Bunga Mawar, Simbol Cinta yang Bermanfaat bagi Kesehatan

Reading time: 4 menit
bunga mawar
Bunga Mawar, Simbol Cinta yang Bermanfaat bagi Kesehatan. Foto: Shutterstock.

Tidak hanya cantik sebagai tanaman hias, sekuntum atau seikat bunga mawar yang Anda berikan kepada seseorang juga bisa menjadi simbol cinta dan ungkapan rasa sayang. Mau tahu fakta menarik lain terkait bunga bergenus Rosa ini? Yuk, simak ulasan lengkap dari Greeners di bawah!

Rose atau mawar adalah sejenis tumbuhan semak yang memiliki lebih dari 100 ragam spesies. Bunga ini tumbuh subur di kawasan yang sejuk, serta mampu merambat sampai pada ketinggian 20 m.

Sejak dulu kala, bunga berordo Rosales ini menjadi lambang cinta dan persahabatan. Dalam bahasa bunga, ia adalah media untuk mengkomunikasikan perasaan yang tak bisa kita utarakan dengan kata-kata.

Itu sebabnya, jangan heran jika bunga mawar laris-manis saat perayaan Hari Kasih Sayang. Berkat nilai ekonomisnya, banyak publik yang tertarik membudidayakan flora yang satu ini.

Morfologi dan Ciri-Ciri Bunga Mawar

Ciri-ciri bunga mawar tentu dapat kita kenali dari warnanya. Corak tanaman tersebut sangat khas dengan variasi warna yang beragam, seperti merah, kuning, putih, oranye dan sebagainya.

Sama seperti tinggi dan panjang daunnya, perbedaan warna bunga bergantung pada spesiesnya. Sebagian besar memiliki daun sepanjang 5-15 cm, dengan jumlah anak daun berkisar 3-13 helai.

Daun tersebut tumbuh secara bersilangan dan berkelamin ganda. Ia juga mempunyai daun penumpu yang tampak kuncup di bagian pangkal, serta memiliki banyak benang sari dan juga putik.

Dari sekian banyak varietas mawar, hanya Rosa sericea yang memiliki empat daun mahkota. Sedang, biasanya daun mahkota yang terdapat pada bunga tersebut berjumlah lima helai.

Panjang tangkai bunga mawar bisa mencapai 2,5 cm, warnanya tampak abu-abu dengan kelopak berbentuk lonceng. Bentuk bunga sendiri umumnya bulat, terletak di ujung batang atau cabang.

Secara umum flora ini sebenarnya tidak beracun, akan tetapi kita perlu waspada terhadap bagian batangnya. Sebab terdapat duri-duri tajam yang menjadi organ pelindung bagi tumbuhan tersebut.

bunga mawar

Corak tanaman ini sangat khas dengan variasi warna yang beragam, seperti merah, kuning, putih, oranye dan sebagainya. Foto: Shutterstock.

Habitat, Persebaran, dan Jenis Bunga Mawar

Menurut penelitian, bunga mawar mulanya berasal dari dataran Cina, Timur Tengah, dan Eropa Timur. Dalam perkembangannya mereka menyebar luas di daerah beriklim dingin dan juga panas.

Proses masuknya tanaman mawar ke Indonesia sendiri dibawa oleh orang-orang Belanda. Saat itu, orang-orang Belanda menanam bunga ini di daerah beriklim sejuk, seperti di Lembang dan Cipanas. Dari daerah-daerah tersebut mawar lantas menjadi komoditas yang beredar sampai ke pelosok negeri. Setelah Indonesia merdeka, orang Belanda meninggalkan kebun-kebun bunga yang kembali ke tangan para pribumi.

Berdasarkan jurnal Universitas Negeri Yogyakarta, pengelompokkan berbagai jenis bunga mawar terbagi berdasarkan habitat dan persebarannya. Agar lebih jelas, berikut penjabarannya.

Jenis-Jenis Bunga Mawar berdasarkan Asalnya

  • Eropa: Rosa alba, Rosa canina, Rosa gallica, Rosa chnamomea, Rosa cettifolia, Rosa spinosissma, dan Rosa wichuraiana.
  • Amerika Serikat: Rosa cinemoemea, Rosa nitida, dan Rosa california.
  • Timur Tengah: Rosa fetida, Rosa fetida bicolor, Rosa fetida perciana, Rosa feicikoana, dan Rosa damascena.
  • Cina: Rosa chinensis, Rosa liviegata, Rosa gigantean, Rosa primula, Rosa mulluganii, Rosa sericana pteracantha, Rosa hugonis, dan Rosa banksiae lutea.
  • Jepang: Rosa roxburghii, Rosa roxburghii hirthua, Rosa aciculaisis nipponensis, Rosa mulitiflora, Rosa wichuraina, Rosa rugosa, Rosa uchiyamana, Rosa jasminoidesu, dan Rosa fujisanesis.
bunga mawar

Menurut penelitian, bunga mawar mulanya berasal dari dataran Cina, Timur Tengah, dan Eropa Timur. Foto: Pixabay.

Cara Menanam dan Merawat Bunga Mawar

Melansir laman Distan Kabupaten Buleleng, setidaknya ada dua cara menanam bunga mawar, yakni langkah pembibitan dan langkah penanaman.

1. Mempersiapkan Bibit

Kita bisa menghasilkan bibit bunga tersebut melalui stek batang, okulasi, cangkok hingga menanam bijinya. Bila lewat media polybag, cara menanamnya mirip seperti menanam cabai di dalam pot.

2. Persiapkan Lahan dan Media Tanam

Buatlah lubang-lubang dengan diameter 15 cm dan kedalaman 35 cm pada lahan yang telah disediakan. Lalu, tanam bibit bunga tersebut dan siram dengan air sampai tanah cukup basah.

Langkah dan Cara Merawat Bunga Mawar:

  • Bersihkan permukaan tanah dari rumput liar dan gulma secara teratur;
  • Tambahkan pupuk 3-4 bulan sekali dengan dosis sesuai kondisi tanaman. Langkah pemupukan sendiri bisa menggunakan jenis pupuk NPK sebanyak 5 g per tanaman;
  • Sirami lahan pada pagi dan sore hari saat suhu udara tidak terlalu panas; dan
  • Lakukan langkah pemangkasan secara teratur untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Cara ini juga dilakukan demi mengaja keremajaan dan kesehatan tumbuhan.

Manfaat Bunga Mawar bagi Kesehatan

Menurut Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI), mawar merupakan salah satu tanaman yang memiliki ekonomi tinggi serta dapat dibudidayakan secara komersial sesuai permintaan pasar.

Budidaya bunga ini dapat Anda lakukan sebagai hobi ataupun untuk kegiatan agrobisnis. Sudah banyak sumber dan penelitian yang menonjolkan keunggulan dari bunga yang satu ini.

Bunga mawar mengandung vitamin A, B3, C, D dan E yang bertindak melawan infeksi, serta mengandung fenolat yang diyakini memiliki sifat anti-inflamasi.

Berdasarkan penelitian para ahli, bagian kelopak mawar mampu mengurangi risiko penyakit jantung, membantu melawan kanker dan diabetes, serta meningkatkan penglihatan.

Di pasaran, produk teh berbahan dasar Rosa juga marak kita temui. Biasanya bagian yang menjadi bahan olahan teh adalah petalnya, sedang kelopak bunga tidak terpakai karena rasanya yang pahit.

Taksonomi Bunga Mawar

taksonomi bunga mawar

 

Referensi

Nur Hidayah, Universitas Muhammadiyah Malang

Basrulah, Universitas Negeri Yogyakarta

Dinas Pertanian Kabupatan Buleleng

Penulis: Yuhan Al Khairi, Sarah R. Megumi

 

Top
You cannot copy content of this page