Aktivis Kpop4Planet Asal Indonesia Masuk Daftar National Geographic 33

Reading time: 2 menit
Aktivis Kpop4Planet asal Indonesia masuk daftar National Geographic 33. Foto: NG33
Aktivis Kpop4Planet asal Indonesia masuk daftar National Geographic 33. Foto: NG33

Jakarta (Greeners) — Penggemar K-pop sekaligus aktivis lingkungan dari Kpop4Planet, Nurul Sarifah dan Hyekyeong Kim, terpilih dalam daftar National Geographic 33 (NG33) tahun ini. Mereka termasuk dalam 33 individu berpengaruh yang berkontribusi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi dunia.

Pemilihan ini dilakukan langsung oleh majalah ternama National Geographic. Nurul merupakan warga asal Indonesia yang pertama berhasil masuk dalam daftar tersebut, sejajar dengan tokoh publik seperti aktor legendaris Harrison Ford dan perancang busana Stella McCartney atas kontribusi mereka terhadap perlindungan lingkungan.

Nurul dan Kim, penggemar K-pop generasi pertama asal Korea Selatan, terpilih dalam kategori “Visioner”. Keduanya mendirikan Kpop4Planet, sebuah platform digital sekaligus gerakan global yang mendorong penggemar K-pop untuk terlibat dalam aksi iklim.

Kpop4Planet sebelumnya juga telah meraih pengakuan internasional. Pada 2023, mereka masuk dalam daftar 100 perempuan berpengaruh versi BBC. Kemudian pada 2024, mereka terpilih sebagai bagian dari 100 tokoh iklim oleh media Inggris, The Independent.

Sejak diluncurkan pada 2021, Kpop4Planet telah mengorganisasi berbagai kampanye yang melibatkan lebih dari 85.000 partisipan dari lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Nurul mengatakan bahwa penghargaan ini membuktikan bahwa penggemar K-pop tiada henti memperjuangkan masa depan mereka dari memburuknya krisis iklim. “Para penggemar telah berhasil menekan perusahaan besar seperti Hyundai untuk menghentikan penggunaan batu bara,” ujar Nurul, pendiri Kpop4Planet dan juru kampanye yang memimpin ‘Hyundai, Drop Coal’.

Tokoh publik yang terpilih untuk NG33 sebelumnya termasuk pendiri Patagonia, Yvon Chouinard, aktris Selena Gomez, dan sutradara film Adam McKay. Nurul dan Kim terpilih bersama dengan tokoh lainnya dari berbagai negara, termasuk ilmuwan, seniman, dan aktivis di bidang iklim dan lingkungan.

Gerakan Pantang Menyerah

Sementara itu, Kim mengungkap rasa syukur atas pengakuan terhadap pencapaian penggemar K-pop yang telah mengubah perusahaan dan pemeirntah demi keadilan iklim.

“Solidaritas kreatif penggemar menunjukkan betapa mendesaknya krisis iklim yang semakin memburuk. Oleh karena itu, kami akan terus mendedikasikan diri sebagai wadah untuk menggalang energi tersebut,” ujar Kim.

Di sisi lain, Kim dan Nurul telah memperkenalkan Kpop4Planet sebagai gerakan iklim dari penggemar K-pop yang pantang menyerah untuk mendorong perubahan. Terutama dari perusahaan-perusahaan besar.

National Geographic menyorot kampanye ikonik “Hyundai, Drop Coal” yang mereka gaungkan. Kampanye tersebut membuahkan hasil dalam membatalkan perjanjian pembelian alumunium Hyundai Motor dengan Adaro Minerals Indonesia yang akan diproduksi oleh PLTU batu bara di Kalimantan. Selain itu, kampanye ‘K-pop Carbon Hunters’ yang bertujuan untuk mewujudkan konser K-pop berbasis energi terbarukan turut menarik perhatian.

Saat ini, Kpop4Planet mendorong salah satu bank ternama Korea Selatan, Hana Bank. Mereka meminta agar Hana Bank segera berhenti mendanai proyek nikel yang ditenagai PLTU batu bara di Pulau Obi.

Mengacu laporan Market Forces, Hana Bank telah mengucurkan pembiayaan US$ 84 juta ke Grup Harita per tahun 2023. Harita Group saat ini sedang membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 1,6 GW di Pulau Obi. Rencananya, pengoperasian tersebut akan meluas menjadi lebih dari 4 GW.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top