Jakarta (Greeners) – Acara bersepeda Bandung On Bike sukses terselenggara pada Sabtu (25/4) di Balai Kota Bandung. Kegiatan ini menghadirkan pameran, talkshow, serta aktivitas bersepeda, sekaligus menerapkan konsep less waste event, termasuk penggunaan sistem guna ulang untuk makanan dan minuman.
Bandung On Bike menjadi ajang silaturahmi, edukasi, sekaligus selebrasi untuk menghidupkan kembali semangat bersepeda di Kota Bandung. Kegiatan ini juga membawa misi menciptakan kota yang sehat, masyarakat yang kuat, serta kehidupan yang lebih berkelanjutan.
Acara ini juga mengajak peserta menikmati Kota Bandung dari atas sepeda melalui dua opsi jalur, yakni jalur petualangan (trail adventure) 100 kilometer dan jalur lintas kota (city tour) 60 kilometer. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi 22 April, dengan mengintegrasikan olahraga bersepeda, upaya pencegahan polusi, serta penerapan konsep acara minim sampah.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Bike to Work (B2W) Bandung bersama Greeners, serta didukung berbagai pihak, termasuk Diet Plastik Indonesia yang menerapkan protokol guna ulang tanpa kemasan sekali pakai. Pengelolaan sampah selama acara juga dilakukan bersama Ngadaur dan Plastavfall.
Ketua Pelaksana Bandung on Bike, Moch Andi Nurfauzi, mengatakan bahwa konsep ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas. “Melalui konsep ini, kami berharap kegiatan bersepeda tidak hanya berdampak pada kualitas udara, tetapi juga mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik di Kota Bandung,” ujar Andy di Bandung, Sabtu (25/4).
Ia menambahkan, sekitar 70–100 komunitas diundang dalam kegiatan ini, dengan kehadiran awal mencapai 500–600 peserta. Area parkir sepeda yang telah disediakan pun terlihat penuh.
“Hal ini menunjukkan bahwa budaya bersepeda di Bandung masih kuat dan akan terus berkembang menuju kota yang ramah sepeda,” tambahnya.
Perbaikan Infrastruktur
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan juga mengapresiasi komitmen panitia dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab selama acara berlangsung. Ia menyebut bahwa saat ini Kota Bandung masih menghadapi tantangan dalam mengelola sampah.
Di sisi lain, kini Pemerintah Kota Bandung tengah fokus melakukan pembenahan infrastruktur sebagai fondasi kota ramah pejalan kaki dan pesepeda.
“Mulai bulan ini kami akan melakukan perbaikan jalan secara merata untuk memastikan kualitas jalan di seluruh Kota Bandung, termasuk menyelesaikan galian-galian. Setelah itu, trotoar juga akan diperbaiki agar pejalan kaki merasa aman dan nyaman,” kata Farhan.
Menurutnya, prioritas utama pembangunan adalah keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki sebagai kelompok paling rentan di jalan. Setelah itu, ia berkomitmen mengembangkan fasilitas yang lebih ramah bagi pesepeda.
Farhan juga mengakui bahwa membangun kota ramah sepeda tidak bisa dilakukan secara instan. “Mengubah jalan yang sudah ada menjadi ramah pesepeda itu tidak semudah memberi garis hijau. Kami harus membereskan dulu persoalan dasar seperti galian jalan yang menjadi tantangan bagi pesepeda,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah membuka ruang dialog dengan komunitas sepeda, termasuk Bike to Work. Ruang dialog ini untuk memberikan masukan teknis terkait pembangunan jalur sepeda yang lebih aman dan terintegrasi.
Penulis: Dini Jembar Wardani
Editor: Indiana Malia












































