DLH DKI Apresiasi Program Pengumpulan e-Waste Kodam Jaya

Reading time: 2 menit
Pengumpulan e-Waste Kodam Jaya. Foto: DLH DKI
Pengumpulan e-Waste Kodam Jaya. Foto: DLH DKI

Jakarta (Greeners) — Upaya pengelolaan sampah elektronik (e-waste) secara terstruktur kembali institusi negara lakukan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengapresiasi program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi” inisiasi Kodam Jaya. Hal itu sebagai langkah konkret mencegah pencemaran lingkungan sekaligus menjadi percontohan pengelolaan limbah elektronik di Jakarta.

Melalui program tersebut, Kodam Jaya mengumpulkan limbah elektronik dari seluruh Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dan Satuan Non Kowil. Seluruh e-waste kemudian mereka serahkan kepada DLH DKI Jakarta. Selanjutnya, sampah tersebut DLH kelola sesuai standar limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menilai langkah ini sebagai inisiatif yang jarang dilakukan secara masif oleh satuan kerja.

“Ini langkah yang sangat baik. Ada satuan kerja yang secara terstruktur menginisiasi dan menggerakkan pengumpulan e-waste dalam skala besar. Kodam Jaya bisa menjadi pionir sekaligus role model bagi instansi lain di Jakarta,” ujar Asep.

E-Waste dan Ancaman Pencemaran

Sampah elektronik mengandung berbagai zat berbahaya, seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Jika terbuang sembarangan atau tidak terkelola sesuai prosedur, kandungan tersebut berisiko mencemari tanah dan air serta membahayakan kesehatan manusia.

Karena itu, pengumpulan dan pengelolaan e-waste secara resmi dan terkontrol menjadi bagian penting dari tata kelola lingkungan perkotaan. DLH DKI menilai perlu kolaborasi lintas institusi untuk menekan potensi pencemaran akibat meningkatnya konsumsi perangkat elektronik.

Asep berharap inisiatif serupa dapat direplikasi oleh instansi pemerintah, swasta, maupun lembaga lain di Jakarta. Selain itu, ia juga mendorong sistem pengumpulan e-waste yang rutin dan terstruktur di setiap institusi.

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Deddy Suryadi, menegaskan bahwa pengumpulan limbah elektronik merupakan bagian dari komitmen Kodam Jaya dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari pengamanan wilayah.

“Menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga memastikan tanah dan airnya tetap aman. Kami ingin sampah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Program ini berlangsung secara terorganisasi oleh seluruh satuan di lingkungan Kodam Jaya. Selain itu, dukungan Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya turut menggerakkan keluarga prajurit dan masyarakat untuk menyalurkan limbah elektronik melalui jalur resmi.

Secara keseluruhan, sebanyak 5.598,2 kilogram atau lebih dari 5,5 ton e-waste berhasil terkumpul. Selanjutnya, sampah tersebut DLH DKI Jakarta kelola sesuai ketentuan pengelolaan limbah B3 yang berlaku.

Penulis: Indiana Malia

Top