Bakteri pada Sampah Pesisir Pantai Ancam Kesehatan Manusia

Reading time: 2 menit
Bakteri di pesisir pantai bisa mengancam kesehatan manusia terutama di saluran cerna. Foto: Shutterstock

Tidak hanya membahayakan lingkungan dan dapat mengancam kehidupan biota laut, tumpukan sampah pesisir pantai juga dapat mengancam kesehatan manusia. Baru-baru ini, tim peneliti dari Universitas Stirling di Skotlandia menemukan bahwa sampah pesisir mengandung banyak bakteri yang membahayakan kesehatan.

“Selain tidak sedap dipandang, sampah di kawasan pantai juga kaya akan bakteri berbahaya seperti E. coli dan Enterococcus,” papar pemimpin penelitian, Profesor Richard Quilliam, dalam rilis resmi mereka. “Kami juga menemukan bakteri vibrio yang dapat menyebabkan permasalahan pada perut.”

Untuk melakukan penelitian ini, tim peneliti mengambil sampel sampah pesisir pantai yang diperoleh dari sepuluh pantai di sepanjang muara Firth of Forth. Mereka mengumpulkan beberapa jenis sampah seperti sampah plastik, tisu bekas dan juga cotton buds. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel dari sampah tersebut tercemari oleh bakteri-bakteri yang berasal dari feses.

“Besar kemungkinan terdapat juga patogen manusia lainnya seperti norovirus, rotavirus, atau salmonella pada sampel sampah tersebut,” ujar peneliti lainnya, Rebecca Metcalf, Ph.D.

Para peneliti menyatakan bahwa bakteri yang mencemari sampah di kawasan pantai sebagian besar berasal dari sistem sanitasi yang buruk. Saluran pembuangan yang meluap akan mencemari perairan yang ada di sekitarnya, lalu pada akhirnya akan mencemari pantai hingga lautan.

Sampah Pesisir Pantai Sebabkan Diare Hingga Toksisitas

Peneliti juga menjelaskan bahwa kebanyakan dari bakteri pada sampah pesisir pantai dapat menimbulkan permasalahan kesehatan pada saluran pencernaan manusia. Diare dan sakit perut akut merupakan penyakit yang dapat disebarkan oleh sampah-sampah tersebut. Para peneliti masih meneliti kemungkinan-kemungkinan penyakit lainnya yang dapat timbul akibat bakteri pada sampah pantai. Mereka juga menemukan bahwa beberapa sampah plastik mengandung bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Selain dapat menyebabkan permasalahan kesehatan seperti diare dan sakit perut akut, studi lain juga menunjukkan bahwa sampah di kawasan pantai dapat menyebabkan toksisitas pada manusia. Sampah di pesisir pantai, khususnya sampah plastik, dapat menghasilkan racun berbahaya seperti timbal, kadmium, hingga merkuri. Racun-racun tersebut dapat memicu terjadinya permasalahan kesehatan serius seperti kanker, gagal ginjal dan juga cacat lahir.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Situs Resmi Universitas Stirling

EcoWatch

Teach The Earth

Top

You cannot copy content of this page