Mode
Tampilan sepatu Pink Oxfords yang ditujukan untuk wanita ini nampak cantik dan chic. Namun siapa sangka, dibalik keindahannya tersimpan pesan yang mulia dalam sepatu ini.
Kiniho didirikan oleh Iba Mallai pada tahun 2016 di India Timur Laut. Dalam mendirikan rumah fesyennya, Iba berprinsip untuk menciptakan fesyen yang trendi namun tetap ramah terhadap kehidupan sosial dan lingkungan.
Dewasa ini, kacamata hitam hadir dalam berbagai bentuk dan warna yang lebih variatif. Tak hanya itu, bahan pembuat gagang kacamata juga kini lebih beragam lho.
Merasa kedinginan selama musim dingin ternyata bisa mendatangkan inspirasi, ini yang terjadi pada Yoni van Oorsouw dan Manon van Hoeckel. Inspirasi itu juga terkait dengan selimut wol bekas.
Dalam upaya mengurangi jumlah sampah botol plastik, Hamilton Perkins menghadirkan koleksi tas serbaguna yang terbuat dari 100 persen botol plastik bekas yang didapatkan dari Haiti.
Biasanya, perhiasan yang dianggap menarik identik terbuat dari emas ataupun batu permata. Namun 31 Bits mampu mengubah kertas bekas menjadi sebuah perhiasan dengan nilai jual yang tinggi.
Sony mendaur ulang limbah kabel menjadi travel accessories atau aksesoris untuk bepergian. Produk travel accessories ini dinamakan “Fashion Unplugged”.
Norton Point perusahaan asal Amerika Serikat memiliki misi untuk mengurangi volume sampah plastik di laut. Mereka mengubah sampah plastik laut menjadi kacamata hitam yang keren.
Tidak seperti model pakaian khas Afrika pada umumnya, Panâh menampilkan koleksi pakaian dengan sentuhan khas Afrika yang berbeda. Panâh juga mengusung prinsip produksi fesyen yang beretika.
Dengan mengglobalnya gerakan hijau dalam dunia fesyen, kini muncul sebuah brand fesyen hijau yang mendukung “modest fashion”. Melalui merek ini, diciptakan hijab dengan warna-warna lembut dalam seri “The Green Hijab”.
Dari Filipina, muncul sebuah produsen “tote bag” dengan misi khusus bagi lingkungan. Pendirinya menginginkan prinsip “bring your own bag” diterapkan oleh setiap orang.
Kain ramah lingkungan nampaknya terus berkembang dari material yang tidak disangka-sangka. Kali ini, apa yang dilakukan oleh desainer Adriana Santanocito, pemilik merek Salvatore Ferragamo, bagi dunia mode harus diapresiasi.
Hennes dan Mauritz AB, pendiri H&M, berkomitmen untuk ikut mengemban tanggung jawab melindungi lingkungan hidup. Salah satunya adalah dengan program “Bring It On” yang menampung busana dengan nilai guna yang turun karena rusak atau noda.










































