Paus Sperma, Paus Bergigi Terbesar di Dunia

Reading time: 3 menit
Paus Sperma
Foto: shutterstock.com

Paus sperma atau Sperm Whale merupakan hewan bergigi terbesar di dunia. Bernama Latin Physeter macrocephalus, paus ini adalah satu-satunya spesies dari famili Physeteridae. Spesies ini memiliki ukuran terbesar dalam subordo Odontoceti atau Cetacea bergigi. Karakeristik Cetacea bergigi yakni terdapat gigi dengan jumlah dan ukuran yang bervariasi.

Paus berkepala kotak ini juga terdistribusi secara luas di seluruh dunia, meliputi laut tropis, subtropis, dan lautan sub kutub dari kedua belahan bumi (Evans, 1997). Habitat mereka adalah laut terbuka dengan kedalaman lebih dari 1.000 meter dan tidak tertutup oleh es, kecuali di Laut Hitam dan Laut Merah (Whitehead, 2003 in Taylor et al., 2008). Paus sperma sering dijumpai di perairan dengan produktivitas primer yang relatif tinggi.

Pada umumnya, paus jenis ini sering dijumpai di bulan Juni hingga Agustus. Di Indonesia, persebarannya meliputi Laut Sulu, Laut Sulawesi, Laut Halmahera, Laut Flores, sebagian Laut Banda, perairan sekitar Ambon, bagian timur Pulau Alor, lepas pantai Lamalera, dan di perairan sekitar Pulau Komodo.

Baca juga: Ajag, Anjing Hutan Indonesia yang Langka

Secara morfologi, paus sperma mudah dikenali dibandingkan dengan jenis lainnya. Hewan ini memiliki bentuk kepala segi empat yang memanjang hingga sepertiga bagian tubuhnya. Mamalia laut ini berkepala sangat besar dan berlubang tiup (blowhole) tunggal yang terletak di bagian kiri kepala. Paus sperma memiliki karakteristik semburan yang sangat unik, yaitu sudut kemiringan semburan yang mengarah ke kiri karena lubang hidungnya berada di sisi tersebut.

Kepala bagian depan paus ini dipenuhi zat lilin berwarna putih yang disebut dengan spermatocite. Elemen tersebut juga yang mendasari penamaan paus sperma sebab warnanya yang kerap dikira sebagai sperma. Spermaceti berfungsi untuk membantu mengapung dan menyelam di dalam air (Clarke, 1978) serta mengatur sonar (Noris dan Harvey, 1972).

Paus Sperma

Foto: shutterstock.com

Organ spermaceti juga membantu paus sperma bertahan di bawah air sampai 90 menit. Mereka bernapas selama delapan menit dan menyemburkan sebanyak tiga hingga lima kali per menit dan meningkat menjadi enam sampai tujuh kali per menit setelah menyelam.

Dari segi warna, paus ini memiliki corak tubuh yang didominasi hitam dan abu-abu kecokelatan. Sementara di sekitar mulutnya terdapat warna putih. Paus sperma menunjukkan dimorfisme seksual yang kuat dalam hal ukuran tubuh. Paus jantan memiliki bentuk fisik jauh lebih besar dibandingkan paus betina.

Baca juga: Cumi-Cumi, Moluska Penjelajah Dunia

Ukuran tubuh paus sperma jantan bisa mencapai 18 meter. Sementara betina bisa sepanjang 12 meter dan berbobot antara 20 sampai 57 ton. Permukaan tubuh paus sperma dipenuhi dengan lipatan dan kerutan. Bentuk tubuhnya memipih ke belakang dengan kepala yang besar, yakni seperempat sampai sepertiga pajang total. Ketika dilihat dari samping, fisik paus berbentuk persegi dan rahang bawahnya kecil serta sempit.

Makanan utama hewan yang bernapas dengan paru-paru ini adalah cumi besar dengan ukuran 0,2 sampai 1,0 meter (Evans, 1997). Selain itu, mereka juga mengonsumsi gurita dan ikan demersal seperti pari, bahkan hiu juga dimakan. Paus sperma mencari makan secara rutin sepanjang tahun dengan jumlah konsumsi makanan sebesar 3,0 hingga 3,5 persen dari total berat badannya. Paus sperma mengalokasikan 75 persen waktu mereka untuk mencari makan (Whitehead, 2001 in Sagnol, 2014).

Taksonomi Paus Sperma

Penulis: Sarah R. Megumi

Top