Pengelolaan Sampah
KLHK melalui Direktorat Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 terus memantau pelaksanaan program Less Waste More Games pada Asian Games 2018. Hingga tanggal 27 Agustus 2018, total timbulan sampah Asian Games di Jakarta mencapai 436,90 ton.
Sebanyak 61 pemuda mewakili 11 negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam YSEALI melakukan ekspedisi ke lokasi pengelolaan sampah. Ekspedisi ini bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa masalah sampah di Jakarta sudah kritis.
Kementerian LHK menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerjasama program pengelolaan sampah terpadu dengan enam kabupaten dan kota di DAS Citarum.
Konsep ekonomi melingkar (circular economy) diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menciptakan kesempatan ekonomi baru.
KLHK melalui Direktorat Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 mempersiapkan Peraturan Menteri (Permen) untuk mendorong dan mendukung gerakan-gerakan masyarakat dalam hal pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan bahwa Asian Games 2018 bukan hanya perhelatan olahraga tetapi berkaitan juga dengan lingkungan hidup.
Masih dalam semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, KLHK mengajak masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah plastik saat mudik dalam kampanye “Mudik Asyik Tanpa Kantong Plastik”.
Indonesia menyatakan siap memimpin pengembangan komitmen dan rencana aksi pengendalian sampah laut dan mikroplastik di kawasan Asia Tenggara.
Pelaksanaan Asian Games 2018 akan menerapkan konsep “less waste event”. Konsep ini akan mengedukasi atlet, pelatih, dan juga publik untuk mengurangi timbulan sampah selama penyelenggaraan Asian Games.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengapresiasi pemulung dan bank sampah dalam membantu penanganan pengelolaan sampah nasional. Menurutnya, keduanya telah membantu mengurangi timbunan sampah di TPA.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, meresmikan pembangunan fasilitas pengolahan sampah dalam kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di lahan seluas sekitar 3,5 hektare di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Ditandatanganinya Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan (PLTSa), KLHK memberikan tanggapan bahwa pengolahan sampah tersebut merupakan teknologi terobosan terbaru.
Dalam pertemuan Close Door Event: Towards Blue Economy, Menko Maritim Luhut Pandjaitan menjelaskan mengenai kondisi sampah laut di Indonesia di hadapan Vice President Sustainable Development Laura Tuck dan perwakilan negara lainnya.
















