BRIN Temukan Homalomena bungamerah, Spesies Aroid Baru Endemik Sumatra

Reading time: 2 menit
BRIN menemukan Homalomena bungamerah, spesies aroid baru endemik Sumatra. Foto: BRIN
BRIN menemukan Homalomena bungamerah, spesies aroid baru endemik Sumatra. Foto: BRIN

Jakarta (Greeners) – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengungkap keanekaragaman hayati Indonesia. Mereka menemukan spesies baru tumbuhan aroid dari genus Homalomena, yakni Homalomena bungamerah.

Spesies ini ditemukan di Sumatra utara. Hasil identifikasi dan penelitiannya terpublikasi dalam jurnal internasional Taiwania Volume 71 Nomor 2 (2026).

Penemuan spesies Homalomena bungamerah telah menambah daftar kekayaan flora endemik Indonesia. Khususnya, dari Pulau Sumatra yang terkenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman genus Homalomena.

Penelitian ini melibatkan kolaborasi sejumlah peneliti, termasuk Muhammad Rifqi Hariri dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, bersama Wendy A. Mustaqim, Arifin Surya Dwipa Irsyam, Muhammad A. Pratama, dan Irwansyah Surbakti.

Dalam publikasinya, tim peneliti menjelaskan bahwa Homalomena bungamerah merupakan spesies litofit, yaitu tumbuhan yang tumbuh pada permukaan batuan, terutama pada batu granit yang lembab dan teduh di hutan dipterokarpa campuran.

Spesies ini memiliki ciri morfologi khas, di antaranya permukaan daun bagian atas yang bertekstur kasar dan berlipat, serta tidak ada struktur interpistillar staminodes yang menjadi pembeda utama dengan spesies lain dalam genus yang sama.

“Kombinasi ciri morfologi yang unik, terutama pada permukaan daun dan struktur bunganya, menunjukkan bahwa spesies ini berbeda dari Homalomena lain yang telah terdeskripsikan,” ujar Rifqi.

Ia menjelaskan bahwa karakter morfologi tersebut menjadi kunci dalam memastikan statusnya sebagai spesies baru. Selain itu, Homalomena bungamerah memiliki bagian perbungaan berwarna merah yang menjadi dasar penamaannya. Nama “bungamerah” diambil dari Bahasa Melayu yang merujuk pada warna mencolok pada tangkai dan seludang bunganya.

Populasi Sangat Terbatas

Berdasarkan hasil kajian, spesies ini hanya ditemukan di satu lokasi di Sumatra Utara. Jumlah populasinya yang sangat terbatas, yakni kurang dari 100 individu dewasa. Kondisi tersebut, ditambah dengan ancaman pengambilan dari alam serta degradasi habitat, menyebabkan spesies ini dikategorikan sebagai Kritis (Critically Endangered) menurut kriteria IUCN.

Menurut peneliti, temuan ini menunjukkan pentingnya eksplorasi dan kajian taksonomi untuk mengungkap potensi biodiversitas yang belum terdokumentasi. Keterlibatan peneliti BRIN dalam studi ini sekaligus menegaskan komitmen dalam mendukung upaya pelestarian sumber daya hayati Indonesia.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top