Kehati Expo 2019, Mengenal Lebih Dekat Keragaman Hayati Indonesia

Reading time: 2 menit
Kehati Expo 2019, Lebih Dekat Mengenal, Mencintai dan Melestarikan Keragaman Hayati Indonesia
Sesi Pembukaan KEHATI Expo 2019 oleh Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi (tengah berbatik)

Jakarta (Greeners)-  Dalam rangka Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional sekaligus menyuarakan edukasi terhadap keragaman hayati kepada masyarakat khususnya generasi milenial. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar KEHATI Expo 2019 (Keanekaragaman Hayati Expo) di Lapangan Banteng Jakarta Pusat.

Acara yang diselenggarakan selama satu bulan mulai 8 November hingga 8 Desember ini resmi dibuka pada Sabtu (9/11) malam, dengan menghadirkan 310 both stand pameran yang memberikan berbagai macam edukasi mengenai tumbuhan dan puspa asli Indonesia, diharapkan para pengunjung dapat belajar dan mengenal lebih jauh berbagai macam jenis keanekaragaman hayati Indonesia.

“Dengan adanya kegiatan ini semoga masyarakat khususnya kaum milenial dapat mengerti bahwa mencintai keanekaragaman hayati tidak harus memiliki, melainkan biarkan mereka hidup dalam habitat mereka yaitu alam bebas,” ujar Djati Witjaksono Hadi Kepala biro Hubungan Masyarakat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat sesi pembukaan Kehati Expo 2019.

Djati menambahkan, dalam memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Presiden telah menetapkan satwa darat Komodo sebagai Satwa Nasional, satwa ikan Siluk Merah sebagai Satwa Pesona dan satwa dirgantara Elang Jawa sebagai Satwa Langka. Penetapan tersebut bersamaan dengan penetapan Melati sebagai Puspa Bangsa, Anggrek Bulan sebagai Puspa Pesona dan Padma Raksasa sebagai Puspa Langka.

djamaludin_elang_jawa_sarang

Elang Jawa. Foto: djamaludin

Tidak hanya itu, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menetapkan Ikon Puspa Nasional 2019 yaitu Saninten (Castanopsis argentea), serta Ikon Satwa Nasional 2019 yaitu Burung Isap Madu Rote (Myzomelia Irianawidodoe). Pemberian nama Ibu Negara pada jenis burung tersebut merupakan wujud penghargaan kepada Ibu Iriana Joko Widodo, yang telah memperhatikan kelestarian burung-burung yang berada di Indonesia.

Burung Isap Madu Rote ditemukan di pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, ia memiliki tubuh yang kecil dengan panjang tubuh hanya 11,8 cm yang habitatnya berada di hutan yang memiliki semak-semak dan pohon berbuah. Burung pemakan serangga ini menurut Badan Konservasi Dunia (IUCN) masuk dalam kategori rentan karena pemburuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dalam bidang konservasi, pemerintah telah mendirikan 550 unit pengelolaan kawasan konservasi seluruh Indonesia, dengan total area mencakup 27,4 juta ha, terdiri dari 22,1 juta ha kawasan konservasi terestial dan 5,7 juta ha kawasan konservasi laut. Serta telah ditetapkan 6 kawasan konservasi sebagai situs warisan dunia, 16 sebagai Cagar Biosfer (Biosphere Reserves), 7 sebagai situs Ramsar (Ramsar Sites), dan 7 Sebagai Situs Warisan ASEAN ( ASEAN Heritage Sites).

Penulis : Ridho Pambudi

Top
You cannot copy content of this page