keanekaragaman hayati
Jakarta (Greeners) – Potensi kemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia di masa depan atau bioprospeksi belum seluruhnya tersentuh penelitian. Sayangnya, laju kerusakan dan ancaman terhadap kehati bergerak cepat. Padahal satu tumbuhan atau […]
Siapa sih yang enggak kenal Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)? Dibanding spesies Sturnidae lainnya, nama satwa tersebut mungkin menjadi yang paling populer di masyarakat. Saking terkenalnya, gambar burung ini bahkan sempat tercantum di dalam uang logam kita!
Tidak hanya indah dilihat, mawar juga sebagai sarana untuk mengkomunikasikan perasaan yang tidak bisa diucapkan. Bunga ini pun bukan sekadar hiasan, ada khasiat obat yang terkandung di tiap kuntumnya.
Anda pecinta tanaman hias? Pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Bunga Teratai. Tumbuhan air yang kerap digunakan sebagai penghias kolam ini memang mempunyai warna yang indah. Selain itu, teratai juga dikenal memiliki segudang filosofi dan penting bagi kehidupan manusia.
Meski sering dianggap gulma, nyatanya tanaman Ciplukan (Physalis angulata Linn.) memiliki segudang manfaat. Hanya saja, awasi anak Anda ketika memakan buahnya, sebab flora ini mengandung racun solanine yang bisa berbahaya bagi kesehatan.
Umumnya masyarakat sering terkecoh antara tanaman lamun dan rumput laut. Perlu diketahui bahwa lamun dan rumput laut merupakan dua jenis flora yang berbeda.
Ikan Sidat memang unik karena mampu beradaptasi di perairan estuari, laut hingga air tawar. Sekilas, bentuk hewan ini cukup mirip dengan belut, namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Pakar tanaman yang juga Ketua Komite Tetap Hortikultura, Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia, Karen Tambayong, menekankan Indonesia perlu menjadikan tanaman sebagai salah satu kekuatan nasional. Pasalnya, Indonesia kaya akan keanekaragaman flora.
Rosella merupakan tanaman cantik yang sangat kaya akan manfaat. Tanaman ini telah diolah dan diproduksi dalam berbagai macam produk kemasan minuman, makanan, obat-obatan tradisional dan bahan alami produk kecantikan.
Balitbangda Papua Barat mempublikasikan hasil penelitian terbaru yang menyebut Pulau Papua sebagai wilayah dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia.
Keanekaragaman hayati semestinya dijadikan pilar pembangunan di bidang pangan, kesehatan, energi, dan perbaikan lingkungan hidup.
Indonesia dapat menjadi negara sejahtera jika mampu memanfaatkan keanekaragaman hayati. Namun, Profesor Endang Sukara menilai datanya masih belum jelas.
ICEL mengusulkan pembaruan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya karena penegakan hukum masih lemah.











