Jakarta (Greeners) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan 2.859 petugas kebersihan. Hal ini untuk memastikan Jakarta tetap bersih selama libur Lebaran. Langkah ini untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat serta potensi lonjakan volume sampah di berbagai titik kota.
Para petugas akan bersiaga di lokasi-lokasi strategis. Mulai dari Tempat Penampungan Sementara (TPS), kawasan wisata, hingga area publik yang akan warga padati selama perayaan Idul Fitri dan masa libur Lebaran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan selain menyiagakan personel, DLH juga mengoperasikan berbagai sarana pendukung kebersihan. Di antaranya 89 unit kendaraan penyapu jalan otomatis (road sweeper), 30 unit bus toilet, serta 35 unit toilet portable. Sarana tersebut akan mereka tempatkan di sejumlah lokasi.
“Kami menyiapkan sekitar 70 petugas kebersihan di setiap kecamatan. Secara keseluruhan, lebih dari 2.859 personel akan bertugas di berbagai wilayah Jakarta. Mulai malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri, hingga masa libur Lebaran,” ujar Asep.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, DLH akan memaksimalkan pengangkutan sampah untuk mengosongkan TPS. Pada hari H, pembersihan jalan berlangsung secara manual maupun menggunakan road sweeper. Selama masa libur Lebaran, fokus kebersihan adalah di kawasan wisata yang diperkirakan ramai kunjungan masyarakat. Di antaranya Monas, Kota Tua, Ragunan, hingga Ancol.
DLH juga memastikan operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan RDF Plant tetap berjalan selama masa libur Lebaran guna menjaga kelancaran pengelolaan sampah Jakarta. Selain itu, pengosongan TPS di seluruh wilayah Jakarta berlangsung secara bertahap sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan volume sampah menjelang hari raya.
Mudik Minim Sampah
Selain menjaga kebersihan kota, DLH juga menyiagakan personel dan sarana pendukung untuk penanganan sampah di area transportasi publik seperti stasiun, terminal, dan pelabuhan. Upaya ini menjadi bagian dari kampanye “Mudik Minim Sampah” yang bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengurangan sampah selama perjalanan mudik.
“Program Mudik Minim Sampah merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menekan timbulan sampah yang biasanya meningkat selama periode mudik Lebaran,” kata Asep.
DLH akan bekerja sama dengan pengelola moda transportasi mudik, termasuk pengelola stasiun, terminal, dan pelabuhan, untuk memastikan program tersebut berjalan efektif. Koordinasi juga berlangsung agar pengangkutan sampah bisa rutin sehingga kebersihan dan kenyamanan pemudik tetap terjaga.
“Menjelang mudik Lebaran, mari bersama-sama membangun kesadaran untuk mengurangi sampah selama perjalanan. Kita rayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan tanpa meninggalkan sampah yang berlebihan,” tutup Asep.
Penulis: Dini Jembar Wardani
Editor: Indiana Malia











































