keanekaragaman hayati indonesia
Kekayaan keanekaragaman hayati merupakan anugerah yang sangat berharga bagi Indonesia. Keberadaannya memberikan manfaat tak ternilai bagi kehidupan manusia dan keseimbangan lingkungan. Namun, saat ini, kekayaan tersebut kian terancam oleh berbagai […]
Jakarta (Greeners) – Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggelar pameran foto terbaik dari Indonesia dalam kontes foto global. Pameran ini untuk menunjukkan keindahan alam Indonesia yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati. […]
Jakarta (Greeners) – Pandan laut (Pandanus tectorius Park) merupakan salah satu jenis keanekaragaman hayati yang punya manfaat secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Tumbuhan tepi pantai ini tak sekadar memiliki fungsi […]
Jakarta (Greeners) – Pengembangan biodiversitas yang berpotensi bioprospeksi dan bernilai ekonomi tinggi sangat penting dilakukan. Apalagi Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Pakar keanekaragaman hayati Prof Endang Sukara mengatakan, Indonesia […]
Jakarta (Greeners) – Momentum Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia pada Minggu (22/5) lalu hendaknya menjadi peringatan untuk meningkatkan upaya konservasi, riset terpadu dan pemanfaatannya secara berkelanjutan. Jangan sampai punahnya berbagai jenis […]
Dengan kemampuan adaptasi yang baik, rusa timor mampu berkembang biak di luar habitat alaminya. Di alam maupun di penangkaran satwa ini dapat hidup selama 15 – 20 tahun dengan rata-rata masa hidup 17,5 tahun.
Alam Indonesia yang kaya menyimpan keragaman hayati yang luar biasa. Spesies burung yang ditemukan di negara dengan hutan hujan tropis ketiga terluas di dunia ini diketahui bertambah jumlahnya pada tahun 2018 ini.
Tanaman berbuah banyak ini punya banyak manfaat, mulai dari bahan pangan sampai obat-obatan. Di luar manfaat itu, buah pinang ternyata memiliki arti khusus bagi masyarakat Papua.
Indonesia mengambil bagian dalam pameran kolaborasi dunia bernama Botanical Art Worldwide yang bertajuk “Linking People With Plants Through Botanical Arts”. Acara ini merupakan pameran seni botani pertama di Indonesia.
LIPI sebagai pengelola MUNASAIN melalui Pusat Penelitian Biologi telah melakukan revitalisasi museum agar pengembangan informasi dapat tersampaikan dengan lebih baik.
Tumbuhan dan satwa liar yang dijadikan komoditas perdagangan berpotensi menyebabkan kepunahan. Untuk mencegah hal ini, LIPI meningkatkan pengelolaan kehati melalui para Pengendali Ekosistem Hutan (PEH).
Perlu menunggu sekitar dua tahun sekali untuk melihat bunga ini mekar. “Anggrek Rkasasa” ini terakhir mekar pada tahun 2016 di Kebun Raya Bogor.
Total sebanyak 14 telur dari 26 telur komodo telah berhasil menetas di Lembaga Konservasi Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor. Proses penetasan telur komodo dari indukan Rangga dan Rinca ini masih berlangsung dan dinantikan.
















