Pholiotina Rugosa, Jamur Cokelat Kecil dengan Racun Mematikan

Reading time: 2 menit
Jamur ini tidak dapat manusia konsumsi karena beracun. Jika terpapar racunnya bisa menyebabkan kondisi fatal hingga kematian. Foto: Shutterstock

Selain Galerina marginata, jenis jamur cokelat beracun lainnya ialah little brown mushroom atau Pholiotina rugosa. Spesies ini akrab dengan sebutan Conocybe filaris, kelompok jamur mikotoksin yang jamak ahli temukan di Eropa, Asia dan Amerika Utara.

Conocybe filaris merupakan sinonim binomial Pholiotina rugosa. Selain itu, ia juga ilmuwan sebut sebagai Pholiotina fimicola dan Pholiotina arrhenii, serta beberapa nama lainnya.

Menurut riset, little brown mushroom berasal dari ordo Agaricales dan famili Bolbitiaceae. Tampilannya cukup mirip dengan Galerina marginata, sehingga sering awam anggap serupa.

Dari segi kandungan, baik jamur Galerina marginata dan little brown mushroom, sama-sama mematikan. Mereka memiliki amatoksin yang dapat membahayakan kinerja hati manusia.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pholiotina Rugosa

Sebagai cendawan berkelas Agaricomycetes, morfologi Pholiotina rugosa dapat kita cirikan melalui topi, batang dan insangnya. Agar tidak salah, simak uraian lengkapnya di bawah ini.

–  Topi (Pileus)

Ukuran topi little brown mushroom biasanya berkisar 1-2 cm saja. Bentuknya mula-mula terlihat kerucut hingga lebar, tapi kemudian berubah menjadi cembung dan lonjong ke atas.

Permukaan topi sebenarnya tipis, licin dan halus. Bagian tepi berwarna cokelat kekuning-kuningan, sedangkan tengahnya tampak berwarna cokelat jingga tua dan sedikit mengerut.

– Batang (Stape)

Batang Pholiotina rugosa tumbuh sepanjang 20-35 mm dengan diameter berkisar 2-3 mm. Tampilannya sedikit bengkok di bagian bawah, tapi terlihat lurus sampai ke bagian insang.

Warna batang sendiri cokelat di bagian bawah dan keputihan di bagian atas. Terdapat cincin (annulus) pada bagian tengah batang, warnanya tampak keputihan hingga kecokelatan.

– Insang (Lamellae)

Tampilan insang tampak seperti jeruk lemon yang dibelah dua. Ia memiliki ruas-ruas panjang yang sempit atau rapat, dengan warna kecokelatan dan kerudung parsial yang keputihan.

Apabila kita potong, bagian daging jamur tampak berair dan kecokelatan. Warnanya tidak akan berubah, bahkan tidak memiliki bau khas seperti jamur beracun pada umumnya.

Habitat dan Distribusi Pholiotina Rugosa

Pholiotina rugosa adalah jenis jamur saprobik. Pertumbuhannya tunggal atau berkelompok, serta sering ditemukan di area hutan dan perkotaan, tepatnya di sekitar puing-puing kayu.

Sebagai fungi terestrial, little brown mushroom tumbuh di atas tanah. Mereka berbiak pada musim semi dan panas di daerah iklim sedang, namun musim dingin di iklim Mediterania.

Melihat peta persebarannya, distribusi little brown mushroom terbilang sangat luas. Mereka dapat kita jumpai di kawasan Pacific Northwest, mulai dari British Columbia sampai Alaska.

Di Asia sendiri, penyebaran jamur ini paling banyak di negara-negara subtropis atau beriklim sedang. Ia dapat kita temukan di sebagian besar negara Eropa sampai wilayah Oseania.

Mengenal Racun Jamur Pholiotina Rugosa

Amatoksin adalah nama kolektif dari sembilan subkelompok senyawa beracun yang pakar temukan pada tiga genera; Amanita, Galerina dan Lepiota, serta spesies Pholiotina rugosa.

Jenis racun ini mengalir di dalam darah menuju organ-organ penting di tubuh manusia. Ia biasanya menyerang organ jantung dan hati, bahkan tidak jarang menyebabkan kematian.

Apabila terpapar, gejala yang ditimbulkan biasanya berupa iritasi pada saluran pernapasan, sakit kepala, pusing, mual, sesak napas, batuk, insomnia, diare serta gangguan pencernaan.

Berbeda dengan racun jamur pada umumnya, amatoksin tidak akan hancur jika dipanaskan. Karena itu jamur-jamur ini tidak dapat kita konsumsi, meski telah dimasak terlebih dahulu.

Taksonomi Spesies Little Brown Mushroom

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page