Pohon Angsana, Kayu Mewah Penyerap Polutan Udara

Reading time: 4 menit
pohon angsana
Pohon Angsana, Kayu Mewah Penyerap Polutan Udara. Foto: Shutterstock.

Tingginya intensitas timbal dan polutan dari gas buang kendaraan membuat kualitas udara semakin tidak sehat. Untuk menanggulangi masalah tersebut beberapa negara lantas melakukan langkah penghijauan, salah satunya dengan menanam Pohon Angsana (Pterocarpus indicus).

Angsana atau Sonokembang merupakan spesies tanaman pelindung yang ada di dunia. Pohon ini kerap menjadi andalan sebagai tumbuhan protektor karena mampu mengakumulasi zat timbal.

Bagi Anda yang belum tahu, timbal (Pb) adalah salah satu logam berat yang memiliki sifat karsinogenik. Zat tersebut sangat berbahaya bagi manusia karena dapat menyebabkan kanker.

Terlepas dari hal tersebut, pohon angsana juga terkenal sebagai penghasilan kayu berkualitas tinggi. Banyak masyarakat yang memanfaatkan tumbuhan ini sebagai bahan baku industri olahan.

Habitat dan Persebaran Tumbuhan Angsa

Secara umum, Sonokembang bisa kita temukan di hampir seluruh wilayah Asia Tenggara. Pohon ini banyak tumbuh di Kamboja, Timor Leste, Indonesia, Filipina, Thailand, bahkan Cina bagian utara.

Itu sebabnya, jangan heran jika tanaman endemik ini memiliki banyak sebutan. Masing-masing daerah penghasil angsana bahkan menamai tumbuhan tersebut dengan panggilan yang berbeda-beda.

Di Filipina Pterocarpus indicus warga sebut sebagai Narra, di Malaysia dan Singapura Sena, di Thailand Pradoo, sedang di Papua Nugini Nugini rosewood.

Di Indonesia sendiri, panggilan bagi pohon angsana tak kalah banyaknya. Antara lain, Asan di Aceh, Sona dan Hasona di Sumatra Utara, Linggua di Maluku, dan Angsono di NTT.

Meski sudah sering menjadi objek budi daya, habitat asli flora tersebut sebenarnya berada di sekitar pantai dan hutan alam campuran. Ia dapat tumbuh di semua kondisi lahan, terutama pada ketinggian 500 mdpl.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Angsana

Melansir jurnal Universitas Muhammadiyah Malang, narra merupakan jenis tanaman deciduous (berumah dua) yang dapat tumbuh setinggi 30-40 m, dengan diameter batang lebih dari 2 m.

Kayu dari pohon tersebut umumnya mengeluarkan eksudat merah gelap yang disebut Kino atau Darah Naga. Daunnya tampak majemuk, terdiri dari 5-11 anak daun dan memiliki tekstur berbulu.

Bunga angsana mempunyai panjang antara 6-13 cm, berkelamin ganda serta berwarna kuning cerah. Bunga ini mengeluarkan wangi yang semerbak, posisinya berada di ujung atau pada ketiak daun.

Perlu kita ketahui, sonokembang menghasilkan buah dengan bentuk polong. Buah tersebut biasanya berwarna cokelat muda, berdiamater 4-6 cm dan tidak merekah karena terbungkus sayap besar.

Bagian sayap besar (samara) ini berukuran 1-2,5 cm, mengelilingi tempat biji berdiameter 2-3 cm dan tebal 5-8 mm. Permukaan tempat biji bervariasi, dari yang halus sampai tertutup bulu lebat.

Sebagai informasi, buah pohon angsana umumnya masak dalam waktu 4-6 bulan. Terdapat mahkota berwarna kuning oranye pada bunganya, panjang mahkota tersebut bisa mencapai 7-11 cm.

pohon angsana

Terdapat mahkota berwarna kuning oranye pada bunganya, panjang mahkota tersebut bisa mencapai 7-11 cm. Foto: Shutterstock.

Fungsi dan Manfaat Pohon Angsana

Ada banyak sekali fungsi pohon angsana yang bisa kita manfaatkan. Tidak hanya industri, beragam manfaat tersebut juga penting bagi penelitian tanaman herbal dan kesehatan, seperti:

1. Membersihkan Mulut dan Mengobati Sariawan

Zat anti bakteri pada daun angsana ahli percaya mampu membersihkan mulut dan mengobati sariawan. Caranya, dengan merebus daun tersebut dan menggunakan airnya sebagai obat kumur.

2. Meredakan dan Menyembuhkan Luka Bakar

Masih dari daunnya, kandungan mineral yang tinggi pada bagian tersebut mampu meredakan rasa sakit akibat luka bakar, serta membantu mempercepat regenerasi sel kulit mati.

3. Mengurangi Nyeri pada saat Sakit Gigi

Getah angsana juga bisa bermanfaat sebagai pereda sakit gigi. Caranya oleskan getah tersebut pada bagian gigi, dalam beberapa menit rasa nyeri yang kita rasakan lambat laun akan berkurang.

4. Berguna dalam Konstruksi Ringan maupun Berat

Seperti yang telah saya sebutkan, kualitas kayu angsana tergolong cukup unggul dan tahan lama. Berkat keunggulannya, kayu ini kerap berguna pada praktik konstruksi ringan maupun berat.

Bukan cuma itu, dalam bentuk balok, kaso, papan dan panil, jenis kayu tersebut juga berfaedah sebagai rangka bangunan, penutup dinding, pilar, jembatan, bantalan rel kereta api dan lain-lain.

5. Pembuat Mebel dan Venir Dekoratif

Warna dan motif serat yang kemerah-merahan membuat kayu sonokembang menjadi pilihan yang baik untuk pembuatan mebel, kabinet berkelas tinggi, alat-alat musik, lantai parket, dan sebagainya.

Pohon yang satu ini juga sering  masyarakat manfaatkan dengan cara dikupas, untuk dijadikan sebagai venir dekoratif pelapis permukaan kayu dan meja berharga mahal.

Cara Melestarikan Pohon Angsana

Berdasarkan daftar merah IUCN, status konservasi Pterocarpus indicus berada pada level rentan. Pemanfaatan kayu secara berlebihan membuat populasinya terus merosot setiap tahun.

Parahnya, fenomena tersebut tidak hanya terjadi di satu atau dua wilayah. Kerentanan populasi angsana justru terjadi di habitat asli mereka, seperti Indonesia, Filipina, Papua Nugini, dan Thailand.

Maka dari itu, langkah pelestarian sena sangat penting. Selain berhenti mengekspliotasi kayunya, cara melestarikan pohon angsana dapat kita tempuh dengan metode pembudidayaan.

1. Budi Daya Angsana melalui Cangkok

Secara garis besar, ada dua langkah yang bisa kita lakukan dalam membudidayakan sonokembang yakni menggunakan sistem cangkok dan metode pembibitan.

Sistem pencakokan sendiri dengan memilih bagian ranting yang tidak terlalu muda/tua. Setelah akar muncul dari bekas cangkok, maka bibit tersebut siap kita tanam di lahan yang lebih besar.

2. Budi Daya Angsana melalui Pembibitan

Mirip seperti jenis pohon lainnya, langkah pembibitan pradoo dengan cara menyemai bibit tumbuhan tersebut pada media pot ataupun polybag.

Apabila pertumbuhannya sudah mencapai 35-50 cm, maka bibit tadi sudah siap untuk kita pindahkan. Agar pertumbuhan maksimal, buatlah ajir dan bersihkan media tanam dari berbagai tumbuhan liar.

Perlu kita ingat, lahan terbaik pohon angsana untuk berkembang biak adalah jenis tanah liat berpasir, memiliki permukaan yang dalam, gembur atau tanah yang berbatu-batu.

Setelah itu, lakukan penyiraman dan tambahkan pupuk di awal pertumbuhan. Selanjutnya, berikan jenis pupuk berfosfor tinggi apabila tanaman sudah mulai berbunga.

Taksonomi Pohon Angsana

Referensi:

Fajri Fikrullah, Universitas Muhammadiyah Malang

Dwi Wiji Lestari dan Yudi Satria, Balai Besar Kerajinan dan Batik

Gita Prima Yudha, dkk., Universitas Andalas

Laman Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banda Aceh

Penulis: Yuhan Al Khairi, Sarah R. Megumi

Top