Riset Australia Ungkap Filter Mesin Cuci Mampu Tangkap Mikroplastik Pakaian

Reading time: 2 menit
Riset Australia mengungkap filter mesin cuci mampu menangkap mikroplastik pakaian. Foto: Techxplore
Riset Australia mengungkap filter mesin cuci mampu menangkap mikroplastik pakaian. Foto: Techxplore

Riset dari para peneliti Australia menguji filter mesin cuci berbahan selulosa dan menemukan bahwa perangkat ini bisa menangkap mikroplastik. Setiap kali mencuci pakaian berbahan sintetis seperti poliester, nilon, atau akrilik, ada ribuan mikrofiber plastik yang lepas ke air limbah. Serat-serat halus ini kerap luput dari sistem penyaringan, lalu mengalir ke sungai, laut, dan akhirnya mencemari ekosistem perairan.

Penelitian terbaru dari Universitas Flinders, Australia, menciptakan solusi untuk mengatasi persoalan ini. Tim peneliti menguji filter mesin cuci berbahan selulosa yang mereka kembangkan di Australia Selatan. Tim menemukan bahwa perangkat ini mampu menangkap mikroplastik, termasuk partikel sintetis yang sangat kecil dan tak kasat mata.

Dalam pengujian laboratorium, filter tersebut terbukti efektif menyaring partikel mikroplastik hingga ukuran 20 mikrometer. Filter tersebut juga menyaring serat poliester yang terkenal sebagai salah satu pencemar plastik paling umum di lingkungan. Bahkan, para peneliti kini mengembangkan pendekatan lanjutan untuk menangkap nanoplastik (partikel plastik yang lebih kecil) dengan melapisi filter selulosa menggunakan polimer plasma.

Anastasiia Snigirova dari Nano and Microplastics Research Consortium (NMRC) Universitas Flinders mengatakan bahwa mikroplastik dari serat poliester sebagian besar berasal dari aktivitas mencuci pakaian sehari-hari, baik di rumah tangga maupun laundry komersial.

Menurutnya, uji coba awal menunjukkan penurunan signifikan jumlah serat dalam air cucian. Hal ini menandakan potensi besar teknologi ini sebagai solusi yang praktis.

Techxplore melansir bahwa pengujian lanjutan di Australian National Fabrication Facility (ANFF) juga menemukan bahwa air cucian biasa mengandung partikel serat berukuran mulai dari 5 milimeter hingga 20 mikrometer. Filter ini mampu menangkap sebagian besar serat poliester dan selulosa tersebut sebelum masuk ke saluran air.

Regulasi untuk Menekan Pencemaran Mikroplastik

Upaya menekan pencemaran mikroplastik juga mulai didorong lewat regulasi. Di Eropa, aturan baru berhasil mencegah ratusan ton serat plastik masuk ke perairan setiap tahun. Sejak Januari 2025, Prancis mewajibkan semua mesin cuci baru dilengkapi filter mikroplastik. Australia pun bergerak melalui Rencana Plastik Nasional.

Respons industri datang dari The Goodside Project, perusahaan lingkungan berbasis di Adelaide, yang merancang filter mesin cuci untuk menahan mikroplastik sebelum mencemari sungai dan laut. Perusahaan ini juga berkolaborasi dengan startup bioteknologi Alkany, yang mengembangkan bakteri untuk menguraikan polimer sintetis menjadi kompos dan biogas.

Ancaman mikroplastik sendiri kini sudah nyata di perairan Australia Selatan. Penelitian Universitas Flinders sebelumnya menemukan bahwa 72 persen mikroplastik di aliran air tawar perkotaan Adelaide berupa serat. Kemudian, mengalir ke Teluk St Vincent. Wilayah tersebut penting bagi taman laut dan perikanan komersial.

Para ilmuwan menegaskan bahwa perhatian kini tak hanya tertuju pada mikroplastik berukuran besar. Namun, juga penting untuk memperhatikan nanoplastik yang berpotensi masuk ke rantai makanan dan menembus membran sel. Temuan ini memperkuat urgensi pengembangan teknologi mitigasi yang lebih efektif, seperti filter mesin cuci, untuk menekan polusi plastik sejak dari sumbernya.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top