Plastik seperti jaring ikan dan kemasan multilayer kerap berakhir di tempat pembuangan. Eco-C CUBE, sebuah blok penahan dinding mengubah limbah tersebut menjadi material konstruksi.
Eco-C CUBE dikembangkan oleh WES-Tec Global bersama Asosiasi Pembangunan Berdampak Rendah Korea. Inovasi ini mengubah sampah plastik yang selama ini dianggap tak bernilai, menjadi balok bangunan tiga dimensi melalui proses New-Cycling.
Dalam proses tersebut, plastik seperti jaring ikan dan kemasan berlapis dilelehkan pada suhu rendah tanpa perlu disortir maupun dicuci. Lalu, langsung diekstrusi menjadi balok yang saling mengunci.
Balok Eco-C CUBE memiliki kekuatan tarik dan tekan yang tinggi, bahkan dalam beberapa aspek melampaui beton. Karakteristik ini menjadikannya cocok digunakan sebagai dinding penahan lereng yang harus mampu bertahan dari hujan ekstrem, serta perubahan suhu yang berulang.
Selain itu, dibuat dengan desain interlocking tiga dimensi, memungkinkan Eco-C CUBE dipasang tanpa semen atau perekat. Stabilitas struktur mengandalkan gravitasi dan bentuk balok, sehingga pemasangan menjadi lebih cepat, mudah dibongkar, dan minim risiko kegagalan struktural.
Keunggulan lainnya terletak pada sistem drainase bawaan. Rongga internal pada Eco-C CUBE memungkinkan air mengalir keluar secara alami, mencegah penumpukan tekanan air di belakang dinding—masalah yang kerap ditemui pada struktur beton konvensional.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep low-impact development, yakni pengelolaan air hujan langsung di lokasi. Bagi kota-kota pesisir atau wilayah rawan erosi, Eco-C CUBE dapat menjadi alternatif pengganti beton dalam memperkuat lereng, sekaligus membantu menekan emisi karbon dan mengurangi beban material berat.
Eco-C CUBE kurangi Emisi
Dari sisi lingkungan, setiap kilogram Eco-C CUBE mampu mengurangi sekitar 2,99 gram emisi CO₂ dibandingkan pendekatan bisnis seperti biasa, berdasarkan hasil Life Cycle Assessment yang telah diverifikasi. Pengurangan emisi ini berasal dari penghindaran pembakaran limbah, berkurangnya proses daur ulang yang boros energi, serta substitusi penggunaan beton. Selain itu, bahan bakunya memanfaatkan sistem tanggung jawab produsen yang sudah berjalan, tanpa memerlukan infrastruktur pengumpulan baru.
Eco-C CUBE tidak berupaya “memurnikan” plastik campuran. Sebaliknya, inovasi ini menerima realitas sampah plastik yang kompleks dan mengubahnya menjadi solusi nyata di lapangan.
Inovasi ini telah menunjukkan bahwa limbah bukan hanya persoalan yang harus dikelola, tetapi juga memiliki potensi untuk diberikan kesempatan dua kali dan dimanfaatkan menjadi barang yang lebih bermanfaat.
Penulis: Dini Jembar Wardani
Editor: Indiana Malia











































