PSE UGM Salurkan PLTS Portabel di Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Reading time: 2 menit
PSE UGM salurkan PLTS portabel di wilayah terdampak bencana di Aceh. Foto: UGM
PSE UGM salurkan PLTS portabel di wilayah terdampak bencana di Aceh. Foto: UGM

Jakarta (Greeners) – Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) menyalurkan bantuan berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) portabel kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh. PLTS tersebut untuk memenuhi kebutuhan energi di tengah situasi darurat.

Tim telah menyerahkan PLTS portabel tersebut kepada masyarakat setempat dan terpasang di lokasi bencana pada Minggu (28/12). Rachmawan Budiarto mewakili PSE UGM mengungkapkan bahwa bantuan PTLS portable disalurkan di sejumlah lokasi. Di antaranya Patan Kemuning, Timang Gajah dan Simur, Mesidah Kabupaten Bener Meriah, serta Takengon Aceh.

Lebih lanjut, Rachmawan mengatakan perangkat tersebut merupakan pembangkit listrik surya portable berkapasitas 200 wattpeak (WP) sebanyak 3 paket. Pembangkit listrik surya ini dapat menyediakan sumber listrik mandiri dan ramah lingkungan. Ia berharap kehadiran pembangkit dapat menjadi source of alternative energy bagi masyarakat terdampak.

“Mudah-mudahan bisa membantu dan mendukung kebutuhan dasar khususnya untuk penerangan, pengisian perangkat komunikasi, serta operasional darurat lainnya saat sumber listrik PLN padam,” kata Rachmawan melansir Berita UGM, Jumat (9/1).

Rachmawan menambahkan bahwa dalam kondisi pascabencana, keterbatasan akses terhadap listrik sering kali menjadi tantangan utama dan kendala menuju proses pemulihan.

“Oleh karena itu, kami berharap bantuan pembangkit listrik surya portable mampu membantu menjaga ketersediaan energi dan mendukung upaya elektrifikasi di wilayah terdampak bencana Aceh,” tambahnya.

Pemanfaatan Energi Menjadi Solusi

Melalui kegiatan ini, PSE UGM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan ketahanan energi, termasuk pada situasi krisis dan kebencanaan. Pemanfaatan energi terbarukan dapat solusi yang relevan dan berkelanjutan. Terutama di wilayah yang mengalami gangguan infrastruktur energi konvensional.

“PSE UGM berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh. Selain itu, juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung proses pemulihan dan kebangkitan pascabencana melalui pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan,” terangnya.

Sebelumnya, UGM juga telah memasang sistem penjernih air bertenaga surya di RSUD Bener Meriah, Aceh. Upaya ini untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana, yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih dan listrik.

Pemasangan sistem penjernih air bertenaga surya ini tim lakukan berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan. Alat diprioritaskan untuk Posko Pengungsian Pantan Kemuning, Puskesmas Mesidah, serta Polindes di wilayah Simpur.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top