GOB: Penyumbat Telinga Ramah Lingkungan dari Miselium

Reading time: 2 menit
GOB, penyumbat telinga ramah lingkungan dari Miselium. Foto: Yanko Design
GOB, penyumbat telinga ramah lingkungan dari Miselium. Foto: Yanko Design

Penyumbat telinga busa merupakan salah satu barang yang kerap digunakan, terutama saat menghadiri konser atau bepergian dengan pesawat. Namun, di balik fungsinya yang melindungi pendengaran, produk ini juga menyumbang timbulan sampah plastik karena umumnya sekali pakai.

Selama lebih dari setengah abad, penyumbat telinga berbahan busa digunakan secara luas tanpa disadari dampak lingkungannya. Setelah digunakan, produk ini sering kali langsung dibuang dan berakhir menjadi limbah plastik yang sulit terurai.

Menjawab permasalahan tersebut, perusahaan asal San Francisco, GOB, menghadirkan inovasi penyumbat telinga berbahan dasar miselium. Miselium merupakan jaringan akar jamur yang memiliki struktur kompleks. Ia bisa dimanfaatkan sebagai material alternatif yang ramah lingkungan.

Produk ini dirancang untuk menyumbat telinga, tetapi dengan siklus hidup yang jauh berbeda. Tidak seperti produk berbasis plastik, penyumbat telinga ini dapat dikomposkan dan kembali ke tanah sebagai nutrisi.

GOB mengembangkan material ini tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Mereka menyebutnya sebagai busa biofabrikasi berbahan tunggal, yang berarti tidak mengandung pengikat maupun aditif tambahan. Material miselium bersifat lembut dan berpori, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan saluran telinga tanpa tekanan ekspansi berlebih seperti busa memori.

Perusahaan mengklaim produk ini memiliki rentang perlindungan frekuensi antara 12 hingga 25 desibel, sehingga cocok untuk kebutuhan umum seperti konser maupun lingkungan dengan tingkat kebisingan tinggi.

Strategi Distribusi

Sementara itu, dalam memasarkan produknya, GOB memilih pendekatan yang berbeda. Alih-alih bersaing di rak apotek, mereka menjalin kemitraan dengan penyelenggara acara besar seperti AEG Live dan Bowery Presents.

Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan popularitas produk sekaligus mendorong permintaan dari publik. GOB juga menyadari bahwa mengubah perilaku konsumen bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, mereka berfokus pada inovasi material yang lebih berkelanjutan tanpa mengorbankan fungsi utama produk, yakni melindungi pendengaran.

Inovasi GOB ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mengurangi polusi plastik. GOB membuktikan bahwa alam memiliki potensi sebagai solusi yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top