Switchcamp; Perlawanan Pemuda Indonesia terhadap Dampak Perubahan Iklim

Reading time: 2 menit

Yogyakarta (Greeners) – Sebuah gelaran aktifitas pelatihan selama empat hari telah selesai dilaksanakan oleh Komunitas tigalimapuluh yang merupakan jaringan dari organisasi global 350.org. Kegiatan yang diberi nama Switchcamp ini dibuka pada tanggal 20 Maret hingga 23 Maret 2014 menggunakan lokasi Wildlife Rescue Centre di Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Switchcamp merupakan rangkaian dari gerakan Global Power Shift yang digelar diseluruh dunia oleh 350.org. Setiap negara boleh menentukan sendiri bentuk dan nama aktifitasnya asal memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan gerakan anak muda dalam rangka melawan dampak perubahan iklim. Serta mengutamakan lahirnya solusi atas permasalahan lokal yang ada di negara masing-masing penyelenggara.

Koordinator Komunitas tigalimapuluh Syaiful Rochman, menjelaskan bahwa kegiatan Switchcamp ini baru pertama kali digelar di Indonesia. “Switchcamp bertujuan untuk menciptakan semangat gerakan lingkungan hidup yang diinisiasi oleh anak muda pada tingkat lokal di daerahnya masing-masing” jelas Syaiful.

SwitchCamp 02

Ia juga menambahkan bahwa dalam sesi workshop sama sekali tidak ada yang membahas isu lingkungan secara spesifik. Seluruh pelatihan lebih mengutamakan peningkatan faktor skillware seperti sesi Artivism (Art&Activism) yang menggali bagaimana memanfaatkan seni dalam menyampaikan kampanye lingkungan, NVDA (Non Violent Direct Action) yang mempelajari bagaimana melakukan aksi kampanye tanpa kekerasan, sesi Media & Communications yang berdiskusi dalam hal bagaimana menyalurkan ide kampanye melalui tulisan dan mendokumentasikan kegiatan kampanye dengan baik, dan sesi Creative Resourcing yang menggali mengenai cara-cara kreatif menjaring sumber daya ataupun dana untuk memenuhi kebutuhan kampanye lingkungan.

“Tercatat sekitar 206 pendaftar dari seluruh Indonesia hanya dalam waktu 2 minggu” ujar Putri Ayu, Koordinator Pendaftaran Peserta Switchcamp Wilayah Jawa. Namun, dari total peserta yang mendaftar, panitia hanya bisa meloloskan 100 peserta karena kemampuan lokasi dan anggaran yang terbatas.

Salah satu peserta dari Jakarta, Yusuf Garuda mengaku sangat terinspirasi selama mengikuti Switchcamp. “Saya ikut sesi Artivism dan sangat termotivasi oleh materi yang disampaikan. Saya sendiri tengah menyusun rencana untuk memberikan edukasi kepada publik mengenai permasalahan tambang batubara melalui medium seni sulap,” ujarnya dengan penuh semangat.

Greeners juga sempat bertemu dengan peserta dari Papua, Wilda Anna Maria Ukago yang sangat terkesan dengan Switchcamp. “Saya bertemu dengan banyak teman baru, sekarang sudah seperti saudara. Mereka sangat kreatif dalam menceritakan masalah lingkungan di masing-masing daerah. Sekarang saya tambah semangat lagi untuk lebih memberikan kontribusi terhadap perlindungan lingkungan hidup, terutama di daerah saya Papua” jelas Wilda.

(G03)

 

Komentar ditutup.

Top