mitigasi bencana
Pasca kejadian tsunami di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) lalu, baik Presiden Joko Widodo maupun LIPI mendorong adanya mitigasi dan pendidikan bencana untuk pengurangan risiko bencana.
Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT Hammam Riza menyatakan saat ini Indonesia tidak mempunyai sama sekali alat pendeteksi dini tsunami karena sudah rusak ataupun hilang akibat vandalisme.
Fenomena puting beliung dapat mengakibatkan rusaknya infrastruktur hingga menelan korban jiwa. Hendaknya kita mulai waspada dan mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan saat fenomena ini terjadi.
Indonesia masuk dalam wilayah yang rentan terhadap bencana alam. Merupakan langkah yang bijaksana untuk selalu siap menghadapi bencana, salah satunya dengan menyiapkan tas siaga bencana.
Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Yulianto mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada teknologi di dunia yang mampu secara akurat memprediksi datangnya bencana, terutama gempa bumi.
Sudah satu bulan gempa Lombok terjadi. Terhadap besarnya kerugian yang ditimbulkan akibat bencana gempa bumi ini, pemerintah menyatakan terus melakukan upaya untuk menanggulangi bencana dan terus memantau gempa susulan secara cepat.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong adanya upaya pencegahan tanah longsor melalui pemanfaatan hasil penelitian. Salah satunya dengan mengembangkan LIPI Wiseland dan The Greatest.
Seorang pemuda bernama Jehu Garcia merancang solar generator untuk membantu warga terdampak bencana.
Dalam rangka menyambut ulang tahun LIPI ke-50, Pusat penelitian Geoteknologi-LIPI menyelenggarakan Global Colloquium on Geosciences and Engineering (GCGE) 2017 pada tanggal 18-19 Oktober 2017 di Bandung.
Pasca terjadinya banjir bandang serta longsor yang menerjang kebun raya tersebut pada 22 Desember 2016 dan 9 Februari 2017, Kebun Raya Eka Karya, Bali akan mulai dibuka secara penuh pada akhir tahun 2017.
Bencana merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, data bencana memiliki peran yang penting baik dalam pra, saat maupun setelah terjadi bencana.
Gunung Bromo di Jawa Timur terus aktif dan melontarkan material vulkanik hingga sejauh 1 kilometer dari bibir kawah.
Hingga saat ini terdapat 274 kabupaten/kota di Indonesia yang rawan longsor dengan jumlah penduduk yang tinggal di daerah rawan longsor sedang hingga tinggi sebanyak 40,9 juta jiwa.
















