Jakarta (Greeners) – Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum di Kulon Progo kini tak lagi sepenuhnya bergantung pada energi berbasis fosil. Sumber listrik di pesantren tersebut kini berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang memanfaatkan energi matahari.
Pesantren ini terletak di tengah kepungan hutan jati seluas kurang lebih 5.000 meter persegi. Sebagian besar lahannya masih berupa area hutan. Hanya terlihat beberapa bangunan semi permanen yang menyatu dengan berbagai aktivitas para santri.
Di bagian paling depan, bersebelahan dengan gerbang masuk pesantren, terdapat musala sebagai tempat pemenuhan kebutuhan spiritual warga pesantren. Berjarak sekitar 20 langkah dari musala, berdiri bangunan utama multifungsi. Di tempat inilah para santri banyak menghabiskan waktu, mulai dari mengaji, belajar, berkumpul, hingga melakukan berbagai aktivitas lainnya.
Menurut pengasuh Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum, Abdul Fatah, lokasi pesantren yang berada di tengah hutan menyebabkan aliran listrik PLN tidak dapat termanfaatkan secara maksimal. Akibatnya, sejumlah aktivitas santri pada malam hari kerap terganggu.
“Saat mengaji atau tadarus, beberapa kali santri harus gelap-gelapan,” ujarnya.
Pemasangan panel surya ini berlangsung kolaboratif oleh beberapa pihak, di antaranya 1000 Cahaya bersama Kitabisa.org dan GreenFaith Indonesia.
Abdul mengatakan, seiring dinamika kehidupan di dalam pondok, kebutuhan listrik menjadi salah satu penopang utama aktivitas harian. Berbagai perangkat digunakan untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran kegiatan, mulai dari lampu penerangan, kulkas, magic com, sound system, pompa air, televisi, mesin cuci, setrika, hingga kipas angin.
“Semua peralatan tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari ritme kehidupan pondok, dari pagi hingga malam hari,” ucapnya.
Tak heran, kebutuhan energi listrik pun cukup besar. Setiap bulan, pondok pesantren ini mengeluarkan biaya sekitar Rp600.000 untuk membayar tagihan listrik PLN. Angka tersebut mencerminkan betapa pentingnya listrik dalam mendukung aktivitas pendidikan, ibadah, dan kehidupan sehari-hari para santri.
Kurangi Biaya Listrik
Sementara itu, Wakil Direktur 1000 Cahaya, Sudarto M. Abukasim, mengatakan bahwa pemasangan panel surya juga bertujuan mengurangi biaya konsumsi listrik yang membebani operasional pesantren. Langkah ini sekaligus menjadi upaya konkret dalam mendorong efisiensi energi dan menjaga kelestarian ekosistem bumi.
“Melalui kegiatan pemasangan solar panel di Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum Kulon Progo ini, kita belajar bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang penuh kesadaran—mengubah sinar matahari menjadi energi, mengubah kepedulian menjadi aksi nyata, serta menghadirkan panel surya sebagai wujud sedekah energi yang diinisiasi oleh 1000 Cahaya, Kitabisa.org, dan GreenFaith Indonesia,” ujar Sudarto.
Menurut Sudarto, inisiatif ini merupakan salah satu upaya menjadikan pesantren sebagai pusat inspirasi menuju masa depan yang mandiri, bersih, dan berkelanjutan.
Penulis: Dini Jembar Wardani
Editor: Indiana Malia











































