018-2019. Jadi, ayo Sobat Greeners kita mulai coba dan masukkan kacang-kacangan dalam pola makan sehat kamu!

Bagian Konsumsi Masyarakat

Nah, tentu kamu tahu bahwa kacang-kacangan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari konsumsi masyarakat Indonesia. Mulai dari tempe, tahu, hingga berbagai kudapan lokal, kacang-kacangan selalu hadir dalam menu sehari-hari. Bahkan, kacang-kacangan menjadi salah satu komponen Skor Pola Pangan Harapan (PPH) untuk mengukur kualitas pangan dan indikator kecukupan gizi.

Menurut Bappenas, Indonesia memiliki lebih dari 12.000 jenis kacang-kacangan, meski hanya sebagian kecil yang dikonsumsi secara luas. Kekayaan ragam pangan ini tentunya merupakan potensi besar yang perlu terus digali dan dimanfaatkan.

Beberapa contoh kacang-kacangan lokal yang bergizi tinggi, antara lain Kacang Tolo (Vigna unguiculata) yang sering ada dalam hidangan seperti krecek atau urap. Kemudian, Lamtoro (Leucaena leucocephala) dan Kacang Komak atau Kacang Koro (Lablab purpureus). Keduanya bisa jadi kudapan atau kita olah menjadi berbagai menu masakan nusantara. Bahkan, ada berbagai inovasi untuk memproduksi tempe dan tahu dari kacang-kacangan lokal sebagai alternatif kedelai.

BACA JUGA: Masyarakat Perlu Manfaatkan Pangan Lokal, Jangan Hanya Andalkan Beras

“Ragam kacang-kacangan Indonesia yang kaya ini mungkin sering kali terlupakan di wilayah perkotaan. Namun, di pedesaaan, mereka adalah sumber protein dan sumber pendapatan sehari-hari bagi banyak petani keluarga,” kata Kepala Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal.

Ia juga menekankan peran penting petani keluarga dalam melesetarikan keanekaragaman hayati untuk pangan dan pertanian. Oleh karena itu, upaya mendukung pertanian keluarga untuk berkembang selalu menjadi semangat dari program kemitraan antara FAO dan Kementerian Pertanian.

Kunci Sistem Pertanian

Selain itu, kacang-kacangan juga merupakan kunci bagi sistem pertanian yang lebih tangguh. Selain mendukung kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen dengan rotasi tanaman, kacang-kacangan juga dapat membantu pemulihan degradasi lahan.

Tanaman tersebut dapat membantu mengatasi perubahan iklim. Sebab, ia dapat beradaptasi terhadap kondisi cuaca yang ekstrem, serta dapat tumbuh meski dalam kondisi tanah kurang unsur hara dan minim input, seperti pupuk, energi dan peralatan khusus.

Manfaat kacang-kacangan juga termasuk meningkatkan penyerapan karbon dalam tanah serta membantu memutus siklus hama dan serangga secara alami. Sebagai tanaman penutup tanah atau sebagai bagian dalam sistem tumpang sari, kacang-kacangan dapat mengurangi erosi tanah sekaligus meningkatkan produktivitas lahan secara keseluruhan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/ini-manfaat-kacang-kacangan-yang-baik-bagi-tubuh-dan-lingkungan/feed/ 0
Ini Kelompok yang Berisiko Tinggi Tertular TBC Menurut Kemenkes https://www.greeners.co/gaya-hidup/waspada-ini-kelompok-yang-berisiko-tinggi-tertular-tbc-menurut-kemenkes/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=waspada-ini-kelompok-yang-berisiko-tinggi-tertular-tbc-menurut-kemenkes https://www.greeners.co/gaya-hidup/waspada-ini-kelompok-yang-berisiko-tinggi-tertular-tbc-menurut-kemenkes/#respond Tue, 04 Feb 2025 07:34:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45838 Penularan tuberkulosis (TBC) melalui udara, yang terjadi ketika seseorang batuk, bersin, atau meludah, perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024 oleh World Health Organization (WHO), sekitar 5-10% orang […]]]>

Penularan tuberkulosis (TBC) melalui udara, yang terjadi ketika seseorang batuk, bersin, atau meludah, perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024 oleh World Health Organization (WHO), sekitar 5-10% orang yang terinfeksi TBC akan mengalami gejala dan mengembangkan penyakit ini.

Penyebab penyakit TBC adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Hingga kini, penyakit tersebut masih menjadi masalah kesehatan global. Pada tahun 2023, sekitar 10,8 juta orang di dunia menderita penyakit tersebut. Indonesia menempati posisi kedua di dunia dengan estimasi 1.090.000 kasus baru setiap tahun, serta 125.000 kematian akibat penyakit ini.

Sekretaris Ditjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Yudhi Pramono, menyampaikan bahwa meskipun semua orang berisiko tertular TBC, ada kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi. Kelompok tersebut antara lain orang yang kontak serumah atau erat dengan pasien TBC, orang dengan HIV (ODHIV), serta perokok.

Selain itu, orang dengan diabetes melitus (DM), bayi, anak-anak, lansia yang berinteraksi dengan pasien TBC, warga binaan pemasyarakatan (WBP), tunawisma, pengungsi, serta masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh, padat, dan miskin juga berisiko tinggi tertular penyakit tersebut.

“Bakteri TBC dalam percikan (droplet) dapat bertahan selama beberapa jam di ruangan yang lembap dan tidak terpapar sinar matahari. Bila percikan droplet tersebut dihirup oleh orang lain, terutama mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, maka risiko penularan semakin tinggi,” kata Yudhi di Jakarta, Kamis (31/1).

Yudhi menambahkan, setelah seseorang terinfeksi, kuman Mycobacterium tuberculosis bisa berada dalam kondisi aktif atau tidak aktif (dormant) dalam tubuhnya. Jika daya tahan tubuh seseorang baik, bakteri tersebut akan tetap tidak aktif. Namun, jika daya tahan tubuh menurun, bakteri ini bisa menjadi aktif dan menyebabkan penyakit TBC.

Investigasi Kontak

Sementara itu, untuk mendeteksi kasus tuberkulosis secara dini, tenaga kesehatan atau kader perlu melakukan investigasi kontak. Setiap investigasi kontak harus memeriksa minimal 8 orang yang berinteraksi langsung dengan pasien penyakit tersebut.

Investigasi kontak adalah bagian dari strategi penanggulangan tuberkulosis. Tujuannya untuk melacak dan mencari orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien, seperti anggota keluarga atau teman dekat.

Agar investigasi kontak berjalan efektif, penting untuk melakukan beberapa upaya. Seperti pendekatan door-to-door atau jemput bola, yakni mengunjungi langsung rumah pasien dan kontaknya.

“Kader dapat mengunjungi rumah pasien TBC dan rumah tetangga atau rekan yang berkontak dengan pasien melalui pendekatan yang sesuai dengan budaya di daerah,” kata Yudhi.

Jika kontak menolak kunjungan, petugas dapat menawarkan opsi invitasi kontak, yaitu mengundang mereka untuk datang ke fasilitas kesehatan. Misalnya, ke puskesmas atau rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

Petugas atau kader juga melakukan investigasi kontak di tempat kerja, sekolah, atau tempat bermain (jika pasien TBC adalah anak-anak). Mereka akan membantu kontak agar datang ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/waspada-ini-kelompok-yang-berisiko-tinggi-tertular-tbc-menurut-kemenkes/feed/ 0
Awali Tahun 2025 Lebih Dekat dengan Alam dengan 5 Cara Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/awali-tahun-2025-lebih-dekat-dengan-alam-dengan-5-cara-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=awali-tahun-2025-lebih-dekat-dengan-alam-dengan-5-cara-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/awali-tahun-2025-lebih-dekat-dengan-alam-dengan-5-cara-ini/#respond Wed, 01 Jan 2025 06:59:55 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45589 Menjalani hidup di tahun 2025 dengan lebih mendekatkan diri pada alam merupakan langkah yang baik untuk meningkatkan kesehatan dan mendapatkan ketenangan batin. Berbagai penelitian juga telah membuktikan bahwa alam memiliki […]]]>

Menjalani hidup di tahun 2025 dengan lebih mendekatkan diri pada alam merupakan langkah yang baik untuk meningkatkan kesehatan dan mendapatkan ketenangan batin. Berbagai penelitian juga telah membuktikan bahwa alam memiliki pengaruh besar dalam mendukung kesehatan mental kita.

Bagi kamu yang tinggal di perkotaan, ada beberapa cara untuk lebih terhubung dengan alam. Kamu tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk mencari kedamaian, karena ada langkah-langkah sederhana yang bisa membantu kamu merasa lebih dekat dengan alam di tahun 2025 ini. Berikut adalah beberapa tipsnya!

1. Perhatikan Alam Sekitar

Alam sekitar kita sebenarnya sudah memberikan banyak sekali berkah, meski sering kali kita tidak menyadarinya. Cobalah mulai memperhatikan alam setiap pagi. Misalnya, kamu bisa menikmati secangkir kopi atau teh hangat sambil duduk santai di taman dekat rumah.

Jika tidak ada taman di sekeliling kamu, cukup buka jendela dan hirup udara pagi sambil menikmati pemandangan awan. Cara sederhana seperti ini bisa memberi ketenangan bagi diri kamu.

BACA JUGA: 4 Manfaat Singing Bowl, Bisa Kembalikan Fokus dan Redakan Stres!

Menurut penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Exeter yang dilansir The Guardian, menghabiskan dua jam seminggu di alam–meskipun dibagi dalam sesi-sesi singkat–dapat berdampak positif yang signifikan bagi kesehatan dan kesejahteraan kita. Mathew White, yang memimpin penelitian ini, mengatakan bahwa ketenangan yang kita rasakan saat berada di alam bisa jadi kuncinya.

2. Bawalah Alam ke Hidup Kita

Bagi kamu yang tinggal di kota, mungkin terasa sulit untuk mencari suasana sejuk dan mengakses tempat-tempat alami. Namun, kamu tetap bisa membawa alam ke dalam hidupmu dengan menanam berbagai tanaman di rumah.

Menurut Mental Health Foundation, memiliki tanaman di rumah adalah cara yang bagus untuk menghadirkan sentuhan alami yang bisa dilihat, disentuh, dan dicium. Mulai dengan menanam tanaman herbal bisa jadi langkah awal yang menyenangkan.

Jika kamu memiliki taman, pekarangan, atau balkon, manfaatkan ruang tersebut sebaik mungkin. Tanam bunga, sayuran, atau tanaman hias, dan pertimbangkan untuk menambah tempat makan burung. Nikmati keindahan dan suara alam di sekitar kamu.

Jika berkebun bukan kegiatan yang kamu sukai, kamu juga bisa tetap terhubung dengan alam lewat cerita, seni, atau rekaman suara. Menonton film atau acara TV tentang alam juga merupakan cara yang menyenangkan untuk merasakan kedekatan dengan alam.

3. Berolahraga di Alam

Sobat Greeners, jika kamu bisa berolahraga secara fisik, coba lakukan aktivitas tersebut di luar ruangan. Misalnya lari, bersepeda, atau jalan kaki singkat. Berolahraga di alam terbuka dapat membantu meredakan perasaan marah, lelah, atau sedih.

Cobalah untuk meninggalkan handphone kamu sejenak di rumah—kecuali jika kamu ingin mendengarkan suara alam, atau mencoba rute baru yang membawamu lebih dekat dengan ruang hijau.

4. Luangkan Waktu Berjalan

Apabila kamu sering menggunakan transportasi umum, ini adalah cara yang baik untuk kamu lebih dekat dengan alam. Ketika kamu turun dari bus, kamu bisa berjalan-jalan sambil melihat pemandangan sekitar.

Selain itu, saat istirahat kerja juga menjadi cara mudah untuk lebih banyak dekat dengan alam. Jika kamu berjalan bersama seseorang, tunjukkan hal-hal menarik yang kamu temui, terutama jika kamu bersama anak-anak.

BACA JUGA: Mandi setelah Makan, Apakah Berpengaruh pada Kesehatan?

Menjaga bumi ini harus menjadi prioritas. Kita perlu melakukan segala yang kita bisa untuk memastikan generasi mendatang memiliki pengalaman yang berkesan dengan alam, sehingga mereka dapat mewariskan pengetahuan dan kecintaan itu kepada anak-anak mereka.

5. Gabungkan Alam dan Kreativitas

Sobat Greeners, cobalah untuk menggabungkan kreativitas dengan alam di sekitarmu untuk memulai tahun 2025 ini. Aktivitas tersebut bisa berupa kegiatan kreatif di luar ruangan, seperti menari, bermusik, atau berkesenian. Semua aktivitas ini dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan suasana hati.

Selain itu, kamu juga bisa lebih merasa terhubung dengan alam dengan cara mengambil foto, menulis, menggambar, atau melukis pemandangan, tanaman, atau hewan. Memperhatikan keindahan alam dan mengekspresikannya secara kreatif bisa membantumu menemukan makna dan keterhubungan emosional yang mendalam dengan alam, lho!

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/awali-tahun-2025-lebih-dekat-dengan-alam-dengan-5-cara-ini/feed/ 0
4 Manfaat Singing Bowl, Bisa Kembalikan Fokus dan Redakan Stres! https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-manfaat-singing-bowl-bisa-kembalikan-fokus-dan-redakan-stres/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=4-manfaat-singing-bowl-bisa-kembalikan-fokus-dan-redakan-stres https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-manfaat-singing-bowl-bisa-kembalikan-fokus-dan-redakan-stres/#respond Wed, 25 Dec 2024 05:00:26 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45536 Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh seringkali membutuhkan ketenangan dan relaksasi. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan terapi menggunakan singing bowl. Manfaat singing bowl terletak pada suara dan getarannya yang dapat […]]]>

Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh seringkali membutuhkan ketenangan dan relaksasi. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan terapi menggunakan singing bowl. Manfaat singing bowl terletak pada suara dan getarannya yang dapat memberikan efek relaksasi mendalam bagi tubuh dan pikiran.

Singing bowl merupakan sebuah mangkuk yang terbuat dari campuran logam, seperti perunggu dan kuningan, meskipun ada juga yang terbuat dari kristal kuarsa. Bentuk mangkuk ini dirancang khusus untuk menghasilkan nada yang beresonansi.

Healthline melansir bahwa mangkuk ini awalnya dikenal sebagai himalayan bowl dalam meditasi dan ritual keagamaan. Seiring waktu, penggunaannya berkembang sebagai pengobatan alternatif untuk berbagai kondisi kesehatan.

Menurut sebuah studi pada tahun 2019, singing bowl dapat membantu mendorong keadaan relaksasi yang mendalam dalam waktu singkat, seringkali kurang dari 20 menit. Tingkat relaksasi ini lebih mendalam dan konsisten daripada hanya berbaring dalam keheningan.

Tahukah kamu? Suara singing bowl berasal dari gesekan batang yang terbuat dari logam atau kayu dengan tepi mangkuk. Terapis memberikan tekanan konstan pada batang tersebut dan menggerakkannya secara melingkar di tepi mangkuk, sehingga menghasilkan suara yang bergetar atau bergema.

Simak beberapa manfaat singing bowl untuk kesehatan tubuh!

1. Meringankan Stres

Getaran suara dari singing bowl dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Saat memainkan singing bowl, getarannya dapat merambat ke seluruh tubuh. Kemudian, memberikan efek menenangkan yang membantu melepaskan ketegangan.

Menurut terapis suara, getaran ini dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kadar kortisol. Hal ini menciptakan rasa damai yang sangat bermanfaat bagi kamu yang mengalami stres kronis atau kecemasan.

2. Tidur Menjadi Nyenyak

Bagi Sobat Greeners yang sering merasa gelisah sebelum tidur, meditasi dengan menggunakan singing bowl bisa menjadi solusi yang tepat. Singing bowl dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

Suara dari singing bowl ini dapat merelaksasi tubuh secara mendalam dan meredakan kecemasan. Ketika tubuh dan pikiran merasa tenang, rasa mengantuk akan lebih mudah muncul, sehingga tidur menjadi lebih cepat dan nyenyak.

3. Membantu Melepaskan Emosi

Singing bowl juga mendukung penyembuhan emosional dengan menghasilkan suara yang membantu melepaskan emosi yang terhambat dan menciptakan keseimbangan mental.

Selain itu, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa getaran dari singing bowl dapat mengurangi nyeri fisik. Sebuah penelitian di Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine menemukan bahwa peserta mengalami pengurangan nyeri fisik, stres, dan kemarahan setelah mengikuti sesi penyembuhan dengan terapi singing bowl.

4. Meningkatkan fokus

Getaran frekuensi dari singing bowl ini bisa memengaruhi gelombang otak, terutama pada gelombang alfa dan theta. Nah, gelombang ini menciptakan efek meditasi secara alami di dalam tubuh yang membuat pikiran kamu lebih fokus dan tenang.

Sobat Greeners, setelah mengetahui manfaat dari singing bowl, penting juga untuk memahami bahwa ada kondisi kesehatan tertentu yang tidak disarankan untuk menjalani terapi ini. Contohnya, bagi yang mengalami sakit kepala atau menderita epilepsi, sebaiknya menghindari terapi ini karena suara dan getarannya bisa memicu timbulnya gejala.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-manfaat-singing-bowl-bisa-kembalikan-fokus-dan-redakan-stres/feed/ 0
Mandi setelah Makan, Apakah Berpengaruh pada Kesehatan? https://www.greeners.co/gaya-hidup/mandi-setelah-makan-apakah-berpengaruh-pada-kesehatan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mandi-setelah-makan-apakah-berpengaruh-pada-kesehatan https://www.greeners.co/gaya-hidup/mandi-setelah-makan-apakah-berpengaruh-pada-kesehatan/#respond Sat, 14 Dec 2024 05:00:12 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45441 Sobat Greeners, apakah kamu sering mandi setelah makan? Mungkin banyak dari kita yang masih memiliki kebiasaan ini. Namun, sebaiknya kebiasaan ini dihindari karena dapat mengganggu proses pencernaan. Saat makan, suhu […]]]>

Sobat Greeners, apakah kamu sering mandi setelah makan? Mungkin banyak dari kita yang masih memiliki kebiasaan ini. Namun, sebaiknya kebiasaan ini dihindari karena dapat mengganggu proses pencernaan.

Saat makan, suhu tubuh sedikit meningkat karena tubuh mengalirkan lebih banyak darah ke sistem pencernaan. Jika kamu mandi setelah makan, terutama dengan air hangat, suhu tubuh akan semakin meningkat, yang mengalihkan suplai darah dari sistem pencernaan ke kulit untuk mendinginkan tubuh.

BACA JUGA: Mengalami Gangguan Pencernaan? Hindari 6 Makanan Ini

Akibatnya, proses pencernaan bisa terganggu, dan perut kamu mungkin akan merasa tidak nyaman. Jika memang harus mandi setelah makan, sebaiknya tunggu sekitar 20 menit hingga 1 jam agar proses pencernaan tidak terganggu.

Menurut Healthline, meskipun penelitian belum dapat memastikan apakah mandi air panas benar-benar berbahaya setelah makan, mandi air dingin lebih aman karena tidak meningkatkan suhu tubuh atau mengganggu pencernaan. Selain itu, mandi air dingin dapat mempercepat metabolisme dan membantu membakar lebih banyak lemak.

Berikut ini beberapa tips sehat yang bisa kamu lakukan setelah makan!

1. Minum Air Putih

Hellosehat melansir bahwa setelah makan dianjurkan untuk minum air putih. Sebab, air putih yang masuk ke dalam tubuh kamu bisa membantu memecah makanan dan melembutkannya.

Dengan cara ini, tubuh akan lebih efektif dalam menyerap nutrisi dari makanan. Selain itu, mengonsumsi air putih setelah makan juga dapat membantu mempercepat metabolisme dan mencegah sembelit.

2. Jalan Kaki

Selain mengonsumsi air putih, Sobat Greenrs juga bisa berjalan-jalan sejenak setelah makan. Hal ini bisa memberikan manfaat bagi kesehatan.

Menurut Cleveland Clinic, berjalan kaki setelah makan dapat membantu mencegah lonjakan gula darah yang drastis dan berpotensi mengurangi risiko diabetes. Aktivitas ini juga dapat membakar kalori yang berkontribusi pada penurunan berat badan.

3. Jangan Sikat Gigi

Nah, siapa yang sering sikat gigi setelah makan? Menyikat gigi setelah makan sebenarnya bisa berisiko, lho. Sebab, partikel makanan yang sangat asam dapat menutupi gigi, dan menyikatnya langsung setelah makan justru bisa merusak email gigi.

Sebaiknya, kamu tunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi, atau lakukan penyikatan gigi setelah bangun tidur dan sebelum tidur untuk melindungi kesehatan gigi.

4. Jangan Tidur setelah Makan

Tidur setelah makan menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, kebiasaan ini mesti dihindari. Sebaiknya, tunggu hingga tubuh kamu mulai mencerna makanan dan memindahkannya ke usus sebelum berbaring di tempat tidur.

Pasalnya, ketika berbaring dengan perut yang penuh, asam lambung dapat mengalir kembali ke kerongkongan. Sehingga, menyebabkan rasa nyeri pada ulu hati, bahkan mual dan tidak nyaman.

5. Hindari Merokok

Selain mandi, kamu sebaiknya mengindari merokok setelah makan. Sebab, kebiasaan ini dapat menyebabkan asam lambung naik. Merokok dapat melemahkan otot sfingter esofagus, yaitu katup di kerongkongan yang berfungsi mencegah cairan asam lambung naik ke kerongkongan.

Jika otot ini melemah, asam lambung dapat naik ke kerongkongan, yang dikenal dengan kondisi gastroesophageal reflux disease (GERD).

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mandi-setelah-makan-apakah-berpengaruh-pada-kesehatan/feed/ 0
Menkes Budi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara https://www.greeners.co/gaya-hidup/menkes-budi-tekankan-pentingnya-deteksi-dini-kanker-payudara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menkes-budi-tekankan-pentingnya-deteksi-dini-kanker-payudara https://www.greeners.co/gaya-hidup/menkes-budi-tekankan-pentingnya-deteksi-dini-kanker-payudara/#respond Fri, 13 Dec 2024 06:07:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45433 Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kanker payudara masih menjadi pembunuh tertinggi perempuan Indonesia untuk penyakit kanker. Ia menekankan pentingnya deteksi dini kanker payudara bagi perempuan. Budi juga […]]]>

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kanker payudara masih menjadi pembunuh tertinggi perempuan Indonesia untuk penyakit kanker. Ia menekankan pentingnya deteksi dini kanker payudara bagi perempuan.

Budi juga meminta agar para perempuan tidak ragu untuk melakukan deteksi dini. Apalagi, program skrining kesehatan untuk perempuan usia di atas 40 tahun akan mencakup skrining kanker payudara.

“Kenapa banyak yang meninggal (karena kanker)? Karena ketahuannya terlambat, setelah stadium tiga atau stadium empat. Padahal, kalau bisa deteksi dini di stadium satu atau dua, kemungkinan hidupnya atau survivability rate-nya tinggi sekali dengan teknologi yang sekarang,” kata Budi lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (7/12).

Saat berkunjung ke salah satu rumah sakit di Sulawesi Tenggara, Budi juga berbincang dengan penyintas atau survivor kanker payudara, Ni Kadek Mulyati. Budi menjelaskan bahwa fasyankes tingkat pertama, seperti puskesmas, sebenarnya dapat melakukan deteksi dini kanker payudara dengan memanfaatkan USG.

BACA JUGA: Deteksi Dini Kanker Payudara, LIPI Perkenalkan Kit HER2

“Saya juga sudah ngomong ke kolegium, yuk, diturunkan (kemampuan) kompetensinya (ke dokter umum), agar 10.000 USG (di puskesmas) itu tidak hanya untuk memeriksa ibu hamil, melainkan juga bisa untuk memeriksa skrining kanker payudara oleh dokter umum,” tambahnya.

Jika ada indikasi kanker payudara seperti yang Ni Kadek alami, dokter akan merujuknya ke rumah sakit. Di rumah sakit, akan ada prosedur biopsi atau pengambilan sampel jaringan, sel, atau cairan tubuh. Selanjutnya, laboratorium memeriksa sampel ini untuk mengetahui tingkat stadium kanker.

Tak Perlu Khawatir Deteksi Kanker Payudara

Sementara itu, Budi juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai hasil pemeriksaan yang buruk. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa perempuan enggan melakukan pemeriksaan kanker payudara.

Padahal, sebaiknya perempuan mendeteksi kanker sejak dini. Sebab, peluang hidup akan lebih besar jika terdeteksi lebih awal dibandingkan jika terdeteksi terlambat.

“Jadi, kenapa banyak perempuan nggak mau dimamografi? Karena mereka takut menerima kenyataan kalau ada apa-apa. Padahal, saya yang bukan dokter saja tahu kalau ketahuan stadium satu lebih baik daripada ketahuannya di stadium tiga,” kata Budi.

Senada dengan imbauan Menkes Budi, Ni Kadek Mulyati mengajak perempuan Indonesia untuk tidak ragu melakukan skrining kanker payudara sebelum terlambat.

“Untuk wanita di Indonesia dan seluruh dunia, mari kita memeriksakan diri sedini mungkin untuk mengetahui apakah di tubuh kita ada penyakit yang mungkin saja tidak kita ketahui,” imbau Ni Kadek.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/menkes-budi-tekankan-pentingnya-deteksi-dini-kanker-payudara/feed/ 0
5 Manfaat Kacang Pistachio dalam Cokelat Dubai bagi Kesehatan https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-manfaat-kacang-pistachio-dalam-cokelat-dubai-bagi-kesehatan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-manfaat-kacang-pistachio-dalam-cokelat-dubai-bagi-kesehatan https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-manfaat-kacang-pistachio-dalam-cokelat-dubai-bagi-kesehatan/#respond Thu, 28 Nov 2024 04:51:40 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45343 Cokelat dubai yang berisi kacang pistachio dan kunafa kini tengah menjadi camilan tren global, termasuk di Indonesia. Biji pistachio yang berwarna hijau ini tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan […]]]>

Cokelat dubai yang berisi kacang pistachio dan kunafa kini tengah menjadi camilan tren global, termasuk di Indonesia. Biji pistachio yang berwarna hijau ini tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan manfaat kesehatan, lho, Sobat Greeners!

Menurut Halodoc, pistachio (Pistacia vera) adalah tanaman dari keluarga mete yang berasal dari Asia Tengah dan Timur Tengah. Biji pistachio yang biasa dikonsumsi mengandung antioksidan, serat, dan protein yang bermanfaat bagi tubuh.

Selain dalam cokelat dubai, kacang pistachio juga sering menjadi topping dalam berbagai camilan lain seperti es krim, kue, dan salad. Yuk, simak manfaat kacang pistachio berikut ini!

1. Kaya Nutrisi

Kacang pistachio yang sedang populer ini ternyata kaya akan kandungan nutrisi, Sobat Greeners! Dalam setiap ons kacang pistachio, terdapat 159 kalori, 5,7 gram protein, 12,8 gram lemak, 7,7 gram karbohidrat, 3 gram serat, 2,2 gram gula, 34,3 milligram magnesium, dan 289 milligram potassium.

Salah satu kandungan penting dalam pistachio adalah vitamin B6. Vitamin tersebut berfungsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh serta merangsang perkembangan kognitif. Ternyata kacang ini tidak sekadar enak, tetapi kaya nutrisi, ya!

2. Kaya Antioksidan

Menurut beberapa penelitian, pistachio menjadi sumber antioksidan yang sangat baik dan mengandung lebih banyak antioksidan dibandingkan banyak jenis kacang dan biji lainnya.

Healthline melaporkan bahwa pistachio kaya akan lutein dan zeaxanthin, dua jenis antioksidan yang penting untuk kesehatan mata. Kedua senyawa ini melindungi mata dari kerusakan akibat cahaya biru. Selain itu, juga membantu mencegah degenerasi makula terkait usia yang dapat menyebabkan gangguan atau hilangnya penglihatan sentral.

Terdapat sebuah penelitian pada tahun 2010 tentang orang yang mengonsumsi satu atau dua porsi pistachio setiap hari selama 4 minggu. Hasilnya, mereka memiliki kadar lutein dan vitamin E yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi pistachio. Menariknya, antioksidan dalam pistachio mudah diserap oleh tubuh sehingga lebih efektif dalam proses pencernaan.

3. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Kacang umumnya kaya serat yang bermanfaat untuk mendukung sistem pencernaan. Serat tersebut membantu pergerakan makanan melalui usus dan mencegah konstipasi. Salah satu jenis serat yang terkandung dalam kacang adalah probiotik yang berfungsi sebagai bakteri baik. Nah, bkteri baik ini berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mendukung kesehatan usus.

4. Sumber Protein

Teruntuk Sobat Greeners yang menjalani pola hidup vegetarian, pistachio bisa menjadi alternatif sumber protein yang baik. Kacang ini mengandung 6 gram protein serta asam amino yang membantu memberikan energi dan mendukung pembentukan otot.

Selain itu, pistachio juga cocok kamu jadikan sebagai pilihan dalam menu diet. Sebab, pistachio kaya serat dan rendah kalori sehingga ideal untuk kamu yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

5. Menjaga Kadar Gula Rendah

Pistachio juga memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah setelah kamu konsumsi. Selain itu, kacang ini juga kaya akan antioksidan, karotenoid, dan senyawa fenolik.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-manfaat-kacang-pistachio-dalam-cokelat-dubai-bagi-kesehatan/feed/ 0
Waspada! Penyakit Pneumonia Terus Mengancam Anak-anak https://www.greeners.co/gaya-hidup/waspada-penyakit-pneumonia-terus-mengancam-anak-anak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=waspada-penyakit-pneumonia-terus-mengancam-anak-anak https://www.greeners.co/gaya-hidup/waspada-penyakit-pneumonia-terus-mengancam-anak-anak/#respond Fri, 22 Nov 2024 03:00:36 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=45292 Pneumonia merupakan peradangan paru-paru akibat infeksi akut pada saluran pernapasan akibat virus, bakteri, atau jamur. Pada balita, gejala yang paling dominan atau sering muncul adalah batuk, kesulitan bernapas, dan tanda […]]]>

Pneumonia merupakan peradangan paru-paru akibat infeksi akut pada saluran pernapasan akibat virus, bakteri, atau jamur. Pada balita, gejala yang paling dominan atau sering muncul adalah batuk, kesulitan bernapas, dan tanda penyakit pneumonia berat seperti tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam saat bernapas.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan bahwa pneumonia sering dianggap sebagai pembunuh senyap karena menyerang paru-paru dan mengganggu pernapasan. Bahkan, penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak.

“Pneumonia ini terus menjadi ancaman serius bagi anak-anak di dunia. Kematian akibat pneumonia itu terjadi setiap 43 detik. Ini berarti 700 ribu anak meninggal setiap tahunnya karena pneumonia. Penyakit ini sebenarnya bisa kita cegah,” ucap Dante di Jakarta, Senin (18/11).

BACA JUGA: Flu Burung Menyerang Mamalia, Akankah Mengancam Manusia?

Penyebab lain yang sangat berpengaruh adalah paparan asap rokok. Dante menyampaikan pesan kepada orang tua yang masih merokok di rumah, bahwa rokok tidak hanya berbahaya bagi kesehatan diri sendiri. Rokok juga dapat melemahkan kondisi paru-paru anak-anak mereka.

“Data statistik menunjukkan anak-anak yang ada di lingkungan orang tuanya perokok lebih gampang terkena pneumonia daripada anak-anak yang orang tuanya tidak merokok,” tambah Dante.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono. Foto: Kemenkes

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono. Foto: Kemenkes

Penyakit Pneumonia Menyebabkan Angka Kematian Tertinggi

Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar pada balita di Indonesia. Data World Health Organization (WHO) tahun 2021 menunjukkan pneumonia menyebabkan 740.000 kematian pada anak di bawah usia 5 tahun. Angka itu setara dengan 14% dari total kematian balita di seluruh dunia.

“Ini menunjukkan bahwa pneumonia ancaman nyata bagi kesehatan anak-anak,” tutur Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Yudhi Pramono.

Selain itu, berdasarkan data BPJS Kesehatan pada 2023, pneumonia menempati peringkat pertama sebagai penyakit dengan biaya pengobatan tertinggi, yaitu Rp 8,7 triliun. Kemudian, diikuti oleh tuberculosis (TB), penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, dan kanker paru.

Pemerintah berkomitmen mendukung tujuan SDGs, yaitu memastikan kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua usia. Untuk itu, pemerintah menargetkan penurunan angka kematian balita akibat pneumonia serta pengurangan insiden pneumonia pada balita hingga 70% secara nasional.

BACA JUGA: KLB Campak di 12 Provinsi, Epidemiolog Ingatkan Ini

Dante menambahkan, Hari Pneumonia Sedunia pada setiap tanggal 12 November, menjadi momentum penting untuk melindungi anak-anak dari pneumonia dan melawan pneumonia pada anak. Sebagai bagian dari transformasi kesehatan, khususnya pada layanan kesehatan primer, pemerintah terus berupaya mencegah terjadinya pneumonia pada anak-anak melalui berbagai langkah. Upaya pencegahan itu mereka lakukan dengan vaksinasi dan menjaga lingkungan tetap sehat.

“Namun, imunisasi hanyalah salah satu bagian kecil dari upaya mengatasi pneumonia. Upaya lainnya adalah memenuhi kualitas gizi pada anak-anak supaya kekebalan tubuhnya meningkat, di antaranya dengan memberikan ASI eksklusif serta penyediaan nutrisi yang baik bagi tumbuh kembang anak-anak,” ujar Dante.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/waspada-penyakit-pneumonia-terus-mengancam-anak-anak/feed/ 0
Ingin Makan Sehat dan Berkelanjutan? Yuk, Terapkan Panduan SELARAS https://www.greeners.co/gaya-hidup/ingin-makan-sehat-dan-berkelanjutan-yuk-terapkan-panduan-selaras/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ingin-makan-sehat-dan-berkelanjutan-yuk-terapkan-panduan-selaras https://www.greeners.co/gaya-hidup/ingin-makan-sehat-dan-berkelanjutan-yuk-terapkan-panduan-selaras/#respond Thu, 17 Oct 2024 06:58:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=44996 Saat ingin mengubah pola makan agar hidup lebih sehat, banyak orang mungkin membutuhkan panduan dari sumber terpercaya, seperti Food and Agriculture Organization (FAO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dalam rangka memperingati […]]]>

Saat ingin mengubah pola makan agar hidup lebih sehat, banyak orang mungkin membutuhkan panduan dari sumber terpercaya, seperti Food and Agriculture Organization (FAO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober, Eathink telah merilis panduan bernama SELARAS (Seimbang, Lokal, Alami, Beragam, Sadar). Dengan panduan ini, kamu bisa mendapatkan sumber tambahan untuk melengkapi pola makanmu, Sobat Greeners!

Panduan SELARAS dari Eathink memberikan rekomendasi pola makan sehat dan berkelanjutan. CEO Eathink, Jaqualine Wijaya, menyatakan bahwa banyak panduan, seperti Isi Piringku dari Kemenkes, hanya fokus pada aspek kesehatan. Padahal, aspek diet juga perlu mencakup aspek keberlanjutan.

BACA JUGA: 5 Tips Membuat Kebiasaan Makan Lebih Berkelanjutan

Maka dari itu, hadirnya SELARAS tidak hanya fokus pada panduan makan sehat, tetapi juga melengkapi panduan tersebut dengan mempertimbangkan dampak lingkungan. Hal ini menjadikannya lebih relevan bagi masyarakat Indonesia.

Sobat Greeners, yuk, simak lebih lanjut panduan praktis dari SELARAS ini!

1. Seimbang 

Aspek “Seimbang” dalam panduan SELARAS mengacu pada prinsip Isi Piringku, namun dengan pendekatan yang lebih fleksibel. Eathink menekankan bahwa tidak perlu mendapatkan semua gizi lengkap dalam satu kali makan. Salah satu hal yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan gizi sepanjang hari secara konsisten.

“Sering kali orang ragu untuk menerapkan makan sehat, karena mereka berpikir kandungan gizi di setiap makan harus langsung lengkap. Tidak harus begitu, kok. Kita jangan lihat dari satu piring atau satu kali makan saja. Yang penting, kebutuhan gizi kita dalam satu hari terpenuhi dan kita bisa konsisten menerapkannya dalam jangka panjang,” kata Jaqualine.

Misalnya, jika di siang hari kamu sudah menyantap nasi padang, sebaiknya hindari gorengan sebagai camilan sore. Meskipun nasi padang biasanya sudah dilengkapi sayuran, jumlahnya masih tergolong kurang. Jika Sobat Greeners ingin ngemil, sebaiknya pilih buah saja.

2. Lokal

Aspek “Lokal” dalam panduan SELARAS menekankan pentingnya bahan makanan yang terjangkau dan mudah diakses. Menurut Jaqualine, bahan makanan di negara tropis, seperti Indonesia, jauh lebih bernutrisi dibandingkan negara non-tropis. Namun, banyak orang yang sering mengacu pada rekomendasi diet dari negara Barat, sehingga referensi mereka cenderung mengarah pada bahan makanan impor, seperti kiwi dan salmon.

Nah, Sobat Greeners, kita bisa kok untuk menemukan banyak makanan lokal yang nilai gizinya setara dengan produk impor. Misalnya, kandungan omega 3 dalam ikan kembung yang bahkan lebih tinggi daripada salmon. Hanya saja, ikan itu berbasis lokal dan harganya murah, maka sering  kali tidak menjadi pilihan. Padahal, Indonesia memiliki hidden gem. Sebutlah ubi ungu yang tinggi antioksidan dan sorgum yang padat gizi.

BACA JUGA: Yuk, Kenali 4 Fakta tentang Bahan Makanan Berkelanjutan!

Jaqualine menyebutkan banyak opsi pangan lokal yang tersedia di sekitar kita. Harganya murah, nutrisinya baik, dan sangat mudah diakses. Di setiap daerah pasti ada bahan makanan lokal yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat tanpa harus bergantung pada pangan impor.

3. Alami

Aspek “Alami” dalam panduan SELARAS berarti menghindari bahan yang dapat meracuni tubuh dalam jangka panjang. Terdapat dua hal yang dipertimbangkan dalam aspek ini. Pertama, bahan makanan harus diproduksi secara alami tanpa penggunaan pestisida dan pupuk kimia.

Kamu bisa memeriksa setiap produk untuk memastikan bahwa pangan tersebut diproduksi secara alami dengan cara melihat tanda sertifikasi, seperti organik, free range, dan grass fed.

Kedua, proses pengolahan makanan juga harus menggunakan bahan alami. Contohnya, apabila kita memasak sendiri, kita bisa memastikan bahan-bahan yang digunakan. Sebaliknya, makanan yang dibeli dari restoran atau kemasan sering mengandung banyak bahan tambahan sintetis, seperti pewarna, perasa, dan pengawet, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan.

4. Beragam

Aspek “Beragam” dalam panduan SELARAS menekankan bahwa pilihan sumber karbohidrat tidak harus terpaku pada nasi. Tahukah Sobat Greeners? Di Indonesia, terdapat 77 sumber karbohidrat dan 389 jenis buah lokal. Artinya, kita memiliki banyak pilihan untuk sumber energi.

Jaqualine mengungkapkan bahwa dengan menciptakan permintaan (demand) terhadap komoditas yang kurang populer, kita dapat memperluas pilihan makanan. Misalnya, jika biasanya kita menyantap nasi, cobalah menggantinya dengan ubi dua atau tiga kali seminggu secara konsisten.

5. Sadar

Aspek “Sadar” adalah kunci untuk menjalani pola makan sehat. Meskipun kita tahu gorengan tidak baik untuk kesehatan, godaan untuk mengonsumsinya sering kali muncul. Jaqualine menjelaskan bahwa kesadaran ini penting sebagai langkah awal untuk membuat pilihan makanan yang lebih baik.

“Kesadaran ini membuat kita jadi berpikir, kan? Sadar merupakan awal yang baik, yang kemudian menjadi kunci untuk makan sehat yang selaras dengan alam. Kita perlu menyadari dahulu kebutuhan kita, menyadari kenapa harus makan dengan prinsip “Seimbang”, menyadari dampak dari pilihan makanan kita terhadap alam dan kesehatan diri sendiri,” kata Jaqualine.

Dengan menerapkan mindful eating, yaitu makan dengan sadar, kita akan mulai merasakan dampak positif pada tubuh kita seiring waktu. Dari kesadaran ini, kita dapat mulai mengambil tindakan yang lebih baik dan secara alami beradvokasi untuk pola makan yang lebih sehat.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/ingin-makan-sehat-dan-berkelanjutan-yuk-terapkan-panduan-selaras/feed/ 0
Jangan Sepelekan Ambliopia pada Anak! Bisa Sebabkan Kebutaan https://www.greeners.co/gaya-hidup/jangan-sepelekan-ambliopia-pada-anak-bisa-sebabkan-kebutaan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jangan-sepelekan-ambliopia-pada-anak-bisa-sebabkan-kebutaan https://www.greeners.co/gaya-hidup/jangan-sepelekan-ambliopia-pada-anak-bisa-sebabkan-kebutaan/#respond Fri, 11 Oct 2024 04:59:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=44951 Mata malas atau ambliopia adalah salah satu penyebab hilangnya penglihatan. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini dapat berdampak buruk pada penglihatan, termasuk risiko kebutaan di usia dewasa. Dokter Spesialis […]]]>
Mata malas atau ambliopia adalah salah satu penyebab hilangnya penglihatan. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini dapat berdampak buruk pada penglihatan, termasuk risiko kebutaan di usia dewasa.

Dokter Spesialis Mata RS Mata Cicendo, Feti Karfiati Memed menjelaskan, ambliopia atau mata malas adalah penurunan perkembangan penglihatan yang terjadi ketika otak tidak menerima rangsangan normal dari mata.

“Hanya anak-anak yang bisa mengalami ambliopia. Jika tidak menerima terapi pada masa anak-anak, hal ini akan mengakibatkan hilangnya penglihatan secara permanen,” ujar Feti dalam konferensi pers Hari Penglihatan Sedunia, Senin (7/10).

BACA JUGA: Lima Cara Mengatasi Mata Lelah di Rumah

Ia menambahkan, penyebab umum hilangnya penglihatan pada orang dewasa, khususnya antara usia 20 hingga 70 tahun, termasuk ambliopia. Hal ini sering terjadi karena kurangnya pengobatan yang tepat pada masa anak-anak.

Penyebab ambliopia secara umum karena adanya kelainan refraksi yang tidak terkoreksi. Selain itu, strabismus atau mata juling juga berkontribusi pada kondisi ini. Katarak dan kelainan di dalam mata turut menjadi penyebab ambliopia.

 Ambliopia menjadi salah satu penyebab hilangnya penglihatan. Foto: Kemenkes

Ambliopia menjadi salah satu penyebab hilangnya penglihatan. Foto: Kemenkes

Pentingnya Skrining Penglihatan

Pemeriksaan penglihatan pada usia sekolah seringkali terlambat, karena dokter sulit menyembuhkan ambliopia setelah usia lima tahun. Selain itu, melakukan terapi setelah usia 8 hingga 10 tahun dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan permanen.

Anak-anak yang berisiko mengalami ambliopia antara lain mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan strabismus atau mata juling, mata malas, atau penggunaan kacamata sejak kecil. Riwayat medis seperti kelahiran prematur hingga perkembangan terlambat juga dapat meningkatkan risiko ambliopia.

Sobat Greeners juga perlu perhatikan riwayat masalah mata seperti mata juling, mata berair, ptosis, dan penglihatan kabur. Skrining bayi baru lahir juga sebaiknya dilakukan pada usia sekitar 35 bulan atau usia 0 – 2 tahun. Hal ini bertujuan untuk mengetahui riwayat kesehatan, termasuk masalah mata dalam keluarga.

BACA JUGA: Awas, Tidur Sore Bisa Menyebabkan 4 Masalah Kesehatan Serius

“Kemudian, cek penglihatan pergerakan mata atau adanya nistagmus, jadi matanya tidak diam, dia bergerak terus. Kemudian bagaimana posisi bola mata apakah ada juling, dan refleks pada kornea serta cover test untuk melihat ada juling atau tidak,” tutur Feti.

Skrining berikutnya dilakukan pada usia 36 hingga 47 bulan, atau sekitar 3 hingga 4 tahun. Pada usia ini, anak seharusnya mampu mengukur ketajaman penglihatannya dan dapat mengidentifikasi sebagian besar optotipe pada baris 20/50 di masing-masing mata.

Pada usia ini, anak seharusnya bisa mengukur ketajaman penglihatannya dengan baik. Anak juga dapat mengidentifikasi optotipe pada baris 20/50 di masing-masing mata. Pemeriksaan dilakukan pada jarak 10 kaki atau 3 meter, dan mata yang tidak diperiksa harus tertutup dengan benar.

Skrining selanjutnya lebih baik ketika anak berusia di atas 60 bulan. Pada fase ini, harapannya anak dapat mengidentifikasi optotipe pada baris 20/30 di setiap mata. Kemenkes menganjurkan skrining ulang setiap tahun untuk memastikan kesehatan penglihatan anak.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/jangan-sepelekan-ambliopia-pada-anak-bisa-sebabkan-kebutaan/feed/ 0
Jangan Abaikan Overthinking! Kenali 5 Risikonya bagi Kesehatan https://www.greeners.co/gaya-hidup/jangan-abaikan-overthinking-kenali-5-risikonya-bagi-kesehatan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jangan-abaikan-overthinking-kenali-5-risikonya-bagi-kesehatan https://www.greeners.co/gaya-hidup/jangan-abaikan-overthinking-kenali-5-risikonya-bagi-kesehatan/#respond Wed, 09 Oct 2024 03:04:40 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=44933 Overthinking atau berpikir berlebihan kini menjadi kebiasaan yang sering dihadapi oleh anak muda dalam kesehariannya. Hal ini dapat menjadi masalah serius. Sobat Greeners, jangan anggap remeh kebiasaan overthinking ini, karena […]]]>

Overthinking atau berpikir berlebihan kini menjadi kebiasaan yang sering dihadapi oleh anak muda dalam kesehariannya. Hal ini dapat menjadi masalah serius. Sobat Greeners, jangan anggap remeh kebiasaan overthinking ini, karena dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.

Dilansir Halodoc, overthinking adalah kecenderungan seseorang untuk memikirkan atau merenungkan sesuatu secara berlebihan atau berulang-ulang. Seringkali, mereka terjebak dalam siklus pemikiran yang sulit dihentikan, yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan emosional.

Jika kebiasaan kegelisahan dan kekhawatiran ini terus berlanjut, akan ada potensi dampak pada kesehatan fisik dan mental. Berikut beberapa dampak yang terjadi akibat berpikir berlebihan:

1. Berpengaruh pada Kinerja Otak

The Health Site melansir bahwa dampak berpikir berlebihan dan stres sangat berpengaruh pada kinerja otak. Stres dapat mempengaruhi organ ini secara mendalam, di mana kortisol dapat merusak dan membunuh sel-sel otak di hipokampus.

Selain itu, berpikir berlebihan secara kronis dapat mengubah fungsi otak dengan memengaruhi struktur dan konektivitasnya. Penelitian dari University of California, Berkeley menunjukkan bahwa stres kronis dapat menyebabkan masalah mental seperti kecemasan dan gangguan suasana hati.

2. Memengaruhi Sistem Pencernaan

Selain berpengaruh pada kinerja otak, overthinking atau berpikir secara berlebihan dapat memicu stres yang berdampak negatif pada sistem pencernaan. Paparan stres dapat menyebabkan berbagai masalah gastrointestinal, seperti penyakit radang usus, sindrom iritasi usus besar, perubahan motilitas gastrointestinal dan sekresi lambung, peningkatan permeabilitas usus, serta perubahan pada mikrobiota usus.

3. Merusak Kesehatan Kulit

Ketiga, kecemasan, stres, dan kebiasaan overthinking yang berkepanjangan dapat berdampak besar pada kesehatan kulit. Stres emosional akibat overthinking dapat memengaruhi atau bahkan memperburuk berbagai kondisi kulit, seperti psoriasis, dermatitis atopik, pruritus, alopecia areata, dan dermatitis seboroik.

Stres dapat memicu peradangan dalam tubuh, menyebabkan flare-up atau peningkatan gejala pada kulit. Sistem kulit yang kompleks, yang melibatkan interaksi antara sistem endokrin dan sistem kekebalan tubuh, juga dapat terpengaruh oleh stres kronis, memperburuk kondisi penyakit kulit tersebut.

4. Menekan Sistem Kekebalan Tubuh

Pernahkah kamu merasa sering jatuh sakit saat mengalami stres atau kecemasan? Ini disebabkan oleh pelepasan kortisol dalam tubuh akibat stres, yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ketika pertahanan alami tubuh tertekan, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

5. Naiknya Tekanan Darah

Selain empat dampak di atas, overthinking yang berkepanjangan dapat merampas ketenangan pikiran, memicu stres yang berpotensi menyebabkan peningkatan tekanan darah. Bahkan, hal ini bisa meningkatkan risiko masalah jantung, seperti stroke atau serangan jantung.

Tingkat stres yang tinggi juga dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol, dan kamu mungkin lebih cenderung mengadopsi kebiasaan tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol. Hal itu dapat berdampak negatif pada kesejahteraan secara keseluruhan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/jangan-abaikan-overthinking-kenali-5-risikonya-bagi-kesehatan/feed/ 0
Apakah Menipisnya Lapisan Ozon Berdampak pada Kesehatan? https://www.greeners.co/gaya-hidup/apakah-menipisnya-lapisan-ozon-berdampak-pada-kesehatan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=apakah-menipisnya-lapisan-ozon-berdampak-pada-kesehatan https://www.greeners.co/gaya-hidup/apakah-menipisnya-lapisan-ozon-berdampak-pada-kesehatan/#respond Thu, 19 Sep 2024 07:00:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=44782 Setiap tahun, pada tanggal 16 September, kita merayakan Hari Pelestarian Lapisan Ozon Internasional. Momen ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang pentingnya lapisan ozon, tetapi juga sebagai pengingat akan peran […]]]>

Setiap tahun, pada tanggal 16 September, kita merayakan Hari Pelestarian Lapisan Ozon Internasional. Momen ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang pentingnya lapisan ozon, tetapi juga sebagai pengingat akan peran krusialnya dalam melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.

Apa itu Lapisan Ozon?

Lapisan ozon yang terdiri dari tiga atom oksigen (O3), berada di stratosfer dan berfungsi sebagai perisai bagi Bumi. Ia melindungi kita dari paparan radiasi ultraviolet (UV) yang berbahaya dari matahari. Sayangnya, aktivitas manusia, seperti penggunaan bahan kimia berbahaya telah menyebabkan penipisan lapisan ozon yang berdampak negatif pada kesehatan.

Dampak Penipisan Ozon terhadap Kesehatan

Berdasarkan Jurnal ‘Pengaruh Penipisan Ozon terhadap Kesehatan Manusia’ dari UNY, ketika lapisan ozon menipis, jumlah radiasi UV yang mencapai permukaan Bumi meningkat. Hal ini membawa sejumlah konsekuensi serius bagi kesehatan manusia, di antaranya sebagai berikut.

1. Kanker Kulit

Halodoc melansir paparan sinar UV yang berlebihan dapat merusak sel-sel kulit, meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Gejala awal yang mungkin muncul termasuk benjolan atau bercak pada kulit yang tidak normal. Kesadaran akan risiko ini penting untuk mendorong kita melakukan perlindungan yang tepat, seperti menggunakan tabir surya dan pakaian pelindung.

2. Katarak

Penipisan ozon juga berhubungan dengan peningkatan risiko katarak, kondisi yang membuat lensa mata menjadi keruh. Meskipun katarak berkembang perlahan, dampaknya bisa sangat mengganggu penglihatan. Melindungi mata kita dari sinar UV dengan kacamata hitam yang sesuai adalah langkah sederhana namun efektif.

3. Pelemahan Sistem Daya Tahan Tubuh

Paparan radiasi UV dapat mempengaruhi sistem imun kita. Menurut World Health Organization (WHO), radiasi UV dapat mengubah aktivitas sel-sel yang bertanggung jawab terhadap respons imun, sehingga meningkatkan risiko infeksi. Oleh karena itu, menjaga kesehatan tubuh melalui pola makan yang sehat, olahraga teratur, dan cukup tidur sangatlah penting.

Mengapa Kita Harus Peduli?

Kesadaran akan pentingnya pelestarian lapisan ozon bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi lingkungan, tetapi juga tanggung jawab kita sebagai individu. Dengan memahami dampak penipisan ozon, kita dapat mengambil langkah-langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari untuk melindungi diri kita dan lingkungan.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

1. Mengurangi Penggunaan Kendaraan

Tahukah kamu? Emisi dari kendaraan bisa membahayakan keberadaan lapisan ozon seiring dengan banyaknya jumlah kendaraan. Maka dari itu, kita harus sama-sama untuk mulai beralih menggunakan transportasi umum.

2. Gunakan Produk Ramah Lingkungan

Hindarilah penggunaan bahan kimia berbahaya yang dapat merusak ozon. Kini saatnya kita semua beralih menggunakan produk ramah lingkungan.

3. Lakukan Aksi Lingkungan

Ikut serta dalam program pelestarian lingkungan dan kegiatan yang mendukung keberlanjutan lingkungan sangatlah penting untuk menjaga bumi ini lebih lestari. Kamu bisa melakukan aksi lingkungan ini dari hal-hal kecil, seperti menanam pohon dan memilah sampah di rumah.

Melalui kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat menjaga lapisan ozon dan melindungi kesehatan kita sendiri. Mari kita jaga Bumi dan diri kita agar tetap sehat!

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/apakah-menipisnya-lapisan-ozon-berdampak-pada-kesehatan/feed/ 0