Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati. Dari kekayaan itu ada banyak potensi yang terselubung di Pulau Lingga, salah satunya baru-baru ini peneliti IPB University menemukan potensi tanaman kangkung katup (Phanera semibifida) sebagai antidiabetes dan antioksidan.
Business Innovation Center (BIC) tahun 2025 merilis riset tersebut dan masuk dalam 117 Inovasi Indonesia. Tim peneliti inovasi tersebut terdiri dari Meyla Suhendra, Berry Juliandi, Huda Darusman, Siti Sa’diah, dan Fitmawati.
Peneliti dalam riset ini mengungkap bahwa tanaman kangkung katup saat ini masih belum banyak terbudidayakan secara luas. Namun, masyarakat di Pulau Lingga telah lama memanfaatkannya sebagai bahan utama minuman herbal pahit. Mereka mempercayai bahwa tanaman ini memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan, termasuk memberikan efek awet muda dan umur panjang.
Salah satu peneliti, Berry menjelaskan bahwa inovasi ini memanfaatkan ekstrak batang kangkang katup yang mengandung senyawa polifenol. Senyawa tersebut berfungsi menghambat enzim α-glukosidase. Selain itu, juga mampu menekan kadar glukosa darah (antihiperglikemik) sekaligus berperan sebagai antioksidan, khususnya bagi penderita prediabetes dan diabetes tipe 2.
“Berdasarkan analisis in vitro dan in vivo, ekstrak batang kangkang katup terbukti efektif menurunkan kadar glukosa darah dan aman pada uji toksisitas akut,” ujar Berry melansir Berita IPB, Senin (30/3).
Berpotensi Jadi Obat Herbal
Menurut Berry, inovasi ini berpotensi menjadi obat herbal terstandar berbasis sumber daya alam lokal. Obat herbal dari tanaman tersebut bisa bermanfaat untuk terapi antihiperglikemia. Selain itu, ekstraknya juga punya potensi sebagai antioksidan alami guna mencegah stres oksidatif pada penderita diabetes.
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dengan jumlah penderita yang terus meningkat secara global. Pada 2024, tercatat sekitar 589 juta orang di dunia mengidap diabetes. Indonesia termasuk dalam lima negara dengan jumlah penderita tertinggi, yakni mencapai 20,4 juta orang.
Selama ini, kata dia, terapi diabetes sering kali menggunakan obat-obatan kimia. Hal ini berpotensi menimbulkan efek samping seiring peningkatan penggunaannya. Kendati demikian, kondisi tersebut mendorong pengembangan alternatif pengobatan berbasis herbal yang efektif dan minim efek samping, salah satunya melalui inovasi kangkang katup ini.
Penulis: Dini Jembar Wardani
Editor: Indiana Malia











































