Pemudik Timbulkan Sampah Hingga 10 Ton di Rest Area Tol Cikampek

Reading time: 2 menit
timbulan sampah
Pemudik menerima tempat minum dari KLHK dalam kampanye Mudik Asyik Tanpa kantong Plastik. Kampanye ini sekaligus mengedukasi pemudik untuk mengurangi penggunaan botol plastik dan kantong plastik sekali pakai. Foto: KLHK

Jakarta (Greeners) – Untuk mengantisipasi lonjakan timbulan sampah di sepanjang jalur mudik, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menginisiasi program Mudik Asyik Tanpa Sampah Plastik. Dari program yang diluncurkan pada Hari Raya Idul Fitri 1439 H tersebut diketahui bahwa timbulan sampah pemudik meningkat hingga beberapa kali lipat.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan bahwa program ini menekankan pada upaya mengubah opini dan kesadaran para pemudik serta masyarakat luas untuk tetap berperilaku bijak dalam mengelola sampah, terutama dalam suasana kegembiraan merayakan Idul Fitri. Vivien sendiri turun langsung memantau timbulan sampah di Rest Area KM 101 ruas tol Cipali di Kabupaten Subang dan Rest Area KM 62 ruas tol Cikampek-Jakarta di Kabupaten Karawang.

“Di sini petugas kebersihan memberikan edukasi kepada pengunjung karena banyak yang datang dan membuang sampah ditinggal begitu saja, padahal ada tempat sampah di sekitar tempat parkir. Edukasi juga diberikan kepada pengelola rumah makan dan warung tenda yang menjual mie instan untuk mengingatkan pelanggannya agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Vivien pada Sabtu, (23/06/2018).

BACA JUGA: Sampah Pemudik Didominasi Kemasan Makanan

Dari hasil pemantauan di Rest Area KM 101 Tol Cipali, rata-rata timbulan sampah pemudik sebanyak 3 ton per hari. Jumlah ini meningkat 50% dimana pada hari biasa timbulan sampah sekitar 2 ton perhari.

Sampah tersebut kemudian diangkut dari tempat penampungan sementara oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Menurut Vivien kondisi rest area ini cukup bersih dan terawat karena pengelola juga menempatkan 30 orang petugas kebersihan.

“Di sini petugas kebersihan memberikan edukasi kepada pengunjung karena banyak yang datang dan membuang sampah ditinggal begitu saja, padahal ada tempat sampah di sekitar tempat parkir. Edukasi juga diberikan kepada pengelola rumah makan dan warung tenda yang menjual mi instan untuk mengingatkan pelanggannya agar tidak membuang sampah sembarangan,” kata Vivien.

Sedangkan hasil pantauan di Rest Area KM 62 Tol Cikampek – Jakarta, timbulan sampah mencapai 8-10 ton per hari. Jumlah ini jauh lebih banyak dari biasanya dimana timbulan sampah hanya sekitar 2 ton per hari. Menurut Vivien hal ini terjadi karena rest area ini merupakan titik temu jalur tol Purbaleunyi dan tol Cipali.

Vivien mengharapkan ke depan setiap rest area dapat mengelola sampah secara mandiri menggunakan prinsip 3R (reduce, reuse, recyle). Hal ini dikarenakan sampah yang ditimbulkan didominasi botol plastik dan kemasan plastik yang masih memiliki nilai ekonomis, sedangkan sisa makanan dapat dijadikan kompos.

BACA JUGA: KLHK Patroli Sampah di Jalur Mudik

Sebagai informasi, KLHK telah menerbitkan Surat Edaran Dirjen PSLB3 Nomor : SE.2/PSLB3/PS/PLB.0/6/2018 tentang Pelaksanaan Mudik Tanpa Sampah. Surat edaran ini ditujukan kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota agar menerapkan program ini dengan melaksanakan kampanye dan edukasi kepada masyarakat, menyediakan sarana pengelolaan sampah yang memadai seperti tempat sampah terpilah di fasilitas publik, menyelenggarakan penanganan sampah di jalur mudik dan daerah penyangganya, serta menyediakan unit khusus pengelolaan sampah di lapangan.

“Diharapkan pada mudik tahun depan model pengelolaan sampah tersebut sudah dapat diterapkan dan upaya pengurangan sampah plastik akan terus ditingkatkan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin bijak untuk mengurangi sampah plastiknya,” ujar Vivien.

Kampanye Mudik Asyik Tanpa Sampah Plastik merupakan bagian dari kampanye nasional Kendalikan Sampah Plastik yang menjadi tema Indonesia untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tahun 2018. Badan PBB yang menangani masalah lingkungan UN Environment menetapkan tema “Beat Plastic Pollution” pada HLH tahun ini. Berbagai kampanye telah dimulai untuk mengendalikan sampah plastik sejak awal tahun 2018, tepatnya sejak 21 Februari 2018 yang bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional.

Editor: Renty Hutahaean

Top
You cannot copy content of this page