Kebun Raya Eka Karya Bali Akan Kembali Dibuka Akhir 2017

Reading time: 2 menit
Kebun Raya Eka Karya Bali. Foto: wikimedia.org

Jakarta (Greeners) – Kebun Raya Eka Karya, Bali, akan mulai dibuka secara penuh pada akhir tahun 2017. Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Eka Karya Bali Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bayu Ajie mengatakan, hingga saat ini, baru duapertiga dari lokasi kebun secara keseluruhan yang dibuka untuk umum pasca terjadinya banjir bandang serta longsor yang menerjang kebun raya tersebut pada 22 Desember 2016 dan 9 Februari 2017.

BACA JUGA: Kebun Raya Akan Ekspos Hasil Penelitian Selama 200 Tahun

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, lanjut Bayu, akan melakukan pembenahan terhadap saluran air dari hulu hingga hilir sambil menunggu perbaikan dua jembatan yang masih rusak. Perbaikan jembatan ini sedang menunggu tahap tender untuk bisa dikerjakan.

“Jadi ada empat jembatan yang roboh. Dua sudah bisa digunakan, yang dua lagi sedang tunggu tender. Lapangan-lapangan yang tertutup lumpur juga sudah dibersihkan,” terangnya kepada Greeners saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jakarta, Rabu (19/04).

Bayu menyatakan, terdapat 26 spesimen anggrek koleksi baru LIPI dari kawasan timur Indonesia di Kebun Raya Eka Karya Bali ikut hanyut dalam banjir bandang dan longsor yang menerjang kawasan tersebut pada 9 Februari 2017. Dua puluh spesimen berasal dari Papua dan enam dari hasil eksplorasi di Bali. Beberapa anggrek dari Papua yang merupakan hasil Ekspedisi NKRI 2016 di koridor Papua Barat, tepatnya di Kabupaten Tambrauw, bahkan ada yang belum sempat diteliti.

BACA JUGA: Sampah di Kebun Raya Bogor Belum Dikelola dengan Baik

“Kurang dari satu persen koleksi rusak. Selain anggrek, koleksi lainnya yakni 17 Araceae, 14 Podocarpaceae, dan 1 Elaeocarpaceae ikut terkena dampak banjir bandang tersebut dan tidak bisa diselamatkan,” kata Bayu menambahkan.

Bayu sendiri mengaku akan melakukan kajian bersama dengan badan geologi untuk memasang sensor banjir dan longsor untuk aksi mitigasi. Kebun Raya Eka Karya yang berada persis di bawah bukit dengan tiga cekungan mengarah ke kebun raya, membuat daya tampung tanah tidak bisa menyerap semua air hujan dalam intensitas besar sehingga menjadi run off yang terlalu tinggi.

“Kita sedang berusaha untuk pelajari bagaimana pasang sensor anti longsor bersama ahli geologi untuk aksi mitigasi,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page