Desainer Denmark Kembangkan Pintu Ramah Lingkungan Berbahan Jamur

Reading time: 2 menit
Desainer Denmark mengembangkan pintu ramah lingkungan berbahan jamur. Foto: Yanko Design
Desainer Denmark mengembangkan pintu ramah lingkungan berbahan jamur. Foto: Yanko Design

Membayangkan pintu yang tidak terbuat dari kayu, melainkan dari jamur, mungkin terdengar mustahil. Namun, perusahaan miselium asal Denmark, Rebound, bersama studio arsitektur Det Levende Hus, berhasil mewujudkan inovasi tersebut melalui pintu yang “tumbuh” dari jamur.

Pintu ini diklaim sebagai yang pertama di dunia yang dibudidayakan dari miselium (struktur akar jamur). Meski masih dalam tahap prototipe, produk ini merupakan bagian dari koleksi pintu interior dengan desain modern dan berbahan ramah lingkungan.

Melansir Yanko Design, Rebound mengembangkan struktur miselium dengan menumbuhkannya dalam cetakan khusus. Proses ini menghasilkan panel yang kaku namun ringan, serta memiliki kemampuan peredam suara alami. Inti miselium tersebut kemudian dibungkus dalam kerangka kayu daur ulang, termasuk sisa potongan dari produsen lantai Denmark, Dinesen. Dengan demikian, pintu ini meminimalkan limbah material dari awal hingga akhir produksi.

Salah satu pendiri Rebound, Jon Strunge, menyebut inovasi ini sebagai tantangan terhadap ketergantungan industri konstruksi pada kayu keras yang tumbuh lambat. Ia menekankan bahwa material berbasis miselium yang regeneratif dan berkinerja tinggi, membuka peluang baru bagi pengembangan komponen bangunan yang inovatif dan berskala besar.

Proses pertumbuhan miselium ini memakan waktu sekitar dua minggu dan dirancang agar dapat diproduksi secara industri. Artinya, pintu ini tidak hanya sebatas eksperimen, tetapi berpotensi diproduksi secara massal.

Keunggulan lain dari desain ini adalah sifatnya yang adaptif. Warna dan tekstur permukaan dapat diatur selama proses pertumbuhan, sehingga tidak memerlukan tahap finishing tambahan. Prototipe saat ini memiliki permukaan halus dan lembut, namun materialnya juga dapat diubah warna atau dilapisi tanah liat untuk tampilan yang lebih hangat dan alami.

Perkuat Konsep Keberlanjutan

Selain estetika, performa struktural juga menjadi fokus utama. Lapisan berbasis bio yang ditambahkan selama proses pertumbuhan mampu memperkuat struktur pintu serta meningkatkan ketahanan terhadap api. Metode ini juga menghilangkan kebutuhan akan lem atau proses manufaktur tambahan.

Pintu ini dirancang untuk memenuhi standar bangunan modern, khususnya untuk hunian pribadi, termasuk dalam aspek ketahanan terhadap api dan kelembapan. Hal ini menjadikannya kandidat yang layak untuk diterapkan dalam konstruksi secara nyata.

Aplikasi pertama pintu ini akan terwujud dalam proyek perumahan ramah lingkungan Kaerhytten di Ramløse, yang dirancang oleh arsitek Jens Martin Suzuki-Højrup dan dijadwalkan selesai pada tahun 2026.

Prototipe ini juga dilengkapi gagang pintu “Moom” karya arsitek Bjarne Hammer untuk merek Denmark Randi. Gagang tersebut dibuat dari cangkang kerang daur ulang, menambah nilai estetika sekaligus memperkuat konsep keberlanjutan.

Ke depan, Rebound dan Det Levende Hus berencana mengembangkan material miselium ini ke berbagai aplikasi lain, seperti panel dinding dan langit-langit akustik. Menurut Suzuki-Højrup, inovasi ini menunjukkan bagaimana material alami dapat memberikan perspektif baru bagi manusia terhadap ruangan baik secara visual, akustik, maupun emosional.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top