Lima Barang di Rumah yang Wajib Diganti untuk Hindari Mikroplastik

Reading time: 2 menit
Ilustrasi menggunakan barang di rumah. Foto: Freepik
Ilustrasi menggunakan barang di rumah. Foto: Freepik

Memasuki tahun baru 2026, banyak orang mulai menuliskan resolusi hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Mulai dari pola makan, gaya hidup, hingga mengurangi sampah. Namun, pernahkah terpikir untuk mengganti barang di rumah demi menghindari mikroplastik sebagai bagian dari resolusi tahun ini?

Sobat Greeners, ini momen yang tepat untuk mulai lebih sadar pada barang-barang yang kita gunakan sehari-hari. Tanpa kita sadari, peralatan rumah tangga berbahan plastik justru menjadi sumber mikroplastik yang perlahan mencemari lingkungan, bahkan tubuh kita sendiri.

Berbagai riset menunjukkan bahwa mikroplastik kini ditemukan hampir di mana-mana. Mulai dari air minum, air hujan, udara, hingga telah mengontaminasi tubuh manusia. Paparan ini datang dari kebiasaan kecil yang terus berulang setiap hari. Oleh karena itu, tahun 2026 bisa menjadi langkah baru untuk mulai mengganti barang-barang berisiko dengan pilihan yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Berikut lima barang di rumah berbahan plastik yang patut kamu tinggalkan!

1. Wadah Makanan Plastik

Melansir earth.org, wadah makanan plastik, terutama yang sudah tua atau tergores, berpotensi melepaskan zat berbahaya seperti BPA, ftalat, PFAS, hingga mikroplastik ke dalam makanan. Risiko ini meningkat ketika wadah terkena panas, misalnya saat digunakan di microwave, atau saat menyimpan makanan berlemak dan asam.

Plastik hitam, kemasan makanan cepat saji, hingga wadah bertanda “aman untuk microwave” kerap mengandung lapisan kimia tambahan yang dampak jangka panjangnya bagi kesehatan masih menjadi tanda tanya. Untuk mengurangi risiko paparan, kamu bisa menggunakan  wadah berbahan kaca, baja tahan karat, atau silikon kelas platinum yang lebih stabil dan tahan panas untuk wadah makanan.

2. Talenan Plastik

Talenan plastik masih menjadi pilihan banyak orang karena ringan dan praktis. Namun, tahukah kamu? Setiap goresan pisau di permukaannya dapat melepaskan partikel mikroplastik yang berisiko ikut masuk ke bahan makanan.

Tanpa kita sadari, aktivitas memasak sehari-hari pun bisa menjadi jalur paparan mikroplastik. Sebagai alternatifnya, kamu dapat menggunakan talenan berbahan kayu atau bambu dapat membantu mengurangi potensi kontaminasi sekaligus lebih ramah lingkungan.

3. Spons Cuci Piring

Kini kebanyakan orang masih menggunakan spons cuci piring yang beredar di pasaran, tetapi tahukah kamu? Spons tersebut berbahan plastik yang berpotensi melepaskan serat mikroplastik setiap kali digunakan. Partikel ini kemudian mengalir ke saluran air dan sering kali lolos dari sistem pengolahan limbah, lalu berakhir di sungai dan laut.

Dengan demikian, kini sudah saatnya kamu mengganti spons cuci piring untuk mencuci peralatan makan sehari-hari. Kamu bisa mengganti spons berbahan plastik tersebut dengan penggunaan loofah alami, spons selulosa biodegradable, atau sikat dari serat kelapa.

4. Sikat Gigi Plastik

Sebagian besar sikat gigi terbuat dari bulu nilon dan gagang polipropilen yang hampir tidak bisa terurai secara alami. Karena ukurannya kecil dan bahannya campuran, sikat gigi juga sulit didaur ulang dan hampir selalu berakhir di tempat pembuangan akhir atau lautan.

Untuk mengurangi dampaknya, kamu bisa mulai beralih ke sikat gigi bambu atau menggunakan sikat gigi elektrik dengan kepala yang dapat diganti sehingga limbah plastik yang dihasilkan lebih sedikit.

5. Peralatan Masak Plastik

Spatula dan sendok plastik rentan rusak saat bersentuhan dengan suhu tinggi, terutama ketika mengaduk makanan berminyak atau menumis. Kerusakan ini melepaskan mikroplastik serta zat aditif kimia ke dalam makanan, yang diketahui atau diduga dapat mengganggu sistem hormon.

Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa peralatan masak plastik menyumbang ribuan mikroplastik ke dalam makanan manusia setiap tahunnya. Untuk aktivitas memasak sehari-hari, peralatan berbahan kayu, bambu, atau baja tahan karat bisa menjadi pilihan kamu untuk mencegah paparan tersebut.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top