Rosella, Tangkal Radikal Bebas dengan Si Merah yang Penuh Khasiat

Reading time: 4 menit
Foto rosella, si merah yang penuh khasiat.
Rosella, Tangkal Radikal Bebas dengan Si Merah yang Penuh Khasiat. Foto: Shutterstock.

Rosella merupakan tanaman cantik yang sangat kaya akan manfaat. Dewasa ini, jamak pengusaha yang mengolah flora ini menjadi berbagai macam produk kemasan minuman, makanan, obat-obatan tradisional, dan produk kecantikan. Pakar menduga pedagang India pertama kali membawa tanaman ini saat datang ke Nusantara pada abad ke-14.

Varietas dan Morfologi Rosella 

Dahulu tanaman ini secara luas tumbuh di Florida, Amerika Serikat. Warga Florida memanfaatkannya sebagai pagar hidup pada musim panas. Saat ini terdapat lebih dari 100 varietas rosella yang tersebar di seluruh dunia. Dua varietas yang paling terkenal adalah sabdariffa dan altissima webster.

Perbedaan dari kedua kelompok bunga tersebut ialah, pada jenis sabdariffa memiliki kelopak bunga yang dapat kita konsumsi, berwarna merah/kuning pucat, dan kurang banyak mengandung serat. Sedangkan pada jenis altissima Webster kelopak pada bunga tidak dapat kita makan. 

Lebih jauh, tanaman ini relatif tahan kekeringan. Herti Maryani dan Lusi Kristiana dalam Khasiat dan Manfaat Rosela, menjelaskan morfologi tanaman ini. Rosella merupakan tanaman herba tahunan yang tingginya dapat mencapai 0.5-3 meter. Batangnya bulat, tegak, berkayu dan berwarna merah. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur, pertulangan menjari, ujung tumpul, tepi bergerigi, pangkal berlekuk. Panjang daun 6-15 cm dan lebarnya 5-8cm, tangkai daun bulat berwarna hijau, dengan panjang 4-7 cm.

Foto rosella, bunga dengan beragam khasiat.

Buah pada bunga ini berbentuk kotak kerecut, berambut, terbagi menjadi 5 ruang, dan berwarna merah. Foto: Shutterstock.

Selain itu, bunga rosella merupakan bunga tunggal, bunganya muncul dari ketiak daun. Bunga terdiri dari 8-11 helai kelopak yang berbulu dengan panjang 1 cm, pangkalnya saling berlekatan, dan berwarna merah. Bagian kelopak inilah yang awam anggap sebagai bunga. Awam pun sering menjadikan kelopak ini sebagai bahan makanan dan minuman.

Buah pada bunga ini berbentuk kotak kerecut, berambut, terbagi menjadi 5 ruang, dan berwarna merah. Bentuk biji menyerupai ginjal, bebulu, dengan panjang 5 mm dan lebar 4 mm. Saat masih muda, bijinya berwarna putih dan setelah tua berubah menjadi abu-abu.

Dikutip dari portal hortikultura.litbang.pertanian.go.id, pucuk dan daun rosella dapat dikonsumsi sebagai lalap atau direbus. Kelopak bunga digunakan sebagai bahan pewarna dalam pembuatan sirop atau selai. Kelopak bunga ini dapat dikeringkan dan disimpan, untuk digunakan kemudian.

Khasiat Bunga Rosella

Selain sebagai bahan makanan, rosella juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat. Dalam 100 g daun rosella terkandung 85 g air, 3.3 g protein, 0.3 g lemak, 9 g karbohidrat, 1.6 g serat, 213 mg Ca, 93 mg P, 4.8 mg Fe, 4.1 mg b-carotene, 0.17 g Vitamin B1, 0.45 mg vitamin B2, 54 mg vitamin C, 1.2 mg niacin, dengan total energi sebesar 180 kJ. Khasiat mengkonsumsi produk olahan bunga rosella antara lain:

1. Jauhkan Konstipasi dan Turunkan Berat Badan

Kandungan dalam bunga rosella dapat memperlancar buang air besar (menstimulasi gerak peristaltik). Sifatnya yang memperlancar pencernaan dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Selain itu, flora ini mengandung zat yang dapat menghambat produksi amilase, enzim dalam tubuh yang berfungsi memecah gula kompleks dan molekul pati dalam makanan. Minum teh rosella secara teratur dapat mencegah terlalu banyak penyerapan karbohidrat dan membantu menurunkan berat badan.

2. Bantu Atasi Gejala Flu dan Pilek

Rosella mengandung sifat antibakteri dan antiradang yang dapat membantu mengobati batuk dan pilek. Sebagai sumber vitamin C dan antioksidan yang hebat, flora ini adalah pendorong yang ideal untuk sistem kekebalan tubuh, meningkatkan stamina, serta membantu meredakan gejala pilek dan flu dengan cepat. Termasuk batuk dan sakit tenggorakan.

3. Menangkal Radikal Bebas

Kandungan antioksidan yang terdapat pada bunga tanaman ini sangatlah tinggi dan mampu meredam radikal bebas yang memicu pertumbuhan sel kanker. Uniknya, semakin pekat atau gelap warna merah bunga rosella, maka semakin tinggi kadar antioksidan yang terkandung di dalamnya, semakin asam pula rasanya. 

4. Mongontrol Tekanan Darah 

Sebuah penelitian menunjukkan teh dari flora ini memiliki sifat antihipertensi dan kardioprotektif, yang dapat bermanfaat bagi orang yang menderita tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, ia memiliki sifat diuretik yang meningkatkan buang air kecil sekaligus menurunkan tekanan darah.

Efek Samping Teh Rosella

Sama halnya dengan semua yang Anda konsumsi, Anda pun harus memoderasi takaran teh rosella. Mengonsumsi ekstrak tanaman ini dengan dosis tinggi dapat menyebabkan pusing, bahkan pingsan. Mereka yang memiliki gula darah rendah sebaiknya tidak mengonsumsi banyak. Selain itu, teh rosella juga dapat menginduksi menstruasi, wanita hamil harus menghindari minum teh ini. Catatan terpenting, kabari dokter Anda jika Anda meminum ekstrak tanaman ini untuk menghindari komplikasi dan efek samping.

Cara Membuat Teh Rosella

Seiring permintaan pasar terhadap minuman yang berasal dari olahan bunga cantik ini, rosella dikemas secara praktis dalam bentuk teh celup dan telah banyak dipasarkan di toko obat herbal, swalayan dan apotik. Jika Anda ingin mencoba meracik teh rosella sendiri di rumah, caranya sangat mudah. Cukup rendam dan rebus sebagian bunganya, terutama bagian kelopaknya. Ketika Anda merebusnya, warna air akan berubah menjadi merah dengan rasa manis dan asam seperti cranberrie. Minuman ini dapat Anda nikmati baik dalam kondisi hangat maupun dingin.

Taksonomi Rosella 

tanaman rosellaPenulis: Sarah R. Megumi

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page