Jakarta (Greeners) – Air bersih berperan penting dalam menjaga kesehatan ayam dan kualitas telur. Menjawab masalah kontaminasi bakteri pada air minum ternak, peneliti IPB University mengembangkan filter zeolit antimikroba yang mampu meningkatkan produktivitas ayam hingga lima persen.
Zaenal Abidin dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University mengembangkan inovasi ini. Menurut Zaenal, sumber air minum dan sanitasi yang kurang baik di peternakan ayam sering kali menyebabkan kontaminasi bakteri.
Selama ini, salah satu cara yang umum peternak lakukan adalah menambahkan kaporit ke dalam air minum. Namun, cara tersebut berpotensi membunuh bakteri baik yang ayam butuhkan dan berdampak pada lingkungan sekitar.
“Dengan latar belakang kondisi itu, kami membuat inovasi zeolit antimikroba. Filter ini untuk membunuh bakteri di dalam media air dengan memanfaatkan material zeolit,” ujar Zaenal mengutip Berita IPB, Selasa (6/1).
Zeolit merupakan batuan alam yang secara ilmiah terkenal sebagai alumino silikat, yaitu batuan yang mengandung aluminium dan silikat. Batuan ini ada banyak di Indonesia, salah satunya di wilayah pantai selatan Pulau Jawa. Zeolit memiliki sifat khas berupa kemampuan mengikat kation, sehingga jenis kation di dalamnya dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.
“Karena bisa mengikat kation, zeolit ini dapat kita manfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari menyimpan hara pertanian hingga membunuh bakteri. Potensinya besar sebagai alternatif filter air antibakteri untuk menggantikan kaporit,” tambahnya.
Filter Zeolit Antimikroba Terbuat dari Batuan Zeolit
Filter zeolit antimikroba ini terbuat dari batuan zeolit alam berukuran sekitar tiga milimeter yang telah melalui proses aktivasi. Dalam penggunaannya, zeolit tersebut dipasang dalam bentuk cartridge dan dilengkapi housing filter agar proses penyaringan air minum ayam berjalan lebih optimal.
Pemilihan ukuran zeolit menjadi aspek penting dalam menentukan kinerja filter. Meski zeolit berbentuk serbuk memiliki luas permukaan lebih besar, penggunaannya berisiko menghambat aliran air karena mudah menyebabkan penyumbatan.
“Kalau sudah menyumbat, saya yakin peternak tidak akan mau menggunakan. Karena itu, kami gunakan zeolit berbentuk granul sekitar tiga milimeter agar aliran air tetap lancar,” jelasnya.
Hasil penerapan filter zeolit antimikroba menunjukkan bahwa air minum di peternakan ayam tidak terdeteksi bakteri. Selain itu, telur yang dihasilkan juga bebas bakteri, dengan peningkatan produktivitas ayam bertelur mencapai lima persen.
Melalui inovasi ini, Zaenal berharap peternak dapat memastikan ternaknya memperoleh air minum yang bersih, aman, dan berkualitas. Pada akhirnya, penggunaan filter zeolit antimikroba berkontribusi langsung pada peningkatan kesehatan unggas serta kualitas dan kuantitas telur.
Penulis: Dini Jembar Wardani
Editor: Indiana Malia











































